ASEAN
          Oleh: Kelompok 4
Galih Surya A.|Rizky Amalia A.|Ryan Rizky K.
Sri Nurhidayati|Stefani Natalia|Yulia Fauzi
Pengertian
• ASEAN adalah kepanjangan dari Association of South East Asia
  Nations. ASEAN disebut juga sebagai Perbara yang merupakan
  singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
  Gedung sekretarian ASEAN berada di Kebayoran Baru, Jakarta
  Selatan, Indonesia.
Kapan, Dimana dan Pemrakarsa
• ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN
  diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara,
  yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura :

  1. Perwakilan Indonesia : Adam Malik
  2. Perwakilan Malaysia : Tun Abdul Razak
  3. Perwakilan Thailand : Thanat Koman
  4. Perwakilan Filipina : Narcisco Ramos
  5. Perwakilan Singapura : S. Rajaratnam
Latar Belakang
• Faktor Internal
  Persamaan nasib bangsa yang mengalami penjajahan oleh kolonial
  barat menyebabkan negara-negara bertekad untuk bersatu dan
  memperjuangkan kepentingan bersama baik dalam bidang ekonomi,
  sosial, budaya, politik, pendidikan dan lain-lain.
• Faktor Eksternal
  Adanya perperangan di Vietnam (Indo-Cina) dan adanya sikap China
  yang ingin menguasai Asia Tenggara.
• Faktor Geografis
  Posisi georgrafis negara-negara ASEAN yang terletak di Asia
  Tenggara.
Landasan

• Landasan terbentuknya ASEAN adalah Deklarasi Bangkok, yang
  dibentuk oleh lima Negara pemrakarsa ASEAN pada tanggal 8
  Agustus 1967 di Bangkok, Thailand.
Tujuan
• 1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan
     perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
  3. Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk
     bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu
     pengetahuan, dan administrasi.
  4. Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi
     regional dan internasional yang ada.
  5. Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan,
     latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.
Asas
• ASEAN sebagai organisasi menganut asas keanggotaan terbuka.
  Dimana ASEAN memberikan kesempatan kerja sama kepada
  negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Tenggara,
  seperti Timor Leste dan Papua Nugini (berstatus Observer)
Struktur
• Pertemuan Para Kepala Pemerintahan (Summit meeting), selaku
  pemegang kekuasaan tertinggi dalam ASEAN
• Sidang Tahunan Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN (Annual
  Ministerial Meeting)
• Sidang Para Menteri Ekonomi
• Sidang Para Menteri Non-Ekonomi
• Standing Committee
• Komite-komite ASEAN
Keanggotaan
•   1. Indonesia (8 Agustus 1967)
•   2. Singapura (8 Agustus 1967)
•   3. Filipina (8 Agustus 1967)
•   4. Thailand (8 Agustus 1967)
•   5. Malaysia (8 Agustus 1967)
•   6. Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
•   7. Vietnam (28 Juli 1995)
•   8. Myanmar (23 Juli 1997)
•   9. Laos (23 Juli 1997)
•   10. Kamboja (16 Desember 1998)
Kegiatan bidang
• A. Kerjasama Bidang Pembangunan Pedesaan dan
  Pengentasan Kemiskinan
• Didasari oleh Dokumen Ministerial Understanding on Rural Development and
  Poverty Eradication (RDPE), yang mengacu pada Declaration of ASEAN
  Concord (Bali Concord I) 1976
• Menekankan kepedulian ASEAN pada masalah penanggulangan
  kemiskinan, kelaparan, penyakit dan buta huruf, serta memutuskan untuk
  meningkatkan kerjasama di bidang pembangunan sosial dan ekonomi,
  khususnya dalam rangka meningkatkan keadilan sosial dan perbaikan
  standar hidup masyarakat ASEAN.
Kegiatan Bidang
• B. Kerjasama Bidang Kesehatan
• Kerjasama yang paling menonjol di bidang kesehatan adalah upaya
  penanggulangan penyakit menular di ASEAN dilakukan melalui mekanisme
  ASEAN Expert Group on Communicable Diseases (AEGCD).
• Program utama dalam kerangka AEGCD dilaksanakan melalui ASEAN+3
  Infectious Diseases Programme (ASEAN + 3 EID Programme). Fase ke-2
  program tersebut (2006-2009), terdiri dari sejumlah prioritas sebagai berikut:
    - Identifikasi dini emerging infectious diseases/penyakit menular (termasuk
  HIV dan AIDS; SARS, AI), serta langkah penanggulangannya.
