Dokumen ini merupakan terjemahan dari babad Cirebon yang menggambarkan perjalanan Pangeran Walangsungsang dan adiknya, Rara Santang, setelah diusir dari Kerajaan Pajajaran. Mereka berdua melakukan pencarian spiritual dan bertemu dengan berbagai guru yang memberikan ajaran dan pusaka. Akhirnya, mereka bersatu kembali dan menerima beragam ilmu, serta pusaka untuk menghadapi tantangan dan melanjutkan perjalanan mereka.