Mata Kuliah : Parasitologi
Dosen Pengampu: Drg. Yunita Dyah Puspita Santik
Nyamuk (diptera)
Tuma (Anoplura)
Pinjal (siphonaptera)
Lalat (diptera)
NYAMUK
Anopheles
Culex
 Aedes
Mansonia
Klasifikasi
Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insekta
Ordo Diptera
Famili Culicidae
Genus Anopheles
Species An. aconitus, An. sundaicus, An.
malculatus, An. subpictus, An.
barbirostris, An. vagus
¤ Ciri-ciri nyamuk anopheles
• Bentuk tubuh kecil dan pendek
• Antara palpi dan proboscis sama panjang
• Menyebabkan penyakit malaria
• Pada saat hinggap membentu sudut 90º
• Warna tubunya coklat kehitaman
• Bentuk sayap simetris
• Berkembang biak di air kotor atau tumpukan
sampah
• Lebih menyukai warna yang lebih gelap
 Contoh nyamuk anopheles
 Keberadaan nyamuk malaria di suatu daerah sangat
tergantung pada lingkungan, keadaan wilayah seperti
perkebunan, keberadaan pantai, curah hujan, kecepatan
angin, suhu, sinar matahari, ketinggian tempat dan
bentuk perairan yang ada
 Penampilan
• Dewasa – Bercak pucat dan gelap pada sayapnya dan
beristirahat di kemiringan 45 derajat suatu permukaan.
• Panjang telur kurang-lebih 1mm dan memiliki pelampung di
kedua sisinya.
Siklus Hidup :
Mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur – larva –
pupa - dewasa
- Stadium telur Anophelini diletakkan satu per satu diatas
permukaan air, berbentuk seperti perahu yang bagian
bawahnya konveks dan bagian atasnya konkaf serta mempunyai
sepasang pelampung yang terletak di tengah lateral.
- Stadium larva Anophelini di tempat perindukan tampak
mengapung sejajar dengan permukaan air
- Stadium pupa mempunyai tabung pernafasan ( respiratory
trumpet ) yang bentuknya lebar dan pendek di gunakan untuk
pengambilan oksigen dari udara.
- Stadium dewasa pulpus nyamuk jantan dan betina mempunyai
panjang hampir sama dengan panjang probosisnya, pada
nyamuk jantan ujung palpusnya membesar, sayap bagian
pinggir ditumbuhi sisik-sisik sayap yang berkelompok
membentuk gambaran hitam dan putih.
o Spesies :
1. An. subpictus, An. aconitus, An. barbirotis, An. sinensis, An. balabacensis,
An. maculatus
Menyebabkan penyakit malaria karena terinfeksi Plasmodium sp.
2. An. aconitus, An. bancrofti, An. subpictus
Menyebabkan penyakit filariasis bancrofti karena terinfeksi Wucherecia
brancrofti
3. An. barbirostis, An. nigerrimus
Menyebabkan penyakit filariasis malayi karena terinfeksi Brugia malayi
4. An. barbirstis
Menyebabkan penyakit Filariasis timori karena terinfeksi Brugia timori
 Klasifikasi
Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insekta
Ordo Diptera
Famili Culicidae
Genus Aedes
Species Aedes aegypti, Aedes
albopictus, Aedes togoi,
Aedes hendersoni
 Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti
• Bentuk tubuh kecil dan dibagian abdomen terdapat
bintik-bintik serta berwarna hitam.
• Tidak membentuk sudut 90º
• Penyebaran penyakitnya yaitu pagi atau sore
• Hidup di air bersih serta ditempat-tempat lain yaitu
kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air hujan
• Penularan penyakit dengan cara membagi diri.
• Menyebabkan penyakit DBD.
• Bersifat diurnal ( aktif pada pagi hari dan siang hari )
 Pola hidup
• Habitat – perkembangbiakan pada wadah, khususnya
wadah buatan manusia dengan air bersih di dalamnya.
• Ritme gigitan – biasanya menggigit pada saat
perubahan intensitas cahaya (setelah matahari terbit
dan sebelum matahari terbenam)
• Lebih menyukai warna yang lebih gelap, seperti
hitam dan merah
Dapat terbang dengan jarak pendek ( 50 – 100 m )
 Contoh nyamuk Aedes
Menyebabkan penyakit Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Demam
Berdarah Dengue (DBD) karena nyamuk membawa virus dengue,
Chikungunya karena virus chikungunya, penyebaranya sangat luas meliputi
hampir semua daerah tropis di seluruh dunia
2. Aedes Kochi
Menyebabkan demam kuning Filariasis bancrofti yang disebabkan
oleh Wucherecia brancofti.
3. Aedes triseratus
4. Aedes hendersoni
5. Aedes albopictus
 Klasifikasi
Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insekta
Ordo Diptera
Famili Culicidae
Genus Culex
Species Cx. quinquefasciatus, Cx.
Triataeniorrhynchus, Cx.
Bitaeniorrhynchus, Cx.
annulirostris
 Ciri-ciri nyamuk Culex
• Palpi lebih pendek dari pada probocis.
• Bentuk sayap simetris.
• Berkembang biak di tempat kotor atau di rawa-rawa.
• Penularan penyakit dengan cara membesarkan
tubuhnya.
• Menyebabkan penyakit filariasis
• Warna tubuhnya coklat kehitaman
 Contoh nyamuk Culex
Daur hidup :
Metamorfosis sempurna yaitu Telur – Larva – Pupa – Dewasa
 Telur berbentuk lonjong panjang dengan kedua ujung tumpul,
pada bagian dasar terdapat mahkota(corolla), telur diletakan
saling berdekatan sehingga membentuk seperti suatu rakit di
atas permukaan air.
 Larva mempunyai kepala, toraks, abdomen dengan sisir,
Larva tersebut biasanya menggantung dibawah permukaan
air dan bernafas dengan siphon atau tabung udara
 Pupa terlihat aktif dan dilengkapi sepasang tabung pernafasan dibagian
dadanya yang dapat menguak permukaan air untuk mengambil nafas.
Bilamana ia terusik pupa dapat berenang cepat masuk kedalam air.
Masa pupa ini relatif singkat, biasanya hanya 2-3 hari. Bila sudah
berkembang kulit bagian thorax akan terpisah dan akan terbentuk
nyamuk dewasa. waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan dari telur
sampai dewasa lebih pendek antara 1 sampai 2 minggu
Hospes : - menghisap darah manusia (antropofilik)
- menghisap darah binatang (zoofolik)
1. Culex tarsalis
siklus hidupnya sekitar 14 hari pada suhu 200Celcius dan hanya sepuluh hari
bila suhu 250Celcius. Menyebabkan penyakit enchepalitis, menyerang kuda/ manusia
, kadang juga menyebabkan sleeping sicknes.
2. Culex pipiens
Merupakan vektor penyakit Filaria dan dirofilaria (Wucheria bancrofti dan
Dirofilaria immitis). Dapat juga sebagai vektor virus yaitu arbovirus encephalitis
3. Culex quinquefasciatus
Merupakan vektor penyakit Filariasis bancrofti karena terinfeksi Wucheria
bancrofti. nyamuk yang dapat menularkan penyakit kaki gajah ( filariasis ). Hal ini
terjadi bila si Culex menghisap darah pengidap filariasis sehingga larva cacing
filariasis masuk dan berkembang biak ditubuhnya lalu si Culex menularkan larva
tersebut kepada manusia dengan cara menggigitnya.