    - Pembangunan kapasitas yang terkait dengan emerging concerns di
  bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial;
    - Penyusunan kebijakan dan pendekatan terpadu dalam penanganan
  kesehatan bagi para manula serta obat tradisional.
Kegiatan Bidang
C. Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan
Salah satu keberhasilan kerjasama ASEAN di bidang
ketenagakerjaan adalah dibentuknya pusat pelatihan dan informasi
mengenai perbaikan lingkungan kerja, yang dikenal dengan ASEAN
Occupational Safety on Health Network (ASEAN OSHNET) pada
bulan Agustus 2000. ASEAN-OSHNET bertujuan meningkatkan
daya saing dan kompetensi tenaga kerja ASEAN, serta
menciptakan jaringan kelembagaan yang kuat.
Kegiatan Bidang
D. Kerjasama Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial
Kerjasama di bidang pembangunan dan kesejahteraan sosial
dilakukan melalui ASEAN Senior Officials Meeting on Social Welfare
and Development (SOMSWD). SOMSWD memfokuskan pada
program-program kesejahteraan sosial yang meliputi antara lain
kependudukan, anak-anak, penyandang cacat, lansia dan keluarga.
Kegiatan Bidang
E. Kerjasama Bidang Pendidikan
• kerjasama pendidikan dalam kerangka ASEAN dilakukan oleh
  ASEAN Committee on Education. Komunitas ASEAN melalui
  kerjasama pendidikan guna meningkatkan kesadaran (promoting
  awareness) dan saling pengertian (understanding). Kerjasama
  diwujudkan antara lain dengan kegiatan pertukaran mahasiswa
  dan peningkatan kapasitas (capacity building) tenaga pengajar.
Kegiatan Bidang
• F.   Kerjasama Bidang Kebudayaan dan Penerangan

  Kerjasama ASEAN di bidang kebudayaan dan penerangan pada awalnya
  ditangani oleh Komite Tetap Kegiatan Sosial Budaya (Permanent Committee
  on Socio-Cultural Activities) dan Komite Tetap Media Massa (Permanent
  Committee on Mass Media) yang didirikan tahun 1972. Baru pada tahun
  1978, dibentuk ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN-
  COCI) yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama yang efektif di
  bidang kebudayaan dan penerangan dalam rangka meningkatkan saling
  pengertian (mutual understanding) dan solidaritas diantara masyarakat
  ASEAN. ASEAN-COCI bersidang sekali dalam setahun untuk membahas
  proposal kegiatan dan melakukan evaluasi pelaksanaan proyek yang telah
  dilaksanakan.
Kegiatan Bidang
G. Kerjasama Bidang Kepegawaian dan Administrasi
Dibentuknya ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) pada
tahun 1981 mempunyai tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman
kerja serta memperbaiki efisiensi dan efektivitas manajemen publik yang
dalam fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun
mekanisme ACCSM meliputi kegiatan-kegiatan antara lain:
konferensi/seminar tingkat para pimpinan (pejabat tinggi pemerintahan)
maupun pakar dibidang pelayanan umum, pertukaran kunjungan antara
pejabat pemerintahan, pelatihan dan penelitian dibidang administrasi
publik dan hal lain yang berhubungan dengan kebijakan pegawai di
lingkungan ASEAN.
KTT
KTT ke-1
• Deklarasi Kerukunan ASEAN
• Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara (TAC)
• Persetujuan Pembentukan Sekretariat ASEAN.
KTT ke-2
• Pencetusan Bali Concord 1.
KTT ke-3
• Mengesahkan kembali prinsip-prinsip dasar ASEAN.
• Solidaritas kerjasama ASEAN dalam segala bidang.
• Melibatkan masyarakat di negara-negara anggota ASEAN dengan
  memperbesar peranan swasta dalam kerjasama ASEAN.
• Usaha bersama dalam menjaga keamanan stabilitas dan pertumbuhan
  kawasan ASEAN.
KTT
KTT ke-4
• ASEAN dibentuk Dewan ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk
  mengawasi, melaksanakan koordinasi.
• Memberikan penilaian terhadap pelaksanaan Skema Tarif Preferensi
  Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff/CEPT) menuju
  Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN.
KTT ke-5
• Membicarakan upaya memasukan Kamboja, Laos, Vietnam menjadi
  anggota serta memperkuat identitas ASEAN.
