SlideShare a Scribd company logo
Matkul : Perencanaan
Pembangunan
Pertanian Indonesia sedang mengalami krisis dengan jumlah talenta muda
yang terus menyusut. Pandangan dan stigma yang tidak menarik dari praktik
pertanian saat ini telah berkontribusi pada rendahnya minat generasi muda -
sebuah ironi di tengah-tengah bonus demografi yang dirasakan.
Sayangnya, potensi besar ini berada di tengah-tengah ironi karena negara ini
menghadapi krisis talenta pertanian. Sektor pertanian dan perkebunan
merupakan kontributor tertinggi dalam penyerapan tenaga kerja nasional, yaitu
29,9% dari total populasi produktif Indonesia.
Pertanian berperan dalam kontribusi ekonomi nasional, termasuk dalam ekspor produk
pertanian. Pertanian yang efisien dapat meningkatkan pendapatan negara dan stabilitas
ekonomi. Pertanian memiliki peranan penting dalam perkembangan bangsa, pertanian berperan
sebavai penyedia kebutuhan pokok pangan untuk seluluruh penduduk yang ada di Indonesia.
Indonesia adalah negara agraris.
Keberhasilan petani dalam produksinya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mendukung.
Petani akan dapat memproduksi hasil pertanian dengan baik jika berbagai kebutuhannya dapat
dipenuhi. Sehingga produksi untuk memenuhi Kebutuhan dalam negeri dapat tercukupi. Namun,
seiring perkembangan jaman Petani dihadapi berbagai permasalahan dalam proses produksi
yang dilakukannya. Permasalahan tersebut di pengaruhi oleh berbagai faktor yang menyebabkan
Kualitas produksi petani semakin menurun. Banyaknya permasalahan yang Dihadapi membuat
jumlah petani semakin menurun, sehingga menyebabkan krisis
petani di Indonesia.
Generasi muda sangat berperan penting di dalam pertanian, karena generasi muda akan
meneruskan bidang pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan di masa depan.
Namun, pada saat ini generasi muda enggan menggeluti bidang pertanian. Alasan generasi
muda enggan menggeluti budang pertanian adalah
1. Stigma bahwa pertanian adalah pekerjaan yang menguras fisik
2. Biaya usaha tani yang sangat besar dimulai dari bibjg, pupuk, obat-obatan, dll.
3.Sistem usaha tani yang masih terbelakang, masih menggunakan cara konvensional
4. Kerusakan Sumbersaya Alam, hal ini disebabkan lahan semula sebagai usaha tani dirubah
menjadi pemukiman penduduk dan lahan industri lainnya
5. Kurangnya motivasi petani dalam mendalami pertanian
Rencana Prioritas untuk pembangunan masa depan dalam mengatasi krisis generasi
muda dalam krisis pangan nasional adalah sebagai berikut :
1. Pendidikan dan Pelatihan: Memberikan akses yang lebih baik ke pendidikan dan
pelatihan di bidang pertanian kepada generasi muda. Ini termasuk pendidikan formal,
kursus pertanian, dan pelatihan keterampilan yang relevan.
2. Fasilitas dan Infrastruktur: Meningkatkan infrastruktur pertanian seperti irigasi, jalan,
gudang, dan pasar yang dapat membantu generasi muda mengelola usaha pertanian
dengan lebih efisien.
3. Akses ke Sumber Daya: Membantu generasi muda dalam mengakses tanah, modal,
benih, dan teknologi pertanian yang diperlukan untuk memulai dan mengelola usaha
pertanian.
Pendanaan dan Dukungan
Keuangan: Membangun program
dukungan keuangan seperti kredit
pertanian dengan suku bunga
yang terjangkau atau insentif pajak
untuk usaha pertanian yang
dimiliki oleh generasi muda.
Fasilitasi Pasar: Memfasilitasi
akses generasi muda ke pasar
yang adil dan menguntungkan
untuk produk pertanian
mereka, termasuk dukungan
dalam pemasaran dan
distribusi.
Inovasi dan Teknologi:
Mendorong penggunaan
teknologi pertanian terbaru
dan inovasi dalam praktik
pertanian untuk
meningkatkan produktivitas
dan efisiensi.
Kemitraan: Membangun kemitraan
dengan lembaga pendidikan,
sektor swasta, dan organisasi
pertanian untuk menyediakan
dukungan yang lebih
komprehensif kepada generasi
muda.
Pemahaman Pasar: Membantu
generasi muda memahami
peluang pasar, tren konsumen,
dan permintaan untuk
berbagai produk pertanian.
Keberlanjutan Lingkungan:
Mendorong praktik pertanian
yang berkelanjutan dan ramah
lingkungan untuk memastikan
pertanian yang
berkesinambungan bagi
generasi mendatang.
Komunitas dan Jaringan:
Membangun komunitas dan
jaringan antara generasi muda
petani untuk berbagi pengalaman,
ide, dan dukungan.
Kewirausahaan dan
Pengembangan Bisnis:
Memberikan pelatihan dalam
kewirausahaan dan
manajemen bisnis agar
generasi muda dapat
mengelola usaha pertanian
mereka dengan efektif.
Pengakuan dan Penghargaan:
Memberikan pengakuan dan
penghargaan kepada generasi
muda yang berhasil dalam
bidang pertanian untuk
memotivasi yang lain.
Suratha, I. K. (2015). Krisis petani berdampak pada ketahanan pangan
di Indonesia. Media Komunikasi Geografi, 16(1).
Karim, J. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Prioritas
Pembangunan Menggunakan Metode Promethee Pada Desa Ayula
Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo.
ILKOM Jurnal ilmiah, 10(1), 86-91.
https://www.google.com/amp/s/www.cnbcindonesia.com/opini/2023070
4141012-14-451144/mengatasi-krisis-regenerasi-di-sektor-pertanian-
indonesia/ampGenerasi muda sangat berperan penting di dalam
pertanian, karena generasi muda akan meneruskan bidang pertanian
guna mewujudkan ketahanan pangan di masa depan.

