AKUISISI
ANTARPERUSAHAAN
DAN INVESTASI PADA
ENTITAS LAIN
..
PERKEMBANGAN STRUKTUR USAHA KOMPLEKS
Kompleksitas lingkungan usaha timbul karena:
a. Perusahaan menjalankan usaha lintas negara
b. Sistem hukum dan resiko yang berbeda-beda
c. Sistem perpajakan yang berbeda
d. Kompleksitas transaksi usaha dan instrumen keu yang sangat beragam.
Struktur organisasi yg kompleks sering dikembangkan utk membantu mencapai
tujuan perusahaan, seperti meningkatkan profitabilitas atau mengurangi resiko.
Sebagai contoh, byk perusahaan membentuk anak perusahaan utk menjalankan
aktivitas usaha tertentu. Anak perusahaan (subsidiary) adalah anak
perusahaan yg dikendalikan oleh entitas lain, yang disebut induk perusahaan
(parent company / Holding compony)).
PERLUASAN USAHA DAN BENTUK STRUKTUR ORGANISASI
Ketika Perusahaan meluaskan usahanya atau mengubah struktur
organisasinya dengan mengakuisisi perusahaan lain atau melalui divisi
internal, struktur baru harus diteliti utk menentukan prosedur pelaporan akt
yg sesuai. Bebarapa pendekatan yg dpt diterapkan, tergantung pd kondisi yg
ada:
a. Merger, Penggabungan usaha, dimana aktiva, kewajiban dari perusahaan
yg diakuisisi digabung dg aktiva & kewajiban perusahaan pengakuisisi
tidak menimbulkan tambahan komponen organisasi.
b. Kepemilikan Kendali (controlling ownership), penggabungan usaha,
dimana perusahaan yg diakuisi tetap sbg entitas legal terpisah dg
mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh perusahaan pengakuisisi
menimbulkan hubungan induk-anak perusahaan.
c. Kepemilikan Minoritas (minority interest) atau kepemilikan nonpengendali,
pembelian kepemilikan kurang dari 50% di perusahaan lain tidak
mengakibatkan timbulnya penggabungan usaha atau situasi pengendalian.
d. Kepemilikan menguntungkan lainnya(other beneficial interest), perusahaan
dpt memiliki kepemilikan pd entitas lain walaupun tanpa ada kepemilikan
langsung pada entitas tersebut. Kepemilikan tersebut mungkin timbul karena
adanya perjanjian yang dibuat oleh entitas tersebut atau melalui perjanjian
operasi atau keuangan.
Contoh
Allen Company membentuk anak perusahaan, Blaine Company dan mentransfer aktiva
berikut pada Blaine utk memperoleh 100.000 lbr saham Blaine dengan nilai nominal
Rp.2.000
Item Harga Perolehan Nilai Buku
Kas Rp 70.000.000
Persediaan RP 50.000.000 50.000.000
Tanah 75.000.000 75.000.000
Bangunan 100.000.000 80.000.000
Peralatan 250.000.000 160.000.000
Total Rp435.000.000
Jurnal yang dicatat oleh Allen:
Investasi pada Saham Biasa Blaine Co 435.000.000
Akumulasi Penyusutan 110.000.000 *
Kas 70.000.000
Persediaan 50.000.000
Tanah 75.000.000
Bangunan 100.000.000
Peralatan 250.000.000
* 110.000.000 = (Rp.100.000.000 - 80.000.000) + (250.000.000 -
160.000.000)
Asumsikan Allen menginvestasikan aktiva yg sama spt pada kasus perusahaan
terbuka di atas dan perusahaan yg tidak ada hubungannya Chaney Corp,
menginvestasikan kas sbsr $65.000 utk 10% kepemilikan pd laba rugi Blaine,
dimana Allen menjealankan operasi dan memegang kendali di persekutuan.
Jurnal yg dicatat oleh Blaine:
Kas 70.000.000
Persediaan 50.000.000
Tanah 75.000.000
Bangunan 100.000.000
Peralatan 250.000.000
Akumulasi Penyusutan 110.000.000
Saham Biasa, nominal Rp2.000 200.000.000
Tambahan Modal Disetor 235.000.000
Jurnal yg dicatat oleh Blaine:
Kas 135.000
Persediaan 50.000
Tanah 75.000
Bangunan 100.000
Peralatan 250.000
Akumulasi Penyusutan 110.000
Modal,Allen Comp 435.000
Modal, Chaney Corp 65.000
PENGGABUNGAN BADAN USAHA
(BUSINESS COMBINATION)
Business Combinations
A business combination terjadi ketika
dua atau lebih entitas usaha yang
terpisah
bergabung menjadi satu
entitas usaha.
