WELCOME
---------------------------------------------------------
DEMONSTRATION
By : I Kadek Andika
Asisten Chief
Security
OBJECTIVE
● Kekacauan huru hara merupakan gangguan yang disebabkan adanya
demo massal oleh karyawan perusahaan atau masyarakat sekitar
perusahaan, sehingga mengganggu jalannya kegiatan operasional
perusahaan
● Prosedur tanggap darurat gangguan huru hara atau demo massal
adalah bagaimana cara mengatur tata cara penanggulangan
kekacauan huru hara secara hati hati dalam mengatasinya. Sebab
jika salah dalam mengatasi atau menanggulangi huru hara atau demo
massal, bukannya ketertiban yang didapat malah bisa berubah
menjadi kekacauan
Kepala Satpam mengkoordinir para anggotanya dan
bekerjasama dengan Koordinator Tanggap Darurat untuk
menyiapkan regu tanggap darurat untuk stand by bilamana
diperlukan.
Satpam bekerjasama dengan HRD akan mengisolasi tempat-
tempat berkumpulnya karyawan dan massa melalui penutupan
pintu-pintu yang diperlukan.
Satpam atau Front Office akan menghubungi kantor
Kepolisian terdekat untuk minta bantuan pengamanan bila
diperlukan.
Satpam mengamankan aset perusahaan, anggota manajemen
dan karyawan perusahaan saat terjadinya huru hara
Prosedure Penguncian Darurat
TINDAKAN DAN CARA
PENANGANAN UNJUK RASA
Satpam yang mengetahui, menemukan dan atau mendapat informasi
adanya unjuk rasa segera melapor kepada Komandan Regu
Komandan Regu segera menghubungi chief security untuk melakukan
pendataan informasi dan pencegahan dini.
Mengatur dan memeriksa arus lalu lintas keluar masuk tamu, karyawan dan
kendaraan dilingkungan perusahaan, serta mengecek alat yang diperlukan
(Hidrant, Apar, dll)
Siaga ditempat yang ditentukan dan silap melakukan penanggulangan
Menutup dan meminimalkan akses masuk lingkungan perusahaan
Mengarahkan dan menjauhkan peserta unjuk rasa dari lokasi penting asset
perusahaan.
Melarang orang yang tidak berkepentingan berada dilokasi unjuk rasa.
. Tidak panic dan bersikap tenang
. Segera melapor kepada Komandan Regu
. Komandan Regu segera menghubungi Kasie, Ops,
Kabag keamanan dan atau Puldalsis (Pusat
Pengendali Situasi)
. Mengatur dan memeriksa arus lalu lintas keluar
masuk tamu, karyawan dan kendaraan dilingkungan
perusahaan, serta mengecek alat yang diperlukan
(Hidrant, Apar dll)
. Siaga di tempat yang ditentukan dan siap
melakukan penanggulangan.
TINDAKAN DAN
CARA
PENANGANAN
KERUSUHAN
MASSA
. Melarang orang yang tidak berkepentingan masuk lingkungan perusahaan, menutup
pintu utama dan menunggu perintah atasan
. Menyelamatkan karyawan dan asset perusahaan (skala prioritas)
. Segera memutuskan airan listrik dari luar apabila ada dengan cara mematikan saklar
induk dan semua sekring dan membiarkan sekring pada tempatnya
. Menempatkan dan mengamankan asset perusahaan (dokumen dan peralatan
penting) yang dapat diselamatkan dilokasi yan aman
. Berusaha menghalau massa dengan baik dan sopan
. Mengamankan dan melarang orang yang tidak berkepentingan memasuki lokasi
kerusuhan massa baik saat kejadian maupun sesudahnya
. Setelah kerusuhan berakhir dan dinyatakan aman, melakukan penyisiran seluruh
lokasi untuk memeriksa korban dan melakukan pendataan asset perusahaan yang
masih bisa atau perlu diselamatkan
Indikasi Penyimpangan
Unjuk Rasa
 Tidak mematuhi ketentuan
 Tidak membawa alat/senjata
penyerang namun melakukan
tindakan memancing keributan
 Tidak bersedia mengikuti arahan
himbauan petugas perusahaan
 Peserta unjuk rasa yang terorganisir
dan bergerak mengganggu operasi
pabrik
Koordinasi
* Perkiraan taktis situasi yang dihadapi.