4. Culex annulirostis
Tempat perindukanya di daerah pantai, rawa berair payau atau tawar yang
banyak lumut. Vektor penyakit filariasis karena terinfeksi Wucheria bancrofti.
5. Culex tritaeniorhynchus dan Culex gelindus
Habitat nyamuk ini adalah di rawa dan empang dekat sawah
merupakan vektor penyakit Japanese B enchepalitis, gejala klinis dari penyakit ini
adalah: demam, sakit kepala, mual, muntah, lemas, malaise, mental disorientasi dan
koma, yang akhirnya terjadi kematian dalam waktu beberapa hari.
 Klasifikasi
Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insekta
Ordo Diptera
Famili Culicidae
Genus Mansonia
Species Ma. Uniformis, Ma.
Annulifera, Ma. indiana
Ciri-ciri nyamuk Mansonia
1. Pada saat hinggap tidak membentuk sudut 90º
2. Bentuk tubuh besar dan panjang
3. Bentuk sayap asimetris.
4. Menyebabkan penyakit filariasis
5. Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya.
6. Warna tubuhnya coklat kehitaman
Siklus hidup:
 Telur
Telur yang berwarna coklat tua-hitam dan silinder, tetapi memiliki tabung
yang biasanya lebih gelap dari sisa telur. Telur tersebut diletakkan pada
tanaman air dan diletakkan secara bergerombol bunga sehingga
mengapung dan menetas dalam beberapa hari.
 Larva
Mansonia larva sangat mudah dikenali karena mereka memiliki sifon khusus
disesuaikan untuk menindik tanaman air untuk mendapatkan udara. Sifon
memiliki gigi dan rambut melengkung, untuk makan pupa juga bernafas
melalui tanaman.
 Dewasa
Setelah larva berkembang dalam beberapa hari atau bisa berminggu-
minggu tergantung suhu, lalu berkembang jadi mansonia dewasa.
Biasanya memiliki kaki, palps sayap dan badan tertutup dengan
campuran gelap (biasanya coklat) dan pucat (biasanya putih/krem).
Terdapat sisik sehingga tampilannya tampak berdebu, lebih suka
menggigit pada tubuh manusia bagi bawah. Mansonia betina aktif di
malam hari
 Nyamuk mansonia menjadi vektor penyakit Filariasis malayi,
mekanisme penularannya dengan penularan biologis.
 Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang
tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva
stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarialkecil
( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita
mengandung microfilaria atau binatang reservoir ( pembawa ) yang
mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui
dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap
kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
Tuma
[ Anoplura ]
P. humanus capitis
P. humanus corporis
Phthirus
Pediculus
P. pubis
Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insekta
Ordo Anoplura
Famili Pediculidae
Genus Pediculus
Species Pediculus humanus capitis
 Morfologi
 Kutu rambut dewasa
Kutu rambut dewasa berbentuk pipih dan memanjang,
berwarna putih abu-abu, kepala ovoid bersudut,
abdomen terdiri dari 9 ruas, Thorax dari khitir seomennya
bersatu. Pada kepala tampak sepasang mata sederhana
disebelah lateral, sepasang antenna pendek yang terdiri
atas 5 ruas dan proboscis, alat penusuk yang dapat
memanjang. Tiap ruas thorax yang telah bersatu
mempunyai sepasang kaki kuat yang terdiri dari 5 ruas
dan berakhir sebagai satu sapit menyerupai kait yang
berhadapan dengan tinjolan tibia untuk berpegangan
erat pada rambut.

 Kutu rambut jantan berukuran 2mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf
“V”. Sedangkan kutu rambut betina berukuran 3mm, alat kelamin berbentuk
seperti huruf “V” terbalik. Pada ruas abdomen terakhir mempunyai lubang
kelamin di tengah bagian dorsal dan 2 tonjolan genital di bagian lateral yang
memegang rambut selama melekatkan telur. Jumlah telur yang diletakkan
selama hidupnya diperkirakan 140 butir.
 Nimfa
Nimfa berbentuk seperti kutu rambut dewasa, hanya bentuknya lebih kecil.
 Telur
Telur berwarna putih mempunyai oper culum 0,6-0,8 mm disebut “nits”.
Bentuknya lonjong dan memiliki perekat, sehingga dapat melekat erat pada
rambut. Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari.
 Pediculus humanus capitis menyerang bagian belakang leher ,belakang
telinga dan melekat di rambut.
 Penularannya biasanya melalui singgungan kepala, walaupun rambut
bersih, gigitannya akan menyebabkan rasa gatal(pruritus) sehingga
menyebabkan kerak dermatitis dan timbul papula kecil merah
 Siklus Hidup
Lingkaran hidup kutu rambut merupakan metamorfosis
tidak lengkap, yaitu telur-nimfa-dewasa. Telur akan
menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari sesudah
dikeluarkan oleh induk kutu rambut. Sesudah mengalami
3 kali pergantian kulit, nimfa akan berubah menjadi kutu
rambut dewasa dalam waktu 7-14 hari. Dalam keadaan
cukup makanan kutu rambut dewasa dapat hidup 27 hari
lamanya.
Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insekta
Ordo Anoplura
Famili Pediculidae
Genus Pediculus
Species Pediculus humanus corporis
 Secara morfologi P. Humanus corporis ( body louse )
dan P. Humanus capitis (head louse) keduannya sulit
dibedakan.
 Akan tetapi menurut daerah investasinya yaitu : yang
menyerang badan adalah P. Humanus corporis (body
louse) dan yang menyerang kepala P. Humanus capitis.
 Untuk pediculus humanus corporis Merupakan vektor
penyakit thypus yang hanya terjadi di daerah dingin.
 Kutu badan hidup pada baju (di daerah dingin orang
memakai baju rangkap lebih dari 2 dan lama tidak dicuci
karena orang jarang berkeringat), apabila hawa dingin
maka dia bergerak ke tubuh hospes, biasanya kutu ini
tinggal di pakaian lapis pertama.
 Bagian-bagian mulut kutu penghisap terdiri dari 3 stilet
penusuk yang secara normal ditarik masuk ke dalam
satu kantung stilet di dalam kepala.
 Merupakan metamorfosis tidak sempurna, yaitu :
 Telur nimfa dewasa
 Contoh dari pediculus humanus corporis
 Siklus Hidup
1. Telur kutu badan diletakkan pada serat baju dan menetas sekitar 1
minggu kemudian (di daerah dingin orang memakai baju rangkap 2
dan lama tidak dicuci)
2. Membentuk nimfa dan akan menjadi dewasa bila dekat dengan
badan hospes. Apabila baju tidak dipakai beberapa hari maka kutu
akan mati.
Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insekta
Ordo Anoplura
Famili Pediculidae
Genus Phthirus
Species Phthirus pubis
Phthirus
 Berbentuk pipih dorsoventral
 Berwarna kelabu kekuningan menyerupai kepiting
 Bulat menyerupai ketam dengan kuku pada ketiga pasang kakinya
 Stadium dewasa berukuran 1,5-2 mm dan berwarna abu-abu
 Ditemukan pada rambut kemaluan, ketiak, jenggot, kumis, alis dan
bulu mata, dapat bertahan hidup selama 6 hari
 Kutu akan mencengkram sehelai rambut kemaluan dengan
mencengkram dengan cakarnya ke kult dimana ia menghisap darah
dari pembuluh darah yang kecil
 Phthirus pubis (crab louse ) adalah serangga parasit
penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kelamin
manusia.
