Menampilkan Peta
pada view dan
proses digitasi peta
kota malang
201017 Megawati Ismail Saputri
201011 Dini Putri Anggraeni
201038 Ernawati
Digitasi adalah proses mengubah data atau
informasi dari format fisik atau analog menjadi format digital.
Istilah ini sering digunakan dalam konteks pemetaan atau
geografi, di mana digitasi mengacu pada penggambaran
atau pengkodean objek-objek fisik di dunia nyata ke dalam
bentuk data digital yang dapat dipahami oleh komputer.
Pengertian digitasi
PETA KOTA MALANG
Secara geografis, luas wilayah Kota
Malang ± 110,06 km2 dengan ketinggian
440-667m diatas permukaan laut. Dan
wilayah Kota Malang terbagi atas 5
kecamatan yaitu; Kecamatan Sukun,
Kecamatan Dau, Kecamatan Arjosari,
Kecamatan Klojen dan Kecamatan
Kedung Kandang.
Bagaimana cara Untuk
menampilkan peta dalam
ArcView ?
Untuk membuat projek baru pada Arcview,
klik pada pilihan pertama “With a New
View” kemudian klik OK
Setelah muncul tampilan seperti ini,
kemudian klik “No” untuk menyetujui
pembuatan projek baru
Selanjutnya, mengubah pengaturan gambar dengan mengklik file pada pojok kiri
atas kemudian memilih “Extentions”. Setelah itu memberi tanda centang pada
available “Image” dan “JPG”. Ini bertujuan agar file gambar yang telah di unduh
sebelumnya dapat terbaca pada aplikasi.
Simpan peta yang sudah di download pada
drive dan folder yang sudah dipersiapkan.
Kemudian buka kembali drive dan folder
dimana peta tersebut di simpan untuk
menampilkannya pada Arcview.
“Add Theme”
Setelah itu klik centang di sebelah kiri
untuk menampilkan peta analog seperti
pada gambar. Selanjutnya, untuk membuat
digitasi peta pilih view lalu pilih new
theme.
“New Theme”
Sebelum melakukan digitasi, pilih jenis fitur
terlebih dahulu, misalnya, garis, titik, atau
poligon. Setiap jenis fitur memiliki alat atau
opsi yang berbeda untuk menggambar atau
membuat digitasi.
You can enter a subtitle here if you need it
Setelah selesai melakukan save file dengan
nama yang anda inginkan, kemudian pilih folder
mana yang akan digunakan untuk menyimpan
theme yang baru dibuat.
Jika sudah selesai maka theme
akan muncul di bagian kolom
kiri di atas file peta yang sudah
di buat sebelumnya.
Mulailah menggambar fitur di atas peta digital
dengan menggunakan alat digitalisasi. Dengan cara
membuat garis tepi peta dengan menggunakan
“Draw Poligon.
Anda dapat menggunakan alat mouse atau tablet
grafis untuk menggambar garis atau bentuk agar
sesuai dengan kontur dan fitur peta analog yang ada.
“Draw Poligon”
Membuat garis
tepi peta
Gunakan “Draw Line to Split Polgon”
untuk membuat batas antar wilayah.
Kemudian melakukan editing kembali jika
garis batas wilayah masih kurang tepat.
Setelah proses pembagian wilayah pada peta digital selesai,
kemudian cek pada open theme table untuk mengetahui apakah
pembagian peta sudah benar atau tidak.
Jika sudah masuk di “Open Theme Table”,
selanjutnya, untuk menambahkan kolom pada
tabel, klik “Edit” kemudian pilih “Add Field”
Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini,
tulis nama kolom yang akan ditambahkan,
lalu ubah type data menjadi “String” dan atur
ukuran lebar kolom.
Tampilan table attributes sebelum melakukan pengisian
nama untuk batas-batas wilayah
Isi table attributes sesuai bagian batas
wilayahnya. Setelah ditambahkan nama
batas wilayah, maka akan tampil
seperti gambar di samping.
Langkah selanjutnya double click
pada theme, maka akan muncul gambar
seperti di samping. Lalu di bagian legend
type pilih “Unique Value” dan dibagian
values field pilih “kecamatan” maka
akan muncul nama kecamatan yang
sudah tambahkan tadi pada bagian
kolom tabel kecamatan. Setelah warna
yang diinginkan sesuai, kemudian klik
“Apply” untuk menampilkan hasilnya
Tampilan hasil digitasi dari peta analog menjadi peta digitasi dengan
memberikan warna yang berbeda pada setiap batas wilayah.
kendala
1. Pencarian peta, karena petanya sering berubah-ubah
2. Pada saat pengisiaan nama pada tabel, harus
disesuaikan (di klik). Terkadang salah pengisian nama,
karena kurang teliti.
KESIMPULAN
Proses digitasi melibatkan pengkodean objek-objek fisik ke dalam
bentuk data digital yang dapat dipahami oleh komputer. Digitasi sering
digunakan dalam konteks pemetaan atau geografi, di mana objek-objek
seperti peta, citra satelit, atau foto udara diubah menjadi data digital.
Digitasi memungkinkan informasi yang ada dalam bentuk analog
dapat dengan mudah dikelola, dianalisis, dan dibagikan melalui komputer
dan jaringan komunikasi.
THANK YOU

Analisis Data SIG.pptx

  • 1.
