ELEMEN LANDSCAPE
Dalam merancang sebuah taman agar dapat berfungsi secara maksimal dan estetis, perlu
dilakukan pemilihan dan penataan secara detail terhadap elemenelemennya (Arifin, 2006).
Menurut Sulistyantara (2002) elemen taman, atau di sebut juga unsur taman, adalah apa saja
yang berkaitan dengan taman. Elemen taman dapat dibedakan berdasarkan karakter menjadi :
1) Material Lunak (soft material) Terdiri dari tanaman dan satwa yang ada di lahan maupun
yang diadakan pada taman. Manusia juga dapat dipandang sebagai elemen lunak yaitu yang
berkepentingan langsung (pemilik) maupun yang tidak langsung. Dalam merencanakan taman,
unsur manusia (sosial) sangat perlu di perhatikan.
2) Material Keras (hard material) Kelompok ini mencakup semua elemen taman yang
sifat/karakternya keras dan tidak hidup seperti : tanah, batuan, pekerasan/paving, jalan
setapak, pagar, bangunan taman, dan bangunan rumah. Elemen ini juga memunculkan karakter
yang kaku, keras, gersang dan sebagainya.
Ashihara (dalam Susanti, 2000) di dalam bukunya membagi elemen lansekap ke dalam tiga
bagian :
Elemen Keras (hard material) yang berupa perkerasan, bangunan dan sebagainya. Dalam
pembentukan perkerasan, dua hal yang perlu di perhatikan adalah fungsi dan estetika (Hakim &
Utomo 2003).
1. Fungsi, yaitu kegunaan dan pemanfaatan serta waktu pemakaian pada siang atau malam
hari
2. Estetika, yaitu bentuk desain, ukuran/patokan umum, material (bentuk, tekstur, dan warna),
keamanan konstruksi, pola (pattern)
B. Elemen Lunak (soft material) yang berupa tanaman. Pemilihan jenis tanaman didasari oleh
fungsi dan peletakan tanaman. Adapun fungsi tanaman terbagi sebagai berikut :
a. Pengendali Pandangan
- Menahan silau yang berasal dari matahari, lampu, pantulan sinar dari perkerasan
- Membatasi Ruang, sebagai dinding (border), atap (canopy dari bentuk pohon dan
pergola) dan lantai (rumput dan ground cover)
- Membentuk kesan “privacy”
- Menghalangi pandangan dari hal – hal yang tidak menyenangkan seperti sampah,
galian, pembangunan, dan sebagainya.
b. Pembatas Fisik - Mengendalikan pergerakan manusia dan hewan, sebagai penghalang
dan mengarahkan pergerakan manusia dan hewan
c. Pengendali Iklim
- Menyerap panas dari sinar matahari dan memantulkannya sehingga menghasilkan
suhu yang lebih rendah
- Menahan, menyerap, dan mengalirkan angin dengan memperhatikan tinggi, bentuk,
jenis, dan kepadatan/lebar.
- Mengendalikan kelembaban
d. Pengendali Suara
- Menyerap kebisingan bagi daerah yang memerlukan ketenangan. Kombinasi lebih dari
satu jenis tanaman akan lebih efektif menyerap kebisingan.
e. Penyaring Bau dan Debu
f. Pemberi Udara Segar
g. Pencegah Erosi
- Mengikat tanah sehingga memperkokoh tanah dan tahan terhadap aliran air di dalam
tanah dan tiupan angin.
- Menahan air hujan agar tidak langsung ke atas tanah
Elemen Keras (hard material) yang berupa perkerasan, bangunan dan sebagainya. Dalam
pembentukan perkerasan, dua hal yang perlu di perhatikan adalah fungsi dan estetika (Hakim &
Utomo 2003).
