Valve
Valve adalah perangkat mekanis yang mengontrol aliran fluida baik dalam bentuk
cair maupun gas. Valve memungkinkan kita untuk mengatur aliran cairan, serta
mengisolasi bagian-bagian tertentu dari sistem untuk pemeliharaan atau perbaikan.
Valve tersedia dalam berbagai jenis, termasuk katup gerbang (gate valves) , katup
globe (globe valves) , katup bola (ball valves) , dan katup kupu-kupu (butterfly
valves).
Jenis-jenis Valve
1. Berdasarkan gerakan, valve terbagi menjadi dua
yaitu,
• Gerakan Linier Sliding Stem (Liniear Motion)
• Gerakan Berputar (Rotary Motion)
Gerakan Linier Sliding Stem (Liniear Motion)
Globe Valve
Gerakan Linier Sliding Stem (Liniear Motion)
Gate Valve
Gerakan Linier Sliding Stem (Liniear Motion)
Diaphragma Valve
Gerakan Linier Sliding Stem (Liniear Motion)
Pinch/Clamp
Valve
Gerakan Berputar (Rotary Motion)
Ball Valve
Gerakan Berputar (Rotary Motion)
Butterfly Valve
Gerakan Berputar (Rotary Motion)
Plug Valve
Jenis-jenis Valve
2. Berdasarkan jenis penggeraknya,
valve terbagi menjadi 4 :
• Manual Valve
• Electric Valve
• Hydraulic Valve
• Pneumatic Valve
Berdasarkan jenis
penggeraknya
Manual Valve
Digerakkan dengan tenaga manusia, wheel maupun hand-
wheel.
Berdasarkan jenis
penggeraknya
Electric Valve
Electric Valve (actuator) merupakan alat yang
mengkonversi energi Listrik menjadi energi mekanikal.
Umumnya, sebuah motor digunakan sebagai penggerak
yang mengubah energi Listrik menjadi energi mekanik.
Layar persentase
bukaan valve
Lokal Stop
Remote mode
Local
Mode
100%
Valve
Terbuka
Valve Tertutup
Mode Kontrol Electric Valve
Ketika switch (knob) actuator di arah “Remote”,
kontrol bukaan valve dikendalikan oleh DCS
atau Central Control Room(CCR). Ketika knob
actuator di arah “Local”, kontrol bukaan valve
dikendalikan secara manual on-site
menggunakan wheel ataupun knob terbuka 0
% dan 100%.
Lokal Stop digunakan untuk memberhentikan
kerja motor valve secara manual on-site.
Knob valve terbuka 0% dan 100% digunakan
untuk mebuka-tutup valve ketika berada pada
“Local” mode.
Layar persentase bukaan valve berfungsi
menunjukkan seberapa besar valve sedang
terbuka.
Animasi kontrol elektrik valve
Electric gate valve Electric butterfly valve
Ball Valve
Contoh Electric Valve
Electric stop valve Electric three-way valve Electric control valve
Berdasarkan jenis
penggeraknya
Pneumatic Valve
Pneumatic valve menggunakan
udara bertekanan untuk
menggerakan valve, gaya dari
udara bertekanan akan
mendorong piston atau
diafragma yang terhubung
dengan valve stem.
Pneumatic valve digunakan
untuk menyediakan
pengoperasian katup otomatis
atau semi-otomatis, dan
merupakan jenis yang paling
populer digunakan karena
keandalan dan kesederhanaan
desainnya.
Positioner : adalah perangkat yang dipasang dengan
katup kontrol untuk mendapatkan kontrol aliran yang
tepat dan cepat, untuk mengurangi efek gesekan
dan posisi katup yang stabil bahkan dengan tekanan
yang berfluktuasi
Jenis-jenis Pneumatic valve berdasarkan Gerakannya
1. Linear Pneumatic Valve
2. Rotary Pneumatic Valve
Sinyal 4-20mA pada Pneumatic Valve
Instrument Air Supply
Instrument air merupakan udara yang sudah dihilangkan kandungan air dan zat
pengotornya. Instrument air memiliki nilai dew point sebesar -40 sampai -110°C.
instrument air biasa digunakan untuk alat-alat instrumentasi pabrik seperti
pneumatic control valve dan biasa juga digunakan untuk regenerasi air dryer.
