Debat
WINDA KHOIRUN NISAK, M.PD.
Motto
Berbagi Pandangan Mendorong Toleransi
Debat merupakan pembahasan dan pertukaran
pendapat mengenai suatu hal dengan saling
memberi alasan untuk mempertahankan pendapat
masing-masing pihak. Dalam berdebat, masing-
masing pihak diperkenankan untuk menambahkan
informasi, bukti, dan data untuk mempertahankan
pendapat.
Tujuan Debat
Belajar mematahkan pendapat dari orang lain atau lawan debat dengan
alasan-alasan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melatih diri dalam bersikap kritis terhadap semua materi yang
diperdebatkan.
Meningkatkan kemampuan dalam merespon atau menghadapai suatu
masalah.
Melatih diri dalam memantapkan pemahaman tentang konsep dari
materi yang diperdebatkan.
Melatih keberanian dan mental dalam mengemukakan pendapat di
depan umum atau di depan banyak orang.
Macam-Macam Debat
Debat pemeriksaan ulangan atau cross-examination debating: Debat
pemeriksaan ulangan dilakukan untuk mengetahui kebenaran
pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam debat ini,
diajukan beberapa pertanyaan yang saling memiliki hubungan, sehingga
menyebabkan individu yang diberi pertanyaan dapat mendukung posisi
yang ingin ditegakkan maupun diperkokoh oleh pihak yang memberi
pertanyaan.
Debat Parlementer atau Assembly or Parlementary Debating: Debat
parlementer juga dikenal dengan sebutan debat Majelis. Fungsi debat
perlementer ini yaitu untuk memberikan maupun menambah dukungan
pada suatu undang-undang tertentu. Di dalam debat parlementer
seluruh anggota debat berhak mengajukan pendapat dan gagasannya.
Mendukung atau menentang usul yang telah disampaikan setelah
diizinkan oleh majelis debat dengan disertai alasan yang kuat.
Debat Formal: Debat formal juga dikenal dengan sebutan debat
konvensional atau debat pendidikan. Debat formal ini bertujuan untuk
memberikan kesempatan kepada masing-masing tim pembicara untuk
menyampaikan kepada audiens atau peserta debat tentang beberapa
argumen maupun gagasan yang dapat menunjang atau menolak usulan.
Argumen yang disampaikan harus masuk akal, jelas, dan menyangkut
kebutuhan bersama.
Struktur Teks Debat
1. Pengenalan
Pertama, yaitu pengenalan. Pada bagian pengenalan, moderator menyampaikan
salam pembuka dan memperkenalkan pihak atau tim yang akan
berdebat. Moderator adalah pemimpin sidang, rapat, atau diskusi, yang bertindak
sebagai pengarah dan penengah. Selain mengenalkan pihak yang berdebat,
moderator juga menyampaikan mosi dari debat yang akan berlangsung.
2. Penyampaian Argumentasi
Kedua, yaitu penyampaian argumentasi. Penyampaian argumentasi disampaikan
oleh pihak afirmasi, pihak oposisi, dan pihak netral/penengah (jika ada).
Pihak afirmasi adalah pihak yang mendukung mosi atau pro terhadap mosi. Pihak
oposisi adalah pihak yang menentang mosi atau kontra terhadap mosi.
Sedangkan Pihak netral/penengah adalah pihak yang bersikap netral dan berperan
sebagai penengah dalam debat. Pihak netral ini bersifat opsional alias tidak harus
ada dalam debat.
3. Debat
Ketiga, yaitu debat. Pada bagian ini, pihak afirmasi dan pihak oposisi saling
memberikan sanggahan, lalu ditengahi oleh pihak netral. Jika pihak netral
tidak ada, maka boleh ditengahi oleh moderator selaku pemimpin acara
debat. Nah, bagian ini nih, yang merupakan bagian terseru dari keseluruhan
acara debat!
4. Simpulan
Keempat, yaitu simpulan. Pada bagian ini, pihak afirmasi, pihak oposisi,
dan pihak netral menyampaikan simpulan terkait mosi, pendapat, serta
sanggahan dari tim lain.
5. Penutup
Kelima, yaitu penutup. Pada bagian ini, moderator memberikan simpulan
secara kesuluruhan tanpa berpihak kepada pihak manapun,
kemudian menutup kegiatan debat dengan salam.
Ciri-Ciri Debat
1. Terdapat dua tim yang berdebat, yaitu tim afirmasi dan tim oposisi
2. Terdapat dua sudut pandang, yaitu pro dan kontra
3. Terdapat topik atau isu yang diperdebatkan
4. Terdapat argumentasi
5. Terdapat pihak penengah (opsional)
Kaidah Kebahasaan Teks Debat
1. Menggunakan bahasa baku
Teks debat ditulis menggunakan bahasa baku atau bahasa yang sesuai
dengan standar dan kaidah bahasa Indonesia.
