SOSIALISASI
PENILAIAN PENYELENGGARAAN
PELAYANAN PUBLIK
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH
DAERAH
TAHUN 2024
OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUMATERA UTARA
Maksud, Tujuan, dan Dasar Hukum Penilaian
Mendorong pemerintah pusat dan pemerintah
daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan
publik baik dari pemenuhan standar pelayanan,
sarana prasarana, kompetensi penyelenggara
layanan dan pengelolaan pengaduan.
Maksud Penilaian
Perbaikan peningkatan kualitas pelayanan publik
serta pencegahan terhadap maladministrasi
melalui pemenuhan standar pelayanan,
pemenuhan sarana prasarana, peningkatan
kompetensi penyelenggara layanan, serta kualitas
pengelola pengaduan pada tiap unit pelayanan
publik baik di pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah.
Tujuan Penilaian
1. Undang-Undang Nomor
37 Tahun 2008 tentang
Ombudsman Republik
Indonesia
Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik
1. Peraturan Pemerintah
Nomor 96 Tahun 2012
Tentang Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2009 Tentang
Pelayanan Publik
1. Peraturan Presiden
Nomor 76 Tahun 2013
Tentang Pengelolaan
Pengaduan Pelayanan
Publik
1. Peraturan Presiden
Nomor 18 Tahun 2020
tentang Rencana
Pembangunan Jangka
Menengah Nasional 2020 –
2024
Dasar Hukum Penilaian
2021 2022 2023
0
5
10
15
20
25
30
Hasil penilaian di Sumut 3 tahun terakhir
Series 1 Series 2 Series 3
Arahan
Kementerian PPN/Bappenas Integrasi Pemanfaatan Produk Ombudsman RI dalam Pemantauan,
Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan
Pemanfaatan hasil survei
kepatuhan pelayanan
publik Ombudsman RI
sebagai new features
Penghargaan
Pembangunan Daerah
(PPD) tahun 2024 terkait
instrumen pengendalian
Pengendalian
Pemanfaatan hasil survei kepatuhan
pelayanan publik Ombudsman RI
sebagai Aspek Institusi (bagian dari
faktor pendukung untuk Dimensi
Pendanaan dan Tata Kelola) dalam
Evaluasi Faktor Pendukung Kinerja
pembangunan 34 Provinsi 2023 
masukan perencanaan berikutnya
Evaluasi
1. Hasil Pengawasan Eksternal
Pelayanan Publik yang dilakukan
Ombudsman RI dapat digunakan
untuk memperbaiki perencanaan dan
penganggaran dalam RPJMN dan RKP
2. Hasil Pengawasan Eksternal
Pelayanan Publik yang dilakukan
Ombudsman RI dapat digunakan
untuk mendukung proses
Pemantauan, Evaluasi, dan
Pengendalian Pembangunan yang
dilakukan Kementerian
PPN/Bappenas, baik di pusat maupun
di daerah
3. Hasil Pengawasan Eksternal
Pelayanan Publik yang dilakukan
Ombudsman RI dapat digunakan
untuk membuat daerah semakin baik
(tular menular)
4. Hasil Pengawasan Eksternal
Pemanfaatan hasil survei kepatuhan pelayanan
publik Ombudsman RI untuk mendukung
indikator TPB/SDGs 16.6.2.(a) Jumlah Instansi
pemerintah dengan tingkat kepatuhan
pelayanan publik kategori baik pada Program
Pengawasan Penyelenggaran Pelayanan Publik.