More Related Content

Similar to Evaluating Algebraic Expressions Quiz Presentation in Cream Green Yellow Nostalgic Handdrawn Style_20231009_075917_0000.pptx

MANAJEMEN_AGRIBISNIS_pptx (2).pptx
MANAJEMEN_AGRIBISNIS_pptx (2).pptxMANAJEMEN_AGRIBISNIS_pptx (2).pptx
MANAJEMEN_AGRIBISNIS_pptx (2).pptx
nelvameyriani1
 
ANCAMAN.pptx
ANCAMAN.pptxANCAMAN.pptx
ANCAMAN.pptx
RizkiMubarok6
 
MENGAJAK MASYARAKAT PETANI DARI LINGKUP SUBSISTEN KE AGRIBISNIS MELALUI SIAR...
MENGAJAK MASYARAKAT PETANI DARI LINGKUP SUBSISTEN KE AGRIBISNIS  MELALUI SIAR...MENGAJAK MASYARAKAT PETANI DARI LINGKUP SUBSISTEN KE AGRIBISNIS  MELALUI SIAR...
MENGAJAK MASYARAKAT PETANI DARI LINGKUP SUBSISTEN KE AGRIBISNIS MELALUI SIAR...
Simon Raharjo
 
ESEI PENGAJIAN AM: EKONOMI
ESEI PENGAJIAN AM: EKONOMIESEI PENGAJIAN AM: EKONOMI
ESEI PENGAJIAN AM: EKONOMI
NUR HUMAIRAH AMIRA
 
Week 10 peranan sektor pertanian yusinadia sekar sari 11140023 5 vma
Week 10 peranan sektor pertanian yusinadia sekar sari 11140023 5 vmaWeek 10 peranan sektor pertanian yusinadia sekar sari 11140023 5 vma
Week 10 peranan sektor pertanian yusinadia sekar sari 11140023 5 vma
Yusinadia Sekar Sari
 
