Perancangan Sistem Manajemen Pengetahuan
Inovasi Sosial Indonesia
Sebuah Pendekatan Peningkatan Partisipasi Publik pada
Program Open Government Indonesia,
Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan
Khaira Al Hafi - 1006680291
INDUSTRIAL ENGINEERING DEPARTMENT
UNIVERSITAS INDONESIA
2014
Agenda
 Latar Belakang Masalah
 Rumusan Masalah
 Batasan Masalah
 Tujuan Penelitian
 Metodologi Penelitian
 Gant Chart Penelitian
 Referensi
Definisi Masalah Sosial
 Masalah sosial didefenisikan sebagai masalah yang
timbul karena hubungan antar manusia pada
sekelompok orang ( Jones et al : 2012 )
 Dapat berupa realitas objektif yang universal,
misalnya kemiskinan, kecacatan, dan perdagangan
manusia.
 Dapat berupa persepsi personal. Contoh : masalah
sosial membuang sampah sembarangan akan
dianggap masalah sosial bagi masyarakat Singapura
dan tidak dianggap sebagai masalah di komunitas
masyarakat bantaran sungai kali Ciliwung.
Penyandang Masalah Sosial di Indonesia
0
5
10
15
20
25
30
35
Kemiskinan Ketelantaran Kecacatan Keterpencilan Ketunaan dan
Penyimpangan
Perilaku
Korban bencana Eksploitasi dan
diskriminasi
Penyandang Masalah Sosial di Indonesia Menurut Kementrian Sosial dalam
Angka 2013 ( Dalam Juta Jiwa )
Solusi terdahulu
 Government policy dan mekanisme pasar dalam
menyelesaikan problem sosial (Austin, Stevenson, &
Wei-Skillern, 2006)
Alasan Ketidakefektifan Metode
Konvensional (1)
1. Mekanisme pasar tidak menyentuh isu yang
bersifat non competitive market, Government policy
cendrung menggunakan model top down yang
mengabaikan tingkat kompleksitas masalah di
tataran grass root, masyarakat sipil memiliki
masalah kekurangan modal, skill, dan sumber daya
lainnya ( Murray, Grice, & Mulgan , 2010 )
2. Pemberian solusi hanya berdasarkan perspektif
lembaga penyedia solusi (Michael Minks,2011)
Konsep Inovasi Sosial
 Inovasi sosial adalah peningkatan nilai tambah non
incremental pada perumusan dan implementasi
solusi masalah sosial (Brown, 2009 )
 Inovasi sosial menawarkan pendekatan holistik
dengan melibatkan multi sektor dalam bentuk cross
partnership (Hess,Rogovsky, & Dunfee, 2002)
 Inovasi sosial bersifat kombinasi bottom-up dan top
down , bentuk pengorganisasian yang terbuka, dan
bersifat koalisi atau networking dalam
implementasinya (Hess,Rogovsky, & Dunfee, 2002)
Konsep Inovasi Sosial di Dunia Internasional
 World Banks Development Market places
 Social Innovation and Civic Participation
Administration, White House
 Ideas banks, Institute of Social Invention , UK
 Wiki Government New Zealand.
Potensi Inovasi Sosial sebagai Alternatif Metode
Penyelesaian Masalah Sosial
 Potensi partisipasi publik pada pengentasan
permasalahan masalah kesejahteraan sosial. (
Rencana aksi Open Government Indonesia UKP3 2013 )
a. Kebijakan reformasi tahun 1998
b. Kebijakan desentralisasi tahun 2002
c. Open Government Indonesia tahun 2011
 Peran gagasan inovatif dan knowledge-based dalam
membantu mengentaskan permasalahan
kesejahteraan sosial.
Potensi Open Social Innovation sebagai
Alternatif Metode Penyelesaian Masalah Sosial
 Think Tanks di 50 lembaga riset universitas di
Indonesia ( Buku Putih Sistem Inovasi nasional, 2012 )
 Dana CSR sebesar Rp 10 triliun per tahun ( Forum CSR,
2013 )
 Peningkatan jumlah Social Entrepreneurship dan
social movement dari kalangan organisasi sipil (
Tempo Institute, 2013 )
Open Government Indonesia :
Profil Organisasi
 Open Government Indonesia adalah Divisi khusus di
Bawah UKP4 yang memiliki tujuan menciptakan
pemerintahan yang transparan, berbasis inovasi dan
partisipasi publik.
 Rencana Aksi OGI tahun 2012 masih berfokus pada
transparansi, terutama yang berkaitan dengan
transparansi data atau dokumen yang menyangkut
layanan dasar masyarakat yang dilakukan melalui
website instansi tersebut.
