Survei Ekonomi Mudik 1431 Tim Peneliti:  1. M. Arifin Purwakananta (Ketua)  2. M. Sabeth Abilawa 3. Amirul Hasan
Summary Dari survei ini diketahui bahwa alokasi terbesar biaya mudik adalah biaya transportasi (22,7%), diikuti alokasi biaya untuk kedermawanan (filantropi) bagi sanak saudara sebesar (20,96%). Dari keseluruhan biaya mudik yang meliputi transportasi, akomodasi, wisata, filantropi, dan zakat, mengalir ke 3 komponen besar yaitu : UMKM (36,47%), Korporasi Besar baik milik negara atau swasta (34,8%), dan masyarakat dalam bentuk karitatif (29,35%). Sebanyak  52,6 % pemudik menunaikan zakatnya di daerah, baik zakat fitrah maupun maal. Potensi zakat orang kota yang disalurkan ke daerahnya pada saat Lebaran sangat besar. Jika kita menggunakan angka pemudik versi Kemenhub (17 Juta orang) maka potensi zakat ini mencapai Rp 7,35 triliun). Sebanyak 26,3 % responden mengaku ingin berinvestasi di daerah, baik berupa ternak, tanah, ataupun pinjaman modal. Jika peluang ini bisa ditangkap dengan serius, maka potensi pergerakan stimulus ekonomi di daerah sangat besar. Sebagian besar responden memiliki alokasi biaya mudik lebih besar dari penghasilan mereka. Untuk menutupi  over cost  ini, responden terpaksa merogoh kocek lain seperti THR, tabungan maupun pinjaman, dengan rata-rata devisit gaji sebesar 11 % Jika dihitung dari alokasi biaya mudik responden, maka diprediksi besaran moneter ekonomi saat mudik adalah Rp84.882.446.000.000 (dengan asumsi pemudik 17 juta orang).Jika ditambahkan dengan remittance (kiriman uang) dari TKI di luar negeri yang jumlahnya sebesar Rp.20 Trilyun maka total Ekonomi Mudik selama Lebaran 1421 H/2010 adalah sebesar Rp. 104,8 Trilyun.
Metodologi Waktu pengumpulan data dilakukan pada tanggal 7-13 September 2010 (H-3 s/d H+3 lebaran) Survey dilaksanakan pada beberapa titik pusat pemberangkatan dan transit pemudik seperti: pelabuhan, Stasiun KA, terminal bus, bandara dan posko mudik DD-Republika di sepanjang Pantura, dan jalur selatan  Jumlah respondon 470 yang dipilih dengan metode  purposive random sampling , dengan  margin of error   +  3 % dan  tingkat kepercayaan  95 %. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan kuesioner berstruktur. Survei dibaiayai secara mandiri oleh Dompet Dhuafa.
Demografi Responden Usia (%) 17-20 3.8 20-29 33.4 30-39 40.4 40-49 17.0 50-59 4.3 > 60 .6
Pendidikan Terakhir Responden Pendidikan Terakhir (%) SD 12.8 SMP 12.8 SMA 37.4 Diploma 6.4 Sarjana 24.5 S2 & S3 5.5
Pekerjaan Utama Responden Pekerjaan (%) PNS/TNI/Polri 10 Karyawan Swasta 42.1 Buruh Pabrik 3.2 Pedagang 8.3 Petani 1.5 Lainnya 34
 
Moda Transportasi Utama Responden Kendaraan (%) Motor 32.8 Mobil 29.8 kereta Api 13.0 Pesawat 2.6 Bis 20.2 Kapal Laut 1.7
Penghasilan Pemudik Penghasilan (000) (%) <Rp1.000 13,8 Rp1.000-2.000 27,7 Rp2.000-3.000 19,1 Rp.3000-5.000 13,6 Rp5.000-7.000 10,6 Rp7.000-10.000 5,3 Rp10.000-20.000 3,4 >Rp20.000 2,1
