Chronic
Obstructive
Pulmonary
Disease
apt. Intan Adevia Rosnarita, M.Clin.Pharm
Universitas Muhammadiyah Kudus
Oleh
Destruksi jaringan parenkimal dan
fibrosis saluran kecil
Sesak nafas dan gejala khas PPOK
bahkan EKSASERBASI
Apa itu COPD/PPOK?
COPD: Chronic Obstructive Pulmonary
Disease
=
PPOK: Penyakit Paru Obstruktif Kronis
GOLD, 2023
No.
urut
3
penyebab
kematian
di
dunia
3.23 juta orang yang
meninggal akibat
PPOK
90% kematian pada
PPOK terjadi pd usia <
70 thn dan di negara
berkembang
Negara
maju
:
70%
akibat
rokok
tembakau
Negara
berkembang
:
30-40%
akibat
polusi
WHO
2023
Prevalensi kejadian
PPOK di dunia
Komorbiditas kejadian
PPOK di dunia
berdasarkan usia
Patofisiologi PPOK
PPOK melibatkan peradangan kronis saluran pernapasan dan
kerusakan alveoli, menyebabkan penyempitan saluran udara dan
kesulitan bernapas.
1 Paparan Iritan
Asap rokok, polusi udara, debu, dan bahan kimia
menyebabkan peradangan kronis pada saluran pernapasan.
2 Peradangan Saluran Udara
Peradangan kronis menyebabkan pelepasan sitokin dan enzim
proteolitik, merusak jaringan paru-paru dan menyebabkan
penyempitan saluran udara.
3 Hipersekresi Lendir
Peradangan menyebabkan hipersekresi lendir, menyumbat
saluran udara dan meningkatkan resistensi aliran udara.
4 Remodeling Paru
Perubahan struktur paru-paru yang permanen, termasuk
fibrosis, penebalan dinding bronkiolus, dan pengembangan
vasokonstriksi.
Iritasi kronik saluran pernafasan
Respon inflamasi saluran
nafas dan paru +
Stress oksidatif dan
kelebihan proteinase
Perubahan patologis pada
PPOK (tunggal/bersamaan)
Bronkitis kronis Emfisema
 Hipertrofi kelenjar mukosa bronkus
 Peningkatan jumlah&ukuran sel goblet,
 Infiltrasi sel radang
 Edema mukosa radang.
 Defisiensi Alfa 1 antiprotease 
bawaan(idiopatik)
 Stres oksidatif
Peradangan dan penyempitan
penurunan FEV1
Kerusakan parenkim paru pada emfisema
ketidakseimbangan ventilasi-perfusi
Hambatan aliran udara nafas pada PPOK
(GOLD, 2020
dalam Tarigan, 2022)
(GOLD, 2023)
(Ikawati, 2022)
(GOLD, 2023)
(Ikawati, 2022)
Gejala Klinis Utama PPOK
Batuk Kronis
 Batuk berdahak
 Terjadi setiap hari
 Minimal 3 bulan dalam
setahun selama dua tahun
berturut-turut.
Sesak Napas
 Saat aktivitas fisik atau saat
berbaring
 Sensasi sesak napas seperti
kesulitan menghirup udara
dalam.
Dahak Berlebih
 Putih, kuning, atau kehijauan.
Faktor Risiko PPOK
Diagnosis PPOK
Anamnesis riwayat medis
• Usia
• Keluhan utama (sesak)
• Batuk berulang
Pemeriksaan Fisik
• Lips breathing
• Ronki atau mengi
• Ekspirasi memanjang
Spirometri
Tes fungsi paru yang mengukur volume udara yang dapat
dihirup dan dikeluarkan
Radiografi Toraks
Foto dada dapat menunjukkan perubahan pada paru-paru
yang konsisten dengan PPOK.
Diagnosis
Klinis
Anamnesis
Pemeriksaan
Fisik
Pemeriksaan
Penunjang
Derajat
Pemeriksaan
Penunjang
Spirometri
FEV1/FVC
< = 70%
Radiologi
Hiperlusen
Laboratorium
> Leukosit
> Laju Endap
Darah
< pH darah
> pCO2
• Riw, merokok
• Paparan zat iritan
• Riw. penyakit emfisema
pada keluarga
• Barrel chest (dada
menonjol)
• Clubbing finger
Laboratorium
Peubahan profil gas darah, pH darah, dan tanda-tanda infeksi.
