11
ASSALAMU ‘ALAIKUM WR.WB.
22
ARAH DAN PERSPEKTIF BARUARAH DAN PERSPEKTIF BARU
BIMBINGAN DAN KONSELINGBIMBINGAN DAN KONSELING
SYAMSU YUSUF L.N.SYAMSU YUSUF L.N.
A. JUNTIKA NURIHSANA. JUNTIKA NURIHSAN
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGANJURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKANFAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKANUNIVERSITAS PENDIDIKAN
INDONESIAINDONESIA
33
BELAJAR SEPANJANG HAYATBELAJAR SEPANJANG HAYAT
BELAJAR SEJAGAT HAYATBELAJAR SEJAGAT HAYAT
BIMBINGAN DAN KONSELING BERORIENTASI PADABIMBINGAN DAN KONSELING BERORIENTASI PADA
UPAYA MEMFASILITASI INDIVIDU DALAM :UPAYA MEMFASILITASI INDIVIDU DALAM :
– MENGAKSES INFORMASI YANG BERMUTUMENGAKSES INFORMASI YANG BERMUTU
– MENGINTEGRASIKAN HIDUP, BELAJAR, DAN BEKERJAMENGINTEGRASIKAN HIDUP, BELAJAR, DAN BEKERJA
– MENUMBUH KEMBANGKAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI,MENUMBUH KEMBANGKAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI,
PROFESIONAL, DAN WARGANEGARA YANGPROFESIONAL, DAN WARGANEGARA YANG SELF MOTIVATEDSELF MOTIVATED
1. KEHIDUPAN GLOBAL
2. KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI
Perlu peningkatan kemampuan (life skills)
secara terus menerus dalam berbagai
aspek kehidupan melalui proses belajar
• Kehidupan
semakin
kompetitif
• Pergeseran
Nilai
• Gangguan
Mental
44
KONDISI KESEHATAN MENTALKONDISI KESEHATAN MENTAL
(GANGGUAN JIWA) MASYARAKAT DUNIA(GANGGUAN JIWA) MASYARAKAT DUNIA
DEWASA INIDEWASA INI
New YorkNew York : 25 % (1 dari 4 penduduk): 25 % (1 dari 4 penduduk)
LondonLondon : 20 % (1 dari 5 penduduk): 20 % (1 dari 5 penduduk)
JakartaJakarta : 20 % (1 dari 5 penduduk: 20 % (1 dari 5 penduduk))
Pengangguran
Penyebab
Kemiskinan
Lingkungan yg
semakin buruk
Perubahan Konstelasi
Kehidupan Keluarga
Sikap hidup yg
Materialistik dan
Hedonistik
Kehidupan yang
semakin
Kompetitif
55
HIV DAN AIDS DI INDONESIAHIV DAN AIDS DI INDONESIA
(Republika, 23 Mei 2006)(Republika, 23 Mei 2006)
Menko Kesra : “Tidak ada satu provinsi pun yang terbebas dari HIVMenko Kesra : “Tidak ada satu provinsi pun yang terbebas dari HIV
((Human Immunodeficiency VirusHuman Immunodeficiency Virus)/AIDS ()/AIDS (Acquired ImmunoAcquired Immuno
Deficiency Syndrome)”.Deficiency Syndrome)”.
Jumlah PengidapJumlah Pengidap
1.1. S.d. Juni 2005S.d. Juni 2005 == 70907090
2.2. S.d. September’05S.d. September’05 == 82508250
3.3. S.d. Desember’05S.d. Desember’05 == 95659565
4.4. S.d. Maret’05S.d. Maret’05 == 10.15610.156
Usia = lebih sparuhnya berusia 20-29 thUsia = lebih sparuhnya berusia 20-29 th
dengan penularan 50.1 % jarum suntikdengan penularan 50.1 % jarum suntik
dan juga pergaulan bebas (free sex) = Di USA 8 :10 RP, 7 :10 RWdan juga pergaulan bebas (free sex) = Di USA 8 :10 RP, 7 :10 RW
Provinsi terbanyak : Jkt,Papua,Jatim,Jabar,Bali,Riau,Provinsi terbanyak : Jkt,Papua,Jatim,Jabar,Bali,Riau,
Sulsel,Kalbar,Sumut,dan Jateng.Sulsel,Kalbar,Sumut,dan Jateng.
Menurut WHO (1993) = 14 juta, dan akhir abad ke 20 = 40 juta.Menurut WHO (1993) = 14 juta, dan akhir abad ke 20 = 40 juta.
66
NAPZA/NARKOBANAPZA/NARKOBA
DI INDONESIADI INDONESIA
DI JAKARTA SAJA PD TAHUN 1999 = 1.3 JUTADI JAKARTA SAJA PD TAHUN 1999 = 1.3 JUTA
DENGAN OMSET BIAYA 780 MILYAR/HARI, DANDENGAN OMSET BIAYA 780 MILYAR/HARI, DAN
PECANDUNYA SEKITAR USIA 15-24 TH (HARIANPECANDUNYA SEKITAR USIA 15-24 TH (HARIAN
SURYA, 25 OKTOBER 1999).SURYA, 25 OKTOBER 1999).
PARA PELAKU TAWURAN DI JKT 50 % PECANDUPARA PELAKU TAWURAN DI JKT 50 % PECANDU
NARKOBA. TH 1996 : 150 X, LUKA 26, MATI 19.NARKOBA. TH 1996 : 150 X, LUKA 26, MATI 19.
TH 1997 : 121 X, LUKA 24, MATI 15.TH 1997 : 121 X, LUKA 24, MATI 15.
TH 1998 : 230 X, LUKA 34, MATI 15.TH 1998 : 230 X, LUKA 34, MATI 15.
TH 1999 : 64 X, LUKA 36, MATI 12.TH 1999 : 64 X, LUKA 36, MATI 12.
Penyebab : rasa ingin tahu, frustrasi/stress, brokenPenyebab : rasa ingin tahu, frustrasi/stress, broken
home, kurang mendapat kasih sayang, polahome, kurang mendapat kasih sayang, pola
pergaulan, maraknya perdagangan narkoba, danpergaulan, maraknya perdagangan narkoba, dan
lemahnya iman.lemahnya iman.
77
DAMPAK LINGKUNGAN YG BURUK (Polusi udara danDAMPAK LINGKUNGAN YG BURUK (Polusi udara dan
air, Sanitasi buruk dan Sulitnya air bersih)air, Sanitasi buruk dan Sulitnya air bersih)
(Republika, 5 Juli 2004)(Republika, 5 Juli 2004)
Sekitar 3 juta anak usia balita meninggal setiapSekitar 3 juta anak usia balita meninggal setiap
tahunnya.tahunnya.
60 % anak meninggal, karena gangguan60 % anak meninggal, karena gangguan
pernafasan (polusi udara).pernafasan (polusi udara).
1.6 juta anak meninggal/tahunnya, karena diare1.6 juta anak meninggal/tahunnya, karena diare
(polusi air/air yg tercemar = limbah cair domestik)(polusi air/air yg tercemar = limbah cair domestik)
Limbah cair yg masuk sungai– di Amerika Latin =Limbah cair yg masuk sungai– di Amerika Latin =
86 %, di Asia = 65 %, di India, sungai gangga86 %, di Asia = 65 %, di India, sungai gangga
tercemar setiap menitnya terkena limbah 1.1 jutatercemar setiap menitnya terkena limbah 1.1 juta
liter (termasuk kotoran manusia). 1 gram kotoranliter (termasuk kotoran manusia). 1 gram kotoran
= 10 juta virus dan 1 juta= 10 juta virus dan 1 juta bakteri.bakteri.
