PEMERIKSAAN
          BUN
( BLOOD UREA NITROGEN )


Robiul Fuadi / Dra. Soehartini B. S., MS, Apt



                                         1
Pendahuluan
• Urea adalah senyawa nitrogen non protein
  terbesar dalam darah
• Sebelumnya, pengukuran urea berdasarkan
  penghitungan nitrogen balance, dan dinyatakan
  dalam Blood Urea Nitrogen
• Istilah ini berlanjut,walaupun urea diukur
  langsung dengan spesimen menggunakan serum
• Urea (mg/dl) = 2,14 x BUN (mg/dl)
  BUN (mg/dl) = 0,466 x urea (mg/dl)

                                                  2
Struktur Urea
       O



       C



 H2N       NH2

                 3
Metabolisme
• Urea disintesis dalam hepar
• 90% urea diekskresi lewat urine
• kurang dari 10% sisanya diekskresikan lewat
  saluran gastrointestinal dan kulit
• Konsentrasi urea plasma tergantung perfusi
  dan fungsi renal, jumlah diet protein, dan
  tingkat katabolisme protein dalam tubuh


                                                4
Manfaat klinis
• Meningkatnya konsentrasi Non Protein Nitrogen dalam
  darah disebut azotemia
• Uremia adalah gejala-gejala yang terjadi akibat
  meningkatnya urea plasma
• Penyebab azotemia dapat prerenal, renal, atau post
  renal
• Shock, perdarahan, dehidrasi, gagal jantung,
  menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal,
  mengakibatkan prerenal azotemia
• Diet protein dan metabolisme protein berpengaruh
  terhadap konsentrasi urea dalam darah
                                                    5
• Gagal ginjal akut dan kronik, glomerular
  nefritis, tubular nekrosis, dan penyakit instrinsik
  renal yang lain menyebabkan Renal azotemia.
• Obstruksi traktus urinarius oleh batu ginjal, tumor
  kandung kemih atau prostat, atau karena infeksi
  berat dapat menyebabkan Postrenal azotemia

• Nilai normal rasio kadar BUN/kreatinin adalah
  10:1 – 20:1
• Nilai rasio naik:
      - kadar kreatinin normal          prerenal
      - kadar kreatinin naik           postrenal
• Rasio yang rendah terdapat pada kondisi yang
  berhubungan dengan menurunnya produksi urea
                                                  6
Metode Pemeriksaan
Ada tiga metode dalam pengukuran urea, antara lain:
• Metode isotope-dilution mass spectrometry
• Metode enzimatik,meliputi:
        GLDH Coupled enzymatic
        Berthelot
        konduktimetri
        Ion Selective Electrode
       Dengan menggunakan indikator warna (dye
       indicator)
• Metode Kimia, meliputi:
        Diacetyl Monoxime
        o-Phthaldehyde
                                                      7
Prinsip Reaksi Enzimatik
Urea + 2H2O   Urease   2 NH4+ + CO32-

 Metode enzimatik disebut metode indirek
 karena menggunakan enzim urease

 Jumlah ion ammonium yang dihasilkan
 diukur dengan berbagai metode



                                           8
Metode GLDH Coupled Enzymatic
Urea + 2H2O             Urease        2 NH4+ + CO32-

NH4+ + 2-oxoglutarate       glutamat dehidrogenase     Glutamat + H2O

         NADH                                   NAD+
                                                       + H+

• Serapan NAD+ diukur pada panjang
  gelombang 340 nm dan 365 nm.
• Suhu pengukuran pada 25oC, 30
  oC, atau 37 oC

                                                                        9
Metode GLDH Coupled Enzymatic
Reagen
Ada 2 reagen:
o Reagen I (R1): Tris buffer (pH 7,8), ADP, Urease, GLDH
o Reagen II (R2): 2-oxoglutarate dan NADH