Berdasarkan jenis
penggeraknya
Hydraulic Valve
Pneumatic valve biasanya digunakan untuk mengontrol proses yang memerlukan respons cepat dan akurat, karena tidak
memerlukan tenaga penggerak yang besar. Namun, ketika sejumlah besar gaya diperlukan untuk mengoperasikan katup
(misalnya, main steam system valve), biasanya digunakan aktuator hidrolik.
Jalur suplai dan jalur balik hidrolik terhubung ke bagian lower chamber
dan memungkinkan cairan hidrolik untuk mengalir dari dan ke bagian
lower chamber actuator. Stem(batang) akan mentransmisikan gerakan
piston ke bukaan valve.
Tanpa tekanan fluida hidrolik, gaya pegas menahan valve pada posisi
tertutup. Saat fluida memasuki ruang bawah, tekanan di dalam ruang
meningkat. Tekanan ini menghasilkan gaya pada bagian bawah piston yang
berlawanan dengan gaya yang ditimbulkan oleh pegas. Ketika gaya hidrolik
lebih besar dari gaya pegas, piston mulai bergerak ke atas, pegas
terkompresi, dan valve mulai terbuka.
Ketika tekanan hidrolik meningkat, valve terus membuka. Sebaliknya,
ketika oli hidrolik dikeluarkan dari silinder, gaya hidrolik menjadi lebih kecil
dari gaya pegas, piston bergerak ke bawah, dan valve menutup. Dengan
mengatur jumlah oli yang disuplai atau dikeluarkan dari aktuator, katup
dapat diposisikan antara terbuka penuh dan tertutup penuh.
Introducing  about Valve and its general introduction.pptx

Introducing about Valve and its general introduction.pptx

  • 1.
    Valve Valve adalah perangkatmekanis yang mengontrol aliran fluida baik dalam bentuk cair maupun gas. Valve memungkinkan kita untuk mengatur aliran cairan, serta mengisolasi bagian-bagian tertentu dari sistem untuk pemeliharaan atau perbaikan. Valve tersedia dalam berbagai jenis, termasuk katup gerbang (gate valves) , katup globe (globe valves) , katup bola (ball valves) , dan katup kupu-kupu (butterfly valves).
  • 2.
    Jenis-jenis Valve 1. Berdasarkangerakan, valve terbagi menjadi dua yaitu, • Gerakan Linier Sliding Stem (Liniear Motion) • Gerakan Berputar (Rotary Motion)
  • 3.
    Gerakan Linier SlidingStem (Liniear Motion) Globe Valve
  • 4.
    Gerakan Linier SlidingStem (Liniear Motion) Gate Valve
  • 5.
    Gerakan Linier SlidingStem (Liniear Motion) Diaphragma Valve
  • 6.
    Gerakan Linier SlidingStem (Liniear Motion) Pinch/Clamp Valve
  • 7.
    Gerakan Berputar (RotaryMotion) Ball Valve
  • 8.
    Gerakan Berputar (RotaryMotion) Butterfly Valve
  • 9.
    Gerakan Berputar (RotaryMotion) Plug Valve
  • 10.
    Jenis-jenis Valve 2. Berdasarkanjenis penggeraknya, valve terbagi menjadi 4 : • Manual Valve • Electric Valve • Hydraulic Valve • Pneumatic Valve
  • 11.
    Berdasarkan jenis penggeraknya Manual Valve Digerakkandengan tenaga manusia, wheel maupun hand- wheel.
  • 12.
    Berdasarkan jenis penggeraknya Electric Valve ElectricValve (actuator) merupakan alat yang mengkonversi energi Listrik menjadi energi mekanikal. Umumnya, sebuah motor digunakan sebagai penggerak yang mengubah energi Listrik menjadi energi mekanik.
