Distribution of Electrical Energy
Presented by:
Diko Harneldo
Firman Budiyanto
Rengga A. Prasetyo
Yudith Irawan
Presentation Outline
• Distribution System
• Distribution System Consideration
• Type of Electrical System
• Type of Delivery System
• Type of Construction
• Materials and Equipments
Distribution System
110 – 125V
220 – 250V
2.2K – 46KV
23K – 138KV
Distribution System Considerations
• Type of Electrical System: Direct Current,
Single-Phase Alternating Current, Polyphase
Alternating Current
• Type of Delivery System: Radial, Loop (Ring),
Network
• Type of Construction: Overhead, Underground
• Desired Feature: Safety, Smooth Flow Power,
Economy
Type of Electrical System
• Direct Current (DC): digunakan sebelum listrik AC dikenal, sudah
tidak lagi digunakan dikarenakan kurang efisien dibandingkan
dengan listrik AC
• Alternating Current (AC): umumnya dibagi menjadi beberapa fasa
yaitu single phase, two phase, three phase, dan six phase.
Berikut contoh konfigurasi AC untuk setiap phase:
Single phase 2 wire and 3 wire system
Type of Electrical System (cont’d)
Two phase 4 wire and 3 wire system
Two phase 5 wire system
Type of Electrical System (cont’d)
Three phase 4 wire system
Three phase 3 wire system
Type of Electrical System (cont’d)
Type of Delivery System
Radial System
Ring System
Type of Delivery System (cont’d)
Network System
Radial system merupakan konfigurasi termudah dan termurah akan tetapi
kurang handal (reliable). Konfigurasi ini biasanya digunakan di remote area
Ring system biasanya digunakan pada daerah padat penduduk. Konfigurasi
ini lebih reliable dibandingkan radial system akan tetapi membutuhkan
biaya yang lebih besar
Network system merupakan gabungan dari radial dan ring system. Sistem ini
lebih kompleks tapi menjanjikan reliabiliti yang paling tinggi.
Type of Construction
Konstruksi yang digunakan dalam pendistribusian
tenaga listrik dapat dibagi menjadi dua yaitu
kontruksi overhead dan underground.
Masing-masing konstruksi memiliki kelebihan
dan kekurangan.
Tipe konstruksi yang dikembangkan pertama kali
adalah konstruksi underground dengan arus DC
Overhead VS Underground
Overhead Underground
• Biaya awal relatif lebih murah
• Rentan terhadap exposure luar
• Perawatan dan perbaikan
lebih mudah
• Kurang estetis jika
ditempatkan di tengah kota
• Bisa menggunakan konduktor
biasa
• Biaya awal yang tinggi
• Lebih aman dari exposure
• Perawatan dan perbaikan
lebih sulit
• Lebih estetis dan rapi karena
terletak di bawah tanah
• Memerlukan isolasi dan kabel
khusus
Material and Equipment
• Beberapa material dan peralatan penting dalam
distribusi tenaga listrik yaitu konduktor,
insulator, pole, fuse, transformer, circuit
breaker, disconnect switch, dan lightning
arrester
Conductor
• Merupakan media yang menyalurkan tenaga
listrik, biasanya berupa kabel.
• Material yang umum digunakan adalah
tembaga, aluminium, baja, perak, nikel,
tungsten, dan besi.
• Diameter konduktor diukur menggunakan
American Wire Gage (AWG)
Conductor (cont’d)
• Kemampuan konduktor dalam menghantarkan arus
dapat dilihat dari resistivity bahan konduktor tersebut
Insulator
• Digunakan untuk melindungi konduktor dan
mengisolasi arus yang mengalir di dalam konduktor
• Bahan yang umum digunakan adalah polimer karet
sintetis dan thermoplastic
Pole (Tiang)
• Beberapa material yang umum digunakan sebagai tiang adalah
kayu, beton, dan metal.
