PARADIGMA SEHAT VS PARADIGMA SAKIT
Wujudkan Gen_TABS Indonesia
MANTABS-JOSH
PARADIGMA
PARADIGMA
Cara Pandang
Pola Pikir
Cara Bertindak
SEHAT
6
SEHAT
Sehat adalah keadaan sejahtera fisik, mental
dan sosial serta tidak hanya keadaan bebas
dari penyakit dan cacat belaka
World Health Organization (WHO) 1948
keadaan sehat, baik secara fisik, mental,
spritual maupun sosial yang memungkinkan
setiap orang untuk hidup produktif secara
sosial dan ekonomis.
UU Kesehatan no 36, 2009
WORLD HEALTH
ORGANIZATION
Sehat adalah keadaan relatif seimbang antara
tubuh dan fungsinya sebagai hasil dari
penyesuaian yang dinamis terhadap hal-hal
yang dapat menganggunya.
W.H. Perkins, 1938
7
PARADIGMA KEKUATAN YANG
MEMPENGARUHI KESEHATAN
(H.L. Blum)
KESEHATAN
UKURAN PANAH MENUNJUKKAN PERBANDINGAN BESARNYA PENGARUH
Paradigma SEHAT
Cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang
bersifat holistik, proaktif antisipatif, dengan melihat masalah
kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak
faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu wilayah
yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan
perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan
bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit.
(Soejoeti, 2005)
Paradigma SEHAT
Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama
terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi
kesehatan, memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk
menjaga agar yang sehat tetap sehat namun tetap mengupayakan
yang sakit segera sehat. Pada prinsipnya kebijakan tersebut
menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan
kesehatan daripada mengobati penyakit. (Soejoeti, 2005)
Paradigma Sehat menurut SK Menkes
Pemikiran dasar sehat, berorientasi pada peningkatan dan
perlindungan penduduk sehat dan bukan hanya
penyembuhan orang sakit, sehingga kebijakan lebih
ditekankan pada upaya promotif dan preventif dengan
maksud melindungi dan meningkatkan orang sehat
menjadi lebih sehat dan lebih produktif serta tidak jatuh
sakit karena adanya upaya preventif.
Sehingga perlu diupayakan semua policy pemerintah selalu
berwawasan kesehatan dengan mottonya menjadi
“Pembangunan Berwawasan Kesehatan”
11
PENYAKIT DAN SAKIT
PENYAKIT (disease)
Gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses
biologis atau psikofisiologis seseorang
Obyektif berdasarkan ilmu kedokteran
SAKIT (illness)
Reaksi personal, interpersonal, serta kultural
terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman
(hal yang dialami dan juga arti/maknanya)
Subyektif berdasarkan yang dirasakan
Konsep Sehat-Sakit Masyarakat
Penyakit (Disease)
Sakit (Illness)
Tak Hadir
(Not Present)
Hadir
(Present)
Tak Dirasa
(Not Perceived)
1 2
Dirasa
(Perceived)
3 4
Teori Perilaku Sakit (Mechanics)
 Tujuan Mempelajari :
 Memahami faktor (fisik, sosial dan mental) yang
menghasilkan kondisi sakit
 Menentukan determinan faktor penerimaan gejala
penyakit
 Menjelaskan bagaimana individu dengan kondisi
sakit dapat mengatasi, sementara orang lain
dengan kondisi yang lebih ringan justru
mengalami kesulitan sosial dan psikologis
Tahap Perilaku Sakit (Suchman)
Tahap I (Mengalami Gejala)
 Individu menyadari bahwa ”ada sesuatu yang salah ”,
mengenali sensasi atau keterbatasan fungsi fisik
tetapi belum menduga diagnosa tertentu.
 Persepsi individu terhadap gejala (a) kesadaran
terhadap perubahan fisik (nyeri, benjolan); (b)
evaluasi terhadap perubahan yang terjadi dan
memutuskan apakah hal tersebut merupakan suatu
gejala penyakit; (c) respon emosional.
