- INSTALASI WINDOWS XP MELALUI JARINGAN Barang-barang yang dibutuhkan
1.
2.
3.
4.
5.

CD Windows XP
Kabel UTP (boleh cross atau straight, sama saja)
Komputer induk (komputer induk menggunakan OS Win XP, belum Saya coba di SE7EN)
Komputer yang mau diinstal XP pastinya ☺
Program TFTPD32 (bertindak sebagai PXE Server)
http://www.jounin.net/download/tftpd32.329.zip = 443 KB
6. Program Bart Network Boot Disk (SMARTDRV.EXE)
http://www.ziddu.com/download/13628370/SMARTDRV.rar.html = 12,7 KB
7. Folder “OUTPUT” (isinya file2 bootable win 98)
http://www.ziddu.com/download/13628349/OUTPUT.rar.html = 1,05 MB
Ilustrasi

Step by step
A. Buat folder di Drive C dengan nama “winstall” dan sharing folder tersebut

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
B. Copy folder “I386” (ada dalam CD Win XP) dan file “SMARTDRV.exe” kedalam folder winstall

C. Jalankan Program TFTPD32.exe (PXEserver)
Konfigurasinya sesuaikan dengan gambar di bawah ini

1.

Current Directory

=

2.

Server Interfaces

=

folder dimana file2 bootable LAN be
berada, gunakan tombol
browse
kalau lagi malas ngetik…
Tidak harus seperti itu nanti bisa di
di-customise sendiri, tapi
pada awal pembelajaran biarkan saja seperti itu.
alamat IP dari komputer Induk,
Kalau ditempat Anda berbeda ya disesuai
disesuaikan saja IP Addressny
tapi mungkin lebih baik sesuaikan saja IP Komputer Induk
dengan tutorial ini

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
D. Pindah ke Tab DHCP Server

Samakan dan simpan, bagian2 yang dirubah ada di keterangan bawah
,

2.

3.

IP pool starting address

=

192.168.1.10
nomor awal IP address yang akan disewakan ke klien DHCP
Size of pool
= 10
Jumlah total IP address yang disewakan (total klien)
Boot File
= pxelinux.0
File boot yang ada di directory C:
OUTPUT
Mask
= 255.255.255.0
nomor Subnet Mask klien DHCP
Settingan yang lain biarkan sesuai defaultnya. Simpan konfigurasi dengan menekan tombol Save.
konfigurasi

E. Mulai Boot di komputer host
Pastikan Boot no.1 komputer host lewat LAN (PXE) dan program Tftpd32 tetap berjalan di komputer
server.
Pastikan komputer server menggunakan Full Computer Name (nama pengenal komputer di jaringan)
adalah “server” dan nama Workgroupnya adalah “WORKGROUP”.
Jika belum gunakan tombol Change
untuk menggantinya setelah diganti, komputer server perlu
direstart terlebih dahulu setelah itu jangan lupa jalankan lagi Tftpd32-nya …..

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
1. Setelah Booting LAN maka akan muncul jendela PXE Boot System – pilih Bart Network Disk

2. Boot with emm386 (most compatible)

PENTIIIIIIIIIIING !!!!!!!!!!
JIKA HD di komputer host sudah terdapat partisi (drive C) yang sudah SIAP DIINSTAL WINDOWS
MENGGUNAKAN DOS maka proses bisa dilanjutkan ke no.3, tetapi JIKA TIDAK ADA atau TIDAK
TAHU maka lebih baik baca dulu step di bagian bawah yaitu F. Membuat Partisi HardDisk
Menggunakan FDISK.
3. Masuk menu Config (shortcut keyboard = C)

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
4. Global (shortcut keyboard = G)

Lmhosts (shortcut keyboard = L)

5. Tambahkan baris di bawah sendiri dengan “
“192.168.1.1 server” (tanpa tanda petik)
”

Kemudian tekan keyboard Alt + X untuk menyimpan konfigurasi dan keluar dari file LMHOSTS
6. Back (shortcut keyboard = B)

Exit (shortcut keyboard = E)

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
7.