Dapat disiapkan dengan 2 cara :
Secara terpisah
Working reagent, R1 : R2 = 4 : 1

                                                           10
Metode GLDH Coupled Enzymatic
 Cara Kerja
 • Ada 2 prosedur berdasarkan reagen yang
   telah disiapkan :
 Prosedur dengan R1-R2 secara terpisah (tabel 1)
 Prosedur dengan working reagent (tabel 2)




                                                    11
Metode GLDH Coupled Enzymatic
         Tabel 1.Prosedur dengan R1-R2 terpisah


                                   Reagen Blanko             Sampel atau standar
Sampel / standar                       ---------                     10 µl
R1                                     1000 µl                      1000 µl

Campur, inkubasi sekitar 1 menit
R2                                     250 µl                        250 µl
Campur, baca nilai absorben sampel/standar setelah 30 detik (A1), dan baca lagi
setelah tepat I menit (A2). Hitung perbedaan absorben dengan:
    A sampel/standar = (A2-A1) - A Rb




                                                                                   12
Metode GLDH Coupled Enzymatic
         Tabel 2.Prosedur dengan Working Reagent.



                                   Reagen blanko             Sampel atau standar
Sampel / standar                       -------                       10 µl
Working reagent                       1000 µl                       1000 µl


Campur, baca nilai absorben sampel/standar setelah 30 detik (A1), dan baca lagi
setelah tepat I menit (A2). Hitung perbedaan absorben dengan:
    A sampel/standar = (A2-A1) - A Rb




                                                                                   13
Metode GLDH Coupled Enzymatic
Menghitung Konsentrasi Urea

 Konsentrasi urea (mg/dl) = Ks x   A sampel/   A standar


                    Ks = konsentrasi standar




                                                           14
Metode GLDH Coupled Enzymatic
 Linieritas

 • Metode ini linier pada kadar 5 - 400 mg/dl
   urea atau 2-186 mg/dl BUN.




                                                15
Metode GLDH Coupled Enzymatic
Interferen
• Ammonia endogen, tetapi dapat dieliminasi
  dengan metode analisis kinetik
• Tidak dipengaruhi oleh hemoglobin hingga
  500 mg/dl, trigliserid hingga 2000
  mg/dl, glukosa hingga 500 mg/dl, dan asam
  askorbat hingga 30 mg/dl


                                              16
Metode Berthelot
Urea + 2H2O         Urease         2 NH4+ + CO32-

NH4+ + 5 NaOCL + 2phenol     Nitroprusside/OH-   indophenols + 5NaCl + 5H2O


• Absorben dari indophenols yang berwarna biru, diukur
  pada panjang gelombang 560 nm
• Metode ini kurang spesifik, karena sangat sensitif
  terhadap interferen, terutama dari ammonia endogen.



                                                                              17
Metode Konduktimetri
 Urea + 2H2O   Urease   2 NH4+ + CO32-

 • Ion amonium yang dihasilkan akan
   meningkatkan konduktifitas suatu larutan
 • Besarnya perubahan konduktifitas sebanding
   dengan jumlah urea yang dipecah



                                           18
Metode Ion Selektif Elektrode
Urea + 2H2O      Urease     2 NH4+ + CO32-

• Urea sampel berdifusi melalui membran yang
  mengandung urease sehingga mengalami
  hidrolisis menjadi NH 4+.
• Selanjutnya yang diukur:
     - NH4+ dengan ammonium ion selective electrode
     - Peningkatan pNH3, diukur dengan elektrode gas NH3
     - Peningkatan pH, diukur dengan elektrode gelas pH

                                                           19
Metode dengan Menggunakan Indikator Warna
               (Dye Indicator)
 Urea + 2H2O    Urease   2 NH4+ + CO32-

 NH4+ + OH-               NH3 + H20
 NH3 + indikator pH           perubahan warna


• Perubahan warna yang terjadi, diukur dengan
  fotometer refleksi


                                                20
Metode Diacetyl monoxime
  Diacetyl monoxime + H20   H+   diacetyl +HONH2

  Urea +diacetyl            H+   diazine (kuning) + 2H2O


• Serapan diukur pada panjang gelombang 540 nm
• Ammonia tidak mengganggu pengukuran
• Fotosensitif, produk warna yang dihasilkan tidak stabil