Lintas Bidang
Optimalisasi Pemanfaatan Hasil Penilaian Ombudsman
TAHAPAN
PELAKSANAAN
• Pengambilan Data
• Verifikasi Data
• Pengawasan Mutu
• Pengolahan Data
• Finalisasi Data
Pelaksanaan (Mei-Sept) Penyerahan Hasil Penilaian
Laporan Penilaian Kepatuhan tingkat
KLD
Penyusunan
Hasil Penilaian
• Persiapan Konsep
• Pengembangan Aplikasi
• Permintaan Narahubung
• Sosialisasi KLD
Persiapan
Pelaksanaan Penilaian Tahun 2024
Responden
Pada variabel
Kompetensi,
wawancara 4 orang
yaitu:
OPD: 1 orang
pimpinan pelayanan,
1 orang staf
pelayanan, 1 orang
pimpinan pengaduan
dan 1 orang staf
pengaduan
Puskes/RSUD: : 1
orang pimpinan
pelayanan, 1 orang
Nakes, 1 orang staf
pelayanan, 1 orang
pengaduan
Pada variabel PPM:
wawancara 30 orang
di setiap Pemerintah
Daerah
04
03
02
Metodologi
01
•Wawancara
(Penyelenggara
dan Pengguna
Layanan)
•Observasi
•Studi Dokumen
Lokus Penilaian
• Layanan
Perizinan: Dinas
Penanaman
Modal dan
Pelayanan
Terpadu Satu
Pintu
• Layanan
Pendidikan:
Dinas
Pendidikan
• Layanan
Kependudukan:
Dinas Dukcapil
• Layanan Sosial:
Dinas Sosial
• Layanan
Kesehatan:
Dinas Kesehatan
1 RSUD (Prov)
dan 2
Puskesmas
Kab/Kota)
Produk
Layanan
•Produk
Administratif
dan Jasa:
Masing-
masing 2 (dua)
produk
layanan.
METODE PENILAIAN
DIMENSI BOBOT
I. INPUT
21,85%
Terdiri dari 2 variabel (Kompetensi
Penyelenggara sebanyak 6 indikator dan
Sarana Prasarana sebanyak 9 indikator)
II. PROSES
32,37%
Terdiri dari 1 variabel (Penilaian Kepatuhan)
denganjumlah 11 indikator
III. OUTPUT
24,24%
• Kementerian/Lembaga: Terdiri dari 2 variabel
(Penilaian Persepsi Maladministrasi sebanyak 5
indikator) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
•Pemerintah Daerah: Terdiri dari 2 variabel
(Penilaian Persepsi Maladministrasi sebanyak 5
indikator) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
IV. PENGADUAN
21,54%
Terdiri dari 1 variabel
(Pengelolaan Pengaduansebanyak 6
indikator)
TOTAL 100,00%
Dimensi, Variabel dan
Indikator
NO INDIKATOR
I. Input (Kompetensi Pelaksana 6 indikator)
1 Pengetahuan tentang komponen standar pelayanan
Pasal 21 UU 25/2009
2 Pengetahuan terkait tugas jabatan
Sesuai dengan tugas yang diuraikan di SK
3 Pengetahuan tentang lembaga Ombudsman
Pasal 1 angka 1 UU 37/2008
4 Pengetahuan tentang bentuk-bentuk maladministrasi
Jenis/bentuk maladministrasi
5 Pengetahuan tentang rekomendasi Ombudsman
Pasal 38 ayat (1) UU 37/2008
6
Pengetahuan tentang layanan yang ramah kelompok
marginal/rentan
Bentuk-bentuk layanan marjinal/rentan
Dimensi Input dan
Proses
Metode: Wawancara
Dimensi Input
NO INDIKATOR
I. Input (Sarana Prasarana 9 indikator)
7 Frekuensi Pengawasan Internal
Dokumen pengawasan layanan yang dilakukan oleh Inspektorat
atau Atasan Langsung: berupa notula, berita acara, dll
8
Ketersediaan jumlah petugas sesuai dengan Analisis Beban
Kerja (ABK)
Dokumen berupa rekapan ABK dan jumlah pegawai (ASN
dan honorer)
9
Ketersediaan kegiatan penjaminan mutu untuk pelayanan
yang diberikan
SK kompensasi atas layanan yang diberikan
10 Ketersediaan jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan
Sarana sebagai jaminan keamanan dan keselamatan, misal:
CCTV, petugas keamanan, jalur evakuasi, pintu darurat, APAR,
dll
11 Ketersediaan instrumen evaluasi kinerja pelaksana
Dokumen evaluasi kinerja petugas, misal: SKM, SKP, Lapkin,
Lapkeu, Laporan pengaduan, dll)
NO INDIKATOR
I. Input (Sarana Prasarana 9 indikator)
12 Ketersediaan dasar hukum atas standar pelayanan yang
diterapkan
Dasar hukum standa pelayanan publik (SK pimpinan unit
layanan)
13
Ketersediaan sarana, prasarana, dan fasilitas bagi
pengguna layanan
Fasilitas layanan, misal: loket, toilet, parkir, ruang tunggu,
charging area, dll
14
Ketersediaan sarana prasarana bagi pengguna dengan perlakuan
Khusus
Fasilitas untuk pengguna berkebutuhan khusus, misal: kursi roda,
tongkat, toilet khusus, loket khusus, dll
15 Ketersediaan kegiatan penyuluhan/sosialisasi kepada masyarakat
Dokumentasi kegiatan sosialisasi layanan, misal: update medsos
terkait kegiatan pelayanan publik (tiap minggu, tiap bulan, dst.)