Ketik di console DOS “msnet” (tanpa tanda petik)

OK

Auto

8. Protocol yang digunakan TCP/IP

9. Mengatur IP Address komputer host, biarkan default (DHCP) - OK

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
10. Mengatur user name untuk login, workgroup komputer host, nama komputer host di jaringan, dll.
Biarkan default – OK

11.

Tekan keyboard terserah

Muncul permintaan password kosongi saja

Ketik lagi “msnet”

12. Pilih Map (shortcut keyboard = M)

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
13. Map Drive

Map Drive digunakan untuk membuat Drive baru (drive virtual) di komputer host, drive baru tersebut
kemudian di isi dengan master dari windows di komputer induk.
1. Drive
= F
terserah tidak harus F, tergantung dari partisi yang sudah ada
di komputer host, karena biasanya C untuk system, D untuk
Data dan E untuk CD-Room. Oleh karena itu saya pilih F agar
.
2
tidak meng-overwrite drive yang sudah ada, …. begitu ☺
2. Path
= serverwinstall
Maksudnya Drive baru tersebut didalamnya akan diisi dengan
master dari Windows XP di Komputer Induk, yang sudah dibuat
di Step A
Jangan lupa folder winstall harus di
dishare
3. Reconnect at logon
=
Drive yang baru tersebut otomatis masih terdeteksi di
komputer host walaupun user windowsnya sudah logoff (drive
ini hanya digunakan pada saat instalasi setelah instalasi
instalasi,
windows selesai drive ini akan hilang
hilang)
14. Disable write protection …
Ok
Fitur untuk menonaktifkan Disable write protection.

15. Exit

Akan muncul secuil keterangan bahwa pembuatan virtual drive berhasil dilakukan.

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
16. Pindah ke Drive F untuk memulai instalasi windows

ketik “F:”
ketik “dir”,
pastikan folder winstall komputer server ada file SMARTDRV.exe dan folder I386nya windows
ketik “smartdrv.exe”
ketik “cd i386”
ketik “winnt”
17. Tekan Enter.

Jika JENDELA Yang Muncul Adalah PERINGATAN Bahwa Instalasi Windows Tidak Bisa Dilanjutkan
Seperti Dibawah Ini BUKAN proses copy file kernel windows, hal ini bisa disebabkan karena ;
(1) kapasitas partisi primer (drive C) kurang dari 539 MB atau
(2) belum adanya partisi primer yang siap untuk diinstali windows MENGGUNAKAN CONSOLE DOS
Solusinya silahkan gunakan panduan di bagian bawah yaitu step “F. Membuat Partisi HardDisk
ilahkan
Menggunakan FDISK”

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
18. Proses rutinitas instalasi windows seperti biasa.
Bagian ini memindahkan file master windows XP di komputer server ke drive F

… kalo gak salah?

19. Jika proses kopi sudah selesai maka komputer host sudah mempunyai master windowsnya sendiri di
HD, silahkan lepas kabel LANnya atau setting booting pertama dari HD ….. begitu ☺

20. Proses instalasi Windows XP akan berjalan seperti biasa, dan saya yakin ini bukan untuk yang pertama
kalinya untuk Anda
. . . oleh karena itu saya tidak menjelaskan Proses Instalasi Windows XP
yang sangat user friendly tersebut (Enter - F8 - partition - Enter - Restart - SN - restart - beres ☺).
21. Saya hanya akan menambahkan sedikit di bagian Partition manager.
DOS hanya mendukung pem-format-an HD dalam format file sistem FAT32, padahal Windows XP bisa
diinstal menggunakan format file sistem NTFS (NTFS lebih baik daripada FAT32).
Tenang …. pada bagian partition manager nanti akan muncul menu untuk meng-convert FAT32 ke
NTFS, seperti di bawah ini. Pilih Convert the partition to NTFS.

