Perbandingan Uji Eksperimental Performance Motor Bakar Bensin 2 SilinderPerbandingan Uji Eksperimental Performance Motor Bakar Bensin 2 Silinder
Menggunakan Bahan Bakar Pertamax 92 Dan Premium 88Menggunakan Bahan Bakar Pertamax 92 Dan Premium 88
Diajukan Untuk DiseminarkanDiajukan Untuk Diseminarkan
Pada JurusanPada Jurusan Teknik MesinTeknik Mesin
Oleh:Oleh:
Jefri SuriansyahJefri Suriansyah
NNPPM.M. 0932107909321079
JURUSANJURUSAN TEKNIK MESINTEKNIK MESIN
SEKOLAH TINGGI TEKNIK HARAPANSEKOLAH TINGGI TEKNIK HARAPAN
MEDANMEDAN
20120133
Kegiatan
Laboratorium
Belum Tersedianya
Alat Motor Bakar
Bensin
Terciptanya Motor
Bakar Bensin
Hasil
Konsumsi Bahan
Bakar Spesifik Brake
Daya Input
Laju Aliran Massa
Bahan Bakar
Pengujian Motor
Bakar Bensin
1.1 Latar Belakang
BAB 1
PENDAHULUAN
Daya Poros
Torsi
Efisiensi Thermal
Brake
Melakukan analisa data dari hasil pengujian dan mengetahui
karakteristik unjuk kerja motor bakar bensin, sehingga nantinya
diperoleh informasi – informasi yang berguna untuk lebih
menyempurnakan alat pengujian motor bakar bensin tersebut
Melakukan analisa data dari hasil pengujian dan mengetahui
karakteristik unjuk kerja motor bakar bensin, sehingga nantinya
diperoleh informasi – informasi yang berguna untuk lebih
menyempurnakan alat pengujian motor bakar bensin tersebut
1.2 Perumusan Masalah1.2 Perumusan Masalah
1.3 Batasan Masalah
1. Pengujian dilakukan di Laboratorium Pengujian
Mesin Sekolah Tinggi Teknik Harapan terhadap
hasil rancang bangun alat pengujian motor bakar
bensin skala laboratorium.
2. Unjuk kerja yang dianalisa adalah torsi, daya
poros, laju aliran massa bahan bakar, konsumsi
bahan bakar sfesifik, daya input bahan bakar, dan
efesiensi thermal brake.
3. Tidak menghitung nilai ekonomis dari
pemakaian bahan bakar bensin
1.4 Tujuan Penelitian1.4 Tujuan Penelitian
Perbandingan Grafik hubungan antara pembebanan dengan
Torsi
Perbandingan Grafik hubungan antara pembebanan dengan
Torsi
Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan
Laju aliran massa bahan bakar
Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan
Laju aliran massa bahan bakar
Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan
Daya input
Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan
Daya input
Perhitungan Torsi, Daya poros, Laju aliran massa bahan bakar
konsumsi bahan bakar spesifik brake, Daya input dan Efisiensi thermal
Perhitungan Torsi, Daya poros, Laju aliran massa bahan bakar
konsumsi bahan bakar spesifik brake, Daya input dan Efisiensi thermal
Perbandingan Grafik Hubungan antara pembebanan dengan
Daya poros
Perbandingan Grafik Hubungan antara pembebanan dengan
Daya poros
Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan
Konsumsi bahan bakar spesifik brake
Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan
Konsumsi bahan bakar spesifik brake
Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan
Efisiensi thermal
Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan
Efisiensi thermal
1.5 Manfaat Penelitian
Mahasiswa lainnya yang ingin mengembangkan
hasil penelitian ini serta dapat dijadikan sebagai
pembanding dalam pembahasan pada topik yang
sama
Mahasiswa lainnya yang ingin mengembangkan
hasil penelitian ini serta dapat dijadikan sebagai
pembanding dalam pembahasan pada topik yang
sama
Menghasilkan informasi ilmiah dalam pengujian
unjuk kerja motor bakar bensin
Menghasilkan informasi ilmiah dalam pengujian
unjuk kerja motor bakar bensin
Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi khususnya bidang konversi energi
Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi khususnya bidang konversi energi
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
TERLAMPIR
BAB 3
METODE PENELITIAN
Tempat
Pengujian skala laboratorium ini di lakukan di
Laboratorium Pengujian Mesin Sekolah Tinggi Teknik
Harapan Medan
Tempat dan Waktu
Waktu
Waktu pengujian dilakukan mulai dari persetujuan
yang diberikan oleh pengelola program dan
pembimbing, pengambilan data dan pengolahan data
sampai dinyatakan selesai.