Reasons for Business Combinations/
Alasan penggabungan usaha
Cost advantage/Manfaat biaya
Lower risk/Resiko lebih rendah
Fewer operating delays/
Penundaan operasi pengurangan
Avoidance of takeovers/
Mencegah pengambilalihan
Acquisition of intangible assets/
Akuisisi harta tdk berwujud
Other reasons/alasan lainnya
Pengembangan Perusahaan :
1. Pengembangan Interen Perusahaan (Internal Business Expansion)
Hanya melibatkan unit unit yg ada di dalam organisasi perusahaan
Contoh : - mengembangkan atau menambah jenis produk baru
- membuka daerah pemasaran baru
- mengembangkan proses produksi baru
(perlu dana yg cukup besar dan beresiko tinggi)
2. Pengembangan Eksteren Perusahaan (External Business Expansion)
Melibatkan unit-unit yang berada di luar organisasi perusahaan
seperti : pesaing - langganan - rekanan - perusahaan sejenis –
maupun yang tidak mempunyai hubungan operasional
 Penggabungan Badan Usaha (Business Combination)
Beberapa unit organisasi perusahaan yang secara ekonomis berdiri
sendiri menyatukan diri menjadi satu kesatuan ekonomi.
Secara hukum dapat saja unit-unit tersebut tetap berdiri sendiri.
The Legal Form of
Business Combinations/Bentuk penggabungan badan
usaha
Business Combination
Merger Acquisitions
Consolidation
The Legal Form of
Business Combinations
A B
A
Merger
Merger:
Penggabungan badan usaha dimana salah satu perusahaan
yang bergabung akan terus hidup dan mengambil alih semua
aktiva dan hutang perusahaan lain.
The Legal Form of
Business Combinations
A B
C
Consolidation
Konsolidasi
Didirikan sebuah perusahaan baru untuk mengambil alih
semua aktiva dan hutang perusahaan yang telah ada
sebelumnya yang bergabung.
The Legal Form of
Business Combinations
A B
Hubungan afiliasi/akuisisi
Masing-masing perusahaan masih tetap hidup dan tetap
menjalankan kegiatan operasional, akan tetapi salah satu akan
menguasai perusahaan yang lain ( Hubungan Induk dan Anak
Perusahaan ).
Acquisitions
A B
Masalah Dalam Penggabungan Badan Usaha :
1. Penentuan dan Pembagian Modal saham.
2. Akuntansi Penggabungan Badan Usaha.
Akuntansi Penggabungan Badan Usaha
1. Pooling of Interests (penyatuan kepentingan)
2. By Purchase (pembelian)
1. Pooling of Interests
Apabila suatu penggabungan usaha dianggap sebagai suatu pooling of
interest maka badan usaha yang baru dianggap sebagai kelanjutan dari semua badan
usaha yang bergabung, baik dalam bentuk suatu badan usaha yang tunggal maupun
sebagai induk perusahaan dengan satu atau beberapa anak perusahaan
Penggabungan BU merupakan penyatuan pemilikan (modal) dari dua perusahaan
atau lebih, berarti ada kesinambungan hak pemilikan semula.
Yang perlu diperhatikan :
a. Aktiva, utang dan modal tetap dicatat sebesar nilai bukunya.
b. Saldo modal saham dari perusahaan pembentuk dijumlahkan
untuk menentukan saldo modal saham dari unit gabungan,
termasuk laba ditahan atau defisit laba. Jika modal saham
berubah (bertambah atau berkurang) :
n bertambah, maka pertambahannya diambil dari agio saham,
kalau masih kurang diambil dari laba ditahan
n berkurang, maka kekurangannya ditambahkan pada agio
saham
c. Semua biaya yang terjadi dalam penerbitan saham untuk
melaksanakan penggabungan dianggap sebagai beban periode
berjalan.
Apabila PT Bunga bermaksud ingin menggabungkan diri dengan PT Mawar, dengan
penerbitan 22.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000 untuk
memperoleh aktiva tetap milik PT Mawar dimana dalam hal ini identitas PT Bunga
tetap atau tidak akan ada perusahaan baru yang terbentuk, maka pencatatan yang
dilakukan di dalam pembukuan PT Bunga adalah :
Aktiva Lain-lain Rp 1.040.000.000 -
Beban-beban Rp 210.000.000 -
Modal saham - Rp 720.000.000
Laba ditahan - Rp 230.000.000
Pendapatan - Rp300.000.000
2. By Purchase
Penggabungan badan usaha dikatakan atas dasar pembelian apabila
penggabungan badan usaha tersebut berakibat para pemilik
perusahaan yang bergabung tidak ikut berpartisipasi secara
substansial di dalam perusahaan tunggal yang dibentuk.
