Outline
Komponen Elektronika
Komponen Aktif
KomponenPasif
simbol dasar elektronika
Rangkaian Elektronika
Alat Ukur
Voltmeter
Amperemeter
Tang ampere
Avometer
Osiloskop
Alat Pendukung Elektronika)
K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
2.
A. Komponen
Elektronika
Komponen Elektronikaadalah
sebuah
elemen dasar yang disisn dari
bahan/material tertentu untuk
membentuk
serangkaian pada perangkat
elektronik
dan biasanya akan dikemas dalam
bentuk
diskrit pada terminal penghubung.
Setiap
komponen elektronika memiliki
fungsinya
masing-masing dalam suatu
rangkaian
elektronika,
Secara umum, komponen
elektronika
terbagi menjadi komponen aktif
dan
komponen pasif.
Komponen Elektronika
3.
A. Komponen
Elektronika
1. KomponenAktif
Komponen elektronika aktif adalah jenis komponen yang memerlukan arus eksternal untuk
dapat
beroperasi. Atau dapat dikatakan komponen elektronika aktif hanya dapat berfungsi
apabila
mendapatkan arus listrik. Contoh komponen aktif yaitu diode, transistor, IC, dll.
Contoh Komponen Aktif
1.Dioda
2.Transistor
3.Integrated Circuit (IC)
Dioda Transistor Integrated Circuit (IC)
4.
A. Komponen
Elektronika
1.1 Dioda
Diodamerupakan adalah satu komponen aktif yang dihasilkan oleh persambungan antara
bahan
semikonduktor tipe –P dan tipe –N. Dioda memiliki beberapa jenis diantaranya :
Diode bridge berfungsi sebagai penyearah arus AC ke
DC Jenis-Jenis Dioda
Diode Zener berfungsi sebagai pengaman rangkaian
dan
sebagai penstabil tegangan.
Diode LED berfungsi sebagai lampu indikator.
Diode Photo berfungsi sebagai sensor cahaya.
Diode schotty yang berfungsi sebagai
pengendali.
Cara Kerja Dioda Dioda Biasa
Dioda LED
Dioda Zener Dioda Schottky
Photodioda
Sederhananya, cara kerja dioda bisa
dijelaskan
dalam 3 kondisi. Yaitu kondisi tanpa
tegangan
(unbiased), tegangan positif (forward biased),
dan
tegangan negatif (reverse biased).
Dioda Varractor
5.
A. Komponen
Elektronika
1.2
Transistor
Transistor merupakankomponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian
analog,
transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Transistor memiliki banyak fungsi seperti pemutus
tegangan,
penyambung tegangan, modulasi tegangan, dan modulasi sinyal.
Secara umum transistor dikelompokkan atau digolongkan menjadi dua keluarga besar yaitu Transistor
Bipolar
dan Field Effect Transistor (Transistor Efek Medan).
FET Trasnsistor Bipolar
6.
A. Komponen
Elektronika
2.
Transistor
1. Transistor
Bipolar
Ialahtransistor yang struktur dan prinsip
kerjanya
memerlukan perpindahan muatan
pembawanya
yaitu elektron di kutup negatif untuk
mengisi
kekurangan elektron atau hole di kutub
positif.
Transistor Bipolar terdiri atas tiga kaki atau
tiga
gerbang, yaitu Kolektor, Emiter, dan Basis.
Sederhananya, cara kerja dioda bisa
dijelaskan
dalam 3 kondisi. Yaitu kondisi tanpa
tegangan
(unbiased), tegangan positif (forward biased),
dan
tegangan negatif (reverse biased).
Trasnsistor Bipolar
7.
A. Komponen
Elektronika
1.2.2 JenisTransistor Bipolar
yaitu :
Transistor NPN
Transistor jenis NPN arus akan mengalir dari kolektor ke emitor ketika basis diberikan arus
positif.