KTT ke-6
• Pemimpin ASEAN menetapkan Statement of Bold Measures yang juga
  berisikan komitmen mereka terhadap AFTA dan kesepakatan untuk
  mempercepat pemberlakuan AFTA dari tahun 2003 menjadi tahun 2002
  bagi enam negara penandatangan skema CEPT, yaitu Brunei
  Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
KTT
KTT ke-7
• Mengeluarkan deklarasi HIV/AIDS.
• Mengeluarkan deklarasi Terorisme, karena menyangkut serangan
  terorisme pada gedung WTC di Amerika.
KTT ke-8
• Pengeluaran deklarasi Terorisme, bagaimana cara-cara pencegahan.
• Pengesahan ASEAN Tourism Agreement.
KTT ke-9
• Pencetusan Bali Concord II yang akan dideklarasikan itu berisi tiga
  konsep komunitas ASEAN yang terdiri dari tiga pilar, yaitu Komunitas
  Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan
  Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASSC).
KTT
KTT ke-10
• Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Program) yang diluluskan dalam
  konferensi tersebut menekankan perlunya mempersempit kesenjangan
  perkembangan antara 10 negara anggota ASEAN, memperluas hubungan kerja
  sama dengan para mitra untuk membangun sebuah masyarakat ASEAN yang
  terbuka terhadap dunia luar dan penuh vitalitas pada tahun 2020.
KTT ke-11
• Perjanjian perdagangan jasa demi kerja sama ekonomi yang komprehensif
  dengan Korea Selatan, memorandum of understanding (MoU) pendirian
  ASEAN-Korea Center, dan dokumen hasil KTT Asia Timur yang diberi label
  Deklarasi Singapura atas Perubahan Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup.
KTT ke-12
• Membahas masalah-masalah mengenai keamanan kawasan, perundingan
  Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), keamanan energi Asia Tenggara,
  pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS serta masalah nuklir
  Semenanjung Korea.
KTT
KTT ke-13
• Penandatanganan beberapa kesepakatan, antara lain seperti
  perjanjian perdagangan dalam kerangka kerjasama ekonomi dan
  penandatangan kerjasama ASEAN dengan Korea Center,
  menyepakati ASEAN Center.
KTT ke-14
• Penandatanganan persetujuan pembentukan Kawasan
  Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru
Galeri Foto




Adam Malik   Thanat Khoman   Narsisco Ramos   S Rajaratnam   Tun Abdul Razak
 Indonesia      Thailand         Filipina       Singapura       Malaysia
Galeri Foto
Pertemuan Tahunan Anggota ASEAN

Asean

  • 1.
    ASEAN Oleh: Kelompok 4 Galih Surya A.|Rizky Amalia A.|Ryan Rizky K. Sri Nurhidayati|Stefani Natalia|Yulia Fauzi
  • 2.
    Pengertian • ASEAN adalahkepanjangan dari Association of South East Asia Nations. ASEAN disebut juga sebagai Perbara yang merupakan singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Gedung sekretarian ASEAN berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia.
  • 3.
    Kapan, Dimana danPemrakarsa • ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura : 1. Perwakilan Indonesia : Adam Malik 2. Perwakilan Malaysia : Tun Abdul Razak 3. Perwakilan Thailand : Thanat Koman 4. Perwakilan Filipina : Narcisco Ramos 5. Perwakilan Singapura : S. Rajaratnam
  • 4.
    Latar Belakang • FaktorInternal Persamaan nasib bangsa yang mengalami penjajahan oleh kolonial barat menyebabkan negara-negara bertekad untuk bersatu dan memperjuangkan kepentingan bersama baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan dan lain-lain. • Faktor Eksternal Adanya perperangan di Vietnam (Indo-Cina) dan adanya sikap China yang ingin menguasai Asia Tenggara. • Faktor Geografis Posisi georgrafis negara-negara ASEAN yang terletak di Asia Tenggara.
  • 5.
    Landasan • Landasan terbentuknyaASEAN adalah Deklarasi Bangkok, yang dibentuk oleh lima Negara pemrakarsa ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand.
  • 6.
    Tujuan • 1. Mempercepatpertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara. 2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional. 3. Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi. 4. Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada. 5. Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.
  • 7.
    Asas • ASEAN sebagaiorganisasi menganut asas keanggotaan terbuka. Dimana ASEAN memberikan kesempatan kerja sama kepada negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Tenggara, seperti Timor Leste dan Papua Nugini (berstatus Observer)
  • 8.