 Jika dianggap merupakan gejala penyakit dan
mengancam kehidupan  segera mencari
pertolongan.
Tahap II (Asumsi Tentang Peran Sakit)
 Jika gejala menetap atau semakin berat
 Orang yang sakit akan melakukan konfirmasi kepada
keluarga, orang terdekat atau kelompok sosial bahwa
ia benar-benar sakit sehingga harus diistirahatkan
dari kewajiban normalnya dan dari harapan terhadap
perannya.
 Menimbulkan perubahan emosional spt : menarik
diri/depresi, dan juga perubahan fisik
 awalnya menyangkal pentingnya intervensi dari
pelayanan kesehatan, sehingga menunda kontak
dengan sistem pelayanan kesehatan  jika gejala
menetap dan semakin memberat maka akan segera
kontak dengan sistem pelayanan kesehatan dan
berubah menjadi seorang klien.
Tahap III (Kontakdengan Pelayanan
Kesehatan)
 Individu mulai berhubungan dengan fasilitas/
pelayanan kesehatan
 Sesuai dengan penetahuan, pengalaman, serta
informasi yang didapat
 Fasilitas kesehatan yang dipilih bisa dukun, sinshe,
mantri, dokter atau dokter spesialis
Tahap IV (Ketergantungan Pasien)
 Pasien memutuskan bahwa untuk kembali sehat
dia harus tergantung dan pasrah kepada fasilitas
pengobatan
 Patuh terhadap pengobatan  berubah hak dan
kewajiban
TahapV (Penyembuhanatau Rehabilitasi)
 Individu melepaskan diri dari pengobatan
 Sembuh
 Cacat
Kelima tahap diatas tidak selalu ada pada semua
penyakit
Menghasilkan  Pola Perilaku Pencarian
Pelayanan Kesehatan (Health Seeking Behavior)
 Dewasa ini arah kebijakan pembangunan
kesehatan mengalami pergeseran :
ARAH KEBIJAKAN PEMERINTAH
PARADIGMA
SAKIT
PARADIGMA SEHAT
PENDEKATAN
NEED
PENDEKATAN
RIGHT BASE
ARAH KEBIJAKAN PEMERINTAH
KUTARIF
REHABILITASI
PARADIGMA
SEHAT
PARADIGMA
SAKIT
PROMOTIF
PREVENTIF
K O N S U M T I F I N V E S T A S I
HAK DASAR UNTUK
HIDUP SEHAT
ARAH KEBIJAKAN PEMERINTAH
PENDEKATAN
RIGHT BASE
Setiap orang berhak
atas akses pelayanan
kesehatan yang
bersifat:
 PUBLIC GOOD AND SERVICES
 PERPIHAK ORANG MISKIN
 MDG,s TH.2015
“ PENINGKATAN AKSES DAN KUALITAS
PELAYANAN KESEHATAN “
PEMBANGUNAN KESEHATAN
mengurangi kesenjangan status kesehatan,
gizi masyarakat antar wilayah, gender dan
status sosial terhadap pelayanan
kesehatan komprehensif dengan menitik
beratkan pada pendekatan
- promotif
- preventif
Peningkatan Kesehatan Ibu, Bayi dan
Balita
Perbaikan Status Gizi Masyarakat
Pengendalian Penyakit Menular dan
Tidak Menular dan Penyehatan
Lingkungan
Pemenuhan, Pengembangan dan
Pemberdayaan SDM Kesehatan
PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN
❶
❹
❸
❷
Peningkatan Ketersediaan, Pemerataan
Keterjangkauan, Keamanan, Mutu dan
Penggunaan/ pengawasan Obat dan Makanan
Pengembangan Sistem Jaminan Kesehatan
Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat an
Penanggulangan Bencana dan Krisis
Kesehatan
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Primer,
Sukerder dan Tersier
PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN
❽
❼
❻
❺
PROGRAM STRATEGIS DALAM PENINGKATAN
KUALITAS KESEHATAN DAN MENDUKUNG PENCAPAIAN MDGs
26
1. JAMKESMAS
2. JAMPERSAL
3. BOK
4. PKH PRESTASI
5. PNPM
GENERASI
PENINGKATAN
KUALITAS
KESEHATAN &
MENDUKUNG
PENCAPAIAN MDGs
PH Worker ???