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
Sebelum mulai penginstalan windows 39 menit akan muncul jendela konfirmasi bahwa Drive C akan
diconvert dari FAT32 ke NTFS seperti di bawah, biarkan saja …. jangan panik semua masih dalam
kendali.

Sabar

… tunggu proses sampai selesai.

Komputer akan restart dan ….. instalasi windows 39 menit akan muncul.

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
F. Membuat Partisi HardDisk Menggunakan FDISK
Mungkin HD yang akan diinstali windows adalah HD baru yang belum ada partisinya, atau mungkin
saja Anda ingin membuat partisi yang baru meskipun HD yang digunakan sudah ada partisinya. Bagian ini
akan menjelaskan bagaimana mempartisi HD menggunakan FDISK.
FDISK adalah sebuah tool DOS yang digunakan untuk mempartisi HD, kelebihannya simple dan tidak
perlu menginstal aplikasi tambahan, tetapi tool ini menggunakan console dalam pengoprasiannya (agak
sulit kalau belum terbiasa). Yang perlu diingat FDISK adalah tool yang digunakan hanya untuk membuat
partisi saja bukan untuk memformatnya, selain itu untuk mengaktifkan pengaturan2 partisi yang sudah
i
memformatnya,
dilakukan maka komputer harus direstart dahulu.
1. Ketika muncul menu ini pilih saja Abort (shortcut keyboard = A) agar bisa menggunakan console DOS

2. Ketik “FDISK” (tanpa tanda petik)

3. Jendela ini menjelaskan jika HD anda lebih besar dari 2 GB maka jawab Ya (Y) jika dijawab No (N)
(Y),
maka HD sebesar apapun hanya akan dikenali sebesar 2 GB sisanya ….. tidak dip
dipartisi

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
Sedikit penjelasan dari partisi standar yang biasa saya gunakan dalam memformat sebuah HardDisk :

Contoh pembagian HD 320 GB di windows Se7en untuk Boot, System, dan Data :
Partisi yang digunakan untuk Booting Sistem Operasi. Terlihat digambar BAR bagian bawah partisi
System Reserved ini menempati bagian depan sendiri dari HD (sector 0 dan block 0)
Partisi C:, didalamnya terdapat file
,
file-file sistem windows (Primary DOS Partitio
Partition)
Partisi D:, biasa digunakan untuk menyimpan data
,
data-data (Logical DOS Drive in the Extended DOS
Partition). Mengapa tidak dijadikan 1 dengan partisi C? agar jika suatu ketika sistem di windows
mengalami masalah (virus, file konfigurasi windows hilang tidak sengaja, konfigurasi windows
tidak
salah, dll) sehingga Drive C: harus diformat, data data akan tetap aman di drive yang lain
data-data
lain.
4. Membuat partisi yang digunakan untuk SO Windows yaitu Drive C:,
pilih no.1 Create DOS partition or Logical DOS Drive

5. Pilih No.1 Create Primary DOS Partition

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
6. N (No)
Apakah anda ingin menggunakan semua kapasitas dari HD untuk membuatnya menjadi 1 partisi saja?
Saya jawab tidak karena HD ini akan saya bagi menjadi 2 bagian; (1) C: System Windows (2) D: Data

7. Create Primary DOS Partition

Jumlah HD yang ditemukan
Total besarnya kapasitas HD dalam Mbytes (MB) dan bytes (B
ya
(B)
Jumlah total maksimum ruang kosong yang dapat dialokasikan untuk pembuatan partisi

primer ini
Masukkan ukuran baru partisi primer yang nantinya akan digunakan sistem windows (Drive C),
bisa dalam MB ataupun dalam persen. Ukuran minimalnya adalah 539 MB jika kurang dari itu
maka ketika mulai proses instalasi windows akan muncul peringatan error seperti di bawah ( ).
Partisi C ini saya berikan kapas
kapasitas sebesar 3000 MB.