 Rencana aksi yang berkaitan dengan
pengembangan partisipasi publik masih belum
berjalan sesuai dengan harapan
Problem Gap
 Ketiadaan Mekanisme Knowledge Creation termasuk
di dalamnya knowledge tranfer antar stakeholder
perubahan untuk mengimplementasikan konsep
inovasi sosial.
Diagram Keterkaitan Masalah
Peningkatan
jumlah social
movement, social
enterprise, dan
CSR belum
dimanfaatkan
Sistem
desentralisasi
dan open
government
Indonesia
belum
menggarap
partisipasi
publik
Potensi besar
partisipasi publik
belum
dimanfaatkan
Dibutuhkannya strategi
pengembangan
kapasitas inovasi sosial
stakeholder perubahan
berbasis IT
Dibutuhkannya
pendekatan
holistik melalui
konsep inovasi
sosial
Tingginya
angka
masalah
sosial di
Indonesia
Rendahnya
kapasitas
stakeholders
untuk menerapkan
inovasi sosial
Rendahnya
kemampuan
akses informasi
dan
pengetahuan
inovasi sosial
1
Diagram Keterkaitan Masalah (2)
Meningkatkan kualitas dan kuantitas penyebaran
pembangunan sosial di Indonesia
Meningkatkan kapasitas stakeholder perubahan/tripartit
untuk menerapkan inovasi sosial
Meningkatkan knowledge
sharing antar sektor
tripartit pelaku inovasi
sosial
Informaasi dapat dikelola
dalam portal khusus
inovasi sosial
Meningkatkan kuantitas
dan kualitas knowledge
creation inovasi sosial
Perancangan model strategi manajemen pengetahuan
terintegrasi inovasi sosial pada sektor tripartit
Dibutuhkan strategi manajemen pengetahuan terintegrasi
inovasi sosial pada sektor tripartit
1
Rumusan Masalah
 Bagaimana Model Manajemen Pengetahuan
Terintegrasi dalam bentuk Platform Open Social
Innovation yang dapat menerapkan konsep inovasi
sosial secara maksimal?
Batasan Masalah
 Konsep Open Social Innovation yang akan diteliti
dibatasi hanya dalam bentuk platform online dan
bukan platform offline.
 Ruang lingkup target pengambilan data adalah
sektor tri partit (pemerintah dan korporasi melalui
depth interview dan NGO melalui penyebaran
questioner )
 Jenis data yang diambil adalah kebutuhan
pengetahuan dan informasi, potensi pengetahuan
dan informasi yang dimiliki, dan bentuk relasi antar
sektor.
Tujuan Penelitian
 Memetakan potensi kebutuhan pengetahuan dan
informasi berkaitan dengan inovasi sosial dari sektor
tripartit
 Memetakan mekanisme dan habitual partnership
antar sektor tripartit
 Merumuskan model strategi manajemen
pengetahuan terintegrasi inovasi sosial dalam
bentuk logic model platform online Open Social
Innovation.
Metodologi
Pengembangan Knowledge
Management System via
Logic Model
Identifikasi potensi dan
kebutuhan pengetahuan
Studi Pustaka
Validasi Data
Pengolahan data
Pengembangan SECI Model
Focus
Group
Discussion
Crosscheck
interview
Analisis kebutuhan
pengetahuan,Analisis
potensi pengetahuan,
Analisis Knowledge Gap,
Analisis relasi antar
stakeholder, Cluster
Analisis
Depth
Interview
Data
Sekunder
Questioner
Gants Chart Penelitian
No
.
Kegiatan Bulan
I
Bulan
II
Bulan
III
Bulan
IV
Bulan
V
Bulan
VI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
Studi Pustaka
Pengumpulan data
sekunder
Penyebaran
questioner
Depth Interview
Cross Check
Interview
Focus Group
Discussion
Pengolahan data
kualitatif
Pengolahan data
kuantitatif
Pengembangan
SECI Model
Pengembangan
Logic Model
X X
X X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X X
X
Referensi
 Yu Cheng Lin, HsinYun Lee.Developing Project
Communities of Practise-Based Knowledge Management
System in Construction.
 Junpeng Du, Shikai Jing, Jihong Liu.Creating Shared Design
Thinking Process for Collaborative Design.
 B Rubenstein-Montano, J. Liebowitz, J. Buchwalter, D.