• Tiang kayu biasanya digunakan di negara-negara amerika,
sedangkan beton dan metal digunakan di eropa dan asia
• Keuntungan menggunakan tiang kayu adalah tiang jenis ini lebih
ramah lingkungan akan tetapi lebih rentan terhadap kerusakan
seperti jamur, kelembaban, burung, dll
• Keuntungan menggunakan tiang beton dan metal adalah tiang ini
lebih tahan terhadap kerusakan tapi kurang ramah lingkungan
Fuse
• Merupakan rangkaian pengaman apabila terjadi
kelebihan tegangan atau arus. Berikut adalah contoh
high voltage fuse
Distribution Transformer
• Umumnya distribution transformer merupakan single phase
transformer
• Rating dari transformer dibagi berdasarkan kelas tegangan pada
lilitan primernya
• Standard Voltage classes: 2400, 4160, 7620, 13200, 23000, 34500,
46000, dan 69000 Volt
Lightning Arrester
• Digunakan untuk melindungi peralatan distribusi listrik
ketika terjadi sambaran petir atau terjadi tegangan
berlebih pada peralatan.
• Lightning arrester bekerja dengan cara menyalurkan
sambaran petir ke tanah
Panel Hubung Bagi (PHB)
Panel Hubung Bagi (PHB) adalah panel
berbentuk almari (cubicle), yang dapat
dibedakan sebagai:
• - Panel Utama/MDP : Main Distribution Panel
• - Panel Cabang/SDP : Sub-Distribution Panel
• - Panel Beban/SSDP : Subsub-Distribution
Panel
MCB (Miniatur Circuit Breaker)
• MCB adalah pengaman rangkaian yang
dilengkapi dengan pengaman thermis (bimetal)
untuk pengaman beban lebih dan juga
dilengkapi relai elektromagnetik untuk
pengaman hubung singkat. MCB banyak
digunakan untuk pengaman sirkit satu phasa
dan tiga phasa.
MCB (Miniatur Circuit Breaker)
Keuntungan menggunakan MCB sebagai
berikut.
• Dapat memutuskan rangkaian tiga phasa
walaupun terjadi hubung singkat pada salah
satu phasanya.
• Dapat digunakan kembali setelah rangkaian
diperbaiki akibat hubung singkat atau beban
lebih.
• Mempunyai tanggapan yang baik apabila terjadi
hubung singkat atau beban lebih.
MCB (Miniatur Circuit Breaker)
• Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu
secara thermis dan elektromagnetis,
• pengaman termis berfungsi untuk
mengamankan arus beban lebih sedangkan
• pengaman elektromagnetis berfungsi untuk
mengamankan jika terjadi hubung singkat
MCB (Miniatur Circuit Breaker)
Gambar 4.3 MCB (Miniatur Circuit Breaker)
MCCB (Molded Case Circuit Breaker)
• MCCB merupakan alat pengaman yang dalam
proses operasinya mempunyai dua fungsi yaitu
sebagai pengaman dan sebagai alat penghubung.
• Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB
dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan
arus hubung singkat dan arus beban lebih. Pada
jenis tertentu, pengaman ini mempunyai
kemampuan pemutusan yang dapat diatur
sesuai dengan yang diinginkan.
MCCB (Molded Case Circuit Breaker)
Gambar 4.4 Molded Case Circuit Breaker
Keterangan:
1. BMC material for base and cover
2. Arc chute
3. Mounting for ST or UVT connection block
4. Trip-free mechanism
5. Moving contacts
6. Clear and IEC-complaint maekings
7. Magnetic trip unit
8. Compact size
ACB (Air Circuit Breaker)
• ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis
circuit breaker dengan sarana pemadam busur
api berupa udara.
• ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan
tegangan menengah.
• Udara pada tekanan ruang atmosfer digunakan
sebagai peredam busur api yang timbul akibat
proses switching maupun gangguan.