Dr. Lee Jong Wook (Dirjen WHO) : “anakDr. Lee Jong Wook (Dirjen WHO) : “anak
merupakan kelompok yang paling rentan sakitmerupakan kelompok yang paling rentan sakit
akibat kerusakan lingkungan.akibat kerusakan lingkungan.
88
Layanan Bantuan
Terhadap Siswa
(Bimb. & Konseling)
Pengajaran
Leadership
TUJUAN PENDIDIKAN
1. Beriman dan bertaqwa
Kepada Tuhan YME
2. Berakhlak mulia
3. Memiliki pengetahuan
Dan keterampilan
4. Memiliki kesehatan jas-
Mani dan rohani
5. Memiliki kepribadian yg
Mantap dan mandiri
6. Memiliki rasa tgjawab
Kemasyarakatan dan
kebangsaan
Pendidikan
PENDIDIKAN YANG
EFEKTIF
99
BIMBINGAN :
“Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada
individu agar mampu memahami dan menerima diri dan
lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan
diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan
norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga men-
capai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik
secara personal maupun sosial)”.
KONSELING :
“Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee
baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung
(melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-
bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya
atau memecahkan masalah yang dialaminya”.
1010
BIMBINGAN DAN KONSELINGBIMBINGAN DAN KONSELING
PERKEMBANGANPERKEMBANGAN
PROSES BANTUAN YANG PROAKTIF DAN SISTEMATIKPROSES BANTUAN YANG PROAKTIF DAN SISTEMATIK
DALAM MEMFASILITASI INDIVIDU MENCAPAIDALAM MEMFASILITASI INDIVIDU MENCAPAI
TINGKAT PERKEMBANGAN YANG OPTIMAL, PRIBADITINGKAT PERKEMBANGAN YANG OPTIMAL, PRIBADI
YANG EFEKTIF - PRODUKTIF, DANYANG EFEKTIF - PRODUKTIF, DAN
KEBERFUNGSIANNYA DI DALAM LINGKUNGANKEBERFUNGSIANNYA DI DALAM LINGKUNGAN
MELALUI INTERAKSI YANG SEHAT.MELALUI INTERAKSI YANG SEHAT.
• Penuntasan
Tugas-tugas
Perkembangan
• Perkembangan
Kecerdasan (IQ,
EI, SI)
Pribadi yg Efektif
• Kompeten
• Konsisten
• Komitmen
• Kontrol
• Kreatif
Pribadi yg Produktif
• Self – Esteem
• Social-Responsibility
• Self-Identity
• Coping
1111
Sukses
Pribadi
Sukses
Sosial
Sukses
Akademik
Sukses
Karir
1. Believe
2. Brain
3. Beauty
4. Behavior
1. Memahami
Tujuan Sekolah
2. Bersikap Posiitif
thd pekerjaan
3. Memahami
minat & bakat
sendiri
4. Memiliki kesiapan
untuk melanjutkan
studi atau masuk
dunia kerja
1. IPK yang Tinggi
2. Achievement
Motive
3. Berpikir Logis
4. Problem Solving
5. Decision Making
1. Empati
2. Altruis
3. Kooperatif
4. Toleransi
5. Demokratis
6. Terampil
Berkomuni
kasi
Catur
Sukses
(Sbg Tujuan
Bimbingan)
1
2
3 4
1212
ASUMSI BK PERKEMBANGANASUMSI BK PERKEMBANGAN
Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan merupakan tujuan BK.Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan merupakan tujuan BK.
Perkembangan pribadi yg optimal terjadi melalui interaksi ygPerkembangan pribadi yg optimal terjadi melalui interaksi yg
sehat antara individu dengan lingkungannya.sehat antara individu dengan lingkungannya.
Hakikat BK terletak pada keterkaitan antara lingkungan belajarHakikat BK terletak pada keterkaitan antara lingkungan belajar
dengan perkembangan individu.dengan perkembangan individu.
Klien tidak dipandang sebagai manusia yang sakit mentalnya.Klien tidak dipandang sebagai manusia yang sakit mentalnya.
Disini klien dipandang sebagai individu yang mampu memilihDisini klien dipandang sebagai individu yang mampu memilih
tujuan, membuat keputusan, dan berpartisipasi secaratujuan, membuat keputusan, dan berpartisipasi secara
bertanggung jawab dalam mencapai perkembangan dirinya.bertanggung jawab dalam mencapai perkembangan dirinya.
Klien adalah seorang pribadi yang unik dan berharga ygKlien adalah seorang pribadi yang unik dan berharga yg
berjuang untuk mengembangkan dirinya. Dia adalah anggotaberjuang untuk mengembangkan dirinya. Dia adalah anggota
kelompoknya, bagian dari budayanya, dan tidak pernahkelompoknya, bagian dari budayanya, dan tidak pernah
terisolasi dari lingkungan sosialnya.terisolasi dari lingkungan sosialnya.
Konselor tidak bersifat netral, atau a moral, dia memiliki nilai-Konselor tidak bersifat netral, atau a moral, dia memiliki nilai-
nilai, perasaan, dan komitmen kepada dirinya.nilai, perasaan, dan komitmen kepada dirinya.
1313
PRINSIP BIMBINGANPRINSIP BIMBINGAN
Bimbingan merupakan bagian integralBimbingan merupakan bagian integral
pendidikanpendidikan
Bimbingan for allBimbingan for all
Bimbingan diorientasikan kepadaBimbingan diorientasikan kepada
pengembangan potensi siswa (fisik, psikis,pengembangan potensi siswa (fisik, psikis,
sosial, moral-spiritual) individusosial, moral-spiritual) individu
Bimbingan merupakan usaha bersamaBimbingan merupakan usaha bersama
(team work) pimpinan, wali siswa, dan(team work) pimpinan, wali siswa, dan
guru pembimbing, guru matpel, & ortuguru pembimbing, guru matpel, & ortu
Bimbingan berlangsung dalam berbagaiBimbingan berlangsung dalam berbagai
setting (sekolah, keluarga, industri, dansetting (sekolah, keluarga, industri, dan
masyarakat)masyarakat)
1414
PERBEDAAN KARAKTERISTIKPERBEDAAN KARAKTERISTIK
BIMBINGAN TRADISIONAL DENGANBIMBINGAN TRADISIONAL DENGAN
PERKEMBANGANPERKEMBANGAN
TRADISIONAL
1. Bersifat Reaktif
2. Pendekatan Krisis
(Remediatif)
3. Hanya melakukan
konseling individual
4. Tidak semua siswa
mendapat layanan
5. Menekankan layanan
Informasi
6. Programnya tidak
terstruktur
7. Hanya dilakukan oleh
Konselor sendiri
PERKEMBANGAN
1. Terencana
2. Pendekatan Preventif dan
Krisis
3. Melaksanakan Bimbingan
dan konseling
4. Semua siswa (for all)
mendapat layanan
5. Menekankan kepada
program pengembangan
6. Programnya terstruktur
7. Dilakukan oleh konselor
dan personel sekolah
dalam suatu team
work
1515
Tujuan Bimbingan dan KonselingTujuan Bimbingan dan Konseling
1. Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
2. Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-
aspek nilai dan berani menghadapi resiko.
3. Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam
mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.
4. Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.
5. Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam
berinteraksi dengan orang lain.
6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan
sebagai dasar dalam kehidupan sosial.
7. Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
8. Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan
kehidupan yang semakin kompetitif.
9. Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan
kompetensi yang mendukung pilihan karir.
10.Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga
sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.
1616
FUNGSI BIMBINGANFUNGSI BIMBINGAN
Pemahaman Preventif Pengembangan Kuratif
Memahami
Karakteristik/
Potensi/Tugas-
tugas perkem-
bangan Peserta
didik dan mem-
bantu mereka
untuk mema-
haminya secara
objektif/
realistik
Memberikan
Layanan orien-
tasi dan infor-
masi mengenai
berbagai aspek
kehidupan yg
patut dipahami
peserta didik
agar mereka
tercegah dari
masalah
Memberikan
Layanan
Bimbingan
untuk
Membantu
Peserta didik
Mampu
Mengembang-
kan potensi
dirinya/Tugas-
tugas perk.nya
Membantu para
Peserta didik
agar mereka
dapat meme-
cahkan masalah
yang dihadapi
Nya (pribadi,
sosial, belajar,
atau karir)
1717
Komponen
Program
BK
Layanan
Dasar
Layanan
Perencanaan
Individual
Dukungan
Sistem
Layanan
Responsif
1. Pengembangan
Profesional
2. Konsultasi
3. Kolaborasi
4. Manajemen
Peserta
Didik
CATUR SUKSES
Pribadi – Sosial
Akademik -- Karir
IQ
EI
SI
1818
PengertianPengertian : “Layanan bantuan kepada peserta didik melalui: “Layanan bantuan kepada peserta didik melalui
kegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas, yg disajikan secarakegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas, yg disajikan secara
sistematis, dalam rangka membantu mahasiswasistematis, dalam rangka membantu mahasiswa
mengembangkan potensi dirinya secara optimal”mengembangkan potensi dirinya secara optimal”
TujuanTujuan ::
1. Membantu mhs agar memperoleh perkembangan yg normal1. Membantu mhs agar memperoleh perkembangan yg normal
2. Membantu mhs agar memiliki mental yang sehat2. Membantu mhs agar memiliki mental yang sehat
3. Membantu mhs agar memperoleh keterampilan hidup (3. Membantu mhs agar memperoleh keterampilan hidup (lifelife
skills).skills).
LAYANAN RESPONSIFLAYANAN RESPONSIF
PengertianPengertian : “: “Layanan bantuan bagi mahasiswa yang memilikiLayanan bantuan bagi mahasiswa yang memiliki
kebutuhan atau masalah yang memerlukan bantuan dengankebutuhan atau masalah yang memerlukan bantuan dengan
segera”.segera”.
TujuanTujuan : “: “Membantu mhs agar dapat mengatasi masalah yangMembantu mhs agar dapat mengatasi masalah yang
dialaminya”.dialaminya”.
LAYANAN DASAR BIMBINGANLAYANAN DASAR BIMBINGAN
1919
LAYANAN PERENCANAAN INDIVIDUALLAYANAN PERENCANAAN INDIVIDUAL
Pengertian :Pengertian :
““Layanan bantuan kepada mhs agar mampu membuat danLayanan bantuan kepada mhs agar mampu membuat dan
melaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkanmelaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkan
pemahaman akan kekuatan dan kelemahannya”.pemahaman akan kekuatan dan kelemahannya”.
Tujuan :Tujuan :
Mhs memiliki kemampuan untuk merumuskan tujuan,Mhs memiliki kemampuan untuk merumuskan tujuan,
perencanaan, atau pengelolaan thd pengembangan dirinya,perencanaan, atau pengelolaan thd pengembangan dirinya,
baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupunbaik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun
karir.karir.
Mhs dapat melakukan kegiatan atau aktivitas berdasarkanMhs dapat melakukan kegiatan atau aktivitas berdasarkan
tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan.tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan.
Mhs dapat mengevaluasi kegiatan yang dilakukannya.Mhs dapat mengevaluasi kegiatan yang dilakukannya.
2020
LAYANAN DUKUNGAN SISTEMLAYANAN DUKUNGAN SISTEM
PengertianPengertian ::
““Kegiatan-kegiatan manajemen yangKegiatan-kegiatan manajemen yang
bertujuan memantapkan, memelihara, danbertujuan memantapkan, memelihara, dan
meningkatkan program bimbingan secarameningkatkan program bimbingan secara
menyeluruh melalui pengembanganmenyeluruh melalui pengembangan
profesional; hubungan masyarakat danprofesional; hubungan masyarakat dan
staf; konsultasi dengan dosen lain, stafstaf; konsultasi dengan dosen lain, staf
ahli, dan msyarakat yang lebih luas;ahli, dan msyarakat yang lebih luas;
manajemen program; dan penelitian danmanajemen program; dan penelitian dan
pengembangan”.pengembangan”.
2121
STRATEGI LAYANAN
Layanan Dasar
Layanan
Per.Individual
Layanan
Responsif
Dukungan
Sistem
1. Bimbingan Klasikal
2. Bimbingan Kelompok
1. Konsultasi
2. Konseling Individual/
Kelompok
3. Referal
4. Bimbingan Teman
Sebaya
1. Penilaian Individual
2. Penasihatan Ind./Klp.
a. Merenc.Tujuan
b. Melakukan Kegiatan
c. Mengevaluasi
1. Pengembangan
Profesional
2. Konsultasi dan
Kolaborasi
3. Manajemen Program
2222
EVALUASI PROGRAM
TUJUAN
Mengetahui keter-
laksanaan kegiatan
dan ketercapaian
tujuan dari program
yang telah
ditetapkan
LANGKAH-LANGKAH
1. Merumuskan Masalah
2. Menyusun instrumen
3. Mengumpulkan dan
Menganalisis data
4. Melakukan followup
HASIL
1. Kualitas ketaqwaan
2. Kualitas konsep diri
3. Kualitas Sikap dan kebia-
saan belajar
4. Sikap siswa thd program BK
5. Kualitas prestasi belajar
6. Kualitas akhlak
PROSES
1. Kesesuaian antara
Pelaksanaan dg
Rancangan
2. Tingkat partisipasi personil
3. Hambatan yg dialami
4. Respon stakeholder
FUNGSI
1. Sbg.feed-
Back bagi
Konselor
2. Sbg.Informasi
kpd pihak lain
ttg perk.siswa
ASPEK
YANG
DIEVA-
LUASI
2323
PEMANFAATAN HASIL
EVALUASI
Merancang Tindak Lanjut
Melakukan Perbaikan atau
Pengembangan Program
2424
Dalam Struktur Kurikulum Pendidikan Umum
(SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA)
pengembangan diri itu dijelaskan sebagai
berikut.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang
harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan
kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan
atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga
kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui
kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan
masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan
pengembangan karir peserta didik.
PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI
2525
BIDANG PENGEMBANGAN DIRI
ASPEKASPEK TUJUANTUJUAN MATERIMATERI
1.1.
PribadiPribadi
1.1. Mengamalkan nilai-nilai keimanan danMengamalkan nilai-nilai keimanan dan
ketaqwaan kepada Tuhan YME.ketaqwaan kepada Tuhan YME.