1. Fungsi, yaitu kegunaan dan pemanfaatan serta waktu pemakaian pada siang atau malam hari
2. Estetika, yaitu bentuk desain, ukuran/patokan umum, material (bentuk, tekstur, dan warna),
keamanan konstruksi, pola (pattern)
Elemen Penyusun Taman
Elemen penyusun taman yaitu hal-hal yang digunakan untuk menyusun taman sedemikian rupa
sehingga tercipta keselarasan dan bisa dinikmati.Elemen penyusun taman sangat beragam,
tetapi untuk memudahkan dalam pengenalan, sebaiknya dikelompokkan menjadi 2, yaitu
elemen keras dan elemen lunak.Elemen keras yaitu tampilan penyusun taman yang bersifat
keras. Umumnya, elemen keras juga merupakan benda mati.Sementara, elemen lunak yaitu
segala hal sebagai penyusun taman yang bersifat lunak. Umumnya, elemen lunak merupakan
mahluk hidup, baik berupa tanaman maupun hewan. Namun, dari porsinya, tanaman sangat
mendominasi sebagai elemen lunak penyusun taman. Di samping berdasarkan penyusunnya,
elemen taman juga dibedakan menjadi elemen mayor dan elemen minor.Elemen mayor
merupakan elemen taman yang sudah disediakan oleh alam dan kita sebagai manusia sulit
untuk mengubahnya. Beberapa contohnya yaitu laut dan gunung.Sementara, elemen minor
yaitu sediaan alam yang oleh manusia masih bisa diubah tampilannya, misalnya sungai, danau,
dan padang rumput. Elemen mayor dan minor rasanya tidak perlu dibahas lebih dalam.Untuk
menampilkan sebuah taman rumah tinggal yang indah, elemen lunak dan keras mempunyai
pengaruh yang sangat penting.
Elemen Keras Elemen
keras pada sebuah taman juga sering dikenal dengan ornamen taman.Kehadiran elemen
dekoratif ini sangat berpengaruh pada tampilan taman secara keseluruhan.Elemen keras
sebagai aksen pada taman memang sangat beragam.Masing-masing memiliki fungsi dan
memberikan nilai seni yang berbeda.Beberapa jenis elemen keras yang kerap digunakan yaitu
patung, lampu taman, tempayan, kolam dan air terjun, gazebo, jalan setapak, batu-batuan,
ayunan, dan pernak-pernik dari gerabah.
PATUNG
Salah satu elemen estetik pada beberapa taman yaitu patung. Bagi beberapa orang, mungkin
patung merupakan sebuah ungkapan kreatif yang menghasilkan bentuk tiga dimensi, terbuat
dari berbagai materi yang pengerjaannya melalui berbagai etnik.Patung-patung tersebut
merupakan benda seni yang pembuatannya cukup rumit dan bernilai seni tinggi.Kebanyakan
taman Bali menggunakan patung sebagai salah satu elemen kerasnya. Patung dewa lebih
mendominasi dalam hal ini. Tujuannya antara lain untuk menjaga taman beserta rumah
tinggalnya. Terlepas dari itu semua, patung memang memiliki nilai seni tinggi bila dihadirkan
sebagai elemen dekoratif pada sebuah taman rumah tinggal.
LAMPU TAMAN
Selain sebagai penerang, lampu taman dengan desain yang cantik merupakan elemen keras
yang hampir dijumpai pada berbagai jenis taman.Dilihat dari efek sinar yang dipancarkan,
lampu taman pun sangat beragam. Lampu mercury, lampu sorot, lampu neon, hingga lampu
tradisional yang berbahan minyak tanah kerap menjadi inspirasi pada beberapa desain taman
rumah tinggal.Bahan lampu itu sendiri pun beragam, mulai dari batu alam, kayu, bambu,
semen, besi, hingga kaca. Tidak hanya dari cup lampu, tiang lampu pun sangat beragam dengan
berbagai ukuran.Untuk memperlunak tampilan lampu taman, bisa dilakukan dengan kombinasi
tanaman merambat sepanjang tiang lampu taman.
EMPAYANT
empayan tampil eksotik di taman baik dengan atau tanpa ditanami tanaman. Namun,
umumnya tempayan ditanami tanaman air.Pada beberapa taman, tempayan sering digunakan
sebagai center point karena desainnya yang cukup unik. Berbagai ukiran dari etnik di tanah air
menjadikan tempayan tampil lebih elegan.Pada pemasangannya, tempayan ada yang disangga
dengan tiang atau tanpa penyangga. Tiang ini biasanya didesain dan disesuaikan dengan ukuran
tempayan yang hendak digunakan.
AIR
Elemen air merupakan penyelaras untuk beberapa jenis tanaman. Kehadiran elemen air akan
membuat kesan taman menjadi lebih alami. Apalagi pada taman tropis, kehadiran elemen air
diharuskan.Pada taman Jepang pun elemen air mendominasi. Umumnya, air ditampung dalam
sebuah kolam dengan berbagai desain dan ukuran.Kelengkapan kehadiran air dalam kolam
yaitu air mancur atau air terjun.Tentunya hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai seni
sehingga kehadiran kolam bisa dinikmati setiap saat. Gemericik air pada kolam juga
menimbulkan suara alami.Tanaman air merupakan pelengkap tampilan kolam, baik tanaman
hias air daun ataupun tanaman hias air bunga.
