Pemeriksaan laboratorium

ELEKTROLIT DARAH

1
JUMLAH DAN KOMPARTMEN CAIRAN TUBUH

CAIRAN TUBUH ( DWS MUDA  60% BB)
1. CAIRAN INTRASELULER

( 40% BB )

2. CAIRAN EKSTRASELULER ( 20% BB )
CAIRAN INTERSTITIAL
 15% BB
CAIRAN INTRAVASKULER ( PLASMA )  5% BB

3. CAIRAN TRANSELULER ( ± 1% BB ) :
Contoh : cairan serebrospinal
cairan peritoneal
cairan sendi
2
SATUAN PENGUKURAN
Mengubah satuan mg/dl menjadi

mmol/l :

mg/dl X 10
mmol/l = ---------------------BA (BM)

Mengubah satuan mmol/l menjadi meq/l :
meq/l = mmol/l X valensi

Mengubah satuan mg/dl menjadi meq/l :

mg/dl X 10
meq/l = ---------------- X valensi
BA (BM)

3
OSMOLALITAS dan OSMOLARITAS

1 mol glukosa

1 liter air

1 mol glukosa

1 liter
larutan
glukosa

+

1 mol

glukosa

Osmolalitas
1 osmol/ kg H2O

Osmolaritas
1 osmol/ l larutan

Osmolalitas :

kadar bahan dalam satu liter air
( volume larutan > satu liter )

Osmolaritas :

kadar bahan dalam satu liter larutan
( volume air < satu liter )

4
OSMOLARITAS ?
1 mmol glukosa

1 liter larutan
berisi:
1 mmol glukosa
2 mmol NaCl
2 mmol CaCl2

------------------ 1 mosmol

2 mmol NaCl -------------------------- 4 mosmol
(1 mmol NaCl  1 mmol Na+ + 1 mmol Cl- )
n=2
2 mmol CaCl2 ----------------------- 6 mosmol

(1 mmol CaCl2  1 mmol Ca+ + 2 mmol Cl- )
n=3

OSMOLARITAS = 1 + 4 + 6 = 11 mosmol/l

5
PENGUKURAN OSMOLALITAS
alat : OSMOMETER
Prinsip :

PENURUNAN TITIK BEKU

Air murni beku pada 00 C
Jika 1 osmol solut ( beberapa solut )
ditambahkan pada 1 kg air murni
titik beku akan menurun
—

1,860C
6
PERHITUNGAN OSMOLARITAS PLASMA

Kadar glukosa
kadar urea
Osmolaritas plasma = 2 X kadar Na+ + ------------------- X ---------------- mosmol /l
18
6

OSMOLARITAS CAIRAN TUBUH ORANG SEHAT

285 – 295

mosmol / l
7
KOMPOSISI ELEKTROLIT DALAM CAIRAN TUBUH
PLASMA
meq/l

AIR
PLASMA
meq/l

CAIRAN
INTERST.
meq/l

Kation
Na
K
Ca
Mg

149,9
142
4,3
2,5
1,1

161,2
152,7
4,6
2,7
1,2

153
145,1
4,4
2,4
1,1

200
12
150
4
34

Anion
Cl
HCO3HPO32- , H2PO3Protein
Lain-lain #

149,9
104
24
2
14
5,9

161,2
111,9
25,8
2,2
15
6,3

153
117,4
27,1
2,3
0
6,2

200
4
12
40
54
90

ION

CAIRAN
INTRASEL
meq/l

# Asam organik dan anorganik
fosfat organik (c.intraseluler )

8
ELEKTROLIT UTAMA DALAM DARAH
• Natrium
• Kalium
• Klorida

9
NATRIUM ( Na )
• Kation utama ekstra seluler
• Fungsi : - mempertahankan cairan tubuh
- konduksi impuls neuromuskuler
- aktivitas enzim
• Kadar normal : 135 – 145 mmol/L
• Hipernatremia : - pemasukan ion Na berlebihan
- kehilangan cairan lebih dari kehilangan ion Na
Air keluar dari sel shg terjadi dehidrasi
•

Hiponatremia : - kehilangan ion Na
- retensi cairan
- ketidakseimbangan air
10
KALIUM ( K )
• Elektrolit yg berada pada cairan vaskuler
• 90% dikeluarkan melalui urine
• Fungsi : pengaturan impuls neuromuskuler terutama
denyut jantung
• Kadar normal : 3.5 – 5.0 mmol/L
• Hipokalemia : - kehilangan melalui ginjal
- kehilangan melalui usus
- pemasukan kurang / menurun
• Hiperkalemia : - peningkatan beban
- pergeseran K transeluler
- Ekskresi berkurang
- Pseudo hiperkalemia ( trombositosis, lekositosis )