2.2. Memiliki pemahaman ttg irama kehidupanMemiliki pemahaman ttg irama kehidupan
yg bersifat fluktuatif (antara anugrah danyg bersifat fluktuatif (antara anugrah dan
musibah) dan mampu meresponnya dgmusibah) dan mampu meresponnya dg
positif.positif.
3.3. Memiliki pemahaman dan penerimaanMemiliki pemahaman dan penerimaan
diri secara objektif dan konstruktifdiri secara objektif dan konstruktif
4.4. Memiliki sikap respek thd diri sendiriMemiliki sikap respek thd diri sendiri
5.5. Dapat mengelola stressDapat mengelola stress
6.6. Mampu mengendalikan diri dari perbuatanMampu mengendalikan diri dari perbuatan
yang diharamkan agamayang diharamkan agama
7.7. Memahami perasaan diri dan mampuMemahami perasaan diri dan mampu
mengekspresikannya secara wajarmengekspresikannya secara wajar
8.8. Memiliki kemampuan memecahkanMemiliki kemampuan memecahkan
masalhmasalh
9.9. Memiliki rasa percaya diriMemiliki rasa percaya diri
10.10. Memiliki mental yang sehatMemiliki mental yang sehat
1.1. Hakikat dan FungsiHakikat dan Fungsi
Agama bagi KehidupanAgama bagi Kehidupan
ManusiaManusia
2.2. Makna syukur dan sabarMakna syukur dan sabar
3.3. Konsep diri danKonsep diri dan
Pengembangan diriPengembangan diri
secara efektifsecara efektif
4.4. Kematangan emosionalKematangan emosional
5.5. Pengelolaan stressPengelolaan stress
6.6. BahayanyaBahayanya
miras,narkoba,dan freemiras,narkoba,dan free
sex (AIDS)sex (AIDS)
7.7. Pemecahan masalahPemecahan masalah
8.8. MembangunMembangun
kepercayaan dirikepercayaan diri
9.9. Kesehatan mentalKesehatan mental
2626
ASPEKASPEK TUJUANTUJUAN MATERIMATERI
2.2.
SosialSosial
1.1. Memiliki kemampua berinteraksiMemiliki kemampua berinteraksi
sosial secara wajar dan positifsosial secara wajar dan positif
(bersilaturahim) dengan orang(bersilaturahim) dengan orang
lain.lain.
2.2. Memiliki sikap-sikap sosial yangMemiliki sikap-sikap sosial yang
positif dalam kehidupanpositif dalam kehidupan
bermasyarakat.bermasyarakat.
3.3. Memiliki pemahaman tentangMemiliki pemahaman tentang
etika pergaulan.etika pergaulan.
4.4. Memiliki kemampuan untukMemiliki kemampuan untuk
menghindar dari situasi konflikmenghindar dari situasi konflik
dengan orang lain (sepertidengan orang lain (seperti
permusuhan, perkelahian, ataupermusuhan, perkelahian, atau
tawuran).tawuran).
5.5. Dapat berpartisipasi aktif dalamDapat berpartisipasi aktif dalam
menciptakan lingkungan yangmenciptakan lingkungan yang
bersih, tertib, dan aman.bersih, tertib, dan aman.
6.6. Memiliki sikap positif terhadapMemiliki sikap positif terhadap
pernikahan dan hiduppernikahan dan hidup
berkeluarga.berkeluarga.
1.1. HikmahHikmah
bersilaturahimbersilaturahim
2.2. PengembanganPengembangan
Sikap-sikap sosialSikap-sikap sosial
(empati, altruis,(empati, altruis,
toleran, kooperatiftoleran, kooperatif
/kolaboratif)/kolaboratif)
3. Etika pergaulan3. Etika pergaulan
(sopan-santun(sopan-santun
/tatakrama) dalam/tatakrama) dalam
bergaulbergaul
4. Bahayanya4. Bahayanya
tawurantawuran
5. Memelihara5. Memelihara
lingkungan hiduplingkungan hidup
yang nyamanyang nyaman
6. Nilai-nilai6. Nilai-nilai
pernikahan danpernikahan dan
hidup berkeluargahidup berkeluarga
2727
ASPEKASPEK TUJUANTUJUAN MATERIMATERI
3.3.
BelajarBelajar
/Akade/Akade
mikmik
1.1. Memiliki sikap dan kebiasaanMemiliki sikap dan kebiasaan
belajar yang positif.belajar yang positif.
2.2. Memiliki motivasi yang tinggiMemiliki motivasi yang tinggi
untuk belajar sepanjang hayatuntuk belajar sepanjang hayat
3.3. Memiliki keterampilan belajarMemiliki keterampilan belajar
yang efektif.yang efektif.
4.4. Memiliki keterampilan untukMemiliki keterampilan untuk
menetapkan tujuan danmenetapkan tujuan dan
perencanaan belajar/pendidikan.perencanaan belajar/pendidikan.
5.5. Memiliki kesiapan mental danMemiliki kesiapan mental dan
kemampuan untuk menghadapikemampuan untuk menghadapi
ujian.ujian.
6.6. Memiliki keterampilan membacaMemiliki keterampilan membaca
buku.buku.
1.1. PengembanganPengembangan
sikap dansikap dan
kebiasaankebiasaan
belajarbelajar
2.2. PengembanganPengembangan
motivasimotivasi
belajarbelajar
3.3. KeterampilanKeterampilan
belajar yangbelajar yang
efektifefektif
4.4. Kiat-kiatKiat-kiat
menghadapimenghadapi
ujianujian
5.5. KeterampilanKeterampilan
membaca bukumembaca buku
2828
ASPEKASPEK TUJUANTUJUAN MATERIMATERI
4. Karir4. Karir 1.1. Memiliki pemahaman tentangMemiliki pemahaman tentang
sekolah-sekolah lanjutan.sekolah-sekolah lanjutan.
2.2. Memiliki pemahaman bahwaMemiliki pemahaman bahwa
studi merupakan investasistudi merupakan investasi
untuk meraih masa depan.untuk meraih masa depan.
3.3. Memiliki pemahaman tentangMemiliki pemahaman tentang
kaitan belajar dengan bekerja.kaitan belajar dengan bekerja.
4.4. Memiliki pemahaman tentangMemiliki pemahaman tentang
minat dan kemampuan diriminat dan kemampuan diri
yang terkait denganyang terkait dengan
pekerjaan.pekerjaan.
5.5. Memiliki kemampuan untukMemiliki kemampuan untuk
membentuk identitas karir.membentuk identitas karir.
6.6. Memiliki sikap positif terhadapMemiliki sikap positif terhadap
pekerjaan.pekerjaan.
7.7. Memiliki sikap optimis dalamMemiliki sikap optimis dalam
menghadapi masa depan.menghadapi masa depan.
8.8. Memiliki kemauan untukMemiliki kemauan untuk
meningkatkan kemampuanmeningkatkan kemampuan
yang terkait dg pekerjaan.yang terkait dg pekerjaan.