27
Fasilitator : MAKNYUS
Minat
Aktif
Kreatif
Nyenengne
Ulet
Supel
 Pendekatan Andragogi
Strategi Promkes
•Assessment
•Edutainment
•Empowerment
•Social Support
•Advokasi
•Monev
 Kalah dengan Iklan Rokok ???
Public Health is a complex concept
and so we need to develop a
meaningful
Identifiable BRAND
Hugh H.Tilson MD, DrPH, Public Health Leadership Program, UNC
School of Public Health and Member of the Panel, IOM, 2008
“MIRACLE” BRAND
M MANAGING PUBLIC HEALTH POLICY& PROGRAM
EFFORTS
I INNOVATINGAPPROACHES – METHODSAND
PARADIGM
R RESEARCHING COMPREHENSIVE EVIDENCES
A APPRENTICING (OBSESSION) FOR PERFECTION
C COMMUNITARIAN (LIVEWITH-FROM-TO-BY)
L LEADING FOR A PUBLIC HEALTHVISION
E EDUCATINGALL FOR SELF RELIANCE IN HEALTHY
LIFE
.
.
.
One Health
Approach
MIRACLE
.
.
.
..
.
Asses Develop
Manage
Professionalism
Dibutuhkan
kepemimpinan
kesmas untuk
capai pekerjaan
keprofesian yang
bermutu
Kemampuan softskills
dan hardskills
keprofesian yang
menggerakkan SEMUA
UNSUR untuk
menyehatkan bangsa
Program2 UKM-
UKP yang
sinergistik yang
mudah diakses-
tersedia-efektif-
bermutu-efisien-
sinambung
.: Diskusi YuK!!!!:.
Identifikasi Persepsi Sehat-
Sakit yang ada di daerahmu
Diskusi & Questions
 Bagaimana karakteristik masyarakat sekitar?
(sekilas) petani/nelayan/pedagang, tingkat sos-
ek?
 Persepsi sehat-sakit masyarakat setempat?
 Pola pencarian pelayanan kesehatan bagaimana?
 Spesifik :
 Muncar: bagaimana persepsi secara umum?
 Jombang: bagian/ sebelah mana?
 Desa Gapura, suku Madura, kab, kecamatan mana?

ikma.2016.pddUNAIRBWI.ac.id

  • 1.
    PARADIGMA SEHAT VSPARADIGMA SAKIT
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    6 SEHAT Sehat adalah keadaansejahtera fisik, mental dan sosial serta tidak hanya keadaan bebas dari penyakit dan cacat belaka World Health Organization (WHO) 1948 keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. UU Kesehatan no 36, 2009 WORLD HEALTH ORGANIZATION Sehat adalah keadaan relatif seimbang antara tubuh dan fungsinya sebagai hasil dari penyesuaian yang dinamis terhadap hal-hal yang dapat menganggunya. W.H. Perkins, 1938
  • 7.
    7 PARADIGMA KEKUATAN YANG MEMPENGARUHIKESEHATAN (H.L. Blum) KESEHATAN UKURAN PANAH MENUNJUKKAN PERBANDINGAN BESARNYA PENGARUH
  • 8.
    Paradigma SEHAT Cara pandangatau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, proaktif antisipatif, dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit. (Soejoeti, 2005)
  • 9.