11
KLORIDA ( Cl )
• Anion yg banyak pada cairan ekstra seluler
• Tidak berada dalam serum
• Fungsi : keseimbangan cairan tubuh dan asam
basa.
• dgn Na berperan menentukan osmilalitas
• Kadar normal : 95 -105 mmol/L
• Hiperklorida : - dehidrasi
- kelainan metabolik
- hiperparatiroidisme primer
• Hipoklorida :

- defisiensi besi
- umur lanjut
- kehamilan
- radiasi

12
KALSIUM ( Ca )
• Elektrolit yg berada dalam serum
• Fungsi : - keseimbangan elektrolit
- pencegahan tetani
- mendeteksi adanya gangguan paratiroid dan tiroid
• Kadar normal : 2.3 – 2.8 mmol/L

13
MAGNESIUM ( Mg )
• Kation pada cairan ekstraseluler dan terbanyak kedua
• Disekresi melalui ginjal dan feses
• Berpengaruh pada peningkatan K, Ca dan protein → aktivasi
neuromuskuler
• Penurunan kadar Mg diikuti penurunan ion lain
• Kadar normal : 85 – 135 mL/min

14
POSFOR ( P )
• Anion yg berada dalam darah
• Kadar seimbang dengan kadar Ca yg diatur oleh hormon paratiroid
•Kadar normal : 0.78 – 1.52 mmol/ L

15
TRANSPOR AKTIF
POTONGAN MEMBRAN SEL
+
+

-

+

-

+

-

K+ = 150 meq/l
Na = 12 meq/l

-

C.I.S

+

gerakan K secara pasif
-

+

K+ =
4 meq/l
Na = 140
meq/l
gerakan Na+ secara pasif

+

-

K

+

C.E.S

+

POMPA
K+ - Na+
(TRANSPOR AKTIF)

Na+

+
-

+

Na+ - K+ ATP ase
ATP

ADP + ENERGI

16
Burton Davis Rose, Clinical Physiology of
Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977
AIR MASUK ( ml )
normal

Lingkungan
panas

AIR KELUAR ( ml )
Latihan
berat

normal

Lingkungan
panas

Latihan
berat

Minum

1200

2200

3400

Urine

1400

1200

500

Makan

1000

1000

1150

Kulit
400
(insensibel)

400

400

300

300

450

Paru
400
(insensibel)

300

600

Oksidasi

Keringat
2500

3500

5000

1400

3300

Feses
Jumlah

100
200

200

200

2500

3500

5000

17
Burton Davis Rose, Clinical Physiology of
Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977
PENGARUH KEHILANGAN CAIRAN EKTRASELULER
ORANG SEHAT ( BB = 70 kg )
C.I.S

28 L

C.E.S = 14 L
C.INTERSTITIAL

10,5 L

60%

15%

PLASMA

3,5 L
5%

Burton Davis Rose, Clinical Physiology of
Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977

18
KEHILANGAN CAIRAN ISOTONIK DARI CES
3 LITER ( BB = 70 kg )
C.I.S

28 L

C.INTERSTITIAL

PLASMA

8,25 L

2,75 L

C.E.S = 11 L

Penurunan volume plasma = 750 ml (23%)

DEHIDRASI EKSTRASELULAR ISOTONIK
19
Burton Davis Rose, Clinical Physiology of
Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977
KEHILANGAN CAIRAN HIPOTONIK DARI CES
3 LITER

C.I.S

( BB = 70 kg )

C. INTERSTISIAL

9,74 L

PLASMA

3,26 L

26 L
C.E.S = 13 L

Penurunan volume plasma = 240 ml (7%)

DEHIDRASI EKSTRA DAN INTRASELULAR

HIPERTONIK
20

Burton Davis Rose, Clinical Physiology of
Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977
Pemeriksaan Electrolit
Sampel : Serum
Ion Selective ELECTRODE(ISE)
• Sistem Elektrode untuk Ion spesifik
• T.d.:membran yang selektif terhadap suatu
ion
• Berbatasan / berhubungan dengan larutan
yang mengandung ion yang sama dengan
larutan yang ditentukan
• Larutan dalam ini berhubungan dengan
elektroda pembanding yang cocok
• Mengukur aktivitas dan tidak perlu
konsentrasi
oong
mee

