BAB IV 
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 
4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 
4.1.1. Sejarah Ringkas PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar 
Merbau 
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM) 
Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau merupakan salah satu mekanisme 
program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya 
mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di 
wilayah perdesaan Kecamatan Pagar Merbau. Pada dasarnya PNPM Mandiri 
Perdesaan mengadopsi sepenuhnya mekanisme dan prosedur Program 
Pengembangan Kecamatan (PPK) yang telah dilaksanakan sejak tahun 1998. 
PNPM Mandiri sendiri dikukuhkan secara resmi oleh Presiden Republik 
Indonesia pada 30 April 2007 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Berikut adalah 
perjalanan PNPM Mandiri Perdesaan sebelum berganti nama: 
1. Tahun 1998 dengan nama PPK 
2. Tahun 2006 dengan nama PNPM PPK 
3. Tahun 2007 dengan nama PNPM Mandiri Perdesaan 
PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Deli Serdang mulai ada pada 
tahun 2003 yang dulunya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Siklus 4 di 2 
Kecamatan sebagai lokasi penerima dana PPK dengan Total Dana Rp. 
1.500.000.000,- untuk Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan STM Hulu. 
27
PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2009, Kabupaten Deli 
Serdang mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 23.300.000.000,- yang terdiri dari 
APBN sebesar Rp. 18.020.000.000 dan APBD Rp. 4.280.000.000 dengan jumlah 
kecamatan yang akan didanai sebanyak 15 kecamatan, dimana 6 diantaranya 
kecamatan lama dan 9 kecamatan baru (Gunung Meriah, Sibolangit, Kutalimbaru, 
Namorambe, Biru-Biru, STM Hilir, Galang, Batang Kuis, Pagar Merbau), dengan 
rincian: 
1. Kec. Pantai Labu = Rp. 2.000.000.000,- 
2. Kec. STM Hulu = Rp. 900.000.000,- 
3. Kec. Bangun Purba = Rp. 2.000.000.000,- 
4. Kec. Pancur Batu = Rp. 2.000.000.000,- 
5. Kec. Labuhan Deli = Rp. 2.000.000.000,- 
6. Kec. Hamparan Perak = Rp. 900.000.000,- 
7. Kec. Gunung Meriah = Rp. 900.000.000,- 
8. Kec. Sibolangit = Rp. 900.000.000,- 
9. Kec. Kutalimbaru = Rp. 2.000.000.000,- 
10. Kec. Namorambe = Rp 2.000.000.000,- 
11. Kec. Biru-Biru = Rp. 900.000.000,- 
12. Kec. STM Hilir = Rp. 900.000.000,- 
13. Kec. Galang = Rp. 2.000.000.000,- 
14. Batang Kuis = Rp. 900.000.000,- 
15. Pagar Merbau = Rp. 2.000.000.000, 
Program pemberdayaan masyarakat ini dapat dikatakan sebagai program 
pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air. Dalam pelaksanaannya, program 
ini memusatkan bagi masyarakat Indonesia paling miskin di wilayah perdesaan. 
Program ini menyediakan fasilitas pemberdayaan masyarakat atau kelembagaan 
lokal, pendampingan, pelatihan, serta dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat 
(BLM) kepada masyarakat secara langsung. Besaran dana BLM yang 
dialokasikan sebesar Rp 750.000.000 sampai Rp 3.000.000.000 per kecamatan, 
tergantung jumlah penduduk miskin. 
28
Dalam PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau, seluruh 
anggota masyarakat diajak terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara 
partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam 
penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan paling prioritas di desanya, 
sampai pada pelaksanaan kegiatan dan pelestariannya. 
Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berada di bawah binaan Direktorat 
Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri. Program ini 
didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan 
Belanja Negara (APBN), alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), 
dana hibah dari sejumlah lembaga pemberi bantuan dibawah koordinasi Bank 
Dunia. 
4.1.2. Visi dan Misi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau 
Visi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau: 
- Tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin 
perdesaan dalam mengorganisir diri untuk memobilisasi sumber daya 
yang ada di lingkungan sekitar, mampu mengakses sumber daya di luar 
lingkungan, dan mengelola sumber daya tersebut untuk mengatasi 
kemiskinan. 
Misi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau: 
- Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan. 
- Pelembagaan sistem pembangunan pastisipastif. 
- Pengefektifan fungsi dan peran pemerintah lokal. 
29
- Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana sosial dasar dan 
ekonomi masyarakat. 
- Pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan. 
4.1.3. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas 
Sumber: Kantor Camat Pagar Merbau 
Camat 
Pembina 
Gambar 4.1 Struktur Pengurus PNPM Kecamatan Pagar Merbau 
1. Camat 
Camat atas nama Bupati berperan sebagai pembina pelaksanaan PNPM 
Mandiri Perdesaan pada desa-desa di kecamatan. Selain itu Camat juga bertugas 
untuk mengesahkan usulan-usulan kegiatan yang telah disepakati dalam 
Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk didanai melalui PNPM Mandiri 
Perdesaan, dalam bentuk Surat Penetapan Camat (SPC). Tugas dan 
tanggungjawab Camat: 
30 
PjOK 
UPK 
Bendahara Sekretaris 
Fasilitator 
Kecamatan 
Fasilitator 
Teknik 
Pendamping 
Lokal 
DESA
a. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di 
wilayah kecamatan. 
b. Mengoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan yang ada di kecamatan. 
c. Menyelenggarakan MAD. 
d. Bersama Fasilitator Kecamatan dan PjOK mensosialisasikan PNPM 
Mandiri Perdesaan di wilayah kecamatan. 
e. Memonitoring dan mengevaluasi laporan pertanggungjawaban 
pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan dari semua desa. 
f. Membantu menyelesaikan masalah PNPM Mandiri perdesaan yang timbul 
di wilayah. 
g. Melayani urusan administratif, antara lain: menandatangani surat 
penetapan tim verifikasi, usulan kegiatan, Surat Perjanjian Pemberian 
Bantuan (SPPB), Surat Penetapan Camat (SPC) dan Surat Pernyataan 
Penyelesaian Kegiatan (SP2K) yang dibuat oleh Ketua TPK dan 
Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PjOK). 
h. Memantau proses pemeliharaan dan rencana pengembangan hasil kegiatan 
serta pengembalian pinjaman dana bergulir. 
i. Menilai kinerja program di Desa dan kecamatan. 
j. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan seluruh dokumen kegiatan PNPM 
Mandiri Perdesaan baik yang bersifat keuangan dan non keuangan. 
k. Mendorong dan memfasilitasi terbentuk dan berkembangnya Badan 
Kerjasama Antar Desa (BKAD). 
2. Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PjOK) 
PjOK adalah seorang Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat atau 
pejabat lain yang mempunyai tugas pokok sejenis di kecamatan yang ditetapkan 
berdasar Surat Keputusan Bupati dan bertanggungjawab atas penyelenggaraan 
operasional kegiatan dan keberhasilan seluruh kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan 
di kecamatan. Tugas dan tanggungjawab PjOK adalah: 
a. Melaksanakan koordinasi dengan Fasilitator Kecamatan dan Tim 
Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten mengenai pelaksanan 
PNPM Mandiri Perdesaan di daerahnya. 
b. Melaksanakan kegiatan manajemen PNPM Mandiri Perdesaan, yang 
meliputi aspek-aspek kegiatan sosialisasi, perencanaan, pengorganisasian, 
pelaksanaan dan pengendalian. 
c. Memproses pengajuan dana dari UPK ke KPPN serta memantau proses 
pencairannya. 
d. Menyelenggarakan rapat rutin bulanan bersama Fasilitator Kecamatan dan 
pelaku PNPM Mandiri Perdesaan lainnya yang bertujuan untuk membahas 
kemajuan kegiatan, masalah-masalah dan penyelasaiannya. 
31
e. Membuat laporan bulanan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan ke TK. 
PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten dengan tembusan kepada Camat. 
f. Melaksanakan pengawasan teknis dan administrasi. 
g. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja UPK dan TPK. 
h. Bersama Fasilitator Kecamatan memfasilitasi pelaksanaan MAD. 
i. Memantau dan/atau memfasilitasi kegiatan musyawarah desa di 
wilayahnya. 
j. Menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan 
(SPKMP) bersama Fasilitator Kecamatan, Ketua UPK/UPKS dan Wakil 
Masyarakat. 
3. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) 
UPK adalah unit yang mengelola operasional kegiatan PNPM Mandiri 
Perdesaan di kecamatan dan membantu BKAD mengkoordinasikan pertemuan-pertemuan 
di kecamatan. Pengurus UPK terdiri dari Ketua, sekretaris dan 
bendahara. Pengurus UPK berasal dari anggota masyarakat yang diajukan dan 
dipilih berdasarkan hasil musyawarah desa. Tugas dan tanggungjawab UPK 
adalah: 
a. Bertanggungjawab terhadap seluruh pengelolaan dana PNPM Mandiri 
Perdesaan di kecamatan. 
b. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan administrasi dan pelaporan 
seluruh transaksi kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan. 
c. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan dokumen PNPM Mandiri 
Perdesaan baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan. 
d. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan dana bergulir. 
e. Melakukan pembinaan terhadap kelompok peminjam. 
f. Melakukan sosialisasi dan penegakkan prinsip-prinsip PNPM Mandiri 
Perdesaan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian PNPM Mandiri 
Perdesaan bersama dengan pelaku lainnya. 
g. Melakukan administrasi dan pelaporan setiap transaksi baik keuangan 
ataupun non-keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan 
program. 
h. Membuat perencanaan keuangan (anggaran) dan rencana kerja sesuai 
dengan kepentingan program yang disampaikan pada BKAD/MAD. 
i. Membuat pertanggungjawaban keuangan dan realisasi rencana kerja pada 
BKAD/MAD sesuai dengan kebutuhan. 
j. Melakukan evaluasi dan pemeriksaan langsung Rencana Penggunaan Dana 
(RPD) dan Laporan Penggunaan Dana (LPD) yang dibuat oleh desa dalam 
32
setiap tahapan proses PNPM Mandiri Perdesaan dan sesuai dengan 
ketentuan. 
k. Melakukan bimbingan teknis dan pemeriksaan secara langsung 
administrasi dan pelaporan pelaku desa. 
l. Membuat draft aturan perguliran yang sesuai dengan prinsip dan 
mekanisme PNPM Mandiri Perdesaan untuk disahkan oleh BKAD/MAD 
dan menegakkan dalam pelaksanaan dengan tujuan pelestarian dana 
bergulir. 
m. Menyiapkan dukungan teknis bagi terbentuknya kerjasama dengan pihak 
luar/pihak lain dalam kaitannya dengan pengembangan potensi wilayah. 
n. Melakukan penguatan kelompok peminjam dalam kelembagaan, 
pengelolaan keuangan, pengelolaan pinjaman, dan memfasilitasi 
pengembangan usaha kelompok atau pemanfaat. 
o. Membantu pengembangan kapasitas pelaku program melalui pelatihan, 
bimbingan lapangan, dan pendampingan dalam setiap kegiatan PNPM 
Mandiri Perdesaan. 
p. Mendorong transparansi dalam pengelolaan keuangan, pengelolaan 
pinjaman, perkembangan program dan informasi lainnya melalui papan 
informasi dan menyampaikan secara langsung kepada pihak yang 
membutuhkan. 
q. Melakukan fasilitasi (bersama pelaku lain) penyelesaian permasalahan-permasalahan 
yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan, dan pelestarian 
PNPM Mandiri Perdesaan. 
Pengurus UPK terdiri dari Ketua, Bendahara dan Sekretaris dengan 
kriteria sebagai berikut: 
a. Memiliki sikap mental yang baik: jujur, bertanggungjawab dan dapat 
dipercaya. 
b. Pendidikan minimal SLTA. 
c. Memiliki kemampuan di bidang administrasi dan keuangan. 
d. Dapat diterima oleh masyarakat. 
e. Bukan pegawai negeri, staf kecamatan atau aparat desa. 
f. Mempunyai cukup waktu dan kesungguhan. 
Pemilihan UPK dilakukan pada MAD Prioritas Usulan, berdasarkan 
usulan masing-masing desa sesuai hasil MAD Perencanaan Usulan. 
4. Pendamping Lokal (PL) 
Pendamping Lokal adalah tenaga pendamping dari masyarakat yang 
membantu Fasilitator Kecamatan untuk memfasilitasi masyarakat dalam 
33
melaksanakan tahapan dan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan mulai dari 
perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian. Di setiap kecamatan ditempatkan satu 
orang Pendamping Lokal (PL). Tugas dan tanggungjawab Pendamping Lokal 
(PL) adalah: 
a. Melakukan pemantapan terhadap pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri 
perdesaan di desa sesuai dengan pengaturan tugas dari Fasilitator 
Kecamatan. 
b. Membantu Fasilitator Kecamatan dalam melaksanakan pemeriksaan 
kegiatan di lapangan. 
c. Membantu Fasilitator Kecamatan dalam melakukan bimbingan pada Kader 
Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) mengenai kegiatan 
pemberdayaan, transparansi dan manajemen. 
d. Membantu Fasilitator Kecamatan dalam melaksanakan pelatihan kepada 
Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan masyarakat. 
e. Memberikan bimbingan dan masukan atau saran teknis maupun non teknis 
kepada TPK. 
f. Membuat gambar kerja sesuai petunjuk Fasilitator Teknik Kecamatan (FT-Kec) 
dan membantu dalam pembuatan gambar desain dan gambar purna 
laksana. 
g. Membimbing dan memberi penjelasan kepada masyarakat mengenai cara-cara 
menjaga kelestarian lingkungan. 
h. Memberikan bimbingan dan masukan tentang cara-cara administrasi, 
pembukuan serta pengarsipan TPK. 
i. Membantu dan membimbing TPK dalam penyiapan serta proses pra audit. 
j. Mengumpulkan informasi tentang aspek non teknis antara lain: partisipasi, 
memeriksa keluhan masyarakat untuk disampaikan kepada FK. 
k. Membimbing KPMD dalam menginventarisasi kebutuhan masyarakat 
dalam kaitannya dengan rencana jangka panjang masyarakat. 
l. Memfasilitasi proses pemeliharaan hasil kegiatan, pengembangan dan 
pelestariannya, serta pengembalian pinjaman. 