Selanjutnya apabila suatu kombinasi usaha dianggap suatu
“pembelian” maka harta kekayaan yang diperoleh dalam transaksi
penggabungan harus dicatat dalam buku-buku usaha yang
memperolehnya atas dasar harga perolehan yang diukur dengan
uang
Singkatnya metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa
penggabungan usaha merupakan suatu transaksi dimana suatu
entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain
yang bergabung.
Penggabungan BU dianggap sebagai pembelian perusahaan yang terdiri atas
sekelompok aktiva dan utang.
Ada dasar baru untuk membukukan dan mempertanggungjawabkan aktiva yang
diperoleh.
Yang perlu diperhatikan :
a. Aktiva, utang dan modal dicatat berdasarkan harga perolehan,
yang mencerminkan nilai wajar pada saat itu.
b. Bila jumlah yg dibayarkan (nilai pasar modal saham yg
diserahkan)  nilai wajar atas aktiva bersih, maka kelebihannya
diperlakukan sebagai GOODWILL dan harus diamortisasi elama
periode manfaatnya yg tidak boleh lebih dari 40 tahun.
c. Bila nilai pasar MS yang diserahkan  nilai pasar aktiva bersih,
maka selisihnya dialokasikan kepada seluruh aktiva non kas atau
diperlakukan sebagai goodwill negatif.
d. Bila nilai pasar MS melebihi nilai nominalnya, kelebihan tersebut
dicatat sebagai Agio saham. Bila sebaliknya maka dicatat sebagai disagio
saham.
e. Alat tukar untuk mengambil alih perusahaan bisa berupa uang,
aktiva lain atau surat berharga.
PT Aku memperoleh aktiva bersih PT Dia melalui penggabungan
dengan Metode pembelian atau by purchase. Berikut ini adalah
neraca dari PT Dia.
PT Aku membayar Rp 400.000.000 tunai dan menerbitkan 50.000
lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000,
nilai pasar Rp 20.000 per saham untuk memperoleh aktiva bersih
PT Dia. Ayat jurnal untuk mencatat penggabungan usaha pada buku PT Aku adalah sebagai
berikut :
Investasi pada PT Dia Rp 1.400.000.000 -
Kas - Rp 400.000.000
Saham-biasa - Rp 500.000.000
Tambahan modal disetor - Rp 500.000.000
Untuk mencatat penerbitan 50.000 lembar saham biasa nominal
Rp. 10.000 ditambah dengan kas Rp 400.000.000 dalam penggabungan usaha dengan
metode pembelian atas PT Dia adalah
Kas Rp 50.000.000 -
Piutang bersih Rp 140.000.000 -
Persediaan Rp 250.000.000 -
Tanah Rp 100.000.000 -
Bangunan Rp 500.000.000 -
Peralatan Rp 350.000.000 -
Hak paten Rp 50.000.000 -
Goodwill Rp 200.000.000 -
Hutang usaha - Rp 60.000.000
Wesel bayar - Rp 135.000.000
Kewajiban lain-lain - Rp 45.000.000
Investasi pada PT Dia - Rp 1.400.000.000
Goodwill sebesar Rp 200.000.000 merupakan selisih antara nilai wajar aktiva dan nilai perolehan
suatu aktiva dalam hal ini selisih antara Rp 1.400.000.000 dan Rp 1.200.000.000. Sesuai dengan
prinsip akuntansi goodwill yang timbul sebesar Rp 200.000.000 ini nantinya harus diamortisasi.
Dari kedua metode di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa apabila
penggabungan perusahaan dengan menggunakan metode by purchase, maka harta
kekayaan yang diperoleh oleh suatu badan usaha yang melakukan pengambilan
tersebut dicatat dan diakui sebesar nilai pasarnya (penilaian kembali), sebaliknya modal
saham dicatat dengan jumlah yang sama. Hal ini mendorong untuk diakui adanya “Aktiva
Tak Berwujud” (Goodwill) yang merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan
bagian (interest) perusahaan pengakusisi atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat
diidentifikasi pada tanggal transaksi
Apabila penggabungan badan usaha tersebut dilakukan dengan menggunakan pooling of
interest, maka jumlah harta, hutang dan hak para pemegang saham yang dilaporkan
perusahaan-perusahaan yang menggabungkan diri contoh di atas PT Bunga dan PT
Mawar dicatat dan diakui sesuai dengan nilai bukunya, maka dengan menggunakan
metode ini sama sekali tidak menimbulkan adanya pengakuan “aktiva tak berwujud”
atau dalam hal ini goodwill atau bisa disimpulkan bahwa penggabungan perusahaan atas
dasar pooling of interest, harta, kewajiban, modal dan beban yang menjadi milik kedua
perusahaan digabungkan seperti biasa.