Studi literatur bertujuan untuk memperoleh teori-
teori dari beberapa buku referensi yang diperlukan
dalam proses pengujian untuk skala laboratorium
Studi literatur bertujuan untuk memperoleh teori-
teori dari beberapa buku referensi yang diperlukan
dalam proses pengujian untuk skala laboratorium
Studi LiteraturStudi Literatur
Peralatan
Bahan yang digunakan untuk pengujian ini adalah bahan bakar pertamax 92
dengan premium 88 yang diproduksi oleh pertamina
Bahan
Rope Brake
Fuel Meter
Stopwatch
Tachometer
Pelaksanaan
Pengujian
Pelaksanaan
Pengujian
Baha
n
Bakar
N
(rpm)
v
(mL)
T
(s)
T
(Nm)
Ps
(kW) (kg/h)
bsfc
(kg/k
W.h)
Pin
(kW)
ηth
(%)
1000 10 28,81 14,72 1,54 0,97 0,63 12,47 12,35
Perta
max
2000 10 19,40 14,72 3,08 1,45 0,47 18,45 16,69
3000 10 13,20 14,72 4,62 2,13 0,46 27,19 16,99
4000 10 9,20 14,72 6,16 3,05 0,50 39,00 15,79
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perbandingan Grafik Hubungan Antara Pembebanan
Dengan Torsi
0
2
4
6
8
10
12
14
16
2 4 6 8 10
T(Nm)
m (kg)
pertamax92
premium88
Perbandingan Grafik Hubungan Antara Pembebanan
Dengan Daya Poros
0
1
2
3
4
5
6
7
2 4 6 8 10
Ps(kW)
m (kg)
pertamax92
premium88
Perbandingan Grafik Hubungan Antara Pembebanan
Dengan Laju Aliran Massa Bahan Bakar
0
0,5
1
1,5
2
2,5
3
3,5
2 4 6 8 10
(kg/h)ṁ
m (kg)
pertamax92
premium88
Perbandingan Grafik Hubungan Antara Pembebanan
Dengan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Brake
0
0,2
0,4
0,6
0,8
1
1,2
2 4 6 8 10
bsfc(kg/kW.h)
m (kg)
pertamax92
premium88
Perbandingan Grafik Hubungan antara Pembebanan
Dengan Daya Input Bahan Bakar
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
2 4 6 8 10
Pin(Kw)
m (kg)
pertamax92
premium88
Perbandingan Grafik Hubungan Antara Pembebanan
Dengan Efisiensi Thermal Brake
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
2 4 6 8 10
ηth(%)
m (kg)
pertamax92
premium88
BAB 5
KESIMPULAN
BAB 5
KESIMPULAN
Dari hasil perhitungan dan pengujian pada bahan bakar pertamax 92
dengan beban pengereman 2 kg pada putaran 4000 rpm
Torsi : 2,94 Nm
Daya poros : 1,23 kW
Laju aliran massa bahan bakar : 1,29 kg/h
Konsumsi bahan bakar spesifik brake : 1,05 kg/kW.h
Daya input : 16,51 kW
Efisiensi thermal brake : 7,45 %
Dari hasil perhitungan dan pengujian pada bahan bakar pertamax 92
dengan beban pengereman 2 kg pada putaran 4000 rpm
Torsi : 2,94 Nm
Daya poros : 1,23 kW
Laju aliran massa bahan bakar : 1,29 kg/h
Konsumsi bahan bakar spesifik brake : 1,05 kg/kW.h
Daya input : 16,51 kW
Efisiensi thermal brake : 7,45 %
Torsi yang diperoleh untuk melakukan
pengujian terhadap bahan bakar pertamax 92