* Tindakan anggota satpam dan petugas tanggap darurat
* Pembagian tugas tiap anggota (tim) yang ikut dalam penanganan huru-hara
* Meminta bantuan anggota kepolisian dan TNI setempat
* Melaporkan hasil negosiasi kepada wakil manajemen untuk tindak lanjut
* Memberi kesempatan pimpinan unjuk rasa menertibkan massanya
* Bila ada anggota kepolisian security wajib melakukan penertiban bersama
Penertiban
 Bila gagal penertiban
melalui negosiasi,
maka komandan regu
mempersiapkan
tindakan penertiban
 Pasukan membentuk
formasi bersaf
merapat dengan
lengan saling
mengunci
 Komandan regu memberi
seruan peringatan kepada
pihak yang melakukan
unjuk rasa
 Perlengkapan: tongkat dan
gas air mata untuk
digunakan, bila perlu
 Upaya penertiban
dilakukan sedapat
mungkin tanpa
kekerasan
 Setelah massa bubar, adakan apel/rapat
konsolidasi untuk mengantisipasi kemungkinan
adanya aksi lagi atau kegiatan lainnya
 Patroli untuk mencegah massa berhimpun kembali.
Usahakan patroli dalam berkelompok dalam jumlah
tertentu
 Security tetap tenang dan jangan panic saat
terjadinya demo di area ho
Konsolidasi
> Perhatikan subjek mereka apakah itu membangun atau
komunitas tertentu.
> Berusaha menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai
komunitas pengunjuk rasa dan pemimpinnya. Bila perlu, cobalah
untuk mendapatkan salinan brosur, slogan, dan alamat band.
Selain itu petugas keamanan juga diharapkan bisa menilai
jumlah pengunjuk rasa yang terlibat.
> Setelah Anda yakin bahwa subjek demonstrasi adalah tempat
kerja Anda, segera matikan fungsi lift, kunci semua entri ke area
tugas Anda, simpan barang-barang berharga di tempat yang
aman dan amankan setiap potensi sumber api
 Amankan semua orang yang menjadi subjek demonstrasi dan semua tamu hotel yang cacat
 Segera laporkan keadaan darurat ini kepada General Manager, Security & Safety Manager, Duty
Manager dan selalu siapkan personel cadangan untuk keselamatan Anda sendiri.
 Jangan tinggalkan posisi Anda sampai ada instruksi dari pengawas Anda dan jangan berikan informasi
apapun kepada siapapun
 Tekan 110 untuk nomor darurat untuk Departemen Kepolisian, dan 0361 751 598 untuk POLSEK. KUTA
 Jika itu adalah demonstrasi internal, lokalkan ruang lingkup dan tutup semua pintu di sekitar tempat itu,
cari tahu juru bicaranya, cobalah untuk berbicara dengannya dan nasihat untuk tetap tertib.
Demonstration Training.pdf

Demonstration Training.pdf

  • 1.
  • 2.
    OBJECTIVE ● Kekacauan huruhara merupakan gangguan yang disebabkan adanya demo massal oleh karyawan perusahaan atau masyarakat sekitar perusahaan, sehingga mengganggu jalannya kegiatan operasional perusahaan ● Prosedur tanggap darurat gangguan huru hara atau demo massal adalah bagaimana cara mengatur tata cara penanggulangan kekacauan huru hara secara hati hati dalam mengatasinya. Sebab jika salah dalam mengatasi atau menanggulangi huru hara atau demo massal, bukannya ketertiban yang didapat malah bisa berubah menjadi kekacauan
  • 3.
    Kepala Satpam mengkoordinirpara anggotanya dan bekerjasama dengan Koordinator Tanggap Darurat untuk menyiapkan regu tanggap darurat untuk stand by bilamana diperlukan. Satpam bekerjasama dengan HRD akan mengisolasi tempat- tempat berkumpulnya karyawan dan massa melalui penutupan pintu-pintu yang diperlukan. Satpam atau Front Office akan menghubungi kantor Kepolisian terdekat untuk minta bantuan pengamanan bila diperlukan. Satpam mengamankan aset perusahaan, anggota manajemen dan karyawan perusahaan saat terjadinya huru hara Prosedure Penguncian Darurat
  • 4.
    TINDAKAN DAN CARA PENANGANANUNJUK RASA Satpam yang mengetahui, menemukan dan atau mendapat informasi adanya unjuk rasa segera melapor kepada Komandan Regu Komandan Regu segera menghubungi chief security untuk melakukan pendataan informasi dan pencegahan dini. Mengatur dan memeriksa arus lalu lintas keluar masuk tamu, karyawan dan kendaraan dilingkungan perusahaan, serta mengecek alat yang diperlukan (Hidrant, Apar, dll) Siaga ditempat yang ditentukan dan silap melakukan penanggulangan Menutup dan meminimalkan akses masuk lingkungan perusahaan Mengarahkan dan menjauhkan peserta unjuk rasa dari lokasi penting asset perusahaan. Melarang orang yang tidak berkepentingan berada dilokasi unjuk rasa.
  • 5.