Transistor NPN
Cara kerja transistor PNP sebaliknya, transistor akan ‘ON’ bukan ketika basis diberi
input
seperti pada tipe NPN, melainkan saat tegangan atau arus mengalir keluar dari
basis ke
ground. Kondisi aktif ini akan membuat arus mengalir dari kolektor ke emitor.
Rangkaian Bias
Transistor PNP
Rangkaian Bias
Transistor NPN Simbol Transistor
8.
A. Komponen
Elektronika
1.2.3 FieldEffect Transistor (Transistor Efek
Medan)
FET memiliki karakteristik yang unik, yakni
untuk
mengalirkan arus dari daerah source ke
drain
dikendalikan dengan tegangan tertentu
yang
diumpankan pada daerah Gate. Sehingga fungsi
dari
gate ini adalah untuk mengontrol aliran arus
dari
sumber (source) ke saluran pembuangan
(drain)
transistor.
Field Effect Transistor yang disingkat menjadi
FET
adalah jenis Transistor yang menggunakan
listrik
untuk mengendalikan konduktivitasnya. Pada
dasarnya FET memiliki tiga daerah yang
sama
seperti jenis bipolar namun dengan penamaan
yang
berbeda, yaitu gerbang (gate), sumber (source)
dan
pembuangan (drain).
Simbol Field Effect
Transistor
9.
A. Komponen
Elektronika
1.2.4 JenisFET
Jenisnya
1.JFET (Junction Field Effect Transistor)
2.MOSFET (Metal Oxide Semikonduktor Field Effect Transistor)
3.UJT (Uni Junction Transistor)
1.Transistor untuk sinyal kecil (Small Signal Transistors)
2.Transistor untuk saklar arus kecil (Small Switching
Transistors)
Fungsinya
3.Transistor daya tinggi (Power transistors)
4.Transistor frekuensi tinggi (High Frequency
Transistors)
5.Transistor Photo (Phototransistors)
10.
A. Komponen
Elektronika
1.3 IntegratedCircuit (IC)
Integrated Circuit (IC) merupakan komponen aktif
yang terdiri dari gabungan ratusan transistor bahkan
jutaan transistor, resistor dan komponen lainnya. Jenis
jenis IC dikelompokan dalam beberapa kategori yaitu
IC Analog, IC Digital, dan IC Campuran.
IC memiliki berbagai macam fungsi, diantaranya
penguat sinyal dan daya, regulator, dan IC
microprocessor.
Berbagai jenis IC
11.
A. Komponen
Elektronika
3. IntegratedCircuit (IC)
1. IC Analog
IC Analog merupakan IC yang beroperasi pada sinyal yang
berbentuk gelombang kontinyu. Tipe ini mampu
menangkap, mengelola, dan menggunakan sinyal
gelombang.
IC Regulator
Contoh:IC Penguat daya, IC Penguat sinyal, IC Regulator
Tegangan, IC Multiplier dan IC Op-Amp.
Contoh penggunaan: IC LM7805 untuk menurunkan
tegangan/regulator 12V ke 5V
IC OpAmp
A. Komponen
Elektronika
1.3 IntegratedCircuit (IC)
1.3.2 IC Digital
IC Digital merupakan IC yang
beroperasi pada sinyal digital yaitu
sinyal yang hanya memiliki 2 level
yakni “Tinggi” dan “Rendah” atau
dilambangkan dengan kode Binary
“1” dan “0”.
Contoh :IC Mikroprosesor, IC Flip-flop,
IC Counter, IC Memory, IC Multiplexer
dan IC Microcontroller
Contoh penggunaan: IC 328P yang
banyak digunakan pada
mikrokontroller IC Microprocessor 8086
A. Komponen
Elektronika
1.3 IntegratedCircuit (IC)
1.3.3 IC Campuran (Mixed IC)
IC Campuran adalah IC yang mengkombinasikan
fungsi IC Analog dan IC Digital ke dalam kemasan
satu IC.