Barrel chest
tanda adanya emfisema paru
Clubbing finger
tanda adanya hipoksia
Spirometri
• FEV1: Forced Expiratory volume in one second
jumlah udara yang dapat dikeluarkan dalam
waktu 1 detik, diukur dalam liter.
• FVC: Forced vital capacity
jumlah udara yang dapat dikeluarkan secara
paksa setelah inspirasi secara maksimal, diukur
dalam liter.
Normal 75-80%
Rontgen
Diagnosis Banding PPOK
Asma Bronkitis Kronis Bronkiektasis Gagal Jantung
• Episodik dan reversible
• Onset pd usia dini/anak”
• Perburukan pada
malam hari
• Riwayat keluarga
• Batuk kronis
• Produksi dahak
• Toraks: corakan
bronkovaskular yg
banyak
• Batuk kronis
• Produksi dahak
• Hemoptisis
• Toraks: dilatasi dan
penebalan dinding
bronkus
• Sesak napas
• Toraks: cor membesar
dan edema paru
• Riw. hipertensi
Klasifikasi Derajat PPOK (GOLD2023)
PPOK diklasifikasikan menjadi empat derajat berdasarkan tingkat keparahan
penyempitan saluran udara dan fungsi paru, yang diukur dengan spirometri.
Derajat 1
Ringan, FEV1 80% dari nilai prediksi.
≥
Derajat 2
Sedang, FEV1 50-80% dari nilai prediksi.
Derajat 3
Berat, FEV1 30-50% dari nilai prediksi.
Derajat 4
Sangat berat, FEV1 < 30% dari nilai prediksi atau FEV1 < 50% dengan
bukti gagal napas kronis.
Eksaserbasi
Tipe I (Eksaserbasi berat) : memiliki 3 gejala di atas
Tipe II (Eksaserbasi sedang) : memiliki 2 gejala di atas
Tipe III (Eksaserbasi ringan) : memiliki 1 gejala di atas
Derajat eksaserbasi akut dibagi menjadi 3, yaitu:
Sesak
bertambah
Produksi
sputum
meningkat
Perubahan
warna
sputum
= perburukan gejala yang bersifat akut
dipicu oleh:
Infeksi
Prinsip Tatalaksana PPOK
Berhenti Merokok
Vaksinasi
Latihan Fisik
Terapi Farmakologi
Terapi Farmakologi PPOK
STABIL
EKSASERBASI
01
02
Berdasar
Gejala
PPOK Ciri-ciri:
Ciri-ciri:
• Tidak ada gagal nafas akut
• pCO2 > 60 mmHg dan pO2 <60 mmHg
• Dahak jernih
• Aktivitas terbatas tidak disertai sesak
• Sesak bertambah
• Sputum meningkat
• Perubahan warna sputum
Terapi Farmakologi PPOK
Keterangan:
GRUP A = pilihan terapi dengan LABA atau LAMA (inhalasi)
mMRC : modified Medical Research Council dyspnea questionnaire
CAT : COPD Assessment Test
Teofilin
TIDAK direkomendasikan
inhalasi
lebih utama
(GOLD2023)
(GOLD2023)
Tingkat Keparahan Rekomendasi Regimen
Tidak pasti antara
Uncomplicated/Complicated
• Azitromicin 250 mg/hari
atau
• Eritromicin 250 mg 2x/hari
Uncomplicated • Azitromicin 250-500 mg/hari
atau
• Ceftriaxone 1 gr/hari
atau
• Doksisiklin 200 mg/hari
Complicated • Co-amoxiclav 875 mg 2x/hari
atau
• Levofloxacin 750 mg/hari
• Usia ≥ 65 tahun dan >4
eksaserbasi per tahun
• Ada komorbid
• Ada faktor resiko dari
kolonisasi dan infeksi dari
patogen MDR
• Membutuhkan terapi
kortikosteroid kronis
• Riwayat masuk rumah sakit
(90 hari)
• Riwayat terapi antibiotik (90
hari)
• Penghuni fasilitas
pelayanan kesehatan
jangka panjang
Antibiotik pada Eksaserbasi
Complicated
jika FEV1 < 50% dan ada
bronkitis kronik -->
tambahkan ROFLUMILAST
Durasi antibiotik selama 1 tahun
Durasi antibiotik pada eksaserbasi
Terapi Non-Farmakologi PPOK
(GOLD2023)
Thank you

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)

  • 1.