5. Fasilitator Kecamatan (FK) 
Fasilitator Kecamatan merupakan pendamping masyarakat yang berperan 
memfasilitasi masyarakat dalam setiap proses tahapan, mulai dari sosialisasi, 
perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian serta membimbing KPMD atau pelaku- 
34
pelaku lainnya di desa dan kecamatan. Tugas dan tanggungjawab Fasilitator 
Kecamatan yaitu: 
a. Menyebarluaskan dan mensosialisasikan PNPM Mandiri Perdesaan kepada 
masyarakat dan aparat desa/kecamatan. 
b. Memfasilitasi KPMD dalam pendataan RTM. 
c. Menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) pelaksanaan kegiatan 
bersama masyarakat dimulai dari proses sosialisasi hingga pelestarian 
kegiatan. 
d. Memastikan dan memfasilitasi terlaksananya tahapan-tahapan PNPM 
Mandiri Perdesaan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan 
pelestarian dengan tetap memperhatikan penerapan prinsip-prinsip PNPM 
Mandiri Perdesaan. 
e. Memberikan pelatihan-pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat dan 
pelaku-pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di desa dan kecamatan (KPMD, 
PL, TPK, UPK, Tim Penulisan Usulan, Tim Pengawas). 
f. Memberikan pelatihan-pelatihan dan bimbingan peningkatan kapasitas 
pemerintahan lokal baik desa dan antar desa (BPD, Kepala Desa, aparat 
kecamatan). 
g. Memfasilitasi pembentukan dan pengembangan Badan Kerjasama Antar 
Desa (BKAD). 
h. Melakukan pengawasan dan verifikasi terhadap proses pencairan dan 
penggunaan dana PNPM Mandiri Perdesaan untuk dapat dipastikan 
penggunaannya secara terbuka dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan 
sebenarnya. 
i. Memfasilitasi dan membantu survei lapangan terhadap usulan kegiatan 
simpan pinjam dan kegiatan yang menunjang kualitas hidup seperti bidang 
pendidikan dan kesehatan (di luar bangunan atau prasarana). 
j. Identifikasi kebutuhan bantuan teknis terhadap usulan kegiatan simpan 
pinjam, pendidikan dan kesehatan yang diperlukan. 
k. Mengindentifikasi kebutuhan pengetahuan dan keterampilan yang 
diperlukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. 
l. Mengadakan pelatihan secara sederhana dan mudah dimengerti 
masyarakat berdasarkan atas hasil identifikasi kebutuhan pengetahuan dan 
keterampilan. 
m. Membantu Fasilitator Kabupaten Keuangan dalam membimbing 
pengembangan hasil kegiatan ekonomi dari pelaksanaan PNPM Mandiri 
Perdesaan sebelumnya dan kegiatan simpan pinjam. 
n. Mendorong terciptanya mekanisme kontrol atau pengawasan oleh 
masyarakat sendiri. 
o. Melakukan evaluasi bersama masyarakat terhadap pelaksanaan program 
dan kinerja pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan dan desa. 
p. Melaporkan realisasi RKTL, kemajuan kegiatan, masalah dan upaya 
penanganannya kepada Fasilitator Kabupaten dengan tembusan kepada 
Camat – PjOK. 
35
q. Mengadakan rapat koordinasi bulanan di kecamatan. 
r. Menghadiri rapat koordinasi bulanan di kabupaten dan menyampaikan 
laporan perkembangan kegiatan. 
s. Menjunjung tinggi kode etik fasilitator dan konsultan serta siap 
diberhentikan jika melakukan pelanggaran terhadap kode etik tersebut. 
t. Memastikan pengelolaan dana di UPK sesuai prosedur dan ketentuan, dan 
secara berkala melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan kas dan 
rekening. 
u. Mengumpulkan Surat Perintah Memabayar (SPM) dan Surat Perintah 
Pencairan Dana (SP2D) serta melaporka realisasi penggunaan dana dalam 
rangka pelaporan SAI Fasilitator Kabupaten (Faskab). 
6. Fasilitator Teknik (FT-Kec) 
FT-Kec merupakan pendampingan masyarakat yang berperan 
memfasilitasi masyarakat dalam setiap proses tahapan, mulai dari sosialisasi, 
perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian serta membimbing KPMD atau pelaku-pelaku 
lainnya di desa dan kecamatan khususnya dalam bidang teknis. Tugas dan 
tanggungjawab Fasilitator Teknik (FT-Kec) yaitu: 
a. Membantu dan memberikan bimbingan teknis kepada seluruh KPMD. 
b. Menyusun RKTL yang disesuaikan dengan rencana pelaksanaan kegiatan 
masyarakat/desa. 
c. Memfasilitasi dan membantu melakukan kegiatan survei dan pengukuran 
usulan kegiatan prasarana (termasuk usulan sarana kesehatan dan 
pendidikan, seperti bangunan sekolah, bangunan pelayanan kesehatan). 
d. Membantu dan memberikan bimbingan teknis dalam membuat desain dan 
gambar konstruksi, perhitung volume dan kebutuhan bahan/peralatan, 
jadwal pelaksanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) usulan prasarana 
sesuai kaidah-kaidah teknis dengan memperhatikan dampak lingkungan. 
e. Membantu mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan terhadap usulan 
kegiatan prasarana, seperti pengadaan bahan dan alat, penggunaan alat 
berat dan melakukan supervisi dalam pelaksanaannya. 
f. Memberikan pelatihan teknis konstruksi secara sederhana kepada kader 
teknis dan masyarakat yang melaksanakan pekerjaan konstruksi 
pembangunan prasarana/sarana. 
g. Melakukan review RKTL dikaitkan dengan jadwal pelaksanaan kegiatan 
di masyarakat serta memfasilitasi penanganan masalah berkaitan dengan 
kemajuan pelaksanaan fisik di lapangan. 
h. Membantu FT-Kab dalam memeriksa kualitas dan kuantitas serta 
mengeluarkan dan mengesahkan sertifikasi terhadap penerimaan bahan 
36
dan alat, hasil pekerjaan atau konstruksi bangunan dan penyelesaian 
pekerjaan prasarana. 
i. Memfasilitasi pembentukan tim pemeliharaan sejak awal pengajuan usulan 
dan memberikan pelatihan untuk operasional dan pemeliharaan prasarana 
yang dibangun. 
j. Membantu menghubungkan dengan para pihak terkait, baik instansi 
pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan jenis usulan kegiatan 
prasarana yang ada baik di wilayah kecamatan maupun kabupaten. 
k. Tugas atau aktifitas lain yang diperlukan masyarakat dan tidak 
bertentangan dengan prinsip dan prosedur PNPM Mandiri Perdesaan 
berkaitan dengan kegiatan prasarana. 
l. Melaporka kemajuan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan bidang 
tugas bimbingan teknis dan upaya penanganan yang telah dilakukan. 
m. Mengadakan rapat koordinasi bulanan di kecamatan. 
n. Menghadiri rapat koordinasi bulanan di kabupaten dan menyampaikan 
laporan perkembangan kegiatan secara rutin. 
o. Menjunjung tinggi kode etik fasilitator dan konsultan serta siap 
diberhentikan jika melakuka pelanggaran terhadap kode etik tersebut. 
4.1.4. Pencairan Dana PNPM Mandiri Perdesaan 
Pencairan dana PNPM Mandiri Perdesaan adalah aliran dana Bantuan 
Langsung Masyarakat (BLM) kecamatan yang bersumber dari APBD melalui 
Kantor Kas Daerah setempat dan APBN melalui Kantor Pelayanan 
Perbendaharaan Negara (KPPN) ke kecamatan. 
Pencairan dana dari KPPN ke kecamatan dilakukan melalui UPK. 
Pencairan dana BLM dari APBN dilakukan melalui KPPN ke rekening kolektif 
dengan nama “Rekening Bantuan PNPM Mandiri Perdesaan” pada bank 
pemerintah setempat atau bank lainnya sesuai keputusan masyarakat. 
Sedangkan pencairan dana BLM yang bersumber dari APBD dilakukan 
melalui Kantor Kas Daerah setempat ke rekening kolektif dengan nama 
“Rekening PNPM Mandiri Perdesaan” pada bank pemerintah setempat atau bank 
lainnya sesuai keputusan masyarakat. 
37
Nilai BLM yang akan dicairkan dari Kantor Kas Daerah selanjutnya 
dicantumkan dalam Surat Perjanjian Pendanaan (SP2). Total dana yang akan 
dicairkan dari Kantor Kas Daerah adalah total nilai sesuai ketentuan yang akan 
digunakan untuk membiayai usulan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Surat 
Penetapan Camat (SPC) di luar beban pajak daerah. Rekening bantuan PNPM 
Mandiri Perdesaan dapat berupa rekening Giro ataupun rekening Tabungan. 
A. Mekanisme Pencairan Dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan 
B. 
Pengajuan SPM: 
Tahapan 
penyaluran sesuai 
kriteria kecamatan 
KABUPATEN 
Sumber: PTO IX. 2008 
Perintah Pembayaran 
Perjanjian pendanaan 
Kredit Rekening 
Kredit Rekening 
Gambar 4.2 Mekanisme Pencairan Dana PNPM Mandiri Perdesaan 
Pencairan dana dari KPPN ke kecamatan dilakukan melalui UPK. 
Pencairan dana BLM dari APBN dilakukan melalui KPPN ke rekening kolektif 
dengan nama “Rekening Bantuan PNPM Mandiri Perdesaan” pada bank 
38 
Pengajuan SPP: 
Tahapan penyaluran sesuai 
kriteria kecamatan. Lampiran: 
SPC, BAPDK, KW-1 dan 
fotocopy rekening kolektif 
BPNPM yang diverifikasi oleh 
Fasilitator Kabupaten 
Pengajuan pencairan 
dana 
Pengajuan 
pencairan dana 
Pencairan sesuai 
Kebutuhan 
KPPN 
KPA, Penerbit 
SPM, Bendahara 
PPK/PjOK 
KC BI 
BO KPPN 
UPK/MAD 
Kelompok Masyarakat 
KECAMATAN 
DESA 
Perintah 
Pembebanan
pemerintah setempat atau bank lainnya sesuai keputusan masyarakat. Tata cara 
dokumen yang harus disiapkan dalam proses pencairan dana BLM yang 
bersumber dari APBN akan diatur secara tersendiri melalui Peraturan Dirjen 
Perbendaharaan, Departemen Keuangan serta Peraturan Dirjen PMD, 
Kementerian Dalam Negeri. 
Sedangkan pencairan dana BLM yang bersumber dari APBD dilakukan 
melalui Kantor Kas Daerah setempat ke rekening kolektif dengan nama 
“Rekening Bantuan PNPM Mandiri Perdesaan” pada bank pemerintah setempat 
atau bank lainnya sesuai keputusan masyrakat. Dana yang berasal dari APBD 
harus dicairkan terlebih dahulu ke rekening kolektif BPNPM di UPK, selanjutnya 
diikuti dengan pencairan dana yang berasal dari APBN. Fasilitator Kabupaten 
harus memastikan ketersediaan dana tersebut dan ikut memfasilitasi proses 
pencairannya hingga masuk ke rekening UPK. 
Nilai BLM yang akan dicairkan dari Kantor Kas Daerah selanjutnya 
dicantumkan dalam Surat Perjanjian Pendanaan (SP2). Total dana yang akan 
dicairkan dari Kantor Kas Daerah adalah total niali sesuai ketentuan yang akan 
digunakan untuk membiayai usulan kegiatan yang telah ditetapkan dalam surat 
Penetapan Camat (SPC) di luar beban pajak daerah. 
Rekening BPNPM Mandiri Perdesaan dapat berupa rekening Giro ataupun 
rekening Tabungan. Rekening tersebut dibuka dengan spesimen tanda tangan: (1) 
Ketua UPK/UPKS, (2) 2 orang Fasilitator Kecamatan yang bertugas, dan (3) salah 
satu wakil masyarakat yang telah ditetapkan dalam MAD. 
39
BANK KPPN TPK SEKRETARIS 
UPK KETUA UPK 
Gambar 4.3 Flowchart Penyetoran SPPB ke Ketua UPK 
Pengajuan dana ke KPPN dimulai dengan disetornya Surat Perjanjian 
Pemberian Bantuan (SPPB) yang dibuat oleh TPK yang diketahui oleh camat dan 
kepala desa. SPPB memuat jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dengan 
melampirkan dokumen-dokumen kegiatan. SPPB rangkap enam diserahkan 
kepada Ketua UPK untuk diperiksa dan disepakati bersama. 
40 
mulai 
SPPB 1 
SPPB 2 
SPPB 3 
SPPB 4 
SPPB 5 
SPPB 6 
SPPB 1 
SPPB 2 
SPPB 3 
SPPB 4 
SPPB 5 
SPPB 6 
Disetuj 
ui dan 
Otorisa 
si 
1
BANK KPPN TPK SEKRETARIS 
UPK KETUA UPK 
Gambar 4.4 Flowchart Pengembalian SPPB oleh Ketua UPK ke TPK 
Ketua UPK memeriksa kelengkapan dan keabsahan SPPB. SPPB satu 
diarsip oleh UPK dan sisanya dikembalikan kepada TPK. Berdasarkan SPPB yang 
kemudian Ketua UPK membuat dokumen pengajuan dana program yang diajukan 
kepada KPPN. 
41 
1 
SPPB 2 
SPPB 3 
SPPB 4 
SPPB 5 
SPPB 6 
Disepakati 
SPPB 
Disepakati 1 
D 
Pembuatan 
Dokumen 
Pengajuan 
D 
SPPB 1 
SPPB 2 
SPPB 3 
SPPB 4 
SPPB 5 
SPPB 6 
Disepakati 
PjOK 
Desa 
FK 
Faska 
2
BANK KPPN TPK 
SEKRETARIS 
UPK 
KETUA UPK 
Gambar 4.5 Flowchart Pengajuan Dokumen ke KPPN 
Sekretaris UPK mengarsip SPPB dan berkas pengajuan 2 dari Ketua UPK. 
Kemudian berkas pengajuan 1 diserahkan kepada KPPN untuk disetujui dan di 
otorisasi guna membuat dokumen pembayaran. 
42 
Dokumen 
Pengajuan 1 
Disetuj 
ui & 
Otorisa 
si 
Pembuatan 
Dokumen 
Pembayaran 
3 
2 
Dokumen 
Pengajuan 1 
Dokumen 
Pengajuan 2 
Dokumen 
Pengajuan 2 
D
BANK KPPN TPK SEKRETARIS 
UPK KETUA UPK 
Gambar 4.6 Flowchart Penyerahan Dokumen dari KPPN ke Bank 
KPPN menerima berkas pengajuan dari UPK untuk diperiksa 
kelengkapannya. Berkas pengajuan yang telah lengkap sebagai dasar pembuatan 
dokumen pembayaran ke bank. Dokumen tersebut adalah SPM dan Surat 
Perjanjian Penggunaan Dana (SPPD). 
Bank adalah pihak luar yang ditunjuk oleh masyarakat yang bekerjasama 
dengan UPK. Dalam hal ini setelah bank menerima surat perintah membayar 
selanjutnya bank mentransfer dana BLM ke rekening kolektif dengan nama 
rekening BPNPM. 
C. Mekanisme Penyaluran Dana dari UPK ke TPK 
Penyaluran dana PNPM adalah aliran dana dari rekening kolektif BLM 
yang dikelola UPK kepada TPK di desa sesuai dengan rencana kegiatan dan 
43 
3 
SPM 1 
SPM 2 
SPPD 1 
SPPD 2 
SPM 1 
SPPD 1 
Transfer ke 
Rekening 
BPNPM 
D
kebutuhan dalam jangka waktu tertentu. Mekanisme penyaluran dana sebagai 
berikut: 
a. Pembuatan SPPB antara UPK dengan TPK. 
b. TPK menyiapkan Rencana Penggunaan Dana (RPD) sesuai kebutuhan 
dilampiri dengan dokumen-dokumen perencanaan kegiatan (gambar 
desain, RAB, dan lampirannya). 
c. Untuk penyaluran berikutnya dilengkapi dengan Laporan Penggunaan 
Dana (LPD) sebelumnya dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang sah. 