Daerah Asal Perjalanan Pemudik (Origin) Daerah (%) Bangka Belitung 0,2 Banten 1,3 Jawa Barat 8,3 Jabodetabek 78,3 Jawa Tengah 6,6 Jawa Timur 1,3 Jogjakarta 1,3 Kal-Sel 0,4 Kal – Tim 0,2 Lampung 1,7 Malaysia 0,2 Taiwan 0,2
Daerah Tujuan Mudik (Destination) Daerah (%) Babel 0,2 Banten 0,9 Gorontalo 0,2 Jawa Barat 10,9 Jabodetabek 1,7 Jambi 0,2 Jateng 66,2 Jatim 15,7 Kepri 0,2 Lampung 0,6 NTB 0,2 Riau 0,2 Sulsel 0,4 Sumbar 0,4 Sumsel 0,4
HASIL SURVEI
Keterkaitan Pekerjaan-Moda Transport
Biaya Transportasi Berapa jumlah alokasi dana untuk biaya transportasi ?   Biaya Tranportasi (000) (%) < Rp.250 44.5 Rp. 250 - Rp.500 18.7 Rp.500 - Rp.1.000 18.9 Rp.1.000 - Rp. 3.000 14.5 Rp. 3.000 - Rp.5.000 1.5 Rp.5.000-Rp.10.000 1.1 >Rp.10.000 .9
Hubungan Biaya dan Jenis Transportasi
Hubungan Penghasilan - Biaya Transportasi
Biaya Konsumsi  Berapa jumlah alokasi dana untuk makan selama perjalanan? Biaya (000) (%) Tidak Ada 23,6 < Rp 500 53,2 Rp 500 – 1.000 13,6 Rp 1.000 – 2.000 3 > 2.000 1,7
Biaya Akomodasi di Daerah Tujuan (tempat  tinggal dan makan) Biaya Akomodasi (000) (%) Tidak Ada 42,6 < Rp.250 11,7 Rp. 250-Rp.500 12,3 Rp.500-Rp.1.000 12,1 Rp.1.000-Rp. 3.000 11,7 Rp. 3.000-Rp.5.000 1,9 >Rp.5.000 1,3
Alokasi Filantropi Derma (000) (%) Tidak Ada 17,9 <Rp250 23,4 Rp250-500 20 Rp500-1.000 15,7 Rp1.000-2.000 12,6 Rp2.000-5.000 5,7 >Rp5.000 2,6
Korelasi Penghasilan – Filantropi
Signifikansi KorelasiPenghasilan-Filantropi Jika melihat angka koefisien Spearman maka korelasi antara variabel penghasilan dan kedermawanan memiliki hubungan keterkaitan yang kuat (0,457) dan searah. Ini berarti bahwa semakin besar penghasilan seseorang maka semakin besar pula dana yang dia alokasikan untuk derma di daerahnya. Angka korelasi tersebut juga signifikan (0,000)  dengan nilai < 0,005
Alokasi Dana Leisure (wisata) Biaya Leisure (%) Tidak Ada 49,1 <Rp250 15,3 Rp250-500 9,8 Rp500-1.000 10,2 Rp1.000-3.000 5,5 Rp3.000-5.000 3,4 >Rp5.000 0,6
Pemudik yang Membayar Zakat di Daerah Apakah Anda Membayar Zakat (Maal/Fitrah) di daerah ? Ya (%) Tidak (%) Tidak Menjawab 52,6 45,1 2,3
Besarnya Zakat yang Dikeluarkan Zakat (000) (%) <Rp250 36,4 Rp250-500 6,6 Rp500-1.000 2,6 Rp1.000-3.000 4 Rp3.000-5.000 2,3 >Rp5.000 0,6
Hubungan Penghasilan – Zakat
Alokasi Biaya Oleh-Oleh Biaya (000) (%) Tidak Ada 44,9 <Rp250 19,4 Rp250-500 19,1 Rp500-1.000 7,7 Rp1.000-3.000 1,1 >Rp3.000 0,2
Niatan Investasi di Daerah Apakah Anda Berniat untuk Investasi di Daerah? Ya (%) Tidak (%) Tidak Jawab 25,3 56,8 17,9
Jenis Investasi Jenis Investasi (%) Tanah  2,3 Rumah 0,4 Kendaraan 0,2 Ternak 2,6 Usaha/Bisnis 0,6 Modal Usaha 1,3 Lainnya 1,3 Lebih dari satu 14,5
Sumber Dana Mudik Sumber Dana (%) Gaji 17 THR 7,9 Tabungan 14 Pinjaman 0,4 Tidak Menjawab 50,9
Alokasi Biaya Mudik Biaya Jumlah (%) Transport 534.250.000 22,8 Makan 380.500.000 16,2 Akomodasi 351.750.000 15,0 Wisata 267.750.000 11,4 Filantropi 485.500.000 20,7 Zakat 203.250.000 8,7 Oleh-Oleh 123.750.000 5,3
 

Ekonomi mudik

  • 1.