Misalnya pada contoh di atas aktiva lain-lain milik PT Bunga dan PT Mawar
berturut – turut Rp 750.000.000 dan Rp 290.000.000. Jika kedua perusahaan
menggabungkan diri dengan metode pooling of interest, maka jumlah aktiva yang
dilaporkan dalam neraca perusahaan baru atau perusahaan yang tetap mempertahankan
identitasnya merupakan penjumlahan antara Rp 750.000.000 dan Rp 290.000.000.
Contoh: Penggabungan usaha melalui
pembelian aktiva bersih
 PT. Point membeli semua aktiva dan kewajiban
Sharp dengan mengeluarkan 10,000 lembar
saham Sharp nominal $10 saham yg dikeluarkan
tsb mempunyai nilai pasar $600,000.
 Point mengeluarkan $40,000 untuk biaya
penilaian dan $25,000 untuk biaya penerbitan
saham.
 Total nilai wajar aktiva bersih Sharp $510,000.
Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas Nilai Buku Nilai Wajar
Kas dan Piutang $ 45,000 $ 45,000
Persediaan 65,000 75,000
Tanah 40,000 70,000
Bangunan dan Peralatan 400,000 350,000
Akumulasi Penyusutan (150,000)
Paten 80,000
Total Aktiva $ 400,000 $ 620,000
Kewajiban Lancar $ 100,000 $ 110,000
Saham Biasa (nominal $ 5) 100,000
Tambahan modal disetor 50,000
Laba ditahan 150,000
Total kewajiban dan ekuitas $ 400,000
Nilai Wajar aktiva bersih $ 510,000
 Jurnal yg dibuat oleh point atas pembelian aktiva
dan kewajiban Sharp sbb:
◦ Mencatat biaya yg berhubungan dengan
pembelian perusahan (Sharp).
Biaya merger tangguhan $40,000
Kas $40,000
◦ Mencatat biaya pengeluran saham biasa.
Biaya pengeluaran saham tangguhan $25,000
Kas
$25,000
 Mencatat pembelian sharp
Kas dan Piutang $45,000 #
Persediaan 75,000 #
Tanah bangunan dan peralatan 420,000 #
Patent 80,000 #
Goodwill 130,000 *
Kewajiban lancar $110,000 #
Saham biasa 100,000
Tambahan modal disetor 475,000
Biaya merger tangguhan 40,000 **
Biaya pengeluaran saham tangguhan 25,000 **
* Lihat slide selanjutnya. **lihat slide sebelumnya.
# Nilai pasar wajar
 Perhitungan Goodwill
 Harga pokok investasi:
Nilai wajar saham yg diterbitkan $600,000
PLUS: biaya akuisisi lainnya 40,000
_________________________
Total Harga beli $640,000
 Kurangi:
Nilai wajar aktiva bersih 510,000
 __________________________
 Goodwill $130,000
Mencatat transfer aktiva ke point
Investasi pd saham point $600,000
Kewajiban lancar 100,000
Akumulasi penyusutan 150,000
Kas dan Piutang $45,000
Persediaan 65,000
Tanah 40,000
Bangunan dan peralatan 400,000
Keuntungan penjualan
aktiva bersih 300,000
Mencatat pembagian saham Point
Saham biasa $100,000
Tambahan modal distor 50,000
Laba ditahan 150,000
Laba penjualan aktiva bersih 300,000
Investasi pd saham point
$600,000
Penggabungan Usaha melalui pembelian
saham
 Jika Point menukarkan 10.000 lembar
saham nya dengan total nilai pasar
600.000 untuk semua saham sharp dalam
transaksi pembelian dan timbul biaya
merger sebesar 40.000 dan biaya
pengeluaran saham 25.000 yg seblumnya
dicatat dalam akun tangguhan, point
mencatat jurnal berikut pada saat
penerimaan saham sharp
Mencatat Pembelian saham Sharp
Investasi pd saham Sharp $640,000
Saham Biasa $100,000
Tambahan Modal disetor 475,000
Biaya MergerTangguhan 40,000
Biaya pengeluaran saham
tangguhan
25,000

AKUTANSI LANJUT AKUTANSI KOMPUTER MATERI 1.pptx

  • 1.