    Chronic Obstructive Pulmonary Disease apt. Intan AdeviaRosnarita, M.Clin.Pharm Universitas Muhammadiyah Kudus Oleh
  • 2.
    Destruksi jaringan parenkimaldan fibrosis saluran kecil Sesak nafas dan gejala khas PPOK bahkan EKSASERBASI Apa itu COPD/PPOK? COPD: Chronic Obstructive Pulmonary Disease = PPOK: Penyakit Paru Obstruktif Kronis GOLD, 2023
  • 3.
    No. urut 3 penyebab kematian di dunia 3.23 juta orangyang meninggal akibat PPOK 90% kematian pada PPOK terjadi pd usia < 70 thn dan di negara berkembang Negara maju : 70% akibat rokok tembakau Negara berkembang : 30-40% akibat polusi WHO 2023
  • 4.
    Prevalensi kejadian PPOK didunia Komorbiditas kejadian PPOK di dunia berdasarkan usia
  • 5.
    Patofisiologi PPOK PPOK melibatkanperadangan kronis saluran pernapasan dan kerusakan alveoli, menyebabkan penyempitan saluran udara dan kesulitan bernapas. 1 Paparan Iritan Asap rokok, polusi udara, debu, dan bahan kimia menyebabkan peradangan kronis pada saluran pernapasan. 2 Peradangan Saluran Udara Peradangan kronis menyebabkan pelepasan sitokin dan enzim proteolitik, merusak jaringan paru-paru dan menyebabkan penyempitan saluran udara. 3 Hipersekresi Lendir Peradangan menyebabkan hipersekresi lendir, menyumbat saluran udara dan meningkatkan resistensi aliran udara. 4 Remodeling Paru Perubahan struktur paru-paru yang permanen, termasuk fibrosis, penebalan dinding bronkiolus, dan pengembangan vasokonstriksi.
  • 6.
    Iritasi kronik saluranpernafasan Respon inflamasi saluran nafas dan paru + Stress oksidatif dan kelebihan proteinase Perubahan patologis pada PPOK (tunggal/bersamaan) Bronkitis kronis Emfisema  Hipertrofi kelenjar mukosa bronkus  Peningkatan jumlah&ukuran sel goblet,  Infiltrasi sel radang  Edema mukosa radang.  Defisiensi Alfa 1 antiprotease  bawaan(idiopatik)  Stres oksidatif Peradangan dan penyempitan penurunan FEV1 Kerusakan parenkim paru pada emfisema ketidakseimbangan ventilasi-perfusi
  • 7.
    Hambatan aliran udaranafas pada PPOK (GOLD, 2020 dalam Tarigan, 2022)
  • 8.
  • 9.
  • 11.
    Gejala Klinis UtamaPPOK Batuk Kronis  Batuk berdahak  Terjadi setiap hari  Minimal 3 bulan dalam setahun selama dua tahun berturut-turut. Sesak Napas  Saat aktivitas fisik atau saat berbaring  Sensasi sesak napas seperti kesulitan menghirup udara dalam. Dahak Berlebih  Putih, kuning, atau kehijauan.
  • 12.
  • 13.
    Diagnosis PPOK Anamnesis riwayatmedis • Usia • Keluhan utama (sesak) • Batuk berulang Pemeriksaan Fisik • Lips breathing • Ronki atau mengi • Ekspirasi memanjang Spirometri Tes fungsi paru yang mengukur volume udara yang dapat dihirup dan dikeluarkan Radiografi Toraks Foto dada dapat menunjukkan perubahan pada paru-paru yang konsisten dengan PPOK. Diagnosis Klinis Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang Derajat Pemeriksaan Penunjang Spirometri FEV1/FVC < = 70% Radiologi Hiperlusen Laboratorium > Leukosit > Laju Endap Darah < pH darah > pCO2 • Riw, merokok • Paparan zat iritan • Riw. penyakit emfisema pada keluarga • Barrel chest (dada menonjol) • Clubbing finger Laboratorium Peubahan profil gas darah, pH darah, dan tanda-tanda infeksi.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    Spirometri • FEV1: ForcedExpiratory volume in one second jumlah udara yang dapat dikeluarkan dalam waktu 1 detik, diukur dalam liter. • FVC: Forced vital capacity jumlah udara yang dapat dikeluarkan secara paksa setelah inspirasi secara maksimal, diukur dalam liter. Normal 75-80%
  • 17.