    . Tidak panicdan bersikap tenang . Segera melapor kepada Komandan Regu . Komandan Regu segera menghubungi Kasie, Ops, Kabag keamanan dan atau Puldalsis (Pusat Pengendali Situasi) . Mengatur dan memeriksa arus lalu lintas keluar masuk tamu, karyawan dan kendaraan dilingkungan perusahaan, serta mengecek alat yang diperlukan (Hidrant, Apar dll) . Siaga di tempat yang ditentukan dan siap melakukan penanggulangan. TINDAKAN DAN CARA PENANGANAN KERUSUHAN MASSA
  • 6.
    . Melarang orangyang tidak berkepentingan masuk lingkungan perusahaan, menutup pintu utama dan menunggu perintah atasan . Menyelamatkan karyawan dan asset perusahaan (skala prioritas) . Segera memutuskan airan listrik dari luar apabila ada dengan cara mematikan saklar induk dan semua sekring dan membiarkan sekring pada tempatnya . Menempatkan dan mengamankan asset perusahaan (dokumen dan peralatan penting) yang dapat diselamatkan dilokasi yan aman . Berusaha menghalau massa dengan baik dan sopan . Mengamankan dan melarang orang yang tidak berkepentingan memasuki lokasi kerusuhan massa baik saat kejadian maupun sesudahnya . Setelah kerusuhan berakhir dan dinyatakan aman, melakukan penyisiran seluruh lokasi untuk memeriksa korban dan melakukan pendataan asset perusahaan yang masih bisa atau perlu diselamatkan
  • 7.
    Indikasi Penyimpangan Unjuk Rasa Tidak mematuhi ketentuan  Tidak membawa alat/senjata penyerang namun melakukan tindakan memancing keributan  Tidak bersedia mengikuti arahan himbauan petugas perusahaan  Peserta unjuk rasa yang terorganisir dan bergerak mengganggu operasi pabrik
  • 8.
    Koordinasi * Perkiraan taktissituasi yang dihadapi. * Tindakan anggota satpam dan petugas tanggap darurat * Pembagian tugas tiap anggota (tim) yang ikut dalam penanganan huru-hara * Meminta bantuan anggota kepolisian dan TNI setempat * Melaporkan hasil negosiasi kepada wakil manajemen untuk tindak lanjut * Memberi kesempatan pimpinan unjuk rasa menertibkan massanya * Bila ada anggota kepolisian security wajib melakukan penertiban bersama
  • 9.
    Penertiban  Bila gagalpenertiban melalui negosiasi, maka komandan regu mempersiapkan tindakan penertiban  Pasukan membentuk formasi bersaf merapat dengan lengan saling mengunci  Komandan regu memberi seruan peringatan kepada pihak yang melakukan unjuk rasa  Perlengkapan: tongkat dan gas air mata untuk digunakan, bila perlu  Upaya penertiban dilakukan sedapat mungkin tanpa kekerasan
  • 10.
     Setelah massabubar, adakan apel/rapat konsolidasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi lagi atau kegiatan lainnya  Patroli untuk mencegah massa berhimpun kembali. Usahakan patroli dalam berkelompok dalam jumlah tertentu  Security tetap tenang dan jangan panic saat terjadinya demo di area ho Konsolidasi
  • 11.
    > Perhatikan subjekmereka apakah itu membangun atau komunitas tertentu. > Berusaha menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai komunitas pengunjuk rasa dan pemimpinnya. Bila perlu, cobalah untuk mendapatkan salinan brosur, slogan, dan alamat band. Selain itu petugas keamanan juga diharapkan bisa menilai jumlah pengunjuk rasa yang terlibat. > Setelah Anda yakin bahwa subjek demonstrasi adalah tempat kerja Anda, segera matikan fungsi lift, kunci semua entri ke area tugas Anda, simpan barang-barang berharga di tempat yang aman dan amankan setiap potensi sumber api
  • 12.
     Amankan semuaorang yang menjadi subjek demonstrasi dan semua tamu hotel yang cacat  Segera laporkan keadaan darurat ini kepada General Manager, Security & Safety Manager, Duty Manager dan selalu siapkan personel cadangan untuk keselamatan Anda sendiri.  Jangan tinggalkan posisi Anda sampai ada instruksi dari pengawas Anda dan jangan berikan informasi apapun kepada siapapun  Tekan 110 untuk nomor darurat untuk Departemen Kepolisian, dan 0361 751 598 untuk POLSEK. KUTA  Jika itu adalah demonstrasi internal, lokalkan ruang lingkup dan tutup semua pintu di sekitar tempat itu, cari tahu juru bicaranya, cobalah untuk berbicara dengannya dan nasihat untuk tetap tertib.