8. Muncul Informasi bahwa Primary Partition sudah selesai dibuat.
Tekan keyboard Escape kembali ke menu utama.

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
9. Masuk lagi ke No.1 Create DOS partition or Logical DOS Drive
Warning di bawah biarkan saja, maksudnya HD yang tadi sudah dibuat partisi primarynya sebaiknya
diaktifkan sekalian agar bisa digunakan untuk booting (
(starable) . . . ± seperti itu
)

10. Pilih No.2 Create Extended DOS Partition
Membuat partisi Extended untuk Wadah Drive D.

11. Create Extended DOS Partition

Jumlah HD yang ditemukan
Partisi yang sudah ada
Jumlah total kapasitas HD dalam MB dan Bytes
Jumlah maksimal ruang kosong tersisa yang dapat digunakan untuk Drive D
Masukkan kapasitas yang dialokasikan untuk Drive D, saya isikan 2110 MB

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
12. Partisi Extended berhasil dibuat Tekan Escape
tended
dibuat.

13. Peringatan bahwa partisi Extended akan digunakan sebagai logical drives (Drive D).
Tekan keyboard Escape kembali ke menu utama.

14. Pilih No.2 Set active partition
Langkah ini untuk mengaktifkan partisi primary.

15. Masukkan nomor partisi yang akan diaktifkan, yaitu No.1 (Partisi Primary DOS)

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
16. Keterangan bahwa partisi no.1 sudah dibuat aktif. Lihat di kolom Status, partisi no.1 sudah berlabel
“A”. Tekan keyboard

Escape untuk kembali lagi ke menu utama.

17. Pembuatan partisi Primary C dan Logical D sudah dibuat sekarang saatnya mengecek hasilnya.
Tekan No.4 Display partition information

Beres ☺. Tekan Keyboar “Y” untuk melihat logical drive di Extended DOS Partition.
Keyboard

Logical DOS Drive di dalam Extended Partition

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
18. Tekan keyboard

Escape 3X untuk keluar dari menu FDISK.

19. Ketika sudah kembali ke jendela konsole DOS seperti dibawah ini, kemudian restart komputer host
,
menggunakan tombol kombinasi favorit

Ctrl + Alt + Del

20. Setelah direstart, kembali lagi ke menu konsole DOS kemudian mulai memformat partisi yang tadi
dibuat. Kali ini saya jelaskan untuk memformat partisi utama (Drive C) saja, partisi D bisa diformat
sendiri dengan cara yang sama atau bisa juga nanti dibuat setelah windows XP berhasil diinstal.
Proses format ini sangat penting dilakukan, jika tidak maka drive tidak akan bisa dibaca (gambar
bawah) itu artinya windows tidak bisa dipasang di drive tersebut.

Langkah-langkah memformat :
langkah

Ketik “format c: /Q /V:System (tanpa tanda petik)
format
/V:System”
File sistem dari Drive C ini nantinya adalah FAT32. Jika ingin mengubahnya menjadi NTFS nanti
bisa diganti setelah windows selesai diinstal kemudian silahkan gunakan soft partition pihak
ketiga yang banyak beredar seperti PowerQuest Partition Magic, Mini Tool Partition Wizard,
Partition Wizard Home Edition dan GNOME partition manager, selain itu bisa juga menggunakan
,
partition manager bawaan windows yang nanti akan muncul sebelum proses copy file instalasi
windows.
Muncul peringatan bahwa proses format akan menghapus semua data. Ketik Y (Yes)
menghapus
Jika muncul peringatan “The disk cannot be QuickFormatted” ketik saja Y.
Itu artinya drive ini tidak bisa menggunakan proses format cepat hal ini mungkin karena drive ini
menggunakan
masih baru jadi belum pernah dibuat partisinya.