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptxKelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
ghaibgp
 
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptxKelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
ghaibgp
 
pola pembiayaan usaha kecil pada tanaman sayuran
pola pembiayaan usaha kecil pada tanaman sayuranpola pembiayaan usaha kecil pada tanaman sayuran
pola pembiayaan usaha kecil pada tanaman sayuran
Veronica Silalahi II
 
DADAN RAMDAN_5009180033.pdf
DADAN RAMDAN_5009180033.pdfDADAN RAMDAN_5009180033.pdf
DADAN RAMDAN_5009180033.pdf
DadanRamdan17
 
MAKALAH PENGANTAR BISNIS .pdf
MAKALAH PENGANTAR BISNIS .pdfMAKALAH PENGANTAR BISNIS .pdf
MAKALAH PENGANTAR BISNIS .pdf
Syahdikin20
 
Charisma 11140935 peranan sektor pertanian
Charisma 11140935 peranan sektor pertanianCharisma 11140935 peranan sektor pertanian
Charisma 11140935 peranan sektor pertanian
Charisma Al-ma'arij
 
Perspektif Agribisnis
Perspektif AgribisnisPerspektif Agribisnis
Perspektif Agribisnis
BBPP_Batu
 
8. rumusan seminar
8. rumusan seminar8. rumusan seminar
8. rumusan seminarHenny Wijaya
 
8. rumusan seminar
8. rumusan seminar8. rumusan seminar
8. rumusan seminar
Henny Wijaya
 
COKELAT.des-feb 2014-INA
COKELAT.des-feb 2014-INACOKELAT.des-feb 2014-INA
COKELAT.des-feb 2014-INAIgor Rangga
 
Sukma, peranan sektor pertanian
Sukma, peranan sektor pertanianSukma, peranan sektor pertanian
Sukma, peranan sektor pertanian
Sukma Wijaya
 
17 tujuan pembangunan berkelanjutan
17 tujuan pembangunan berkelanjutan17 tujuan pembangunan berkelanjutan
17 tujuan pembangunan berkelanjutan
kikidarulazhar
 
Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan Pertanian Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan Pertanian Sri Wahyuni
 

Similar to Evaluating Algebraic Expressions Quiz Presentation in Cream Green Yellow Nostalgic Handdrawn Style_20231009_075917_0000.pptx (20)

MANAJEMEN_AGRIBISNIS_pptx (2).pptx
MANAJEMEN_AGRIBISNIS_pptx (2).pptxMANAJEMEN_AGRIBISNIS_pptx (2).pptx
MANAJEMEN_AGRIBISNIS_pptx (2).pptx
 
ANCAMAN.pptx
ANCAMAN.pptxANCAMAN.pptx
ANCAMAN.pptx
 
MENGAJAK MASYARAKAT PETANI DARI LINGKUP SUBSISTEN KE AGRIBISNIS MELALUI SIAR...
MENGAJAK MASYARAKAT PETANI DARI LINGKUP SUBSISTEN KE AGRIBISNIS  MELALUI SIAR...MENGAJAK MASYARAKAT PETANI DARI LINGKUP SUBSISTEN KE AGRIBISNIS  MELALUI SIAR...
MENGAJAK MASYARAKAT PETANI DARI LINGKUP SUBSISTEN KE AGRIBISNIS MELALUI SIAR...
 