                                                           21
Metode o-Phthaldehyde
Urea + o-phthalaldehyde                  H+        isoindoline

Isoindoline + N-(1-naphthyl)ethylenediamine   H+   kompleks yang berwarna



• kromogen diukur pada panjang gelombang 510
  nm
• Senyawa amin primer lain mengganggu
  pemeriksaan ini

                                                                            22
Spesimen
• Dapat diukur dalam plasma, serum, atau urine
• Jika memakai plasma, ammonium heparine, sodium
  citrate dan sodium fluoride harus dihindari
• sampel yang hemolisis, sebaiknya dihindari
• Urine sampel diencerkan (1:20 hingga 1:50)
• Urea dalam serum stabil setidaknya 1 hari dalam
  temperature ruangan, beberapa hari di lemari
  es, dan stabil selama 6 bulan bila dibekukan


                                                    23
Nilai Rujukan
• Tergantung pada metode ,umur, dan variasi
  konsumsi protein
Metode                Nilai rujukan (serum)                   Urea pada urine (rata-
                                                              rata diet)
Urease/GLDH           5-17 mg BUN/dl (10,7-36,5 mg urea/dl)   7-16 g BUN/24 jam
Urease conductivity   6-20 mg BUN/dl (12,9-42,9 mg urea/dl)
Diacetyl monoxime     8-26 mg BUN/dl (17,2-55,8 mg urea/dl)




                                                                                  24
TERIMA KASIH




               25
• Berat atom nitrogen =14 g/mol
• Rumus moleku urea CO (NH2)2 dengan berat
  molekul 60 g/mol ( C = 12, O =16, N = 14, H =
  1)
• Satu molekul urea dari 2 atom nitrogen
• Urea nitrogen (urea-N)merupakan 46,6%
  dari berat urea (28 dibagi 60)
  BUN (mg/dl)= 0,466 X urea (mg/dl)
• Maka, 1 mg/d BUN dibagi 0,466 = 2,146
  urea atau
  Urea (mg/dl) = 2.14 x BUN(mg/dl)

                                            26
• Urea mg/dl menjadi mmol/L:
Urea mmol/l = urea mg/dl X 10
         berat atom/molekul urea
           = mg/dl X 10/60
           = 0,167 urea mg/dl
• BUN mg/dl menjadi mmol/L:
BUN mmol/l = BUN mg/dl X 10
                     28
            = 0,357 X BUN mg/dl


                                   27
28
TANGGAL     HASIL   -3SD      -2SD      MEAN    2SD       3SD
1 Juli- 14 Agt 09    1/6/2009    18.9     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     2/6/2009    19.3     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     3/6/2009    19.2     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     6/6/2009    20.8     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     7/6/2009    18.7     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     9/6/2009    19.3     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    10/6/2009    19.2     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    13/6/2009    20.2     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    14/6/2009    19.4     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    15/6/2009    20.5     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    16/6/2009    18.7     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    17/6/2009    19.3     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    21/6/2009    20.2     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    22/6/2009    19.4     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    23/6/2009    19.1     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    24/6/2009    18.7     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    27/6/2009    19.9     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    28/6/2009    19.7     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    29/6/2009    19.9     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    30/6/2009    20.8     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    31/6/2009    21.7     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     4/8/2009    20.9     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     5/8/2009    20.6     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     6/8/2009    20.6     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                     7/8/2009    21.0     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    10/8/2009    22.7     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    11/8/2009    21.9     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    12/8/2009    21.1     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    13/8/2009    21.6     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                    14/8/2009    21.3     18.59     19.07   20.03     20.98     21.46
                                          18.59     19.07   20.03     20.98     21.46