 Merupakan metamorfosis tidak sempurna, yaitu :
 Telur nimfa dewasa
 Kutu kelamin biasanya menular melalui hubungan
seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih
mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian,
tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian.
Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak.
Penularannya secara mekanik.
 Menyebabkan penyakit Ftiriasis akibat dari gigitan yang
menyebabkan kulit terasa gatal dan tampak pucat
Contoh dari Phthirus pubis
 Walaupun salah satu bagian tubuh menjadi koloni kutu
ini, mereka tetap lebih menyukai daerah rambut
kemaluan dan anal. Pada pasien laki-laki, kutu dan telur
juga dapat ditemukan pada rambut di daerah perut,
kumis dan janggut. Sementara pada anak-anak mereka
biasanya ditemukan di bulu mata.
 Pinjal (Flea) merupakan Ordo Siphonaptera yang memiliki ciri-
ciri :
 tidak bersayap
 berkaki sangat kuat yang digunakan untuk meloncat
 memiliki mata tunggal
 mulut penghisap
 segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala,
dada,perut tidak jelas)
 metamorfosis sempurna.
Ada beberapa contoh spesies pinjal diantaranya adalah pinjal
manusia (Pubex irritans), pinjal anjing (Ctenocephalus canis),
pinjal kucing (Ctenocephalus felis), dan pinjal tikus
(Xenopsylla cheopis)
Pinjal
1. Tahap telur
Pinjal betina bertelur 20-28 buah/hari. Selama hidupnya seekor pinjal bisa
menghasilkan telur hingga 800 buah.
2. Tahap larva
Telur bisa saja jatuh dari tubuh kucing dan menetas menjadi larva di retakan
lantai atau celah kandang. Jika anda atau hewan peliharaan anda lewat, mereka
akan menempel dan merangkak mencari daerah di kulit untuk mendapat
makanannya
3. Tahap pupa-dewasa
Pertumbuhan larva menjadi pupa kemudian berkembang jadi pinjal dewasa
bervariasi antara 20-120 hari.
 Penyakit yang Ditularkan
Penyakit yang biasa dibawa oleh pinjal adalah penyakit sampar
atau pes.
Selain itu pinjal juga berperan sebagai penjamu perantara untuk
beberapa jenis cacing pita anjing dan tikus, yang kadang-kadang
juga bisa menginfeksi manusia.
 Cara Penularan
Secara alamiah penyakit pes dapat bertahan atau terpelihara
pada rodent. Kuman-kuman pes yang terdapat di dalam darah
tikus sakit,dapat ditularkan ke hewan lain atau manusia, apabila
ada pinjal yang menghisap darah tikus yang mengandung kuman
pes tadi, dan kuman-kuman tersebut akan dipindahkan ke tikus
lain atau manusia dengan cara yang sama yaitu melalui gigitan.
 Penyakit plague:
Juga disebut penyakit pes atau sampar yang disebabkan oleh bakteri Yersiana pestis.
Vektor penyakit pes adalah Xenopsylla cheopsis, Stivalius cognatus dan Neopsylla
sondaica, infeks akan terjadi melalui gigitan mulut yang infektif
 Penyakit murine typhus
Penyakit ini disebut juga “Flea borne typhus” disebabkan oleh Ricketsia typhi. Pinjal (
Xenopsylla cheopis dan Nosopsyllus fasciatus ) merupakan vektor dari penyakit
thypus . Dimana mikroba ini dikeluarkan melalui feses pinjal, infeksi terjadi melalui
luka gigitan pinjal atau melalui kulit yang lecet yang terkena kontaminasi dengan feses
pinjal Penyakit ini ditularkan oleh pinjal tikus Xenopsylla cheopis
Lalat
Lalat Pasir
(Phlebotomus)
Lalat Hitam
(Simulium)
Lalat Rumah
(Musca Domestica)
Lalat Tse Tse
(Glossina)
Lalat Sambar Mata
(Biting Midges)
 Kalsifikasi
Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insekta
Ordo Diptera
Famili Muscidae
Genus Glossina
Species Glossina palpalis
 Lalat ini merupakan lalat penggigit besar dari Afrika yang
memakan darah hewan vertebrata. Mereka diketahui
menyebabkan Penyakit Tidur pada manusia dan Nagana di
ternak.
 Tsetse adalah lalat raksasa dari Afrika, panjang tubuhnya
dapat mencapai 1,6 cm dari ujung kepala hingga ekor.
Warnanya tubuhnya bervariasi antara coklat muda dan coklat
tua dan mempunyai dua antena di bagian kepalanya,
sehingga perbedaanya akan tampak mencolok dibandingkan
dengan lalat biasa. Saat tidak terbang kedua sayapnya dilipat
secara bertumpuk diatas tubuhnya.
 Tsetse merupakan vektor penyakit trypanosomiasis, yang
menyerang manusia dan binatang ternak.
 Lalat tsetse, jantan dan betina, bertindak sebagai penyebab
pambawa parasit ini, terutama Glossina palpalis. Lalat ini
banyak terdapat di sepanjang tepi-tepi sungai yang mengalir
di bagian barat dan tengah Afrika. Lalat ini mempunyai
jangkauan terbang sampai mencapai 3 mil.
 Penyakit tidur adalah penyakit parasit pada manusia dan
hewan yang disebabkan oleh Trypanosoma, suatu protozoa
yang ditularkan oleh lalat Tsetse. Gejala penyakit tidur dimulai
dengan demam dan sakit kepala lalu membengkak di bagian
belakang leher. Setelah itu, korban mungkin mengalami tidur
siang hari dan insomnia. Ini bisa mengakibatkan kematian
sesudahnya.
 Tse-Tse betina hanya membuahi satu telur pada satu
waktu dan mempertahankan setiap telur dalam rahim
mereka hingga larva ketiga.
 Pada tahap larva ketiga, Tse-Tse akhirnya meninggalkan
rahim dan mulai hidup mandiri mereka. Namun, larva Tse-
Tse yang baru menetas hanya merangkak ke dalam tanah,
dan membentuk cangkang luar yang keras disebut kasus
puparial, kemudian bertransformasi morfologis menjadi
sebuah lalat dewasa.
 Lalat Rumah (Musca domestica)
Ciri-ciri
 tubuh berwarna coklat dan kehitam-hitaman
 pada thorax terdapat 4 garis hitam dan 1 garis hitam
medial pada abdomen punggung, vein ke empat dari
sayap berbentuk sudut, antena mempunyai 3 segmen,
mata terpisah,
Penyebar berbagai penyakit kepada manusia maupun
hewan, antara lain demam typhoid, kolera, anthrax,
tuberculosis, disentri, amebiasis,
Mengalami metamorfosis sempurna
Lalat memiliki habitat yang berbeda antara tahap pradewasa
dengan tahap dewasa. Tahap pradewasa memilih habitat yang cukup
banyak bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian),
misalnya sampah organik dan basah.
Tahap dewasa juga menyukai sampah organik, hanya daerah
jelajahnya yang luas. Sehingga dapat memasuki rumah atau tempat
manusia beraktivitas. Kedua perbedaan habitat ini menyebabkan kehidupan
tahap pradewasa tidak bersaing dengan kehidupan tahap dewasa. Karena
tanpa persaingan, maka lalat dapat berkembang dengan optimal.
 Lalat rumah mengalami metamorfosis sempurna. Lalat
betina dapat mengeluarkan sekitar 75-150 butir telur dalam
5-6 kelompok.