    Survei Ekonomi Mudik1431 Tim Peneliti: 1. M. Arifin Purwakananta (Ketua) 2. M. Sabeth Abilawa 3. Amirul Hasan
  • 2.
    Summary Dari surveiini diketahui bahwa alokasi terbesar biaya mudik adalah biaya transportasi (22,7%), diikuti alokasi biaya untuk kedermawanan (filantropi) bagi sanak saudara sebesar (20,96%). Dari keseluruhan biaya mudik yang meliputi transportasi, akomodasi, wisata, filantropi, dan zakat, mengalir ke 3 komponen besar yaitu : UMKM (36,47%), Korporasi Besar baik milik negara atau swasta (34,8%), dan masyarakat dalam bentuk karitatif (29,35%). Sebanyak 52,6 % pemudik menunaikan zakatnya di daerah, baik zakat fitrah maupun maal. Potensi zakat orang kota yang disalurkan ke daerahnya pada saat Lebaran sangat besar. Jika kita menggunakan angka pemudik versi Kemenhub (17 Juta orang) maka potensi zakat ini mencapai Rp 7,35 triliun). Sebanyak 26,3 % responden mengaku ingin berinvestasi di daerah, baik berupa ternak, tanah, ataupun pinjaman modal. Jika peluang ini bisa ditangkap dengan serius, maka potensi pergerakan stimulus ekonomi di daerah sangat besar. Sebagian besar responden memiliki alokasi biaya mudik lebih besar dari penghasilan mereka. Untuk menutupi over cost ini, responden terpaksa merogoh kocek lain seperti THR, tabungan maupun pinjaman, dengan rata-rata devisit gaji sebesar 11 % Jika dihitung dari alokasi biaya mudik responden, maka diprediksi besaran moneter ekonomi saat mudik adalah Rp84.882.446.000.000 (dengan asumsi pemudik 17 juta orang).Jika ditambahkan dengan remittance (kiriman uang) dari TKI di luar negeri yang jumlahnya sebesar Rp.20 Trilyun maka total Ekonomi Mudik selama Lebaran 1421 H/2010 adalah sebesar Rp. 104,8 Trilyun.
  • 3.
    Metodologi Waktu pengumpulandata dilakukan pada tanggal 7-13 September 2010 (H-3 s/d H+3 lebaran) Survey dilaksanakan pada beberapa titik pusat pemberangkatan dan transit pemudik seperti: pelabuhan, Stasiun KA, terminal bus, bandara dan posko mudik DD-Republika di sepanjang Pantura, dan jalur selatan Jumlah respondon 470 yang dipilih dengan metode purposive random sampling , dengan margin of error + 3 % dan tingkat kepercayaan 95 %. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan kuesioner berstruktur. Survei dibaiayai secara mandiri oleh Dompet Dhuafa.
  • 4.
    Demografi Responden Usia(%) 17-20 3.8 20-29 33.4 30-39 40.4 40-49 17.0 50-59 4.3 > 60 .6
  • 5.
    Pendidikan Terakhir RespondenPendidikan Terakhir (%) SD 12.8 SMP 12.8 SMA 37.4 Diploma 6.4 Sarjana 24.5 S2 & S3 5.5
  • 6.
    Pekerjaan Utama RespondenPekerjaan (%) PNS/TNI/Polri 10 Karyawan Swasta 42.1 Buruh Pabrik 3.2 Pedagang 8.3 Petani 1.5 Lainnya 34
  • 7.
  • 8.
    Moda Transportasi UtamaResponden Kendaraan (%) Motor 32.8 Mobil 29.8 kereta Api 13.0 Pesawat 2.6 Bis 20.2 Kapal Laut 1.7
  • 9.
    Penghasilan Pemudik Penghasilan(000) (%) <Rp1.000 13,8 Rp1.000-2.000 27,7 Rp2.000-3.000 19,1 Rp.3000-5.000 13,6 Rp5.000-7.000 10,6 Rp7.000-10.000 5,3 Rp10.000-20.000 3,4 >Rp20.000 2,1
  • 10.
    Daerah Asal PerjalananPemudik (Origin) Daerah (%) Bangka Belitung 0,2 Banten 1,3 Jawa Barat 8,3 Jabodetabek 78,3 Jawa Tengah 6,6 Jawa Timur 1,3 Jogjakarta 1,3 Kal-Sel 0,4 Kal – Tim 0,2 Lampung 1,7 Malaysia 0,2 Taiwan 0,2
  • 11.