dan premium 88 sama terhadap putaran 1000
sampai dengan 4000 rpm. Dapat diketahui
pada beban 2 kg torsi sebesar 2,94 Nm , dan
pada beban 10 kg torsi yang diperoleh sebesar
14,72 Nm. Dapat diambil kesimpulan bahwa
semakin berat beban yang diberikan maka
semakin besar pula torsi yg diperoleh
Torsi yang diperoleh untuk melakukan
pengujian terhadap bahan bakar pertamax 92
dan premium 88 sama terhadap putaran 1000
sampai dengan 4000 rpm. Dapat diketahui
pada beban 2 kg torsi sebesar 2,94 Nm , dan
pada beban 10 kg torsi yang diperoleh sebesar
14,72 Nm. Dapat diambil kesimpulan bahwa
semakin berat beban yang diberikan maka
semakin besar pula torsi yg diperoleh
Daya poros pada kondisi pembebanan yang
berbeda untuk bahan bakar pertamax 92 dan
premium 88, diperoleh hasil daya poros yang
sama. Untuk pengujian dengan bahan bakar
pertamax 92 dan premium88, nilai daya
poros terendah pada beban 2 kg putaran 1000
rpm dengan nilai Ps 0,31 Kw sedangkan nilai
daya poros tertinggi pada beban 10 kg
putaran 4000 rpm dengan nilai 6,16 kW.
Daya poros pada kondisi pembebanan yang
berbeda untuk bahan bakar pertamax 92 dan
premium 88, diperoleh hasil daya poros yang
sama. Untuk pengujian dengan bahan bakar
pertamax 92 dan premium88, nilai daya
poros terendah pada beban 2 kg putaran 1000
rpm dengan nilai Ps 0,31 Kw sedangkan nilai
daya poros tertinggi pada beban 10 kg
putaran 4000 rpm dengan nilai 6,16 kW.
Laju aliran massa bahan bakar mengalami
peningkatan dengan bertambahnya beban
pengereman. Untuk pengujian dengan bahan
bakar pertamax 92, nilai laju aliran massa
bahan bakar terendah yaitu pada beban 2 kg
dan putaran 1000 rpm dengan nilai 0,61ṁ
kg/h. Untuk pengujian dengan bahan bakar
premium 88, nilai laju aliran massa bahan
bakar terendah yaitu pada beban 2 kg dan
putaran 1000 rpm dengan nilai 0,62 kg/h.ṁ
Laju aliran massa bahan bakar mengalami
peningkatan dengan bertambahnya beban
pengereman. Untuk pengujian dengan bahan
bakar pertamax 92, nilai laju aliran massa
bahan bakar terendah yaitu pada beban 2 kg
dan putaran 1000 rpm dengan nilai 0,61ṁ
kg/h. Untuk pengujian dengan bahan bakar
premium 88, nilai laju aliran massa bahan
bakar terendah yaitu pada beban 2 kg dan
putaran 1000 rpm dengan nilai 0,62 kg/h.ṁ
Konsumsi bahan bakar spesifik brake
meningkat jika menggunakan bahan bakar
premium 88 dibandingkan dengan bahan
bakar pertamax 92. Sebagai perbandingan,
pada pengujian beban 10 kg putaran putaran
3000 rpm bahan bakar premium 88 memiliki
nilai bsfc 0,47 kg/kW.h, sedangkan bahan
bakar pertamax memiliki nilai bsfc 0,46
kg/kW.h.