BANK TPK BENDAHARA 
UPK 
SEKRETARIS 
UPK KETUA UPK BKAD 
Gambar 4.7 Flowchart Pengajuan Penyaluran Dana 
Dalam pengajuan penyaluran dana, TPK harus menyampaikan LPD dan 
RPD sebelumnya dilengkapi dengan bukti-bukti pertanggung jawabannya. Ketua 
UPK menerima LPD dan RPD untuk selanjutnya diverifikasi dengan FKec di 
kecamatan. 
44 
mulai 
RPD 1 
RPD 2 
LPD 1 
LPD 2 
RPD 1 
RPD 2 
LPD 1 
LPD 2 
Verifik 
asi 
1
BANK TPK Bendahara 
UPK 
Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.8 Flowchart Penarikan ke Bank 
1 
Berdasarkan dokumen pengajuan yang telah lengkap Ketua UPK membuat 
slip penarikan asli dan copy dari rekening kolektif BPNPM, kemudian Ketua UPK 
melakukan penarikan dana ke bank. 
45 
Slip Penarikan 
copy 
Slip Penarikan 
asli 
Valid 
asi 
Slip Penarikan 
copy Validasi 
Slip Penarikan 
asli Validasi 
RPD 1 
Verifikasi 
LPD 1 
Verifikasi 
D 
RPD 1 
Verifikasi 
LPD 1 
Verifikasi 
RPD 2 
Verifikasi 
LPD 2 
Verifikasi 
D 
RPD 1&2 
Verifikasi 
LPD 1&2 
Verifikasi 
Membuat 
Slip 
Penarikan 
Slip Penarikan 
copy 
Slip Penarikan 
asli 
2
BANK TPK Bendahara UPK Sekretaris 
UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.9 Flowchart Penyerahan Uang ke TPK 
Slip penarikan copy dan uang kemudian diserahkan kepada bendahara 
UPK. Bank dapat mengeluarkan uang apabila bukti penarikan dilengkapi dengan 
spesimen tanda tangan 4 orang yaitu: Ketua UPK, dua orang fasilitator 
kecamatan, dan satu orang wakil masyarakat yang telah ditetapkan dalam MAD. 
Bendahara menerima uang dan slip penarikan copy. Uang diserahkan kepada TPK 
dan slip penarikan copy direkap ke dalam buku kas BPNPM sebagai dasar 
penyusunan laporan keuangan. 
46 
2 
Pencairan 
Uang 
selesa 
i 
D 
Uang 
3 
Slip Penarikan 
copy Validasi 
Uang 
4 
Slip Penarikan 
copy Validasi 
Uang 
Slip Penarikan 
copy Validasi 
Slip Penarikan 
copy Validasi
BANK TPK Bendahara UPK Sekretaris 
UPK Ketua UPK BKAD 
Membuat 
Laporan 
Keuangan 
Gambar 4.10 
Flowchart Penyerahan Laporan Keuangan ke Bendahara UPK 
Setelah menerima dana dari Bendahara UPK, TPK harus membuat 
kwitansi penerimaan. Dalam pelaporan keuangan UPK, bendahara UPK 
menyiapkan tiga laporan keuangan UPK. 
47 
3 4 
Membuat 
Kwitansi 
Pemerimaan 
Slip Penarikan 
copy Validasi 
Kwitansi 
Penerimaan 1 
Kwitansi 
Penerimaan 1 
Kwitansi 
Penerimaan 2 
5 
6
BANK TPK Bendahara UPK Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.11 Flowchart Penyerahan Laporan UPK ke Ketua UPK 
Untuk selanjutnya dimintakan validasi kepada ketua UPK. Laporan 
keuangan UPK validasi satu diserahkan kepada BKAD untuk 
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. 
48 
5 6 
Membuat 
Laporan 
Keuangan 
Laporan 
Keuangan TPK 1 
Laporan 
Keuangan TPK 2 
D 
Laporan 
UPK 1 
Laporan 
UPK 2 
Laporan 
UPK 3 
Laporan 
Keuangan TPK 1 
D 
Laporan 
UPK 1 
Laporan 
UPK 2 
Laporan 
UPK 3 
Otorisa 
si & 
Valida 
si
BANK TPK Bendahara UPK Sekretaris 
UPK 
Ketua UPK BKAD 
7 
Gambar 4.12 Flowchart Penyerahan Laporan UPK Validasi 
Laporan keuangan UPK dua diserahkan kepada Badan Pemeriksa (BP) 
UPK sebagai bahan audit bulanan. Dan laporan keuangan UPK yang ketiga 
diarsip sesuai tanggal. Ketua UPK melakukan pemeriksaan guna melihat 
keabsahan laporan-laporan yang diserahkan Bendahara ke Ketua UPK. 
BKAD berfungsi untuk melakukan tugas pokok sebagai lembaga 
pengelola partisipasi masyarakat, kegiatan antar desa, aset produktif serta 
program-program dari pihak ketiga. Dalam kaitannya dengan pelaporan UPK, 
BKAD menerima laporan keuangan UPK yang selanjutnya disampaikan kepada 
masyarakat sebagai bukti pertanggungjawaban pengelolaan keuangan. 
4.1.5. Pelaku-pelaku yang Terlibat dalam Mekanisme Pengajuan, 
Penyaluran dan Pelaporan Dana Program 
49 
Laporan UPK 
Validasi 1 
Laporan UPK 
Validasi 2 
Laporan UPK 
Validasi 3 
Laporan UPK 
Validasi 1 
Laporan UPK 
Validasi 2 
Laporan UPK 
Validasi 3 
Laporan UPK 
D Validasi 2 
BP 
Selesai
Masyarakat desa terutama dari rumah tangga miskin merupakan sasaran 
dari PNPM Mandiri Perdesaan sekaligus juga sebagai pelaku utama dari setiap 
tahapan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan, mulai dari tahap perencanaan, 
pelaksanaan sampai pelestarian. 
1. Kepala Desa 
Peran Kepala Desa adalah sebagai pembina dna pengendali kelancaran 
serta keberhasilan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di desa. Bersama BPD, 
kepala desa menyusun peraturan desa yang relevan dan mendukung terjadinya 
proses pelembagaan prinsip dan prosedur PNPM Mandiri Perdesaan sebagai pola 
pembangunan partisipatif, serta pengembangan dan pelestarian aset PNPM 
Mandiri Perdesaan yang telah ada di desa. Kepala desa juga berperan mewakili 
desanya dalam pembentukan badan kerjasama antar desa. 
Dalam mekanisme pengajuan, penyaluran dan pelaporan dana program 
kepala desa bertugas dan bertanggungjawab menandatangani dokumen-dokumen 
yang diperlukan seperti: SPPB, Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan 
Pekerjaan (SPKMP) dan Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan 
(SP3K). 
2. Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (KPMD) 
KPMD adalah warga desa terpilih yang memfasilitasi atau memandu 
masyarakat dalam mengikuti atau melaksanakan tahapan PNPM Mandiri 
Perdesaan di desa dan kelompok masyarakat pada tahap perencanaan, pelaksanaan 
maupun pemeliharaan. Sebagai kader masyarakat tentunya peran dan tugas 
membantu pengelolaan pembangunan di desa diharapkan tidak terikat oleh waktu. 
50
Jumlah KPMD disesuaikan dengan kebutuhan desa dengan mempertimbangkan 
keterlibatan atau peran serta kaum perempuan dan RTM. Untuk itu aspek 
kerelawanan, mau meluangkan waktu, kejujuran diharapkan ada pada diri para 
kader atau KPMD. Selanjutnya kader masyarakat sebagai tenaga teknis juga perlu 
dibentuk dalam rangka membantu memfasilitasi penulisan usulan dan/atau 
pelaksanan kegiatan prasarana infrastruktur yang diusulkan masyarakat. KPMD 
bertugas membantu TPK dan kepala desa dalam menyusun berkas pengajuan. 
3. Camat 
Camat atas nama bupati berperan sebagai pembina pelaksana PNPM 
Mandiri Perdesaan pada desa-desa di kecamatan. Selain itu camat juga bertugas 
untuk mengesahkan usulan-usulan kegiatan yang telah disepakati dalam MAD 
untuk didanai melalui PNPM Mandiri Perdesaan, dalam bentuk Surat Penetapan 
Camat (SPC). 
4. PjOK 
Tugas PjOK adalah memantau proses pengajuan dana dari UPK ke KPPN 
sampai dengan pencairannya. 
5. Fasilitator Kabupaten (Fas-Kab) 
Fasilitator Kabupaten (Fas-Kab) adalah supervisor manajerial profesional 
yang berkedudukan di kabupaten dengan fungsi untuk memastikan seluruh proses 
tahapan kegiatan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian 
berjalan dengan baik serta memberikan bimbingan atau dukungan teknis dan 
manajemen kepada pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan dan desa. 
51
6. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses pengajuan dana ke 
KPPN dan penyaluran dana ke desa. 
a. SPPB, adalah dokumen pengajuan yang disepakati antara UPK dengan 
TPK, yang diketahui oleh camat dan tiap kepala desa. SPPB memuat 
jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan. 
b. RPD, adalah suatu dokumen yang memuat rencana kebutuhan dana 
yang akan dialokasikan untuk membiayai kegiatan sesuai dengan 
jadwal dan target pelaksanaan kegiatan. RPD memuat rencana 
kebutuhan bahan, alat, upah dan kebutuhan untuk penyaluran kegiatan 
SPP, pendidikan, kesehatan dan peningkatan kapasitas kelompok 
usaha serta nilai uang yang akan dibelanjakan. 
c. LPD, adalah suatu dokumen yang memuat pertanggungjawaban TPK 
untuk setiap dana yang telah dicairkan dari UPK berdasarkan RPD 
yang disetujui sebelumnya. LPD dibuat oleh TPK dan disetujui oleh 
kepala desa sebelum diserahkan ke UPK untuk diperiksa oleh UPK, 
FK, dan PjOK. LPD yang diajukan harus dilampiri dengan bukti-bukti 
transaksi pembayaran yang dapat dipertanggungjawabkan. 
4.1.6. Pengelolaan Dana Bergulir 
Dalam memberikan dukungan terhadap PNPM Mandiri Perdesaan yang 
mempunyai tujuan percepatan penanggulangan kemiskinan maka kegiatan 
pengelolaan dana bergulir menjadi salah satu kegiatan yang memberikan 
52
kemudahan bagi RTM untuk mendapatkan permodalan dalam bentuk kegiatan 
simpan pinjam. 
Dana bergulir adalah seluruh dana program dan bersifat pinjaman dari 
UPK yang digunakan oleh masyarakat untuk mendanai kegiatan ekonomi 
masyarakat yang disalurkan melalui kelompok-kelompok masyarakat. Dana 
bergulir merupakan dana abadi milik masyarakat yang dikelola oleh masyarakat 
melalui kegiatan perguliran Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) dan Usaha 
Ekonomi Produktif (UEP). Pengelola dana bergulir adalah UPK. 
A. Mekanisme Pengajuan Pinjaman Kelompok 
Tim Verifikasi Kelompok Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.13 Flowchart Pengajuan Proposal 
53 
Mulai 
Proposal 
Pengajuan 
Kepala Desa 
Otorisa 
si & 
Valida 
si 
1
Proses pengajuan dimulai dari kelompok. Kelompok mengajukan proposal 
yang telah mendapat persetujuan dari Kepala Desa/Lurah (pada lokasi domisili 
kelompok). 
Tim 
Verifikasi 
Kelompok Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.14 Flowchart Penyerahan Proposal ke Sekretaris dan Ketua UPK 
Proposal yang telah disetujui oleh kepala desa diserahkan kepada 
Sekretaris UPK untuk diverifikasi. Menerima proposal pengajuan pinjaman dana 
bergulir dari kelompok. Sekretaris UPK melakukan ceklist kelengkapan 
administrasi proposal kelompok kemudian mencatat dalam buku penerimaan 
proposal. Sekretaris UPK menyerahkan proposal pengajuan pinjaman dana 
bergulir kepada ketua UPK. 
54 
1 
Proposal Pengajuan 
Validasi Kepala 
Desa 
Proposal Pengajuan 
Validasi Kepala 
Desa 
Ceklist dan 
Dicatat dalam 
buku Penerimaan 
Proposal 
Proposal Pengajuan 
Validasi Kepala 
Desa 
Proposal Pengajuan 
Validasi Kepala 
Desa 
Evalua 
si 
Otorisa 
si & 
Validas 
i 
1
Tim Verifikasi Kelompok Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.15 
Flowchart Penyerahan Proposal dari Ketua UPK ke Tim Verifikasi 
Ketua UPK melakukan evaluasi singkat tentang latar belakang kelompok, 
kondisi saat ini kelompok, riwayat pinjaman kelompok di UPK, rencana usaha 
dan rencana penggunaan dana pinjaman. Ketua UPK memvalidasi proposal 
pengajuan pinjaman dana bergulir dari kelompok, selanjutnya menyerahkan 
kepada Tim Verifikasi. 
55 
2 
Proposal 
Pengajuan 
Validasi 
Verifikasi 
Administra 
si & 
Lapangan 
Analisa Usaha 
Kelompok 
3 
Proposal 
Pengajuan 
Validasi
Tim Verifikasi Kelompok Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.16 Flowchart Penyerahan Rekom Verifikasi ke BKAD 
Tim Verfikasi melakukan verfikasi administrasi terhadap proposal 
pengajuan pinjaman dan bergulir dari kelompok, melakukan studi dokumentasi 
kredit calon peminjam (kelompok dan anggota kelompok). Selanjutnya Tim 
Verifikasi bersama UPK melakukan verifikasi/studi kelayakan pinjaman ke 
lapangan (ke kelompok, anggota kelompok dan lingkungan sekitar kelompok). 
Kemudian Tim Verifikasi menyusun rekomendasi terhadap pengajuan 
pinjaman kelompok yang ditandatangani oleh semua anggota tim. Hasil 
rekomendasi Tim Verifikasi diserahkan kepada BKAD untuk dibawa ke dalam 
Musyawarah Antar Desa (MAD) Pendanaan/Perguliran. 
56 
3 
Membuat 
Rekomendasi 
Pinjaman 
Rekom Tim 
Verifikasi 
Rekom Tim 
Verifikasi 
MAD 
Pendanaan 
4
Tim 
Verifikasi Kelompok Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.17 
Flowchart Rekomendasi Terotorisasi ke Ketua dan Sekretaris UPK 
BKAD menerima rekomendasi dari Tim Verifikasi yang selanjutnya 
dibawa ke MAD Pendanaan/Perguliran. Dalam musyawarah ini membahas hasil 
rekomendasi Tim Verifikasi, pertimbangan-pertimbangan pemberian pinjaman, 
dan informasi kelayakan pinjaman. Hasil keputusan MAD Pendanaan/Perguliran 
berisi paling tidak; nama kelompok, ditolak atau disetujui pengajuan pinjaman, 
jumlah ajuan pinjaman masing-masing anggota dan kelompok yang disetujui serta 
rangking usulan pinjaman kelompok. Hasil ini dituangkan dalam dokumen berita 
acara. Selanjutnya Pengurus UPK membuat jadwal pencairan pinjaman dengan 
mempertimbangkan: 
57 
4 
5 
Otorisa 
si 
Rekom 
Terotorisasi 
Rekom 
Terotorisasi 
Rekom 
Terotorisasi 
Membuat Berkas 
Pencairan
a. Ketersediaan dana 
b. Beban kerja 
c. Kesiapan kelompok 
B. Mekanisme Pencairan Dana Bergulir 
BANK Kelompok Kasir 
UPK 
Bendahara 
UPK 
Sekretaris UPK Ketua UPK 
Gambar 4.18 Flowchart Penyerahan Berkas 
Berdasarkan hasil keputusan MAD Pendanaan/Perguliran sekretaris UPK 
menyusun berkas pencairan pinjaman perguliran kelompok-kelompok yang 
terdanai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selanjutnya sekretaris UPK 
menyerahkan berkas pencairan kepada Ketua UPK untuk divalidasi. 