1.1. Sekolah-sekolahSekolah-sekolah
lanjutanlanjutan
2.2. Kaitan belajarKaitan belajar
dengan bekerjadengan bekerja
3.3. PemahamanPemahaman
potensi diripotensi diri
4.4. Identitas karirIdentitas karir
5.5. Hikmah bersikapHikmah bersikap
optimis dalamoptimis dalam
kehidupankehidupan
6.6. Macam-macamMacam-macam
kursuskursus
2929
LANDASAN DAN KOMPETENSI
KEPENDIDIKAN
LANDASAN FILOSOFIS, RELIGIUS,
KULTURAL
- PENDIDIKAN
- PERNIKAHAN
- KARIR
- REHABILITASI
- KESEHATAN
MENTAL
- TRAUMATIK
K.1. PENGUASAAN KONSEP DAN
PRAKSIS PENDIDIKAN
K.2 KESADARAN ETIK DAN
KOMITMEN ETIKA
PROFESIONAL
K.3. PENGUASAAN KONSEP
PERILAKU DAN
PERKEMBANGAN INDIVIDU
K.4. PENGUASAAN KONSEP DAN
PRAKSIS ASESMEN
K.5. PENGUASAAN KONSEP DAN
PRAKSIS BIMBINGAN
KONSELING
K.6. PENGELOLAAN PROGRAM
BIMBINGAN DAN KONSELING
K.7. PENGUASAAN KONSEP DAN
PRAKSIS RISET DALAM
BIMBINGAN DAN KONSELING
Struktur Kompetensi Konselor
(Sunaryo Kartadinata)
(2) SIKAP  (3) SKILLS

AKOMODASI TINDAKAN
KOMPETENSI INTI
(KONSELOR SEKOLAH)
(1) PENGETAHUAN 
KESADARAN
SETING LAYANAN
KODE ETIK PROFESI

Arah dan perspektif baru bk

  • 1.
  • 2.
    22 ARAH DAN PERSPEKTIFBARUARAH DAN PERSPEKTIF BARU BIMBINGAN DAN KONSELINGBIMBINGAN DAN KONSELING SYAMSU YUSUF L.N.SYAMSU YUSUF L.N. A. JUNTIKA NURIHSANA. JUNTIKA NURIHSAN JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGANJURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKANFAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKANUNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIAINDONESIA
  • 3.
    33 BELAJAR SEPANJANG HAYATBELAJARSEPANJANG HAYAT BELAJAR SEJAGAT HAYATBELAJAR SEJAGAT HAYAT BIMBINGAN DAN KONSELING BERORIENTASI PADABIMBINGAN DAN KONSELING BERORIENTASI PADA UPAYA MEMFASILITASI INDIVIDU DALAM :UPAYA MEMFASILITASI INDIVIDU DALAM : – MENGAKSES INFORMASI YANG BERMUTUMENGAKSES INFORMASI YANG BERMUTU – MENGINTEGRASIKAN HIDUP, BELAJAR, DAN BEKERJAMENGINTEGRASIKAN HIDUP, BELAJAR, DAN BEKERJA – MENUMBUH KEMBANGKAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI,MENUMBUH KEMBANGKAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI, PROFESIONAL, DAN WARGANEGARA YANGPROFESIONAL, DAN WARGANEGARA YANG SELF MOTIVATEDSELF MOTIVATED 1. KEHIDUPAN GLOBAL 2. KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI Perlu peningkatan kemampuan (life skills) secara terus menerus dalam berbagai aspek kehidupan melalui proses belajar • Kehidupan semakin kompetitif • Pergeseran Nilai • Gangguan Mental
  • 4.
    44 KONDISI KESEHATAN MENTALKONDISIKESEHATAN MENTAL (GANGGUAN JIWA) MASYARAKAT DUNIA(GANGGUAN JIWA) MASYARAKAT DUNIA DEWASA INIDEWASA INI New YorkNew York : 25 % (1 dari 4 penduduk): 25 % (1 dari 4 penduduk) LondonLondon : 20 % (1 dari 5 penduduk): 20 % (1 dari 5 penduduk) JakartaJakarta : 20 % (1 dari 5 penduduk: 20 % (1 dari 5 penduduk)) Pengangguran Penyebab Kemiskinan Lingkungan yg semakin buruk Perubahan Konstelasi Kehidupan Keluarga Sikap hidup yg Materialistik dan Hedonistik Kehidupan yang semakin Kompetitif
  • 5.
    55 HIV DAN AIDSDI INDONESIAHIV DAN AIDS DI INDONESIA (Republika, 23 Mei 2006)(Republika, 23 Mei 2006) Menko Kesra : “Tidak ada satu provinsi pun yang terbebas dari HIVMenko Kesra : “Tidak ada satu provinsi pun yang terbebas dari HIV ((Human Immunodeficiency VirusHuman Immunodeficiency Virus)/AIDS ()/AIDS (Acquired ImmunoAcquired Immuno Deficiency Syndrome)”.Deficiency Syndrome)”. Jumlah PengidapJumlah Pengidap 1.1. S.d. Juni 2005S.d. Juni 2005 == 70907090 2.2. S.d. September’05S.d. September’05 == 82508250 3.3. S.d. Desember’05S.d. Desember’05 == 95659565 4.4. S.d. Maret’05S.d. Maret’05 == 10.15610.156 Usia = lebih sparuhnya berusia 20-29 thUsia = lebih sparuhnya berusia 20-29 th dengan penularan 50.1 % jarum suntikdengan penularan 50.1 % jarum suntik dan juga pergaulan bebas (free sex) = Di USA 8 :10 RP, 7 :10 RWdan juga pergaulan bebas (free sex) = Di USA 8 :10 RP, 7 :10 RW Provinsi terbanyak : Jkt,Papua,Jatim,Jabar,Bali,Riau,Provinsi terbanyak : Jkt,Papua,Jatim,Jabar,Bali,Riau, Sulsel,Kalbar,Sumut,dan Jateng.Sulsel,Kalbar,Sumut,dan Jateng. Menurut WHO (1993) = 14 juta, dan akhir abad ke 20 = 40 juta.Menurut WHO (1993) = 14 juta, dan akhir abad ke 20 = 40 juta.
  • 6.
    66 NAPZA/NARKOBANAPZA/NARKOBA DI INDONESIADI INDONESIA DIJAKARTA SAJA PD TAHUN 1999 = 1.3 JUTADI JAKARTA SAJA PD TAHUN 1999 = 1.3 JUTA DENGAN OMSET BIAYA 780 MILYAR/HARI, DANDENGAN OMSET BIAYA 780 MILYAR/HARI, DAN PECANDUNYA SEKITAR USIA 15-24 TH (HARIANPECANDUNYA SEKITAR USIA 15-24 TH (HARIAN SURYA, 25 OKTOBER 1999).SURYA, 25 OKTOBER 1999). PARA PELAKU TAWURAN DI JKT 50 % PECANDUPARA PELAKU TAWURAN DI JKT 50 % PECANDU NARKOBA. TH 1996 : 150 X, LUKA 26, MATI 19.NARKOBA. TH 1996 : 150 X, LUKA 26, MATI 19. TH 1997 : 121 X, LUKA 24, MATI 15.TH 1997 : 121 X, LUKA 24, MATI 15. TH 1998 : 230 X, LUKA 34, MATI 15.TH 1998 : 230 X, LUKA 34, MATI 15. TH 1999 : 64 X, LUKA 36, MATI 12.TH 1999 : 64 X, LUKA 36, MATI 12. Penyebab : rasa ingin tahu, frustrasi/stress, brokenPenyebab : rasa ingin tahu, frustrasi/stress, broken home, kurang mendapat kasih sayang, polahome, kurang mendapat kasih sayang, pola pergaulan, maraknya perdagangan narkoba, danpergaulan, maraknya perdagangan narkoba, dan lemahnya iman.lemahnya iman.
  • 7.