 Telur lalat berwarna putih dan berukuran sekitar 1,2 mm.
 Dalam sehari, telur tersebut akan menetas menjadi larva
(belatung) dan makan bahan rganik seperti sampah dan
kotoran. Belatung berwarna putih pucat dengan panjang
sekitar 3-9 mm dan tidak memiliki kaki
 Dalam beberapa hari, belatung akan merangkak menuju
tempat kering dan sejuk untuk berubah menjadi pupa. Pupa
berbentuk bulat lonjong berwarna merah atau cokelat
dengan panjang sekitar 8 mm.
 Setelah itu lalat dewasa akan muncul dari dalam pupa.
Lalat dewasa dapat hidup antara 2-4 minggu di alam secara
liar. Sekitar 36 jam setelah keluar dari dalam pupa, lalat
betina akan kawin dan bertelur kembali.
 Lalat hitam termasuk dalam famili Simuliidae, termasuk
genus simulilum
 Ciri-cirinya adalah
• berukuran kecil, bertubuh kuat dengan tungkai pendek
dan mandibel yang memanjang.
• Pada betina, memiliki mulut seperti pisau dan jantan
mulutnya lebih kecil
• Bentuk jantan memiliki mata yang majemuk
• Pada bagian toraks mempunyai skutum yang kuat dan
menonjol
• Larva hidup di dalam air yang mengalir dan menempel
pada batu dan bahan yang keras
 Lalat hitam, Piteuk (masih dalam keluarga simuliidae),
lalat tersebut berprilaku serupa dengan nyamuk, yaitu
menghisap darah dari korban, lalat ini lebih besar dari
lalat biasanya, mempunyai tubuh yang kekar, lalat hitam
ini lebih dari 20 species yang telah tercatat yang sering
menyerang peternakan unggas, lalat ini biasanya akn
menyengat di siang hari, bukan di malam hari, dan akan
menyebabkan rasa sakit, nyeri, gatal, dan
mengakibatkan bengkak pada bagian yang di sengat,
dan kalau tidak segera di obati, hewan yang di senga
takan mengakibatkan anemia yang parah di kalangan
peternakan unggas.
Mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur – larva –
pupa – dewasa
 Telur berbentuk segitiga, diletakkan pada kelopak (300-
500butir) pada daun-daunan, dahan & tanaman terendam.
 Setelah 3-5 hari larva menetas. Larva berbentuk silindris
berwarna hijau kekuningan dengan bagian mulut berbulu.
Larva melekatkan diri pada posisi tegak pada batu, karang,
tumbuh-tumbuhan air dan sampah. Larva berganti kulit 7 kali
dalam waktu 13 hari menjadi kepompong. Lalat dewasa keluar
setelah 3 hari
 Genus Simulium merupakan vektor penyakit Onchocerciasis,
organisme penyebabnya Onchocerca volvulusdan daerah
penyebarannya di Afrika, Meksiko, dan Amerika.
 Patogenitas : luka gigitan tidak nyeri tapi sering mengeluarkan
darah terus menuerus kemudian bengkak, gatal dan nyeri terus
sampai beberapa hari.
 Lalat hitam ini berkembang biak di kawasan air yang
tergenang dan mengalir, seperti anak sungai kecil, irigasi,
dan sistem saluran air lainnya, lalat hitam ini akan bertelur
di batu, ranting, kayu, daun-daunan. Lalat tersebut
berperilaku serupa dengan nyamuk, yaitu menghisap darah
dari korban, lalat ini lebih besar dari lalat biasanya,
mempunyai tubuh yang kekar. Lalat ini biasanya akan
menyengat di siang hari, bukan di malam hari, dan akan
menyebabkan rasa sakit, nyeri, gatal, dan mengakibatkan
bengkak pada bagian yang di sengat
 Lalat ini adalah anggota subfamili Phlebotominae, famili
Psychodidae. Genus : Phlebotomus
 Ciri-ciri
• Berukuran kecil
• Memiliki satu pasang sayap
• Tungkai dan sayap terbungkus oleh rambut keras yang
panjang dan kadang-kadang bercampur dengan sisik
• Dewasa 10-11mm. Tubuh memiliki warna abu-abu
pucat, mata coklat perunggu, dan kaki coklat gelap
kemerahan.
• Jantan menghisap keringat sedangkan betina
menghisap darah
• Lalat ini aktif bila tidak berangin
 Contoh lalat pasir
 Lalat pasir biasanya di dalam dan berhampiran kawasan gua,
lubang-lubang pokok di pinggir dan dalam hutan. Ia juga banyak
ditemui di kawasan ternakan hewan seperti lembu. Biasanya, ia
banyak ditemui di tempat gelap, lembap terutama sekali pada
musim hujan.
 Penyakit yang dapat timbul:
Demam verruga atau demam oroya yang sangat berbahaya yang
terdapat di Amerika Selatan dipindahkan oleh spesies
Phlebotomus verrucarum.
Dan demam lalat pasir daerah mediteranian, cina selatan, india
dipindahkan oleh Phlebotomus paptasii. Termasuk penyakit
kalaazar, leishmaniasis endemik pada daerah mediteranian.
 Daur hidup: mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur –
larva – pupa - dewasa (Fase telur 6-12 hari, fase larva 25-35
hari, fase pupa 6-14 hari. Telur sampai dewasa memerlukan
waktu 5-9 minggu).
 Famili Cerathopogonidae
 Genus Culicoides (Midges, Biting Midges)
Morfologi dan lingkaran hidup:
 Bentuk badan kecil 1-1,5mm dan berwarna tengguli atau
hitam.
 Thorax sedikit bongkok dan menonjol ke atas kepala.
 Sayap agak sempit, tanpa sisik tetapi banyak rambut
dan terletak datar di atas tubuh bila dalam keadaan
istirahat.
 Tempat perindukannya di rawa-rawa, dalam air tawar, air
payau, dan daerah hutan.
 Mulut mempunyai alat seperti pisau dan berfungsi untuk
memotong.
 Fase telur 2-3 hari, larva 1-12 hari, pupa 3-5 hari
 Hanya lalat betina yang menghisap darah,jantan
menghisap cairan tumbuh-tumbuhan
 Genus Culicoides (Biting Midges) merupakan vektor
penyakit Acanthochoilonemiasis yang daerah
penyebarannya yaitu Afrika dan Amerika Latin.dan
Mansonella ozzardi
 Sebuah Artropoda (terbang hitam atau nyamuk menggigit)
akan mengambil makan darah dari manusia dan akan
memasukkan ketiga larva stadium filaria ke dalam inang
manusia.
 Larva akan menjadi dewasa dan akan mendiami jaringan
subkutan.
 Orang dewasa akan kawin dan menghasilkan mikrofilaria
terhunus. mikrofilaria ini akan masuk ke aliran darah.
 Sebuah Artropoda tidak akan mengambil makan darah dari
manusia yang terinfeksi dan menelan mikrofilaria itu.
 Pada arthropoda tersebut, mikrofilaria akan melakukan
perjalanan dari midgut ke otot-otot dada.
 Pada otot dada, mikrofilaria akan berkembang menjadi
larva tahap pertama.
 Kemudian, mikrofilaria akan semakin berkembang menjadi
larva stadium ketiga.
 Larva tahap ketiga akan melakukan perjalanan dari otot-
otot dada ke belalai di arthropoda itu. Ini adalah tahap di
mana arthropoda dapat menginfeksi manusia ketika
mengambil makan darah.