ESEI PENGAJIAN AM: EKONOMI
ESEI PENGAJIAN AM: EKONOMIESEI PENGAJIAN AM: EKONOMI
ESEI PENGAJIAN AM: EKONOMI
 
Week 10 peranan sektor pertanian yusinadia sekar sari 11140023 5 vma
Week 10 peranan sektor pertanian yusinadia sekar sari 11140023 5 vmaWeek 10 peranan sektor pertanian yusinadia sekar sari 11140023 5 vma
Week 10 peranan sektor pertanian yusinadia sekar sari 11140023 5 vma
 
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptxKelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
 
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptxKelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
Kelompok Peng Ekonomi Kelompok 2.pptx
 
pola pembiayaan usaha kecil pada tanaman sayuran
pola pembiayaan usaha kecil pada tanaman sayuranpola pembiayaan usaha kecil pada tanaman sayuran
pola pembiayaan usaha kecil pada tanaman sayuran
 
DADAN RAMDAN_5009180033.pdf
DADAN RAMDAN_5009180033.pdfDADAN RAMDAN_5009180033.pdf
DADAN RAMDAN_5009180033.pdf
 
MAKALAH PENGANTAR BISNIS .pdf
MAKALAH PENGANTAR BISNIS .pdfMAKALAH PENGANTAR BISNIS .pdf
MAKALAH PENGANTAR BISNIS .pdf
 
Charisma 11140935 peranan sektor pertanian
Charisma 11140935 peranan sektor pertanianCharisma 11140935 peranan sektor pertanian
Charisma 11140935 peranan sektor pertanian
 
Perspektif Agribisnis
Perspektif AgribisnisPerspektif Agribisnis
Perspektif Agribisnis
 
8. rumusan seminar
8. rumusan seminar8. rumusan seminar
8. rumusan seminar
 
8. rumusan seminar
8. rumusan seminar8. rumusan seminar
8. rumusan seminar
 
1. agroindustri peluang dan kendala
1. agroindustri peluang dan kendala1. agroindustri peluang dan kendala
1. agroindustri peluang dan kendala
 
COKELAT.des-feb 2014-INA
COKELAT.des-feb 2014-INACOKELAT.des-feb 2014-INA
COKELAT.des-feb 2014-INA
 
Sukma, peranan sektor pertanian
Sukma, peranan sektor pertanianSukma, peranan sektor pertanian
Sukma, peranan sektor pertanian
 
Benih tugas
Benih tugasBenih tugas
Benih tugas
 
17 tujuan pembangunan berkelanjutan
17 tujuan pembangunan berkelanjutan17 tujuan pembangunan berkelanjutan
17 tujuan pembangunan berkelanjutan
 
Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan Pertanian Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan Pertanian
 

Recently uploaded

Akmen_14_Ppt - Akuntansi Manajemen Biaya Lingkungan.pptx
Akmen_14_Ppt - Akuntansi Manajemen Biaya Lingkungan.pptxAkmen_14_Ppt - Akuntansi Manajemen Biaya Lingkungan.pptx
Akmen_14_Ppt - Akuntansi Manajemen Biaya Lingkungan.pptx
mIswahyudi3
 
METODE PERT (PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUE).pptx
METODE PERT (PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUE).pptxMETODE PERT (PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUE).pptx
METODE PERT (PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUE).pptx
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU
 
Aplikasi Technology Acceptance Model (TAM)
Aplikasi Technology Acceptance Model (TAM)Aplikasi Technology Acceptance Model (TAM)
Aplikasi Technology Acceptance Model (TAM)
harisaputraa04
 
PKP-14-Sustainable-and-Intergerated-Reporting.pptx
PKP-14-Sustainable-and-Intergerated-Reporting.pptxPKP-14-Sustainable-and-Intergerated-Reporting.pptx
PKP-14-Sustainable-and-Intergerated-Reporting.pptx
Fani352110
 
PENGARUH INFLASI TERHADAP IMPOR BARANG DI INDONESIA
PENGARUH INFLASI TERHADAP IMPOR BARANG DI INDONESIAPENGARUH INFLASI TERHADAP IMPOR BARANG DI INDONESIA
PENGARUH INFLASI TERHADAP IMPOR BARANG DI INDONESIA
JhonSitumorang1
 