GAZEBO
Gazebo memiliki fungsi yang cukup penting dalam sebuah taman, apalagi bila taman yang
bersangkutan berukuran besar.Hampir semua aktivitas bersantai dan menikmati keindahan
taman dilakukan di sini. Dalam keadaan penat, gazebo adalah tempat yang sangat pas untuk
menenangkan pikiran, apalagi bila taman yang ada di sekitarnya begitu estetik.Sebaiknya,
gazebo juga bisa digunakan sebagai tempat untuk bernaung dari panas matahari dan curahan
air hujan.Di samping fungsi utamanya, tampilan gazebo yang estetik dan unik akan menambah
keindahan sebuah taman. Misalnya, atap gazebo yang terbuat dari ijuk memberikan kesan
alami sebuah taman. Dinding dan tiang penyangganya yang terbuat dari kayu atau bambu juga
memberikan nuansa pedesaan yang asri.
BATU-BATUAN ALAM
Batu-batuan alam yang ditata di dalam taman memberikan kesan alami.Pada taman Jepang,
elemen batu alam digunakan sebagai penyeimbang kolam dan terkadang merupakan center
point karena dominasi rumput yang cukup luas.Sementara pada taman tropis, batu yang
digunakan cenderung sekaligus dipadukan sebagai jalan setapak.Warnanya pun tidak hanya
terbatas pada warna hitam. Kuning dan putih merupakan beberapa jenis warna yang sesuai
untuk dipadukan dengan warna rumput yang umumnya berwarna hijau.
AYUNAN
Ayunan memang kurang familiar pada beberapa jenis taman. Namun, pada taman Jawa, ayunan
digunakan sebagai tempat untuk bersantai di taman.Bahan yang bisa digunakan untuk ayunan
pun cukup beragam, mulai dari besi, kayu atau bambu, hingga tali atau tambang yang
disusun.Aksen warna yang muncul dari ayunan juga bisa menyemarakkan taman, apalagi bila
taman tersebut kurang semarak dengan kehadiran bunga-bungaan.Namun, ayunan umumnya
ditambahkan bila taman yang dimiliki memiliki area yang cukup luas karena ukuran ayunan
sendiri cukup besar.Bila taman yang dimiliki sempit, di samping keterbatasan lahan juga tidak
terciptanya proporsional antara ayunan dengan elemen penunjang taman lainnya, terutama
elemen lunak (tanaman).
GERABAH/POT
Pernak-pernik dari gerabah—misalnya gentong—menjadi pilihan ketika kesan etnik ingin
dimunculkan dari taman. Ukiran bentuk lucu bisa menjadi motif dari pernak-pernik ini. Bentuk
pernak-pernik ini juga bisa dihadirkan lewat tempat sampah atau tempat duduk.Pot tanaman
yang berbentuk unik juga kerap dijadikan sebagai elemen dekoratif yang estetik.
Elemen Lunak
Seperti disebutkan di muka, elemen lunak terdiri dari tanaman dan binatang. Namun, dominasi
tanaman tentunya lebih banyak.Keberadaan binatang di sini umumnya dipengaruhi oleh
tanaman. Kupu-kupu misalnya, hadir ke taman karena daya tarik dari bunga. Sari-sari bunga
merupakan daya tarik bagi kupu-kupu. Sebenarnya, keduanya mendapatkan keuntungan dari
pertemuan tersebut. Bunga bisa melakukan penyerbukan berkat bantuan kupu-kupu,
sedangkan kupu-kupu sendiri memperoleh makanan dari sari bunga.
Tanaman Hias Bunga
Tanaman dikelompokkan sebagai tanaman hias bunga bila memiliki kuntum bunga yang indah,
baik dari segi bentuk, warna, kekompakkan, atau aromanya.Pada umumnya, tanaman hias
bunga membutuhkan jumlah dan intensitas sinar matahari dalam jumlah yang cukup banyak.
Hal ini digunakan untuk pembentukan bunga.Di lihat dari strata tanaman, tanaman hias bunga
cukup beragam, yaitu tanaman hias bunga pohon, tanaman hias bunga perdu, tanaman hias
bunga merambat, dan tanaman hias bunga penutup tanah.