Konsumsi bahan bakar spesifik brake
meningkat jika menggunakan bahan bakar
premium 88 dibandingkan dengan bahan
bakar pertamax 92. Sebagai perbandingan,
pada pengujian beban 10 kg putaran putaran
3000 rpm bahan bakar premium 88 memiliki
nilai bsfc 0,47 kg/kW.h, sedangkan bahan
bakar pertamax memiliki nilai bsfc 0,46
kg/kW.h.
Daya input dari bahan bakar yang dihasilkan
oleh bahan bakar premium 88 lebih rendah
jika dibandingkan dengan bahan bakar
pertamax 92. Pada pengujian beban 10 kg dan
putaran 4000 rpm daya input yang dihasilkan
bahan bakar premium 88 sebesar 38,98 kW
sedangkan bahan bakar pertamax 92
menghasilkan daya input 39,00 kW.
Daya input dari bahan bakar yang dihasilkan
oleh bahan bakar premium 88 lebih rendah
jika dibandingkan dengan bahan bakar
pertamax 92. Pada pengujian beban 10 kg dan
putaran 4000 rpm daya input yang dihasilkan
bahan bakar premium 88 sebesar 38,98 kW
sedangkan bahan bakar pertamax 92
menghasilkan daya input 39,00 kW.
Efisiensi thermal brake yang dihasilkan oleh
bahan bakar premium 88 lebih baik jika
dibandingkan dengan bahan bakar pertamax
92. Sebagai perbandingan, pada pengujian
beban pengereman 10 kg putaran 3000 rpm
premium 88 memiliki efisiensi 17,43 %,
sedangkan bahan bakar pertamax memiliki
efisiensi 16,99 %.
Efisiensi thermal brake yang dihasilkan oleh
bahan bakar premium 88 lebih baik jika
dibandingkan dengan bahan bakar pertamax
92. Sebagai perbandingan, pada pengujian
beban pengereman 10 kg putaran 3000 rpm
premium 88 memiliki efisiensi 17,43 %,
sedangkan bahan bakar pertamax memiliki
efisiensi 16,99 %.

Powerpoint presentation Jefri seminar dan sidang 2013 Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan

  • 1.
    Perbandingan Uji EksperimentalPerformance Motor Bakar Bensin 2 SilinderPerbandingan Uji Eksperimental Performance Motor Bakar Bensin 2 Silinder Menggunakan Bahan Bakar Pertamax 92 Dan Premium 88Menggunakan Bahan Bakar Pertamax 92 Dan Premium 88 Diajukan Untuk DiseminarkanDiajukan Untuk Diseminarkan Pada JurusanPada Jurusan Teknik MesinTeknik Mesin Oleh:Oleh: Jefri SuriansyahJefri Suriansyah NNPPM.M. 0932107909321079 JURUSANJURUSAN TEKNIK MESINTEKNIK MESIN SEKOLAH TINGGI TEKNIK HARAPANSEKOLAH TINGGI TEKNIK HARAPAN MEDANMEDAN 20120133
  • 2.
    Kegiatan Laboratorium Belum Tersedianya Alat MotorBakar Bensin Terciptanya Motor Bakar Bensin Hasil Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Brake Daya Input Laju Aliran Massa Bahan Bakar Pengujian Motor Bakar Bensin 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Daya Poros Torsi Efisiensi Thermal Brake
  • 3.
    Melakukan analisa datadari hasil pengujian dan mengetahui karakteristik unjuk kerja motor bakar bensin, sehingga nantinya diperoleh informasi – informasi yang berguna untuk lebih menyempurnakan alat pengujian motor bakar bensin tersebut Melakukan analisa data dari hasil pengujian dan mengetahui karakteristik unjuk kerja motor bakar bensin, sehingga nantinya diperoleh informasi – informasi yang berguna untuk lebih menyempurnakan alat pengujian motor bakar bensin tersebut 1.2 Perumusan Masalah1.2 Perumusan Masalah
  • 4.