Insecta class.pptx

  • 1.
    Mata Kuliah :Parasitologi Dosen Pengampu: Drg. Yunita Dyah Puspita Santik
  • 2.
    Nyamuk (diptera) Tuma (Anoplura) Pinjal(siphonaptera) Lalat (diptera)
  • 3.
  • 4.
    Klasifikasi Kingdom Animalia Filum Arthropoda KelasInsekta Ordo Diptera Famili Culicidae Genus Anopheles Species An. aconitus, An. sundaicus, An. malculatus, An. subpictus, An. barbirostris, An. vagus
  • 5.
    ¤ Ciri-ciri nyamukanopheles • Bentuk tubuh kecil dan pendek • Antara palpi dan proboscis sama panjang • Menyebabkan penyakit malaria • Pada saat hinggap membentu sudut 90º • Warna tubunya coklat kehitaman • Bentuk sayap simetris • Berkembang biak di air kotor atau tumpukan sampah • Lebih menyukai warna yang lebih gelap
  • 6.
  • 7.
     Keberadaan nyamukmalaria di suatu daerah sangat tergantung pada lingkungan, keadaan wilayah seperti perkebunan, keberadaan pantai, curah hujan, kecepatan angin, suhu, sinar matahari, ketinggian tempat dan bentuk perairan yang ada  Penampilan • Dewasa – Bercak pucat dan gelap pada sayapnya dan beristirahat di kemiringan 45 derajat suatu permukaan. • Panjang telur kurang-lebih 1mm dan memiliki pelampung di kedua sisinya.
  • 8.
    Siklus Hidup : Mengalamimetamorfosis sempurna yaitu telur – larva – pupa - dewasa - Stadium telur Anophelini diletakkan satu per satu diatas permukaan air, berbentuk seperti perahu yang bagian bawahnya konveks dan bagian atasnya konkaf serta mempunyai sepasang pelampung yang terletak di tengah lateral. - Stadium larva Anophelini di tempat perindukan tampak mengapung sejajar dengan permukaan air
  • 9.
    - Stadium pupamempunyai tabung pernafasan ( respiratory trumpet ) yang bentuknya lebar dan pendek di gunakan untuk pengambilan oksigen dari udara. - Stadium dewasa pulpus nyamuk jantan dan betina mempunyai panjang hampir sama dengan panjang probosisnya, pada nyamuk jantan ujung palpusnya membesar, sayap bagian pinggir ditumbuhi sisik-sisik sayap yang berkelompok membentuk gambaran hitam dan putih.
  • 10.
    o Spesies : 1.An. subpictus, An. aconitus, An. barbirotis, An. sinensis, An. balabacensis, An. maculatus Menyebabkan penyakit malaria karena terinfeksi Plasmodium sp. 2. An. aconitus, An. bancrofti, An. subpictus Menyebabkan penyakit filariasis bancrofti karena terinfeksi Wucherecia brancrofti 3. An. barbirostis, An. nigerrimus Menyebabkan penyakit filariasis malayi karena terinfeksi Brugia malayi 4. An. barbirstis Menyebabkan penyakit Filariasis timori karena terinfeksi Brugia timori
  • 11.
     Klasifikasi Kingdom Animalia FilumArthropoda Kelas Insekta Ordo Diptera Famili Culicidae Genus Aedes Species Aedes aegypti, Aedes albopictus, Aedes togoi, Aedes hendersoni
  • 12.
     Ciri-ciri nyamukAedes aegypti • Bentuk tubuh kecil dan dibagian abdomen terdapat bintik-bintik serta berwarna hitam. • Tidak membentuk sudut 90º • Penyebaran penyakitnya yaitu pagi atau sore • Hidup di air bersih serta ditempat-tempat lain yaitu kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air hujan • Penularan penyakit dengan cara membagi diri. • Menyebabkan penyakit DBD. • Bersifat diurnal ( aktif pada pagi hari dan siang hari )
  • 13.
     Pola hidup •Habitat – perkembangbiakan pada wadah, khususnya wadah buatan manusia dengan air bersih di dalamnya. • Ritme gigitan – biasanya menggigit pada saat perubahan intensitas cahaya (setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam) • Lebih menyukai warna yang lebih gelap, seperti hitam dan merah Dapat terbang dengan jarak pendek ( 50 – 100 m )
  • 14.
  • 16.
    Menyebabkan penyakit DengueHemorrhagic Fever (DHF), Demam Berdarah Dengue (DBD) karena nyamuk membawa virus dengue, Chikungunya karena virus chikungunya, penyebaranya sangat luas meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia 2. Aedes Kochi Menyebabkan demam kuning Filariasis bancrofti yang disebabkan oleh Wucherecia brancofti. 3. Aedes triseratus 4. Aedes hendersoni 5. Aedes albopictus
  • 17.
     Klasifikasi Kingdom Animalia FilumArthropoda Kelas Insekta Ordo Diptera Famili Culicidae Genus Culex Species Cx. quinquefasciatus, Cx. Triataeniorrhynchus, Cx. Bitaeniorrhynchus, Cx. annulirostris
  • 18.
     Ciri-ciri nyamukCulex • Palpi lebih pendek dari pada probocis. • Bentuk sayap simetris. • Berkembang biak di tempat kotor atau di rawa-rawa. • Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya. • Menyebabkan penyakit filariasis • Warna tubuhnya coklat kehitaman
  • 19.
  • 20.
    Daur hidup : Metamorfosissempurna yaitu Telur – Larva – Pupa – Dewasa  Telur berbentuk lonjong panjang dengan kedua ujung tumpul, pada bagian dasar terdapat mahkota(corolla), telur diletakan saling berdekatan sehingga membentuk seperti suatu rakit di atas permukaan air.  Larva mempunyai kepala, toraks, abdomen dengan sisir, Larva tersebut biasanya menggantung dibawah permukaan air dan bernafas dengan siphon atau tabung udara
  • 21.
     Pupa terlihataktif dan dilengkapi sepasang tabung pernafasan dibagian dadanya yang dapat menguak permukaan air untuk mengambil nafas. Bilamana ia terusik pupa dapat berenang cepat masuk kedalam air. Masa pupa ini relatif singkat, biasanya hanya 2-3 hari. Bila sudah berkembang kulit bagian thorax akan terpisah dan akan terbentuk nyamuk dewasa. waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan dari telur sampai dewasa lebih pendek antara 1 sampai 2 minggu Hospes : - menghisap darah manusia (antropofilik) - menghisap darah binatang (zoofolik)
  • 22.
    1. Culex tarsalis siklushidupnya sekitar 14 hari pada suhu 200Celcius dan hanya sepuluh hari bila suhu 250Celcius. Menyebabkan penyakit enchepalitis, menyerang kuda/ manusia , kadang juga menyebabkan sleeping sicknes. 2. Culex pipiens Merupakan vektor penyakit Filaria dan dirofilaria (Wucheria bancrofti dan Dirofilaria immitis). Dapat juga sebagai vektor virus yaitu arbovirus encephalitis 3. Culex quinquefasciatus Merupakan vektor penyakit Filariasis bancrofti karena terinfeksi Wucheria bancrofti. nyamuk yang dapat menularkan penyakit kaki gajah ( filariasis ). Hal ini terjadi bila si Culex menghisap darah pengidap filariasis sehingga larva cacing filariasis masuk dan berkembang biak ditubuhnya lalu si Culex menularkan larva tersebut kepada manusia dengan cara menggigitnya.