ACB (Air Circuit Breaker)
Gambar 4.5 ACB (Air Circuit Breaker)
Air Circuit Breaker dapat digunakan pada
tegangan rendah dan tegangan
menengah. Rating standar Air Circuit
Breaker (ACB) yang dapat dijumpai
dipasaran sebagai berikut.
•LV-ACB:
Ue = 250 V dan 660 V
Ie = 800 A – 6.300 A
Icn = 45 kA – 170 kA
•LV-ACB:
Ue = 7,2 kV dan 24kV
Ie = 800 A – 7.000 A
Icn = 12,5 kA – 72 kA
OCB (Oil Circuit Breaker)
• Oil Circuit Breaker adalah jenis CB yang menggunakan
minyak sebagai sarana pemadam busur api yang timbul
saat terjadi gangguan.
• Bila terjadi busur api dalam minyak, maka minyak yang
dekat busur api akan berubah menjadi uap minyak dan
busur api akan dikelilingi oleh gelembung gelembung
uap minyak dan gas.
• Gas yang terbentuk tersebut mempunyai sifat thermal
conductivity yang baik dengan tegangan ionisasi tinggi
sehingga baik sekali digunakan sebagi bahan media
pemadam loncatan bunga api.
OCB (Oil Circuit Breaker)
Gambar 4.6 OCB (Oil Circuit Breaker)
VCB (Vacuum Circuit Breaker)
• Pada dasarnya kerja dari CB
ini sama dengan jenis
lainnya hanya ruang kontak
di mana terjadi busur api
merupakan ruang hampa
udara yang tinggi sehingga
peralatan dari CB jenis ini
dilengkapi dengan seal
penyekat udara untuk
mencegah kebocoran.
SF6 CB (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker)
• SF6 CB adalah pemutus rangkaian yang menggunakan
gas SF6 sebagai sarana pemadam busur api.
• Gas SF6 merupakan gas berat yang mempunyai sifat
dielektrik dan sifat memadamkan busur api yang baik
sekali.
• Prinsip pemadaman busur apinya adalah Gas SF6
ditiupkan sepanjang busur api, gas ini akan mengambil
panas dari busur api tersebut dan akhirnya padam.
Rating tegangan CB adalah antara 3.6 KV – 760 KV.
SF6 CB (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker)
Penghantar
Untuk instalasi listrik, penyaluran arus listriknya dari
panel ke beban digunakan penghantar listrik yang sesuai
dengan penggunaanya. Ada dua macam penghantar
listrik yaitu:
• Kawat Penghantar tanpa isolasi (telanjang) yang dibuat
dari Cu dan AL, sebagai contoh BC, BCC, A2C, A3C,
ACSR
• Kabel Penghantar yang terbungkus isolasi, ada yang
berinti tunggal atau banyak, ada yang kaku atau
berserabut, ada yang dipasang di udara atau di dalam
tanah, dan masing-masing digunakan sesuai dengan
kondisi pemasangannya.
Penghantar
Beban Listrik
Beban listrik yang dimaksud adalah
piranti/peralatan yang
menggunakan/mengkonsumsi energi listrik.
Menurut sifatnya, beban listrik terdiri tiga.
• a. Resistor (R) yang bersifat resistif
• b. Induktor (L) yang bersifat induktif
• c. Kapasitor (C) yang bersifat kapasitif
Contoh Soal
Suatu bangunan disuplai listrik 3 phasa, 4
kawat dengan tegangannya 220 V/380 V,
frekuensi 50 HZ. Beban yang ada 900 lampu
TL 40 W; 220 V; cos φ = 0,8, balast 10 W,
bagaimana instalasinya?
Jawaban
Diketahui :
• Dengan jumlah lampu 900 TL, setiap phasa
dibebani: 900/3 = 300 TL.