    1.3 Batasan Masalah 1.Pengujian dilakukan di Laboratorium Pengujian Mesin Sekolah Tinggi Teknik Harapan terhadap hasil rancang bangun alat pengujian motor bakar bensin skala laboratorium. 2. Unjuk kerja yang dianalisa adalah torsi, daya poros, laju aliran massa bahan bakar, konsumsi bahan bakar sfesifik, daya input bahan bakar, dan efesiensi thermal brake. 3. Tidak menghitung nilai ekonomis dari pemakaian bahan bakar bensin
  • 5.
    1.4 Tujuan Penelitian1.4Tujuan Penelitian Perbandingan Grafik hubungan antara pembebanan dengan Torsi Perbandingan Grafik hubungan antara pembebanan dengan Torsi Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan Laju aliran massa bahan bakar Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan Laju aliran massa bahan bakar Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan Daya input Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan Daya input Perhitungan Torsi, Daya poros, Laju aliran massa bahan bakar konsumsi bahan bakar spesifik brake, Daya input dan Efisiensi thermal Perhitungan Torsi, Daya poros, Laju aliran massa bahan bakar konsumsi bahan bakar spesifik brake, Daya input dan Efisiensi thermal Perbandingan Grafik Hubungan antara pembebanan dengan Daya poros Perbandingan Grafik Hubungan antara pembebanan dengan Daya poros Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan Konsumsi bahan bakar spesifik brake Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan Konsumsi bahan bakar spesifik brake Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan Efisiensi thermal Perbandingan grafik hubungan antara pembebanan dengan Efisiensi thermal
  • 6.
    1.5 Manfaat Penelitian Mahasiswalainnya yang ingin mengembangkan hasil penelitian ini serta dapat dijadikan sebagai pembanding dalam pembahasan pada topik yang sama Mahasiswa lainnya yang ingin mengembangkan hasil penelitian ini serta dapat dijadikan sebagai pembanding dalam pembahasan pada topik yang sama Menghasilkan informasi ilmiah dalam pengujian unjuk kerja motor bakar bensin Menghasilkan informasi ilmiah dalam pengujian unjuk kerja motor bakar bensin Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya bidang konversi energi Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya bidang konversi energi
  • 7.
    BAB 2 KAJIAN PUSTAKA BAB2 KAJIAN PUSTAKA TERLAMPIR
  • 8.
    BAB 3 METODE PENELITIAN Tempat Pengujianskala laboratorium ini di lakukan di Laboratorium Pengujian Mesin Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan Tempat dan Waktu Waktu Waktu pengujian dilakukan mulai dari persetujuan yang diberikan oleh pengelola program dan pembimbing, pengambilan data dan pengolahan data sampai dinyatakan selesai.
  • 9.
    Studi literatur bertujuanuntuk memperoleh teori- teori dari beberapa buku referensi yang diperlukan dalam proses pengujian untuk skala laboratorium Studi literatur bertujuan untuk memperoleh teori- teori dari beberapa buku referensi yang diperlukan dalam proses pengujian untuk skala laboratorium Studi LiteraturStudi Literatur
  • 10.
    Peralatan Bahan yang digunakanuntuk pengujian ini adalah bahan bakar pertamax 92 dengan premium 88 yang diproduksi oleh pertamina Bahan Rope Brake Fuel Meter Stopwatch Tachometer
  • 11.
  • 13.
    Baha n Bakar N (rpm) v (mL) T (s) T (Nm) Ps (kW) (kg/h) bsfc (kg/k W.h) Pin (kW) ηth (%) 1000 1028,81 14,72 1,54 0,97 0,63 12,47 12,35 Perta max 2000 10 19,40 14,72 3,08 1,45 0,47 18,45 16,69 3000 10 13,20 14,72 4,62 2,13 0,46 27,19 16,99 4000 10 9,20 14,72 6,16 3,05 0,50 39,00 15,79 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
  • 14.
