D y a h S u l i s t y a n i n g s i h ,
S.Pd.
SDN Wunut 2
AKSI NYATA
Menyebarkan 站酷小
P 薇 LO
eGO 体
mahaman
Merdeka Belajar
l
uh
Apa saja yang perlu dipahami dalam
“Merdeka Mengajar”?
1. Mengenali dan Memahami Diri
Sebagai Pendidik
2. Mendidik dan Mengajar
3. Mendampingi Murid dengan Ut
dan Menyeluruh
4. Mendidik dan Melatih
Kecerdasan Budi Pekerti
5 Pendidikan yang
MengantarkanKeselamatan
dan Kebahagiaan
Apa itu “Merdeka
Belajar”?
MODUL 1
Mengenal dan Memahami Diri sebagai Pendidik
“ Mengenali Diri dan Perannya Sebagai Pendidik”
“Apa Peran Saya Sebagai Guru
Guru memiliki peran penting dalam pendidikan, khususnya untuk
terus berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menarik,
inovatif, kreatif, menyenangkan,yang mengakomodasi konsep
Merdeka Belajar.
“Ingin Menjadi Guru
Seperti Apa Saya?“
Saya menjadi guru yang
bisa menerapkan sistem
Among “Ing Ngarso
Sung Tuladha, Ing
Madya Mangun
Karsa, Tut Wuri
Handayani“.
MODUL 2
Mendidik dan Mengajar
“Mendidik
Menyeluruh”
Mendidik menyeluruh menurut Ki Hajar
Dewantara adalah
menuntun segala kodrat yang ada pada murid
agar mereka
d
apat
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-
tingginya, baik itu sebagai manusia
maupun sebagai anggota masyarakat.
Sekolah dan pendidikan merupakan bekal
untuk mampu mewujudkan
dan mengembangkan 3 aspek dalam diri
anak, yaitu:
1. Daya Cipta (Kognitif)
2. Daya Rasa (Afektif)
3. Daya Karsa (Konatif)
Ketiga aspek tersebut dapat
memberikan pendidikan
menyeluruh untuk
menjadi manusia seutuhnya.
“ Pendidikan Selama Satu Abad”
1. Mewariskan nilai dan budaya masyarakat
yang relevan dengan masa kini
2. Mengembangkan sesuatu yang dibutuhkan saat ini dan
masa depan
3. Menilai dan memilih sesuatu yang relevan sebagai
kontrol sosial
Pengajaran adalah
bagian dari
pendidikan
Mengajar adalah
bagian dari
mendidik
“Menjadi Manusia (Secara) Utuh”
Manusia yang utuh adalah manusia yang mampu menjaga potensi yang dimilikinya,
baik potensi jasmani maupun potensi rohani, dan mampu mengelola serta
memadukan potensi akal, qalbu, dan nafsunya secara harmonis.
Manusia seutuhnya adalah manusia dalam kehidupannya sebagai pribadi utuh.
Ditandai dengan adanya keserasian, keselarasan, keseimbangan jasmani dan
rohani, srta adanya keseimbangan dalam pengembangan daya cipta (kognisi),
rasa (emosi), dan karsa (konasi) manusia.
Manusia memiliki dua kebutuhan dasar yaitu kebutuhan lahir dan batin. Pendidikan
sebaiknya dapat memenuhi kebutuhan tersebut. dibutuhkan peran guru dalam
memenuhi kebutuhan lahir dan batin murid mencapai selamat dan bahagia.
Kecerdasan berpikir murid harus dapat mengembangkan budi pekerti murid yang
tidak
hanya dibentuk di sekolah, tetapi dalam keluarga dan
lingkungannya.
Budi pekerti (watak) merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan,
dan kehendak atu kemauan, sehingga menimbulkan suatu tenaga.
“Menumbuhkan Budi Pekerti”
Teori Konvergensi terbagi menjadi dua,
yaitu
1.Teori Tabularasa
Kodrat anak ibarat kertas kosong yang dapat diisi dan ditulis oleh pendidik dengan
pengetahuan dan wawasan yang diinginkan pendidik.
2. Teori Negatif
Kodrat anak ibarat kertas yang sudah terisi penuh dengan berbagai macam coretan dan
tulisan.
M O D U L 4
M e n d i d i k d a n M e l a t i h
K e c e r d a s a n B u d i P e k e r t
i
Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa kodrat
manusia
sebagai suatu kertas dengan tulisan - tulisan yang samar
dan belum jelas arti dan maksudnya. Tugas pendidikan
membantu individu mempertebal dan memperjelas arti dan
maksud tulisan samar tersebut dengan tuntunan terbaik.
MODUL 5
Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan
Kebahagiaan
“Mengantarkan Murid Selamat dan
Bahagia” Mewujudkan fungsi
pendidikan dimana guru tidak
hanya mengajarkan materi
pelajaran, tetapi mendorong murid
untuk menentukan pemahaman
bermakna yang relevan dengan
kehidupannya untuk membantu
murid mencapai Selamat dan
Bahagia.
