Profil sman 110



               By
              Amir
              Ade
              Fatur
Alamat sman 110 jl bendunga
melayu utara kec. Koja jakarta
• Sebelumnya, keberadaan SMAN 110 diawali dengan berdirinya
  Sekolah Pendidikan Guru (SPG) tahun 1972 dibawah pimpinan Drs
  H P Harahap yang beralamat di Jalan Mahoni 44, Kecamatan Koja,
  Jakarta Utara. Dua tahun kemudian, yaitu tahun 1974, SPG yang
  tadinya berstatus swasta menjadi filial, yaitu SPG 2 Filial. Baru
  tahun 1978, SPG 2 Filial memperoleh status mandiri menjadi SPG 4
  Jakarta.
• Seiring dengan statusnya yang telah menjadi SPG mendiri, animo
  masyarakat untuk masuk ke SPG di wilayah Jakarta Utara semakin
  meningkat. Atas dasar itulah, para guru di bawah pimpinan Bpk Drs
  H P Harahap bersama instansi terkait mencari lahan untuk
  pengembangan gedung baru sekolah.
• Tahun 1979 pengembangan gedung baru SPG 4 dimulai di wilayah
  Plumpang Jakarta Utara dengan luas tanah 22.500m dan 23 ruang
  belajar lengkap dengan sarana pendukung lainnya.
• Memasuki tahun 1982, SPG beralih fungsi menjadi SMA dan
  seluruh kegiatan sekolah di pusatkan di Jalan Bendungan Melayu,
  Plumpang, Jakarta Utara, yang cukup sejuk, tenang karena jauh
  dari kebisingan. Namun demikian, masih ada kendala yang cukup
  mengganjal, yaitu jalan masuk dari jalan raya ke sekolah yang
  belum layak.
• Melalui berbagai perjuangan Bpk Drs AY Gino Mahyohadi MPd,
  pimpinan SMA 110, gedung bangunan lama satu lantai direnovasi
  menjadi bangunan baru lantai 3 dalam 3 tahapan yang terdiri atas
  19 ruang kelas dan sarana lainnya dengan misi dan visi yang jelas
  dengan menitikberatkan pada peningkatan mutu.
• Dilanjutkan perjuangan Bpk Rs H Slamet Prawirohartono MM,
  disamping melanjutkan program yang dirancang oleh kepala
  sekolah sebelumnya, Bpk Drs AY Gino Mahyohadi MPd, dalam
  peningkatan mutu, beliau menginginkan sekolah yang bersih,
  rindang, aman, dan nyaman, memiliki peningkatan SDM, dan
  penertiban administrasi sekolah.
• Berkat perjuangan yang cukup gigih semua komponen sekolah,
  mulai tahun pelajaran 2003-2004 SMAN 110 Jakarta ditunjuk
  sebagai Sekolah Unggulan Jakarta Utara dengan meraih hasil
  Akreditasi A.
• Periode berikutnya 2005-2007, Sekolah ini dipimpin oleh Ibu Dra.
  Maria Gunarwati M.Pd. Selain melanjutkan program yang telah
  dirancang oleh Bpk Drs. H. Slamet Prawirodiharjo, M.M., beliau juga
  berusaha meningkatkan mutu SDM SMA 110 yaitu dengan
  mengadakan pelatihan IT dan Bahasa Inggris.
• Periode berikutnya, 2007-2008 dipimpin oleh Dra. H. Nuraini M.Pd.
  Beliau melanjutkan program sebelumnya. Periode beliau sangat
  pendek, kurang dari 1 tahun.
• Mulai tahun 2008 s.d. 2010, SMAN 110 dipimpin oleh Ibu Dra. Een
  Heraena S., M.M. Selain melanjutkan program sebelumnya, beliau
  mengembangkan kegiatan seni serta sarana dan prasarana
  terutama pemanfaatan 7K (Ketertiban, Keamanan, Kebersihan,
  Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, Kesehatan).