Tanaman Hias
BungaTanaman hias bunga pohon umumnya berbatang kayu dan berdaun rimbun. Umumnya,
tanaman ini memiliki tinggi 2 meter atau lebih. Di samping daunnya bisa digunakan sebagai
pelindung dari terik panas matahari, tanaman ini juga memiliki bunga yang indah. Dadap
merah, kasia emas, flamboyan, bunga kupu-kupu, dan plumeria merupakan beberapa jenis
tanaman hias bunga pohon yang banyak digemari oleh hobiis tanaman hias. Beberapa jenis
tanaman ini memiliki musim berbunga yang berbeda-beda. Ketika musim berbunga tiba,
biasanya tanaman akan semarak dengan bunga. Tanaman ini umumnya ditanam pada taman
rumah tinggal dengan areal yang cukup luas.Tanaman hias bunga semak jenisnya paling banyak
dibandingkan jenis pohon dan penutup tanah. Umumnya, tanaman ini memiliki tinggi kurang
dari 2 meter. Adenium, euphorbia, anthurium bunga, mawar, melati, oleander, lantana,
kemuning, dan bunga matahari merupakan beberapa contoh yang kerap ditanam orang di
taman rumah tinggal. Pada beberapa jenis, tanaman hias bunga perdu digunakan sebagai eye
catcher pada taman, misalnya adenium. Bunganya yang kompak menjadi daya tarik, di samping
bentuk bonggolnya yang indah. Ragam warna bunga atau daun pada tanaman hias bunga
semak yang ditanam di taman rumah tinggal akan menyemarakkan seantero taman. Terbagi
beberapa bagian yaitu :
a) Tanaman hias daun
Tanaman disebut tanaman hias daun bila tanaman tersebut memiliki bentuk dan warna daun
yang indah. Umumnya, warna daun pada tanaman memang hijau, namun pada beberapa jenis
tanaman hias daun, warna daun cukup variatif. Ungu, merah, kuning, dan variegata merupakan
warna yang banyak mendominasi warna daun pada tanaman jenis ini. Di samping warna,
bentuk daun juga menjadi daya tarik tersendiri pada tanaman hias daun. Bentuk jantung, oval,
bulat, menjari, dan tak beraturan merupakan beberapa contoh bentuk daun tanaman hias
daun. Seperti halnya tanaman hias bunga, tanaman hias daun pun sama dalam hal pembagian,
yaitu tanaman hias daun pohon, tanaman hias daun perdu, tanaman hias daun penutup tanah,
dan tanaman hias daun rambat.
b) Tanaman hias daun
Tanaman hias daun pohon memiliki bentuk tajuk yang indah dan lebat, di samping bentuk
daunnya yang memang unik. Umumnya, ukuran daun pada tanaman hias daun pohon
berukuran kecil. Kerai payung merupakan contoh tanaman hias daun yang memiliki bentuk
tajuk yang kompak dan rimbun. Cemara, pinus, dan beringin variegata merupakan beberapa
jenis tanaman yang berdaun indah.Tanaman hias daun perdu sangat beragam dan
penampilannya pun sangat atraktif. Aglaonema misalnya, memiliki banyak jenis pada tampilan
daunnya. Keindahan daunnya juga berasal dari perpaduan antara warna penyusunnya. Pada
beberapa jenis, warna aglaonema merah berbintik kuning atau hijau. Sungguh perpaduan
warna yang kontras, tetapi sangat selaras. Warna-warna variegata juga sangat memukau,
misalnya pada walisongo variegata.
c) Tanaman hias daun
Tanaman hias daun penutup tanah yang banyak ditanam orang di taman rumah tinggal di
antaranya nanas kerang, bromelia, sambang darah, dan lili paris. Lili paris misalnya, perpaduan
warna hijau dan kuning pada bentuk daun yang memanjang cukup mempesona. Daun bromelia
sangat beragam, dari kuning, hijau, merah, atau perpaduan warna-warna tersebut.Sirih gading
merupakan jenis tanaman hias daun yang tumbuh merambat pada tanaman pohon. Warna
daun perpaduan antara kuning dan hijau memberikan kesan gagah sebagai pemanjat.
Sementara, pohon duit umumnya dirambatkan pada pagar tembok. Kehadiran tanaman ini
memberikan kesan dinamis dan bisa memperlunak tampilan tembok sebagai pembatas taman
dengan lingkungan luar.Di samping pembagian berdasarkan strata tanaman, tanaman hias daun
juga dikelompokkan berdasarkan kemampuannya untuk tumbuh di tempat teduh (ternaungi)
atau tidak ternaungi. Beberapa jenis tanaman hias daun yang tahan ternaungi di antaranya
yaitu bambu jepang, lili paris, kuping gajah, aglaonema, nolina, dan suplir. Sementara, tanaman
hias daun yang tidak tahan terhadap naungan yaitu walisongo, pinus, beringin, kastuba, puring,
bromelia, dan hanjuang.