NO INDIKATOR
II. Proses (Penilaian Kepatuhan 11 indikator)
6b Kualitas Maklumat Layanan
isi maklumat layanan dengan Permenpan 15/2014
7 Pelayanan Khusus
Dokuemntasi/ SK pelayanan khusus yang
diselenggarakan bagi kelompok rentan/pengguna
berkebutuhan khusus
8 Ketersediaan Visi, Misi Pelayanan
informasi visi, misi layanan di ruangan dan di media
online
9 Ketersediaan Moto Pelayanan
informasi visi, misi layanan di ruangan dan di media
online
10 Ketersediaan Atribut
atribut petugas layanan, misal: seragam, name tag, table
name, ruangan, dll.
11 Ketersediaan Pelayanan Terpadu
loket layanan
Dimensi Proses
NO INDIKATOR
II. Proses (Penilaian Kepatuhan 11 indikator)
1 Ketersediaan Persyaratan
informasi syarat layanan di ruangan dan di media online
2 Ketersediaan Sistem Mekanisme dan Prosedur
informasi Sistem Mekanisme dan Prosedur layanan di
ruangan dan di media online
3 Ketersediaan Jangka waktu penyelesaian
informasi Jangka waktu layanan di ruangan dan di media
online
4 Ketersediaan Biaya/Tarif
informasi Biaya/Tarif layanan di ruangan dan di media online
5 Ketersediaan Produk Pelayanan
informasi Produk layanan di ruangan dan di media online
6a Publikasi maklumat Layanan (Publikasi dan
Substansi/Kualitas)
maklumat layanan di ruangan dan di media online
Dimensi Output
III. Output (Penilaian Persepsi Maladministrasi 5
indikator)
1 Penundaan berlarut
2 Permintaan imbalan
3 Penyimpangan prosedur
4 Tidak kompeten
5 Tidak patut
Catatan:
1. Ada Indikator pada dimensi
output yaitu Standar Pelayanan
Minimal pada Pemda (tidak
perlu disiapkan, sudah diminta
kepada Kemendagri)
2. Tim akan wawancara kepada
masyarakat: 30 orang per
Pemda, mewakili masing-
masing OPD. Selain itu, akan
ada link yang akan disebarkan
untuk diisi secara mandiri.