2. Menggunakan kata denotatif
Teks debat ditulis menggunakan kata denotatif. Kata denotatif
adalah kata yang bermakna sebenarnya.
Contoh:
Denotatif → Marilah kita menutup mata sambil berdoa.
Bukan denotatif → Pemerintah tidak boleh menutup mata atas kejadian
yang melanda Indonesia saat ini.
Unsur-Unsur Debat
1. Mosi
Unsur pertama yaitu mosi. Mosi adalah topik atau isu yang diangkat dalam debat. Mosi akan menentukan sikap dari masing-masing
pihak atau tim yang berdebat, apakah akan pro terhadap mosi atau kontra terhadap mosi.
2. Tim Debat
Seperti yang tadi sudah dijelaskan, dalam debat umumnya terdapat tiga tim debat yaitu:
Tim afirmasi → tim pendukung mosi atau pro terhadap mosi
Tim oposisi → tim penentang mosi atau kontra terhadap mosi
Tim netral/penengah → tim yang netral dan berperan sebagai penengah (opsional)
Untuk tim netral/penengah tidak wajib ada dan perannya sebagai penengah dapat digantikan oleh moderator.
3. Partisipan
Selain tim debat, terdapat juga partisipan lainnya dalam debat yaitu:
Penonton atau juri → menilai tim yang berdebat
Moderator → memimpin jalannya debat
Notulen → mencatat jalannya debat dan hasil debat
Adaptasi debat parlementer
Strategi Menang
Debat dengan
Mudah
1. Berpikir Layaknya Seorang Juri Debat
Berpikirlah seolah-olah Anda adalah seorang juri debat, bukan diri anda sendiri. Ingat,
satu-satunya orang yang pendapatnya penting di akhir putaran adalah juri, bukan Anda.
Janganlah berargumen menurut sudut pandang dan pendukung Anda sendiri. Berargumen
lah dengan lebih netral namun tetap menyisipkan kebaikan-kebaikan untuk meyakinkan
audiens.Tatap juri saat mengutarakan argumen penting. Dengan sikap yang meyakinkan
akan menguatkan argumen Anda di benak juri.
2. Selalu Berpikir Komparatif
Anda harus selalu mempertimbangkan dampak dari segala argumen yang Anda buat.
Usahakan untuk mencari kelebihan dari statement yang kita pakai.
Berpikir lah dengan tidak menggunakan sudut pandang Anda sendiri. Sudut pandang dari
mana saja bisa menjadi fokus Anda. Contohnya, serangan nuklir oleh teroris karena
runtuhnya Pakistan jelas sangat buruk, tetapi menyebarkan senjata nuklir ke banyak negara
bukankah lebih buruk?
Nah, jika Anda membuat klaim komparatif bahwa alasan argumen Anda lebih penting
daripada tim lain, Anda dapat memenangkan putaran debat dengan mudah.
3. Bertindaklah Layaknya Seorang Pemenang
Kepercayaan diri yang baik, materi yang bagus, kemampuan komunikasi yang cemerlang
dan ditunjang dengan bahasa tubuh bisa meyakinkan para audiens untuk memilih Anda
sebagai pemenang.
Namun jangan sampai terlihat sombong. Sampaikan argumen dengan penuh percaya diri
sehingga juri yakin akan pernyataan Anda.
4. Jangan Terlena Dengan Argumen Sendiri
Jangan terlalu yakin dengan pernyataan serta data yang Anda berikan kepada audiens
karena bisa saja data Anda tidak lebih update atau bahkan salah.
Penting diperhatikan bahwa dalam menyampaikan argumen, tidak perlu terlalu
percaya diri dan kukuh dengan pendapat Anda. Hal ini untuk menghindari Anda kalah
saat melakukan perdebatan.
5. Bekerja Sebagai Tim
Meski merasa argumenmu penting dan merujuk pada data dan fakta, tetap jangan
merasa lebih dominan dibandingkan rekan debatmu. Sebab juri bisa berpikiran
bahwa kemampuan debat tim tidak seimbang sekaligus menunjukkan kurangnya
koordinasi yang matang di dalam tim.
Sehingga buat proporsi yang sama rata dengan sesama rekan tim agar tampak
kompak dan solid. Pastikan juga Anda dan rekan membahas dan menyepakati
argumen bersama.