    Daerah Tujuan Mudik(Destination) Daerah (%) Babel 0,2 Banten 0,9 Gorontalo 0,2 Jawa Barat 10,9 Jabodetabek 1,7 Jambi 0,2 Jateng 66,2 Jatim 15,7 Kepri 0,2 Lampung 0,6 NTB 0,2 Riau 0,2 Sulsel 0,4 Sumbar 0,4 Sumsel 0,4
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    Biaya Transportasi Berapajumlah alokasi dana untuk biaya transportasi ? Biaya Tranportasi (000) (%) < Rp.250 44.5 Rp. 250 - Rp.500 18.7 Rp.500 - Rp.1.000 18.9 Rp.1.000 - Rp. 3.000 14.5 Rp. 3.000 - Rp.5.000 1.5 Rp.5.000-Rp.10.000 1.1 >Rp.10.000 .9
  • 15.
    Hubungan Biaya danJenis Transportasi
  • 16.
    Hubungan Penghasilan -Biaya Transportasi
  • 17.
    Biaya Konsumsi Berapa jumlah alokasi dana untuk makan selama perjalanan? Biaya (000) (%) Tidak Ada 23,6 < Rp 500 53,2 Rp 500 – 1.000 13,6 Rp 1.000 – 2.000 3 > 2.000 1,7
  • 18.
    Biaya Akomodasi diDaerah Tujuan (tempat tinggal dan makan) Biaya Akomodasi (000) (%) Tidak Ada 42,6 < Rp.250 11,7 Rp. 250-Rp.500 12,3 Rp.500-Rp.1.000 12,1 Rp.1.000-Rp. 3.000 11,7 Rp. 3.000-Rp.5.000 1,9 >Rp.5.000 1,3
  • 19.
    Alokasi Filantropi Derma(000) (%) Tidak Ada 17,9 <Rp250 23,4 Rp250-500 20 Rp500-1.000 15,7 Rp1.000-2.000 12,6 Rp2.000-5.000 5,7 >Rp5.000 2,6
  • 20.
  • 21.
    Signifikansi KorelasiPenghasilan-Filantropi Jikamelihat angka koefisien Spearman maka korelasi antara variabel penghasilan dan kedermawanan memiliki hubungan keterkaitan yang kuat (0,457) dan searah. Ini berarti bahwa semakin besar penghasilan seseorang maka semakin besar pula dana yang dia alokasikan untuk derma di daerahnya. Angka korelasi tersebut juga signifikan (0,000) dengan nilai < 0,005
  • 22.
    Alokasi Dana Leisure(wisata) Biaya Leisure (%) Tidak Ada 49,1 <Rp250 15,3 Rp250-500 9,8 Rp500-1.000 10,2 Rp1.000-3.000 5,5 Rp3.000-5.000 3,4 >Rp5.000 0,6
  • 23.
    Pemudik yang MembayarZakat di Daerah Apakah Anda Membayar Zakat (Maal/Fitrah) di daerah ? Ya (%) Tidak (%) Tidak Menjawab 52,6 45,1 2,3
  • 24.
    Besarnya Zakat yangDikeluarkan Zakat (000) (%) <Rp250 36,4 Rp250-500 6,6 Rp500-1.000 2,6 Rp1.000-3.000 4 Rp3.000-5.000 2,3 >Rp5.000 0,6
  • 25.
  • 26.
    Alokasi Biaya Oleh-OlehBiaya (000) (%) Tidak Ada 44,9 <Rp250 19,4 Rp250-500 19,1 Rp500-1.000 7,7 Rp1.000-3.000 1,1 >Rp3.000 0,2
  • 27.
    Niatan Investasi diDaerah Apakah Anda Berniat untuk Investasi di Daerah? Ya (%) Tidak (%) Tidak Jawab 25,3 56,8 17,9
  • 28.
    Jenis Investasi JenisInvestasi (%) Tanah 2,3 Rumah 0,4 Kendaraan 0,2 Ternak 2,6 Usaha/Bisnis 0,6 Modal Usaha 1,3 Lainnya 1,3 Lebih dari satu 14,5
  • 29.
    Sumber Dana MudikSumber Dana (%) Gaji 17 THR 7,9 Tabungan 14 Pinjaman 0,4 Tidak Menjawab 50,9
  • 30.
    Alokasi Biaya MudikBiaya Jumlah (%) Transport 534.250.000 22,8 Makan 380.500.000 16,2 Akomodasi 351.750.000 15,0 Wisata 267.750.000 11,4 Filantropi 485.500.000 20,7 Zakat 203.250.000 8,7 Oleh-Oleh 123.750.000 5,3
  • 31.