25

Elektrolit

  • 1.
  • 2.
    JUMLAH DAN KOMPARTMENCAIRAN TUBUH CAIRAN TUBUH ( DWS MUDA  60% BB) 1. CAIRAN INTRASELULER ( 40% BB ) 2. CAIRAN EKSTRASELULER ( 20% BB ) CAIRAN INTERSTITIAL  15% BB CAIRAN INTRAVASKULER ( PLASMA )  5% BB 3. CAIRAN TRANSELULER ( ± 1% BB ) : Contoh : cairan serebrospinal cairan peritoneal cairan sendi 2
  • 3.
    SATUAN PENGUKURAN Mengubah satuanmg/dl menjadi mmol/l : mg/dl X 10 mmol/l = ---------------------BA (BM) Mengubah satuan mmol/l menjadi meq/l : meq/l = mmol/l X valensi Mengubah satuan mg/dl menjadi meq/l : mg/dl X 10 meq/l = ---------------- X valensi BA (BM) 3
  • 4.
    OSMOLALITAS dan OSMOLARITAS 1mol glukosa 1 liter air 1 mol glukosa 1 liter larutan glukosa + 1 mol glukosa Osmolalitas 1 osmol/ kg H2O Osmolaritas 1 osmol/ l larutan Osmolalitas : kadar bahan dalam satu liter air ( volume larutan > satu liter ) Osmolaritas : kadar bahan dalam satu liter larutan ( volume air < satu liter ) 4
  • 5.
    OSMOLARITAS ? 1 mmolglukosa 1 liter larutan berisi: 1 mmol glukosa 2 mmol NaCl 2 mmol CaCl2 ------------------ 1 mosmol 2 mmol NaCl -------------------------- 4 mosmol (1 mmol NaCl  1 mmol Na+ + 1 mmol Cl- ) n=2 2 mmol CaCl2 ----------------------- 6 mosmol (1 mmol CaCl2  1 mmol Ca+ + 2 mmol Cl- ) n=3 OSMOLARITAS = 1 + 4 + 6 = 11 mosmol/l 5
  • 6.
    PENGUKURAN OSMOLALITAS alat :OSMOMETER Prinsip : PENURUNAN TITIK BEKU Air murni beku pada 00 C Jika 1 osmol solut ( beberapa solut ) ditambahkan pada 1 kg air murni titik beku akan menurun — 1,860C 6
  • 7.
    PERHITUNGAN OSMOLARITAS PLASMA Kadarglukosa kadar urea Osmolaritas plasma = 2 X kadar Na+ + ------------------- X ---------------- mosmol /l 18 6 OSMOLARITAS CAIRAN TUBUH ORANG SEHAT 285 – 295 mosmol / l 7
  • 8.
    KOMPOSISI ELEKTROLIT DALAMCAIRAN TUBUH PLASMA meq/l AIR PLASMA meq/l CAIRAN INTERST. meq/l Kation Na K Ca Mg 149,9 142 4,3 2,5 1,1 161,2 152,7 4,6 2,7 1,2 153 145,1 4,4 2,4 1,1 200 12 150 4 34 Anion Cl HCO3HPO32- , H2PO3Protein Lain-lain # 149,9 104 24 2 14 5,9 161,2 111,9 25,8 2,2 15 6,3 153 117,4 27,1 2,3 0 6,2 200 4 12 40 54 90 ION CAIRAN INTRASEL meq/l # Asam organik dan anorganik fosfat organik (c.intraseluler ) 8
  • 9.
    ELEKTROLIT UTAMA DALAMDARAH • Natrium • Kalium • Klorida 9
  • 10.
    NATRIUM ( Na) • Kation utama ekstra seluler • Fungsi : - mempertahankan cairan tubuh - konduksi impuls neuromuskuler - aktivitas enzim • Kadar normal : 135 – 145 mmol/L • Hipernatremia : - pemasukan ion Na berlebihan - kehilangan cairan lebih dari kehilangan ion Na Air keluar dari sel shg terjadi dehidrasi • Hiponatremia : - kehilangan ion Na - retensi cairan - ketidakseimbangan air 10
  • 11.
    KALIUM ( K) • Elektrolit yg berada pada cairan vaskuler • 90% dikeluarkan melalui urine • Fungsi : pengaturan impuls neuromuskuler terutama denyut jantung • Kadar normal : 3.5 – 5.0 mmol/L • Hipokalemia : - kehilangan melalui ginjal - kehilangan melalui usus - pemasukan kurang / menurun • Hiperkalemia : - peningkatan beban - pergeseran K transeluler - Ekskresi berkurang - Pseudo hiperkalemia ( trombositosis, lekositosis ) 11