Sekretaris UPK menerima kembali berkas pencairan dari kelompok yang 
telah divalidasi oleh kepala desa dan ditandatangani oleh seluruh anggota 
kelompok peminjam. Berkas pencairan berupa berita acara serah terima, surat 
perjanjian kredit dan tanda terima pinjaman diarsip berdasarkan tanggal. 
58 
Berkas 
Pencairan 
Validasi Ketua 
Kepala 
Valida 
si 
Berkas Pencairan 
Validasi Ketua & 
Kades 
5 
Berkas 
Pencairan 
Berkas 
Pencairan 
Valida 
si 
Berkas 
Pencairan 
Validasi Ketua 
6
Sedangkan berkas pencairan berupa kwitansi penerimaan pinjaman satu dan dua, 
dan kartu angsuran satu dan dua diserahkan kepada Bendahara UPK. 
BANK Kelompok Kasir 
UPK 
Bendahara 
UPK 
Sekretaris 
UPK Ketua UPK 
Gambar 4.19 Flowchart Penyerahan Slip ke Bank 
Ketua UPK memeriksa kelengkapan dan kesesuaian berkas pencairan 
pinjaman kelompok sesuai hasil keputusan MAD Pendanaan/Perguliran dan 
melakukan validasi. Selanjutnya Ketua UPK menyerahkan administrasi pencairan 
pinjaman kepada kelompok-kelompok yang terdanai untuk dilengkapi. 
BANK Kelom 
pok Kasir UPK Bendahara 
UPK Sekretaris UPK Ketua UPK 
59 
Slip Penarikan 
Copy 
Slip Penarikan 
Asli 
Valida 
si 
7 
6 
Berkas Pencairan 
Validasi Ketua & 
Kades 
Membuat Slip 
Penarikan 
Slip Penarikan 
Copy 
Slip Penarikan 
Asli 
8
Gambar 4.20 Flowchart Penyerahan Berkas Pencairan Dana Bergulir 
Berkas pencairan yang telah lengkap dan telah mendapat validasi dari 
Kepala desa diterima kembali oleh Ketua UPK. Berkas pencairan yang telah 
lengkap ini sebagai dasar Ketua UPK untuk membuatkan slip penarikan. Ketua 
UPK membuat slip penarikan asli dan copy selanjutnya melakukan penarikan ke 
Bank. Slip penarikan copy yang telah divalidasi oleh Bank beserta sejumlah uang 
diterima Ketua UPK dan diserahkan kepada Sekretaris UPK. 
Kelompok menerima bendel berkas pencairan dari Ketua UPK yang berisi: 
a. Berita acara serah terima 
b. Surat Perjanjian Kredit (SPK) 
c. Tanda Terima Pinjaman 
d. Kwitansi Penerimaan Pinjaman kepada kelompok dan Anggota Kelompok 
rangkap 2. 
60 
7 
Slip Penarikan 
Copy Validasi 
Slip Penarikan 
Asli Validasi 
Pencairan 
Uang 
D 
8 
Berkas 
Pencairan 
Validasi Ketua 
& Kades 
Slip Penarikan 
Copy Validasi 
Uang 
BA Serah 
Terima 
Pinjaman 
SPK 
Tanda 
Terima 
Pinjaman 
Kwitansi 
Penerimaan 
2 
Kartu 
Anggaran 1 
Kartu 
Anggaran 2 
Kwitansi 
Penerimaan 
1 
Kwitansi 
Penerimaan 
Kartu 2 
Anggaran 1 
D 
Kartu 
Anggaran 1 
Kartu 
Anggaran 2 
Slip Penarikan 
Copy Validasi 
Uang 
9 
1 
0 
D
e. Kartu Angsuran Kelompok dan Anggota Kelompok. 
Berkas pencairan dimintakan validasi kepada Kepala Desa dan kwitansi 
penerimaan pinjaman ditandatangi sekalian oleh anggota kelompok. Setelah 
berkas pencairan tervalidasi disetor kembali ke Ketua UPK. 
BANK Kelompok Kasir 
UPK Bendahara UPK Sekretaris 
UPK 
Ketua 
UPK 
Gambar 4.21 Flowchart Penyaluran Dana 
Bendahara menerima kwitansi penerimaan pinjaman dan kartu angsuran 
kelompok dari sekretaris UPK. Bendahara juga menerima uang dan copy slip 
penarikan yang telah divalidasi oleh Bank dari Ketua UPK. Kwitansi penerimaan 
pinjaman dua, kartu angsuran kelompok dan uang diserahkan kepada kelompok. 
Kartu angsuran satu diserahkan kepada Kasir UPK untuk diarsipkan. Kwitansi 
penerimaan pinjaman satu dan copy slip penarikan tervalidasi merupakan dasar 
pembuatan laporan keuangan UPK. 
C. Mekanisme Pelaporan Keuangan UPK 
61 
1 
0 
9 
1 
1 
Kwitansi 
Penerimaan 2 
Kartu 
Anggaran 2 
Uang 
Kwitansi 
Penerimaan 1 
Slip Penarikan 
Copy Validasi 
selesai
Pada dasarnya mekanisme pelaporan keuangan UPK dana program dan 
dana perguliran tidak berbeda karena keduanya sama-sama 
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui BKAD. 
BP UPK Bendahara UPK Ketua UPK BKAD 
Gambar 4.22 Flowchart Penyerahan Laporan Keuangan 
Bendahara UPK menerima kwitansi penerimaan pinjaman kelompok dari 
Sekretaris UPK dan copy slip penarikan tervalidasi Bank dari Ketua UPK. Kedua 
dokumen ini kemudian dicatat dalam buku kas dan Bank simpan pinjam 
kelompok selanjutnya sebagai bahan penyusunan laporan keuangan UPK. 
Bendahara UPK membuat laporan keuangan UPK rangkap tiga kemudian 
diserahakan kepada Ketua UPK untuk dicek dan divalidasi. 
BP UPK Bendahara UPK Ketua UPK BKAD 
62 
1 
1 
Membuat Laporan 
Keuangan 
Laporan 
Keuangan UPK 1 
Laporan 
Keuangan UPK 2 
Laporan 
Keuangan UPK 3 
Laporan 
Keuangan UPK 1 
Laporan 
Keuangan UPK 2 
Laporan 
Keuangan UPK 3 
Valida 
si 
1 
2
Gambar 4.23 Flowchart Penyerahan Laporan Keuangan Tervalidasi 
Laporan keuangan UPK satu yang telah mendapat validasi Ketua UPK 
diserahkan kepada BKAD untuk dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. 
Laporan keuangan UPK dua diarsip dan Laporan keuangan UPK tiga diserahkan 
kepada BPUPK sebagai bahan audit bulanan. 
D. Tim-Tim atau Pelaku Program Lain yang Terlibat dalam Mekanisme 
Pengajuan, Penyaluran dan Pelaporan Dana Perguliran 
1. Kepala Desa 
Dalam hal pengajuan dana perguliran kelompok tugas Kepala Desa adalah 
menandatangani berkas pengajuan kelompok sebelum diserahkan kepada UPK. 
Dalam hal penetapan jumlah pinjaman tugaa Kepala Desa adalah mengikuti 
musyawarah pendanaan. Dalam musyawarah pendanaan ini Kepala Desa 
menyetujui atau menolak rekom Tim Verifikasi atas verifikasi yang telah 
63 
Laporan 
Keuangan UPK 
Validasi 3 
Laporan 
Keuangan UPK 
Validasi 1 
Laporan 
Keuangan UPK 
Validasi 2 
Laporan 
Keuangan UPK 
Validasi 3 
Laporan 
Keuangan UPK 
Validasi 1 
Laporan 
Keuangan UPK 
Validasi 2 
Laporan 
Keuangan UPK 
Validasi 3 Laporan 
Keuangan UPK 
Validasi 1 
Selesai 
D 
1 
2
dilaksanakan. Sedangkan pada saat pencairan, Kepala desa ikut menyaksikan 
penyaluran dana dari UPK kepada kelompok-kelompok yang terdanai. 
2. Wakil Desa 
Wakil desa adalah orang yang ditunjuk oleh Kepala Desa. Wakil desa ini 
wajib hadir pada musyawarah pendanaan dan ikut memutuskan atau menyetujui 
rekom Tim Verifikasi. 
E. Dokumen-dokumen yang Digunakan dalam Proses Pengajuan 
Kelompok ke UPK dan Penyaluran Dana ke Kelompok 
1. Proposal Pengajuan Pinjaman Perguliran Kelompok 
Proposal atau berkas pencairan adalah bendel dokumen yang harus 
diajukan kepada UPK untuk mendapatkan pinjaman perguliran. Berkas pengajuan 
ini harus terlebih dahulu mendapatkan validasi dari Kepala Desa. Berkas 
pengajuan ini memuat data-data awal tentang usaha, jumlah pengajuan dan 
identitas anggota kelompok. 
2. Berkas Pencairan 
Berkas pencairan adalah dokumen yang harus ada ketika pencairan atau 
realisasi pinjaman ke kelompok. Berkas pencairan ini ditandatangi bersama-sama 
dengan Kepala Desa, Ketua UPK dan anggota kelompok. 
3. Kartu angsuran 
Kartu angsuran adalah dokumen yang dimiliki oleh kelompok dan UPK. 
Bagi kelompok kartu angsuran ini sebagai bukti bahwa telah menyetorkan 
angsuran yang telah jatuh tempo pembayaran. Sedangkan bagi UPK kartu 
angsuran ini sebagai arsip bahwa telah menerima angrusan kelompok selain 
kwitansi penerimaan. 
64
4.2. Hasil Analisis Penelitian 
4.2.1. Analisa Struktur Organisasi 
Analisa struktur organisasi bertujuan untuk memperoleh pemahaman 
secara detail alur kerja serta tugas masing-masing pelaku yang terlibat dalam 
PNPM Mandiri Perdesaan khususnya yang secara langsung bersinggungan dengan 
UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau. Serta untuk 
mengetahui apakah masing-masing pelaku PNPM Mandiri Perdesaan tersebut 
sudah berjalan sesuai dengan tupoksi dan bertanggungjawab atas pekerjaan yang 
berada di bawah kebijaksanaannya. Pembagian tugas dan tanggungjawab ini 
tercermin pada bagan struktur oraganisasi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan 
Pagar Merbau. Analisa dilanjutkan dengan penelaahan atas struktur organisasi 
PNPM Mandri Perdesaan Kabupaten Deli Serdang, untuk mengetahui 
kemungkinan adanya kelemahan atau ketidaksesuaian tugas dengan bagan yang 
sudah ada. 
Pada PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau untuk 
memberikan pola dalam penyelesaian tugas-tugas pekerjaan telah ditetapkan 
uraian jabatan serta tugas dan tanggung jawab bagi masing-masing pelaku PNPM 
Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau. Dan sebagai acuan teknis bagi para 
pelaku ini melakukan pekerjaannya kemudian ditetapkan Prosedur Operasi Baku 
atau Standar Operating Procedure (SOP) untuk masing-masing lembaga. 
65
4.2.2. Analisa Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Dana Program dan 
Dana Perguliran 
Dari hasil wawancara dan observasi penelitian yang penulis lakukan di 
lapangan serta setelah dibandingkan dengan teori yang dipelajari maka penulis 
membuat beberapa analisa sebagai berikut: 
1. Analisa proses pengajuan dana program ke KPPN 
Seperti tergambar pada flowchart proses pengajuan dana program ke 
KPPN berhenti pada Bank. Setelah Bank melakukan transfer dana ke rekening 
kolektif BPNPM selanjutnya tidak ada pemberitahuan kepada UPK apakah dana 
sudah ditransfer dan masuk ke rekening atau belum. Hal ini mengakibatkan UPK 
harus setiap saat memeriksa dan mencetak buku rekening ke bank untuk 
memastikan apakah dana sudah masuk atau belum, sehingga tidak ada efisiensi 
waktu tarkait kapastian dana yang masuk. Dan berakibat pula pada proses 
pencatatan transaksi ke dalam buku Bank BPNPM. Pencatatan transaksi menjadi 
tidak bisa dilakukan setiap hari. 
2. Analisa pencairan dana dari UPK ke TPK & Proses pelaporan dana 
Program oleh UPK 
Secara keseluruhan proses pencairan ke desa tidak ada masalah sampai 
dengan penyusunan laporan UPK dan TPK. Hal ini dikarenakan semua Tim yang 
terlibat berjalan dan bertanggungjawab sesuai dengan tugasnya masing-masing. 
Laporan keuangan TPK yang telah di cek dan disesuaikan dengan bukti-bukti 
transaksi kemudian divalidasi oleh kepala desa dan diarsip di UPK sebagai bukti 
bahwa dana yang tersalurkan sudah digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tepat 
66
sasaran. Sedangkan laporan keuangan UPK dipertanggungjawabkan kepada 
masyarakat melalui BKAD. 
3. Analisa Proses pengajuan pinjaman kelompok 
Pengajuan pinjaman dari kelompok sudah melalui proses yang sesuai. 
Karena sebelum berkas pengajuan di bawa ke UPK terlebih dahulu sudah 
mendapatkan validasi dari kepala desa. 
4. Analisa proses Verifikasi lapangan 
Tim verifikasi telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan SOP. Tim 
verifikasi juga melakukan verifikasi administrasi terlebih dahulu sebelum verikasi 
lapangan. Setelah melakukan verifikasi kepada masing-masing anggota kelompok 
calon peminjam, Tim Verifikasi berkoordinasi dengan pihak pemerintahan desa 
domisili kelompok, untuk mendapatkan dukungan data yang lebih akurat. 
Sehingga dapat meminimalisir adanya permaslahan tunggakan dikemudian hari. 
Dari uraian ini dapat diartikan bahwa proses verifikasi sampai dengan pengajuan 
rekom telah baik dan sesuai dengan prosedur yang ada. 
5. Analisa Pencairan dana perguliran kepada kelompok 
Berdasarkan hasil keputusan musyawarah pendanaan sekretaris UPK 
membuatkan berkas pencairan untuk kelompok yang berisi: 
a. Berita acara serah terima pinjaman 
b. Surat perjanjian pemberian kredit 
c. Tanda terima pinjaman ke kelompok dan anggota kelompok 
d. Kwitansi penerimaan pinjaman rangkap dua 
e. Kartu angsuran kelompok 
67
Seluruh berkas ini diserahkan kepada kelompok termasuk kwitansi 
penerimaan pinjaman untuk ditandatangani, sedangkan sejumlah uang pinjaman 
belum diterima oleh kelompok. Hal ini dapat mengakibatkan adanya kecurangan 
pada saat penyerahan uang. Karena kwitansi sudah ditandatangi terlebih dahulu 
oleh kelompok. Selain itu proses pencairan menjadi berbelit-belit dan 
membutuhkan waktu yang lama. 
