Pendidikan Agama Buddha
JUNIOR HIGH SCHOOL 1
CATATAN 1
1. Pada minggu I, Sang Buddha duduk dibawah pohon bodhi (pohon
asattha) merenungi musabab yang saling bergantung.
2. Minggu kedua , Sang Buddha berdiri dan menatap pohon asattha sambil
merenungi kebahagiaan keterbebasan.
3. Minggu ketiga Sang Buddha menciptakan lintasan permata yang
melintang dari timur ke barat.
4. Minggu keempat , para dewa menciptakan wisma permata untuk Buddha
dan Buddha bersila dalam wisma dan merenungi Dhamma secara
mendalam.
5. Minggu kelima, Sang Buddha mengajar kepada Brahmana dan teguh
menghadapi Mara.
Catatan 1
 6. Apakah Brahmana itu?
Jawab : Ia yang telah menyingkirkan kejahatan, tidak sombong, tidak ternoda dan memiliki
pengendalian diri, sempurna dalam pengetahuan, menjalani kehidupan luhur dan tidak
memiliki keangkuhan.
7. Putri Mara Bernama Tanha, Arati dan Raga
8. Buddha berhasil menepis godaan 3 putri Mara karena tidak memiliki ketamakan,
kebencian dan kekelirutahuan.
9. Cara mengurangi ketamakan adalah banyak bederma dan melepas.
10. Cara mengurangi kebencian adalah dengan mengembangkan cinta kasih.
11.Cara mengurangi kekelirutahuan adalah dengan banyak belajar Dhamma dan
bermeditasi
12. Pada Minggu keenam, Buddha dilindungi oleh Raja Naga Mucalinda.
13. Pada Minggu ketujuh, Sang Buddha bermeditasi dalam kebahagiaan Nibanna
MINGGU I,
VIMUTTI SUKKHA.
Sang Buddha masih duduk bermeditasi di
bawah pohon Bodhi dan menikmati
keadaan Nibbana yaitu keadaan yang
terbebas sama sekali dari gangguan-
gangguan batiniah sehingga batin – Nya
tenang sekali dan penuh kedamaian. Sang
Buddha merasakan “vimutti sukkha:
kebahagiaan yang telah terbebas dari
kemelekatan”. Bagi seorang Buddha, yang
namanya “milikku”, itu hanyalah ilusi.
Semuanya, hanyalah pinjaman sesaat yang
setiap saat pasti akan dikembalikan.
Minggu kedua
KATTANNUKATAVEDI.
Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari
pohon Bodhi dan memandanginya terus-
menerus dengan mata tidak berkedip
selama satu minggu sebagai ucapan
terima kasih dan penghargaan kepada
pohon yang telah memberi-Nya tempat
untuk berteduh sewaktu berjuang untuk
mencapai tingkat Buddha. Refleksi dari
“kattannukatavedi: tahu berterima kasih”.
Sebagai makhluk sosial yang saling
berhubungan dan bergantungan, kita
haruslah saling berterima kasih kepada
siapapun juga.
MINGGU KETIGA
MENCIPTAKAN RATANA CAMKAMANA.
Sang Buddha berjalan mondar -mandir di
atas jembatan permata yang diciptakan-
Nya di udara karena melalui mata dewa-
Nya, Sang Buddha mengetahui bahwa ada
dewa-dewa di surga yang masih
meragukan apakah Beliau benar telah
mencapai Penerangan Agung atau belum
??? Ratana camkamana: jembatan
permata diciptakan untuk menghilangkan
keragu-raguan dari para dewa
MINGGU KEEMPAT
MENCIPTAKAN RATANA GRAHA.
Sang Buddha berdiam di kamar batu
permata yang diciptakan-Nya. Di kamar
permata itulah Sang Buddha bermeditasi
mengenai Abhidhamma yaitu ajaran
mengenai ilmu jiwa dan metafisika.
Batin dan badan jasmani-Nya telah menjadi
demikian bersih sehingga mengeluarkan
sinar-sinar berwarna biru (Melambangkan
Bhakti), kuning (Kebijaksanaan), merah
(Cinta Kasih), putih (Kesucian), jingga
(Semangat)
MINGGU KELIMA
MENAKLUKKAN PUTRI – PUTRI
MARA. Sang Buddha bermeditasi di
bawah pohon Ajapala Nigrodha
(pohon beringin), tidak jauh dari
pohon Bodhi. Disinilah tiga orang
anak Mara yaitu Tanha, Arati dan
Raga masih berusaha untuk
mengganggu-Nya.
MINGGU KEENAM
Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon
Mucalinda. Karena waktu itu turun hujan
yang lebat dan spontanitas, muncullah
seekor ular kobra yang besar sekali dan
melibatkan badannya tujuh kali memutari
badan Sang Buddha dan kepalanya
memayungi Sang Buddha supaya tidak
sampai terkena air hujan. Waktu hujan
berhenti, ular itu berubah bentuknya
menjadi seorang anak muda.
MINGGU KE TUJUH
Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon
Rajayatana. Pada hari ke – 50 pagi hari, setelah
berpuasa selama tujuh minggu, dua orang
pedagang lewat di dekat tempat Sang Buddha
sedang duduk. Mereka, Tapussa dan Bhallika,
menghampiri Sang Buddha dan
mempersembahkan makanan dari beras dan
madu.