    77 DAMPAK LINGKUNGAN YGBURUK (Polusi udara danDAMPAK LINGKUNGAN YG BURUK (Polusi udara dan air, Sanitasi buruk dan Sulitnya air bersih)air, Sanitasi buruk dan Sulitnya air bersih) (Republika, 5 Juli 2004)(Republika, 5 Juli 2004) Sekitar 3 juta anak usia balita meninggal setiapSekitar 3 juta anak usia balita meninggal setiap tahunnya.tahunnya. 60 % anak meninggal, karena gangguan60 % anak meninggal, karena gangguan pernafasan (polusi udara).pernafasan (polusi udara). 1.6 juta anak meninggal/tahunnya, karena diare1.6 juta anak meninggal/tahunnya, karena diare (polusi air/air yg tercemar = limbah cair domestik)(polusi air/air yg tercemar = limbah cair domestik) Limbah cair yg masuk sungai– di Amerika Latin =Limbah cair yg masuk sungai– di Amerika Latin = 86 %, di Asia = 65 %, di India, sungai gangga86 %, di Asia = 65 %, di India, sungai gangga tercemar setiap menitnya terkena limbah 1.1 jutatercemar setiap menitnya terkena limbah 1.1 juta liter (termasuk kotoran manusia). 1 gram kotoranliter (termasuk kotoran manusia). 1 gram kotoran = 10 juta virus dan 1 juta= 10 juta virus dan 1 juta bakteri.bakteri. Dr. Lee Jong Wook (Dirjen WHO) : “anakDr. Lee Jong Wook (Dirjen WHO) : “anak merupakan kelompok yang paling rentan sakitmerupakan kelompok yang paling rentan sakit akibat kerusakan lingkungan.akibat kerusakan lingkungan.
  • 8.
    88 Layanan Bantuan Terhadap Siswa (Bimb.& Konseling) Pengajaran Leadership TUJUAN PENDIDIKAN 1. Beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan YME 2. Berakhlak mulia 3. Memiliki pengetahuan Dan keterampilan 4. Memiliki kesehatan jas- Mani dan rohani 5. Memiliki kepribadian yg Mantap dan mandiri 6. Memiliki rasa tgjawab Kemasyarakatan dan kebangsaan Pendidikan PENDIDIKAN YANG EFEKTIF
  • 9.
    99 BIMBINGAN : “Proses pemberianbantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga men- capai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”. KONSELING : “Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem- bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.
  • 10.
    1010 BIMBINGAN DAN KONSELINGBIMBINGANDAN KONSELING PERKEMBANGANPERKEMBANGAN PROSES BANTUAN YANG PROAKTIF DAN SISTEMATIKPROSES BANTUAN YANG PROAKTIF DAN SISTEMATIK DALAM MEMFASILITASI INDIVIDU MENCAPAIDALAM MEMFASILITASI INDIVIDU MENCAPAI TINGKAT PERKEMBANGAN YANG OPTIMAL, PRIBADITINGKAT PERKEMBANGAN YANG OPTIMAL, PRIBADI YANG EFEKTIF - PRODUKTIF, DANYANG EFEKTIF - PRODUKTIF, DAN KEBERFUNGSIANNYA DI DALAM LINGKUNGANKEBERFUNGSIANNYA DI DALAM LINGKUNGAN MELALUI INTERAKSI YANG SEHAT.MELALUI INTERAKSI YANG SEHAT. • Penuntasan Tugas-tugas Perkembangan • Perkembangan Kecerdasan (IQ, EI, SI) Pribadi yg Efektif • Kompeten • Konsisten • Komitmen • Kontrol • Kreatif Pribadi yg Produktif • Self – Esteem • Social-Responsibility • Self-Identity • Coping
  • 11.
    1111 Sukses Pribadi Sukses Sosial Sukses Akademik Sukses Karir 1. Believe 2. Brain 3.Beauty 4. Behavior 1. Memahami Tujuan Sekolah 2. Bersikap Posiitif thd pekerjaan 3. Memahami minat & bakat sendiri 4. Memiliki kesiapan untuk melanjutkan studi atau masuk dunia kerja 1. IPK yang Tinggi 2. Achievement Motive 3. Berpikir Logis 4. Problem Solving 5. Decision Making 1. Empati 2. Altruis 3. Kooperatif 4. Toleransi 5. Demokratis 6. Terampil Berkomuni kasi Catur Sukses (Sbg Tujuan Bimbingan) 1 2 3 4
  • 12.
    1212 ASUMSI BK PERKEMBANGANASUMSIBK PERKEMBANGAN Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan merupakan tujuan BK.Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan merupakan tujuan BK. Perkembangan pribadi yg optimal terjadi melalui interaksi ygPerkembangan pribadi yg optimal terjadi melalui interaksi yg sehat antara individu dengan lingkungannya.sehat antara individu dengan lingkungannya. Hakikat BK terletak pada keterkaitan antara lingkungan belajarHakikat BK terletak pada keterkaitan antara lingkungan belajar dengan perkembangan individu.dengan perkembangan individu. Klien tidak dipandang sebagai manusia yang sakit mentalnya.Klien tidak dipandang sebagai manusia yang sakit mentalnya. Disini klien dipandang sebagai individu yang mampu memilihDisini klien dipandang sebagai individu yang mampu memilih tujuan, membuat keputusan, dan berpartisipasi secaratujuan, membuat keputusan, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam mencapai perkembangan dirinya.bertanggung jawab dalam mencapai perkembangan dirinya. Klien adalah seorang pribadi yang unik dan berharga ygKlien adalah seorang pribadi yang unik dan berharga yg berjuang untuk mengembangkan dirinya. Dia adalah anggotaberjuang untuk mengembangkan dirinya. Dia adalah anggota kelompoknya, bagian dari budayanya, dan tidak pernahkelompoknya, bagian dari budayanya, dan tidak pernah terisolasi dari lingkungan sosialnya.terisolasi dari lingkungan sosialnya. Konselor tidak bersifat netral, atau a moral, dia memiliki nilai-Konselor tidak bersifat netral, atau a moral, dia memiliki nilai- nilai, perasaan, dan komitmen kepada dirinya.nilai, perasaan, dan komitmen kepada dirinya.
  • 13.
    1313 PRINSIP BIMBINGANPRINSIP BIMBINGAN Bimbinganmerupakan bagian integralBimbingan merupakan bagian integral pendidikanpendidikan Bimbingan for allBimbingan for all Bimbingan diorientasikan kepadaBimbingan diorientasikan kepada pengembangan potensi siswa (fisik, psikis,pengembangan potensi siswa (fisik, psikis, sosial, moral-spiritual) individusosial, moral-spiritual) individu Bimbingan merupakan usaha bersamaBimbingan merupakan usaha bersama (team work) pimpinan, wali siswa, dan(team work) pimpinan, wali siswa, dan guru pembimbing, guru matpel, & ortuguru pembimbing, guru matpel, & ortu Bimbingan berlangsung dalam berbagaiBimbingan berlangsung dalam berbagai setting (sekolah, keluarga, industri, dansetting (sekolah, keluarga, industri, dan masyarakat)masyarakat)
  • 14.