6. Analisa pelaporan dana bergulir oleh UPK 
Pelaporan UPK baik dana bergulir maupun dana program sudah baik. 
Karena sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, dan terakhir disampaikan 
kepada masyarakat melalui BKAD. 
4.2.3. Sebab Masalah 
1. Kuranganya pemahanan terhadap Petunjuk Teknis Operasional PNPM 
Mandiri Perdesaan 
Petunjuk Teknis Operasional disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan 
teknis operasional di lapangan yang berisi tentang kebijakan program, peran para 
pelaku yang terkait, proses kegiatan dan pengendalian pelaksanaan. Dalam hal 
mekanisme pengajuan dana BLM ke KPPN sampai dengan penyaluran ke tingkat 
desa, seluruh prosesnya harus sesuai dengan PTO yang ada. 
Hal ini tergambar pada analisa Pencairan dana perguliran kepada 
kelompok dengan gambar flowchart. Hasil analisa ini menunjukkan seluruh 
berkas percairan yang telah dibuat oleh UPK diserahkan kepada kelompok 
termasuk kwitansi penerimaan pinjaman untuk ditandatangani, sedangkan 
68
sejumlah uang pinjaman belum diterima oleh kelompok. Akibatnya akan ada 
kecurangan pada saat penyerahan uang. Karena kwitansi sudah ditandatangi 
terlebih dahulu oleh kelompok. Selain itu proses pencairan menjadi berbelit-belit 
dan membutuhkan waktu yang lama 
2. Kurangnya koordinasi antar pelaku PNPM MPd baik ditingkat desa, 
kecamatan maupun kabupaten. 
Koordinasi antar pelaku sangat dibutuhkan, karena proses pengajuan 
sampai dengan penyaluran dan selalu melibatkan banyak tim maupun pelaku-pelaku 
lain diluar tim. 
3. Kurangnya dokumen pelengkap. 
Dokumen sekecil apapun sangat penting perannya karena dokumen 
tersebut menjadi salah satu syarat agar proses pengelolaan baik dana bergulir 
maupun program dapat berjalan sesuai dengan PTO. Hal ini dapat dibuktikan 
dengan melihat analisa proses pengajuan dana program ke KPPN dengan gambar. 
Hasil analisa ini menunjukkan proses pengajuan dana program ke KPPN berhenti 
pada Bank. Setelah Bank melakukan transfer dana ke rekening kolektif BPNPM 
selanjutnya tidak ada pemberitahuan kepada UPK apakah dana sudah ditransfer 
dan masuk ke rekening atau belum. 
Akibatnya UPK harus setiap saat memeriksa dan mencetak buku rekening 
ke bank untuk memastikan apakah dana sudah masuk atau belum, sehingga tidak 
ada efisiensi waktu tarkait kapastian dana yang masuk. Dan berakibat pula pada 
proses pencatatan transaksi ke dalam buku Bank BPNPM. Pencatatan transaksi 
menjadi tidak bisa dilakukan setiap hari. 
69

Bab IV

  • 1.
    BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 4.1.1. Sejarah Ringkas PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah perdesaan Kecamatan Pagar Merbau. Pada dasarnya PNPM Mandiri Perdesaan mengadopsi sepenuhnya mekanisme dan prosedur Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang telah dilaksanakan sejak tahun 1998. PNPM Mandiri sendiri dikukuhkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia pada 30 April 2007 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Berikut adalah perjalanan PNPM Mandiri Perdesaan sebelum berganti nama: 1. Tahun 1998 dengan nama PPK 2. Tahun 2006 dengan nama PNPM PPK 3. Tahun 2007 dengan nama PNPM Mandiri Perdesaan PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Deli Serdang mulai ada pada tahun 2003 yang dulunya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Siklus 4 di 2 Kecamatan sebagai lokasi penerima dana PPK dengan Total Dana Rp. 1.500.000.000,- untuk Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan STM Hulu. 27
  • 2.
    PNPM Mandiri PerdesaanTahun Anggaran 2009, Kabupaten Deli Serdang mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 23.300.000.000,- yang terdiri dari APBN sebesar Rp. 18.020.000.000 dan APBD Rp. 4.280.000.000 dengan jumlah kecamatan yang akan didanai sebanyak 15 kecamatan, dimana 6 diantaranya kecamatan lama dan 9 kecamatan baru (Gunung Meriah, Sibolangit, Kutalimbaru, Namorambe, Biru-Biru, STM Hilir, Galang, Batang Kuis, Pagar Merbau), dengan rincian: 1. Kec. Pantai Labu = Rp. 2.000.000.000,- 2. Kec. STM Hulu = Rp. 900.000.000,- 3. Kec. Bangun Purba = Rp. 2.000.000.000,- 4. Kec. Pancur Batu = Rp. 2.000.000.000,- 5. Kec. Labuhan Deli = Rp. 2.000.000.000,- 6. Kec. Hamparan Perak = Rp. 900.000.000,- 7. Kec. Gunung Meriah = Rp. 900.000.000,- 8. Kec. Sibolangit = Rp. 900.000.000,- 9. Kec. Kutalimbaru = Rp. 2.000.000.000,- 10. Kec. Namorambe = Rp 2.000.000.000,- 11. Kec. Biru-Biru = Rp. 900.000.000,- 12. Kec. STM Hilir = Rp. 900.000.000,- 13. Kec. Galang = Rp. 2.000.000.000,- 14. Batang Kuis = Rp. 900.000.000,- 15. Pagar Merbau = Rp. 2.000.000.000, Program pemberdayaan masyarakat ini dapat dikatakan sebagai program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air. Dalam pelaksanaannya, program ini memusatkan bagi masyarakat Indonesia paling miskin di wilayah perdesaan. Program ini menyediakan fasilitas pemberdayaan masyarakat atau kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, serta dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat secara langsung. Besaran dana BLM yang dialokasikan sebesar Rp 750.000.000 sampai Rp 3.000.000.000 per kecamatan, tergantung jumlah penduduk miskin. 28
  • 3.
    Dalam PNPM MandiriPerdesaan Kecamatan Pagar Merbau, seluruh anggota masyarakat diajak terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan paling prioritas di desanya, sampai pada pelaksanaan kegiatan dan pelestariannya. Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berada di bawah binaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri. Program ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dana hibah dari sejumlah lembaga pemberi bantuan dibawah koordinasi Bank Dunia. 4.1.2. Visi dan Misi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau Visi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau: - Tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin perdesaan dalam mengorganisir diri untuk memobilisasi sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, mampu mengakses sumber daya di luar lingkungan, dan mengelola sumber daya tersebut untuk mengatasi kemiskinan. Misi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau: - Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan. - Pelembagaan sistem pembangunan pastisipastif. - Pengefektifan fungsi dan peran pemerintah lokal. 29
  • 4.
    - Peningkatan kualitasdan kuantitas sarana prasarana sosial dasar dan ekonomi masyarakat. - Pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan. 4.1.3. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas Sumber: Kantor Camat Pagar Merbau Camat Pembina Gambar 4.1 Struktur Pengurus PNPM Kecamatan Pagar Merbau 1. Camat Camat atas nama Bupati berperan sebagai pembina pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan pada desa-desa di kecamatan. Selain itu Camat juga bertugas untuk mengesahkan usulan-usulan kegiatan yang telah disepakati dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk didanai melalui PNPM Mandiri Perdesaan, dalam bentuk Surat Penetapan Camat (SPC). Tugas dan tanggungjawab Camat: 30 PjOK UPK Bendahara Sekretaris Fasilitator Kecamatan Fasilitator Teknik Pendamping Lokal DESA
  • 5.
    a. Bertanggungjawab terhadappelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di wilayah kecamatan. b. Mengoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan yang ada di kecamatan. c. Menyelenggarakan MAD. d. Bersama Fasilitator Kecamatan dan PjOK mensosialisasikan PNPM Mandiri Perdesaan di wilayah kecamatan. e. Memonitoring dan mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan dari semua desa. f. Membantu menyelesaikan masalah PNPM Mandiri perdesaan yang timbul di wilayah. g. Melayani urusan administratif, antara lain: menandatangani surat penetapan tim verifikasi, usulan kegiatan, Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB), Surat Penetapan Camat (SPC) dan Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K) yang dibuat oleh Ketua TPK dan Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PjOK). h. Memantau proses pemeliharaan dan rencana pengembangan hasil kegiatan serta pengembalian pinjaman dana bergulir. i. Menilai kinerja program di Desa dan kecamatan. j. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan seluruh dokumen kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan baik yang bersifat keuangan dan non keuangan. k. Mendorong dan memfasilitasi terbentuk dan berkembangnya Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD). 2. Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PjOK) PjOK adalah seorang Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat atau pejabat lain yang mempunyai tugas pokok sejenis di kecamatan yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Bupati dan bertanggungjawab atas penyelenggaraan operasional kegiatan dan keberhasilan seluruh kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan. Tugas dan tanggungjawab PjOK adalah: a. Melaksanakan koordinasi dengan Fasilitator Kecamatan dan Tim Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten mengenai pelaksanan PNPM Mandiri Perdesaan di daerahnya. b. Melaksanakan kegiatan manajemen PNPM Mandiri Perdesaan, yang meliputi aspek-aspek kegiatan sosialisasi, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. c. Memproses pengajuan dana dari UPK ke KPPN serta memantau proses pencairannya. d. Menyelenggarakan rapat rutin bulanan bersama Fasilitator Kecamatan dan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan lainnya yang bertujuan untuk membahas kemajuan kegiatan, masalah-masalah dan penyelasaiannya. 31
  • 6.
    e. Membuat laporanbulanan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan ke TK. PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten dengan tembusan kepada Camat. f. Melaksanakan pengawasan teknis dan administrasi. g. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja UPK dan TPK. h. Bersama Fasilitator Kecamatan memfasilitasi pelaksanaan MAD. i. Memantau dan/atau memfasilitasi kegiatan musyawarah desa di wilayahnya. j. Menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) bersama Fasilitator Kecamatan, Ketua UPK/UPKS dan Wakil Masyarakat. 3. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) UPK adalah unit yang mengelola operasional kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan dan membantu BKAD mengkoordinasikan pertemuan-pertemuan di kecamatan. Pengurus UPK terdiri dari Ketua, sekretaris dan bendahara. Pengurus UPK berasal dari anggota masyarakat yang diajukan dan dipilih berdasarkan hasil musyawarah desa. Tugas dan tanggungjawab UPK adalah: a. Bertanggungjawab terhadap seluruh pengelolaan dana PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan. b. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan administrasi dan pelaporan seluruh transaksi kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan. c. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan dokumen PNPM Mandiri Perdesaan baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan. d. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan dana bergulir. e. Melakukan pembinaan terhadap kelompok peminjam. f. Melakukan sosialisasi dan penegakkan prinsip-prinsip PNPM Mandiri Perdesaan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian PNPM Mandiri Perdesaan bersama dengan pelaku lainnya. g. Melakukan administrasi dan pelaporan setiap transaksi baik keuangan ataupun non-keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program. h. Membuat perencanaan keuangan (anggaran) dan rencana kerja sesuai dengan kepentingan program yang disampaikan pada BKAD/MAD. i. Membuat pertanggungjawaban keuangan dan realisasi rencana kerja pada BKAD/MAD sesuai dengan kebutuhan. j. Melakukan evaluasi dan pemeriksaan langsung Rencana Penggunaan Dana (RPD) dan Laporan Penggunaan Dana (LPD) yang dibuat oleh desa dalam 32
  • 7.
    setiap tahapan prosesPNPM Mandiri Perdesaan dan sesuai dengan ketentuan. k. Melakukan bimbingan teknis dan pemeriksaan secara langsung administrasi dan pelaporan pelaku desa. l. Membuat draft aturan perguliran yang sesuai dengan prinsip dan mekanisme PNPM Mandiri Perdesaan untuk disahkan oleh BKAD/MAD dan menegakkan dalam pelaksanaan dengan tujuan pelestarian dana bergulir. m. Menyiapkan dukungan teknis bagi terbentuknya kerjasama dengan pihak luar/pihak lain dalam kaitannya dengan pengembangan potensi wilayah. n. Melakukan penguatan kelompok peminjam dalam kelembagaan, pengelolaan keuangan, pengelolaan pinjaman, dan memfasilitasi pengembangan usaha kelompok atau pemanfaat. o. Membantu pengembangan kapasitas pelaku program melalui pelatihan, bimbingan lapangan, dan pendampingan dalam setiap kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan. p. Mendorong transparansi dalam pengelolaan keuangan, pengelolaan pinjaman, perkembangan program dan informasi lainnya melalui papan informasi dan menyampaikan secara langsung kepada pihak yang membutuhkan. q. Melakukan fasilitasi (bersama pelaku lain) penyelesaian permasalahan-permasalahan yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan, dan pelestarian PNPM Mandiri Perdesaan. Pengurus UPK terdiri dari Ketua, Bendahara dan Sekretaris dengan kriteria sebagai berikut: a. Memiliki sikap mental yang baik: jujur, bertanggungjawab dan dapat dipercaya. b. Pendidikan minimal SLTA. c. Memiliki kemampuan di bidang administrasi dan keuangan. d. Dapat diterima oleh masyarakat. e. Bukan pegawai negeri, staf kecamatan atau aparat desa. f. Mempunyai cukup waktu dan kesungguhan. Pemilihan UPK dilakukan pada MAD Prioritas Usulan, berdasarkan usulan masing-masing desa sesuai hasil MAD Perencanaan Usulan. 4. Pendamping Lokal (PL) Pendamping Lokal adalah tenaga pendamping dari masyarakat yang membantu Fasilitator Kecamatan untuk memfasilitasi masyarakat dalam 33
  • 8.
    melaksanakan tahapan dankegiatan PNPM Mandiri Perdesaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian. Di setiap kecamatan ditempatkan satu orang Pendamping Lokal (PL). Tugas dan tanggungjawab Pendamping Lokal (PL) adalah: a. Melakukan pemantapan terhadap pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri perdesaan di desa sesuai dengan pengaturan tugas dari Fasilitator Kecamatan. b. Membantu Fasilitator Kecamatan dalam melaksanakan pemeriksaan kegiatan di lapangan. c. Membantu Fasilitator Kecamatan dalam melakukan bimbingan pada Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) mengenai kegiatan pemberdayaan, transparansi dan manajemen. d. Membantu Fasilitator Kecamatan dalam melaksanakan pelatihan kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan masyarakat. e. Memberikan bimbingan dan masukan atau saran teknis maupun non teknis kepada TPK. f. Membuat gambar kerja sesuai petunjuk Fasilitator Teknik Kecamatan (FT-Kec) dan membantu dalam pembuatan gambar desain dan gambar purna laksana. g. Membimbing dan memberi penjelasan kepada masyarakat mengenai cara-cara menjaga kelestarian lingkungan. h. Memberikan bimbingan dan masukan tentang cara-cara administrasi, pembukuan serta pengarsipan TPK. i. Membantu dan membimbing TPK dalam penyiapan serta proses pra audit. j. Mengumpulkan informasi tentang aspek non teknis antara lain: partisipasi, memeriksa keluhan masyarakat untuk disampaikan kepada FK. k. Membimbing KPMD dalam menginventarisasi kebutuhan masyarakat dalam kaitannya dengan rencana jangka panjang masyarakat. l. Memfasilitasi proses pemeliharaan hasil kegiatan, pengembangan dan pelestariannya, serta pengembalian pinjaman. 5. Fasilitator Kecamatan (FK) Fasilitator Kecamatan merupakan pendamping masyarakat yang berperan memfasilitasi masyarakat dalam setiap proses tahapan, mulai dari sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian serta membimbing KPMD atau pelaku- 34
  • 9.