  • 2.
    PERKEMBANGAN STRUKTUR USAHAKOMPLEKS Kompleksitas lingkungan usaha timbul karena: a. Perusahaan menjalankan usaha lintas negara b. Sistem hukum dan resiko yang berbeda-beda c. Sistem perpajakan yang berbeda d. Kompleksitas transaksi usaha dan instrumen keu yang sangat beragam. Struktur organisasi yg kompleks sering dikembangkan utk membantu mencapai tujuan perusahaan, seperti meningkatkan profitabilitas atau mengurangi resiko. Sebagai contoh, byk perusahaan membentuk anak perusahaan utk menjalankan aktivitas usaha tertentu. Anak perusahaan (subsidiary) adalah anak perusahaan yg dikendalikan oleh entitas lain, yang disebut induk perusahaan (parent company / Holding compony)).
  • 3.
    PERLUASAN USAHA DANBENTUK STRUKTUR ORGANISASI Ketika Perusahaan meluaskan usahanya atau mengubah struktur organisasinya dengan mengakuisisi perusahaan lain atau melalui divisi internal, struktur baru harus diteliti utk menentukan prosedur pelaporan akt yg sesuai. Bebarapa pendekatan yg dpt diterapkan, tergantung pd kondisi yg ada: a. Merger, Penggabungan usaha, dimana aktiva, kewajiban dari perusahaan yg diakuisisi digabung dg aktiva & kewajiban perusahaan pengakuisisi tidak menimbulkan tambahan komponen organisasi. b. Kepemilikan Kendali (controlling ownership), penggabungan usaha, dimana perusahaan yg diakuisi tetap sbg entitas legal terpisah dg mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh perusahaan pengakuisisi menimbulkan hubungan induk-anak perusahaan.
  • 4.
    c. Kepemilikan Minoritas(minority interest) atau kepemilikan nonpengendali, pembelian kepemilikan kurang dari 50% di perusahaan lain tidak mengakibatkan timbulnya penggabungan usaha atau situasi pengendalian. d. Kepemilikan menguntungkan lainnya(other beneficial interest), perusahaan dpt memiliki kepemilikan pd entitas lain walaupun tanpa ada kepemilikan langsung pada entitas tersebut. Kepemilikan tersebut mungkin timbul karena adanya perjanjian yang dibuat oleh entitas tersebut atau melalui perjanjian operasi atau keuangan.
  • 5.
    Contoh Allen Company membentukanak perusahaan, Blaine Company dan mentransfer aktiva berikut pada Blaine utk memperoleh 100.000 lbr saham Blaine dengan nilai nominal Rp.2.000 Item Harga Perolehan Nilai Buku Kas Rp 70.000.000 Persediaan RP 50.000.000 50.000.000 Tanah 75.000.000 75.000.000 Bangunan 100.000.000 80.000.000 Peralatan 250.000.000 160.000.000 Total Rp435.000.000
  • 6.
    Jurnal yang dicatatoleh Allen: Investasi pada Saham Biasa Blaine Co 435.000.000 Akumulasi Penyusutan 110.000.000 * Kas 70.000.000 Persediaan 50.000.000 Tanah 75.000.000 Bangunan 100.000.000 Peralatan 250.000.000 * 110.000.000 = (Rp.100.000.000 - 80.000.000) + (250.000.000 - 160.000.000)
  • 7.
    Asumsikan Allen menginvestasikanaktiva yg sama spt pada kasus perusahaan terbuka di atas dan perusahaan yg tidak ada hubungannya Chaney Corp, menginvestasikan kas sbsr $65.000 utk 10% kepemilikan pd laba rugi Blaine, dimana Allen menjealankan operasi dan memegang kendali di persekutuan. Jurnal yg dicatat oleh Blaine: Kas 70.000.000 Persediaan 50.000.000 Tanah 75.000.000 Bangunan 100.000.000 Peralatan 250.000.000 Akumulasi Penyusutan 110.000.000 Saham Biasa, nominal Rp2.000 200.000.000 Tambahan Modal Disetor 235.000.000
  • 8.
    Jurnal yg dicatatoleh Blaine: Kas 135.000 Persediaan 50.000 Tanah 75.000 Bangunan 100.000 Peralatan 250.000 Akumulasi Penyusutan 110.000 Modal,Allen Comp 435.000 Modal, Chaney Corp 65.000
  • 9.