                                                                                        29
LEVEY-JENNINGS BUN 1/6-14/8 '09

22,5



21,5
                                         HASIL
                                         -3SD
20,5                                     -2SD
                                         MEAN

19,5                                     2SD
                                         3SD

18,5



17,5




                                                 30

Bun

  • 1.
    PEMERIKSAAN BUN ( BLOOD UREA NITROGEN ) Robiul Fuadi / Dra. Soehartini B. S., MS, Apt 1
  • 2.
    Pendahuluan • Urea adalahsenyawa nitrogen non protein terbesar dalam darah • Sebelumnya, pengukuran urea berdasarkan penghitungan nitrogen balance, dan dinyatakan dalam Blood Urea Nitrogen • Istilah ini berlanjut,walaupun urea diukur langsung dengan spesimen menggunakan serum • Urea (mg/dl) = 2,14 x BUN (mg/dl) BUN (mg/dl) = 0,466 x urea (mg/dl) 2
  • 3.
    Struktur Urea O C H2N NH2 3
  • 4.
    Metabolisme • Urea disintesisdalam hepar • 90% urea diekskresi lewat urine • kurang dari 10% sisanya diekskresikan lewat saluran gastrointestinal dan kulit • Konsentrasi urea plasma tergantung perfusi dan fungsi renal, jumlah diet protein, dan tingkat katabolisme protein dalam tubuh 4
  • 5.
    Manfaat klinis • Meningkatnyakonsentrasi Non Protein Nitrogen dalam darah disebut azotemia • Uremia adalah gejala-gejala yang terjadi akibat meningkatnya urea plasma • Penyebab azotemia dapat prerenal, renal, atau post renal • Shock, perdarahan, dehidrasi, gagal jantung, menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal, mengakibatkan prerenal azotemia • Diet protein dan metabolisme protein berpengaruh terhadap konsentrasi urea dalam darah 5
  • 6.
    • Gagal ginjalakut dan kronik, glomerular nefritis, tubular nekrosis, dan penyakit instrinsik renal yang lain menyebabkan Renal azotemia. • Obstruksi traktus urinarius oleh batu ginjal, tumor kandung kemih atau prostat, atau karena infeksi berat dapat menyebabkan Postrenal azotemia • Nilai normal rasio kadar BUN/kreatinin adalah 10:1 – 20:1 • Nilai rasio naik: - kadar kreatinin normal prerenal - kadar kreatinin naik postrenal • Rasio yang rendah terdapat pada kondisi yang berhubungan dengan menurunnya produksi urea 6
  • 7.
    Metode Pemeriksaan Ada tigametode dalam pengukuran urea, antara lain: • Metode isotope-dilution mass spectrometry • Metode enzimatik,meliputi: GLDH Coupled enzymatic Berthelot konduktimetri Ion Selective Electrode Dengan menggunakan indikator warna (dye indicator) • Metode Kimia, meliputi: Diacetyl Monoxime o-Phthaldehyde 7
  • 8.
    Prinsip Reaksi Enzimatik Urea+ 2H2O Urease 2 NH4+ + CO32- Metode enzimatik disebut metode indirek karena menggunakan enzim urease Jumlah ion ammonium yang dihasilkan diukur dengan berbagai metode 8
  • 9.
    Metode GLDH CoupledEnzymatic Urea + 2H2O Urease 2 NH4+ + CO32- NH4+ + 2-oxoglutarate glutamat dehidrogenase Glutamat + H2O NADH NAD+ + H+ • Serapan NAD+ diukur pada panjang gelombang 340 nm dan 365 nm. • Suhu pengukuran pada 25oC, 30 oC, atau 37 oC 9
  • 10.
    Metode GLDH CoupledEnzymatic Reagen Ada 2 reagen: o Reagen I (R1): Tris buffer (pH 7,8), ADP, Urease, GLDH o Reagen II (R2): 2-oxoglutarate dan NADH Dapat disiapkan dengan 2 cara : Secara terpisah Working reagent, R1 : R2 = 4 : 1 10
  • 11.