    pelaku lainnya didesa dan kecamatan. Tugas dan tanggungjawab Fasilitator Kecamatan yaitu: a. Menyebarluaskan dan mensosialisasikan PNPM Mandiri Perdesaan kepada masyarakat dan aparat desa/kecamatan. b. Memfasilitasi KPMD dalam pendataan RTM. c. Menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) pelaksanaan kegiatan bersama masyarakat dimulai dari proses sosialisasi hingga pelestarian kegiatan. d. Memastikan dan memfasilitasi terlaksananya tahapan-tahapan PNPM Mandiri Perdesaan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian dengan tetap memperhatikan penerapan prinsip-prinsip PNPM Mandiri Perdesaan. e. Memberikan pelatihan-pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat dan pelaku-pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di desa dan kecamatan (KPMD, PL, TPK, UPK, Tim Penulisan Usulan, Tim Pengawas). f. Memberikan pelatihan-pelatihan dan bimbingan peningkatan kapasitas pemerintahan lokal baik desa dan antar desa (BPD, Kepala Desa, aparat kecamatan). g. Memfasilitasi pembentukan dan pengembangan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD). h. Melakukan pengawasan dan verifikasi terhadap proses pencairan dan penggunaan dana PNPM Mandiri Perdesaan untuk dapat dipastikan penggunaannya secara terbuka dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sebenarnya. i. Memfasilitasi dan membantu survei lapangan terhadap usulan kegiatan simpan pinjam dan kegiatan yang menunjang kualitas hidup seperti bidang pendidikan dan kesehatan (di luar bangunan atau prasarana). j. Identifikasi kebutuhan bantuan teknis terhadap usulan kegiatan simpan pinjam, pendidikan dan kesehatan yang diperlukan. k. Mengindentifikasi kebutuhan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. l. Mengadakan pelatihan secara sederhana dan mudah dimengerti masyarakat berdasarkan atas hasil identifikasi kebutuhan pengetahuan dan keterampilan. m. Membantu Fasilitator Kabupaten Keuangan dalam membimbing pengembangan hasil kegiatan ekonomi dari pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan sebelumnya dan kegiatan simpan pinjam. n. Mendorong terciptanya mekanisme kontrol atau pengawasan oleh masyarakat sendiri. o. Melakukan evaluasi bersama masyarakat terhadap pelaksanaan program dan kinerja pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan dan desa. p. Melaporkan realisasi RKTL, kemajuan kegiatan, masalah dan upaya penanganannya kepada Fasilitator Kabupaten dengan tembusan kepada Camat – PjOK. 35
  • 10.
    q. Mengadakan rapatkoordinasi bulanan di kecamatan. r. Menghadiri rapat koordinasi bulanan di kabupaten dan menyampaikan laporan perkembangan kegiatan. s. Menjunjung tinggi kode etik fasilitator dan konsultan serta siap diberhentikan jika melakukan pelanggaran terhadap kode etik tersebut. t. Memastikan pengelolaan dana di UPK sesuai prosedur dan ketentuan, dan secara berkala melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan kas dan rekening. u. Mengumpulkan Surat Perintah Memabayar (SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) serta melaporka realisasi penggunaan dana dalam rangka pelaporan SAI Fasilitator Kabupaten (Faskab). 6. Fasilitator Teknik (FT-Kec) FT-Kec merupakan pendampingan masyarakat yang berperan memfasilitasi masyarakat dalam setiap proses tahapan, mulai dari sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian serta membimbing KPMD atau pelaku-pelaku lainnya di desa dan kecamatan khususnya dalam bidang teknis. Tugas dan tanggungjawab Fasilitator Teknik (FT-Kec) yaitu: a. Membantu dan memberikan bimbingan teknis kepada seluruh KPMD. b. Menyusun RKTL yang disesuaikan dengan rencana pelaksanaan kegiatan masyarakat/desa. c. Memfasilitasi dan membantu melakukan kegiatan survei dan pengukuran usulan kegiatan prasarana (termasuk usulan sarana kesehatan dan pendidikan, seperti bangunan sekolah, bangunan pelayanan kesehatan). d. Membantu dan memberikan bimbingan teknis dalam membuat desain dan gambar konstruksi, perhitung volume dan kebutuhan bahan/peralatan, jadwal pelaksanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) usulan prasarana sesuai kaidah-kaidah teknis dengan memperhatikan dampak lingkungan. e. Membantu mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan terhadap usulan kegiatan prasarana, seperti pengadaan bahan dan alat, penggunaan alat berat dan melakukan supervisi dalam pelaksanaannya. f. Memberikan pelatihan teknis konstruksi secara sederhana kepada kader teknis dan masyarakat yang melaksanakan pekerjaan konstruksi pembangunan prasarana/sarana. g. Melakukan review RKTL dikaitkan dengan jadwal pelaksanaan kegiatan di masyarakat serta memfasilitasi penanganan masalah berkaitan dengan kemajuan pelaksanaan fisik di lapangan. h. Membantu FT-Kab dalam memeriksa kualitas dan kuantitas serta mengeluarkan dan mengesahkan sertifikasi terhadap penerimaan bahan 36
  • 11.
    dan alat, hasilpekerjaan atau konstruksi bangunan dan penyelesaian pekerjaan prasarana. i. Memfasilitasi pembentukan tim pemeliharaan sejak awal pengajuan usulan dan memberikan pelatihan untuk operasional dan pemeliharaan prasarana yang dibangun. j. Membantu menghubungkan dengan para pihak terkait, baik instansi pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan jenis usulan kegiatan prasarana yang ada baik di wilayah kecamatan maupun kabupaten. k. Tugas atau aktifitas lain yang diperlukan masyarakat dan tidak bertentangan dengan prinsip dan prosedur PNPM Mandiri Perdesaan berkaitan dengan kegiatan prasarana. l. Melaporka kemajuan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan bidang tugas bimbingan teknis dan upaya penanganan yang telah dilakukan. m. Mengadakan rapat koordinasi bulanan di kecamatan. n. Menghadiri rapat koordinasi bulanan di kabupaten dan menyampaikan laporan perkembangan kegiatan secara rutin. o. Menjunjung tinggi kode etik fasilitator dan konsultan serta siap diberhentikan jika melakuka pelanggaran terhadap kode etik tersebut. 4.1.4. Pencairan Dana PNPM Mandiri Perdesaan Pencairan dana PNPM Mandiri Perdesaan adalah aliran dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) kecamatan yang bersumber dari APBD melalui Kantor Kas Daerah setempat dan APBN melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke kecamatan. Pencairan dana dari KPPN ke kecamatan dilakukan melalui UPK. Pencairan dana BLM dari APBN dilakukan melalui KPPN ke rekening kolektif dengan nama “Rekening Bantuan PNPM Mandiri Perdesaan” pada bank pemerintah setempat atau bank lainnya sesuai keputusan masyarakat. Sedangkan pencairan dana BLM yang bersumber dari APBD dilakukan melalui Kantor Kas Daerah setempat ke rekening kolektif dengan nama “Rekening PNPM Mandiri Perdesaan” pada bank pemerintah setempat atau bank lainnya sesuai keputusan masyarakat. 37
  • 12.
    Nilai BLM yangakan dicairkan dari Kantor Kas Daerah selanjutnya dicantumkan dalam Surat Perjanjian Pendanaan (SP2). Total dana yang akan dicairkan dari Kantor Kas Daerah adalah total nilai sesuai ketentuan yang akan digunakan untuk membiayai usulan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Surat Penetapan Camat (SPC) di luar beban pajak daerah. Rekening bantuan PNPM Mandiri Perdesaan dapat berupa rekening Giro ataupun rekening Tabungan. A. Mekanisme Pencairan Dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan B. Pengajuan SPM: Tahapan penyaluran sesuai kriteria kecamatan KABUPATEN Sumber: PTO IX. 2008 Perintah Pembayaran Perjanjian pendanaan Kredit Rekening Kredit Rekening Gambar 4.2 Mekanisme Pencairan Dana PNPM Mandiri Perdesaan Pencairan dana dari KPPN ke kecamatan dilakukan melalui UPK. Pencairan dana BLM dari APBN dilakukan melalui KPPN ke rekening kolektif dengan nama “Rekening Bantuan PNPM Mandiri Perdesaan” pada bank 38 Pengajuan SPP: Tahapan penyaluran sesuai kriteria kecamatan. Lampiran: SPC, BAPDK, KW-1 dan fotocopy rekening kolektif BPNPM yang diverifikasi oleh Fasilitator Kabupaten Pengajuan pencairan dana Pengajuan pencairan dana Pencairan sesuai Kebutuhan KPPN KPA, Penerbit SPM, Bendahara PPK/PjOK KC BI BO KPPN UPK/MAD Kelompok Masyarakat KECAMATAN DESA Perintah Pembebanan
  • 13.
    pemerintah setempat ataubank lainnya sesuai keputusan masyarakat. Tata cara dokumen yang harus disiapkan dalam proses pencairan dana BLM yang bersumber dari APBN akan diatur secara tersendiri melalui Peraturan Dirjen Perbendaharaan, Departemen Keuangan serta Peraturan Dirjen PMD, Kementerian Dalam Negeri. Sedangkan pencairan dana BLM yang bersumber dari APBD dilakukan melalui Kantor Kas Daerah setempat ke rekening kolektif dengan nama “Rekening Bantuan PNPM Mandiri Perdesaan” pada bank pemerintah setempat atau bank lainnya sesuai keputusan masyrakat. Dana yang berasal dari APBD harus dicairkan terlebih dahulu ke rekening kolektif BPNPM di UPK, selanjutnya diikuti dengan pencairan dana yang berasal dari APBN. Fasilitator Kabupaten harus memastikan ketersediaan dana tersebut dan ikut memfasilitasi proses pencairannya hingga masuk ke rekening UPK. Nilai BLM yang akan dicairkan dari Kantor Kas Daerah selanjutnya dicantumkan dalam Surat Perjanjian Pendanaan (SP2). Total dana yang akan dicairkan dari Kantor Kas Daerah adalah total niali sesuai ketentuan yang akan digunakan untuk membiayai usulan kegiatan yang telah ditetapkan dalam surat Penetapan Camat (SPC) di luar beban pajak daerah. Rekening BPNPM Mandiri Perdesaan dapat berupa rekening Giro ataupun rekening Tabungan. Rekening tersebut dibuka dengan spesimen tanda tangan: (1) Ketua UPK/UPKS, (2) 2 orang Fasilitator Kecamatan yang bertugas, dan (3) salah satu wakil masyarakat yang telah ditetapkan dalam MAD. 39
  • 14.
    BANK KPPN TPKSEKRETARIS UPK KETUA UPK Gambar 4.3 Flowchart Penyetoran SPPB ke Ketua UPK Pengajuan dana ke KPPN dimulai dengan disetornya Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB) yang dibuat oleh TPK yang diketahui oleh camat dan kepala desa. SPPB memuat jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dengan melampirkan dokumen-dokumen kegiatan. SPPB rangkap enam diserahkan kepada Ketua UPK untuk diperiksa dan disepakati bersama. 40 mulai SPPB 1 SPPB 2 SPPB 3 SPPB 4 SPPB 5 SPPB 6 SPPB 1 SPPB 2 SPPB 3 SPPB 4 SPPB 5 SPPB 6 Disetuj ui dan Otorisa si 1
  • 15.
    BANK KPPN TPKSEKRETARIS UPK KETUA UPK Gambar 4.4 Flowchart Pengembalian SPPB oleh Ketua UPK ke TPK Ketua UPK memeriksa kelengkapan dan keabsahan SPPB. SPPB satu diarsip oleh UPK dan sisanya dikembalikan kepada TPK. Berdasarkan SPPB yang kemudian Ketua UPK membuat dokumen pengajuan dana program yang diajukan kepada KPPN. 41 1 SPPB 2 SPPB 3 SPPB 4 SPPB 5 SPPB 6 Disepakati SPPB Disepakati 1 D Pembuatan Dokumen Pengajuan D SPPB 1 SPPB 2 SPPB 3 SPPB 4 SPPB 5 SPPB 6 Disepakati PjOK Desa FK Faska 2
  • 16.
    BANK KPPN TPK SEKRETARIS UPK KETUA UPK Gambar 4.5 Flowchart Pengajuan Dokumen ke KPPN Sekretaris UPK mengarsip SPPB dan berkas pengajuan 2 dari Ketua UPK. Kemudian berkas pengajuan 1 diserahkan kepada KPPN untuk disetujui dan di otorisasi guna membuat dokumen pembayaran. 42 Dokumen Pengajuan 1 Disetuj ui & Otorisa si Pembuatan Dokumen Pembayaran 3 2 Dokumen Pengajuan 1 Dokumen Pengajuan 2 Dokumen Pengajuan 2 D
  • 17.
    BANK KPPN TPKSEKRETARIS UPK KETUA UPK Gambar 4.6 Flowchart Penyerahan Dokumen dari KPPN ke Bank KPPN menerima berkas pengajuan dari UPK untuk diperiksa kelengkapannya. Berkas pengajuan yang telah lengkap sebagai dasar pembuatan dokumen pembayaran ke bank. Dokumen tersebut adalah SPM dan Surat Perjanjian Penggunaan Dana (SPPD). Bank adalah pihak luar yang ditunjuk oleh masyarakat yang bekerjasama dengan UPK. Dalam hal ini setelah bank menerima surat perintah membayar selanjutnya bank mentransfer dana BLM ke rekening kolektif dengan nama rekening BPNPM. C. Mekanisme Penyaluran Dana dari UPK ke TPK Penyaluran dana PNPM adalah aliran dana dari rekening kolektif BLM yang dikelola UPK kepada TPK di desa sesuai dengan rencana kegiatan dan 43 3 SPM 1 SPM 2 SPPD 1 SPPD 2 SPM 1 SPPD 1 Transfer ke Rekening BPNPM D
  • 18.
    kebutuhan dalam jangkawaktu tertentu. Mekanisme penyaluran dana sebagai berikut: a. Pembuatan SPPB antara UPK dengan TPK. b. TPK menyiapkan Rencana Penggunaan Dana (RPD) sesuai kebutuhan dilampiri dengan dokumen-dokumen perencanaan kegiatan (gambar desain, RAB, dan lampirannya). c. Untuk penyaluran berikutnya dilengkapi dengan Laporan Penggunaan Dana (LPD) sebelumnya dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang sah. BANK TPK BENDAHARA UPK SEKRETARIS UPK KETUA UPK BKAD Gambar 4.7 Flowchart Pengajuan Penyaluran Dana Dalam pengajuan penyaluran dana, TPK harus menyampaikan LPD dan RPD sebelumnya dilengkapi dengan bukti-bukti pertanggung jawabannya. Ketua UPK menerima LPD dan RPD untuk selanjutnya diverifikasi dengan FKec di kecamatan. 44 mulai RPD 1 RPD 2 LPD 1 LPD 2 RPD 1 RPD 2 LPD 1 LPD 2 Verifik asi 1
  • 19.
