Talkshow & Gathering

IPS
Indonesian Procurement Society

Tema
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL
PROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN
SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI
INDUSTRI “

Waktu & Tempat
Sabtu , 18 Januari 2014
Café Flora Garden Pancoran, 10:00 – 14:00
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Profile Host Takshow
Rahmat Noviandi, MBA, CSCP, CPP, CPPM
 Formal Education: S1 Industrial Engineering from ITB, S2 (Master Degree): MBA from

UGM,

 Certification: CSCP (Certified Supply Chain Professional) from APICS-USA, CPP

(Certified Purchasing Professional) and CPPM (Certified Professional Purchasing
Manager) from American Purchasing Society (APS-USA). Certified APICS trainer.
Certified QMS Auditor/Lead Auditor from IRCA. Participated in some training in
domestic and foreign countries.

 Job experience in Operation Management area in some MNC companies: Energy

(Wartsila Indonesia), FMCG (PZ Cusson, SC Johnson Bayer (JHHP)), Pharmaceutical
Distribution Companies (Dexa Medica Group, Pharmaniaga Malaysia Group),
Electronic Manufacturing (Sanken Indonesia).

 Areas of Expertise: SCM, Purchasing & Procurement Management, Transportation,

Distribution, Export Import, Project Procurement & Project Logistics, QHSE

 Other interest: trainer & consultant , making cartoon: www.joelmba.blogspot.com ,

Founder & Chairman of Indonesian Procurement Society

 HP: 0811 893 271, rahmatnoviandi@gmail.com
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Profile Narasumber

Togap Siagian


Formal Education: MBA Rochester Institute of Tecnology, ST Teknik Industri ITB



Job experience: GM Strategic Procurement Vale Indonesia, Procurement Mgr
ConocoPhillips, Materials Management General Superintendent Freeport
Indonesia, Product Engineering Supervisor Omron



Areas of Expertise: SCM, Procurement, Contract, Materials Management



Other interest : Founder & board of expert & Head of membership and
organization development at Indonesia Procurement Society (IPS)



Hp : 0811 9 851 861



Email: togap.siagian@gmail.com
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Profile Narasumber

Andi Daniel


Formal Education: Sarjana Teknik Mesin Trisakti, Master of Business
Administration (MBA) dari Deakin University Melbourne Australia.



Certification: Level 3 Badan Sertifikasi Manajemen Resiko.



Job experience: Engineer di PT. YMI – Astra Honda Motor Group, Treasury –
Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Manager Procurement – HSBC, Head
Procurement – Bank Commonweatlh



Areas of Expertise: Procurement Management, Contract Management,
Negotiation, Tender Management.



Other interest: Founder & Secretary & Head of Education and Competency at
Indonesian Procurement Society (IPS).



Hp: 0813 1452 7937
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Panji Aries Kathris


Formal Education: S1 Fisika – FMIPA UI (1994)



Workshop and Training:



G-ERP (Global Enterprise Resource Planning) – MM Module (4Months)



Purchasing Management, SCM, Logistic Management, Inventory Management



Leadership, Budgeting, Innovation and Creativity, Finance Essential, Leading and
Motivating, Strategic Thinking



Job experience:



Purchasing in Samsung Electronics Indonesia since 1996~2013



Internal Audit Part Leader since Oct 2013



Areas of Expertise: Procurement Management, Contract Management, Negotiation,
Tender Management.



Other interest : Founder of Indonesia Procurement Society (IPS)



Areas of Expertise: MRP ERP System, JIT , VMI, Purchasing-SCM, EDI (Electronics Data
,
Interchange), Supplier Selection and Management, Cost Analysis and Internal Audit



Hp : 0817-0125-099 ; panji@samsung.com

Profile Narasumber
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Cost Center  Profit Center
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Supply Chain vs Supply Chain
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Development of Procurement
Function
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Future Purchasing Competency
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Purchasing Skill
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Alhamdulillah, Acara Pertama Indonesia Procurement Society (IPS)
Talk-Show dengan tema Mempersiapkan Kompetensi Para Profesional

Procurement dan Purchasing Semakin Strategisnya Profesi Tersebut
Dalam Industry berhasil terlaksana dengan baik dan lancar. Mewakili
Founder IPS, Chairman IPS, Rahmant Noviandi mengucapkan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya
Acara ini.

Dengan antusiasme yang tinggi peserta menyambut lahirnya IPS
sebagai organisasi profesi Procurement dan Purchasing, selanjutnya
disebut Procurement, pertama di Indonesia yang mengadakan TalkShow tentang Kompetensi Profesi Procurement. Kesamaan ide, visi dan
misi diantara pengurus merupakan modal utama terwujudnya event ini.
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Procurement Masa Lalu dan Masa Depan
Menurut Togap, salah satu nara sumber dari PT. Vale,pada saat ini perusahaan mining sedang menghadapi 3 tantangan
yaitu : melambatnya perekonomian, munculnya peraturan baru yang membuat bisnis pertambangan semakin rumit, dan

semakin berkembangnya teknologi yang mendorong tumbuhnya produk dan jasa baru.
Ketiga hal tersebut, mendorong perubahan dalam profesi procurement untuk mengambil beberapa langkah-langkah

tepat untuk menghadapi situasi sekarang ini, yaitu: pertama,

efisiensi operasional dengan meningkatkan produktivitas

sumber daya dengan mengembangkan pengetahuan yang mendukung kegiatan procurement seperti financial review, legal

dan sebagainya, kedua, mengelola procurement lebih kearah strategic dengan cara lebih menitikberatkan langkah-langkah
perencanaan procurement yang lebih matang sehingga mengurangi jumlah kegiatan-kegiatan transaksional.

