Bagong, seorang pemuda desa, bercita-cita membuka restoran bebek goreng menggunakan resep warisan dan optimis dapat menjual 36.000 porsi dalam tahun pertama dengan omzet Rp360 juta. Ia telah merencanakan kebutuhan seperti peralatan, tempat, bahan baku, dan meminjam uang untuk modal usaha. Dengan proyeksi biaya dan pendapatan yang telah dihitung, Bagong berusaha mencapai keuntungan dan mengelola aset serta kewajiban untuk keberlangsungan bisnisnya.