  • 10.
    Business Combinations A businesscombination terjadi ketika dua atau lebih entitas usaha yang terpisah bergabung menjadi satu entitas usaha.
  • 11.
    Reasons for BusinessCombinations/ Alasan penggabungan usaha Cost advantage/Manfaat biaya Lower risk/Resiko lebih rendah Fewer operating delays/ Penundaan operasi pengurangan Avoidance of takeovers/ Mencegah pengambilalihan Acquisition of intangible assets/ Akuisisi harta tdk berwujud Other reasons/alasan lainnya
  • 12.
    Pengembangan Perusahaan : 1.Pengembangan Interen Perusahaan (Internal Business Expansion) Hanya melibatkan unit unit yg ada di dalam organisasi perusahaan Contoh : - mengembangkan atau menambah jenis produk baru - membuka daerah pemasaran baru - mengembangkan proses produksi baru (perlu dana yg cukup besar dan beresiko tinggi) 2. Pengembangan Eksteren Perusahaan (External Business Expansion) Melibatkan unit-unit yang berada di luar organisasi perusahaan seperti : pesaing - langganan - rekanan - perusahaan sejenis – maupun yang tidak mempunyai hubungan operasional  Penggabungan Badan Usaha (Business Combination) Beberapa unit organisasi perusahaan yang secara ekonomis berdiri sendiri menyatukan diri menjadi satu kesatuan ekonomi. Secara hukum dapat saja unit-unit tersebut tetap berdiri sendiri.
  • 13.
    The Legal Formof Business Combinations/Bentuk penggabungan badan usaha Business Combination Merger Acquisitions Consolidation
  • 14.
    The Legal Formof Business Combinations A B A Merger Merger: Penggabungan badan usaha dimana salah satu perusahaan yang bergabung akan terus hidup dan mengambil alih semua aktiva dan hutang perusahaan lain.
  • 15.
    The Legal Formof Business Combinations A B C Consolidation Konsolidasi Didirikan sebuah perusahaan baru untuk mengambil alih semua aktiva dan hutang perusahaan yang telah ada sebelumnya yang bergabung.
  • 16.
    The Legal Formof Business Combinations A B Hubungan afiliasi/akuisisi Masing-masing perusahaan masih tetap hidup dan tetap menjalankan kegiatan operasional, akan tetapi salah satu akan menguasai perusahaan yang lain ( Hubungan Induk dan Anak Perusahaan ). Acquisitions A B
  • 17.
    Masalah Dalam PenggabunganBadan Usaha : 1. Penentuan dan Pembagian Modal saham. 2. Akuntansi Penggabungan Badan Usaha. Akuntansi Penggabungan Badan Usaha 1. Pooling of Interests (penyatuan kepentingan) 2. By Purchase (pembelian)
  • 18.
    1. Pooling ofInterests Apabila suatu penggabungan usaha dianggap sebagai suatu pooling of interest maka badan usaha yang baru dianggap sebagai kelanjutan dari semua badan usaha yang bergabung, baik dalam bentuk suatu badan usaha yang tunggal maupun sebagai induk perusahaan dengan satu atau beberapa anak perusahaan Penggabungan BU merupakan penyatuan pemilikan (modal) dari dua perusahaan atau lebih, berarti ada kesinambungan hak pemilikan semula. Yang perlu diperhatikan : a. Aktiva, utang dan modal tetap dicatat sebesar nilai bukunya. b. Saldo modal saham dari perusahaan pembentuk dijumlahkan untuk menentukan saldo modal saham dari unit gabungan, termasuk laba ditahan atau defisit laba. Jika modal saham berubah (bertambah atau berkurang) : n bertambah, maka pertambahannya diambil dari agio saham, kalau masih kurang diambil dari laba ditahan n berkurang, maka kekurangannya ditambahkan pada agio saham c. Semua biaya yang terjadi dalam penerbitan saham untuk melaksanakan penggabungan dianggap sebagai beban periode berjalan.
  • 19.
    Apabila PT Bungabermaksud ingin menggabungkan diri dengan PT Mawar, dengan penerbitan 22.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000 untuk memperoleh aktiva tetap milik PT Mawar dimana dalam hal ini identitas PT Bunga tetap atau tidak akan ada perusahaan baru yang terbentuk, maka pencatatan yang dilakukan di dalam pembukuan PT Bunga adalah :
  • 20.
    Aktiva Lain-lain Rp1.040.000.000 - Beban-beban Rp 210.000.000 - Modal saham - Rp 720.000.000 Laba ditahan - Rp 230.000.000 Pendapatan - Rp300.000.000
  • 21.