Ekonomi Mikro pertemuan 12 (permintaan terhadap faktor-faktor produksi)
Ekonomi Mikro pertemuan 12 (permintaan terhadap faktor-faktor produksi)Ekonomi Mikro pertemuan 12 (permintaan terhadap faktor-faktor produksi)
Ekonomi Mikro pertemuan 12 (permintaan terhadap faktor-faktor produksi)
ujang36
 

Recently uploaded (6)

Akmen_14_Ppt - Akuntansi Manajemen Biaya Lingkungan.pptx
Akmen_14_Ppt - Akuntansi Manajemen Biaya Lingkungan.pptxAkmen_14_Ppt - Akuntansi Manajemen Biaya Lingkungan.pptx
Akmen_14_Ppt - Akuntansi Manajemen Biaya Lingkungan.pptx
 
METODE PERT (PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUE).pptx
METODE PERT (PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUE).pptxMETODE PERT (PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUE).pptx
METODE PERT (PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUE).pptx
 
Aplikasi Technology Acceptance Model (TAM)
Aplikasi Technology Acceptance Model (TAM)Aplikasi Technology Acceptance Model (TAM)
Aplikasi Technology Acceptance Model (TAM)
 
PKP-14-Sustainable-and-Intergerated-Reporting.pptx
PKP-14-Sustainable-and-Intergerated-Reporting.pptxPKP-14-Sustainable-and-Intergerated-Reporting.pptx
PKP-14-Sustainable-and-Intergerated-Reporting.pptx
 
PENGARUH INFLASI TERHADAP IMPOR BARANG DI INDONESIA
PENGARUH INFLASI TERHADAP IMPOR BARANG DI INDONESIAPENGARUH INFLASI TERHADAP IMPOR BARANG DI INDONESIA
PENGARUH INFLASI TERHADAP IMPOR BARANG DI INDONESIA
 
Ekonomi Mikro pertemuan 12 (permintaan terhadap faktor-faktor produksi)
Ekonomi Mikro pertemuan 12 (permintaan terhadap faktor-faktor produksi)Ekonomi Mikro pertemuan 12 (permintaan terhadap faktor-faktor produksi)
Ekonomi Mikro pertemuan 12 (permintaan terhadap faktor-faktor produksi)
 

Evaluating Algebraic Expressions Quiz Presentation in Cream Green Yellow Nostalgic Handdrawn Style_20231009_075917_0000.pptx