McCaw, B. Newman, K. Rebeck,A system thinking
framework for knowledge management
 Lu Zhen, Hai-Tao Song, Jun-Tao He.Recommender System
for Personal Knowledge management in Collaborative
Environment
Terima Kasih

Bab 1 pendahuluan

  • 1.
    Perancangan Sistem ManajemenPengetahuan Inovasi Sosial Indonesia Sebuah Pendekatan Peningkatan Partisipasi Publik pada Program Open Government Indonesia, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Khaira Al Hafi - 1006680291 INDUSTRIAL ENGINEERING DEPARTMENT UNIVERSITAS INDONESIA 2014
  • 2.
    Agenda  Latar BelakangMasalah  Rumusan Masalah  Batasan Masalah  Tujuan Penelitian  Metodologi Penelitian  Gant Chart Penelitian  Referensi
  • 3.
    Definisi Masalah Sosial Masalah sosial didefenisikan sebagai masalah yang timbul karena hubungan antar manusia pada sekelompok orang ( Jones et al : 2012 )  Dapat berupa realitas objektif yang universal, misalnya kemiskinan, kecacatan, dan perdagangan manusia.  Dapat berupa persepsi personal. Contoh : masalah sosial membuang sampah sembarangan akan dianggap masalah sosial bagi masyarakat Singapura dan tidak dianggap sebagai masalah di komunitas masyarakat bantaran sungai kali Ciliwung.
  • 4.
    Penyandang Masalah Sosialdi Indonesia 0 5 10 15 20 25 30 35 Kemiskinan Ketelantaran Kecacatan Keterpencilan Ketunaan dan Penyimpangan Perilaku Korban bencana Eksploitasi dan diskriminasi Penyandang Masalah Sosial di Indonesia Menurut Kementrian Sosial dalam Angka 2013 ( Dalam Juta Jiwa )
  • 5.
    Solusi terdahulu  Governmentpolicy dan mekanisme pasar dalam menyelesaikan problem sosial (Austin, Stevenson, & Wei-Skillern, 2006)
  • 6.
    Alasan Ketidakefektifan Metode Konvensional(1) 1. Mekanisme pasar tidak menyentuh isu yang bersifat non competitive market, Government policy cendrung menggunakan model top down yang mengabaikan tingkat kompleksitas masalah di tataran grass root, masyarakat sipil memiliki masalah kekurangan modal, skill, dan sumber daya lainnya ( Murray, Grice, & Mulgan , 2010 ) 2. Pemberian solusi hanya berdasarkan perspektif lembaga penyedia solusi (Michael Minks,2011)
  • 7.
    Konsep Inovasi Sosial Inovasi sosial adalah peningkatan nilai tambah non incremental pada perumusan dan implementasi solusi masalah sosial (Brown, 2009 )  Inovasi sosial menawarkan pendekatan holistik dengan melibatkan multi sektor dalam bentuk cross partnership (Hess,Rogovsky, & Dunfee, 2002)  Inovasi sosial bersifat kombinasi bottom-up dan top down , bentuk pengorganisasian yang terbuka, dan bersifat koalisi atau networking dalam implementasinya (Hess,Rogovsky, & Dunfee, 2002)
  • 8.
    Konsep Inovasi Sosialdi Dunia Internasional  World Banks Development Market places  Social Innovation and Civic Participation Administration, White House  Ideas banks, Institute of Social Invention , UK  Wiki Government New Zealand.
  • 9.
    Potensi Inovasi Sosialsebagai Alternatif Metode Penyelesaian Masalah Sosial  Potensi partisipasi publik pada pengentasan permasalahan masalah kesejahteraan sosial. ( Rencana aksi Open Government Indonesia UKP3 2013 ) a. Kebijakan reformasi tahun 1998 b. Kebijakan desentralisasi tahun 2002 c. Open Government Indonesia tahun 2011  Peran gagasan inovatif dan knowledge-based dalam membantu mengentaskan permasalahan kesejahteraan sosial.
  • 10.
    Potensi Open SocialInnovation sebagai Alternatif Metode Penyelesaian Masalah Sosial  Think Tanks di 50 lembaga riset universitas di Indonesia ( Buku Putih Sistem Inovasi nasional, 2012 )  Dana CSR sebesar Rp 10 triliun per tahun ( Forum CSR, 2013 )  Peningkatan jumlah Social Entrepreneurship dan social movement dari kalangan organisasi sipil ( Tempo Institute, 2013 )
  • 11.