Hal ini dapat direalisasi melalui teknologi informasi untuk proses-proses seleksi supplier untuk produk-produk yang sudah
pasti

dan terdapat banyak supplier yang sanggup memenuhi kebutuhan sehingga evaluasi pemenang hanya menitik

beratkan pada harga. Sedangkan sumber daya yang ada lebih diberdayakan untuk proses seleksi supplier/bidding terhadap
scope of work yang belom diketahui secara pasti dan secara teknikal mempunyai beberapa kemungkinan sehingga

diperlukan proposal dari kandidat-kandidat supplier yang tertarik dengan bidding yang diadakan oleh perusahaan

Togap panggilannya, saat
ini berkarir sebagai GM
Strategic
Procurement
pada
salah
satu
perusahaan
mining
terkemuka.
Beliau merupakan salah
satu Board of Expert &
Founder
Indonesian
Procurement Society.
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Panji, nara sumber dari industry manufaktur PT. Samsung Electronics , procurement
bukan lagi merupakan fungsi klerikal namun sudah menjadi fungsi strategis dalam
perusahaan. Selain itu dahulu procurement hanya menjadi Cost Center tapi sekarang lebih
strategis dalam menentukan bottom line perusahaan terutama dengan menurunkan
procurement cost

baik itu material cost maupun direct cost lainnya seperti jasa

outsourcing proses PCB assembly .
Pendekatan sentralisasi proses pengadaan menjadi pertimbangan perusahaan untuk
Panji berkarir > 17 tahun di
Industri Manufaktur sebuah
perusahaan
Elektronik
terkenal.
Saat ini beliau memimpin
department Purchasing di
perusahaannya, beliau juga
tercatat sebagai Founder &
Board of Expert Indonesian
Procurement Society

dapat mengetahui kondisi pasar global , tidak hanya pasar lokal, seperti membandingan
harga dari supplier antar negara dalam regional yang sama. Untuk dapat mendukung

tujuan sentralisasi ini, diperlukan percepatan penggunaan teknologi informasi untuk proses
pengadaan seperti ERP maupun SAP apalagi Industri perbank-an sedang mengejar
,

ketertinggalan kemutakhiran teknologi informasi untuk proses pengadaan, kata Andi ,
narasumber dari Bank Commonwealth. Menurut narasumber lulusan MBA dari salah satu

universitas di Australia ini, fungsi Procurement dalam industri perbankan sudah sejajar
dengan fungsi department lainnya menempatkan posisi Vice President Procurement dalam
organisasi perusahaan.

Andi
saat
ini
bertanggungjawab sebagai
Head
&
Education
Competency
Indonesian
Procurement Society.

Pengalamannya
di
perbankan > 10 tahun, dan
saat in beliau menggawangi
seluruh
aktifitas
Procurement salah satu
bank di Indonesia.
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

“ Compliance
merupakan salah
satu sarat utama
dalam pelaksanaan
proses pengadaan,
seperti dalam dalam
industry Oil & Gas
yang diatur dalam
PTK007 ….“

Summary Takshow
Pendekatan Strategis dalam Pengadaan
Menurut Togap, Pihak yang paling tahu tentang vendor atau supplier adalah

fungsional pengadaan, oleh karena itu selalu diharapkan keterlibatan dalam
perbaikan. Posisi tertinggi dalam fungsional pengadaan harus mengetahui kategori

mana yg paling strategis untuk dilebih diperhatikan melalui perencanaan yang
matang dengan melibatkan fungsional lainya seperti teknikal, quality dan keuangan.

Selain itu, menurut Lulusan MBA dari Amerika ini, Compliance merupakan salah satu sarat utama dalam
pelaksanaan proses pengadaan, seperti dalam dalam industry Oil & Gas yang diatur dalam PTK007. Dalam PTK007
ini mengatur semua proses pemilihan supplier agar proses pemilihan supplier dapat berjalan adil bagi semua pihak
termasuk Negara, serta bertujuan agar proses pengadaan dapat berjalan secara efisien.
Procurement juga diharuskan lebih giat dalam melakukan Supplier market research sebagai bagian dari earlier
involvement dalam proses procurement. Dan lebih penting lagi adalah pengelolaan kontrak dengan memastikan SLA
(Service Level Agreement) benar-benar tercapai sesuai dengan permintaan yang tertera dalam kontrak yg telah
disepakati.

Talkswhow IPS
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Sedangkan menurut Panji, pada saat ini dan masa datang industry

manufaktur harus lebih menitikberatkan pada upaya keterlibatan lebih
awal dalam proses pengembangan produk apalagi orientasi harga sudah

tidak memungkinkan dan siklus produk yang pendek sehingga hanya
orientasi harga akan memperlambat siklus procurement. Selain itu,

keterlibatan core supplier sangat penting dalam phasa pengembangan
produk manufaktur, tetapi tidak semua supplier terlibat , hanya supplier

strategis

yang

terlibat

dalam

phasa

development.