    Perbandingan Grafik HubunganAntara Pembebanan Dengan Torsi 0 2 4 6 8 10 12 14 16 2 4 6 8 10 T(Nm) m (kg) pertamax92 premium88
  • 15.
    Perbandingan Grafik HubunganAntara Pembebanan Dengan Daya Poros 0 1 2 3 4 5 6 7 2 4 6 8 10 Ps(kW) m (kg) pertamax92 premium88
  • 16.
    Perbandingan Grafik HubunganAntara Pembebanan Dengan Laju Aliran Massa Bahan Bakar 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 2 4 6 8 10 (kg/h)ṁ m (kg) pertamax92 premium88
  • 17.
    Perbandingan Grafik HubunganAntara Pembebanan Dengan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Brake 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 2 4 6 8 10 bsfc(kg/kW.h) m (kg) pertamax92 premium88
  • 18.
    Perbandingan Grafik Hubunganantara Pembebanan Dengan Daya Input Bahan Bakar 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 2 4 6 8 10 Pin(Kw) m (kg) pertamax92 premium88
  • 19.
    Perbandingan Grafik HubunganAntara Pembebanan Dengan Efisiensi Thermal Brake 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 2 4 6 8 10 ηth(%) m (kg) pertamax92 premium88
  • 20.
    BAB 5 KESIMPULAN BAB 5 KESIMPULAN Darihasil perhitungan dan pengujian pada bahan bakar pertamax 92 dengan beban pengereman 2 kg pada putaran 4000 rpm Torsi : 2,94 Nm Daya poros : 1,23 kW Laju aliran massa bahan bakar : 1,29 kg/h Konsumsi bahan bakar spesifik brake : 1,05 kg/kW.h Daya input : 16,51 kW Efisiensi thermal brake : 7,45 % Dari hasil perhitungan dan pengujian pada bahan bakar pertamax 92 dengan beban pengereman 2 kg pada putaran 4000 rpm Torsi : 2,94 Nm Daya poros : 1,23 kW Laju aliran massa bahan bakar : 1,29 kg/h Konsumsi bahan bakar spesifik brake : 1,05 kg/kW.h Daya input : 16,51 kW Efisiensi thermal brake : 7,45 %
  • 21.
    Torsi yang diperolehuntuk melakukan pengujian terhadap bahan bakar pertamax 92 dan premium 88 sama terhadap putaran 1000 sampai dengan 4000 rpm. Dapat diketahui pada beban 2 kg torsi sebesar 2,94 Nm , dan pada beban 10 kg torsi yang diperoleh sebesar 14,72 Nm. Dapat diambil kesimpulan bahwa semakin berat beban yang diberikan maka semakin besar pula torsi yg diperoleh Torsi yang diperoleh untuk melakukan pengujian terhadap bahan bakar pertamax 92 dan premium 88 sama terhadap putaran 1000 sampai dengan 4000 rpm. Dapat diketahui pada beban 2 kg torsi sebesar 2,94 Nm , dan pada beban 10 kg torsi yang diperoleh sebesar 14,72 Nm. Dapat diambil kesimpulan bahwa semakin berat beban yang diberikan maka semakin besar pula torsi yg diperoleh
  • 22.
    Daya poros padakondisi pembebanan yang berbeda untuk bahan bakar pertamax 92 dan premium 88, diperoleh hasil daya poros yang sama. Untuk pengujian dengan bahan bakar pertamax 92 dan premium88, nilai daya poros terendah pada beban 2 kg putaran 1000 rpm dengan nilai Ps 0,31 Kw sedangkan nilai daya poros tertinggi pada beban 10 kg putaran 4000 rpm dengan nilai 6,16 kW. Daya poros pada kondisi pembebanan yang berbeda untuk bahan bakar pertamax 92 dan premium 88, diperoleh hasil daya poros yang sama. Untuk pengujian dengan bahan bakar pertamax 92 dan premium88, nilai daya poros terendah pada beban 2 kg putaran 1000 rpm dengan nilai Ps 0,31 Kw sedangkan nilai daya poros tertinggi pada beban 10 kg putaran 4000 rpm dengan nilai 6,16 kW.