Pada umumnya, IC jenis ini digunakan sebagai IC
yang mengkonversikan sinyal Digital menjadi
Analog (D/A Converter) ataupun sinyal Analog
menjadi sinyal Digital (A/D Converter).
Contoh penggunaan: IC ADC0804 untuk
mengubah sinyal analog menjadi digital.
Contoh IC Campuran / Mixed IC
16.
A. Komponen
Elektronika
2. KomponenPasif
Komponen elektronika pasif adalah jenis komponen yang memiliki karakteristik tidak memerlukan arus
eksternal untuk dapat digunakan/beroperasi. Berikut ini beberapa komponen yang masuk kedalam kelompok
komponen pasif :
Induktor Kapasitor Resistor
Komponen Pasif
17.
A. Komponen
Elektronika
2.1 Resistor
Resistoradalah komponen elektronika yang berfungsi untuk
menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian
elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm
(Ω). Resistor memiliki beberapa jenis yaitu resistor fixed dan
resistor variable.
Bentuk Resistor
Hampir setiap peralatan Elektronika menggunakannya. Pada
dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang
memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi
untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu
rangkaian Elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia
sering disebut dengan Hambatan atau Tahanan dan biasanya
disingkat dengan Huruf “R”. Satuan Hambatan atau Resistansi
Resistor adalah OHM (Ω). Sebutan “OHM” ini diambil dari
nama penemunya yaitu Georg Simon Ohm yang juga
merupakan seorang Fisikawan Jerman.
Simbol Resistor
18.
A. Komponen
Elektronika
2.1.1 JenisResistor Tetap
Resistor tetap merupakan jenis resistor yang nilainya sudah tetap dan tidak dapat diubah-ubah, biasanya nilai
ditulis dalam bentuk kode warna ataupun angka.
Jenis resistor tetap diantaranya Carbon Composition Resistor, Resistor Film, dan Resistor Kawat (Wirewound
Resistor). Ke 3 resistor ini memiliki simbol yang sama, hanya berbeda pada penerapannya saja.
Resistor Film Resistor Kawat Simbol Resistor
Resistor Carbon
19.
A. Komponen
Elektronika
2.1.2 ResistorVariable
Sesuai namanya resistor ini merupakan resistor yang nilainya dapat diubah-ubah sesuai dengan
kebutuhan.
Resistor jenis ini dibagi menjadi beberapa jenis yaitu Potensiometer, Rheostat, Trimpot, Thermistor
(thermal
resistor), dan LDR (Light Dependent Resistor)
Potensiometer Thermistor
Trimpot
Rheostat LDR
20.
A. Komponen
Elektronika
2.2. Kapasitor
Kapasitormerupakan Komponen Elektronika Pasif
yang
dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu
sementara
dengan satuan kapasitansinya adalah Farad.
Kapasitor
dibagi menjadi dua berdasarkan nilainya yaitu
fixed
capasitor dan variable capasitor.
Fungsi dari kapasitor antara
lain:
Penyaring (filter) hambatanyang mengganggu
dari
luar
Mencegah terjadinya lonjakan aliran listrik
Membangkitkan frekuensi pada osilator
Penghubung amplifier tingkat rendah ke
tinggi
Kapasitor
21.
A. Komponen
Elektronika
2. Kapasitor
1.Kapasitor Nilai Tetap (Fixed Capacitor)
Kapasitor jenis ini memiliki nilai tetap dan tidak berubah-ubah
sesuai
dengan keluaran pabrik. Berikut ini kapasitor dengan nilai
tetap
berdasarkan bahan pembentuknya.
Polyester Kertas
Elektrolit
Keramik
Kapasitor Polyester (Polyester
Capacitor)
Kapasitor Kertas (Paper
Capacitor)
Kapasitor Mika (Mica Capacitor)
Kapasitor Elektrolit (Electrolyte
Capacitor)
Kapasitor Tantalum
Kapasitor Keramik (Ceramic
Capacitor)
Mika
Tantalum
22.