Disamping

keterlibatan procurement, keterlibatan fungsional lain dalam perusahaan

sangat perlu termasuk R&D, QA, production.
Sehingga menurut bapak dari empat orang anak ini, persaingan bukan lagi antara perusahaan satu dengan perusahaan lain namun lebih
persaingan antar SUPPLY CHAIN. Yang lebih strategis dalam Supply chain adalah Value untuk perusahaan meliputi : pertama, bagaimana bisa

mengurangi lead time dari supplier sampai ke customer, kedua, mengurangi biaya logistik. Untuk mendukung komunikasi antar anggota
Supply Chain ini, Teknologi ICT sangat diperlukan untuk mempercepat siklus pengadaan.
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Berbeda dengan nara sumber lainny, Andi lebih menitikberatkan
pandangan bahwa posisi tertinggi dalam fungsional pengadaan harus
mengetahui posisi level dimana perusahaan berada apakah dalam
tingkatan Operational efficiency , buying leverage , Sourcing Excellence
atau Cost discipline.
Dengan dapat mengetahui posisi level procurement di perusahaan
maka perusahaan dapat meningkatan fungsional pengadaan untuk
memberikan kontribusi yang strategis untuk tujuan perusahaan. Dalam
tabel penelitian di bawah maka fungsi – fungsi penting yang dibutuhkan
di masa depan harusnya fungsi – fungsi yang dapat menunjang point –
point paling kanan di atas.
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Kompetensi yang dibutuhkan dalam Procurement kedepan
Menurut Togap, sekarang dan masa depan dalam fungsional pengadaan, terdapat minimal 3 kompetensi yang harus ditingkatkan, pertama,

negosiasi yg lebih structural bukan hanya harga perolehan produk namun harus lebih concern dalam total cost ownership. Kedua, lebih fokus di
kategori-kategori yang strategik sehingga diperlukan Manager Kategori yang dapat menganalisa kebutuhan terhadap kondisi pasar suplai. Ketiga,

kompetensi dalam proses dan prosedur sangat diperlukan agar professional procurement dapat menegakan asas kepatutan dalam melaksanakan
kegiatan pengadaan.
Sedangkan menurut Panji, Selain Kemampuan analisa dan pemikiran yg strategic, sertifikasi
juga menjadi kebutuhan semua professional pengadaan apalagi dalam menghadapi era pasar
bebas tenaga kerja. Sertifikasi juga diaminin oleh Andi, namun harus lebih spesifik untuk keahlian
masing-masing orang yang berprofesi di bidang pengadaan. Mengapa Lebih spesifik? karena
area pengadaan sangat luas dan diperlukan ahli-ahli yang benar-benar menguasai bagian dari
keseluruhan proses pengadaan seperti negosiasi dan Manajemen supplier. Andi lebih jauh lagi
menjelaskan bahwa Untuk dapat mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan di masa
depan maka kita perlu mengetahui posisi purchasing itu sendiri di dalam organisasi. Sebuah
penelitian menggambarkan sebagai berikut :
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Skill apa yg diperlukan jika pindak ke industry lain, teknikal atau

Panji & Togap serempak mengatakan bahwa lebih mengutamakan
skill proses procurement dibanding technical, karena technikal bisa

prosesnya?
Menurut Andi, para professional pengadaan mempunyai tiga

kondisi dalam perjalanan kariernya. Pertama, Procurement Career, yaitu
professional pengadaan yang telah lama bekerja di fungsional

dipelajari dalam pekerjaan rutinitasnya. Menurut mereka terdapat 3
kemampuan dasar dalam procurement yang menjadi patokan disemua

industry yaitu negosiasi yg terstruktur, analisa, dan komunikasi.

pengadaan di satu perusahaan atau lebih dari satu perusahaan dalam

Keprihatinan diutarakan oleh Togap terkait ketiadaan Universitas di

satu industry yg sama. Kedua, The Company/Industry Outsider, yaitu

Indonesia yang mempunyai fakultas atau bidang studi yang mempelajari

professional pengadaan yang akan lebih banyak belajar tentang

tentant Procurement secara lebih mendalam. Procurement masih

technical dalam industry yang berbeda namun menguasai proses

dimasukan sebagai bagian kecil

pengadaan.

operasional.