• Tiap lampu TL 40 W; 220 V; cos φ = 0,8
• Maka jika balast sebesar 10w, maka
memerlukan arus sebesar=
40 + 10 = 0.28 Ampere
0.8 x 220
Jawaban
Maka untuk 300 lampu = 300 x 0,28 A = 84 A
• Bila lampu menyala sekaligus:
IR = IS = IT = 84 A
• Lampu dibagi dalam grup (tiap grup
maksimum 12-14 titik lampu), bila tiap titik
terdiri dari 2 TL, maka tiap phasa terdapat =
300 TL/2 = 150 armatur (titik lampu)
• tiap phasa mempunyai 150 armatur = 12,5
~13 group.
Jawaban
• Satu grup adalah 12 armatur x 2 TL = 24 TL jadi
arus listrik tiap grup = 24 x 0,28 = 6,72 Ampere,
dengan demikian pengaman yang digunakan
(MCB atau sekering) tiap grup dapat digunakan
10A.
• Arus listrik tiap phasa panel utama = 13 x 6,72 A
=87,36 A maka pengaman utama (MCB atau
Sekering) yang digunakan sebesar 100 A.
• Berapa range arus yang dapat diproteksi oleh MCB dan MCCB?
Jawab
Misalnya pengguna berlangganan 900VA maka arus yang dapat
diproteksi oleh MCB adalah 900VA/220V = +- 4A. Sementara pada
MCCB yang merupakan pemutus sirkit tegangan menengah maka
Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan
besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih
kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel tergantung
pada sistem distribusi yang digunakan.
• Rumah-rumah penduduk menggunakan sistem distribusi apa?
Jawab
Istilah sistem distribusi(Radial, Loop, Network) hanya digunakan
pada level tegangan menengah (23KV - 138KV) sedangkan untuk
penyaluran pada rumah penduduk digunakan istilah saluran
pelayanan.
• Mengapa sistem distribusi masih menggunakan transformator?
Jawab
Transformator pada sistem distribusi disebut sebagai transformator
CSV. Transformator ini digunakan pada sistem distribusi karena
tegangan yang digunakan pada sistem distribusi adalah 23KV -
138KV dan harus diturunkan menjadi 220V - 380V agar dapat
digunakan oleh konsumen

Distribution_of_Electrical_Energy000.pdf

  • 1.
    Distribution of ElectricalEnergy Presented by: Diko Harneldo Firman Budiyanto Rengga A. Prasetyo Yudith Irawan
  • 2.
    Presentation Outline • DistributionSystem • Distribution System Consideration • Type of Electrical System • Type of Delivery System • Type of Construction • Materials and Equipments
  • 3.
    Distribution System 110 –125V 220 – 250V 2.2K – 46KV 23K – 138KV
  • 4.
    Distribution System Considerations •Type of Electrical System: Direct Current, Single-Phase Alternating Current, Polyphase Alternating Current • Type of Delivery System: Radial, Loop (Ring), Network • Type of Construction: Overhead, Underground • Desired Feature: Safety, Smooth Flow Power, Economy
  • 5.
    Type of ElectricalSystem • Direct Current (DC): digunakan sebelum listrik AC dikenal, sudah tidak lagi digunakan dikarenakan kurang efisien dibandingkan dengan listrik AC • Alternating Current (AC): umumnya dibagi menjadi beberapa fasa yaitu single phase, two phase, three phase, dan six phase. Berikut contoh konfigurasi AC untuk setiap phase: Single phase 2 wire and 3 wire system
  • 6.
    Type of ElectricalSystem (cont’d) Two phase 4 wire and 3 wire system Two phase 5 wire system
  • 7.
    Type of ElectricalSystem (cont’d) Three phase 4 wire system Three phase 3 wire system
  • 8.
    Type of ElectricalSystem (cont’d)
  • 9.
    Type of DeliverySystem Radial System Ring System
  • 10.