“Menciptakan Lingkungan
Pembelajaran Terbaik Murid”
Pendidikan bukan hanya
tanggung jawab guru,
melainkan semua pihak
bekerjasama dan berkolaborasi,
keluarga, sekolah, dan
masyarakat agar terjadi proses
pembelajaran yang optimal.
Sekian Paparan dari
Saya
UMPAN BALIK
DOKUMENTASI

Aksi Nyata Topik Merdeka Belajar di plot pmm

  • 1.
    D y ah S u l i s t y a n i n g s i h , S.Pd. SDN Wunut 2 AKSI NYATA Menyebarkan 站酷小 P 薇 LO eGO 体 mahaman Merdeka Belajar
  • 2.
  • 3.
    uh Apa saja yangperlu dipahami dalam “Merdeka Mengajar”? 1. Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik 2. Mendidik dan Mengajar 3. Mendampingi Murid dengan Ut dan Menyeluruh 4. Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti 5 Pendidikan yang MengantarkanKeselamatan dan Kebahagiaan
  • 4.
  • 5.
    MODUL 1 Mengenal danMemahami Diri sebagai Pendidik “ Mengenali Diri dan Perannya Sebagai Pendidik” “Apa Peran Saya Sebagai Guru Guru memiliki peran penting dalam pendidikan, khususnya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menarik, inovatif, kreatif, menyenangkan,yang mengakomodasi konsep Merdeka Belajar. “Ingin Menjadi Guru Seperti Apa Saya?“ Saya menjadi guru yang bisa menerapkan sistem Among “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani“.
  • 6.
    MODUL 2 Mendidik danMengajar “Mendidik Menyeluruh” Mendidik menyeluruh menurut Ki Hajar Dewantara adalah menuntun segala kodrat yang ada pada murid agar mereka d apat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya, baik itu sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Sekolah dan pendidikan merupakan bekal untuk mampu mewujudkan dan mengembangkan 3 aspek dalam diri anak, yaitu: 1. Daya Cipta (Kognitif) 2. Daya Rasa (Afektif) 3. Daya Karsa (Konatif) Ketiga aspek tersebut dapat memberikan pendidikan menyeluruh untuk menjadi manusia seutuhnya.
  • 7.
    “ Pendidikan SelamaSatu Abad” 1. Mewariskan nilai dan budaya masyarakat yang relevan dengan masa kini 2. Mengembangkan sesuatu yang dibutuhkan saat ini dan masa depan 3. Menilai dan memilih sesuatu yang relevan sebagai kontrol sosial
  • 8.
    Pengajaran adalah bagian dari pendidikan Mengajaradalah bagian dari mendidik “Menjadi Manusia (Secara) Utuh” Manusia yang utuh adalah manusia yang mampu menjaga potensi yang dimilikinya, baik potensi jasmani maupun potensi rohani, dan mampu mengelola serta memadukan potensi akal, qalbu, dan nafsunya secara harmonis. Manusia seutuhnya adalah manusia dalam kehidupannya sebagai pribadi utuh. Ditandai dengan adanya keserasian, keselarasan, keseimbangan jasmani dan rohani, srta adanya keseimbangan dalam pengembangan daya cipta (kognisi), rasa (emosi), dan karsa (konasi) manusia. Manusia memiliki dua kebutuhan dasar yaitu kebutuhan lahir dan batin. Pendidikan sebaiknya dapat memenuhi kebutuhan tersebut. dibutuhkan peran guru dalam memenuhi kebutuhan lahir dan batin murid mencapai selamat dan bahagia.
  • 9.
    Kecerdasan berpikir muridharus dapat mengembangkan budi pekerti murid yang tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi dalam keluarga dan lingkungannya. Budi pekerti (watak) merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atu kemauan, sehingga menimbulkan suatu tenaga. “Menumbuhkan Budi Pekerti” Teori Konvergensi terbagi menjadi dua, yaitu 1.Teori Tabularasa Kodrat anak ibarat kertas kosong yang dapat diisi dan ditulis oleh pendidik dengan pengetahuan dan wawasan yang diinginkan pendidik. 2. Teori Negatif Kodrat anak ibarat kertas yang sudah terisi penuh dengan berbagai macam coretan dan tulisan. M O D U L 4 M e n d i d i k d a n M e l a t i h K e c e r d a s a n B u d i P e k e r t i
  • 10.
    Ki Hajar Dewantaramengatakan bahwa kodrat manusia sebagai suatu kertas dengan tulisan - tulisan yang samar dan belum jelas arti dan maksudnya. Tugas pendidikan membantu individu mempertebal dan memperjelas arti dan maksud tulisan samar tersebut dengan tuntunan terbaik.
  • 11.
    MODUL 5 Pendidikan yangMengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan “Mengantarkan Murid Selamat dan Bahagia” Mewujudkan fungsi pendidikan dimana guru tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi mendorong murid untuk menentukan pemahaman bermakna yang relevan dengan kehidupannya untuk membantu murid mencapai Selamat dan Bahagia. “Menciptakan Lingkungan Pembelajaran Terbaik Murid” Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan semua pihak bekerjasama dan berkolaborasi, keluarga, sekolah, dan masyarakat agar terjadi proses pembelajaran yang optimal.
  • 12.
  • 13.
  • 14.