DESAIN TAMAN LAB. ARSITEKTUR
Material Lunak (soft material) yang di gunakan yaitu :
Jenis Hard Material yaitu :

Elemen landscape

  • 1.
    ELEMEN LANDSCAPE Dalam merancangsebuah taman agar dapat berfungsi secara maksimal dan estetis, perlu dilakukan pemilihan dan penataan secara detail terhadap elemenelemennya (Arifin, 2006). Menurut Sulistyantara (2002) elemen taman, atau di sebut juga unsur taman, adalah apa saja yang berkaitan dengan taman. Elemen taman dapat dibedakan berdasarkan karakter menjadi : 1) Material Lunak (soft material) Terdiri dari tanaman dan satwa yang ada di lahan maupun yang diadakan pada taman. Manusia juga dapat dipandang sebagai elemen lunak yaitu yang berkepentingan langsung (pemilik) maupun yang tidak langsung. Dalam merencanakan taman, unsur manusia (sosial) sangat perlu di perhatikan. 2) Material Keras (hard material) Kelompok ini mencakup semua elemen taman yang sifat/karakternya keras dan tidak hidup seperti : tanah, batuan, pekerasan/paving, jalan setapak, pagar, bangunan taman, dan bangunan rumah. Elemen ini juga memunculkan karakter yang kaku, keras, gersang dan sebagainya. Ashihara (dalam Susanti, 2000) di dalam bukunya membagi elemen lansekap ke dalam tiga bagian : Elemen Keras (hard material) yang berupa perkerasan, bangunan dan sebagainya. Dalam pembentukan perkerasan, dua hal yang perlu di perhatikan adalah fungsi dan estetika (Hakim & Utomo 2003). 1. Fungsi, yaitu kegunaan dan pemanfaatan serta waktu pemakaian pada siang atau malam hari 2. Estetika, yaitu bentuk desain, ukuran/patokan umum, material (bentuk, tekstur, dan warna), keamanan konstruksi, pola (pattern) B. Elemen Lunak (soft material) yang berupa tanaman. Pemilihan jenis tanaman didasari oleh fungsi dan peletakan tanaman. Adapun fungsi tanaman terbagi sebagai berikut : a. Pengendali Pandangan - Menahan silau yang berasal dari matahari, lampu, pantulan sinar dari perkerasan - Membatasi Ruang, sebagai dinding (border), atap (canopy dari bentuk pohon dan pergola) dan lantai (rumput dan ground cover) - Membentuk kesan “privacy” - Menghalangi pandangan dari hal – hal yang tidak menyenangkan seperti sampah, galian, pembangunan, dan sebagainya. b. Pembatas Fisik - Mengendalikan pergerakan manusia dan hewan, sebagai penghalang dan mengarahkan pergerakan manusia dan hewan
  • 2.
    c. Pengendali Iklim -Menyerap panas dari sinar matahari dan memantulkannya sehingga menghasilkan suhu yang lebih rendah - Menahan, menyerap, dan mengalirkan angin dengan memperhatikan tinggi, bentuk, jenis, dan kepadatan/lebar. - Mengendalikan kelembaban d. Pengendali Suara - Menyerap kebisingan bagi daerah yang memerlukan ketenangan. Kombinasi lebih dari satu jenis tanaman akan lebih efektif menyerap kebisingan. e. Penyaring Bau dan Debu f. Pemberi Udara Segar g. Pencegah Erosi - Mengikat tanah sehingga memperkokoh tanah dan tahan terhadap aliran air di dalam tanah dan tiupan angin. - Menahan air hujan agar tidak langsung ke atas tanah Elemen Keras (hard material) yang berupa perkerasan, bangunan dan sebagainya. Dalam pembentukan perkerasan, dua hal yang perlu di perhatikan adalah fungsi dan estetika (Hakim & Utomo 2003). 1. Fungsi, yaitu kegunaan dan pemanfaatan serta waktu pemakaian pada siang atau malam hari 2. Estetika, yaitu bentuk desain, ukuran/patokan umum, material (bentuk, tekstur, dan warna), keamanan konstruksi, pola (pattern) Elemen Penyusun Taman Elemen penyusun taman yaitu hal-hal yang digunakan untuk menyusun taman sedemikian rupa sehingga tercipta keselarasan dan bisa dinikmati.Elemen penyusun taman sangat beragam, tetapi untuk memudahkan dalam pengenalan, sebaiknya dikelompokkan menjadi 2, yaitu elemen keras dan elemen lunak.Elemen keras yaitu tampilan penyusun taman yang bersifat keras. Umumnya, elemen keras juga merupakan benda mati.Sementara, elemen lunak yaitu segala hal sebagai penyusun taman yang bersifat lunak. Umumnya, elemen lunak merupakan mahluk hidup, baik berupa tanaman maupun hewan. Namun, dari porsinya, tanaman sangat mendominasi sebagai elemen lunak penyusun taman. Di samping berdasarkan penyusunnya, elemen taman juga dibedakan menjadi elemen mayor dan elemen minor.Elemen mayor merupakan elemen taman yang sudah disediakan oleh alam dan kita sebagai manusia sulit untuk mengubahnya. Beberapa contohnya yaitu laut dan gunung.Sementara, elemen minor yaitu sediaan alam yang oleh manusia masih bisa diubah tampilannya, misalnya sungai, danau, dan padang rumput. Elemen mayor dan minor rasanya tidak perlu dibahas lebih dalam.Untuk
  • 3.