    Type of DeliverySystem (cont’d) Network System Radial system merupakan konfigurasi termudah dan termurah akan tetapi kurang handal (reliable). Konfigurasi ini biasanya digunakan di remote area Ring system biasanya digunakan pada daerah padat penduduk. Konfigurasi ini lebih reliable dibandingkan radial system akan tetapi membutuhkan biaya yang lebih besar Network system merupakan gabungan dari radial dan ring system. Sistem ini lebih kompleks tapi menjanjikan reliabiliti yang paling tinggi.
  • 11.
    Type of Construction Konstruksiyang digunakan dalam pendistribusian tenaga listrik dapat dibagi menjadi dua yaitu kontruksi overhead dan underground. Masing-masing konstruksi memiliki kelebihan dan kekurangan. Tipe konstruksi yang dikembangkan pertama kali adalah konstruksi underground dengan arus DC
  • 12.
    Overhead VS Underground OverheadUnderground • Biaya awal relatif lebih murah • Rentan terhadap exposure luar • Perawatan dan perbaikan lebih mudah • Kurang estetis jika ditempatkan di tengah kota • Bisa menggunakan konduktor biasa • Biaya awal yang tinggi • Lebih aman dari exposure • Perawatan dan perbaikan lebih sulit • Lebih estetis dan rapi karena terletak di bawah tanah • Memerlukan isolasi dan kabel khusus
  • 13.
    Material and Equipment •Beberapa material dan peralatan penting dalam distribusi tenaga listrik yaitu konduktor, insulator, pole, fuse, transformer, circuit breaker, disconnect switch, dan lightning arrester
  • 14.
    Conductor • Merupakan mediayang menyalurkan tenaga listrik, biasanya berupa kabel. • Material yang umum digunakan adalah tembaga, aluminium, baja, perak, nikel, tungsten, dan besi. • Diameter konduktor diukur menggunakan American Wire Gage (AWG)
  • 15.
    Conductor (cont’d) • Kemampuankonduktor dalam menghantarkan arus dapat dilihat dari resistivity bahan konduktor tersebut
  • 16.
    Insulator • Digunakan untukmelindungi konduktor dan mengisolasi arus yang mengalir di dalam konduktor • Bahan yang umum digunakan adalah polimer karet sintetis dan thermoplastic
  • 17.
    Pole (Tiang) • Beberapamaterial yang umum digunakan sebagai tiang adalah kayu, beton, dan metal. • Tiang kayu biasanya digunakan di negara-negara amerika, sedangkan beton dan metal digunakan di eropa dan asia • Keuntungan menggunakan tiang kayu adalah tiang jenis ini lebih ramah lingkungan akan tetapi lebih rentan terhadap kerusakan seperti jamur, kelembaban, burung, dll • Keuntungan menggunakan tiang beton dan metal adalah tiang ini lebih tahan terhadap kerusakan tapi kurang ramah lingkungan
  • 18.
    Fuse • Merupakan rangkaianpengaman apabila terjadi kelebihan tegangan atau arus. Berikut adalah contoh high voltage fuse
  • 19.
    Distribution Transformer • Umumnyadistribution transformer merupakan single phase transformer • Rating dari transformer dibagi berdasarkan kelas tegangan pada lilitan primernya • Standard Voltage classes: 2400, 4160, 7620, 13200, 23000, 34500, 46000, dan 69000 Volt
  • 20.
    Lightning Arrester • Digunakanuntuk melindungi peralatan distribusi listrik ketika terjadi sambaran petir atau terjadi tegangan berlebih pada peralatan. • Lightning arrester bekerja dengan cara menyalurkan sambaran petir ke tanah
  • 21.
    Panel Hubung Bagi(PHB) Panel Hubung Bagi (PHB) adalah panel berbentuk almari (cubicle), yang dapat dibedakan sebagai: • - Panel Utama/MDP : Main Distribution Panel • - Panel Cabang/SDP : Sub-Distribution Panel • - Panel Beban/SSDP : Subsub-Distribution Panel
  • 22.