    Metode GLDH CoupledEnzymatic Cara Kerja • Ada 2 prosedur berdasarkan reagen yang telah disiapkan : Prosedur dengan R1-R2 secara terpisah (tabel 1) Prosedur dengan working reagent (tabel 2) 11
  • 12.
    Metode GLDH CoupledEnzymatic Tabel 1.Prosedur dengan R1-R2 terpisah Reagen Blanko Sampel atau standar Sampel / standar --------- 10 µl R1 1000 µl 1000 µl Campur, inkubasi sekitar 1 menit R2 250 µl 250 µl Campur, baca nilai absorben sampel/standar setelah 30 detik (A1), dan baca lagi setelah tepat I menit (A2). Hitung perbedaan absorben dengan: A sampel/standar = (A2-A1) - A Rb 12
  • 13.
    Metode GLDH CoupledEnzymatic Tabel 2.Prosedur dengan Working Reagent. Reagen blanko Sampel atau standar Sampel / standar ------- 10 µl Working reagent 1000 µl 1000 µl Campur, baca nilai absorben sampel/standar setelah 30 detik (A1), dan baca lagi setelah tepat I menit (A2). Hitung perbedaan absorben dengan: A sampel/standar = (A2-A1) - A Rb 13
  • 14.
    Metode GLDH CoupledEnzymatic Menghitung Konsentrasi Urea Konsentrasi urea (mg/dl) = Ks x A sampel/ A standar Ks = konsentrasi standar 14
  • 15.
    Metode GLDH CoupledEnzymatic Linieritas • Metode ini linier pada kadar 5 - 400 mg/dl urea atau 2-186 mg/dl BUN. 15
  • 16.
    Metode GLDH CoupledEnzymatic Interferen • Ammonia endogen, tetapi dapat dieliminasi dengan metode analisis kinetik • Tidak dipengaruhi oleh hemoglobin hingga 500 mg/dl, trigliserid hingga 2000 mg/dl, glukosa hingga 500 mg/dl, dan asam askorbat hingga 30 mg/dl 16
  • 17.
    Metode Berthelot Urea +2H2O Urease 2 NH4+ + CO32- NH4+ + 5 NaOCL + 2phenol Nitroprusside/OH- indophenols + 5NaCl + 5H2O • Absorben dari indophenols yang berwarna biru, diukur pada panjang gelombang 560 nm • Metode ini kurang spesifik, karena sangat sensitif terhadap interferen, terutama dari ammonia endogen. 17
  • 18.
    Metode Konduktimetri Urea+ 2H2O Urease 2 NH4+ + CO32- • Ion amonium yang dihasilkan akan meningkatkan konduktifitas suatu larutan • Besarnya perubahan konduktifitas sebanding dengan jumlah urea yang dipecah 18
  • 19.
    Metode Ion SelektifElektrode Urea + 2H2O Urease 2 NH4+ + CO32- • Urea sampel berdifusi melalui membran yang mengandung urease sehingga mengalami hidrolisis menjadi NH 4+. • Selanjutnya yang diukur: - NH4+ dengan ammonium ion selective electrode - Peningkatan pNH3, diukur dengan elektrode gas NH3 - Peningkatan pH, diukur dengan elektrode gelas pH 19
  • 20.
    Metode dengan MenggunakanIndikator Warna (Dye Indicator) Urea + 2H2O Urease 2 NH4+ + CO32- NH4+ + OH- NH3 + H20 NH3 + indikator pH perubahan warna • Perubahan warna yang terjadi, diukur dengan fotometer refleksi 20
  • 21.
    Metode Diacetyl monoxime Diacetyl monoxime + H20 H+ diacetyl +HONH2 Urea +diacetyl H+ diazine (kuning) + 2H2O • Serapan diukur pada panjang gelombang 540 nm • Ammonia tidak mengganggu pengukuran • Fotosensitif, produk warna yang dihasilkan tidak stabil 21
  • 22.
    Metode o-Phthaldehyde Urea +o-phthalaldehyde H+ isoindoline Isoindoline + N-(1-naphthyl)ethylenediamine H+ kompleks yang berwarna • kromogen diukur pada panjang gelombang 510 nm • Senyawa amin primer lain mengganggu pemeriksaan ini 22
  • 23.
    Spesimen • Dapat diukurdalam plasma, serum, atau urine • Jika memakai plasma, ammonium heparine, sodium citrate dan sodium fluoride harus dihindari • sampel yang hemolisis, sebaiknya dihindari • Urine sampel diencerkan (1:20 hingga 1:50) • Urea dalam serum stabil setidaknya 1 hari dalam temperature ruangan, beberapa hari di lemari es, dan stabil selama 6 bulan bila dibekukan 23