    menampilkan sebuah tamanrumah tinggal yang indah, elemen lunak dan keras mempunyai pengaruh yang sangat penting. Elemen Keras Elemen keras pada sebuah taman juga sering dikenal dengan ornamen taman.Kehadiran elemen dekoratif ini sangat berpengaruh pada tampilan taman secara keseluruhan.Elemen keras sebagai aksen pada taman memang sangat beragam.Masing-masing memiliki fungsi dan memberikan nilai seni yang berbeda.Beberapa jenis elemen keras yang kerap digunakan yaitu patung, lampu taman, tempayan, kolam dan air terjun, gazebo, jalan setapak, batu-batuan, ayunan, dan pernak-pernik dari gerabah. PATUNG Salah satu elemen estetik pada beberapa taman yaitu patung. Bagi beberapa orang, mungkin patung merupakan sebuah ungkapan kreatif yang menghasilkan bentuk tiga dimensi, terbuat dari berbagai materi yang pengerjaannya melalui berbagai etnik.Patung-patung tersebut merupakan benda seni yang pembuatannya cukup rumit dan bernilai seni tinggi.Kebanyakan taman Bali menggunakan patung sebagai salah satu elemen kerasnya. Patung dewa lebih mendominasi dalam hal ini. Tujuannya antara lain untuk menjaga taman beserta rumah tinggalnya. Terlepas dari itu semua, patung memang memiliki nilai seni tinggi bila dihadirkan sebagai elemen dekoratif pada sebuah taman rumah tinggal. LAMPU TAMAN Selain sebagai penerang, lampu taman dengan desain yang cantik merupakan elemen keras yang hampir dijumpai pada berbagai jenis taman.Dilihat dari efek sinar yang dipancarkan, lampu taman pun sangat beragam. Lampu mercury, lampu sorot, lampu neon, hingga lampu tradisional yang berbahan minyak tanah kerap menjadi inspirasi pada beberapa desain taman rumah tinggal.Bahan lampu itu sendiri pun beragam, mulai dari batu alam, kayu, bambu, semen, besi, hingga kaca. Tidak hanya dari cup lampu, tiang lampu pun sangat beragam dengan berbagai ukuran.Untuk memperlunak tampilan lampu taman, bisa dilakukan dengan kombinasi tanaman merambat sepanjang tiang lampu taman. EMPAYANT empayan tampil eksotik di taman baik dengan atau tanpa ditanami tanaman. Namun, umumnya tempayan ditanami tanaman air.Pada beberapa taman, tempayan sering digunakan sebagai center point karena desainnya yang cukup unik. Berbagai ukiran dari etnik di tanah air menjadikan tempayan tampil lebih elegan.Pada pemasangannya, tempayan ada yang disangga
  • 4.