    BANK TPK Bendahara UPK Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.8 Flowchart Penarikan ke Bank 1 Berdasarkan dokumen pengajuan yang telah lengkap Ketua UPK membuat slip penarikan asli dan copy dari rekening kolektif BPNPM, kemudian Ketua UPK melakukan penarikan dana ke bank. 45 Slip Penarikan copy Slip Penarikan asli Valid asi Slip Penarikan copy Validasi Slip Penarikan asli Validasi RPD 1 Verifikasi LPD 1 Verifikasi D RPD 1 Verifikasi LPD 1 Verifikasi RPD 2 Verifikasi LPD 2 Verifikasi D RPD 1&2 Verifikasi LPD 1&2 Verifikasi Membuat Slip Penarikan Slip Penarikan copy Slip Penarikan asli 2
  • 20.
    BANK TPK BendaharaUPK Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.9 Flowchart Penyerahan Uang ke TPK Slip penarikan copy dan uang kemudian diserahkan kepada bendahara UPK. Bank dapat mengeluarkan uang apabila bukti penarikan dilengkapi dengan spesimen tanda tangan 4 orang yaitu: Ketua UPK, dua orang fasilitator kecamatan, dan satu orang wakil masyarakat yang telah ditetapkan dalam MAD. Bendahara menerima uang dan slip penarikan copy. Uang diserahkan kepada TPK dan slip penarikan copy direkap ke dalam buku kas BPNPM sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. 46 2 Pencairan Uang selesa i D Uang 3 Slip Penarikan copy Validasi Uang 4 Slip Penarikan copy Validasi Uang Slip Penarikan copy Validasi Slip Penarikan copy Validasi
  • 21.
    BANK TPK BendaharaUPK Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD Membuat Laporan Keuangan Gambar 4.10 Flowchart Penyerahan Laporan Keuangan ke Bendahara UPK Setelah menerima dana dari Bendahara UPK, TPK harus membuat kwitansi penerimaan. Dalam pelaporan keuangan UPK, bendahara UPK menyiapkan tiga laporan keuangan UPK. 47 3 4 Membuat Kwitansi Pemerimaan Slip Penarikan copy Validasi Kwitansi Penerimaan 1 Kwitansi Penerimaan 1 Kwitansi Penerimaan 2 5 6
  • 22.
    BANK TPK BendaharaUPK Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.11 Flowchart Penyerahan Laporan UPK ke Ketua UPK Untuk selanjutnya dimintakan validasi kepada ketua UPK. Laporan keuangan UPK validasi satu diserahkan kepada BKAD untuk dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. 48 5 6 Membuat Laporan Keuangan Laporan Keuangan TPK 1 Laporan Keuangan TPK 2 D Laporan UPK 1 Laporan UPK 2 Laporan UPK 3 Laporan Keuangan TPK 1 D Laporan UPK 1 Laporan UPK 2 Laporan UPK 3 Otorisa si & Valida si
  • 23.
    BANK TPK BendaharaUPK Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD 7 Gambar 4.12 Flowchart Penyerahan Laporan UPK Validasi Laporan keuangan UPK dua diserahkan kepada Badan Pemeriksa (BP) UPK sebagai bahan audit bulanan. Dan laporan keuangan UPK yang ketiga diarsip sesuai tanggal. Ketua UPK melakukan pemeriksaan guna melihat keabsahan laporan-laporan yang diserahkan Bendahara ke Ketua UPK. BKAD berfungsi untuk melakukan tugas pokok sebagai lembaga pengelola partisipasi masyarakat, kegiatan antar desa, aset produktif serta program-program dari pihak ketiga. Dalam kaitannya dengan pelaporan UPK, BKAD menerima laporan keuangan UPK yang selanjutnya disampaikan kepada masyarakat sebagai bukti pertanggungjawaban pengelolaan keuangan. 4.1.5. Pelaku-pelaku yang Terlibat dalam Mekanisme Pengajuan, Penyaluran dan Pelaporan Dana Program 49 Laporan UPK Validasi 1 Laporan UPK Validasi 2 Laporan UPK Validasi 3 Laporan UPK Validasi 1 Laporan UPK Validasi 2 Laporan UPK Validasi 3 Laporan UPK D Validasi 2 BP Selesai
  • 24.
    Masyarakat desa terutamadari rumah tangga miskin merupakan sasaran dari PNPM Mandiri Perdesaan sekaligus juga sebagai pelaku utama dari setiap tahapan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai pelestarian. 1. Kepala Desa Peran Kepala Desa adalah sebagai pembina dna pengendali kelancaran serta keberhasilan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di desa. Bersama BPD, kepala desa menyusun peraturan desa yang relevan dan mendukung terjadinya proses pelembagaan prinsip dan prosedur PNPM Mandiri Perdesaan sebagai pola pembangunan partisipatif, serta pengembangan dan pelestarian aset PNPM Mandiri Perdesaan yang telah ada di desa. Kepala desa juga berperan mewakili desanya dalam pembentukan badan kerjasama antar desa. Dalam mekanisme pengajuan, penyaluran dan pelaporan dana program kepala desa bertugas dan bertanggungjawab menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan seperti: SPPB, Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) dan Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan (SP3K). 2. Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (KPMD) KPMD adalah warga desa terpilih yang memfasilitasi atau memandu masyarakat dalam mengikuti atau melaksanakan tahapan PNPM Mandiri Perdesaan di desa dan kelompok masyarakat pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pemeliharaan. Sebagai kader masyarakat tentunya peran dan tugas membantu pengelolaan pembangunan di desa diharapkan tidak terikat oleh waktu. 50
  • 25.
    Jumlah KPMD disesuaikandengan kebutuhan desa dengan mempertimbangkan keterlibatan atau peran serta kaum perempuan dan RTM. Untuk itu aspek kerelawanan, mau meluangkan waktu, kejujuran diharapkan ada pada diri para kader atau KPMD. Selanjutnya kader masyarakat sebagai tenaga teknis juga perlu dibentuk dalam rangka membantu memfasilitasi penulisan usulan dan/atau pelaksanan kegiatan prasarana infrastruktur yang diusulkan masyarakat. KPMD bertugas membantu TPK dan kepala desa dalam menyusun berkas pengajuan. 3. Camat Camat atas nama bupati berperan sebagai pembina pelaksana PNPM Mandiri Perdesaan pada desa-desa di kecamatan. Selain itu camat juga bertugas untuk mengesahkan usulan-usulan kegiatan yang telah disepakati dalam MAD untuk didanai melalui PNPM Mandiri Perdesaan, dalam bentuk Surat Penetapan Camat (SPC). 4. PjOK Tugas PjOK adalah memantau proses pengajuan dana dari UPK ke KPPN sampai dengan pencairannya. 5. Fasilitator Kabupaten (Fas-Kab) Fasilitator Kabupaten (Fas-Kab) adalah supervisor manajerial profesional yang berkedudukan di kabupaten dengan fungsi untuk memastikan seluruh proses tahapan kegiatan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian berjalan dengan baik serta memberikan bimbingan atau dukungan teknis dan manajemen kepada pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan dan desa. 51
  • 26.
    6. Dokumen-dokumen yangdigunakan dalam proses pengajuan dana ke KPPN dan penyaluran dana ke desa. a. SPPB, adalah dokumen pengajuan yang disepakati antara UPK dengan TPK, yang diketahui oleh camat dan tiap kepala desa. SPPB memuat jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan. b. RPD, adalah suatu dokumen yang memuat rencana kebutuhan dana yang akan dialokasikan untuk membiayai kegiatan sesuai dengan jadwal dan target pelaksanaan kegiatan. RPD memuat rencana kebutuhan bahan, alat, upah dan kebutuhan untuk penyaluran kegiatan SPP, pendidikan, kesehatan dan peningkatan kapasitas kelompok usaha serta nilai uang yang akan dibelanjakan. c. LPD, adalah suatu dokumen yang memuat pertanggungjawaban TPK untuk setiap dana yang telah dicairkan dari UPK berdasarkan RPD yang disetujui sebelumnya. LPD dibuat oleh TPK dan disetujui oleh kepala desa sebelum diserahkan ke UPK untuk diperiksa oleh UPK, FK, dan PjOK. LPD yang diajukan harus dilampiri dengan bukti-bukti transaksi pembayaran yang dapat dipertanggungjawabkan. 4.1.6. Pengelolaan Dana Bergulir Dalam memberikan dukungan terhadap PNPM Mandiri Perdesaan yang mempunyai tujuan percepatan penanggulangan kemiskinan maka kegiatan pengelolaan dana bergulir menjadi salah satu kegiatan yang memberikan 52
  • 27.
    kemudahan bagi RTMuntuk mendapatkan permodalan dalam bentuk kegiatan simpan pinjam. Dana bergulir adalah seluruh dana program dan bersifat pinjaman dari UPK yang digunakan oleh masyarakat untuk mendanai kegiatan ekonomi masyarakat yang disalurkan melalui kelompok-kelompok masyarakat. Dana bergulir merupakan dana abadi milik masyarakat yang dikelola oleh masyarakat melalui kegiatan perguliran Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Pengelola dana bergulir adalah UPK. A. Mekanisme Pengajuan Pinjaman Kelompok Tim Verifikasi Kelompok Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.13 Flowchart Pengajuan Proposal 53 Mulai Proposal Pengajuan Kepala Desa Otorisa si & Valida si 1
  • 28.
    Proses pengajuan dimulaidari kelompok. Kelompok mengajukan proposal yang telah mendapat persetujuan dari Kepala Desa/Lurah (pada lokasi domisili kelompok). Tim Verifikasi Kelompok Sekretaris UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.14 Flowchart Penyerahan Proposal ke Sekretaris dan Ketua UPK Proposal yang telah disetujui oleh kepala desa diserahkan kepada Sekretaris UPK untuk diverifikasi. Menerima proposal pengajuan pinjaman dana bergulir dari kelompok. Sekretaris UPK melakukan ceklist kelengkapan administrasi proposal kelompok kemudian mencatat dalam buku penerimaan proposal. Sekretaris UPK menyerahkan proposal pengajuan pinjaman dana bergulir kepada ketua UPK. 54 1 Proposal Pengajuan Validasi Kepala Desa Proposal Pengajuan Validasi Kepala Desa Ceklist dan Dicatat dalam buku Penerimaan Proposal Proposal Pengajuan Validasi Kepala Desa Proposal Pengajuan Validasi Kepala Desa Evalua si Otorisa si & Validas i 1
  • 29.
    Tim Verifikasi KelompokSekretaris UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.15 Flowchart Penyerahan Proposal dari Ketua UPK ke Tim Verifikasi Ketua UPK melakukan evaluasi singkat tentang latar belakang kelompok, kondisi saat ini kelompok, riwayat pinjaman kelompok di UPK, rencana usaha dan rencana penggunaan dana pinjaman. Ketua UPK memvalidasi proposal pengajuan pinjaman dana bergulir dari kelompok, selanjutnya menyerahkan kepada Tim Verifikasi. 55 2 Proposal Pengajuan Validasi Verifikasi Administra si & Lapangan Analisa Usaha Kelompok 3 Proposal Pengajuan Validasi
  • 30.
    Tim Verifikasi KelompokSekretaris UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.16 Flowchart Penyerahan Rekom Verifikasi ke BKAD Tim Verfikasi melakukan verfikasi administrasi terhadap proposal pengajuan pinjaman dan bergulir dari kelompok, melakukan studi dokumentasi kredit calon peminjam (kelompok dan anggota kelompok). Selanjutnya Tim Verifikasi bersama UPK melakukan verifikasi/studi kelayakan pinjaman ke lapangan (ke kelompok, anggota kelompok dan lingkungan sekitar kelompok). Kemudian Tim Verifikasi menyusun rekomendasi terhadap pengajuan pinjaman kelompok yang ditandatangani oleh semua anggota tim. Hasil rekomendasi Tim Verifikasi diserahkan kepada BKAD untuk dibawa ke dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) Pendanaan/Perguliran. 56 3 Membuat Rekomendasi Pinjaman Rekom Tim Verifikasi Rekom Tim Verifikasi MAD Pendanaan 4
  • 31.
    Tim Verifikasi KelompokSekretaris UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.17 Flowchart Rekomendasi Terotorisasi ke Ketua dan Sekretaris UPK BKAD menerima rekomendasi dari Tim Verifikasi yang selanjutnya dibawa ke MAD Pendanaan/Perguliran. Dalam musyawarah ini membahas hasil rekomendasi Tim Verifikasi, pertimbangan-pertimbangan pemberian pinjaman, dan informasi kelayakan pinjaman. Hasil keputusan MAD Pendanaan/Perguliran berisi paling tidak; nama kelompok, ditolak atau disetujui pengajuan pinjaman, jumlah ajuan pinjaman masing-masing anggota dan kelompok yang disetujui serta rangking usulan pinjaman kelompok. Hasil ini dituangkan dalam dokumen berita acara. Selanjutnya Pengurus UPK membuat jadwal pencairan pinjaman dengan mempertimbangkan: 57 4 5 Otorisa si Rekom Terotorisasi Rekom Terotorisasi Rekom Terotorisasi Membuat Berkas Pencairan
  • 32.
    a. Ketersediaan dana b. Beban kerja c. Kesiapan kelompok B. Mekanisme Pencairan Dana Bergulir BANK Kelompok Kasir UPK Bendahara UPK Sekretaris UPK Ketua UPK Gambar 4.18 Flowchart Penyerahan Berkas Berdasarkan hasil keputusan MAD Pendanaan/Perguliran sekretaris UPK menyusun berkas pencairan pinjaman perguliran kelompok-kelompok yang terdanai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selanjutnya sekretaris UPK menyerahkan berkas pencairan kepada Ketua UPK untuk divalidasi. Sekretaris UPK menerima kembali berkas pencairan dari kelompok yang telah divalidasi oleh kepala desa dan ditandatangani oleh seluruh anggota kelompok peminjam. Berkas pencairan berupa berita acara serah terima, surat perjanjian kredit dan tanda terima pinjaman diarsip berdasarkan tanggal. 58 Berkas Pencairan Validasi Ketua Kepala Valida si Berkas Pencairan Validasi Ketua & Kades 5 Berkas Pencairan Berkas Pencairan Valida si Berkas Pencairan Validasi Ketua 6
  • 33.