• Tahun 2010, Ibu Dra. Een Heraena digantikan oleh Ibu Dra. Tuti
  Rahmani yang melanjutkan berbagai program yang telah dibuat
  sebelumnya. Saat ini SMA 110 melanjutkan status akreditas A
  dengan nilai yang memuaskan. Semuanya berkat perjuangan dan
  dukungan para insan di SMA Negeri 110.
Ruangan :
•   Ruang Belajar
•   Ruang Perpustakaan
•   Ruang BK
•   Ruang Laboratorium
•   Ruang Komputer
•   Ruang Lab Bahasa
•   Ruang UKS
•   Ruang OSIS
•   Ruang Media/audiovisual
•   Ruang Ibadah
•   Dll.
Kurikulum :
•   SMA Negeri 110 Jakarta menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
    kepada setiap siswa-siswi yang bersekolah di SMA Negeri 110 Jakarta, sebagai
    pengganti atas Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
•   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional
    pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan
    pendidikan. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20
    Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik
    Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan
    KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2006/2007 dengan mengacu pada Standar
    Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk pendidikan dasar dan menengah
    sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
    masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan
    Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.
•   Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Standar Isi,
    namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan
    kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan
    pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender
    pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24
    Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan.
Visi, Misi, dan Tujuan :
VISI
• Unggul dalam mutu, prestasi dalam kreasi, teguh imam dan taqwa
  dalam menghadapi era globalisasi.
MISI
• Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar
• Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia warga SMA 110.
• Meningkatkan Kualitas Kinerja.
• Meningkatkan Kualitas Pengembangan diri.
• Meningkatkan pelaksanaan Imtaq dan Ipteq.
• Meningkatkan penguasaan bahasa asing.
• Meningkatkan penguasaan teknologi dan informasi.
TUJUAN SEKOLAH
• Tersusunnya KTSP yang sempurna yang sudah
  ditandatangani pejabat.
• Meningkatkan kualitas pendidikan ke jenjang yang lebih
  tinggi baik formal maupun formal.
• Meningkatkan Team Work yang solid.
• Meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan.
• Meningkatkan pelaksanaan kegiatan eskul.
• Menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa.
• Menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam Ipteq.
Ekstrakulikuler :

•   OSIS
•   TAEKWONDO
•   FUTSAL
•   PRAMUKA
•   PMR
•   PENCAK SILAT
•   PASKIBRA
•   ROHIS

hafiz

  • 1.
    Profil sman 110 By Amir Ade Fatur
  • 2.
    Alamat sman 110jl bendunga melayu utara kec. Koja jakarta • Sebelumnya, keberadaan SMAN 110 diawali dengan berdirinya Sekolah Pendidikan Guru (SPG) tahun 1972 dibawah pimpinan Drs H P Harahap yang beralamat di Jalan Mahoni 44, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Dua tahun kemudian, yaitu tahun 1974, SPG yang tadinya berstatus swasta menjadi filial, yaitu SPG 2 Filial. Baru tahun 1978, SPG 2 Filial memperoleh status mandiri menjadi SPG 4 Jakarta. • Seiring dengan statusnya yang telah menjadi SPG mendiri, animo masyarakat untuk masuk ke SPG di wilayah Jakarta Utara semakin meningkat. Atas dasar itulah, para guru di bawah pimpinan Bpk Drs H P Harahap bersama instansi terkait mencari lahan untuk pengembangan gedung baru sekolah.
  • 3.
    • Tahun 1979pengembangan gedung baru SPG 4 dimulai di wilayah Plumpang Jakarta Utara dengan luas tanah 22.500m dan 23 ruang belajar lengkap dengan sarana pendukung lainnya. • Memasuki tahun 1982, SPG beralih fungsi menjadi SMA dan seluruh kegiatan sekolah di pusatkan di Jalan Bendungan Melayu, Plumpang, Jakarta Utara, yang cukup sejuk, tenang karena jauh dari kebisingan. Namun demikian, masih ada kendala yang cukup mengganjal, yaitu jalan masuk dari jalan raya ke sekolah yang belum layak. • Melalui berbagai perjuangan Bpk Drs AY Gino Mahyohadi MPd, pimpinan SMA 110, gedung bangunan lama satu lantai direnovasi menjadi bangunan baru lantai 3 dalam 3 tahapan yang terdiri atas 19 ruang kelas dan sarana lainnya dengan misi dan visi yang jelas dengan menitikberatkan pada peningkatan mutu.