    dengan tiang atautanpa penyangga. Tiang ini biasanya didesain dan disesuaikan dengan ukuran tempayan yang hendak digunakan. AIR Elemen air merupakan penyelaras untuk beberapa jenis tanaman. Kehadiran elemen air akan membuat kesan taman menjadi lebih alami. Apalagi pada taman tropis, kehadiran elemen air diharuskan.Pada taman Jepang pun elemen air mendominasi. Umumnya, air ditampung dalam sebuah kolam dengan berbagai desain dan ukuran.Kelengkapan kehadiran air dalam kolam yaitu air mancur atau air terjun.Tentunya hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai seni sehingga kehadiran kolam bisa dinikmati setiap saat. Gemericik air pada kolam juga menimbulkan suara alami.Tanaman air merupakan pelengkap tampilan kolam, baik tanaman hias air daun ataupun tanaman hias air bunga. GAZEBO Gazebo memiliki fungsi yang cukup penting dalam sebuah taman, apalagi bila taman yang bersangkutan berukuran besar.Hampir semua aktivitas bersantai dan menikmati keindahan taman dilakukan di sini. Dalam keadaan penat, gazebo adalah tempat yang sangat pas untuk menenangkan pikiran, apalagi bila taman yang ada di sekitarnya begitu estetik.Sebaiknya, gazebo juga bisa digunakan sebagai tempat untuk bernaung dari panas matahari dan curahan air hujan.Di samping fungsi utamanya, tampilan gazebo yang estetik dan unik akan menambah keindahan sebuah taman. Misalnya, atap gazebo yang terbuat dari ijuk memberikan kesan alami sebuah taman. Dinding dan tiang penyangganya yang terbuat dari kayu atau bambu juga memberikan nuansa pedesaan yang asri. BATU-BATUAN ALAM Batu-batuan alam yang ditata di dalam taman memberikan kesan alami.Pada taman Jepang, elemen batu alam digunakan sebagai penyeimbang kolam dan terkadang merupakan center point karena dominasi rumput yang cukup luas.Sementara pada taman tropis, batu yang digunakan cenderung sekaligus dipadukan sebagai jalan setapak.Warnanya pun tidak hanya terbatas pada warna hitam. Kuning dan putih merupakan beberapa jenis warna yang sesuai untuk dipadukan dengan warna rumput yang umumnya berwarna hijau. AYUNAN Ayunan memang kurang familiar pada beberapa jenis taman. Namun, pada taman Jawa, ayunan digunakan sebagai tempat untuk bersantai di taman.Bahan yang bisa digunakan untuk ayunan pun cukup beragam, mulai dari besi, kayu atau bambu, hingga tali atau tambang yang disusun.Aksen warna yang muncul dari ayunan juga bisa menyemarakkan taman, apalagi bila
  • 5.
    taman tersebut kurangsemarak dengan kehadiran bunga-bungaan.Namun, ayunan umumnya ditambahkan bila taman yang dimiliki memiliki area yang cukup luas karena ukuran ayunan sendiri cukup besar.Bila taman yang dimiliki sempit, di samping keterbatasan lahan juga tidak terciptanya proporsional antara ayunan dengan elemen penunjang taman lainnya, terutama elemen lunak (tanaman). GERABAH/POT Pernak-pernik dari gerabah—misalnya gentong—menjadi pilihan ketika kesan etnik ingin dimunculkan dari taman. Ukiran bentuk lucu bisa menjadi motif dari pernak-pernik ini. Bentuk pernak-pernik ini juga bisa dihadirkan lewat tempat sampah atau tempat duduk.Pot tanaman yang berbentuk unik juga kerap dijadikan sebagai elemen dekoratif yang estetik. Elemen Lunak Seperti disebutkan di muka, elemen lunak terdiri dari tanaman dan binatang. Namun, dominasi tanaman tentunya lebih banyak.Keberadaan binatang di sini umumnya dipengaruhi oleh tanaman. Kupu-kupu misalnya, hadir ke taman karena daya tarik dari bunga. Sari-sari bunga merupakan daya tarik bagi kupu-kupu. Sebenarnya, keduanya mendapatkan keuntungan dari pertemuan tersebut. Bunga bisa melakukan penyerbukan berkat bantuan kupu-kupu, sedangkan kupu-kupu sendiri memperoleh makanan dari sari bunga. Tanaman Hias Bunga Tanaman dikelompokkan sebagai tanaman hias bunga bila memiliki kuntum bunga yang indah, baik dari segi bentuk, warna, kekompakkan, atau aromanya.Pada umumnya, tanaman hias bunga membutuhkan jumlah dan intensitas sinar matahari dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini digunakan untuk pembentukan bunga.Di lihat dari strata tanaman, tanaman hias bunga cukup beragam, yaitu tanaman hias bunga pohon, tanaman hias bunga perdu, tanaman hias bunga merambat, dan tanaman hias bunga penutup tanah. Tanaman Hias BungaTanaman hias bunga pohon umumnya berbatang kayu dan berdaun rimbun. Umumnya, tanaman ini memiliki tinggi 2 meter atau lebih. Di samping daunnya bisa digunakan sebagai pelindung dari terik panas matahari, tanaman ini juga memiliki bunga yang indah. Dadap merah, kasia emas, flamboyan, bunga kupu-kupu, dan plumeria merupakan beberapa jenis tanaman hias bunga pohon yang banyak digemari oleh hobiis tanaman hias. Beberapa jenis tanaman ini memiliki musim berbunga yang berbeda-beda. Ketika musim berbunga tiba, biasanya tanaman akan semarak dengan bunga. Tanaman ini umumnya ditanam pada taman rumah tinggal dengan areal yang cukup luas.Tanaman hias bunga semak jenisnya paling banyak
  • 6.