Dan yang ketiga, adalah The Procurement NewComer,

professional pengadaan

akan lebih banyak belajar tentang proses

procurement di industry atau perusahaan yang sama.
Mana yang lebih baik?Lebih baik pindah di perusahaan lain
namun di industry yang sama agar dapat meningkatkan posisi/jabatan
kita karena kelebihan dalam pengalaman secara teknikal dan sekaligus
proses pengadaan, saran dari Andi kepada semua peserta yang hadir.

dari bidang studi manajemen
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Peran IPS dalam kompetensi procurement dalam menghadapi kebutuhan dimasa datang?
INDONESIAN
PROCUREMENT SOCIETY

Dibutuhkan effort yg lebih banyak lagi seperti training, Seminar dan Workshop serta perlunya IPS

VISI

mengeluarkan Sertifikasi sendiri tanpa mengandalkan lisensi dari lembaga sertifikasi procurement dari

Menjadi organisasi terkemuka di
Indonesia bagi para professional di
bidang pengadaan (procurement)
dan pembelian (purchasing)

Negara lain, kata Panji dengan berapi-api seraya menunjukan nasionalisme yang tinggi. Selain training,
Andi menambahkan perlunya standarisasi kompetensi procurement di Indonesia. Sedangkan Togap lebih
jauh lagi mempunyai pandangan bahwa kedepan IPS dapat menjadi jawaban atas ketiadaan perguruan

MISI

tinggi yang mempunyai bidang studi Procurement di Indonesia sehingga bakal sarjana-sarjana nantinya

1.

dapat bersaing dengan professional procurement asing dengan menjadi tuan rumah di Negara sendiri.

2.

3.

Menjadikan IPS sebagai tempat
pertukaran informasi yang terkait
dengan pengadaan
(Procurement) dan pembelian
(Purchasing).
Secara berkesinambungan
mengembangkan kompetensi
profesi
pengadaan (procurement) dan
pembelian (Purchasing) di
Indonesia
Menjalin networking di
antara para professional di
bidang pengadaan
(procurement) dan pembelian
(purchasing).

Namun, IPS dapat memulainya dengan hal2 yang lebih mendasar terlebih dahulu seperti memberikan
dasar-dasar bagi proses pengadaan di indonesia, menjadi institusi yang kompeten untuk memberikan
sertifikasi bagi professional procurement di Indonesia, serta menjadi wadah yang penting untuk berbagai
informasi dan mengembangkan jaringan bagi professional procurement di Indonesia. Dengan hal-hal yg
dilakukan diatas, maka IPS dapat bersama-sama dengan semua professional procurement di Indonesia
dapat menghadapi tantangan terbukanya pasar tenaga kerja di ASEAN untuk bersaing dengan
professional-profesional procurement dari Negara Singapore, philipine, Malaysian dan lainnya.
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Summary Takshow
Question & Answer
Najib (Q) : Breakdown cost analisis udah dilakukan namun negosiasi harga
melalui politik dagang cabe masih efektif dilakukan, bagaimana pendapat
narasumber?
Andi (A) : Komunikasi informal tetap dibutuhkan.
Togap (A) : Intense Komunikasi terutama untuk strategic category.
Panji (A) : Negosiasi memerlukan berbagai macam jurus : breakdown cost,
komunikasi dan TCO.
Diperlukan pendekatan yg berbeda terhadap
berbagai jenis supplier, contoh Strategic Suppplier, prefer supplier,
approved supplier dan Conditional Supplier.
Arief (Q) : bagaimana cara menentukan Supplier?
Togap (A) : harga bukan prioritas pertama, namun harus dilihat dari sisi
kelayakan dari harga penawaran. Dalam bidding perusahaan penyelenggara
bidding selalu mempunyai harga patokan sebagai harga baseline dan
apabila terdapat penawaran 75% dari harga baseline perusahaan tidak
segan-segan menolak penawaran tersebut demi alasan ketidakwajaran.
Dalam bidding pun, persaingan harga hanya untuk bidding pekerjaan yang
sudah jelas dan banyak rekanan yang dapat memenuhi scope of work dari
perusahaan, namun apabila terdapat scope of work yang belom jelas maka
persaingan proposal teknikal menjadi tahapan pertama yg harus dilakukan
untuk memilih proposal mana yg sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Amathul (Q) : proses procurement di industry Oil & Gas lebih
lama?gimana solusinya?Sertifikasi Procurment?
Togap (A) : Memang di industry Oil and Gas prinsip compliance lebih ketat
dibanding dengan industry hal ini lebih dikarenakan Oil and Gas adalah
sumber daya alam yagn dikuasai oleh Negara namun dalam eksplorasi
dilakukan dengan perusahaan2 swasta
nasional maupun asing yg
mempunyai kemampuan teknologi dan permodalan atau investasi .
Skema kontrak yang ditawarkan oleh pemerintah adalah Kontrak sharing
dimana semua proses diatur dalam PTK007 yang harus dipatuhi oleh semua
kontraktor Oil & Gas. Sehingga apa yang dapat dilakukan oleh
perusahaan/kontraktor adalah pendekatan Earlier Planning yang harus lebih
digalakan.
Q : Next Step IPS?
Andi (A) : Perlunya standarisasi kompetensi procurement kemudian
questioner, lalu training dan sertifikasi
Panji (A) : Untuk mewujudkan mimpi yang lebih tinggi, sebagai organisasi
yang baru lahir harus lebih realitas terlebih dahulu dengan lebih kosisten
dan berkesinambungan mengadakan kegiatan-kegiatan yang merealisasi
misi IPS, seperti training, workshop, seminar dan study group.
Togap (A) : Perlunya standarisasi kompetensi procurement di Indonesia
dan sertifikasi.
“MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT &
PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI
TERSEBUT DI INDUSTRI “