A. Komponen
Elektronika
2.2 Kapasitor
2.2.2Kapasitor Variabel (Variable Capacitor)
Kapasitor Variabel adalah Kapasitor yang nilai
kapasitansinya
dapat diatur atau berubah-ubah. Kapasitor jenis ini terdiri
atas
dua jenis berdasarkan pada fisiknya :
VARCO (Variable Condensator)
Trimmer
VARCO Trimmer
23.
A. Komponen
Elektronika
3. Induktor
1.Kapasitor Variabel (Variable Capacitor)
Induktor merupakan Komponen Elektronika
Pasif
yang terdiri dari susunan lilitan kawat
(biasanya
tembaga) yang membentuk sebuah
kumparan.
Induktor akan menimbulkan medan magnet
saat
dialiri arus listrik. Satuan Induktansi pada
Induktor
adalah Henry (H).
Penggunaan induktor diantaranya:
Menghilangkan dengung atau noise pada
power
supply
Memproses gelombang radio pada
perangkat
penerima gelombang
Mencegah interferensi
Induktor Pada Rangkaian
Tambah Simbol
Menahan arus AC dan meneruskan arus
DC
24.
A. Komponen
Elektronika
2.3 Induktor
2.3.2Kapasitor Variabel (Variable Capacitor)
Berdasarkan bentuk serta bahan intinya, induktor dapat
dibagi
menjadi beberapa jenis yaitu:
Air Core Inductor
Iron Core Inductor
Torroidal Core Inductor
Laminated Core Inductor
Air Core Inductor – Menggunakan Udara sebagai Intinya
Iron Core Inductor – Menggunakan bahan Besi sebagai
Intinya
Ferrite Core Inductor – Menggunakan bahan Ferit
sebagai
Intinya
Torroidal Core Inductor – Menggunakan Inti yang berbentuk
O
Ring (bentuk Donat)
Laminated Core Induction – Menggunakan Inti yang terdiri
dari
beberapa lapis lempengan logam yang ditempelkan
secara
paralel. Masing-masing lempengan logam diberikan Isolator.
Variable Inductor – Induktor yang nilai induktansinya
dapat
diatur sesuai dengan keinginan. Inti dari Variable Inductor
pada
umumnya terbuat dari bahan Ferit yang dapat diputar-putar.
Ferrite Core Inductor Variable Core Inductor
25.
B. Simbol Dasar
Elektronika
1.Simbol Elektronika
Simbol elektronika merupakan
gambar
atau bentuk yang digunakan
untuk
menunjukan suatu komponen
atau
unsur elektronika sehingga lebih
mudah
dipahami dan dituliskan.
Pengenalan simbol dasar
elektronik
sangat penting agar dapat
membaca
simbol yang ada pada
rangkaian
maupun pada bagian elektronik
lainnya.
Berikut ini simbol-simbol dasar
elektronik yang harus
diketahui.
Simbol Elektronika
26.
B. Simbol Dasar
Elektronika
1.1Simbol Kabel 1.2 Simbol Kabel Penghubung
Kabel merupakan sebuah konduktor yang
dapat
mengalirkan listrik.
Kabel penghubung merupakan sebuah
koneksi
yang menghubungkan dua konduktor.
Terdapat
Penggambaran kabel dengan
mengunakan
garis lurus dari satu komponen ke
komponen
lain.
titik atau Dot ditengahnya yang berarti
menunjukkan titik persimpangan dan dua
kabel
tersebut saling terhubung.
27.
B. Simbol Dasar
Elektronika
1.3.Kabel Tidak Terhubung 1.5. Garis Input Bus
Simbol ini menandakan bahwa kabel di
rangkaiannya
tidak terhubung atau hanya melintasi saja
Simbol ini menandakan untuk mengambil
data
atau listrik yang masuk (input).
1.4. Garis Output Bus 1.6. Terminal
Simbol ini menandakan untuk data atau
listrik
yang keluar (output) melalui jalur tersebut.