  • 4.
    • Dilanjutkan perjuanganBpk Rs H Slamet Prawirohartono MM, disamping melanjutkan program yang dirancang oleh kepala sekolah sebelumnya, Bpk Drs AY Gino Mahyohadi MPd, dalam peningkatan mutu, beliau menginginkan sekolah yang bersih, rindang, aman, dan nyaman, memiliki peningkatan SDM, dan penertiban administrasi sekolah. • Berkat perjuangan yang cukup gigih semua komponen sekolah, mulai tahun pelajaran 2003-2004 SMAN 110 Jakarta ditunjuk sebagai Sekolah Unggulan Jakarta Utara dengan meraih hasil Akreditasi A. • Periode berikutnya 2005-2007, Sekolah ini dipimpin oleh Ibu Dra. Maria Gunarwati M.Pd. Selain melanjutkan program yang telah dirancang oleh Bpk Drs. H. Slamet Prawirodiharjo, M.M., beliau juga berusaha meningkatkan mutu SDM SMA 110 yaitu dengan mengadakan pelatihan IT dan Bahasa Inggris.
  • 5.
    • Periode berikutnya,2007-2008 dipimpin oleh Dra. H. Nuraini M.Pd. Beliau melanjutkan program sebelumnya. Periode beliau sangat pendek, kurang dari 1 tahun. • Mulai tahun 2008 s.d. 2010, SMAN 110 dipimpin oleh Ibu Dra. Een Heraena S., M.M. Selain melanjutkan program sebelumnya, beliau mengembangkan kegiatan seni serta sarana dan prasarana terutama pemanfaatan 7K (Ketertiban, Keamanan, Kebersihan, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, Kesehatan). • Tahun 2010, Ibu Dra. Een Heraena digantikan oleh Ibu Dra. Tuti Rahmani yang melanjutkan berbagai program yang telah dibuat sebelumnya. Saat ini SMA 110 melanjutkan status akreditas A dengan nilai yang memuaskan. Semuanya berkat perjuangan dan dukungan para insan di SMA Negeri 110.
  • 6.
    Ruangan : • Ruang Belajar • Ruang Perpustakaan • Ruang BK • Ruang Laboratorium • Ruang Komputer • Ruang Lab Bahasa • Ruang UKS • Ruang OSIS • Ruang Media/audiovisual • Ruang Ibadah • Dll.
  • 7.
    Kurikulum : • SMA Negeri 110 Jakarta menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kepada setiap siswa-siswi yang bersekolah di SMA Negeri 110 Jakarta, sebagai pengganti atas Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2006/2007 dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP. • Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Standar Isi, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan.
  • 8.
    Visi, Misi, danTujuan : VISI • Unggul dalam mutu, prestasi dalam kreasi, teguh imam dan taqwa dalam menghadapi era globalisasi. MISI • Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar • Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia warga SMA 110. • Meningkatkan Kualitas Kinerja. • Meningkatkan Kualitas Pengembangan diri. • Meningkatkan pelaksanaan Imtaq dan Ipteq. • Meningkatkan penguasaan bahasa asing. • Meningkatkan penguasaan teknologi dan informasi.
  • 9.
    TUJUAN SEKOLAH • TersusunnyaKTSP yang sempurna yang sudah ditandatangani pejabat. • Meningkatkan kualitas pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi baik formal maupun formal. • Meningkatkan Team Work yang solid. • Meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan. • Meningkatkan pelaksanaan kegiatan eskul. • Menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa. • Menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam Ipteq.
  • 10.
    Ekstrakulikuler : • OSIS • TAEKWONDO • FUTSAL • PRAMUKA • PMR • PENCAK SILAT • PASKIBRA • ROHIS