Subscribe Mailing list : indonesian-procurement-society@yahoogroups.com
Join our Linkedin group Indonesian Procurement Society
Follow our twitter @Indoips
Visit our website indonesian-procurement.blogspot.com/

See our latest video update on Youtube

IPS Talkshow Summary (Sabtu 18 Januari 2014)

  • 1.
    Talkshow & Gathering IPS IndonesianProcurement Society Tema “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONAL PROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Waktu & Tempat Sabtu , 18 Januari 2014 Café Flora Garden Pancoran, 10:00 – 14:00
  • 2.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Profile Host Takshow Rahmat Noviandi, MBA, CSCP, CPP, CPPM  Formal Education: S1 Industrial Engineering from ITB, S2 (Master Degree): MBA from UGM,  Certification: CSCP (Certified Supply Chain Professional) from APICS-USA, CPP (Certified Purchasing Professional) and CPPM (Certified Professional Purchasing Manager) from American Purchasing Society (APS-USA). Certified APICS trainer. Certified QMS Auditor/Lead Auditor from IRCA. Participated in some training in domestic and foreign countries.  Job experience in Operation Management area in some MNC companies: Energy (Wartsila Indonesia), FMCG (PZ Cusson, SC Johnson Bayer (JHHP)), Pharmaceutical Distribution Companies (Dexa Medica Group, Pharmaniaga Malaysia Group), Electronic Manufacturing (Sanken Indonesia).  Areas of Expertise: SCM, Purchasing & Procurement Management, Transportation, Distribution, Export Import, Project Procurement & Project Logistics, QHSE  Other interest: trainer & consultant , making cartoon: www.joelmba.blogspot.com , Founder & Chairman of Indonesian Procurement Society  HP: 0811 893 271, rahmatnoviandi@gmail.com
  • 3.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Profile Narasumber Togap Siagian  Formal Education: MBA Rochester Institute of Tecnology, ST Teknik Industri ITB  Job experience: GM Strategic Procurement Vale Indonesia, Procurement Mgr ConocoPhillips, Materials Management General Superintendent Freeport Indonesia, Product Engineering Supervisor Omron  Areas of Expertise: SCM, Procurement, Contract, Materials Management  Other interest : Founder & board of expert & Head of membership and organization development at Indonesia Procurement Society (IPS)  Hp : 0811 9 851 861  Email: togap.siagian@gmail.com
  • 4.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Profile Narasumber Andi Daniel  Formal Education: Sarjana Teknik Mesin Trisakti, Master of Business Administration (MBA) dari Deakin University Melbourne Australia.  Certification: Level 3 Badan Sertifikasi Manajemen Resiko.  Job experience: Engineer di PT. YMI – Astra Honda Motor Group, Treasury – Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Manager Procurement – HSBC, Head Procurement – Bank Commonweatlh  Areas of Expertise: Procurement Management, Contract Management, Negotiation, Tender Management.  Other interest: Founder & Secretary & Head of Education and Competency at Indonesian Procurement Society (IPS).  Hp: 0813 1452 7937
  • 5.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Panji Aries Kathris  Formal Education: S1 Fisika – FMIPA UI (1994)  Workshop and Training:  G-ERP (Global Enterprise Resource Planning) – MM Module (4Months)  Purchasing Management, SCM, Logistic Management, Inventory Management  Leadership, Budgeting, Innovation and Creativity, Finance Essential, Leading and Motivating, Strategic Thinking  Job experience:  Purchasing in Samsung Electronics Indonesia since 1996~2013  Internal Audit Part Leader since Oct 2013  Areas of Expertise: Procurement Management, Contract Management, Negotiation, Tender Management.  Other interest : Founder of Indonesia Procurement Society (IPS)  Areas of Expertise: MRP ERP System, JIT , VMI, Purchasing-SCM, EDI (Electronics Data , Interchange), Supplier Selection and Management, Cost Analysis and Internal Audit  Hp : 0817-0125-099 ; panji@samsung.com Profile Narasumber
  • 6.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Cost Center  Profit Center
  • 7.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Supply Chain vs Supply Chain
  • 8.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Development of Procurement Function
  • 9.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Future Purchasing Competency
  • 10.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Purchasing Skill
  • 11.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Alhamdulillah, Acara Pertama Indonesia Procurement Society (IPS) Talk-Show dengan tema Mempersiapkan Kompetensi Para Profesional Procurement dan Purchasing Semakin Strategisnya Profesi Tersebut Dalam Industry berhasil terlaksana dengan baik dan lancar. Mewakili Founder IPS, Chairman IPS, Rahmant Noviandi mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya Acara ini. Dengan antusiasme yang tinggi peserta menyambut lahirnya IPS sebagai organisasi profesi Procurement dan Purchasing, selanjutnya disebut Procurement, pertama di Indonesia yang mengadakan TalkShow tentang Kompetensi Profesi Procurement. Kesamaan ide, visi dan misi diantara pengurus merupakan modal utama terwujudnya event ini.