    dibandingkan jenis pohondan penutup tanah. Umumnya, tanaman ini memiliki tinggi kurang dari 2 meter. Adenium, euphorbia, anthurium bunga, mawar, melati, oleander, lantana, kemuning, dan bunga matahari merupakan beberapa contoh yang kerap ditanam orang di taman rumah tinggal. Pada beberapa jenis, tanaman hias bunga perdu digunakan sebagai eye catcher pada taman, misalnya adenium. Bunganya yang kompak menjadi daya tarik, di samping bentuk bonggolnya yang indah. Ragam warna bunga atau daun pada tanaman hias bunga semak yang ditanam di taman rumah tinggal akan menyemarakkan seantero taman. Terbagi beberapa bagian yaitu : a) Tanaman hias daun Tanaman disebut tanaman hias daun bila tanaman tersebut memiliki bentuk dan warna daun yang indah. Umumnya, warna daun pada tanaman memang hijau, namun pada beberapa jenis tanaman hias daun, warna daun cukup variatif. Ungu, merah, kuning, dan variegata merupakan warna yang banyak mendominasi warna daun pada tanaman jenis ini. Di samping warna, bentuk daun juga menjadi daya tarik tersendiri pada tanaman hias daun. Bentuk jantung, oval, bulat, menjari, dan tak beraturan merupakan beberapa contoh bentuk daun tanaman hias daun. Seperti halnya tanaman hias bunga, tanaman hias daun pun sama dalam hal pembagian, yaitu tanaman hias daun pohon, tanaman hias daun perdu, tanaman hias daun penutup tanah, dan tanaman hias daun rambat. b) Tanaman hias daun Tanaman hias daun pohon memiliki bentuk tajuk yang indah dan lebat, di samping bentuk daunnya yang memang unik. Umumnya, ukuran daun pada tanaman hias daun pohon berukuran kecil. Kerai payung merupakan contoh tanaman hias daun yang memiliki bentuk tajuk yang kompak dan rimbun. Cemara, pinus, dan beringin variegata merupakan beberapa jenis tanaman yang berdaun indah.Tanaman hias daun perdu sangat beragam dan penampilannya pun sangat atraktif. Aglaonema misalnya, memiliki banyak jenis pada tampilan daunnya. Keindahan daunnya juga berasal dari perpaduan antara warna penyusunnya. Pada beberapa jenis, warna aglaonema merah berbintik kuning atau hijau. Sungguh perpaduan warna yang kontras, tetapi sangat selaras. Warna-warna variegata juga sangat memukau, misalnya pada walisongo variegata. c) Tanaman hias daun Tanaman hias daun penutup tanah yang banyak ditanam orang di taman rumah tinggal di antaranya nanas kerang, bromelia, sambang darah, dan lili paris. Lili paris misalnya, perpaduan warna hijau dan kuning pada bentuk daun yang memanjang cukup mempesona. Daun bromelia
  • 7.
    sangat beragam, darikuning, hijau, merah, atau perpaduan warna-warna tersebut.Sirih gading merupakan jenis tanaman hias daun yang tumbuh merambat pada tanaman pohon. Warna daun perpaduan antara kuning dan hijau memberikan kesan gagah sebagai pemanjat. Sementara, pohon duit umumnya dirambatkan pada pagar tembok. Kehadiran tanaman ini memberikan kesan dinamis dan bisa memperlunak tampilan tembok sebagai pembatas taman dengan lingkungan luar.Di samping pembagian berdasarkan strata tanaman, tanaman hias daun juga dikelompokkan berdasarkan kemampuannya untuk tumbuh di tempat teduh (ternaungi) atau tidak ternaungi. Beberapa jenis tanaman hias daun yang tahan ternaungi di antaranya yaitu bambu jepang, lili paris, kuping gajah, aglaonema, nolina, dan suplir. Sementara, tanaman hias daun yang tidak tahan terhadap naungan yaitu walisongo, pinus, beringin, kastuba, puring, bromelia, dan hanjuang.
  • 8.
    DESAIN TAMAN LAB.ARSITEKTUR Material Lunak (soft material) yang di gunakan yaitu :
  • 9.