Merupakan simbol yang menandakan
sebagai
titik awal maupun titik akhir.
28.
B. Simbol DasarElektronika
(Switch)
1.7. Push Button (Normally Open) 1.9. Saklar SPST (Single Pole Single
Throw)
Simbol ini berarti pada saklar/tombol
yang
ditekan maka akan aktif / ON. Biasa
disebut
dengan Normally Open (NO)
Simbol ini juga bertindak sebagai saklar ON /
OFF.
Apabila sekali ditekan maka rangkaian
akan
terhubung, dan terpustus apabila ditekan sekali
lagi.
1.8. Push Button (Normally Close) 1.10. Saklar DPST (Double Pole Single
Throw)
Simbol ini berarti pada saklar/tombol
yang
ditekan maka akan terputus atau OFF.
Biasa
disebut dengan Normally Close (NC)
Saklar pada simbol ini dapat
menggerakan
sampai dua sirkuit sekaligus.
29.
B. Simbol DasarElektronika
(Arus)
1.11. Sumber Arus AC 1.13. Sumber Arus Terkendali
Simbol ini merupakan penyedia sumber
atau
pasokan arus AC di rangkaian
Simbol ini merupakan penyedia sumber
atau
pasokan arus DC di sirkuit.
1.12. Sumber Arus DC 1.14. Baterai Sel Tunggal atau satu
Simbol ini merupakan aliran yang
dependen
atau tergantung pada sumber arus
dan
tegangan lain.
Simbol ini pada rangkaian elektronika
berarti
memberikan pasokan arus DC ke sirkuit.
30.
B. Simbol DasarElektronika
(Generator)
1.15. Sinusoidal Generator 1.17. Ground tanam
Simbol ini merupakan generator
dengan
gelombang sinus.
Secara teoritis ini setara dengan 0V dan memiliki
refer
potensialnya 0.
1.16. Pulse Generator 1.18. Ground tanam
Simbol ini merupakan generator
pulsa
dengan gelombang kotak.
Simbol listrik ini berfungsi sebagai
penghalang
agar dapat mencegah kita dari sengatan
listrik.
31.
B. Simbol DasarElektronika
(Resistor)
1.19. Resistor Tetap 1.21. Thermistor
Sebuah perangkat yang dapat
menghambat
arus listrik yang mengalir di suatu rangkaian
Resistor yang memiliki sensitifitas terhadap
suhu.
Biasanya digunakan sebagai pembatas
1.20. Rheostat 1.22. LDR
Resistor variable dengan dua terminal
untuk
mengubah nilai hambatan. Biasanya
digunakan
untuk mengontrol arus listrik di sebuah rangkaian.
Resistor yang nilai hambatannya
mengikuti
besarnya kekuatan intensitas cahaya.
32.
B. Simbol DasarElektronika
(Kapasitor)
1.23. Kapasitor Non-Polar 1.25. Kapasitor
Elektrolit
Kapasitor yang tidak memiliki
polarisasi.
Biasanya digunakan pada sirkuit AC dan DC.
Kapasitor elektrolit biasanya sudah
terpolarisasi
dan digunakan dalam sirkuit DC.
1.24. Kapasitor Polar 1.26. Kapasitor Variabel
Kapasitor ini memiliki kutub positif dan
negatif.
Biasanya digunakan pada sirkuit DC.
Kapasitor yang digunakan untuk mengatur
frekuensi
dan disesuaikan dengan cara memutar knop.
33.
B. Simbol DasarElektronika
(Diode)
1.27. PN Junction Diode 1.29. Photodiode
Dioda ini dapat digunakan untuk memotong
atau
menjepit sirkuit, sebagai penyerah dalam arus
DC.
Dioda yang mendeteksi cahaya yang masuk
dan
mengubahnya menjadi arus atau tegangan
1.28. Zener Diode 1.30 LED (Light Emitting
Diode)
Dioda ini digunakan dalam regulator
tegangan
dan pelindung sirkuit dari tegangan yang
berlebih.