    2. By Purchase Penggabunganbadan usaha dikatakan atas dasar pembelian apabila penggabungan badan usaha tersebut berakibat para pemilik perusahaan yang bergabung tidak ikut berpartisipasi secara substansial di dalam perusahaan tunggal yang dibentuk. Selanjutnya apabila suatu kombinasi usaha dianggap suatu “pembelian” maka harta kekayaan yang diperoleh dalam transaksi penggabungan harus dicatat dalam buku-buku usaha yang memperolehnya atas dasar harga perolehan yang diukur dengan uang Singkatnya metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi dimana suatu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung.
  • 22.
    Penggabungan BU dianggapsebagai pembelian perusahaan yang terdiri atas sekelompok aktiva dan utang. Ada dasar baru untuk membukukan dan mempertanggungjawabkan aktiva yang diperoleh. Yang perlu diperhatikan : a. Aktiva, utang dan modal dicatat berdasarkan harga perolehan, yang mencerminkan nilai wajar pada saat itu. b. Bila jumlah yg dibayarkan (nilai pasar modal saham yg diserahkan)  nilai wajar atas aktiva bersih, maka kelebihannya diperlakukan sebagai GOODWILL dan harus diamortisasi elama periode manfaatnya yg tidak boleh lebih dari 40 tahun. c. Bila nilai pasar MS yang diserahkan  nilai pasar aktiva bersih, maka selisihnya dialokasikan kepada seluruh aktiva non kas atau diperlakukan sebagai goodwill negatif. d. Bila nilai pasar MS melebihi nilai nominalnya, kelebihan tersebut dicatat sebagai Agio saham. Bila sebaliknya maka dicatat sebagai disagio saham. e. Alat tukar untuk mengambil alih perusahaan bisa berupa uang, aktiva lain atau surat berharga.
  • 23.
    PT Aku memperolehaktiva bersih PT Dia melalui penggabungan dengan Metode pembelian atau by purchase. Berikut ini adalah neraca dari PT Dia.
  • 24.
    PT Aku membayarRp 400.000.000 tunai dan menerbitkan 50.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000, nilai pasar Rp 20.000 per saham untuk memperoleh aktiva bersih PT Dia. Ayat jurnal untuk mencatat penggabungan usaha pada buku PT Aku adalah sebagai berikut : Investasi pada PT Dia Rp 1.400.000.000 - Kas - Rp 400.000.000 Saham-biasa - Rp 500.000.000 Tambahan modal disetor - Rp 500.000.000 Untuk mencatat penerbitan 50.000 lembar saham biasa nominal Rp. 10.000 ditambah dengan kas Rp 400.000.000 dalam penggabungan usaha dengan metode pembelian atas PT Dia adalah
  • 25.
    Kas Rp 50.000.000- Piutang bersih Rp 140.000.000 - Persediaan Rp 250.000.000 - Tanah Rp 100.000.000 - Bangunan Rp 500.000.000 - Peralatan Rp 350.000.000 - Hak paten Rp 50.000.000 - Goodwill Rp 200.000.000 - Hutang usaha - Rp 60.000.000 Wesel bayar - Rp 135.000.000 Kewajiban lain-lain - Rp 45.000.000 Investasi pada PT Dia - Rp 1.400.000.000 Goodwill sebesar Rp 200.000.000 merupakan selisih antara nilai wajar aktiva dan nilai perolehan suatu aktiva dalam hal ini selisih antara Rp 1.400.000.000 dan Rp 1.200.000.000. Sesuai dengan prinsip akuntansi goodwill yang timbul sebesar Rp 200.000.000 ini nantinya harus diamortisasi.
  • 26.
    Dari kedua metodedi atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa apabila penggabungan perusahaan dengan menggunakan metode by purchase, maka harta kekayaan yang diperoleh oleh suatu badan usaha yang melakukan pengambilan tersebut dicatat dan diakui sebesar nilai pasarnya (penilaian kembali), sebaliknya modal saham dicatat dengan jumlah yang sama. Hal ini mendorong untuk diakui adanya “Aktiva Tak Berwujud” (Goodwill) yang merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian (interest) perusahaan pengakusisi atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada tanggal transaksi Apabila penggabungan badan usaha tersebut dilakukan dengan menggunakan pooling of interest, maka jumlah harta, hutang dan hak para pemegang saham yang dilaporkan perusahaan-perusahaan yang menggabungkan diri contoh di atas PT Bunga dan PT Mawar dicatat dan diakui sesuai dengan nilai bukunya, maka dengan menggunakan metode ini sama sekali tidak menimbulkan adanya pengakuan “aktiva tak berwujud” atau dalam hal ini goodwill atau bisa disimpulkan bahwa penggabungan perusahaan atas dasar pooling of interest, harta, kewajiban, modal dan beban yang menjadi milik kedua perusahaan digabungkan seperti biasa. Misalnya pada contoh di atas aktiva lain-lain milik PT Bunga dan PT Mawar berturut – turut Rp 750.000.000 dan Rp 290.000.000. Jika kedua perusahaan menggabungkan diri dengan metode pooling of interest, maka jumlah aktiva yang dilaporkan dalam neraca perusahaan baru atau perusahaan yang tetap mempertahankan identitasnya merupakan penjumlahan antara Rp 750.000.000 dan Rp 290.000.000.