  • 23.
    Laju aliran massabahan bakar mengalami peningkatan dengan bertambahnya beban pengereman. Untuk pengujian dengan bahan bakar pertamax 92, nilai laju aliran massa bahan bakar terendah yaitu pada beban 2 kg dan putaran 1000 rpm dengan nilai 0,61ṁ kg/h. Untuk pengujian dengan bahan bakar premium 88, nilai laju aliran massa bahan bakar terendah yaitu pada beban 2 kg dan putaran 1000 rpm dengan nilai 0,62 kg/h.ṁ Laju aliran massa bahan bakar mengalami peningkatan dengan bertambahnya beban pengereman. Untuk pengujian dengan bahan bakar pertamax 92, nilai laju aliran massa bahan bakar terendah yaitu pada beban 2 kg dan putaran 1000 rpm dengan nilai 0,61ṁ kg/h. Untuk pengujian dengan bahan bakar premium 88, nilai laju aliran massa bahan bakar terendah yaitu pada beban 2 kg dan putaran 1000 rpm dengan nilai 0,62 kg/h.ṁ
  • 24.
    Konsumsi bahan bakarspesifik brake meningkat jika menggunakan bahan bakar premium 88 dibandingkan dengan bahan bakar pertamax 92. Sebagai perbandingan, pada pengujian beban 10 kg putaran putaran 3000 rpm bahan bakar premium 88 memiliki nilai bsfc 0,47 kg/kW.h, sedangkan bahan bakar pertamax memiliki nilai bsfc 0,46 kg/kW.h. Konsumsi bahan bakar spesifik brake meningkat jika menggunakan bahan bakar premium 88 dibandingkan dengan bahan bakar pertamax 92. Sebagai perbandingan, pada pengujian beban 10 kg putaran putaran 3000 rpm bahan bakar premium 88 memiliki nilai bsfc 0,47 kg/kW.h, sedangkan bahan bakar pertamax memiliki nilai bsfc 0,46 kg/kW.h.
  • 25.
    Daya input daribahan bakar yang dihasilkan oleh bahan bakar premium 88 lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar pertamax 92. Pada pengujian beban 10 kg dan putaran 4000 rpm daya input yang dihasilkan bahan bakar premium 88 sebesar 38,98 kW sedangkan bahan bakar pertamax 92 menghasilkan daya input 39,00 kW. Daya input dari bahan bakar yang dihasilkan oleh bahan bakar premium 88 lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar pertamax 92. Pada pengujian beban 10 kg dan putaran 4000 rpm daya input yang dihasilkan bahan bakar premium 88 sebesar 38,98 kW sedangkan bahan bakar pertamax 92 menghasilkan daya input 39,00 kW.
  • 26.
    Efisiensi thermal brakeyang dihasilkan oleh bahan bakar premium 88 lebih baik jika dibandingkan dengan bahan bakar pertamax 92. Sebagai perbandingan, pada pengujian beban pengereman 10 kg putaran 3000 rpm premium 88 memiliki efisiensi 17,43 %, sedangkan bahan bakar pertamax memiliki efisiensi 16,99 %. Efisiensi thermal brake yang dihasilkan oleh bahan bakar premium 88 lebih baik jika dibandingkan dengan bahan bakar pertamax 92. Sebagai perbandingan, pada pengujian beban pengereman 10 kg putaran 3000 rpm premium 88 memiliki efisiensi 17,43 %, sedangkan bahan bakar pertamax memiliki efisiensi 16,99 %.