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
21. Beres ☺.
Drive C siap diinstali sistem operasi.

Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com

Instalasi windows xp melalui jaringan

  • 1.
    - INSTALASI WINDOWSXP MELALUI JARINGAN Barang-barang yang dibutuhkan 1. 2. 3. 4. 5. CD Windows XP Kabel UTP (boleh cross atau straight, sama saja) Komputer induk (komputer induk menggunakan OS Win XP, belum Saya coba di SE7EN) Komputer yang mau diinstal XP pastinya ☺ Program TFTPD32 (bertindak sebagai PXE Server) http://www.jounin.net/download/tftpd32.329.zip = 443 KB 6. Program Bart Network Boot Disk (SMARTDRV.EXE) http://www.ziddu.com/download/13628370/SMARTDRV.rar.html = 12,7 KB 7. Folder “OUTPUT” (isinya file2 bootable win 98) http://www.ziddu.com/download/13628349/OUTPUT.rar.html = 1,05 MB Ilustrasi Step by step A. Buat folder di Drive C dengan nama “winstall” dan sharing folder tersebut Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 2.
    B. Copy folder“I386” (ada dalam CD Win XP) dan file “SMARTDRV.exe” kedalam folder winstall C. Jalankan Program TFTPD32.exe (PXEserver) Konfigurasinya sesuaikan dengan gambar di bawah ini 1. Current Directory = 2. Server Interfaces = folder dimana file2 bootable LAN be berada, gunakan tombol browse kalau lagi malas ngetik… Tidak harus seperti itu nanti bisa di di-customise sendiri, tapi pada awal pembelajaran biarkan saja seperti itu. alamat IP dari komputer Induk, Kalau ditempat Anda berbeda ya disesuai disesuaikan saja IP Addressny tapi mungkin lebih baik sesuaikan saja IP Komputer Induk dengan tutorial ini Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 3.
    D. Pindah keTab DHCP Server Samakan dan simpan, bagian2 yang dirubah ada di keterangan bawah , 2. 3. IP pool starting address = 192.168.1.10 nomor awal IP address yang akan disewakan ke klien DHCP Size of pool = 10 Jumlah total IP address yang disewakan (total klien) Boot File = pxelinux.0 File boot yang ada di directory C: OUTPUT Mask = 255.255.255.0 nomor Subnet Mask klien DHCP Settingan yang lain biarkan sesuai defaultnya. Simpan konfigurasi dengan menekan tombol Save. konfigurasi E. Mulai Boot di komputer host Pastikan Boot no.1 komputer host lewat LAN (PXE) dan program Tftpd32 tetap berjalan di komputer server. Pastikan komputer server menggunakan Full Computer Name (nama pengenal komputer di jaringan) adalah “server” dan nama Workgroupnya adalah “WORKGROUP”. Jika belum gunakan tombol Change untuk menggantinya setelah diganti, komputer server perlu direstart terlebih dahulu setelah itu jangan lupa jalankan lagi Tftpd32-nya ….. Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 4.
    1. Setelah BootingLAN maka akan muncul jendela PXE Boot System – pilih Bart Network Disk 2. Boot with emm386 (most compatible) PENTIIIIIIIIIIING !!!!!!!!!! JIKA HD di komputer host sudah terdapat partisi (drive C) yang sudah SIAP DIINSTAL WINDOWS MENGGUNAKAN DOS maka proses bisa dilanjutkan ke no.3, tetapi JIKA TIDAK ADA atau TIDAK TAHU maka lebih baik baca dulu step di bagian bawah yaitu F. Membuat Partisi HardDisk Menggunakan FDISK. 3. Masuk menu Config (shortcut keyboard = C) Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 5.
    4. Global (shortcutkeyboard = G) Lmhosts (shortcut keyboard = L) 5. Tambahkan baris di bawah sendiri dengan “ “192.168.1.1 server” (tanpa tanda petik) ” Kemudian tekan keyboard Alt + X untuk menyimpan konfigurasi dan keluar dari file LMHOSTS 6. Back (shortcut keyboard = B) Exit (shortcut keyboard = E) Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 6.