6. Buat Lawan Menjawab Pertanyaannya Sendiri
Buatlah pembahasan yang memancing lawan debat Anda untuk mengiyakan
pertanyaan kepadanya. Hal ini bisa menjatuhkan mental lawan Anda. Jika berhasil
maka menunjukkan bahwa lawan Anda tidak memiliki prinsip yang kuat dan lawan
debat Anda tidak mampu menyanggah pertanyaan pancingan dari Anda.
KESALAHAN YANG
SERING TERJADI
SAAT DEBAT
Argumen Repetitif
argumen identik yang dibawa secara terus menerus dan berulang-ulang sepanjang
debat. Argumen repetitif bisa terjadi pada argumen speaker yang bersangkutan atau
argumen speaker sebelumnya (Bellon &Williams, 2008).
Inkonsistensi
dapat dikategorikan sebagai kesalahan yang dapat berujung fatal dan mempengaruhi
hasil debat karena menunjukan kredibilitas dari sebuah tim.
Insignifikansi
Sangat penting bagi debater untuk menunjukan bahwa argumen yang mereka bawa
adalah benar adanya. Dalam debat sangat dianjurkan untuk menggunakan argumen
dan contoh yang relevan dan dengan penjelasan yang runtut, akan tetapi jangan
gunakan contoh yang tidak memberi signifikansi apapun dari argument.
Argumen yang terlalu umum
Tujuan dari debat adalah memperdebatkan isu dengan menggunakan argumen.
Maka dari itu argumen yang digunakan harus menjadi jawaban langsung dari isu
pada mosi tersebut.
Irelevan
Argumen yang irelevan adalah argumen tersebut yang tidak memiliki kaitan langsung
dengan argumen yang seharusnya dibawa oleh sebuah tim untuk menjawab burden of
proof (Driscoll, 2003).
Argumen Bergantung atau Argumen Terikat
Argumen bergantung adalah argumen yang hanya akan efektif ketika argumen lain dapat
dibawa dengan baik, dengan kata lain keefektifan argumen ini ditentukan oleh kesuksesan
argumen lainnya.
Tautologi
Tim afirmatif tidak boleh membawakan kasus status quo. Aturan tersebut berlaku bagi
pembuat mosi debat maupun bagi debater.
Truistic
Truistic adalah argumen yang tidak dapat disanggah oleh tim lawan. Truistic terjadi ketika
sebuah pernyataan level kebenaranya sudah tidak diragukan lagi dan dimasukkan kedalam
set debata atau definisi (Dreier, 2006)
Kesalahan dalam Points of Information (PoI)
Points of Information (PoI) adalah sebuah interupsi yang diberikan tim lawan kepada tim
yang sedang menyampaikan argument.

Debat-1.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Debat merupakan pembahasandan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing pihak. Dalam berdebat, masing- masing pihak diperkenankan untuk menambahkan informasi, bukti, dan data untuk mempertahankan pendapat.
  • 4.
  • 5.
    Belajar mematahkan pendapatdari orang lain atau lawan debat dengan alasan-alasan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Melatih diri dalam bersikap kritis terhadap semua materi yang diperdebatkan. Meningkatkan kemampuan dalam merespon atau menghadapai suatu masalah. Melatih diri dalam memantapkan pemahaman tentang konsep dari materi yang diperdebatkan. Melatih keberanian dan mental dalam mengemukakan pendapat di depan umum atau di depan banyak orang.
  • 6.
  • 7.
    Debat pemeriksaan ulanganatau cross-examination debating: Debat pemeriksaan ulangan dilakukan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam debat ini, diajukan beberapa pertanyaan yang saling memiliki hubungan, sehingga menyebabkan individu yang diberi pertanyaan dapat mendukung posisi yang ingin ditegakkan maupun diperkokoh oleh pihak yang memberi pertanyaan.
  • 8.
    Debat Parlementer atauAssembly or Parlementary Debating: Debat parlementer juga dikenal dengan sebutan debat Majelis. Fungsi debat perlementer ini yaitu untuk memberikan maupun menambah dukungan pada suatu undang-undang tertentu. Di dalam debat parlementer seluruh anggota debat berhak mengajukan pendapat dan gagasannya. Mendukung atau menentang usul yang telah disampaikan setelah diizinkan oleh majelis debat dengan disertai alasan yang kuat.
  • 9.
    Debat Formal: Debatformal juga dikenal dengan sebutan debat konvensional atau debat pendidikan. Debat formal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing tim pembicara untuk menyampaikan kepada audiens atau peserta debat tentang beberapa argumen maupun gagasan yang dapat menunjang atau menolak usulan. Argumen yang disampaikan harus masuk akal, jelas, dan menyangkut kebutuhan bersama.