  • 12.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Procurement Masa Lalu dan Masa Depan Menurut Togap, salah satu nara sumber dari PT. Vale,pada saat ini perusahaan mining sedang menghadapi 3 tantangan yaitu : melambatnya perekonomian, munculnya peraturan baru yang membuat bisnis pertambangan semakin rumit, dan semakin berkembangnya teknologi yang mendorong tumbuhnya produk dan jasa baru. Ketiga hal tersebut, mendorong perubahan dalam profesi procurement untuk mengambil beberapa langkah-langkah tepat untuk menghadapi situasi sekarang ini, yaitu: pertama, efisiensi operasional dengan meningkatkan produktivitas sumber daya dengan mengembangkan pengetahuan yang mendukung kegiatan procurement seperti financial review, legal dan sebagainya, kedua, mengelola procurement lebih kearah strategic dengan cara lebih menitikberatkan langkah-langkah perencanaan procurement yang lebih matang sehingga mengurangi jumlah kegiatan-kegiatan transaksional. Hal ini dapat direalisasi melalui teknologi informasi untuk proses-proses seleksi supplier untuk produk-produk yang sudah pasti dan terdapat banyak supplier yang sanggup memenuhi kebutuhan sehingga evaluasi pemenang hanya menitik beratkan pada harga. Sedangkan sumber daya yang ada lebih diberdayakan untuk proses seleksi supplier/bidding terhadap scope of work yang belom diketahui secara pasti dan secara teknikal mempunyai beberapa kemungkinan sehingga diperlukan proposal dari kandidat-kandidat supplier yang tertarik dengan bidding yang diadakan oleh perusahaan Togap panggilannya, saat ini berkarir sebagai GM Strategic Procurement pada salah satu perusahaan mining terkemuka. Beliau merupakan salah satu Board of Expert & Founder Indonesian Procurement Society.
  • 13.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Panji, nara sumber dari industry manufaktur PT. Samsung Electronics , procurement bukan lagi merupakan fungsi klerikal namun sudah menjadi fungsi strategis dalam perusahaan. Selain itu dahulu procurement hanya menjadi Cost Center tapi sekarang lebih strategis dalam menentukan bottom line perusahaan terutama dengan menurunkan procurement cost baik itu material cost maupun direct cost lainnya seperti jasa outsourcing proses PCB assembly . Pendekatan sentralisasi proses pengadaan menjadi pertimbangan perusahaan untuk Panji berkarir > 17 tahun di Industri Manufaktur sebuah perusahaan Elektronik terkenal. Saat ini beliau memimpin department Purchasing di perusahaannya, beliau juga tercatat sebagai Founder & Board of Expert Indonesian Procurement Society dapat mengetahui kondisi pasar global , tidak hanya pasar lokal, seperti membandingan harga dari supplier antar negara dalam regional yang sama. Untuk dapat mendukung tujuan sentralisasi ini, diperlukan percepatan penggunaan teknologi informasi untuk proses pengadaan seperti ERP maupun SAP apalagi Industri perbank-an sedang mengejar , ketertinggalan kemutakhiran teknologi informasi untuk proses pengadaan, kata Andi , narasumber dari Bank Commonwealth. Menurut narasumber lulusan MBA dari salah satu universitas di Australia ini, fungsi Procurement dalam industri perbankan sudah sejajar dengan fungsi department lainnya menempatkan posisi Vice President Procurement dalam organisasi perusahaan. Andi saat ini bertanggungjawab sebagai Head & Education Competency Indonesian Procurement Society. Pengalamannya di perbankan > 10 tahun, dan saat in beliau menggawangi seluruh aktifitas Procurement salah satu bank di Indonesia.
  • 14.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ “ Compliance merupakan salah satu sarat utama dalam pelaksanaan proses pengadaan, seperti dalam dalam industry Oil & Gas yang diatur dalam PTK007 ….“ Summary Takshow Pendekatan Strategis dalam Pengadaan Menurut Togap, Pihak yang paling tahu tentang vendor atau supplier adalah fungsional pengadaan, oleh karena itu selalu diharapkan keterlibatan dalam perbaikan. Posisi tertinggi dalam fungsional pengadaan harus mengetahui kategori mana yg paling strategis untuk dilebih diperhatikan melalui perencanaan yang matang dengan melibatkan fungsional lainya seperti teknikal, quality dan keuangan. Selain itu, menurut Lulusan MBA dari Amerika ini, Compliance merupakan salah satu sarat utama dalam pelaksanaan proses pengadaan, seperti dalam dalam industry Oil & Gas yang diatur dalam PTK007. Dalam PTK007 ini mengatur semua proses pemilihan supplier agar proses pemilihan supplier dapat berjalan adil bagi semua pihak termasuk Negara, serta bertujuan agar proses pengadaan dapat berjalan secara efisien. Procurement juga diharuskan lebih giat dalam melakukan Supplier market research sebagai bagian dari earlier involvement dalam proses procurement. Dan lebih penting lagi adalah pengelolaan kontrak dengan memastikan SLA (Service Level Agreement) benar-benar tercapai sesuai dengan permintaan yang tertera dalam kontrak yg telah disepakati. Talkswhow IPS