    1414 PERBEDAAN KARAKTERISTIKPERBEDAAN KARAKTERISTIK BIMBINGANTRADISIONAL DENGANBIMBINGAN TRADISIONAL DENGAN PERKEMBANGANPERKEMBANGAN TRADISIONAL 1. Bersifat Reaktif 2. Pendekatan Krisis (Remediatif) 3. Hanya melakukan konseling individual 4. Tidak semua siswa mendapat layanan 5. Menekankan layanan Informasi 6. Programnya tidak terstruktur 7. Hanya dilakukan oleh Konselor sendiri PERKEMBANGAN 1. Terencana 2. Pendekatan Preventif dan Krisis 3. Melaksanakan Bimbingan dan konseling 4. Semua siswa (for all) mendapat layanan 5. Menekankan kepada program pengembangan 6. Programnya terstruktur 7. Dilakukan oleh konselor dan personel sekolah dalam suatu team work
  • 15.
    1515 Tujuan Bimbingan danKonselingTujuan Bimbingan dan Konseling 1. Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku 2. Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek- aspek nilai dan berani menghadapi resiko. 3. Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri. 4. Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif. 5. Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam berinteraksi dengan orang lain. 6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial. 7. Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif 8. Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif. 9. Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir. 10.Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.
  • 16.
    1616 FUNGSI BIMBINGANFUNGSI BIMBINGAN PemahamanPreventif Pengembangan Kuratif Memahami Karakteristik/ Potensi/Tugas- tugas perkem- bangan Peserta didik dan mem- bantu mereka untuk mema- haminya secara objektif/ realistik Memberikan Layanan orien- tasi dan infor- masi mengenai berbagai aspek kehidupan yg patut dipahami peserta didik agar mereka tercegah dari masalah Memberikan Layanan Bimbingan untuk Membantu Peserta didik Mampu Mengembang- kan potensi dirinya/Tugas- tugas perk.nya Membantu para Peserta didik agar mereka dapat meme- cahkan masalah yang dihadapi Nya (pribadi, sosial, belajar, atau karir)
  • 17.
  • 18.
    1818 PengertianPengertian : “Layananbantuan kepada peserta didik melalui: “Layanan bantuan kepada peserta didik melalui kegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas, yg disajikan secarakegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas, yg disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu mahasiswasistematis, dalam rangka membantu mahasiswa mengembangkan potensi dirinya secara optimal”mengembangkan potensi dirinya secara optimal” TujuanTujuan :: 1. Membantu mhs agar memperoleh perkembangan yg normal1. Membantu mhs agar memperoleh perkembangan yg normal 2. Membantu mhs agar memiliki mental yang sehat2. Membantu mhs agar memiliki mental yang sehat 3. Membantu mhs agar memperoleh keterampilan hidup (3. Membantu mhs agar memperoleh keterampilan hidup (lifelife skills).skills). LAYANAN RESPONSIFLAYANAN RESPONSIF PengertianPengertian : “: “Layanan bantuan bagi mahasiswa yang memilikiLayanan bantuan bagi mahasiswa yang memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan bantuan dengankebutuhan atau masalah yang memerlukan bantuan dengan segera”.segera”. TujuanTujuan : “: “Membantu mhs agar dapat mengatasi masalah yangMembantu mhs agar dapat mengatasi masalah yang dialaminya”.dialaminya”. LAYANAN DASAR BIMBINGANLAYANAN DASAR BIMBINGAN
  • 19.
    1919 LAYANAN PERENCANAAN INDIVIDUALLAYANANPERENCANAAN INDIVIDUAL Pengertian :Pengertian : ““Layanan bantuan kepada mhs agar mampu membuat danLayanan bantuan kepada mhs agar mampu membuat dan melaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkanmelaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkan pemahaman akan kekuatan dan kelemahannya”.pemahaman akan kekuatan dan kelemahannya”. Tujuan :Tujuan : Mhs memiliki kemampuan untuk merumuskan tujuan,Mhs memiliki kemampuan untuk merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan thd pengembangan dirinya,perencanaan, atau pengelolaan thd pengembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupunbaik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir.karir. Mhs dapat melakukan kegiatan atau aktivitas berdasarkanMhs dapat melakukan kegiatan atau aktivitas berdasarkan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan.tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. Mhs dapat mengevaluasi kegiatan yang dilakukannya.Mhs dapat mengevaluasi kegiatan yang dilakukannya.
  • 20.
    2020 LAYANAN DUKUNGAN SISTEMLAYANANDUKUNGAN SISTEM PengertianPengertian :: ““Kegiatan-kegiatan manajemen yangKegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan, memelihara, danbertujuan memantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan secarameningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembanganmenyeluruh melalui pengembangan profesional; hubungan masyarakat danprofesional; hubungan masyarakat dan staf; konsultasi dengan dosen lain, stafstaf; konsultasi dengan dosen lain, staf ahli, dan msyarakat yang lebih luas;ahli, dan msyarakat yang lebih luas; manajemen program; dan penelitian danmanajemen program; dan penelitian dan pengembangan”.pengembangan”.
  • 21.
    2121 STRATEGI LAYANAN Layanan Dasar Layanan Per.Individual Layanan Responsif Dukungan Sistem 1.Bimbingan Klasikal 2. Bimbingan Kelompok 1. Konsultasi 2. Konseling Individual/ Kelompok 3. Referal 4. Bimbingan Teman Sebaya 1. Penilaian Individual 2. Penasihatan Ind./Klp. a. Merenc.Tujuan b. Melakukan Kegiatan c. Mengevaluasi 1. Pengembangan Profesional 2. Konsultasi dan Kolaborasi 3. Manajemen Program
  • 22.
    2222 EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keter- laksanaankegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan LANGKAH-LANGKAH 1. Merumuskan Masalah 2. Menyusun instrumen 3. Mengumpulkan dan Menganalisis data 4. Melakukan followup HASIL 1. Kualitas ketaqwaan 2. Kualitas konsep diri 3. Kualitas Sikap dan kebia- saan belajar 4. Sikap siswa thd program BK 5. Kualitas prestasi belajar 6. Kualitas akhlak PROSES 1. Kesesuaian antara Pelaksanaan dg Rancangan 2. Tingkat partisipasi personil 3. Hambatan yg dialami 4. Respon stakeholder FUNGSI 1. Sbg.feed- Back bagi Konselor 2. Sbg.Informasi kpd pihak lain ttg perk.siswa ASPEK YANG DIEVA- LUASI
  • 23.
    2323 PEMANFAATAN HASIL EVALUASI Merancang TindakLanjut Melakukan Perbaikan atau Pengembangan Program
  • 24.
    2424 Dalam Struktur KurikulumPendidikan Umum (SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA) pengembangan diri itu dijelaskan sebagai berikut. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik. PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI
  • 25.