    Menampilkan Peta pada viewdan proses digitasi peta kota malang 201017 Megawati Ismail Saputri 201011 Dini Putri Anggraeni 201038 Ernawati
  • 2.
    Digitasi adalah prosesmengubah data atau informasi dari format fisik atau analog menjadi format digital. Istilah ini sering digunakan dalam konteks pemetaan atau geografi, di mana digitasi mengacu pada penggambaran atau pengkodean objek-objek fisik di dunia nyata ke dalam bentuk data digital yang dapat dipahami oleh komputer. Pengertian digitasi
  • 3.
    PETA KOTA MALANG Secarageografis, luas wilayah Kota Malang ± 110,06 km2 dengan ketinggian 440-667m diatas permukaan laut. Dan wilayah Kota Malang terbagi atas 5 kecamatan yaitu; Kecamatan Sukun, Kecamatan Dau, Kecamatan Arjosari, Kecamatan Klojen dan Kecamatan Kedung Kandang.
  • 4.
  • 5.
    Untuk membuat projekbaru pada Arcview, klik pada pilihan pertama “With a New View” kemudian klik OK
  • 6.
    Setelah muncul tampilanseperti ini, kemudian klik “No” untuk menyetujui pembuatan projek baru
  • 7.
    Selanjutnya, mengubah pengaturangambar dengan mengklik file pada pojok kiri atas kemudian memilih “Extentions”. Setelah itu memberi tanda centang pada available “Image” dan “JPG”. Ini bertujuan agar file gambar yang telah di unduh sebelumnya dapat terbaca pada aplikasi.
  • 8.
    Simpan peta yangsudah di download pada drive dan folder yang sudah dipersiapkan. Kemudian buka kembali drive dan folder dimana peta tersebut di simpan untuk menampilkannya pada Arcview. “Add Theme”
  • 9.
    Setelah itu klikcentang di sebelah kiri untuk menampilkan peta analog seperti pada gambar. Selanjutnya, untuk membuat digitasi peta pilih view lalu pilih new theme. “New Theme”
  • 10.
    Sebelum melakukan digitasi,pilih jenis fitur terlebih dahulu, misalnya, garis, titik, atau poligon. Setiap jenis fitur memiliki alat atau opsi yang berbeda untuk menggambar atau membuat digitasi.
  • 11.
    You can entera subtitle here if you need it Setelah selesai melakukan save file dengan nama yang anda inginkan, kemudian pilih folder mana yang akan digunakan untuk menyimpan theme yang baru dibuat.
  • 12.
    Jika sudah selesaimaka theme akan muncul di bagian kolom kiri di atas file peta yang sudah di buat sebelumnya.
  • 13.
    Mulailah menggambar fiturdi atas peta digital dengan menggunakan alat digitalisasi. Dengan cara membuat garis tepi peta dengan menggunakan “Draw Poligon. Anda dapat menggunakan alat mouse atau tablet grafis untuk menggambar garis atau bentuk agar sesuai dengan kontur dan fitur peta analog yang ada. “Draw Poligon” Membuat garis tepi peta
  • 14.
    Gunakan “Draw Lineto Split Polgon” untuk membuat batas antar wilayah. Kemudian melakukan editing kembali jika garis batas wilayah masih kurang tepat.
  • 15.
    Setelah proses pembagianwilayah pada peta digital selesai, kemudian cek pada open theme table untuk mengetahui apakah pembagian peta sudah benar atau tidak.
  • 16.
    Jika sudah masukdi “Open Theme Table”, selanjutnya, untuk menambahkan kolom pada tabel, klik “Edit” kemudian pilih “Add Field” Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini, tulis nama kolom yang akan ditambahkan, lalu ubah type data menjadi “String” dan atur ukuran lebar kolom.
  • 17.
    Tampilan table attributessebelum melakukan pengisian nama untuk batas-batas wilayah
  • 18.
    Isi table attributessesuai bagian batas wilayahnya. Setelah ditambahkan nama batas wilayah, maka akan tampil seperti gambar di samping.
  • 19.
    Langkah selanjutnya doubleclick pada theme, maka akan muncul gambar seperti di samping. Lalu di bagian legend type pilih “Unique Value” dan dibagian values field pilih “kecamatan” maka akan muncul nama kecamatan yang sudah tambahkan tadi pada bagian kolom tabel kecamatan. Setelah warna yang diinginkan sesuai, kemudian klik “Apply” untuk menampilkan hasilnya
  • 20.
    Tampilan hasil digitasidari peta analog menjadi peta digitasi dengan memberikan warna yang berbeda pada setiap batas wilayah.
  • 21.
    kendala 1. Pencarian peta,karena petanya sering berubah-ubah 2. Pada saat pengisiaan nama pada tabel, harus disesuaikan (di klik). Terkadang salah pengisian nama, karena kurang teliti.
  • 22.
    KESIMPULAN Proses digitasi melibatkanpengkodean objek-objek fisik ke dalam bentuk data digital yang dapat dipahami oleh komputer. Digitasi sering digunakan dalam konteks pemetaan atau geografi, di mana objek-objek seperti peta, citra satelit, atau foto udara diubah menjadi data digital. Digitasi memungkinkan informasi yang ada dalam bentuk analog dapat dengan mudah dikelola, dianalisis, dan dibagikan melalui komputer dan jaringan komunikasi.
  • 23.