Dimensi Pengaduan
NO INDIKATOR
IV. Pengaduan (7 indikator)
1
Penyelenggara pelayanan melaksanakan kewajiban
dalam pengelolaan pengaduan
formulir pengaduan, mekanisme pengaduan
2
Penyelenggara pelayanan menyediakan sarana
Pengaduan
Sediakan 5 sarana pengaduan
3 Penyelenggara pelayanan publik wajib melakukan
pembinaan terhadap pengelola
dokumen pembinaan yang dilakukan kepada petugas
pengelola pengaduan, missal: notula, BA, sertifikan
(berapa kali dilakukan: per tahun, per bulan, dst)
NO INDIKATOR
IV. Pengaduan (7 indikator)
4
Penyelenggara pelayanan melaksanakan
mekanisme dan tata cara pengelolaan
pengaduan
formulir penerimaan pengaduan, formulir
telaah, formulir klasifikasi, bukti penyelesaian,
bukti penyampaian kepada Pelapor
5 Jangka waktu penyelesaian pengaduan
rekapan pengaduan (3 tahun terakhir : 2021, 2022,
2023)
6 Pelaksanaan penyelesaian pengaduan
rekapan pengaduan (3 tahun terakhir : 2021, 2022,
2023)
Catt: kewajiban dalam pengelolaan pengaduan: Penyelenggara mengumumkan nama dan alamat kantor penanggung
jawab, mensosialisasikan mekanisme dan prosedur, menerima, menanggapi, memproses, dan menyelesaikan setiap
pengaduan, menyalurkan pengaduan yang bukan kewenangannya kepada penyelenggara lain yang berwenang, dan
melakukan pemantauan dan evaluasi (Perpres 76/2013)
Interval Nilai Opini Kategori
88.00 – 100 Kualitas Tertinggi A
78.00 - 87.99 Kualitas Tinggi B
54.00 - 77.99 Kualitas Sedang C
32.00 - 53.99 Kualitas Rendah D
0 - 31.99 Kualitas Terendah E
Terhadap penyelenggara pelayanan yang pernah
menerima hasil pengawasan Ombudsman berupa:
1. Laporan Hasil Analisis (Saran Perbaikan);
2. Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (Tindakan
Korektif), dan/atau
3. Rekomendasi Ombudsman RI,
pada hasil penilaian akhir akan berpotensi
memberikan pengaruh atas pelaksanaan hasil
pengawasan tersebut.
Interval Nilai, Opini dan Kategori
Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik digunakan pada:
1. Penilaian Reformasi Birokrasi General pada variabel capaian pelaksanaan kebijakan RB dengan,
Kemenpan RB.
2. Indeks Tata Kelola Pemerintah Daerah pada variabel birokrasi dan pemberantasan korupsi, BSKDN
Kemendagri
3. Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD), Kementerian PPN/Bappenas
Do Don’t
Dapat berkoordinasi dengan tim penilai Tidak dapat mengusulkan unit dan produk layanan
yang dinilai
Dapat mendampingi dan menginformasikan sarana
prasarana maupun standar pelayanan yang telah
terpenuhi di unit layanan kepada tim penilai saat
observasi
Tidak dapat mendampingi responden saat
wawancara penyelenggara layanan
Saat tim penilai datang, agar dipersilahkan langsung
menilai
Tidak boleh memberikan hadiah, makan minum,
dsbnya kepada tim penilai
Dapat melengkapi dokumen sampai dengan H+3,
lewat dari waktu tersebut maka dianggap tidak
memenuhi
Do and Don’t Narahubung/Unit Penyelenggara
Terima Kasih

961f6af8-3d5a-48c2-b37d-d3f38af3dfd1.pptx

  • 1.
    SOSIALISASI PENILAIAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK DILINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2024 OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUMATERA UTARA
  • 2.
    Maksud, Tujuan, danDasar Hukum Penilaian Mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik baik dari pemenuhan standar pelayanan, sarana prasarana, kompetensi penyelenggara layanan dan pengelolaan pengaduan. Maksud Penilaian Perbaikan peningkatan kualitas pelayanan publik serta pencegahan terhadap maladministrasi melalui pemenuhan standar pelayanan, pemenuhan sarana prasarana, peningkatan kompetensi penyelenggara layanan, serta kualitas pengelola pengaduan pada tiap unit pelayanan publik baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Tujuan Penilaian 1. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik 1. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik 1. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 1. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024 Dasar Hukum Penilaian
  • 3.
    2021 2022 2023 0 5 10 15 20 25 30 Hasilpenilaian di Sumut 3 tahun terakhir Series 1 Series 2 Series 3
  • 4.
