Pemilihan dan Perancangan
Display dan Control
Ergonomi
Teknik Industri
Universitas Brawijaya
Human Machine
Display dan control sebagai interface
Mekanisme
Display
Control
Display mencatat & memberikan info
Operator menyerap info secara visual lalu
menginterpretasikan info tsb
Operator membuat keputusan dan
mengkomunikasikan keputusan ke mesin dengan
mekanisme kontrol
Instrument kontrol memberikan display ttg hasil
dari tindakan
Sistem kerja mesin memberikan proses kegiatan
sesuai yang diprogramkan
DISPLAY
Display
Visual red lamp
Auditory  “beep” from
headset
Tactile  “buzz” from
armband
Visual
Display
Changes in
Information
Static Dynamic
View of
Information
Qualitative Quantitative
Digital /
counter
Analog Mixed
Warm
Cold
Hot
Perancangan Quantitative Visual Display
 Scale design :
o Numerical progression, pertambahan tiap satuan, lima atau sepuluh
(Misalnya pertambahan 0-1-2-3-4-5, 0-5-10-15-20, 0-10 20-30-40-50).
o Designer of pointer, yang perlu diperhatikan adalah jarak antara
pointer.
o Scale marker.
 Alphanumeric display.
 Legibility, tingkat kedetilan dari display, yaitu kontras antara
karakter dengan latar belakang, penggunaan tipe font,
minimasi glare (kesilauan), dan optimasi disain elemen fisik
display.
 Readibility, tingkat lebih tinggi dari legibility, yaitu sejauh
mana display dapat dipahami maksudnya, menyangkut
susunan kata, phrase, kejelasan, relevansi.
Numerical progression
0 5 10 15 20 25
X
0 60 120 180 240 300
0 2.5 5 7.5 10 12.5
0 4 8 12 16 20
0 2 4 6 8 10
0 5 10 15 20
0 30 60 90 120 150 180
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 10 20
0 5 10 15 20
√
Penggunaan satuan ribuan dengan kilo (k), jutaan dengan
mega (M), seperseribu dengan mili (ml), sepersatujuta
dengan mikron (µ).
Minor
marker
Intermediate
marker
Major
marker
0,23cm
0,41cm
0,032cm 0,13cm
0,56cm
Scale marker
Ukuran dari display yang menggunakan skala, baik dari segi
ketinggian, ketebalan, dan perbedaan antar skala.
•Tinggi karakter (cm)= 0,0008666D + K1 + K2
D: Jarak pandang (cm)
K1: Faktor koreksi untuk illumination (k1=0,15cm u/
illumination baik,
K1= 0,4cm u/ illumination sedang, k1=0,66 u/ illumination
kurang)
K2: Faktor koreksi untuk tingkat kepentingan dari
pesan yang ditampilkan (K2=0 untuk informasi tidak penting
k2= 0,19 cm untuk informasi penting
•Orientasi angka atau huruf dalam posisi tegak lurus (upright
position).
•Rasio labar/tinggi karakter, untuk numeral 3:5, untuk kapital
antara 1:1 sampai 3:5.
•Rasio ketebalan/tinggi karakter, karakter warna hitam
dengan latar belakang putih 1:6 sampai 1:8, karakter warna
putih dengan latar belakang hitam 1:8 sampai 1:10
A
lebar
tinggi
tebal
Alphanumeric Display (Peter & Adam)
Legibility dan Readability
 Legibility menitik beratkan sejauh mana visual display
tersebut dapat ditangkap oleh oleh mata.
 Readability menitik beratkan pada pemahaman dari arti
visual display yang diberikan.
Auditory Display
 Digunakan untuk mempresentasikan data yang tangkap
oleh indra pendengar (hearing sense). Contohnya
terompet, bel, alarm, siren.
 Perancangan auditory display memperhatikan konsep
detectability, discriminability, dan identification.
Speaker
Sirine
Perancangan Auditory Display
 Detectability  apakah operator dapat mendengar
suara tersebut ?
 Contoh : suara peringatan harus 15dB lebih keras dari suara
gangguan.
 Discriminability  apakah suara tersebut memiliki
makna berbeda dari suara-suara yang ada di sistem ?
 Contoh : suara tanda kereta api akan berangkat
 Identification  apakah operator paham dengan
makna yang dimaksud dari suara tersebut ?