  • 23.
    4. Culex annulirostis Tempatperindukanya di daerah pantai, rawa berair payau atau tawar yang banyak lumut. Vektor penyakit filariasis karena terinfeksi Wucheria bancrofti. 5. Culex tritaeniorhynchus dan Culex gelindus Habitat nyamuk ini adalah di rawa dan empang dekat sawah merupakan vektor penyakit Japanese B enchepalitis, gejala klinis dari penyakit ini adalah: demam, sakit kepala, mual, muntah, lemas, malaise, mental disorientasi dan koma, yang akhirnya terjadi kematian dalam waktu beberapa hari.
  • 24.
     Klasifikasi Kingdom Animalia FilumArthropoda Kelas Insekta Ordo Diptera Famili Culicidae Genus Mansonia Species Ma. Uniformis, Ma. Annulifera, Ma. indiana
  • 25.
    Ciri-ciri nyamuk Mansonia 1.Pada saat hinggap tidak membentuk sudut 90º 2. Bentuk tubuh besar dan panjang 3. Bentuk sayap asimetris. 4. Menyebabkan penyakit filariasis 5. Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya. 6. Warna tubuhnya coklat kehitaman
  • 26.
    Siklus hidup:  Telur Teluryang berwarna coklat tua-hitam dan silinder, tetapi memiliki tabung yang biasanya lebih gelap dari sisa telur. Telur tersebut diletakkan pada tanaman air dan diletakkan secara bergerombol bunga sehingga mengapung dan menetas dalam beberapa hari.  Larva Mansonia larva sangat mudah dikenali karena mereka memiliki sifon khusus disesuaikan untuk menindik tanaman air untuk mendapatkan udara. Sifon memiliki gigi dan rambut melengkung, untuk makan pupa juga bernafas melalui tanaman.
  • 27.
     Dewasa Setelah larvaberkembang dalam beberapa hari atau bisa berminggu- minggu tergantung suhu, lalu berkembang jadi mansonia dewasa. Biasanya memiliki kaki, palps sayap dan badan tertutup dengan campuran gelap (biasanya coklat) dan pucat (biasanya putih/krem). Terdapat sisik sehingga tampilannya tampak berdebu, lebih suka menggigit pada tubuh manusia bagi bawah. Mansonia betina aktif di malam hari
  • 28.
     Nyamuk mansoniamenjadi vektor penyakit Filariasis malayi, mekanisme penularannya dengan penularan biologis.  Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarialkecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir ( pembawa ) yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
  • 29.
    Tuma [ Anoplura ] P.humanus capitis P. humanus corporis Phthirus Pediculus P. pubis
  • 30.
    Kingdom Animalia Filum Arthropoda KelasInsekta Ordo Anoplura Famili Pediculidae Genus Pediculus Species Pediculus humanus capitis
  • 31.
     Morfologi  Kuturambut dewasa Kutu rambut dewasa berbentuk pipih dan memanjang, berwarna putih abu-abu, kepala ovoid bersudut, abdomen terdiri dari 9 ruas, Thorax dari khitir seomennya bersatu. Pada kepala tampak sepasang mata sederhana disebelah lateral, sepasang antenna pendek yang terdiri atas 5 ruas dan proboscis, alat penusuk yang dapat memanjang. Tiap ruas thorax yang telah bersatu mempunyai sepasang kaki kuat yang terdiri dari 5 ruas dan berakhir sebagai satu sapit menyerupai kait yang berhadapan dengan tinjolan tibia untuk berpegangan erat pada rambut. 
  • 32.
     Kutu rambutjantan berukuran 2mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf “V”. Sedangkan kutu rambut betina berukuran 3mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf “V” terbalik. Pada ruas abdomen terakhir mempunyai lubang kelamin di tengah bagian dorsal dan 2 tonjolan genital di bagian lateral yang memegang rambut selama melekatkan telur. Jumlah telur yang diletakkan selama hidupnya diperkirakan 140 butir.  Nimfa Nimfa berbentuk seperti kutu rambut dewasa, hanya bentuknya lebih kecil.
  • 33.
     Telur Telur berwarnaputih mempunyai oper culum 0,6-0,8 mm disebut “nits”. Bentuknya lonjong dan memiliki perekat, sehingga dapat melekat erat pada rambut. Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari.  Pediculus humanus capitis menyerang bagian belakang leher ,belakang telinga dan melekat di rambut.  Penularannya biasanya melalui singgungan kepala, walaupun rambut bersih, gigitannya akan menyebabkan rasa gatal(pruritus) sehingga menyebabkan kerak dermatitis dan timbul papula kecil merah
  • 34.
     Siklus Hidup Lingkaranhidup kutu rambut merupakan metamorfosis tidak lengkap, yaitu telur-nimfa-dewasa. Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari sesudah dikeluarkan oleh induk kutu rambut. Sesudah mengalami 3 kali pergantian kulit, nimfa akan berubah menjadi kutu rambut dewasa dalam waktu 7-14 hari. Dalam keadaan cukup makanan kutu rambut dewasa dapat hidup 27 hari lamanya.
  • 36.
    Kingdom Animalia Filum Arthropoda KelasInsekta Ordo Anoplura Famili Pediculidae Genus Pediculus Species Pediculus humanus corporis
  • 37.
     Secara morfologiP. Humanus corporis ( body louse ) dan P. Humanus capitis (head louse) keduannya sulit dibedakan.  Akan tetapi menurut daerah investasinya yaitu : yang menyerang badan adalah P. Humanus corporis (body louse) dan yang menyerang kepala P. Humanus capitis.  Untuk pediculus humanus corporis Merupakan vektor penyakit thypus yang hanya terjadi di daerah dingin.  Kutu badan hidup pada baju (di daerah dingin orang memakai baju rangkap lebih dari 2 dan lama tidak dicuci karena orang jarang berkeringat), apabila hawa dingin maka dia bergerak ke tubuh hospes, biasanya kutu ini tinggal di pakaian lapis pertama.
  • 38.
     Bagian-bagian mulutkutu penghisap terdiri dari 3 stilet penusuk yang secara normal ditarik masuk ke dalam satu kantung stilet di dalam kepala.  Merupakan metamorfosis tidak sempurna, yaitu :  Telur nimfa dewasa  Contoh dari pediculus humanus corporis
  • 39.
     Siklus Hidup 1.Telur kutu badan diletakkan pada serat baju dan menetas sekitar 1 minggu kemudian (di daerah dingin orang memakai baju rangkap 2 dan lama tidak dicuci) 2. Membentuk nimfa dan akan menjadi dewasa bila dekat dengan badan hospes. Apabila baju tidak dipakai beberapa hari maka kutu akan mati.
  • 40.
    Kingdom Animalia Filum Arthropoda KelasInsekta Ordo Anoplura Famili Pediculidae Genus Phthirus Species Phthirus pubis Phthirus
  • 41.
     Berbentuk pipihdorsoventral  Berwarna kelabu kekuningan menyerupai kepiting  Bulat menyerupai ketam dengan kuku pada ketiga pasang kakinya  Stadium dewasa berukuran 1,5-2 mm dan berwarna abu-abu  Ditemukan pada rambut kemaluan, ketiak, jenggot, kumis, alis dan bulu mata, dapat bertahan hidup selama 6 hari  Kutu akan mencengkram sehelai rambut kemaluan dengan mencengkram dengan cakarnya ke kult dimana ia menghisap darah dari pembuluh darah yang kecil
  • 42.