  • 24.
    Nilai Rujukan • Tergantungpada metode ,umur, dan variasi konsumsi protein Metode Nilai rujukan (serum) Urea pada urine (rata- rata diet) Urease/GLDH 5-17 mg BUN/dl (10,7-36,5 mg urea/dl) 7-16 g BUN/24 jam Urease conductivity 6-20 mg BUN/dl (12,9-42,9 mg urea/dl) Diacetyl monoxime 8-26 mg BUN/dl (17,2-55,8 mg urea/dl) 24
  • 25.
  • 26.
    • Berat atomnitrogen =14 g/mol • Rumus moleku urea CO (NH2)2 dengan berat molekul 60 g/mol ( C = 12, O =16, N = 14, H = 1) • Satu molekul urea dari 2 atom nitrogen • Urea nitrogen (urea-N)merupakan 46,6% dari berat urea (28 dibagi 60) BUN (mg/dl)= 0,466 X urea (mg/dl) • Maka, 1 mg/d BUN dibagi 0,466 = 2,146 urea atau Urea (mg/dl) = 2.14 x BUN(mg/dl) 26
  • 27.
    • Urea mg/dlmenjadi mmol/L: Urea mmol/l = urea mg/dl X 10 berat atom/molekul urea = mg/dl X 10/60 = 0,167 urea mg/dl • BUN mg/dl menjadi mmol/L: BUN mmol/l = BUN mg/dl X 10 28 = 0,357 X BUN mg/dl 27
  • 28.
  • 29.
    TANGGAL HASIL -3SD -2SD MEAN 2SD 3SD 1 Juli- 14 Agt 09 1/6/2009 18.9 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 2/6/2009 19.3 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 3/6/2009 19.2 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 6/6/2009 20.8 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 7/6/2009 18.7 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 9/6/2009 19.3 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 10/6/2009 19.2 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 13/6/2009 20.2 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 14/6/2009 19.4 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 15/6/2009 20.5 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 16/6/2009 18.7 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 17/6/2009 19.3 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 21/6/2009 20.2 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 22/6/2009 19.4 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 23/6/2009 19.1 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 24/6/2009 18.7 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 27/6/2009 19.9 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 28/6/2009 19.7 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 29/6/2009 19.9 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 30/6/2009 20.8 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 31/6/2009 21.7 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 4/8/2009 20.9 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 5/8/2009 20.6 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 6/8/2009 20.6 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 7/8/2009 21.0 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 10/8/2009 22.7 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 11/8/2009 21.9 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 12/8/2009 21.1 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 13/8/2009 21.6 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 14/8/2009 21.3 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 18.59 19.07 20.03 20.98 21.46 29
  • 30.
    LEVEY-JENNINGS BUN 1/6-14/8'09 22,5 21,5 HASIL -3SD 20,5 -2SD MEAN 19,5 2SD 3SD 18,5 17,5 30