    MCB (Miniatur CircuitBreaker) • MCB adalah pengaman rangkaian yang dilengkapi dengan pengaman thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relai elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat. MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu phasa dan tiga phasa.
  • 23.
    MCB (Miniatur CircuitBreaker) Keuntungan menggunakan MCB sebagai berikut. • Dapat memutuskan rangkaian tiga phasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah satu phasanya. • Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih. • Mempunyai tanggapan yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.
  • 24.
    MCB (Miniatur CircuitBreaker) • Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu secara thermis dan elektromagnetis, • pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih sedangkan • pengaman elektromagnetis berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung singkat
  • 25.
    MCB (Miniatur CircuitBreaker) Gambar 4.3 MCB (Miniatur Circuit Breaker)
  • 26.
    MCCB (Molded CaseCircuit Breaker) • MCCB merupakan alat pengaman yang dalam proses operasinya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat penghubung. • Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan arus hubung singkat dan arus beban lebih. Pada jenis tertentu, pengaman ini mempunyai kemampuan pemutusan yang dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.
  • 27.
    MCCB (Molded CaseCircuit Breaker) Gambar 4.4 Molded Case Circuit Breaker Keterangan: 1. BMC material for base and cover 2. Arc chute 3. Mounting for ST or UVT connection block 4. Trip-free mechanism 5. Moving contacts 6. Clear and IEC-complaint maekings 7. Magnetic trip unit 8. Compact size
  • 28.
    ACB (Air CircuitBreaker) • ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis circuit breaker dengan sarana pemadam busur api berupa udara. • ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah. • Udara pada tekanan ruang atmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang timbul akibat proses switching maupun gangguan.
  • 29.
    ACB (Air CircuitBreaker) Gambar 4.5 ACB (Air Circuit Breaker) Air Circuit Breaker dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah. Rating standar Air Circuit Breaker (ACB) yang dapat dijumpai dipasaran sebagai berikut. •LV-ACB: Ue = 250 V dan 660 V Ie = 800 A – 6.300 A Icn = 45 kA – 170 kA •LV-ACB: Ue = 7,2 kV dan 24kV Ie = 800 A – 7.000 A Icn = 12,5 kA – 72 kA
  • 30.
    OCB (Oil CircuitBreaker) • Oil Circuit Breaker adalah jenis CB yang menggunakan minyak sebagai sarana pemadam busur api yang timbul saat terjadi gangguan. • Bila terjadi busur api dalam minyak, maka minyak yang dekat busur api akan berubah menjadi uap minyak dan busur api akan dikelilingi oleh gelembung gelembung uap minyak dan gas. • Gas yang terbentuk tersebut mempunyai sifat thermal conductivity yang baik dengan tegangan ionisasi tinggi sehingga baik sekali digunakan sebagi bahan media pemadam loncatan bunga api.
  • 31.
    OCB (Oil CircuitBreaker) Gambar 4.6 OCB (Oil Circuit Breaker)
  • 32.
    VCB (Vacuum CircuitBreaker) • Pada dasarnya kerja dari CB ini sama dengan jenis lainnya hanya ruang kontak di mana terjadi busur api merupakan ruang hampa udara yang tinggi sehingga peralatan dari CB jenis ini dilengkapi dengan seal penyekat udara untuk mencegah kebocoran.
  • 33.
    SF6 CB (SulfurHexafluoride Circuit Breaker) • SF6 CB adalah pemutus rangkaian yang menggunakan gas SF6 sebagai sarana pemadam busur api. • Gas SF6 merupakan gas berat yang mempunyai sifat dielektrik dan sifat memadamkan busur api yang baik sekali. • Prinsip pemadaman busur apinya adalah Gas SF6 ditiupkan sepanjang busur api, gas ini akan mengambil panas dari busur api tersebut dan akhirnya padam. Rating tegangan CB adalah antara 3.6 KV – 760 KV.