    Arahan Kementerian PPN/Bappenas IntegrasiPemanfaatan Produk Ombudsman RI dalam Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Pemanfaatan hasil survei kepatuhan pelayanan publik Ombudsman RI sebagai new features Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2024 terkait instrumen pengendalian Pengendalian Pemanfaatan hasil survei kepatuhan pelayanan publik Ombudsman RI sebagai Aspek Institusi (bagian dari faktor pendukung untuk Dimensi Pendanaan dan Tata Kelola) dalam Evaluasi Faktor Pendukung Kinerja pembangunan 34 Provinsi 2023  masukan perencanaan berikutnya Evaluasi 1. Hasil Pengawasan Eksternal Pelayanan Publik yang dilakukan Ombudsman RI dapat digunakan untuk memperbaiki perencanaan dan penganggaran dalam RPJMN dan RKP 2. Hasil Pengawasan Eksternal Pelayanan Publik yang dilakukan Ombudsman RI dapat digunakan untuk mendukung proses Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan yang dilakukan Kementerian PPN/Bappenas, baik di pusat maupun di daerah 3. Hasil Pengawasan Eksternal Pelayanan Publik yang dilakukan Ombudsman RI dapat digunakan untuk membuat daerah semakin baik (tular menular) 4. Hasil Pengawasan Eksternal Pemanfaatan hasil survei kepatuhan pelayanan publik Ombudsman RI untuk mendukung indikator TPB/SDGs 16.6.2.(a) Jumlah Instansi pemerintah dengan tingkat kepatuhan pelayanan publik kategori baik pada Program Pengawasan Penyelenggaran Pelayanan Publik. Lintas Bidang Optimalisasi Pemanfaatan Hasil Penilaian Ombudsman
  • 5.
    TAHAPAN PELAKSANAAN • Pengambilan Data •Verifikasi Data • Pengawasan Mutu • Pengolahan Data • Finalisasi Data Pelaksanaan (Mei-Sept) Penyerahan Hasil Penilaian Laporan Penilaian Kepatuhan tingkat KLD Penyusunan Hasil Penilaian • Persiapan Konsep • Pengembangan Aplikasi • Permintaan Narahubung • Sosialisasi KLD Persiapan Pelaksanaan Penilaian Tahun 2024
  • 6.
    Responden Pada variabel Kompetensi, wawancara 4orang yaitu: OPD: 1 orang pimpinan pelayanan, 1 orang staf pelayanan, 1 orang pimpinan pengaduan dan 1 orang staf pengaduan Puskes/RSUD: : 1 orang pimpinan pelayanan, 1 orang Nakes, 1 orang staf pelayanan, 1 orang pengaduan Pada variabel PPM: wawancara 30 orang di setiap Pemerintah Daerah 04 03 02 Metodologi 01 •Wawancara (Penyelenggara dan Pengguna Layanan) •Observasi •Studi Dokumen Lokus Penilaian • Layanan Perizinan: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu • Layanan Pendidikan: Dinas Pendidikan • Layanan Kependudukan: Dinas Dukcapil • Layanan Sosial: Dinas Sosial • Layanan Kesehatan: Dinas Kesehatan 1 RSUD (Prov) dan 2 Puskesmas Kab/Kota) Produk Layanan •Produk Administratif dan Jasa: Masing- masing 2 (dua) produk layanan. METODE PENILAIAN
  • 7.
    DIMENSI BOBOT I. INPUT 21,85% Terdiridari 2 variabel (Kompetensi Penyelenggara sebanyak 6 indikator dan Sarana Prasarana sebanyak 9 indikator) II. PROSES 32,37% Terdiri dari 1 variabel (Penilaian Kepatuhan) denganjumlah 11 indikator III. OUTPUT 24,24% • Kementerian/Lembaga: Terdiri dari 2 variabel (Penilaian Persepsi Maladministrasi sebanyak 5 indikator) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) •Pemerintah Daerah: Terdiri dari 2 variabel (Penilaian Persepsi Maladministrasi sebanyak 5 indikator) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) IV. PENGADUAN 21,54% Terdiri dari 1 variabel (Pengelolaan Pengaduansebanyak 6 indikator) TOTAL 100,00% Dimensi, Variabel dan Indikator
  • 8.