  • 10.
  • 11.
    1. Pengenalan Pertama, yaitupengenalan. Pada bagian pengenalan, moderator menyampaikan salam pembuka dan memperkenalkan pihak atau tim yang akan berdebat. Moderator adalah pemimpin sidang, rapat, atau diskusi, yang bertindak sebagai pengarah dan penengah. Selain mengenalkan pihak yang berdebat, moderator juga menyampaikan mosi dari debat yang akan berlangsung. 2. Penyampaian Argumentasi Kedua, yaitu penyampaian argumentasi. Penyampaian argumentasi disampaikan oleh pihak afirmasi, pihak oposisi, dan pihak netral/penengah (jika ada). Pihak afirmasi adalah pihak yang mendukung mosi atau pro terhadap mosi. Pihak oposisi adalah pihak yang menentang mosi atau kontra terhadap mosi. Sedangkan Pihak netral/penengah adalah pihak yang bersikap netral dan berperan sebagai penengah dalam debat. Pihak netral ini bersifat opsional alias tidak harus ada dalam debat.
  • 12.
    3. Debat Ketiga, yaitudebat. Pada bagian ini, pihak afirmasi dan pihak oposisi saling memberikan sanggahan, lalu ditengahi oleh pihak netral. Jika pihak netral tidak ada, maka boleh ditengahi oleh moderator selaku pemimpin acara debat. Nah, bagian ini nih, yang merupakan bagian terseru dari keseluruhan acara debat! 4. Simpulan Keempat, yaitu simpulan. Pada bagian ini, pihak afirmasi, pihak oposisi, dan pihak netral menyampaikan simpulan terkait mosi, pendapat, serta sanggahan dari tim lain. 5. Penutup Kelima, yaitu penutup. Pada bagian ini, moderator memberikan simpulan secara kesuluruhan tanpa berpihak kepada pihak manapun, kemudian menutup kegiatan debat dengan salam.
  • 13.
  • 14.
    1. Terdapat duatim yang berdebat, yaitu tim afirmasi dan tim oposisi 2. Terdapat dua sudut pandang, yaitu pro dan kontra 3. Terdapat topik atau isu yang diperdebatkan 4. Terdapat argumentasi 5. Terdapat pihak penengah (opsional)
  • 15.
  • 16.
    1. Menggunakan bahasabaku Teks debat ditulis menggunakan bahasa baku atau bahasa yang sesuai dengan standar dan kaidah bahasa Indonesia. 2. Menggunakan kata denotatif Teks debat ditulis menggunakan kata denotatif. Kata denotatif adalah kata yang bermakna sebenarnya. Contoh: Denotatif → Marilah kita menutup mata sambil berdoa. Bukan denotatif → Pemerintah tidak boleh menutup mata atas kejadian yang melanda Indonesia saat ini.
  • 17.
  • 18.
    1. Mosi Unsur pertamayaitu mosi. Mosi adalah topik atau isu yang diangkat dalam debat. Mosi akan menentukan sikap dari masing-masing pihak atau tim yang berdebat, apakah akan pro terhadap mosi atau kontra terhadap mosi. 2. Tim Debat Seperti yang tadi sudah dijelaskan, dalam debat umumnya terdapat tiga tim debat yaitu: Tim afirmasi → tim pendukung mosi atau pro terhadap mosi Tim oposisi → tim penentang mosi atau kontra terhadap mosi Tim netral/penengah → tim yang netral dan berperan sebagai penengah (opsional) Untuk tim netral/penengah tidak wajib ada dan perannya sebagai penengah dapat digantikan oleh moderator. 3. Partisipan Selain tim debat, terdapat juga partisipan lainnya dalam debat yaitu: Penonton atau juri → menilai tim yang berdebat Moderator → memimpin jalannya debat Notulen → mencatat jalannya debat dan hasil debat
  • 19.
  • 20.
  • 21.