    7. Ketik di consoleDOS “msnet” (tanpa tanda petik) OK Auto 8. Protocol yang digunakan TCP/IP 9. Mengatur IP Address komputer host, biarkan default (DHCP) - OK Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 7.
    10. Mengatur username untuk login, workgroup komputer host, nama komputer host di jaringan, dll. Biarkan default – OK 11. Tekan keyboard terserah Muncul permintaan password kosongi saja Ketik lagi “msnet” 12. Pilih Map (shortcut keyboard = M) Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 8.
    13. Map Drive MapDrive digunakan untuk membuat Drive baru (drive virtual) di komputer host, drive baru tersebut kemudian di isi dengan master dari windows di komputer induk. 1. Drive = F terserah tidak harus F, tergantung dari partisi yang sudah ada di komputer host, karena biasanya C untuk system, D untuk Data dan E untuk CD-Room. Oleh karena itu saya pilih F agar . 2 tidak meng-overwrite drive yang sudah ada, …. begitu ☺ 2. Path = serverwinstall Maksudnya Drive baru tersebut didalamnya akan diisi dengan master dari Windows XP di Komputer Induk, yang sudah dibuat di Step A Jangan lupa folder winstall harus di dishare 3. Reconnect at logon = Drive yang baru tersebut otomatis masih terdeteksi di komputer host walaupun user windowsnya sudah logoff (drive ini hanya digunakan pada saat instalasi setelah instalasi instalasi, windows selesai drive ini akan hilang hilang) 14. Disable write protection … Ok Fitur untuk menonaktifkan Disable write protection. 15. Exit Akan muncul secuil keterangan bahwa pembuatan virtual drive berhasil dilakukan. Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 9.
    16. Pindah keDrive F untuk memulai instalasi windows ketik “F:” ketik “dir”, pastikan folder winstall komputer server ada file SMARTDRV.exe dan folder I386nya windows ketik “smartdrv.exe” ketik “cd i386” ketik “winnt” 17. Tekan Enter. Jika JENDELA Yang Muncul Adalah PERINGATAN Bahwa Instalasi Windows Tidak Bisa Dilanjutkan Seperti Dibawah Ini BUKAN proses copy file kernel windows, hal ini bisa disebabkan karena ; (1) kapasitas partisi primer (drive C) kurang dari 539 MB atau (2) belum adanya partisi primer yang siap untuk diinstali windows MENGGUNAKAN CONSOLE DOS Solusinya silahkan gunakan panduan di bagian bawah yaitu step “F. Membuat Partisi HardDisk ilahkan Menggunakan FDISK” Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 10.
    18. Proses rutinitasinstalasi windows seperti biasa. Bagian ini memindahkan file master windows XP di komputer server ke drive F … kalo gak salah? 19. Jika proses kopi sudah selesai maka komputer host sudah mempunyai master windowsnya sendiri di HD, silahkan lepas kabel LANnya atau setting booting pertama dari HD ….. begitu ☺ 20. Proses instalasi Windows XP akan berjalan seperti biasa, dan saya yakin ini bukan untuk yang pertama kalinya untuk Anda . . . oleh karena itu saya tidak menjelaskan Proses Instalasi Windows XP yang sangat user friendly tersebut (Enter - F8 - partition - Enter - Restart - SN - restart - beres ☺). 21. Saya hanya akan menambahkan sedikit di bagian Partition manager. DOS hanya mendukung pem-format-an HD dalam format file sistem FAT32, padahal Windows XP bisa diinstal menggunakan format file sistem NTFS (NTFS lebih baik daripada FAT32). Tenang …. pada bagian partition manager nanti akan muncul menu untuk meng-convert FAT32 ke NTFS, seperti di bawah ini. Pilih Convert the partition to NTFS. Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 11.