    Paradigma SEHAT Pada intinyaparadigma sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan, memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun tetap mengupayakan yang sakit segera sehat. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan daripada mengobati penyakit. (Soejoeti, 2005)
  • 10.
    Paradigma Sehat menurutSK Menkes Pemikiran dasar sehat, berorientasi pada peningkatan dan perlindungan penduduk sehat dan bukan hanya penyembuhan orang sakit, sehingga kebijakan lebih ditekankan pada upaya promotif dan preventif dengan maksud melindungi dan meningkatkan orang sehat menjadi lebih sehat dan lebih produktif serta tidak jatuh sakit karena adanya upaya preventif. Sehingga perlu diupayakan semua policy pemerintah selalu berwawasan kesehatan dengan mottonya menjadi “Pembangunan Berwawasan Kesehatan”
  • 11.
    11 PENYAKIT DAN SAKIT PENYAKIT(disease) Gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologis atau psikofisiologis seseorang Obyektif berdasarkan ilmu kedokteran SAKIT (illness) Reaksi personal, interpersonal, serta kultural terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman (hal yang dialami dan juga arti/maknanya) Subyektif berdasarkan yang dirasakan
  • 12.
    Konsep Sehat-Sakit Masyarakat Penyakit(Disease) Sakit (Illness) Tak Hadir (Not Present) Hadir (Present) Tak Dirasa (Not Perceived) 1 2 Dirasa (Perceived) 3 4
  • 13.
    Teori Perilaku Sakit(Mechanics)  Tujuan Mempelajari :  Memahami faktor (fisik, sosial dan mental) yang menghasilkan kondisi sakit  Menentukan determinan faktor penerimaan gejala penyakit  Menjelaskan bagaimana individu dengan kondisi sakit dapat mengatasi, sementara orang lain dengan kondisi yang lebih ringan justru mengalami kesulitan sosial dan psikologis
  • 14.
  • 15.
    Tahap I (MengalamiGejala)  Individu menyadari bahwa ”ada sesuatu yang salah ”, mengenali sensasi atau keterbatasan fungsi fisik tetapi belum menduga diagnosa tertentu.  Persepsi individu terhadap gejala (a) kesadaran terhadap perubahan fisik (nyeri, benjolan); (b) evaluasi terhadap perubahan yang terjadi dan memutuskan apakah hal tersebut merupakan suatu gejala penyakit; (c) respon emosional.  Jika dianggap merupakan gejala penyakit dan mengancam kehidupan  segera mencari pertolongan.
  • 16.
    Tahap II (AsumsiTentang Peran Sakit)  Jika gejala menetap atau semakin berat  Orang yang sakit akan melakukan konfirmasi kepada keluarga, orang terdekat atau kelompok sosial bahwa ia benar-benar sakit sehingga harus diistirahatkan dari kewajiban normalnya dan dari harapan terhadap perannya.  Menimbulkan perubahan emosional spt : menarik diri/depresi, dan juga perubahan fisik  awalnya menyangkal pentingnya intervensi dari pelayanan kesehatan, sehingga menunda kontak dengan sistem pelayanan kesehatan  jika gejala menetap dan semakin memberat maka akan segera kontak dengan sistem pelayanan kesehatan dan berubah menjadi seorang klien.
  • 17.
    Tahap III (KontakdenganPelayanan Kesehatan)  Individu mulai berhubungan dengan fasilitas/ pelayanan kesehatan  Sesuai dengan penetahuan, pengalaman, serta informasi yang didapat  Fasilitas kesehatan yang dipilih bisa dukun, sinshe, mantri, dokter atau dokter spesialis
  • 18.
    Tahap IV (KetergantunganPasien)  Pasien memutuskan bahwa untuk kembali sehat dia harus tergantung dan pasrah kepada fasilitas pengobatan  Patuh terhadap pengobatan  berubah hak dan kewajiban
  • 19.