     Phthirus pubis(crab louse ) adalah serangga parasit penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kelamin manusia.  Merupakan metamorfosis tidak sempurna, yaitu :  Telur nimfa dewasa  Kutu kelamin biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian, tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak. Penularannya secara mekanik.  Menyebabkan penyakit Ftiriasis akibat dari gigitan yang menyebabkan kulit terasa gatal dan tampak pucat
  • 43.
  • 44.
     Walaupun salahsatu bagian tubuh menjadi koloni kutu ini, mereka tetap lebih menyukai daerah rambut kemaluan dan anal. Pada pasien laki-laki, kutu dan telur juga dapat ditemukan pada rambut di daerah perut, kumis dan janggut. Sementara pada anak-anak mereka biasanya ditemukan di bulu mata.
  • 45.
     Pinjal (Flea)merupakan Ordo Siphonaptera yang memiliki ciri- ciri :  tidak bersayap  berkaki sangat kuat yang digunakan untuk meloncat  memiliki mata tunggal  mulut penghisap  segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala, dada,perut tidak jelas)  metamorfosis sempurna. Ada beberapa contoh spesies pinjal diantaranya adalah pinjal manusia (Pubex irritans), pinjal anjing (Ctenocephalus canis), pinjal kucing (Ctenocephalus felis), dan pinjal tikus (Xenopsylla cheopis) Pinjal
  • 48.
    1. Tahap telur Pinjalbetina bertelur 20-28 buah/hari. Selama hidupnya seekor pinjal bisa menghasilkan telur hingga 800 buah. 2. Tahap larva Telur bisa saja jatuh dari tubuh kucing dan menetas menjadi larva di retakan lantai atau celah kandang. Jika anda atau hewan peliharaan anda lewat, mereka akan menempel dan merangkak mencari daerah di kulit untuk mendapat makanannya 3. Tahap pupa-dewasa Pertumbuhan larva menjadi pupa kemudian berkembang jadi pinjal dewasa bervariasi antara 20-120 hari.
  • 49.
     Penyakit yangDitularkan Penyakit yang biasa dibawa oleh pinjal adalah penyakit sampar atau pes. Selain itu pinjal juga berperan sebagai penjamu perantara untuk beberapa jenis cacing pita anjing dan tikus, yang kadang-kadang juga bisa menginfeksi manusia.  Cara Penularan Secara alamiah penyakit pes dapat bertahan atau terpelihara pada rodent. Kuman-kuman pes yang terdapat di dalam darah tikus sakit,dapat ditularkan ke hewan lain atau manusia, apabila ada pinjal yang menghisap darah tikus yang mengandung kuman pes tadi, dan kuman-kuman tersebut akan dipindahkan ke tikus lain atau manusia dengan cara yang sama yaitu melalui gigitan.
  • 50.
     Penyakit plague: Jugadisebut penyakit pes atau sampar yang disebabkan oleh bakteri Yersiana pestis. Vektor penyakit pes adalah Xenopsylla cheopsis, Stivalius cognatus dan Neopsylla sondaica, infeks akan terjadi melalui gigitan mulut yang infektif  Penyakit murine typhus Penyakit ini disebut juga “Flea borne typhus” disebabkan oleh Ricketsia typhi. Pinjal ( Xenopsylla cheopis dan Nosopsyllus fasciatus ) merupakan vektor dari penyakit thypus . Dimana mikroba ini dikeluarkan melalui feses pinjal, infeksi terjadi melalui luka gigitan pinjal atau melalui kulit yang lecet yang terkena kontaminasi dengan feses pinjal Penyakit ini ditularkan oleh pinjal tikus Xenopsylla cheopis
  • 51.
    Lalat Lalat Pasir (Phlebotomus) Lalat Hitam (Simulium) LalatRumah (Musca Domestica) Lalat Tse Tse (Glossina) Lalat Sambar Mata (Biting Midges)
  • 52.
     Kalsifikasi Kingdom Animalia FilumArthropoda Kelas Insekta Ordo Diptera Famili Muscidae Genus Glossina Species Glossina palpalis
  • 53.
     Lalat inimerupakan lalat penggigit besar dari Afrika yang memakan darah hewan vertebrata. Mereka diketahui menyebabkan Penyakit Tidur pada manusia dan Nagana di ternak.  Tsetse adalah lalat raksasa dari Afrika, panjang tubuhnya dapat mencapai 1,6 cm dari ujung kepala hingga ekor. Warnanya tubuhnya bervariasi antara coklat muda dan coklat tua dan mempunyai dua antena di bagian kepalanya, sehingga perbedaanya akan tampak mencolok dibandingkan dengan lalat biasa. Saat tidak terbang kedua sayapnya dilipat secara bertumpuk diatas tubuhnya.  Tsetse merupakan vektor penyakit trypanosomiasis, yang menyerang manusia dan binatang ternak.
  • 54.
     Lalat tsetse,jantan dan betina, bertindak sebagai penyebab pambawa parasit ini, terutama Glossina palpalis. Lalat ini banyak terdapat di sepanjang tepi-tepi sungai yang mengalir di bagian barat dan tengah Afrika. Lalat ini mempunyai jangkauan terbang sampai mencapai 3 mil.  Penyakit tidur adalah penyakit parasit pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh Trypanosoma, suatu protozoa yang ditularkan oleh lalat Tsetse. Gejala penyakit tidur dimulai dengan demam dan sakit kepala lalu membengkak di bagian belakang leher. Setelah itu, korban mungkin mengalami tidur siang hari dan insomnia. Ini bisa mengakibatkan kematian sesudahnya.
  • 56.
     Tse-Tse betinahanya membuahi satu telur pada satu waktu dan mempertahankan setiap telur dalam rahim mereka hingga larva ketiga.  Pada tahap larva ketiga, Tse-Tse akhirnya meninggalkan rahim dan mulai hidup mandiri mereka. Namun, larva Tse- Tse yang baru menetas hanya merangkak ke dalam tanah, dan membentuk cangkang luar yang keras disebut kasus puparial, kemudian bertransformasi morfologis menjadi sebuah lalat dewasa.
  • 57.
     Lalat Rumah(Musca domestica) Ciri-ciri  tubuh berwarna coklat dan kehitam-hitaman  pada thorax terdapat 4 garis hitam dan 1 garis hitam medial pada abdomen punggung, vein ke empat dari sayap berbentuk sudut, antena mempunyai 3 segmen, mata terpisah, Penyebar berbagai penyakit kepada manusia maupun hewan, antara lain demam typhoid, kolera, anthrax, tuberculosis, disentri, amebiasis, Mengalami metamorfosis sempurna
  • 58.
    Lalat memiliki habitatyang berbeda antara tahap pradewasa dengan tahap dewasa. Tahap pradewasa memilih habitat yang cukup banyak bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian), misalnya sampah organik dan basah. Tahap dewasa juga menyukai sampah organik, hanya daerah jelajahnya yang luas. Sehingga dapat memasuki rumah atau tempat manusia beraktivitas. Kedua perbedaan habitat ini menyebabkan kehidupan tahap pradewasa tidak bersaing dengan kehidupan tahap dewasa. Karena tanpa persaingan, maka lalat dapat berkembang dengan optimal.
  • 59.