    1. Berpikir LayaknyaSeorang Juri Debat Berpikirlah seolah-olah Anda adalah seorang juri debat, bukan diri anda sendiri. Ingat, satu-satunya orang yang pendapatnya penting di akhir putaran adalah juri, bukan Anda. Janganlah berargumen menurut sudut pandang dan pendukung Anda sendiri. Berargumen lah dengan lebih netral namun tetap menyisipkan kebaikan-kebaikan untuk meyakinkan audiens.Tatap juri saat mengutarakan argumen penting. Dengan sikap yang meyakinkan akan menguatkan argumen Anda di benak juri. 2. Selalu Berpikir Komparatif Anda harus selalu mempertimbangkan dampak dari segala argumen yang Anda buat. Usahakan untuk mencari kelebihan dari statement yang kita pakai. Berpikir lah dengan tidak menggunakan sudut pandang Anda sendiri. Sudut pandang dari mana saja bisa menjadi fokus Anda. Contohnya, serangan nuklir oleh teroris karena runtuhnya Pakistan jelas sangat buruk, tetapi menyebarkan senjata nuklir ke banyak negara bukankah lebih buruk? Nah, jika Anda membuat klaim komparatif bahwa alasan argumen Anda lebih penting daripada tim lain, Anda dapat memenangkan putaran debat dengan mudah. 3. Bertindaklah Layaknya Seorang Pemenang Kepercayaan diri yang baik, materi yang bagus, kemampuan komunikasi yang cemerlang dan ditunjang dengan bahasa tubuh bisa meyakinkan para audiens untuk memilih Anda sebagai pemenang. Namun jangan sampai terlihat sombong. Sampaikan argumen dengan penuh percaya diri sehingga juri yakin akan pernyataan Anda.
  • 22.
    4. Jangan TerlenaDengan Argumen Sendiri Jangan terlalu yakin dengan pernyataan serta data yang Anda berikan kepada audiens karena bisa saja data Anda tidak lebih update atau bahkan salah. Penting diperhatikan bahwa dalam menyampaikan argumen, tidak perlu terlalu percaya diri dan kukuh dengan pendapat Anda. Hal ini untuk menghindari Anda kalah saat melakukan perdebatan. 5. Bekerja Sebagai Tim Meski merasa argumenmu penting dan merujuk pada data dan fakta, tetap jangan merasa lebih dominan dibandingkan rekan debatmu. Sebab juri bisa berpikiran bahwa kemampuan debat tim tidak seimbang sekaligus menunjukkan kurangnya koordinasi yang matang di dalam tim. Sehingga buat proporsi yang sama rata dengan sesama rekan tim agar tampak kompak dan solid. Pastikan juga Anda dan rekan membahas dan menyepakati argumen bersama. 6. Buat Lawan Menjawab Pertanyaannya Sendiri Buatlah pembahasan yang memancing lawan debat Anda untuk mengiyakan pertanyaan kepadanya. Hal ini bisa menjatuhkan mental lawan Anda. Jika berhasil maka menunjukkan bahwa lawan Anda tidak memiliki prinsip yang kuat dan lawan debat Anda tidak mampu menyanggah pertanyaan pancingan dari Anda.
  • 24.
  • 25.
    Argumen Repetitif argumen identikyang dibawa secara terus menerus dan berulang-ulang sepanjang debat. Argumen repetitif bisa terjadi pada argumen speaker yang bersangkutan atau argumen speaker sebelumnya (Bellon &Williams, 2008). Inkonsistensi dapat dikategorikan sebagai kesalahan yang dapat berujung fatal dan mempengaruhi hasil debat karena menunjukan kredibilitas dari sebuah tim. Insignifikansi Sangat penting bagi debater untuk menunjukan bahwa argumen yang mereka bawa adalah benar adanya. Dalam debat sangat dianjurkan untuk menggunakan argumen dan contoh yang relevan dan dengan penjelasan yang runtut, akan tetapi jangan gunakan contoh yang tidak memberi signifikansi apapun dari argument. Argumen yang terlalu umum Tujuan dari debat adalah memperdebatkan isu dengan menggunakan argumen. Maka dari itu argumen yang digunakan harus menjadi jawaban langsung dari isu pada mosi tersebut.
  • 26.
    Irelevan Argumen yang irelevanadalah argumen tersebut yang tidak memiliki kaitan langsung dengan argumen yang seharusnya dibawa oleh sebuah tim untuk menjawab burden of proof (Driscoll, 2003). Argumen Bergantung atau Argumen Terikat Argumen bergantung adalah argumen yang hanya akan efektif ketika argumen lain dapat dibawa dengan baik, dengan kata lain keefektifan argumen ini ditentukan oleh kesuksesan argumen lainnya. Tautologi Tim afirmatif tidak boleh membawakan kasus status quo. Aturan tersebut berlaku bagi pembuat mosi debat maupun bagi debater. Truistic Truistic adalah argumen yang tidak dapat disanggah oleh tim lawan. Truistic terjadi ketika sebuah pernyataan level kebenaranya sudah tidak diragukan lagi dan dimasukkan kedalam set debata atau definisi (Dreier, 2006) Kesalahan dalam Points of Information (PoI) Points of Information (PoI) adalah sebuah interupsi yang diberikan tim lawan kepada tim yang sedang menyampaikan argument.