DEFINISI FILSAFAT PERADILAN
•Filsafat Peradilan (Philosophy of Adjudication) tidak selalu menjadi istilah
tunggal yang baku seperti Filsafat Hukum (Philosophy of Law/Jurisprudence),
tetapi ia merupakan cabang atau bagian penting dari Filsafat Hukum yang
secara spesifik berfokus pada ranah peradilan.
• Filsafat Peradilan adalah perenungan dan kajian filosofis yang mendalam
mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan proses, lembaga, dan
tujuan dari peradilan (pengadilan).
3.
RUANG LINGKUP FILSAFATPERADILAN
• Hakikat Keadilan, mempertanyakan: Apa makna sejati dari keadilan (justice)? Bagaimana
keadilan harus diterapkan dalam setiap putusan? Mengapa penegakan hukum (hukum positif)
terkadang berbenturan dengan rasa keadilan masyarakat?
• Peran dan Tanggung Jawab Hakim, mempertanyakan: Apa landasan filosofis, etika, dan moral
yang harus dimiliki seorang hakim? Bagaimana hakim harus menafsirkan dan menemukan
hukum, terutama dalam kasus-kasus sulit (misalnya, membuat putusan contra legem atau
bertentangan dengan undang-undang, yang harus didukung landasan filosofis yang kuat)?
• Tujuan Peradilan, mempertanyakan: Apa tujuan akhir dari sistem peradilan, selain menegakkan
kepastian hukum? Apakah itu ketertiban, kesejahteraan umum, atau kebebasan individu?
• Hubungan Hukum dan Moralitas, mempertanyakan: Sejauh mana nilai-nilai moral (etika) harus
menjadi pertimbangan dalam proses dan putusan peradilan?
• Integritas dan Independensi Peradilan, mempertanyakan: Kajian tentang prinsip-prinsip dasar
seperti independensi pengadilan dan imparsialitas, serta ancaman terhadapnya (seperti trial by
media atau contempt of court).
4.
PERBEDAAN DENGAN FILSAFATHUKUM
Aspek Filsafat Hukum Filsafat Peradilan
Cakupan Sangat luas (Makro). Mengkaji seluruh fenomena hukum, termasuk
pembentukan, hakikat, dan tujuan hukum secara universal.
Lebih spesifik (Mikro/Terapan). Fokus pada proses
nyata di pengadilan dan pengambilan keputusan
oleh aparaturnya.
Fokus Utama Hakikat Hukum. Menjawab pertanyaan fundamental: "Apa itu
hukum?", "Apa dasar kekuatan mengikat hukum?", dan "Apa
tujuan ideal hukum (Kepastian, Keadilan, Kemanfaatan)?"
Perwujudan Keadilan dalam Praktik. Menjawab
pertanyaan: "Bagaimana seharusnya hakim
menemukan dan menerapkan hukum?", "Apa
landasan filosofis putusan yang adil?", dan
"Bagaimana keadilan prosedural dan substantif
terwujud di pengadilan?"
Objek Kajian Norma hukum, sistem hukum, teori hukum, dan nilai-nilai
fundamental (Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Hukum).
Proses peradilan, pertimbangan hakim, penemuan
hukum, etika profesi hukum (Hakim, Jaksa,
Advokat), dan putusan pengadilan.
Orientasi Teoretis dan Konseptual. Berfungsi sebagai refleksi kritis terhadap
prinsip-prinsip hukum.
Praktis dan Aplikatif. Berfungsi sebagai panduan
filosofis bagi hakim dalam memutus perkara,
terutama saat menghadapi dilema hukum.
5.
MENGAPA LEMBAGA PERADILANPENTING?
• Lembaga peradilan sangat penting untuk ada karena merupakan pilar
utama dalam sebuah Negara Hukum (Rule of Law atau Rechtsstaat). Tanpa
adanya lembaga peradilan yang berfungsi dengan baik, prinsip-prinsip
hukum tidak akan pernah terwujud dalam praktik, dan masyarakat akan
kembali ke kondisi anarki. Lembaga peradilan adalah benteng terakhir
pertahanan keadilan dan ketertiban masyarakat. Tanpa itu, hukum hanya
akan menjadi teks di atas kertas yang tidak memiliki makna nyata.
• Beberapa alasan penting: Menjamin Penegakan Hukum dan Keadilan; Pilar
Kekuasaan yang Merdeka (Kekuasaan Yudikatif); dan Memberikan
Kepastian Hukum bagi Masyarakat.