    Sebelum mulai penginstalanwindows 39 menit akan muncul jendela konfirmasi bahwa Drive C akan diconvert dari FAT32 ke NTFS seperti di bawah, biarkan saja …. jangan panik semua masih dalam kendali. Sabar … tunggu proses sampai selesai. Komputer akan restart dan ….. instalasi windows 39 menit akan muncul. Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 12.
    F. Membuat PartisiHardDisk Menggunakan FDISK Mungkin HD yang akan diinstali windows adalah HD baru yang belum ada partisinya, atau mungkin saja Anda ingin membuat partisi yang baru meskipun HD yang digunakan sudah ada partisinya. Bagian ini akan menjelaskan bagaimana mempartisi HD menggunakan FDISK. FDISK adalah sebuah tool DOS yang digunakan untuk mempartisi HD, kelebihannya simple dan tidak perlu menginstal aplikasi tambahan, tetapi tool ini menggunakan console dalam pengoprasiannya (agak sulit kalau belum terbiasa). Yang perlu diingat FDISK adalah tool yang digunakan hanya untuk membuat partisi saja bukan untuk memformatnya, selain itu untuk mengaktifkan pengaturan2 partisi yang sudah i memformatnya, dilakukan maka komputer harus direstart dahulu. 1. Ketika muncul menu ini pilih saja Abort (shortcut keyboard = A) agar bisa menggunakan console DOS 2. Ketik “FDISK” (tanpa tanda petik) 3. Jendela ini menjelaskan jika HD anda lebih besar dari 2 GB maka jawab Ya (Y) jika dijawab No (N) (Y), maka HD sebesar apapun hanya akan dikenali sebesar 2 GB sisanya ….. tidak dip dipartisi Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 13.
    Sedikit penjelasan daripartisi standar yang biasa saya gunakan dalam memformat sebuah HardDisk : Contoh pembagian HD 320 GB di windows Se7en untuk Boot, System, dan Data : Partisi yang digunakan untuk Booting Sistem Operasi. Terlihat digambar BAR bagian bawah partisi System Reserved ini menempati bagian depan sendiri dari HD (sector 0 dan block 0) Partisi C:, didalamnya terdapat file , file-file sistem windows (Primary DOS Partitio Partition) Partisi D:, biasa digunakan untuk menyimpan data , data-data (Logical DOS Drive in the Extended DOS Partition). Mengapa tidak dijadikan 1 dengan partisi C? agar jika suatu ketika sistem di windows mengalami masalah (virus, file konfigurasi windows hilang tidak sengaja, konfigurasi windows tidak salah, dll) sehingga Drive C: harus diformat, data data akan tetap aman di drive yang lain data-data lain. 4. Membuat partisi yang digunakan untuk SO Windows yaitu Drive C:, pilih no.1 Create DOS partition or Logical DOS Drive 5. Pilih No.1 Create Primary DOS Partition Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 14.
    6. N (No) Apakahanda ingin menggunakan semua kapasitas dari HD untuk membuatnya menjadi 1 partisi saja? Saya jawab tidak karena HD ini akan saya bagi menjadi 2 bagian; (1) C: System Windows (2) D: Data 7. Create Primary DOS Partition Jumlah HD yang ditemukan Total besarnya kapasitas HD dalam Mbytes (MB) dan bytes (B ya (B) Jumlah total maksimum ruang kosong yang dapat dialokasikan untuk pembuatan partisi primer ini Masukkan ukuran baru partisi primer yang nantinya akan digunakan sistem windows (Drive C), bisa dalam MB ataupun dalam persen. Ukuran minimalnya adalah 539 MB jika kurang dari itu maka ketika mulai proses instalasi windows akan muncul peringatan error seperti di bawah ( ). Partisi C ini saya berikan kapas kapasitas sebesar 3000 MB. 8. Muncul Informasi bahwa Primary Partition sudah selesai dibuat. Tekan keyboard Escape kembali ke menu utama. Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 15.