    2525 BIDANG PENGEMBANGAN DIRI ASPEKASPEKTUJUANTUJUAN MATERIMATERI 1.1. PribadiPribadi 1.1. Mengamalkan nilai-nilai keimanan danMengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.ketaqwaan kepada Tuhan YME. 2.2. Memiliki pemahaman ttg irama kehidupanMemiliki pemahaman ttg irama kehidupan yg bersifat fluktuatif (antara anugrah danyg bersifat fluktuatif (antara anugrah dan musibah) dan mampu meresponnya dgmusibah) dan mampu meresponnya dg positif.positif. 3.3. Memiliki pemahaman dan penerimaanMemiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktifdiri secara objektif dan konstruktif 4.4. Memiliki sikap respek thd diri sendiriMemiliki sikap respek thd diri sendiri 5.5. Dapat mengelola stressDapat mengelola stress 6.6. Mampu mengendalikan diri dari perbuatanMampu mengendalikan diri dari perbuatan yang diharamkan agamayang diharamkan agama 7.7. Memahami perasaan diri dan mampuMemahami perasaan diri dan mampu mengekspresikannya secara wajarmengekspresikannya secara wajar 8.8. Memiliki kemampuan memecahkanMemiliki kemampuan memecahkan masalhmasalh 9.9. Memiliki rasa percaya diriMemiliki rasa percaya diri 10.10. Memiliki mental yang sehatMemiliki mental yang sehat 1.1. Hakikat dan FungsiHakikat dan Fungsi Agama bagi KehidupanAgama bagi Kehidupan ManusiaManusia 2.2. Makna syukur dan sabarMakna syukur dan sabar 3.3. Konsep diri danKonsep diri dan Pengembangan diriPengembangan diri secara efektifsecara efektif 4.4. Kematangan emosionalKematangan emosional 5.5. Pengelolaan stressPengelolaan stress 6.6. BahayanyaBahayanya miras,narkoba,dan freemiras,narkoba,dan free sex (AIDS)sex (AIDS) 7.7. Pemecahan masalahPemecahan masalah 8.8. MembangunMembangun kepercayaan dirikepercayaan diri 9.9. Kesehatan mentalKesehatan mental
  • 26.
    2626 ASPEKASPEK TUJUANTUJUAN MATERIMATERI 2.2. SosialSosial 1.1.Memiliki kemampua berinteraksiMemiliki kemampua berinteraksi sosial secara wajar dan positifsosial secara wajar dan positif (bersilaturahim) dengan orang(bersilaturahim) dengan orang lain.lain. 2.2. Memiliki sikap-sikap sosial yangMemiliki sikap-sikap sosial yang positif dalam kehidupanpositif dalam kehidupan bermasyarakat.bermasyarakat. 3.3. Memiliki pemahaman tentangMemiliki pemahaman tentang etika pergaulan.etika pergaulan. 4.4. Memiliki kemampuan untukMemiliki kemampuan untuk menghindar dari situasi konflikmenghindar dari situasi konflik dengan orang lain (sepertidengan orang lain (seperti permusuhan, perkelahian, ataupermusuhan, perkelahian, atau tawuran).tawuran). 5.5. Dapat berpartisipasi aktif dalamDapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yangmenciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan aman.bersih, tertib, dan aman. 6.6. Memiliki sikap positif terhadapMemiliki sikap positif terhadap pernikahan dan hiduppernikahan dan hidup berkeluarga.berkeluarga. 1.1. HikmahHikmah bersilaturahimbersilaturahim 2.2. PengembanganPengembangan Sikap-sikap sosialSikap-sikap sosial (empati, altruis,(empati, altruis, toleran, kooperatiftoleran, kooperatif /kolaboratif)/kolaboratif) 3. Etika pergaulan3. Etika pergaulan (sopan-santun(sopan-santun /tatakrama) dalam/tatakrama) dalam bergaulbergaul 4. Bahayanya4. Bahayanya tawurantawuran 5. Memelihara5. Memelihara lingkungan hiduplingkungan hidup yang nyamanyang nyaman 6. Nilai-nilai6. Nilai-nilai pernikahan danpernikahan dan hidup berkeluargahidup berkeluarga
  • 27.
    2727 ASPEKASPEK TUJUANTUJUAN MATERIMATERI 3.3. BelajarBelajar /Akade/Akade mikmik 1.1.Memiliki sikap dan kebiasaanMemiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.belajar yang positif. 2.2. Memiliki motivasi yang tinggiMemiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayatuntuk belajar sepanjang hayat 3.3. Memiliki keterampilan belajarMemiliki keterampilan belajar yang efektif.yang efektif. 4.4. Memiliki keterampilan untukMemiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan danmenetapkan tujuan dan perencanaan belajar/pendidikan.perencanaan belajar/pendidikan. 5.5. Memiliki kesiapan mental danMemiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapikemampuan untuk menghadapi ujian.ujian. 6.6. Memiliki keterampilan membacaMemiliki keterampilan membaca buku.buku. 1.1. PengembanganPengembangan sikap dansikap dan kebiasaankebiasaan belajarbelajar 2.2. PengembanganPengembangan motivasimotivasi belajarbelajar 3.3. KeterampilanKeterampilan belajar yangbelajar yang efektifefektif 4.4. Kiat-kiatKiat-kiat menghadapimenghadapi ujianujian 5.5. KeterampilanKeterampilan membaca bukumembaca buku
  • 28.
    2828 ASPEKASPEK TUJUANTUJUAN MATERIMATERI 4.Karir4. Karir 1.1. Memiliki pemahaman tentangMemiliki pemahaman tentang sekolah-sekolah lanjutan.sekolah-sekolah lanjutan. 2.2. Memiliki pemahaman bahwaMemiliki pemahaman bahwa studi merupakan investasistudi merupakan investasi untuk meraih masa depan.untuk meraih masa depan. 3.3. Memiliki pemahaman tentangMemiliki pemahaman tentang kaitan belajar dengan bekerja.kaitan belajar dengan bekerja. 4.4. Memiliki pemahaman tentangMemiliki pemahaman tentang minat dan kemampuan diriminat dan kemampuan diri yang terkait denganyang terkait dengan pekerjaan.pekerjaan. 5.5. Memiliki kemampuan untukMemiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir.membentuk identitas karir. 6.6. Memiliki sikap positif terhadapMemiliki sikap positif terhadap pekerjaan.pekerjaan. 7.7. Memiliki sikap optimis dalamMemiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan.menghadapi masa depan. 8.8. Memiliki kemauan untukMemiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuanmeningkatkan kemampuan yang terkait dg pekerjaan.yang terkait dg pekerjaan. 1.1. Sekolah-sekolahSekolah-sekolah lanjutanlanjutan 2.2. Kaitan belajarKaitan belajar dengan bekerjadengan bekerja 3.3. PemahamanPemahaman potensi diripotensi diri 4.4. Identitas karirIdentitas karir 5.5. Hikmah bersikapHikmah bersikap optimis dalamoptimis dalam kehidupankehidupan 6.6. Macam-macamMacam-macam kursuskursus
  • 29.
    2929 LANDASAN DAN KOMPETENSI KEPENDIDIKAN LANDASANFILOSOFIS, RELIGIUS, KULTURAL - PENDIDIKAN - PERNIKAHAN - KARIR - REHABILITASI - KESEHATAN MENTAL - TRAUMATIK K.1. PENGUASAAN KONSEP DAN PRAKSIS PENDIDIKAN K.2 KESADARAN ETIK DAN KOMITMEN ETIKA PROFESIONAL K.3. PENGUASAAN KONSEP PERILAKU DAN PERKEMBANGAN INDIVIDU K.4. PENGUASAAN KONSEP DAN PRAKSIS ASESMEN K.5. PENGUASAAN KONSEP DAN PRAKSIS BIMBINGAN KONSELING K.6. PENGELOLAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING K.7. PENGUASAAN KONSEP DAN PRAKSIS RISET DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Struktur Kompetensi Konselor (Sunaryo Kartadinata) (2) SIKAP  (3) SKILLS  AKOMODASI TINDAKAN KOMPETENSI INTI (KONSELOR SEKOLAH) (1) PENGETAHUAN  KESADARAN SETING LAYANAN KODE ETIK PROFESI