     Lalat rumahmengalami metamorfosis sempurna. Lalat betina dapat mengeluarkan sekitar 75-150 butir telur dalam 5-6 kelompok.  Telur lalat berwarna putih dan berukuran sekitar 1,2 mm.  Dalam sehari, telur tersebut akan menetas menjadi larva (belatung) dan makan bahan rganik seperti sampah dan kotoran. Belatung berwarna putih pucat dengan panjang sekitar 3-9 mm dan tidak memiliki kaki
  • 61.
     Dalam beberapahari, belatung akan merangkak menuju tempat kering dan sejuk untuk berubah menjadi pupa. Pupa berbentuk bulat lonjong berwarna merah atau cokelat dengan panjang sekitar 8 mm.  Setelah itu lalat dewasa akan muncul dari dalam pupa. Lalat dewasa dapat hidup antara 2-4 minggu di alam secara liar. Sekitar 36 jam setelah keluar dari dalam pupa, lalat betina akan kawin dan bertelur kembali.
  • 62.
     Lalat hitamtermasuk dalam famili Simuliidae, termasuk genus simulilum  Ciri-cirinya adalah • berukuran kecil, bertubuh kuat dengan tungkai pendek dan mandibel yang memanjang. • Pada betina, memiliki mulut seperti pisau dan jantan mulutnya lebih kecil • Bentuk jantan memiliki mata yang majemuk • Pada bagian toraks mempunyai skutum yang kuat dan menonjol • Larva hidup di dalam air yang mengalir dan menempel pada batu dan bahan yang keras
  • 63.
     Lalat hitam,Piteuk (masih dalam keluarga simuliidae), lalat tersebut berprilaku serupa dengan nyamuk, yaitu menghisap darah dari korban, lalat ini lebih besar dari lalat biasanya, mempunyai tubuh yang kekar, lalat hitam ini lebih dari 20 species yang telah tercatat yang sering menyerang peternakan unggas, lalat ini biasanya akn menyengat di siang hari, bukan di malam hari, dan akan menyebabkan rasa sakit, nyeri, gatal, dan mengakibatkan bengkak pada bagian yang di sengat, dan kalau tidak segera di obati, hewan yang di senga takan mengakibatkan anemia yang parah di kalangan peternakan unggas.
  • 64.
    Mengalami metamorfosis sempurnayaitu telur – larva – pupa – dewasa  Telur berbentuk segitiga, diletakkan pada kelopak (300- 500butir) pada daun-daunan, dahan & tanaman terendam.  Setelah 3-5 hari larva menetas. Larva berbentuk silindris berwarna hijau kekuningan dengan bagian mulut berbulu. Larva melekatkan diri pada posisi tegak pada batu, karang, tumbuh-tumbuhan air dan sampah. Larva berganti kulit 7 kali dalam waktu 13 hari menjadi kepompong. Lalat dewasa keluar setelah 3 hari
  • 65.
     Genus Simuliummerupakan vektor penyakit Onchocerciasis, organisme penyebabnya Onchocerca volvulusdan daerah penyebarannya di Afrika, Meksiko, dan Amerika.  Patogenitas : luka gigitan tidak nyeri tapi sering mengeluarkan darah terus menuerus kemudian bengkak, gatal dan nyeri terus sampai beberapa hari.
  • 66.
     Lalat hitamini berkembang biak di kawasan air yang tergenang dan mengalir, seperti anak sungai kecil, irigasi, dan sistem saluran air lainnya, lalat hitam ini akan bertelur di batu, ranting, kayu, daun-daunan. Lalat tersebut berperilaku serupa dengan nyamuk, yaitu menghisap darah dari korban, lalat ini lebih besar dari lalat biasanya, mempunyai tubuh yang kekar. Lalat ini biasanya akan menyengat di siang hari, bukan di malam hari, dan akan menyebabkan rasa sakit, nyeri, gatal, dan mengakibatkan bengkak pada bagian yang di sengat
  • 67.
     Lalat iniadalah anggota subfamili Phlebotominae, famili Psychodidae. Genus : Phlebotomus  Ciri-ciri • Berukuran kecil • Memiliki satu pasang sayap • Tungkai dan sayap terbungkus oleh rambut keras yang panjang dan kadang-kadang bercampur dengan sisik • Dewasa 10-11mm. Tubuh memiliki warna abu-abu pucat, mata coklat perunggu, dan kaki coklat gelap kemerahan. • Jantan menghisap keringat sedangkan betina menghisap darah • Lalat ini aktif bila tidak berangin
  • 68.
  • 69.
     Lalat pasirbiasanya di dalam dan berhampiran kawasan gua, lubang-lubang pokok di pinggir dan dalam hutan. Ia juga banyak ditemui di kawasan ternakan hewan seperti lembu. Biasanya, ia banyak ditemui di tempat gelap, lembap terutama sekali pada musim hujan.  Penyakit yang dapat timbul: Demam verruga atau demam oroya yang sangat berbahaya yang terdapat di Amerika Selatan dipindahkan oleh spesies Phlebotomus verrucarum. Dan demam lalat pasir daerah mediteranian, cina selatan, india dipindahkan oleh Phlebotomus paptasii. Termasuk penyakit kalaazar, leishmaniasis endemik pada daerah mediteranian.
  • 70.
     Daur hidup:mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur – larva – pupa - dewasa (Fase telur 6-12 hari, fase larva 25-35 hari, fase pupa 6-14 hari. Telur sampai dewasa memerlukan waktu 5-9 minggu).
  • 71.
     Famili Cerathopogonidae Genus Culicoides (Midges, Biting Midges) Morfologi dan lingkaran hidup:  Bentuk badan kecil 1-1,5mm dan berwarna tengguli atau hitam.  Thorax sedikit bongkok dan menonjol ke atas kepala.  Sayap agak sempit, tanpa sisik tetapi banyak rambut dan terletak datar di atas tubuh bila dalam keadaan istirahat.  Tempat perindukannya di rawa-rawa, dalam air tawar, air payau, dan daerah hutan.
  • 72.
     Mulut mempunyaialat seperti pisau dan berfungsi untuk memotong.  Fase telur 2-3 hari, larva 1-12 hari, pupa 3-5 hari  Hanya lalat betina yang menghisap darah,jantan menghisap cairan tumbuh-tumbuhan  Genus Culicoides (Biting Midges) merupakan vektor penyakit Acanthochoilonemiasis yang daerah penyebarannya yaitu Afrika dan Amerika Latin.dan Mansonella ozzardi
  • 74.
     Sebuah Artropoda(terbang hitam atau nyamuk menggigit) akan mengambil makan darah dari manusia dan akan memasukkan ketiga larva stadium filaria ke dalam inang manusia.  Larva akan menjadi dewasa dan akan mendiami jaringan subkutan.  Orang dewasa akan kawin dan menghasilkan mikrofilaria terhunus. mikrofilaria ini akan masuk ke aliran darah.  Sebuah Artropoda tidak akan mengambil makan darah dari manusia yang terinfeksi dan menelan mikrofilaria itu.
  • 75.
     Pada arthropodatersebut, mikrofilaria akan melakukan perjalanan dari midgut ke otot-otot dada.  Pada otot dada, mikrofilaria akan berkembang menjadi larva tahap pertama.  Kemudian, mikrofilaria akan semakin berkembang menjadi larva stadium ketiga.  Larva tahap ketiga akan melakukan perjalanan dari otot- otot dada ke belalai di arthropoda itu. Ini adalah tahap di mana arthropoda dapat menginfeksi manusia ketika mengambil makan darah.