    Open Government Indonesia: Profil Organisasi  Open Government Indonesia adalah Divisi khusus di Bawah UKP4 yang memiliki tujuan menciptakan pemerintahan yang transparan, berbasis inovasi dan partisipasi publik.  Rencana Aksi OGI tahun 2012 masih berfokus pada transparansi, terutama yang berkaitan dengan transparansi data atau dokumen yang menyangkut layanan dasar masyarakat yang dilakukan melalui website instansi tersebut.  Rencana aksi yang berkaitan dengan pengembangan partisipasi publik masih belum berjalan sesuai dengan harapan
  • 12.
    Problem Gap  KetiadaanMekanisme Knowledge Creation termasuk di dalamnya knowledge tranfer antar stakeholder perubahan untuk mengimplementasikan konsep inovasi sosial.
  • 13.
    Diagram Keterkaitan Masalah Peningkatan jumlahsocial movement, social enterprise, dan CSR belum dimanfaatkan Sistem desentralisasi dan open government Indonesia belum menggarap partisipasi publik Potensi besar partisipasi publik belum dimanfaatkan Dibutuhkannya strategi pengembangan kapasitas inovasi sosial stakeholder perubahan berbasis IT Dibutuhkannya pendekatan holistik melalui konsep inovasi sosial Tingginya angka masalah sosial di Indonesia Rendahnya kapasitas stakeholders untuk menerapkan inovasi sosial Rendahnya kemampuan akses informasi dan pengetahuan inovasi sosial 1
  • 14.
    Diagram Keterkaitan Masalah(2) Meningkatkan kualitas dan kuantitas penyebaran pembangunan sosial di Indonesia Meningkatkan kapasitas stakeholder perubahan/tripartit untuk menerapkan inovasi sosial Meningkatkan knowledge sharing antar sektor tripartit pelaku inovasi sosial Informaasi dapat dikelola dalam portal khusus inovasi sosial Meningkatkan kuantitas dan kualitas knowledge creation inovasi sosial Perancangan model strategi manajemen pengetahuan terintegrasi inovasi sosial pada sektor tripartit Dibutuhkan strategi manajemen pengetahuan terintegrasi inovasi sosial pada sektor tripartit 1
  • 15.
    Rumusan Masalah  BagaimanaModel Manajemen Pengetahuan Terintegrasi dalam bentuk Platform Open Social Innovation yang dapat menerapkan konsep inovasi sosial secara maksimal?
  • 16.
    Batasan Masalah  KonsepOpen Social Innovation yang akan diteliti dibatasi hanya dalam bentuk platform online dan bukan platform offline.  Ruang lingkup target pengambilan data adalah sektor tri partit (pemerintah dan korporasi melalui depth interview dan NGO melalui penyebaran questioner )  Jenis data yang diambil adalah kebutuhan pengetahuan dan informasi, potensi pengetahuan dan informasi yang dimiliki, dan bentuk relasi antar sektor.
  • 17.
    Tujuan Penelitian  Memetakanpotensi kebutuhan pengetahuan dan informasi berkaitan dengan inovasi sosial dari sektor tripartit  Memetakan mekanisme dan habitual partnership antar sektor tripartit  Merumuskan model strategi manajemen pengetahuan terintegrasi inovasi sosial dalam bentuk logic model platform online Open Social Innovation.
  • 18.
    Metodologi Pengembangan Knowledge Management Systemvia Logic Model Identifikasi potensi dan kebutuhan pengetahuan Studi Pustaka Validasi Data Pengolahan data Pengembangan SECI Model Focus Group Discussion Crosscheck interview Analisis kebutuhan pengetahuan,Analisis potensi pengetahuan, Analisis Knowledge Gap, Analisis relasi antar stakeholder, Cluster Analisis Depth Interview Data Sekunder Questioner
  • 19.
    Gants Chart Penelitian No . KegiatanBulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Bulan VI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 Studi Pustaka Pengumpulan data sekunder Penyebaran questioner Depth Interview Cross Check Interview Focus Group Discussion Pengolahan data kualitatif Pengolahan data kuantitatif Pengembangan SECI Model Pengembangan Logic Model X X X X X X X X X X X X X X X X X
  • 20.
    Referensi  Yu ChengLin, HsinYun Lee.Developing Project Communities of Practise-Based Knowledge Management System in Construction.  Junpeng Du, Shikai Jing, Jihong Liu.Creating Shared Design Thinking Process for Collaborative Design.  B Rubenstein-Montano, J. Liebowitz, J. Buchwalter, D. McCaw, B. Newman, K. Rebeck,A system thinking framework for knowledge management  Lu Zhen, Hai-Tao Song, Jun-Tao He.Recommender System for Personal Knowledge management in Collaborative Environment
  • 21.