  • 15.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Sedangkan menurut Panji, pada saat ini dan masa datang industry manufaktur harus lebih menitikberatkan pada upaya keterlibatan lebih awal dalam proses pengembangan produk apalagi orientasi harga sudah tidak memungkinkan dan siklus produk yang pendek sehingga hanya orientasi harga akan memperlambat siklus procurement. Selain itu, keterlibatan core supplier sangat penting dalam phasa pengembangan produk manufaktur, tetapi tidak semua supplier terlibat , hanya supplier strategis yang terlibat dalam phasa development. Disamping keterlibatan procurement, keterlibatan fungsional lain dalam perusahaan sangat perlu termasuk R&D, QA, production. Sehingga menurut bapak dari empat orang anak ini, persaingan bukan lagi antara perusahaan satu dengan perusahaan lain namun lebih persaingan antar SUPPLY CHAIN. Yang lebih strategis dalam Supply chain adalah Value untuk perusahaan meliputi : pertama, bagaimana bisa mengurangi lead time dari supplier sampai ke customer, kedua, mengurangi biaya logistik. Untuk mendukung komunikasi antar anggota Supply Chain ini, Teknologi ICT sangat diperlukan untuk mempercepat siklus pengadaan.
  • 16.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Berbeda dengan nara sumber lainny, Andi lebih menitikberatkan pandangan bahwa posisi tertinggi dalam fungsional pengadaan harus mengetahui posisi level dimana perusahaan berada apakah dalam tingkatan Operational efficiency , buying leverage , Sourcing Excellence atau Cost discipline. Dengan dapat mengetahui posisi level procurement di perusahaan maka perusahaan dapat meningkatan fungsional pengadaan untuk memberikan kontribusi yang strategis untuk tujuan perusahaan. Dalam tabel penelitian di bawah maka fungsi – fungsi penting yang dibutuhkan di masa depan harusnya fungsi – fungsi yang dapat menunjang point – point paling kanan di atas.
  • 17.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Kompetensi yang dibutuhkan dalam Procurement kedepan Menurut Togap, sekarang dan masa depan dalam fungsional pengadaan, terdapat minimal 3 kompetensi yang harus ditingkatkan, pertama, negosiasi yg lebih structural bukan hanya harga perolehan produk namun harus lebih concern dalam total cost ownership. Kedua, lebih fokus di kategori-kategori yang strategik sehingga diperlukan Manager Kategori yang dapat menganalisa kebutuhan terhadap kondisi pasar suplai. Ketiga, kompetensi dalam proses dan prosedur sangat diperlukan agar professional procurement dapat menegakan asas kepatutan dalam melaksanakan kegiatan pengadaan. Sedangkan menurut Panji, Selain Kemampuan analisa dan pemikiran yg strategic, sertifikasi juga menjadi kebutuhan semua professional pengadaan apalagi dalam menghadapi era pasar bebas tenaga kerja. Sertifikasi juga diaminin oleh Andi, namun harus lebih spesifik untuk keahlian masing-masing orang yang berprofesi di bidang pengadaan. Mengapa Lebih spesifik? karena area pengadaan sangat luas dan diperlukan ahli-ahli yang benar-benar menguasai bagian dari keseluruhan proses pengadaan seperti negosiasi dan Manajemen supplier. Andi lebih jauh lagi menjelaskan bahwa Untuk dapat mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan di masa depan maka kita perlu mengetahui posisi purchasing itu sendiri di dalam organisasi. Sebuah penelitian menggambarkan sebagai berikut :
  • 18.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Skill apa yg diperlukan jika pindak ke industry lain, teknikal atau Panji & Togap serempak mengatakan bahwa lebih mengutamakan skill proses procurement dibanding technical, karena technikal bisa prosesnya? Menurut Andi, para professional pengadaan mempunyai tiga kondisi dalam perjalanan kariernya. Pertama, Procurement Career, yaitu professional pengadaan yang telah lama bekerja di fungsional dipelajari dalam pekerjaan rutinitasnya. Menurut mereka terdapat 3 kemampuan dasar dalam procurement yang menjadi patokan disemua industry yaitu negosiasi yg terstruktur, analisa, dan komunikasi. pengadaan di satu perusahaan atau lebih dari satu perusahaan dalam Keprihatinan diutarakan oleh Togap terkait ketiadaan Universitas di satu industry yg sama. Kedua, The Company/Industry Outsider, yaitu Indonesia yang mempunyai fakultas atau bidang studi yang mempelajari professional pengadaan yang akan lebih banyak belajar tentang tentant Procurement secara lebih mendalam. Procurement masih technical dalam industry yang berbeda namun menguasai proses dimasukan sebagai bagian kecil pengadaan. operasional. Dan yang ketiga, adalah The Procurement NewComer, professional pengadaan akan lebih banyak belajar tentang proses procurement di industry atau perusahaan yang sama. Mana yang lebih baik?Lebih baik pindah di perusahaan lain namun di industry yang sama agar dapat meningkatkan posisi/jabatan kita karena kelebihan dalam pengalaman secara teknikal dan sekaligus proses pengadaan, saran dari Andi kepada semua peserta yang hadir. dari bidang studi manajemen