Dioda yang dapat memancarkan energi
cahaya
dan biasanya digunakan untuk indikator.
34.
B. Simbol DasarElektronika
(Transistor)
1.31. Transistor
NPN
1.33.
Phototransistor
Transistor NPN akan mengalirkan arus dari kolektor
ke emitor ketika basis diberikan arus positif.
Simbol transistor ini mengubah energi cahaya
menjadi energi listrik yang sesuai.
1.32. Transistor
PNP
1.34. Mosfet
Transistor PNP akan mengalirkan arus dari kolektor
ke emitor ketika basis diberikan arus negatif
Mosfet ini biasa digunakan sebagai switch dan
sebagai penguat sinyal pada perangkat elektronik.
35.
B. Simbol DasarElektronika
(Transformator)
1.35. Transformer 1.37. Step Down Transformer
Transformer digunakan untuk menaikkan atau
menurunkan tegangan arus AC.
Transformer jenis ini digunakan untuk penyearah
alur komponen di sirkuit.
1.36. Center Tapped 1.38. Step Up Transformer
Transformer yang digunakan untuk menurunkan
tegangan sesuai dengan kebutuhan.
Transformer jenis ini digunakan untuk
penyearah alur komponen di sirkuit.
36.
B. Simbol Dasar
Elektronika
1.39.Loud Speaker 1.41 Sekering
Speaker digunakan untuk merubah sinyal listrik
menjadi sebuah suara.
Berfungsi untuk memutus jalur rangkaian apabila
terdapat beban lebih.
1.40. Motor 1.42 Osilator Kristal
Simbol ini berarti dapat mengubah energi listrik
menjadi mekanik.
Untuk menghasilkan sinyal waktu dari frekuensi
yang cepat.
37.
C. Rangkaian
Elektronika
1. PenjelasanRangkaian
Elektronika
Rangkaian elektronika merupakan rangkaian yang
disusun dengan simbol-simbol elektronika dengan
merepresentasikan komponen elektronika.
Rangkaian di samping merupakan rangkaian flip-flop
yang terdiri dari dua bagian driver yang saling
mentriger satu sama lain sehingga akan
menghasilkan dua kondisi 1 dan 0 secara bergantian
dan terus menerus. Pengkondisian 1 dan 0
direfleksikan melalui led indikator.
Rangkaian Flip-flop
Sumber: Skemaku.com
38.
C. Rangkaian
Elektronika
1.1 Pembahasankomponen yang ada pada rangkaian
Nomor 1 merupakan simbol dari komponen
Resistor
Nomor 2 merupakan simbol dari komponen
LED (Light Emitting Diode)
Nomor 3 merupakan simbol dari komponen
Kapasitor
Nomor 4 merupakan simbol dari komponen
Transistor
Nomor 5 merupakan simbol dari komponen
Switch
Nomor 6 merupakan simbol dari komponen
Baterai
Rangkaian Flip-flop
Sumber: Skemaku.com
39.
C. Rangkaian
Elektronika
1.2. RangkaianPCB
Rangkaian PCB (Printed Circuit Board) di
samping
merupakan rangkaian PCB Sismin (Sistem minimum)
yang
menggunakan PCB single layer (kiri) dan PCB double
layer
(kanan).
Pada rangkaian single layer area biru yang cukup
besar
menyatakan area yang terhubung dengan ground.
Pada rangkaian double layer terdapat dua warna
jalur
yaitu merah dan biru. Warna merah menandakan
area
layer top/layer atas atau layer pertama dan warna
biru
menandakan area layer bottom/bawah atau layer kedua.
40.
D. Alat
Ukur
1. PengertianAlat
Ukur
Alat ukur elektronika merupakan alat pendukung yang digunakan untuk melakukan pengukuran
terhadap
komponen yang akan digunakan. Penggunaan alat ukur menyesuaikan dengan besaran yang akan
diukur.
Digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti hambatan listrik (R), kuat arus listrik (I),
beda
potensial listrik (V), daya listrik (P), dan lainnya. Terdapat dua jenis alat ukur yaitu alat ukur analog dan
alat
ukur digital.
Alat ukur elektronika
41.
D. Alat
Ukur
1.1. Voltmeter
Voltmetermerupakan alat ukur digunakan untuk mengukur besarnya tegangan listrk yang ada
pada
suatu rangkaian. Terdapat 2 jenis voltmeter yaitu voltmeter analog dan voltmeter digital.
Perlu diperhatikan dalam pemilihan Voltmeter karena pengukuran pada arus AC dan
DC
menggunakan voltmeter yang berbeda.
Voltmeter Analog Voltmeter Digital
42.
D. Alat
Ukur
1.2. Amperemeter
Amperemetermerupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik pada
rangkaian.
Amperemeter juga terbagi menjadi Amperemeter DC dan AC. Sedangkan pada
penunjukan
hasilnya, terbagi menjadi amperemeter analog dan digital. Dalam perkembangannya,
pengukuran
ampere semakin mudah dengan menggunakn tang ampere
Amperemeter AC Amperemeter DC Amperemeter Digital Tang Ampere
43.
D. Alat
Ukur
1.2.1 PenggunaanAmperemeter
Pada dasarnya penggunaan
amperemeter analog dan digital
sama,
yaitu
masing
amperemeter
dengan
masing
secara
menyambungkan
kutub
seri
pada
pada
rangkaian yang akan diukur. Hasil
akan menunjukkan besarnya arus
pada rangkaian.
Penggunaan Ampermeter
44.
D. Alat
Ukur
1.2.2. TangAmpere
Tang ampere atau digital clamp meter adalah hand tool
yang
umum digunakan dalam bidang kelistrikan. Meski disebut
tang,
bentuk tang ampere sedikit berbeda.
Jika tang biasa memiliki bentuk seperti huruf X, maka
bentuk
tang ampere lebih rumit. Bagian kepala (head clamp)
berbentuk
penjepit, sedangkan bagian badan yang biasanya
menjadi
handle atau pegangan adalah alat ukur yang
dilengkapi
dengan layar display untuk menampilkan hasil pengukuran.
Umumnya, tang ampere digunakan
dalam
pekerjaan
kelistrikan, termasuk kelistrikan mesin mobil. Hand tool
ini
memudahkan para teknisi dalam pengukuran arus listrik
karena
tidak mengganggu instalasi listrik dalam penggunaannya. Tang Ampere
45.
D. Alat
Ukur
1.2.2.1 PenggunaanTang Ampere
Penggunaan amperemeter dinilai
kurang
efisien karena harus melepas
rangkaian
karena amperemeter harus dipasang
secara seri. Sehingga adanya tang
ampere
dapat digunakan secara portable.
Penggunaannya yaitu dengan
menyalakan
tang ampere dan membuka
pengait
kemudian meletakkan pada kabel
rangkaian yang akan diukur.
Penggunaan Tang Ampere
46.
D. Alat
Ukur
1.2.3. Avometer
Avometeratau multimeter merupakan alat
ukur
multifungsi yang dapat digunakan untuk
mengukur
arus listrik, tegangan dan resistensi pada
komponen.
Sesuai dengan namanya avometer atau
multimeter
memiliki fungsi yang cukup banyak hal
ini
dikarenakan avometer menggabungkan tiga alat
ukur
yang berbeda.
Avometer merupakan singkatan dari Ampere
(arus
listrik), Volt (tegangan listrik) dan Ohm
(resistansi/hambatan).
Terdapat dua tipe avometer yaitu tipe analog dan
tipe
digital. Tipe analog mengukur dan
menunjukkan
hasilnya menggunakan jarum, sedangkan tipe
digital
menunjukkan hasilnya berupa angka.
Avometer Digital Avometer Analog
47.
