GOOD
MANUFACTURING
PRACTICE
(GMP)
Lysa Regitha Septiani (2210612053)
Pengertian GMP
Good Manufacturing Practices adalah suatu pedoman cara
memproduksi pangan yang baik dengan tujuan agar
produsen menghasilkan produk yang bermutu sesuai
tuntutan konsumen, yang berarti produk tersebut terjamin
mutunya dan aman dikonsumsi.
• Menghasilkan pangan olahan yg bermutu, aman untuk
dikonsumsi dan sesuai dengan tuntutan konsumen
• Mendorong industri pengolahan pangan agar
bertanggung jawab terhadap mutu dan keamanan
produk yang dihasilkan
• Meningkatkan daya saing industri pengolahan pangan,
dan
• Meningkatkan produktifitas dan efisiensi industri
pengolahan pangan
Tujuan Good
Manufacturing Practice
Ruang Lingkup
• Lokasi
• Bangunan
• Fasilitas sanitasi
• Mesin dan peralatan
• Bahan
• Pengawasan proses
• Produk akhir
• Laboratorium
• Karyawan
• Pengemas
• Pengemas
• Label dan keterangan Produk
• Penyimpanan
• Pemeliharaan dan Program
sanitasi
• Pengangkutan
• Dokumentasi dan Pencatatan
• Pelatihan
• Penarikan produk dan
• Pelaksanaan pedoman
Kegunaan penerapan GMP bagi pelaku
usaha/perusahaan/industri :
• Memproduksi dan menyediakan makanan yang aman
dan layak bagi konsumen.
• Memberikan informasi yang jelas dan mudah
dimengerti kepada masyarakat untuk melindungi
makanan terhadap kontaminasi dan kerusakan
• Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan
dunia internasional terhadap makanan yang
diproduksi.
Kegunaan Penerapan GMP
Kegunaan penerapan GMP bagi lembaga terkait/pemerintah :
• Melindungi konsumen dari penyakit atau kerugian yang
diakibatkan oleh makanan yang tidak memenuhi
persyaratan.
• Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa makanan
yang dikonsumsi merupakan makanan yang layak.
Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan
terhadap makanan yang diperdagangkan secara
internasional.
• Memberikan bahan acuan dalam program pendidikan
kesehatan dibidang makanan kepada industri dan
konsumen.
Selanjutnya dalam upaya menjaga komitmen serta mempertahankan
penerapan GMP secara kontinyu harus dilakukan pengawasan dan
penilaian dari Tim Gugus Mutu/Instansi/Lembaga terkait berdasarkan
kriteria yang telah diatur dalam persyaratan GMP dengan kriteria sebagai
berikut :
• Penyimpangan minor = penyimpangan yang mengind/kasikan apabila
tidak dipenuhi mempunyai potensi yang kurang berpengaruh
terhadap keamanan produk
• Penyimpangan mayor = penyimpangan yang mengindikasikan apabila
tidak dipenuhi akan mempunyai potensi yang berpengaruh terhadap
keamanan pangan
• Penyimpangan kritis = penyimpangan yang mengindikasikan apabila
tidak dipenuhi akan mempengaruhi keamanan produk secara
langsung.
TERIMA KASIH

Good Manufacturing Practice (GMP) .pptx

  • 1.
  • 2.
    Pengertian GMP Good ManufacturingPractices adalah suatu pedoman cara memproduksi pangan yang baik dengan tujuan agar produsen menghasilkan produk yang bermutu sesuai tuntutan konsumen, yang berarti produk tersebut terjamin mutunya dan aman dikonsumsi.
  • 3.
    • Menghasilkan panganolahan yg bermutu, aman untuk dikonsumsi dan sesuai dengan tuntutan konsumen • Mendorong industri pengolahan pangan agar bertanggung jawab terhadap mutu dan keamanan produk yang dihasilkan • Meningkatkan daya saing industri pengolahan pangan, dan • Meningkatkan produktifitas dan efisiensi industri pengolahan pangan Tujuan Good Manufacturing Practice
  • 4.
    Ruang Lingkup • Lokasi •Bangunan • Fasilitas sanitasi • Mesin dan peralatan • Bahan • Pengawasan proses • Produk akhir • Laboratorium • Karyawan • Pengemas • Pengemas • Label dan keterangan Produk • Penyimpanan • Pemeliharaan dan Program sanitasi • Pengangkutan • Dokumentasi dan Pencatatan • Pelatihan • Penarikan produk dan • Pelaksanaan pedoman
  • 5.
    Kegunaan penerapan GMPbagi pelaku usaha/perusahaan/industri : • Memproduksi dan menyediakan makanan yang aman dan layak bagi konsumen. • Memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada masyarakat untuk melindungi makanan terhadap kontaminasi dan kerusakan • Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap makanan yang diproduksi. Kegunaan Penerapan GMP
  • 6.
    Kegunaan penerapan GMPbagi lembaga terkait/pemerintah : • Melindungi konsumen dari penyakit atau kerugian yang diakibatkan oleh makanan yang tidak memenuhi persyaratan. • Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan makanan yang layak. Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan terhadap makanan yang diperdagangkan secara internasional. • Memberikan bahan acuan dalam program pendidikan kesehatan dibidang makanan kepada industri dan konsumen.
  • 7.
    Selanjutnya dalam upayamenjaga komitmen serta mempertahankan penerapan GMP secara kontinyu harus dilakukan pengawasan dan penilaian dari Tim Gugus Mutu/Instansi/Lembaga terkait berdasarkan kriteria yang telah diatur dalam persyaratan GMP dengan kriteria sebagai berikut : • Penyimpangan minor = penyimpangan yang mengind/kasikan apabila tidak dipenuhi mempunyai potensi yang kurang berpengaruh terhadap keamanan produk • Penyimpangan mayor = penyimpangan yang mengindikasikan apabila tidak dipenuhi akan mempunyai potensi yang berpengaruh terhadap keamanan pangan • Penyimpangan kritis = penyimpangan yang mengindikasikan apabila tidak dipenuhi akan mempengaruhi keamanan produk secara langsung.
  • 8.