    9. Masuk lagike No.1 Create DOS partition or Logical DOS Drive Warning di bawah biarkan saja, maksudnya HD yang tadi sudah dibuat partisi primarynya sebaiknya diaktifkan sekalian agar bisa digunakan untuk booting ( (starable) . . . ± seperti itu ) 10. Pilih No.2 Create Extended DOS Partition Membuat partisi Extended untuk Wadah Drive D. 11. Create Extended DOS Partition Jumlah HD yang ditemukan Partisi yang sudah ada Jumlah total kapasitas HD dalam MB dan Bytes Jumlah maksimal ruang kosong tersisa yang dapat digunakan untuk Drive D Masukkan kapasitas yang dialokasikan untuk Drive D, saya isikan 2110 MB Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 16.
    12. Partisi Extendedberhasil dibuat Tekan Escape tended dibuat. 13. Peringatan bahwa partisi Extended akan digunakan sebagai logical drives (Drive D). Tekan keyboard Escape kembali ke menu utama. 14. Pilih No.2 Set active partition Langkah ini untuk mengaktifkan partisi primary. 15. Masukkan nomor partisi yang akan diaktifkan, yaitu No.1 (Partisi Primary DOS) Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 17.
    16. Keterangan bahwapartisi no.1 sudah dibuat aktif. Lihat di kolom Status, partisi no.1 sudah berlabel “A”. Tekan keyboard Escape untuk kembali lagi ke menu utama. 17. Pembuatan partisi Primary C dan Logical D sudah dibuat sekarang saatnya mengecek hasilnya. Tekan No.4 Display partition information Beres ☺. Tekan Keyboar “Y” untuk melihat logical drive di Extended DOS Partition. Keyboard Logical DOS Drive di dalam Extended Partition Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 18.
    18. Tekan keyboard Escape3X untuk keluar dari menu FDISK. 19. Ketika sudah kembali ke jendela konsole DOS seperti dibawah ini, kemudian restart komputer host , menggunakan tombol kombinasi favorit Ctrl + Alt + Del 20. Setelah direstart, kembali lagi ke menu konsole DOS kemudian mulai memformat partisi yang tadi dibuat. Kali ini saya jelaskan untuk memformat partisi utama (Drive C) saja, partisi D bisa diformat sendiri dengan cara yang sama atau bisa juga nanti dibuat setelah windows XP berhasil diinstal. Proses format ini sangat penting dilakukan, jika tidak maka drive tidak akan bisa dibaca (gambar bawah) itu artinya windows tidak bisa dipasang di drive tersebut. Langkah-langkah memformat : langkah Ketik “format c: /Q /V:System (tanpa tanda petik) format /V:System” File sistem dari Drive C ini nantinya adalah FAT32. Jika ingin mengubahnya menjadi NTFS nanti bisa diganti setelah windows selesai diinstal kemudian silahkan gunakan soft partition pihak ketiga yang banyak beredar seperti PowerQuest Partition Magic, Mini Tool Partition Wizard, Partition Wizard Home Edition dan GNOME partition manager, selain itu bisa juga menggunakan , partition manager bawaan windows yang nanti akan muncul sebelum proses copy file instalasi windows. Muncul peringatan bahwa proses format akan menghapus semua data. Ketik Y (Yes) menghapus Jika muncul peringatan “The disk cannot be QuickFormatted” ketik saja Y. Itu artinya drive ini tidak bisa menggunakan proses format cepat hal ini mungkin karena drive ini menggunakan masih baru jadi belum pernah dibuat partisinya. Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com
  • 19.
    21. Beres ☺. DriveC siap diinstali sistem operasi. Instalasi Windows XP Melalui Jaringan | agung.dimas@gmail.com