  • 2.
  • 3. Pertanian Indonesia sedang mengalami krisis dengan jumlah talenta muda yang terus menyusut. Pandangan dan stigma yang tidak menarik dari praktik pertanian saat ini telah berkontribusi pada rendahnya minat generasi muda - sebuah ironi di tengah-tengah bonus demografi yang dirasakan. Sayangnya, potensi besar ini berada di tengah-tengah ironi karena negara ini menghadapi krisis talenta pertanian. Sektor pertanian dan perkebunan merupakan kontributor tertinggi dalam penyerapan tenaga kerja nasional, yaitu 29,9% dari total populasi produktif Indonesia.
  • 4. Pertanian berperan dalam kontribusi ekonomi nasional, termasuk dalam ekspor produk pertanian. Pertanian yang efisien dapat meningkatkan pendapatan negara dan stabilitas ekonomi. Pertanian memiliki peranan penting dalam perkembangan bangsa, pertanian berperan sebavai penyedia kebutuhan pokok pangan untuk seluluruh penduduk yang ada di Indonesia. Indonesia adalah negara agraris. Keberhasilan petani dalam produksinya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mendukung. Petani akan dapat memproduksi hasil pertanian dengan baik jika berbagai kebutuhannya dapat dipenuhi. Sehingga produksi untuk memenuhi Kebutuhan dalam negeri dapat tercukupi. Namun, seiring perkembangan jaman Petani dihadapi berbagai permasalahan dalam proses produksi yang dilakukannya. Permasalahan tersebut di pengaruhi oleh berbagai faktor yang menyebabkan Kualitas produksi petani semakin menurun. Banyaknya permasalahan yang Dihadapi membuat jumlah petani semakin menurun, sehingga menyebabkan krisis petani di Indonesia.
  • 5. Generasi muda sangat berperan penting di dalam pertanian, karena generasi muda akan meneruskan bidang pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan di masa depan. Namun, pada saat ini generasi muda enggan menggeluti bidang pertanian. Alasan generasi muda enggan menggeluti budang pertanian adalah 1. Stigma bahwa pertanian adalah pekerjaan yang menguras fisik 2. Biaya usaha tani yang sangat besar dimulai dari bibjg, pupuk, obat-obatan, dll. 3.Sistem usaha tani yang masih terbelakang, masih menggunakan cara konvensional 4. Kerusakan Sumbersaya Alam, hal ini disebabkan lahan semula sebagai usaha tani dirubah menjadi pemukiman penduduk dan lahan industri lainnya 5. Kurangnya motivasi petani dalam mendalami pertanian
  • 6. Rencana Prioritas untuk pembangunan masa depan dalam mengatasi krisis generasi muda dalam krisis pangan nasional adalah sebagai berikut : 1. Pendidikan dan Pelatihan: Memberikan akses yang lebih baik ke pendidikan dan pelatihan di bidang pertanian kepada generasi muda. Ini termasuk pendidikan formal, kursus pertanian, dan pelatihan keterampilan yang relevan. 2. Fasilitas dan Infrastruktur: Meningkatkan infrastruktur pertanian seperti irigasi, jalan, gudang, dan pasar yang dapat membantu generasi muda mengelola usaha pertanian dengan lebih efisien. 3. Akses ke Sumber Daya: Membantu generasi muda dalam mengakses tanah, modal, benih, dan teknologi pertanian yang diperlukan untuk memulai dan mengelola usaha pertanian.
  • 7. Pendanaan dan Dukungan Keuangan: Membangun program dukungan keuangan seperti kredit pertanian dengan suku bunga yang terjangkau atau insentif pajak untuk usaha pertanian yang dimiliki oleh generasi muda. Fasilitasi Pasar: Memfasilitasi akses generasi muda ke pasar yang adil dan menguntungkan untuk produk pertanian mereka, termasuk dukungan dalam pemasaran dan distribusi. Inovasi dan Teknologi: Mendorong penggunaan teknologi pertanian terbaru dan inovasi dalam praktik pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
  • 8. Kemitraan: Membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan, sektor swasta, dan organisasi pertanian untuk menyediakan dukungan yang lebih komprehensif kepada generasi muda. Pemahaman Pasar: Membantu generasi muda memahami peluang pasar, tren konsumen, dan permintaan untuk berbagai produk pertanian. Keberlanjutan Lingkungan: Mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk memastikan pertanian yang berkesinambungan bagi generasi mendatang.
  • 9. Komunitas dan Jaringan: Membangun komunitas dan jaringan antara generasi muda petani untuk berbagi pengalaman, ide, dan dukungan. Kewirausahaan dan Pengembangan Bisnis: Memberikan pelatihan dalam kewirausahaan dan manajemen bisnis agar generasi muda dapat mengelola usaha pertanian mereka dengan efektif. Pengakuan dan Penghargaan: Memberikan pengakuan dan penghargaan kepada generasi muda yang berhasil dalam bidang pertanian untuk memotivasi yang lain.
  • 10. Suratha, I. K. (2015). Krisis petani berdampak pada ketahanan pangan di Indonesia. Media Komunikasi Geografi, 16(1). Karim, J. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Prioritas Pembangunan Menggunakan Metode Promethee Pada Desa Ayula Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. ILKOM Jurnal ilmiah, 10(1), 86-91. https://www.google.com/amp/s/www.cnbcindonesia.com/opini/2023070 4141012-14-451144/mengatasi-krisis-regenerasi-di-sektor-pertanian- indonesia/ampGenerasi muda sangat berperan penting di dalam pertanian, karena generasi muda akan meneruskan bidang pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan di masa depan.