Tactual Display
 Digunakan untuk warning device dan seringkali diperuntukkan
kepada seseorang yang mengalami cacat mata, yaitu penggunaan
huruf braille.
 Display ini ditujukan agar bisa ditangkap oleh kulit (touch sense).
Walaupun kulit hanya bisa menangkap discrete stimuli yang
terbatas. Contohnya penggunaan thermal energy, mechanical
vibration, dan electronical impuls.
CONTROL
Control
• Desain harus memperhitungkan anatomi & fungsi anggota
tubuh operator; misalnya jari-jari dan tangan (telapak),
lengan, kaki.
• Hand-operated controls dapat dengan mudah dijangkau.
• Jarak antar kontrol juga harus memperhatikan anatomi
tubuh.
• Push-buttons, tumbler switches, & rotating knobs cukup
baik diaplikasikan untuk operasi kerja dengan sedikit
gerakan atau tenaga otot, langkah kecil, presisi tinggi serta
operasi kontinyu atau terputus-putus (click-stops).
• Long-armed levers, cranks, hand-wheels, & pedals akan
cukup sesuai diaplikasikan untuk operasi-operasi yang
memerlukan tenaga (otot) cukup besar untuk beberapa
lama dengan jarak pindah panjang serta tidak memerlukan
ketelitian.
Perancangan Sistem Kendali
• Control coding  pengidentifikasian dari berbagai control,
misalnya dengan cara labeling, color, location, shape, size,
texture.
• Control resistance  diberikan hambatan agar dibutuhkan
tenaga yang relatif besar untuk mengoperasikan control.
• Control/response ratio  seberapa cepat respon yang
muncul dari perubahan control yang diberikan.
• Control spacing  pemisahan jarak antara satu control
dengan yang lainnya.
• Feedback on operation  pemberian umpan balik terhadap
control yang telah dioperasikan, misalnya bunyi “klik”
Kesesuaian Control
Kesesuaian (compatibility) pada area ergonomi
adalah kesesuaian antara stimulus dan human
respon terhadap ekspektasi yang diharapkan.
A
B D
C
A B C D
THANK YOU …

DISPLAY 3.pakeisiwjdjejjwwjbdbebrbdbdhejdjhd

  • 1.
    Pemilihan dan Perancangan Displaydan Control Ergonomi Teknik Industri Universitas Brawijaya
  • 2.
    Human Machine Display dancontrol sebagai interface
  • 3.
    Mekanisme Display Control Display mencatat &memberikan info Operator menyerap info secara visual lalu menginterpretasikan info tsb Operator membuat keputusan dan mengkomunikasikan keputusan ke mesin dengan mekanisme kontrol Instrument kontrol memberikan display ttg hasil dari tindakan Sistem kerja mesin memberikan proses kegiatan sesuai yang diprogramkan
  • 4.
  • 5.
    Display Visual red lamp Auditory “beep” from headset Tactile  “buzz” from armband
  • 6.
    Visual Display Changes in Information Static Dynamic Viewof Information Qualitative Quantitative Digital / counter Analog Mixed Warm Cold Hot
  • 7.
    Perancangan Quantitative VisualDisplay  Scale design : o Numerical progression, pertambahan tiap satuan, lima atau sepuluh (Misalnya pertambahan 0-1-2-3-4-5, 0-5-10-15-20, 0-10 20-30-40-50). o Designer of pointer, yang perlu diperhatikan adalah jarak antara pointer. o Scale marker.  Alphanumeric display.  Legibility, tingkat kedetilan dari display, yaitu kontras antara karakter dengan latar belakang, penggunaan tipe font, minimasi glare (kesilauan), dan optimasi disain elemen fisik display.  Readibility, tingkat lebih tinggi dari legibility, yaitu sejauh mana display dapat dipahami maksudnya, menyangkut susunan kata, phrase, kejelasan, relevansi.
  • 8.
    Numerical progression 0 510 15 20 25 X 0 60 120 180 240 300 0 2.5 5 7.5 10 12.5 0 4 8 12 16 20 0 2 4 6 8 10 0 5 10 15 20 0 30 60 90 120 150 180 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 10 20 0 5 10 15 20 √ Penggunaan satuan ribuan dengan kilo (k), jutaan dengan mega (M), seperseribu dengan mili (ml), sepersatujuta dengan mikron (µ).