    TahapV (Penyembuhanatau Rehabilitasi) Individu melepaskan diri dari pengobatan  Sembuh  Cacat Kelima tahap diatas tidak selalu ada pada semua penyakit Menghasilkan  Pola Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan (Health Seeking Behavior)
  • 20.
     Dewasa iniarah kebijakan pembangunan kesehatan mengalami pergeseran : ARAH KEBIJAKAN PEMERINTAH PARADIGMA SAKIT PARADIGMA SEHAT PENDEKATAN NEED PENDEKATAN RIGHT BASE
  • 21.
  • 22.
    HAK DASAR UNTUK HIDUPSEHAT ARAH KEBIJAKAN PEMERINTAH PENDEKATAN RIGHT BASE Setiap orang berhak atas akses pelayanan kesehatan yang bersifat:  PUBLIC GOOD AND SERVICES  PERPIHAK ORANG MISKIN  MDG,s TH.2015
  • 23.
    “ PENINGKATAN AKSESDAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN “ PEMBANGUNAN KESEHATAN mengurangi kesenjangan status kesehatan, gizi masyarakat antar wilayah, gender dan status sosial terhadap pelayanan kesehatan komprehensif dengan menitik beratkan pada pendekatan - promotif - preventif
  • 24.
    Peningkatan Kesehatan Ibu,Bayi dan Balita Perbaikan Status Gizi Masyarakat Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemenuhan, Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN ❶ ❹ ❸ ❷
  • 25.
    Peningkatan Ketersediaan, Pemerataan Keterjangkauan,Keamanan, Mutu dan Penggunaan/ pengawasan Obat dan Makanan Pengembangan Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat an Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Primer, Sukerder dan Tersier PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN ❽ ❼ ❻ ❺
  • 26.
    PROGRAM STRATEGIS DALAMPENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN DAN MENDUKUNG PENCAPAIAN MDGs 26 1. JAMKESMAS 2. JAMPERSAL 3. BOK 4. PKH PRESTASI 5. PNPM GENERASI PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN & MENDUKUNG PENCAPAIAN MDGs
  • 27.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    Public Health isa complex concept and so we need to develop a meaningful Identifiable BRAND Hugh H.Tilson MD, DrPH, Public Health Leadership Program, UNC School of Public Health and Member of the Panel, IOM, 2008
  • 31.
    “MIRACLE” BRAND M MANAGINGPUBLIC HEALTH POLICY& PROGRAM EFFORTS I INNOVATINGAPPROACHES – METHODSAND PARADIGM R RESEARCHING COMPREHENSIVE EVIDENCES A APPRENTICING (OBSESSION) FOR PERFECTION C COMMUNITARIAN (LIVEWITH-FROM-TO-BY) L LEADING FOR A PUBLIC HEALTHVISION E EDUCATINGALL FOR SELF RELIANCE IN HEALTHY LIFE
  • 32.
    . . . One Health Approach MIRACLE . . . .. . Asses Develop Manage Professionalism Dibutuhkan kepemimpinan kesmasuntuk capai pekerjaan keprofesian yang bermutu Kemampuan softskills dan hardskills keprofesian yang menggerakkan SEMUA UNSUR untuk menyehatkan bangsa Program2 UKM- UKP yang sinergistik yang mudah diakses- tersedia-efektif- bermutu-efisien- sinambung
  • 34.
    .: Diskusi YuK!!!!:. IdentifikasiPersepsi Sehat- Sakit yang ada di daerahmu
  • 35.
    Diskusi & Questions Bagaimana karakteristik masyarakat sekitar? (sekilas) petani/nelayan/pedagang, tingkat sos- ek?  Persepsi sehat-sakit masyarakat setempat?  Pola pencarian pelayanan kesehatan bagaimana?  Spesifik :  Muncar: bagaimana persepsi secara umum?  Jombang: bagian/ sebelah mana?  Desa Gapura, suku Madura, kab, kecamatan mana?