  • 34.
    SF6 CB (SulfurHexafluoride Circuit Breaker)
  • 35.
    Penghantar Untuk instalasi listrik,penyaluran arus listriknya dari panel ke beban digunakan penghantar listrik yang sesuai dengan penggunaanya. Ada dua macam penghantar listrik yaitu: • Kawat Penghantar tanpa isolasi (telanjang) yang dibuat dari Cu dan AL, sebagai contoh BC, BCC, A2C, A3C, ACSR • Kabel Penghantar yang terbungkus isolasi, ada yang berinti tunggal atau banyak, ada yang kaku atau berserabut, ada yang dipasang di udara atau di dalam tanah, dan masing-masing digunakan sesuai dengan kondisi pemasangannya.
  • 36.
  • 37.
    Beban Listrik Beban listrikyang dimaksud adalah piranti/peralatan yang menggunakan/mengkonsumsi energi listrik. Menurut sifatnya, beban listrik terdiri tiga. • a. Resistor (R) yang bersifat resistif • b. Induktor (L) yang bersifat induktif • c. Kapasitor (C) yang bersifat kapasitif
  • 38.
    Contoh Soal Suatu bangunandisuplai listrik 3 phasa, 4 kawat dengan tegangannya 220 V/380 V, frekuensi 50 HZ. Beban yang ada 900 lampu TL 40 W; 220 V; cos φ = 0,8, balast 10 W, bagaimana instalasinya?
  • 39.
    Jawaban Diketahui : • Denganjumlah lampu 900 TL, setiap phasa dibebani: 900/3 = 300 TL. • Tiap lampu TL 40 W; 220 V; cos φ = 0,8 • Maka jika balast sebesar 10w, maka memerlukan arus sebesar= 40 + 10 = 0.28 Ampere 0.8 x 220
  • 40.
    Jawaban Maka untuk 300lampu = 300 x 0,28 A = 84 A • Bila lampu menyala sekaligus: IR = IS = IT = 84 A • Lampu dibagi dalam grup (tiap grup maksimum 12-14 titik lampu), bila tiap titik terdiri dari 2 TL, maka tiap phasa terdapat = 300 TL/2 = 150 armatur (titik lampu) • tiap phasa mempunyai 150 armatur = 12,5 ~13 group.
  • 41.
    Jawaban • Satu grupadalah 12 armatur x 2 TL = 24 TL jadi arus listrik tiap grup = 24 x 0,28 = 6,72 Ampere, dengan demikian pengaman yang digunakan (MCB atau sekering) tiap grup dapat digunakan 10A. • Arus listrik tiap phasa panel utama = 13 x 6,72 A =87,36 A maka pengaman utama (MCB atau Sekering) yang digunakan sebesar 100 A.
  • 43.
    • Berapa rangearus yang dapat diproteksi oleh MCB dan MCCB? Jawab Misalnya pengguna berlangganan 900VA maka arus yang dapat diproteksi oleh MCB adalah 900VA/220V = +- 4A. Sementara pada MCCB yang merupakan pemutus sirkit tegangan menengah maka Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel tergantung pada sistem distribusi yang digunakan.
  • 44.
    • Rumah-rumah pendudukmenggunakan sistem distribusi apa? Jawab Istilah sistem distribusi(Radial, Loop, Network) hanya digunakan pada level tegangan menengah (23KV - 138KV) sedangkan untuk penyaluran pada rumah penduduk digunakan istilah saluran pelayanan. • Mengapa sistem distribusi masih menggunakan transformator? Jawab Transformator pada sistem distribusi disebut sebagai transformator CSV. Transformator ini digunakan pada sistem distribusi karena tegangan yang digunakan pada sistem distribusi adalah 23KV - 138KV dan harus diturunkan menjadi 220V - 380V agar dapat digunakan oleh konsumen