  • 9.
    Minor marker Intermediate marker Major marker 0,23cm 0,41cm 0,032cm 0,13cm 0,56cm Scale marker Ukurandari display yang menggunakan skala, baik dari segi ketinggian, ketebalan, dan perbedaan antar skala.
  • 10.
    •Tinggi karakter (cm)=0,0008666D + K1 + K2 D: Jarak pandang (cm) K1: Faktor koreksi untuk illumination (k1=0,15cm u/ illumination baik, K1= 0,4cm u/ illumination sedang, k1=0,66 u/ illumination kurang) K2: Faktor koreksi untuk tingkat kepentingan dari pesan yang ditampilkan (K2=0 untuk informasi tidak penting k2= 0,19 cm untuk informasi penting •Orientasi angka atau huruf dalam posisi tegak lurus (upright position). •Rasio labar/tinggi karakter, untuk numeral 3:5, untuk kapital antara 1:1 sampai 3:5. •Rasio ketebalan/tinggi karakter, karakter warna hitam dengan latar belakang putih 1:6 sampai 1:8, karakter warna putih dengan latar belakang hitam 1:8 sampai 1:10 A lebar tinggi tebal Alphanumeric Display (Peter & Adam)
  • 11.
    Legibility dan Readability Legibility menitik beratkan sejauh mana visual display tersebut dapat ditangkap oleh oleh mata.  Readability menitik beratkan pada pemahaman dari arti visual display yang diberikan.
  • 12.
    Auditory Display  Digunakanuntuk mempresentasikan data yang tangkap oleh indra pendengar (hearing sense). Contohnya terompet, bel, alarm, siren.  Perancangan auditory display memperhatikan konsep detectability, discriminability, dan identification. Speaker Sirine
  • 13.
    Perancangan Auditory Display Detectability  apakah operator dapat mendengar suara tersebut ?  Contoh : suara peringatan harus 15dB lebih keras dari suara gangguan.  Discriminability  apakah suara tersebut memiliki makna berbeda dari suara-suara yang ada di sistem ?  Contoh : suara tanda kereta api akan berangkat  Identification  apakah operator paham dengan makna yang dimaksud dari suara tersebut ?
  • 14.
    Tactual Display  Digunakanuntuk warning device dan seringkali diperuntukkan kepada seseorang yang mengalami cacat mata, yaitu penggunaan huruf braille.  Display ini ditujukan agar bisa ditangkap oleh kulit (touch sense). Walaupun kulit hanya bisa menangkap discrete stimuli yang terbatas. Contohnya penggunaan thermal energy, mechanical vibration, dan electronical impuls.
  • 15.
  • 16.
    Control • Desain harusmemperhitungkan anatomi & fungsi anggota tubuh operator; misalnya jari-jari dan tangan (telapak), lengan, kaki. • Hand-operated controls dapat dengan mudah dijangkau. • Jarak antar kontrol juga harus memperhatikan anatomi tubuh. • Push-buttons, tumbler switches, & rotating knobs cukup baik diaplikasikan untuk operasi kerja dengan sedikit gerakan atau tenaga otot, langkah kecil, presisi tinggi serta operasi kontinyu atau terputus-putus (click-stops). • Long-armed levers, cranks, hand-wheels, & pedals akan cukup sesuai diaplikasikan untuk operasi-operasi yang memerlukan tenaga (otot) cukup besar untuk beberapa lama dengan jarak pindah panjang serta tidak memerlukan ketelitian.
  • 17.
    Perancangan Sistem Kendali •Control coding  pengidentifikasian dari berbagai control, misalnya dengan cara labeling, color, location, shape, size, texture. • Control resistance  diberikan hambatan agar dibutuhkan tenaga yang relatif besar untuk mengoperasikan control. • Control/response ratio  seberapa cepat respon yang muncul dari perubahan control yang diberikan. • Control spacing  pemisahan jarak antara satu control dengan yang lainnya. • Feedback on operation  pemberian umpan balik terhadap control yang telah dioperasikan, misalnya bunyi “klik”
  • 18.
    Kesesuaian Control Kesesuaian (compatibility)pada area ergonomi adalah kesesuaian antara stimulus dan human respon terhadap ekspektasi yang diharapkan. A B D C A B C D
  • 19.