  • 12.
    KLORIDA ( Cl) • Anion yg banyak pada cairan ekstra seluler • Tidak berada dalam serum • Fungsi : keseimbangan cairan tubuh dan asam basa. • dgn Na berperan menentukan osmilalitas • Kadar normal : 95 -105 mmol/L • Hiperklorida : - dehidrasi - kelainan metabolik - hiperparatiroidisme primer • Hipoklorida : - defisiensi besi - umur lanjut - kehamilan - radiasi 12
  • 13.
    KALSIUM ( Ca) • Elektrolit yg berada dalam serum • Fungsi : - keseimbangan elektrolit - pencegahan tetani - mendeteksi adanya gangguan paratiroid dan tiroid • Kadar normal : 2.3 – 2.8 mmol/L 13
  • 14.
    MAGNESIUM ( Mg) • Kation pada cairan ekstraseluler dan terbanyak kedua • Disekresi melalui ginjal dan feses • Berpengaruh pada peningkatan K, Ca dan protein → aktivasi neuromuskuler • Penurunan kadar Mg diikuti penurunan ion lain • Kadar normal : 85 – 135 mL/min 14
  • 15.
    POSFOR ( P) • Anion yg berada dalam darah • Kadar seimbang dengan kadar Ca yg diatur oleh hormon paratiroid •Kadar normal : 0.78 – 1.52 mmol/ L 15
  • 16.
    TRANSPOR AKTIF POTONGAN MEMBRANSEL + + - + - + - K+ = 150 meq/l Na = 12 meq/l - C.I.S + gerakan K secara pasif - + K+ = 4 meq/l Na = 140 meq/l gerakan Na+ secara pasif + - K + C.E.S + POMPA K+ - Na+ (TRANSPOR AKTIF) Na+ + - + Na+ - K+ ATP ase ATP ADP + ENERGI 16 Burton Davis Rose, Clinical Physiology of Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977
  • 17.
    AIR MASUK (ml ) normal Lingkungan panas AIR KELUAR ( ml ) Latihan berat normal Lingkungan panas Latihan berat Minum 1200 2200 3400 Urine 1400 1200 500 Makan 1000 1000 1150 Kulit 400 (insensibel) 400 400 300 300 450 Paru 400 (insensibel) 300 600 Oksidasi Keringat 2500 3500 5000 1400 3300 Feses Jumlah 100 200 200 200 2500 3500 5000 17 Burton Davis Rose, Clinical Physiology of Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977
  • 18.
    PENGARUH KEHILANGAN CAIRANEKTRASELULER ORANG SEHAT ( BB = 70 kg ) C.I.S 28 L C.E.S = 14 L C.INTERSTITIAL 10,5 L 60% 15% PLASMA 3,5 L 5% Burton Davis Rose, Clinical Physiology of Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977 18
  • 19.
    KEHILANGAN CAIRAN ISOTONIKDARI CES 3 LITER ( BB = 70 kg ) C.I.S 28 L C.INTERSTITIAL PLASMA 8,25 L 2,75 L C.E.S = 11 L Penurunan volume plasma = 750 ml (23%) DEHIDRASI EKSTRASELULAR ISOTONIK 19 Burton Davis Rose, Clinical Physiology of Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977
  • 20.
    KEHILANGAN CAIRAN HIPOTONIKDARI CES 3 LITER C.I.S ( BB = 70 kg ) C. INTERSTISIAL 9,74 L PLASMA 3,26 L 26 L C.E.S = 13 L Penurunan volume plasma = 240 ml (7%) DEHIDRASI EKSTRA DAN INTRASELULAR HIPERTONIK 20 Burton Davis Rose, Clinical Physiology of Acid Base and ellectrolyte Disorder, 1977
  • 21.
  • 22.
    Ion Selective ELECTRODE(ISE) •Sistem Elektrode untuk Ion spesifik • T.d.:membran yang selektif terhadap suatu ion • Berbatasan / berhubungan dengan larutan yang mengandung ion yang sama dengan larutan yang ditentukan • Larutan dalam ini berhubungan dengan elektroda pembanding yang cocok • Mengukur aktivitas dan tidak perlu konsentrasi
  • 25.