    Struktur • Pertemuan ParaKepala Pemerintahan (Summit meeting), selaku pemegang kekuasaan tertinggi dalam ASEAN • Sidang Tahunan Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN (Annual Ministerial Meeting) • Sidang Para Menteri Ekonomi • Sidang Para Menteri Non-Ekonomi • Standing Committee • Komite-komite ASEAN
  • 9.
    Keanggotaan • 1. Indonesia (8 Agustus 1967) • 2. Singapura (8 Agustus 1967) • 3. Filipina (8 Agustus 1967) • 4. Thailand (8 Agustus 1967) • 5. Malaysia (8 Agustus 1967) • 6. Brunei Darussalam (7 Januari 1984) • 7. Vietnam (28 Juli 1995) • 8. Myanmar (23 Juli 1997) • 9. Laos (23 Juli 1997) • 10. Kamboja (16 Desember 1998)
  • 10.
    Kegiatan bidang • A.Kerjasama Bidang Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan • Didasari oleh Dokumen Ministerial Understanding on Rural Development and Poverty Eradication (RDPE), yang mengacu pada Declaration of ASEAN Concord (Bali Concord I) 1976 • Menekankan kepedulian ASEAN pada masalah penanggulangan kemiskinan, kelaparan, penyakit dan buta huruf, serta memutuskan untuk meningkatkan kerjasama di bidang pembangunan sosial dan ekonomi, khususnya dalam rangka meningkatkan keadilan sosial dan perbaikan standar hidup masyarakat ASEAN.
  • 11.
    Kegiatan Bidang • B.Kerjasama Bidang Kesehatan • Kerjasama yang paling menonjol di bidang kesehatan adalah upaya penanggulangan penyakit menular di ASEAN dilakukan melalui mekanisme ASEAN Expert Group on Communicable Diseases (AEGCD). • Program utama dalam kerangka AEGCD dilaksanakan melalui ASEAN+3 Infectious Diseases Programme (ASEAN + 3 EID Programme). Fase ke-2 program tersebut (2006-2009), terdiri dari sejumlah prioritas sebagai berikut: - Identifikasi dini emerging infectious diseases/penyakit menular (termasuk HIV dan AIDS; SARS, AI), serta langkah penanggulangannya. - Pembangunan kapasitas yang terkait dengan emerging concerns di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial; - Penyusunan kebijakan dan pendekatan terpadu dalam penanganan kesehatan bagi para manula serta obat tradisional.
  • 12.
    Kegiatan Bidang C. KerjasamaBidang Ketenagakerjaan Salah satu keberhasilan kerjasama ASEAN di bidang ketenagakerjaan adalah dibentuknya pusat pelatihan dan informasi mengenai perbaikan lingkungan kerja, yang dikenal dengan ASEAN Occupational Safety on Health Network (ASEAN OSHNET) pada bulan Agustus 2000. ASEAN-OSHNET bertujuan meningkatkan daya saing dan kompetensi tenaga kerja ASEAN, serta menciptakan jaringan kelembagaan yang kuat.
  • 13.
    Kegiatan Bidang D. KerjasamaPembangunan dan Kesejahteraan Sosial Kerjasama di bidang pembangunan dan kesejahteraan sosial dilakukan melalui ASEAN Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD). SOMSWD memfokuskan pada program-program kesejahteraan sosial yang meliputi antara lain kependudukan, anak-anak, penyandang cacat, lansia dan keluarga.
  • 14.
    Kegiatan Bidang E. KerjasamaBidang Pendidikan • kerjasama pendidikan dalam kerangka ASEAN dilakukan oleh ASEAN Committee on Education. Komunitas ASEAN melalui kerjasama pendidikan guna meningkatkan kesadaran (promoting awareness) dan saling pengertian (understanding). Kerjasama diwujudkan antara lain dengan kegiatan pertukaran mahasiswa dan peningkatan kapasitas (capacity building) tenaga pengajar.
  • 15.
    Kegiatan Bidang • F. Kerjasama Bidang Kebudayaan dan Penerangan Kerjasama ASEAN di bidang kebudayaan dan penerangan pada awalnya ditangani oleh Komite Tetap Kegiatan Sosial Budaya (Permanent Committee on Socio-Cultural Activities) dan Komite Tetap Media Massa (Permanent Committee on Mass Media) yang didirikan tahun 1972. Baru pada tahun 1978, dibentuk ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN- COCI) yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama yang efektif di bidang kebudayaan dan penerangan dalam rangka meningkatkan saling pengertian (mutual understanding) dan solidaritas diantara masyarakat ASEAN. ASEAN-COCI bersidang sekali dalam setahun untuk membahas proposal kegiatan dan melakukan evaluasi pelaksanaan proyek yang telah dilaksanakan.