    Sedangkan berkas pencairanberupa kwitansi penerimaan pinjaman satu dan dua, dan kartu angsuran satu dan dua diserahkan kepada Bendahara UPK. BANK Kelompok Kasir UPK Bendahara UPK Sekretaris UPK Ketua UPK Gambar 4.19 Flowchart Penyerahan Slip ke Bank Ketua UPK memeriksa kelengkapan dan kesesuaian berkas pencairan pinjaman kelompok sesuai hasil keputusan MAD Pendanaan/Perguliran dan melakukan validasi. Selanjutnya Ketua UPK menyerahkan administrasi pencairan pinjaman kepada kelompok-kelompok yang terdanai untuk dilengkapi. BANK Kelom pok Kasir UPK Bendahara UPK Sekretaris UPK Ketua UPK 59 Slip Penarikan Copy Slip Penarikan Asli Valida si 7 6 Berkas Pencairan Validasi Ketua & Kades Membuat Slip Penarikan Slip Penarikan Copy Slip Penarikan Asli 8
  • 34.
    Gambar 4.20 FlowchartPenyerahan Berkas Pencairan Dana Bergulir Berkas pencairan yang telah lengkap dan telah mendapat validasi dari Kepala desa diterima kembali oleh Ketua UPK. Berkas pencairan yang telah lengkap ini sebagai dasar Ketua UPK untuk membuatkan slip penarikan. Ketua UPK membuat slip penarikan asli dan copy selanjutnya melakukan penarikan ke Bank. Slip penarikan copy yang telah divalidasi oleh Bank beserta sejumlah uang diterima Ketua UPK dan diserahkan kepada Sekretaris UPK. Kelompok menerima bendel berkas pencairan dari Ketua UPK yang berisi: a. Berita acara serah terima b. Surat Perjanjian Kredit (SPK) c. Tanda Terima Pinjaman d. Kwitansi Penerimaan Pinjaman kepada kelompok dan Anggota Kelompok rangkap 2. 60 7 Slip Penarikan Copy Validasi Slip Penarikan Asli Validasi Pencairan Uang D 8 Berkas Pencairan Validasi Ketua & Kades Slip Penarikan Copy Validasi Uang BA Serah Terima Pinjaman SPK Tanda Terima Pinjaman Kwitansi Penerimaan 2 Kartu Anggaran 1 Kartu Anggaran 2 Kwitansi Penerimaan 1 Kwitansi Penerimaan Kartu 2 Anggaran 1 D Kartu Anggaran 1 Kartu Anggaran 2 Slip Penarikan Copy Validasi Uang 9 1 0 D
  • 35.
    e. Kartu AngsuranKelompok dan Anggota Kelompok. Berkas pencairan dimintakan validasi kepada Kepala Desa dan kwitansi penerimaan pinjaman ditandatangi sekalian oleh anggota kelompok. Setelah berkas pencairan tervalidasi disetor kembali ke Ketua UPK. BANK Kelompok Kasir UPK Bendahara UPK Sekretaris UPK Ketua UPK Gambar 4.21 Flowchart Penyaluran Dana Bendahara menerima kwitansi penerimaan pinjaman dan kartu angsuran kelompok dari sekretaris UPK. Bendahara juga menerima uang dan copy slip penarikan yang telah divalidasi oleh Bank dari Ketua UPK. Kwitansi penerimaan pinjaman dua, kartu angsuran kelompok dan uang diserahkan kepada kelompok. Kartu angsuran satu diserahkan kepada Kasir UPK untuk diarsipkan. Kwitansi penerimaan pinjaman satu dan copy slip penarikan tervalidasi merupakan dasar pembuatan laporan keuangan UPK. C. Mekanisme Pelaporan Keuangan UPK 61 1 0 9 1 1 Kwitansi Penerimaan 2 Kartu Anggaran 2 Uang Kwitansi Penerimaan 1 Slip Penarikan Copy Validasi selesai
  • 36.
    Pada dasarnya mekanismepelaporan keuangan UPK dana program dan dana perguliran tidak berbeda karena keduanya sama-sama dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui BKAD. BP UPK Bendahara UPK Ketua UPK BKAD Gambar 4.22 Flowchart Penyerahan Laporan Keuangan Bendahara UPK menerima kwitansi penerimaan pinjaman kelompok dari Sekretaris UPK dan copy slip penarikan tervalidasi Bank dari Ketua UPK. Kedua dokumen ini kemudian dicatat dalam buku kas dan Bank simpan pinjam kelompok selanjutnya sebagai bahan penyusunan laporan keuangan UPK. Bendahara UPK membuat laporan keuangan UPK rangkap tiga kemudian diserahakan kepada Ketua UPK untuk dicek dan divalidasi. BP UPK Bendahara UPK Ketua UPK BKAD 62 1 1 Membuat Laporan Keuangan Laporan Keuangan UPK 1 Laporan Keuangan UPK 2 Laporan Keuangan UPK 3 Laporan Keuangan UPK 1 Laporan Keuangan UPK 2 Laporan Keuangan UPK 3 Valida si 1 2
  • 37.
    Gambar 4.23 FlowchartPenyerahan Laporan Keuangan Tervalidasi Laporan keuangan UPK satu yang telah mendapat validasi Ketua UPK diserahkan kepada BKAD untuk dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Laporan keuangan UPK dua diarsip dan Laporan keuangan UPK tiga diserahkan kepada BPUPK sebagai bahan audit bulanan. D. Tim-Tim atau Pelaku Program Lain yang Terlibat dalam Mekanisme Pengajuan, Penyaluran dan Pelaporan Dana Perguliran 1. Kepala Desa Dalam hal pengajuan dana perguliran kelompok tugas Kepala Desa adalah menandatangani berkas pengajuan kelompok sebelum diserahkan kepada UPK. Dalam hal penetapan jumlah pinjaman tugaa Kepala Desa adalah mengikuti musyawarah pendanaan. Dalam musyawarah pendanaan ini Kepala Desa menyetujui atau menolak rekom Tim Verifikasi atas verifikasi yang telah 63 Laporan Keuangan UPK Validasi 3 Laporan Keuangan UPK Validasi 1 Laporan Keuangan UPK Validasi 2 Laporan Keuangan UPK Validasi 3 Laporan Keuangan UPK Validasi 1 Laporan Keuangan UPK Validasi 2 Laporan Keuangan UPK Validasi 3 Laporan Keuangan UPK Validasi 1 Selesai D 1 2
  • 38.
    dilaksanakan. Sedangkan padasaat pencairan, Kepala desa ikut menyaksikan penyaluran dana dari UPK kepada kelompok-kelompok yang terdanai. 2. Wakil Desa Wakil desa adalah orang yang ditunjuk oleh Kepala Desa. Wakil desa ini wajib hadir pada musyawarah pendanaan dan ikut memutuskan atau menyetujui rekom Tim Verifikasi. E. Dokumen-dokumen yang Digunakan dalam Proses Pengajuan Kelompok ke UPK dan Penyaluran Dana ke Kelompok 1. Proposal Pengajuan Pinjaman Perguliran Kelompok Proposal atau berkas pencairan adalah bendel dokumen yang harus diajukan kepada UPK untuk mendapatkan pinjaman perguliran. Berkas pengajuan ini harus terlebih dahulu mendapatkan validasi dari Kepala Desa. Berkas pengajuan ini memuat data-data awal tentang usaha, jumlah pengajuan dan identitas anggota kelompok. 2. Berkas Pencairan Berkas pencairan adalah dokumen yang harus ada ketika pencairan atau realisasi pinjaman ke kelompok. Berkas pencairan ini ditandatangi bersama-sama dengan Kepala Desa, Ketua UPK dan anggota kelompok. 3. Kartu angsuran Kartu angsuran adalah dokumen yang dimiliki oleh kelompok dan UPK. Bagi kelompok kartu angsuran ini sebagai bukti bahwa telah menyetorkan angsuran yang telah jatuh tempo pembayaran. Sedangkan bagi UPK kartu angsuran ini sebagai arsip bahwa telah menerima angrusan kelompok selain kwitansi penerimaan. 64
  • 39.
    4.2. Hasil AnalisisPenelitian 4.2.1. Analisa Struktur Organisasi Analisa struktur organisasi bertujuan untuk memperoleh pemahaman secara detail alur kerja serta tugas masing-masing pelaku yang terlibat dalam PNPM Mandiri Perdesaan khususnya yang secara langsung bersinggungan dengan UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau. Serta untuk mengetahui apakah masing-masing pelaku PNPM Mandiri Perdesaan tersebut sudah berjalan sesuai dengan tupoksi dan bertanggungjawab atas pekerjaan yang berada di bawah kebijaksanaannya. Pembagian tugas dan tanggungjawab ini tercermin pada bagan struktur oraganisasi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau. Analisa dilanjutkan dengan penelaahan atas struktur organisasi PNPM Mandri Perdesaan Kabupaten Deli Serdang, untuk mengetahui kemungkinan adanya kelemahan atau ketidaksesuaian tugas dengan bagan yang sudah ada. Pada PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau untuk memberikan pola dalam penyelesaian tugas-tugas pekerjaan telah ditetapkan uraian jabatan serta tugas dan tanggung jawab bagi masing-masing pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pagar Merbau. Dan sebagai acuan teknis bagi para pelaku ini melakukan pekerjaannya kemudian ditetapkan Prosedur Operasi Baku atau Standar Operating Procedure (SOP) untuk masing-masing lembaga. 65
  • 40.
    4.2.2. Analisa SistemInformasi Akuntansi Pengelolaan Dana Program dan Dana Perguliran Dari hasil wawancara dan observasi penelitian yang penulis lakukan di lapangan serta setelah dibandingkan dengan teori yang dipelajari maka penulis membuat beberapa analisa sebagai berikut: 1. Analisa proses pengajuan dana program ke KPPN Seperti tergambar pada flowchart proses pengajuan dana program ke KPPN berhenti pada Bank. Setelah Bank melakukan transfer dana ke rekening kolektif BPNPM selanjutnya tidak ada pemberitahuan kepada UPK apakah dana sudah ditransfer dan masuk ke rekening atau belum. Hal ini mengakibatkan UPK harus setiap saat memeriksa dan mencetak buku rekening ke bank untuk memastikan apakah dana sudah masuk atau belum, sehingga tidak ada efisiensi waktu tarkait kapastian dana yang masuk. Dan berakibat pula pada proses pencatatan transaksi ke dalam buku Bank BPNPM. Pencatatan transaksi menjadi tidak bisa dilakukan setiap hari. 2. Analisa pencairan dana dari UPK ke TPK & Proses pelaporan dana Program oleh UPK Secara keseluruhan proses pencairan ke desa tidak ada masalah sampai dengan penyusunan laporan UPK dan TPK. Hal ini dikarenakan semua Tim yang terlibat berjalan dan bertanggungjawab sesuai dengan tugasnya masing-masing. Laporan keuangan TPK yang telah di cek dan disesuaikan dengan bukti-bukti transaksi kemudian divalidasi oleh kepala desa dan diarsip di UPK sebagai bukti bahwa dana yang tersalurkan sudah digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tepat 66
  • 41.
    sasaran. Sedangkan laporankeuangan UPK dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui BKAD. 3. Analisa Proses pengajuan pinjaman kelompok Pengajuan pinjaman dari kelompok sudah melalui proses yang sesuai. Karena sebelum berkas pengajuan di bawa ke UPK terlebih dahulu sudah mendapatkan validasi dari kepala desa. 4. Analisa proses Verifikasi lapangan Tim verifikasi telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan SOP. Tim verifikasi juga melakukan verifikasi administrasi terlebih dahulu sebelum verikasi lapangan. Setelah melakukan verifikasi kepada masing-masing anggota kelompok calon peminjam, Tim Verifikasi berkoordinasi dengan pihak pemerintahan desa domisili kelompok, untuk mendapatkan dukungan data yang lebih akurat. Sehingga dapat meminimalisir adanya permaslahan tunggakan dikemudian hari. Dari uraian ini dapat diartikan bahwa proses verifikasi sampai dengan pengajuan rekom telah baik dan sesuai dengan prosedur yang ada. 5. Analisa Pencairan dana perguliran kepada kelompok Berdasarkan hasil keputusan musyawarah pendanaan sekretaris UPK membuatkan berkas pencairan untuk kelompok yang berisi: a. Berita acara serah terima pinjaman b. Surat perjanjian pemberian kredit c. Tanda terima pinjaman ke kelompok dan anggota kelompok d. Kwitansi penerimaan pinjaman rangkap dua e. Kartu angsuran kelompok 67
  • 42.
    Seluruh berkas inidiserahkan kepada kelompok termasuk kwitansi penerimaan pinjaman untuk ditandatangani, sedangkan sejumlah uang pinjaman belum diterima oleh kelompok. Hal ini dapat mengakibatkan adanya kecurangan pada saat penyerahan uang. Karena kwitansi sudah ditandatangi terlebih dahulu oleh kelompok. Selain itu proses pencairan menjadi berbelit-belit dan membutuhkan waktu yang lama. 6. Analisa pelaporan dana bergulir oleh UPK Pelaporan UPK baik dana bergulir maupun dana program sudah baik. Karena sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, dan terakhir disampaikan kepada masyarakat melalui BKAD. 4.2.3. Sebab Masalah 1. Kuranganya pemahanan terhadap Petunjuk Teknis Operasional PNPM Mandiri Perdesaan Petunjuk Teknis Operasional disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan teknis operasional di lapangan yang berisi tentang kebijakan program, peran para pelaku yang terkait, proses kegiatan dan pengendalian pelaksanaan. Dalam hal mekanisme pengajuan dana BLM ke KPPN sampai dengan penyaluran ke tingkat desa, seluruh prosesnya harus sesuai dengan PTO yang ada. Hal ini tergambar pada analisa Pencairan dana perguliran kepada kelompok dengan gambar flowchart. Hasil analisa ini menunjukkan seluruh berkas percairan yang telah dibuat oleh UPK diserahkan kepada kelompok termasuk kwitansi penerimaan pinjaman untuk ditandatangani, sedangkan 68
  • 43.
    sejumlah uang pinjamanbelum diterima oleh kelompok. Akibatnya akan ada kecurangan pada saat penyerahan uang. Karena kwitansi sudah ditandatangi terlebih dahulu oleh kelompok. Selain itu proses pencairan menjadi berbelit-belit dan membutuhkan waktu yang lama 2. Kurangnya koordinasi antar pelaku PNPM MPd baik ditingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Koordinasi antar pelaku sangat dibutuhkan, karena proses pengajuan sampai dengan penyaluran dan selalu melibatkan banyak tim maupun pelaku-pelaku lain diluar tim. 3. Kurangnya dokumen pelengkap. Dokumen sekecil apapun sangat penting perannya karena dokumen tersebut menjadi salah satu syarat agar proses pengelolaan baik dana bergulir maupun program dapat berjalan sesuai dengan PTO. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat analisa proses pengajuan dana program ke KPPN dengan gambar. Hasil analisa ini menunjukkan proses pengajuan dana program ke KPPN berhenti pada Bank. Setelah Bank melakukan transfer dana ke rekening kolektif BPNPM selanjutnya tidak ada pemberitahuan kepada UPK apakah dana sudah ditransfer dan masuk ke rekening atau belum. Akibatnya UPK harus setiap saat memeriksa dan mencetak buku rekening ke bank untuk memastikan apakah dana sudah masuk atau belum, sehingga tidak ada efisiensi waktu tarkait kapastian dana yang masuk. Dan berakibat pula pada proses pencatatan transaksi ke dalam buku Bank BPNPM. Pencatatan transaksi menjadi tidak bisa dilakukan setiap hari. 69