Sang Buddha agak tertegun sejenak karena
mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah
dihanyutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman
dahulu tidak pernah seorang Buddha menerima
makanan dengan kedua tangan-Nya. Tiba – tiba 4
(empat) orang dewa dari empat penjuru alam
(Catumaharaja yaitu Dhatarattha – sebelah Timur,
Virulhaka – Selatan, Virupakkha – Barat & Kuvera –
Utara) datang membawa 1 “patta: mangkuk” yang
dipersembahkan kepada Sang Buddha.
TUGAS HALAMAN 13
PILIHAN BERGANDA DAN EVALUASI
Thank you
ARIGATOU
DANKE

AGAMA JH1 _BAB I.pptx

  • 1.
  • 2.
    CATATAN 1 1. Padaminggu I, Sang Buddha duduk dibawah pohon bodhi (pohon asattha) merenungi musabab yang saling bergantung. 2. Minggu kedua , Sang Buddha berdiri dan menatap pohon asattha sambil merenungi kebahagiaan keterbebasan. 3. Minggu ketiga Sang Buddha menciptakan lintasan permata yang melintang dari timur ke barat. 4. Minggu keempat , para dewa menciptakan wisma permata untuk Buddha dan Buddha bersila dalam wisma dan merenungi Dhamma secara mendalam. 5. Minggu kelima, Sang Buddha mengajar kepada Brahmana dan teguh menghadapi Mara.
  • 3.
    Catatan 1  6.Apakah Brahmana itu? Jawab : Ia yang telah menyingkirkan kejahatan, tidak sombong, tidak ternoda dan memiliki pengendalian diri, sempurna dalam pengetahuan, menjalani kehidupan luhur dan tidak memiliki keangkuhan. 7. Putri Mara Bernama Tanha, Arati dan Raga 8. Buddha berhasil menepis godaan 3 putri Mara karena tidak memiliki ketamakan, kebencian dan kekelirutahuan. 9. Cara mengurangi ketamakan adalah banyak bederma dan melepas. 10. Cara mengurangi kebencian adalah dengan mengembangkan cinta kasih. 11.Cara mengurangi kekelirutahuan adalah dengan banyak belajar Dhamma dan bermeditasi 12. Pada Minggu keenam, Buddha dilindungi oleh Raja Naga Mucalinda. 13. Pada Minggu ketujuh, Sang Buddha bermeditasi dalam kebahagiaan Nibanna
  • 4.
    MINGGU I, VIMUTTI SUKKHA. SangBuddha masih duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan menikmati keadaan Nibbana yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan- gangguan batiniah sehingga batin – Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. Sang Buddha merasakan “vimutti sukkha: kebahagiaan yang telah terbebas dari kemelekatan”. Bagi seorang Buddha, yang namanya “milikku”, itu hanyalah ilusi. Semuanya, hanyalah pinjaman sesaat yang setiap saat pasti akan dikembalikan.
  • 5.
    Minggu kedua KATTANNUKATAVEDI. Sang Buddhaberdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan memandanginya terus- menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat untuk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. Refleksi dari “kattannukatavedi: tahu berterima kasih”. Sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan bergantungan, kita haruslah saling berterima kasih kepada siapapun juga.
  • 6.
    MINGGU KETIGA MENCIPTAKAN RATANACAMKAMANA. Sang Buddha berjalan mondar -mandir di atas jembatan permata yang diciptakan- Nya di udara karena melalui mata dewa- Nya, Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah mencapai Penerangan Agung atau belum ??? Ratana camkamana: jembatan permata diciptakan untuk menghilangkan keragu-raguan dari para dewa
  • 7.
    MINGGU KEEMPAT MENCIPTAKAN RATANAGRAHA. Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan-Nya. Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. Batin dan badan jasmani-Nya telah menjadi demikian bersih sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru (Melambangkan Bhakti), kuning (Kebijaksanaan), merah (Cinta Kasih), putih (Kesucian), jingga (Semangat)
  • 8.
    MINGGU KELIMA MENAKLUKKAN PUTRI– PUTRI MARA. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (pohon beringin), tidak jauh dari pohon Bodhi. Disinilah tiga orang anak Mara yaitu Tanha, Arati dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya.
  • 9.
    MINGGU KEENAM Sang Buddhabermeditasi di bawah pohon Mucalinda. Karena waktu itu turun hujan yang lebat dan spontanitas, muncullah seekor ular kobra yang besar sekali dan melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memayungi Sang Buddha supaya tidak sampai terkena air hujan. Waktu hujan berhenti, ular itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda.
  • 10.
    MINGGU KE TUJUH SangBuddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. Pada hari ke – 50 pagi hari, setelah berpuasa selama tujuh minggu, dua orang pedagang lewat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. Mereka, Tapussa dan Bhallika, menghampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihanyutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha menerima makanan dengan kedua tangan-Nya. Tiba – tiba 4 (empat) orang dewa dari empat penjuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha – sebelah Timur, Virulhaka – Selatan, Virupakkha – Barat & Kuvera – Utara) datang membawa 1 “patta: mangkuk” yang dipersembahkan kepada Sang Buddha.
  • 11.
    TUGAS HALAMAN 13 PILIHANBERGANDA DAN EVALUASI
  • 12.