  • 19.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Peran IPS dalam kompetensi procurement dalam menghadapi kebutuhan dimasa datang? INDONESIAN PROCUREMENT SOCIETY Dibutuhkan effort yg lebih banyak lagi seperti training, Seminar dan Workshop serta perlunya IPS VISI mengeluarkan Sertifikasi sendiri tanpa mengandalkan lisensi dari lembaga sertifikasi procurement dari Menjadi organisasi terkemuka di Indonesia bagi para professional di bidang pengadaan (procurement) dan pembelian (purchasing) Negara lain, kata Panji dengan berapi-api seraya menunjukan nasionalisme yang tinggi. Selain training, Andi menambahkan perlunya standarisasi kompetensi procurement di Indonesia. Sedangkan Togap lebih jauh lagi mempunyai pandangan bahwa kedepan IPS dapat menjadi jawaban atas ketiadaan perguruan MISI tinggi yang mempunyai bidang studi Procurement di Indonesia sehingga bakal sarjana-sarjana nantinya 1. dapat bersaing dengan professional procurement asing dengan menjadi tuan rumah di Negara sendiri. 2. 3. Menjadikan IPS sebagai tempat pertukaran informasi yang terkait dengan pengadaan (Procurement) dan pembelian (Purchasing). Secara berkesinambungan mengembangkan kompetensi profesi pengadaan (procurement) dan pembelian (Purchasing) di Indonesia Menjalin networking di antara para professional di bidang pengadaan (procurement) dan pembelian (purchasing). Namun, IPS dapat memulainya dengan hal2 yang lebih mendasar terlebih dahulu seperti memberikan dasar-dasar bagi proses pengadaan di indonesia, menjadi institusi yang kompeten untuk memberikan sertifikasi bagi professional procurement di Indonesia, serta menjadi wadah yang penting untuk berbagai informasi dan mengembangkan jaringan bagi professional procurement di Indonesia. Dengan hal-hal yg dilakukan diatas, maka IPS dapat bersama-sama dengan semua professional procurement di Indonesia dapat menghadapi tantangan terbukanya pasar tenaga kerja di ASEAN untuk bersaing dengan professional-profesional procurement dari Negara Singapore, philipine, Malaysian dan lainnya.
  • 20.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Summary Takshow Question & Answer Najib (Q) : Breakdown cost analisis udah dilakukan namun negosiasi harga melalui politik dagang cabe masih efektif dilakukan, bagaimana pendapat narasumber? Andi (A) : Komunikasi informal tetap dibutuhkan. Togap (A) : Intense Komunikasi terutama untuk strategic category. Panji (A) : Negosiasi memerlukan berbagai macam jurus : breakdown cost, komunikasi dan TCO. Diperlukan pendekatan yg berbeda terhadap berbagai jenis supplier, contoh Strategic Suppplier, prefer supplier, approved supplier dan Conditional Supplier. Arief (Q) : bagaimana cara menentukan Supplier? Togap (A) : harga bukan prioritas pertama, namun harus dilihat dari sisi kelayakan dari harga penawaran. Dalam bidding perusahaan penyelenggara bidding selalu mempunyai harga patokan sebagai harga baseline dan apabila terdapat penawaran 75% dari harga baseline perusahaan tidak segan-segan menolak penawaran tersebut demi alasan ketidakwajaran. Dalam bidding pun, persaingan harga hanya untuk bidding pekerjaan yang sudah jelas dan banyak rekanan yang dapat memenuhi scope of work dari perusahaan, namun apabila terdapat scope of work yang belom jelas maka persaingan proposal teknikal menjadi tahapan pertama yg harus dilakukan untuk memilih proposal mana yg sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Amathul (Q) : proses procurement di industry Oil & Gas lebih lama?gimana solusinya?Sertifikasi Procurment? Togap (A) : Memang di industry Oil and Gas prinsip compliance lebih ketat dibanding dengan industry hal ini lebih dikarenakan Oil and Gas adalah sumber daya alam yagn dikuasai oleh Negara namun dalam eksplorasi dilakukan dengan perusahaan2 swasta nasional maupun asing yg mempunyai kemampuan teknologi dan permodalan atau investasi . Skema kontrak yang ditawarkan oleh pemerintah adalah Kontrak sharing dimana semua proses diatur dalam PTK007 yang harus dipatuhi oleh semua kontraktor Oil & Gas. Sehingga apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan/kontraktor adalah pendekatan Earlier Planning yang harus lebih digalakan. Q : Next Step IPS? Andi (A) : Perlunya standarisasi kompetensi procurement kemudian questioner, lalu training dan sertifikasi Panji (A) : Untuk mewujudkan mimpi yang lebih tinggi, sebagai organisasi yang baru lahir harus lebih realitas terlebih dahulu dengan lebih kosisten dan berkesinambungan mengadakan kegiatan-kegiatan yang merealisasi misi IPS, seperti training, workshop, seminar dan study group. Togap (A) : Perlunya standarisasi kompetensi procurement di Indonesia dan sertifikasi.
  • 21.
    “MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI PROFESIONALPROCUREMENT & PURCHASING SEIRING DENGAN SEMAKIN STRATEGISNYA PROFESI TERSEBUT DI INDUSTRI “ Subscribe Mailing list : indonesian-procurement-society@yahoogroups.com Join our Linkedin group Indonesian Procurement Society Follow our twitter @Indoips Visit our website indonesian-procurement.blogspot.com/ See our latest video update on Youtube