  • 13.
    Layar persentase bukaan valve LokalStop Remote mode Local Mode 100% Valve Terbuka Valve Tertutup Mode Kontrol Electric Valve Ketika switch (knob) actuator di arah “Remote”, kontrol bukaan valve dikendalikan oleh DCS atau Central Control Room(CCR). Ketika knob actuator di arah “Local”, kontrol bukaan valve dikendalikan secara manual on-site menggunakan wheel ataupun knob terbuka 0 % dan 100%. Lokal Stop digunakan untuk memberhentikan kerja motor valve secara manual on-site. Knob valve terbuka 0% dan 100% digunakan untuk mebuka-tutup valve ketika berada pada “Local” mode. Layar persentase bukaan valve berfungsi menunjukkan seberapa besar valve sedang terbuka.
  • 14.
  • 15.
    Electric gate valveElectric butterfly valve Ball Valve Contoh Electric Valve Electric stop valve Electric three-way valve Electric control valve
  • 16.
    Berdasarkan jenis penggeraknya Pneumatic Valve Pneumaticvalve menggunakan udara bertekanan untuk menggerakan valve, gaya dari udara bertekanan akan mendorong piston atau diafragma yang terhubung dengan valve stem. Pneumatic valve digunakan untuk menyediakan pengoperasian katup otomatis atau semi-otomatis, dan merupakan jenis yang paling populer digunakan karena keandalan dan kesederhanaan desainnya. Positioner : adalah perangkat yang dipasang dengan katup kontrol untuk mendapatkan kontrol aliran yang tepat dan cepat, untuk mengurangi efek gesekan dan posisi katup yang stabil bahkan dengan tekanan yang berfluktuasi
  • 17.
    Jenis-jenis Pneumatic valveberdasarkan Gerakannya 1. Linear Pneumatic Valve 2. Rotary Pneumatic Valve
  • 20.
    Sinyal 4-20mA padaPneumatic Valve
  • 21.
    Instrument Air Supply Instrumentair merupakan udara yang sudah dihilangkan kandungan air dan zat pengotornya. Instrument air memiliki nilai dew point sebesar -40 sampai -110°C. instrument air biasa digunakan untuk alat-alat instrumentasi pabrik seperti pneumatic control valve dan biasa juga digunakan untuk regenerasi air dryer.
  • 22.
    Berdasarkan jenis penggeraknya Hydraulic Valve Pneumaticvalve biasanya digunakan untuk mengontrol proses yang memerlukan respons cepat dan akurat, karena tidak memerlukan tenaga penggerak yang besar. Namun, ketika sejumlah besar gaya diperlukan untuk mengoperasikan katup (misalnya, main steam system valve), biasanya digunakan aktuator hidrolik. Jalur suplai dan jalur balik hidrolik terhubung ke bagian lower chamber dan memungkinkan cairan hidrolik untuk mengalir dari dan ke bagian lower chamber actuator. Stem(batang) akan mentransmisikan gerakan piston ke bukaan valve. Tanpa tekanan fluida hidrolik, gaya pegas menahan valve pada posisi tertutup. Saat fluida memasuki ruang bawah, tekanan di dalam ruang meningkat. Tekanan ini menghasilkan gaya pada bagian bawah piston yang berlawanan dengan gaya yang ditimbulkan oleh pegas. Ketika gaya hidrolik lebih besar dari gaya pegas, piston mulai bergerak ke atas, pegas terkompresi, dan valve mulai terbuka. Ketika tekanan hidrolik meningkat, valve terus membuka. Sebaliknya, ketika oli hidrolik dikeluarkan dari silinder, gaya hidrolik menjadi lebih kecil dari gaya pegas, piston bergerak ke bawah, dan valve menutup. Dengan mengatur jumlah oli yang disuplai atau dikeluarkan dari aktuator, katup dapat diposisikan antara terbuka penuh dan tertutup penuh.