  • 16.
    Kegiatan Bidang G. KerjasamaBidang Kepegawaian dan Administrasi Dibentuknya ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) pada tahun 1981 mempunyai tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman kerja serta memperbaiki efisiensi dan efektivitas manajemen publik yang dalam fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun mekanisme ACCSM meliputi kegiatan-kegiatan antara lain: konferensi/seminar tingkat para pimpinan (pejabat tinggi pemerintahan) maupun pakar dibidang pelayanan umum, pertukaran kunjungan antara pejabat pemerintahan, pelatihan dan penelitian dibidang administrasi publik dan hal lain yang berhubungan dengan kebijakan pegawai di lingkungan ASEAN.
  • 17.
    KTT KTT ke-1 • DeklarasiKerukunan ASEAN • Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara (TAC) • Persetujuan Pembentukan Sekretariat ASEAN. KTT ke-2 • Pencetusan Bali Concord 1. KTT ke-3 • Mengesahkan kembali prinsip-prinsip dasar ASEAN. • Solidaritas kerjasama ASEAN dalam segala bidang. • Melibatkan masyarakat di negara-negara anggota ASEAN dengan memperbesar peranan swasta dalam kerjasama ASEAN. • Usaha bersama dalam menjaga keamanan stabilitas dan pertumbuhan kawasan ASEAN.
  • 18.
    KTT KTT ke-4 • ASEANdibentuk Dewan ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk mengawasi, melaksanakan koordinasi. • Memberikan penilaian terhadap pelaksanaan Skema Tarif Preferensi Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff/CEPT) menuju Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN. KTT ke-5 • Membicarakan upaya memasukan Kamboja, Laos, Vietnam menjadi anggota serta memperkuat identitas ASEAN. KTT ke-6 • Pemimpin ASEAN menetapkan Statement of Bold Measures yang juga berisikan komitmen mereka terhadap AFTA dan kesepakatan untuk mempercepat pemberlakuan AFTA dari tahun 2003 menjadi tahun 2002 bagi enam negara penandatangan skema CEPT, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
  • 19.
    KTT KTT ke-7 • Mengeluarkandeklarasi HIV/AIDS. • Mengeluarkan deklarasi Terorisme, karena menyangkut serangan terorisme pada gedung WTC di Amerika. KTT ke-8 • Pengeluaran deklarasi Terorisme, bagaimana cara-cara pencegahan. • Pengesahan ASEAN Tourism Agreement. KTT ke-9 • Pencetusan Bali Concord II yang akan dideklarasikan itu berisi tiga konsep komunitas ASEAN yang terdiri dari tiga pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASSC).
  • 20.
    KTT KTT ke-10 • ProgramAksi Vientiane (Vientiane Action Program) yang diluluskan dalam konferensi tersebut menekankan perlunya mempersempit kesenjangan perkembangan antara 10 negara anggota ASEAN, memperluas hubungan kerja sama dengan para mitra untuk membangun sebuah masyarakat ASEAN yang terbuka terhadap dunia luar dan penuh vitalitas pada tahun 2020. KTT ke-11 • Perjanjian perdagangan jasa demi kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Korea Selatan, memorandum of understanding (MoU) pendirian ASEAN-Korea Center, dan dokumen hasil KTT Asia Timur yang diberi label Deklarasi Singapura atas Perubahan Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup. KTT ke-12 • Membahas masalah-masalah mengenai keamanan kawasan, perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), keamanan energi Asia Tenggara, pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS serta masalah nuklir Semenanjung Korea.
  • 21.
    KTT KTT ke-13 • Penandatangananbeberapa kesepakatan, antara lain seperti perjanjian perdagangan dalam kerangka kerjasama ekonomi dan penandatangan kerjasama ASEAN dengan Korea Center, menyepakati ASEAN Center. KTT ke-14 • Penandatanganan persetujuan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru
  • 22.
    Galeri Foto Adam Malik Thanat Khoman Narsisco Ramos S Rajaratnam Tun Abdul Razak Indonesia Thailand Filipina Singapura Malaysia
  • 23.
  • 24.