    NO INDIKATOR I. Input(Kompetensi Pelaksana 6 indikator) 1 Pengetahuan tentang komponen standar pelayanan Pasal 21 UU 25/2009 2 Pengetahuan terkait tugas jabatan Sesuai dengan tugas yang diuraikan di SK 3 Pengetahuan tentang lembaga Ombudsman Pasal 1 angka 1 UU 37/2008 4 Pengetahuan tentang bentuk-bentuk maladministrasi Jenis/bentuk maladministrasi 5 Pengetahuan tentang rekomendasi Ombudsman Pasal 38 ayat (1) UU 37/2008 6 Pengetahuan tentang layanan yang ramah kelompok marginal/rentan Bentuk-bentuk layanan marjinal/rentan Dimensi Input dan Proses Metode: Wawancara
  • 9.
    Dimensi Input NO INDIKATOR I.Input (Sarana Prasarana 9 indikator) 7 Frekuensi Pengawasan Internal Dokumen pengawasan layanan yang dilakukan oleh Inspektorat atau Atasan Langsung: berupa notula, berita acara, dll 8 Ketersediaan jumlah petugas sesuai dengan Analisis Beban Kerja (ABK) Dokumen berupa rekapan ABK dan jumlah pegawai (ASN dan honorer) 9 Ketersediaan kegiatan penjaminan mutu untuk pelayanan yang diberikan SK kompensasi atas layanan yang diberikan 10 Ketersediaan jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan Sarana sebagai jaminan keamanan dan keselamatan, misal: CCTV, petugas keamanan, jalur evakuasi, pintu darurat, APAR, dll 11 Ketersediaan instrumen evaluasi kinerja pelaksana Dokumen evaluasi kinerja petugas, misal: SKM, SKP, Lapkin, Lapkeu, Laporan pengaduan, dll) NO INDIKATOR I. Input (Sarana Prasarana 9 indikator) 12 Ketersediaan dasar hukum atas standar pelayanan yang diterapkan Dasar hukum standa pelayanan publik (SK pimpinan unit layanan) 13 Ketersediaan sarana, prasarana, dan fasilitas bagi pengguna layanan Fasilitas layanan, misal: loket, toilet, parkir, ruang tunggu, charging area, dll 14 Ketersediaan sarana prasarana bagi pengguna dengan perlakuan Khusus Fasilitas untuk pengguna berkebutuhan khusus, misal: kursi roda, tongkat, toilet khusus, loket khusus, dll 15 Ketersediaan kegiatan penyuluhan/sosialisasi kepada masyarakat Dokumentasi kegiatan sosialisasi layanan, misal: update medsos terkait kegiatan pelayanan publik (tiap minggu, tiap bulan, dst.)
  • 10.
    NO INDIKATOR II. Proses(Penilaian Kepatuhan 11 indikator) 6b Kualitas Maklumat Layanan isi maklumat layanan dengan Permenpan 15/2014 7 Pelayanan Khusus Dokuemntasi/ SK pelayanan khusus yang diselenggarakan bagi kelompok rentan/pengguna berkebutuhan khusus 8 Ketersediaan Visi, Misi Pelayanan informasi visi, misi layanan di ruangan dan di media online 9 Ketersediaan Moto Pelayanan informasi visi, misi layanan di ruangan dan di media online 10 Ketersediaan Atribut atribut petugas layanan, misal: seragam, name tag, table name, ruangan, dll. 11 Ketersediaan Pelayanan Terpadu loket layanan Dimensi Proses NO INDIKATOR II. Proses (Penilaian Kepatuhan 11 indikator) 1 Ketersediaan Persyaratan informasi syarat layanan di ruangan dan di media online 2 Ketersediaan Sistem Mekanisme dan Prosedur informasi Sistem Mekanisme dan Prosedur layanan di ruangan dan di media online 3 Ketersediaan Jangka waktu penyelesaian informasi Jangka waktu layanan di ruangan dan di media online 4 Ketersediaan Biaya/Tarif informasi Biaya/Tarif layanan di ruangan dan di media online 5 Ketersediaan Produk Pelayanan informasi Produk layanan di ruangan dan di media online 6a Publikasi maklumat Layanan (Publikasi dan Substansi/Kualitas) maklumat layanan di ruangan dan di media online
  • 11.