  • 27.
    Contoh: Penggabungan usahamelalui pembelian aktiva bersih  PT. Point membeli semua aktiva dan kewajiban Sharp dengan mengeluarkan 10,000 lembar saham Sharp nominal $10 saham yg dikeluarkan tsb mempunyai nilai pasar $600,000.  Point mengeluarkan $40,000 untuk biaya penilaian dan $25,000 untuk biaya penerbitan saham.  Total nilai wajar aktiva bersih Sharp $510,000.
  • 28.
    Aktiva, Kewajiban danEkuitas Nilai Buku Nilai Wajar Kas dan Piutang $ 45,000 $ 45,000 Persediaan 65,000 75,000 Tanah 40,000 70,000 Bangunan dan Peralatan 400,000 350,000 Akumulasi Penyusutan (150,000) Paten 80,000 Total Aktiva $ 400,000 $ 620,000 Kewajiban Lancar $ 100,000 $ 110,000 Saham Biasa (nominal $ 5) 100,000 Tambahan modal disetor 50,000 Laba ditahan 150,000 Total kewajiban dan ekuitas $ 400,000 Nilai Wajar aktiva bersih $ 510,000
  • 29.
     Jurnal ygdibuat oleh point atas pembelian aktiva dan kewajiban Sharp sbb: ◦ Mencatat biaya yg berhubungan dengan pembelian perusahan (Sharp). Biaya merger tangguhan $40,000 Kas $40,000
  • 30.
    ◦ Mencatat biayapengeluran saham biasa. Biaya pengeluaran saham tangguhan $25,000 Kas $25,000
  • 31.
     Mencatat pembeliansharp Kas dan Piutang $45,000 # Persediaan 75,000 # Tanah bangunan dan peralatan 420,000 # Patent 80,000 # Goodwill 130,000 * Kewajiban lancar $110,000 # Saham biasa 100,000 Tambahan modal disetor 475,000 Biaya merger tangguhan 40,000 ** Biaya pengeluaran saham tangguhan 25,000 ** * Lihat slide selanjutnya. **lihat slide sebelumnya. # Nilai pasar wajar
  • 32.
     Perhitungan Goodwill Harga pokok investasi: Nilai wajar saham yg diterbitkan $600,000 PLUS: biaya akuisisi lainnya 40,000 _________________________ Total Harga beli $640,000  Kurangi: Nilai wajar aktiva bersih 510,000  __________________________  Goodwill $130,000
  • 33.
    Mencatat transfer aktivake point Investasi pd saham point $600,000 Kewajiban lancar 100,000 Akumulasi penyusutan 150,000 Kas dan Piutang $45,000 Persediaan 65,000 Tanah 40,000 Bangunan dan peralatan 400,000 Keuntungan penjualan aktiva bersih 300,000
  • 34.
    Mencatat pembagian sahamPoint Saham biasa $100,000 Tambahan modal distor 50,000 Laba ditahan 150,000 Laba penjualan aktiva bersih 300,000 Investasi pd saham point $600,000
  • 35.
    Penggabungan Usaha melaluipembelian saham  Jika Point menukarkan 10.000 lembar saham nya dengan total nilai pasar 600.000 untuk semua saham sharp dalam transaksi pembelian dan timbul biaya merger sebesar 40.000 dan biaya pengeluaran saham 25.000 yg seblumnya dicatat dalam akun tangguhan, point mencatat jurnal berikut pada saat penerimaan saham sharp
  • 36.
    Mencatat Pembelian sahamSharp Investasi pd saham Sharp $640,000 Saham Biasa $100,000 Tambahan Modal disetor 475,000 Biaya MergerTangguhan 40,000 Biaya pengeluaran saham tangguhan 25,000