  • 18.
    Diagnosis Banding PPOK AsmaBronkitis Kronis Bronkiektasis Gagal Jantung • Episodik dan reversible • Onset pd usia dini/anak” • Perburukan pada malam hari • Riwayat keluarga • Batuk kronis • Produksi dahak • Toraks: corakan bronkovaskular yg banyak • Batuk kronis • Produksi dahak • Hemoptisis • Toraks: dilatasi dan penebalan dinding bronkus • Sesak napas • Toraks: cor membesar dan edema paru • Riw. hipertensi
  • 19.
    Klasifikasi Derajat PPOK(GOLD2023) PPOK diklasifikasikan menjadi empat derajat berdasarkan tingkat keparahan penyempitan saluran udara dan fungsi paru, yang diukur dengan spirometri. Derajat 1 Ringan, FEV1 80% dari nilai prediksi. ≥ Derajat 2 Sedang, FEV1 50-80% dari nilai prediksi. Derajat 3 Berat, FEV1 30-50% dari nilai prediksi. Derajat 4 Sangat berat, FEV1 < 30% dari nilai prediksi atau FEV1 < 50% dengan bukti gagal napas kronis.
  • 20.
    Eksaserbasi Tipe I (Eksaserbasiberat) : memiliki 3 gejala di atas Tipe II (Eksaserbasi sedang) : memiliki 2 gejala di atas Tipe III (Eksaserbasi ringan) : memiliki 1 gejala di atas Derajat eksaserbasi akut dibagi menjadi 3, yaitu: Sesak bertambah Produksi sputum meningkat Perubahan warna sputum = perburukan gejala yang bersifat akut dipicu oleh: Infeksi
  • 21.
    Prinsip Tatalaksana PPOK BerhentiMerokok Vaksinasi Latihan Fisik Terapi Farmakologi
  • 22.
    Terapi Farmakologi PPOK STABIL EKSASERBASI 01 02 Berdasar Gejala PPOKCiri-ciri: Ciri-ciri: • Tidak ada gagal nafas akut • pCO2 > 60 mmHg dan pO2 <60 mmHg • Dahak jernih • Aktivitas terbatas tidak disertai sesak • Sesak bertambah • Sputum meningkat • Perubahan warna sputum
  • 23.
    Terapi Farmakologi PPOK Keterangan: GRUPA = pilihan terapi dengan LABA atau LAMA (inhalasi) mMRC : modified Medical Research Council dyspnea questionnaire CAT : COPD Assessment Test Teofilin TIDAK direkomendasikan inhalasi lebih utama (GOLD2023)
  • 24.
  • 25.
    Tingkat Keparahan RekomendasiRegimen Tidak pasti antara Uncomplicated/Complicated • Azitromicin 250 mg/hari atau • Eritromicin 250 mg 2x/hari Uncomplicated • Azitromicin 250-500 mg/hari atau • Ceftriaxone 1 gr/hari atau • Doksisiklin 200 mg/hari Complicated • Co-amoxiclav 875 mg 2x/hari atau • Levofloxacin 750 mg/hari • Usia ≥ 65 tahun dan >4 eksaserbasi per tahun • Ada komorbid • Ada faktor resiko dari kolonisasi dan infeksi dari patogen MDR • Membutuhkan terapi kortikosteroid kronis • Riwayat masuk rumah sakit (90 hari) • Riwayat terapi antibiotik (90 hari) • Penghuni fasilitas pelayanan kesehatan jangka panjang Antibiotik pada Eksaserbasi Complicated jika FEV1 < 50% dan ada bronkitis kronik --> tambahkan ROFLUMILAST Durasi antibiotik selama 1 tahun
  • 26.
  • 29.
  • 31.