    Dimensi Output III. Output(Penilaian Persepsi Maladministrasi 5 indikator) 1 Penundaan berlarut 2 Permintaan imbalan 3 Penyimpangan prosedur 4 Tidak kompeten 5 Tidak patut Catatan: 1. Ada Indikator pada dimensi output yaitu Standar Pelayanan Minimal pada Pemda (tidak perlu disiapkan, sudah diminta kepada Kemendagri) 2. Tim akan wawancara kepada masyarakat: 30 orang per Pemda, mewakili masing- masing OPD. Selain itu, akan ada link yang akan disebarkan untuk diisi secara mandiri.
  • 12.
    Dimensi Pengaduan NO INDIKATOR IV.Pengaduan (7 indikator) 1 Penyelenggara pelayanan melaksanakan kewajiban dalam pengelolaan pengaduan formulir pengaduan, mekanisme pengaduan 2 Penyelenggara pelayanan menyediakan sarana Pengaduan Sediakan 5 sarana pengaduan 3 Penyelenggara pelayanan publik wajib melakukan pembinaan terhadap pengelola dokumen pembinaan yang dilakukan kepada petugas pengelola pengaduan, missal: notula, BA, sertifikan (berapa kali dilakukan: per tahun, per bulan, dst) NO INDIKATOR IV. Pengaduan (7 indikator) 4 Penyelenggara pelayanan melaksanakan mekanisme dan tata cara pengelolaan pengaduan formulir penerimaan pengaduan, formulir telaah, formulir klasifikasi, bukti penyelesaian, bukti penyampaian kepada Pelapor 5 Jangka waktu penyelesaian pengaduan rekapan pengaduan (3 tahun terakhir : 2021, 2022, 2023) 6 Pelaksanaan penyelesaian pengaduan rekapan pengaduan (3 tahun terakhir : 2021, 2022, 2023) Catt: kewajiban dalam pengelolaan pengaduan: Penyelenggara mengumumkan nama dan alamat kantor penanggung jawab, mensosialisasikan mekanisme dan prosedur, menerima, menanggapi, memproses, dan menyelesaikan setiap pengaduan, menyalurkan pengaduan yang bukan kewenangannya kepada penyelenggara lain yang berwenang, dan melakukan pemantauan dan evaluasi (Perpres 76/2013)
  • 13.
    Interval Nilai OpiniKategori 88.00 – 100 Kualitas Tertinggi A 78.00 - 87.99 Kualitas Tinggi B 54.00 - 77.99 Kualitas Sedang C 32.00 - 53.99 Kualitas Rendah D 0 - 31.99 Kualitas Terendah E Terhadap penyelenggara pelayanan yang pernah menerima hasil pengawasan Ombudsman berupa: 1. Laporan Hasil Analisis (Saran Perbaikan); 2. Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (Tindakan Korektif), dan/atau 3. Rekomendasi Ombudsman RI, pada hasil penilaian akhir akan berpotensi memberikan pengaruh atas pelaksanaan hasil pengawasan tersebut. Interval Nilai, Opini dan Kategori Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik digunakan pada: 1. Penilaian Reformasi Birokrasi General pada variabel capaian pelaksanaan kebijakan RB dengan, Kemenpan RB. 2. Indeks Tata Kelola Pemerintah Daerah pada variabel birokrasi dan pemberantasan korupsi, BSKDN Kemendagri 3. Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD), Kementerian PPN/Bappenas
  • 14.
    Do Don’t Dapat berkoordinasidengan tim penilai Tidak dapat mengusulkan unit dan produk layanan yang dinilai Dapat mendampingi dan menginformasikan sarana prasarana maupun standar pelayanan yang telah terpenuhi di unit layanan kepada tim penilai saat observasi Tidak dapat mendampingi responden saat wawancara penyelenggara layanan Saat tim penilai datang, agar dipersilahkan langsung menilai Tidak boleh memberikan hadiah, makan minum, dsbnya kepada tim penilai Dapat melengkapi dokumen sampai dengan H+3, lewat dari waktu tersebut maka dianggap tidak memenuhi Do and Don’t Narahubung/Unit Penyelenggara
  • 15.