D. Alat
Ukur
1. PenggunaanAVO meter untuk mengukur
tegangan
1.Pasang kedua probe (merah dan hitam) pada AVO meter
2.Putar knob sesuai dengan pengukuran, misal pengukuran tegangan baterai DC maka
putar
ke DC dengan tegangan maksimal 12V.
3.Hubungkan probe positif ke kutub positif baterai dan negatinf ke negatif baterai.
4.Hasil akan muncul di layar.
48.
D. Alat
Ukur
2. PenggunaanAVO meter untuk mengukur
arus
1.Pasang probe merah pada kutub arus, dan probe hitam pada COM
2.Putar knob sesuai dengan pengukuran, misal pengukuran arus pada lampu, maka atur pada 10 atau
10M.
3.Hubungkan probe positif ke rangkaian dan satu probe di sisi yang lain.
4.Hasil akan muncul di layar.
49.
D. Alat
Ukur
3. PenggunaanAVO meter untuk mengukur
hambatan/resistor
1.Pasang probe merah pada kutub hambantan/ohm, dan probe hitam pada COM
2.Putar knob sesuai dengan pengukuran, misal pengukuran pada resistor, maka atur pada 200
ohm
atau lebih tinggi sesuai dengan resistor .
3.Hubungkan probe merah ke kaki resistor dan hitam ke kaki yang lain. Penempatan boleh
terbalik.
4.Hasil akan muncul di layar.
50.
D. Alat
Ukur
1.2.4 Osiloskop
Osiloskopmerupakan alat ukur
elektronik
yang berfungsi memetakan
atau
memproyeksikan sinyal listrik dan
frekuensi
menjadi gambar grafik agar dapat dibaca
dan
mudah dipelajari. Grafik yang
ditampilkan
osiloskop umumnya menampilkan grafik
dua
dimensi dengan waktu pada sumbu x
dan
tegangan pada sumbu y.
Osiloskop Digital
Terdapat dua tipe osiloskop yaitu
osiloskop
analog
kelebihan
dan digital, keduanya
memiliki
dan kekurangannya masing-
masing. Saat ini osiloskop analog
mulai
ditinggalkan dan beralih ke osiloskop
digital
yang lebih mudah digunakan serta
memiliki
harga yang cukup terjangkau.
Osiloskop Analog
51.
E. Alat Pendukung
Elektronika
1.Solder
Solder merupakan alat yang digunakan untuk
merekatkan
timah pada PCB pada pemasangan komponen.
2. Testpen
Testpen merupakan alat yang digunakan untuk
mengecek
adanya tegangan pada rangkain.
3. Pinset Solder Tespen
Pinset adalah alat yang digunakan untuk
membatu
peletakan komponen terutama pada proses soldering.
4. Screw Driver
Screw driver atau obeng merupakan alat yang
digunakan
untuk memasang/melepas sekrup yang digunakan
pada
komponen.
Pinset Screw Driver
52.
F. K3 (Keselamatandan Kesehatan Kerja)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
yang
merupakan kepanjangan dari K3
adalah
segala kegiatan untuk menjamin
dan
melindungi keselamatan dan
kesehatan
tenaga kerja melalui upaya
pencegahan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja
(PP 50 Tahun 2012).
Kesehatan dan keselamatan atau
disingkat
dengan k3 adalah merupakan
instrumen
yang melindungi
pekerjaan,
perusahaan,
masyarakat dan lingkungan dari hal-
hal
merugikan yang dapat ditimbulkan
oleh
aktivitas pekerja. Bagi pekerja, k3 akan
melindungi mereka dari bahaya yang
akan
terjadi selama proses bekerja dan juga
efek
dari kesehatan dalam jangka panjang.
Keselamatan Kerja
53.
F. K3 (Keselamatandan Kesehatan Kerja)
Penerapan K3 pada pengerjaan projek
elektronika
diantaranya:
Gunakan pakaian praktik/pakaian kerja dalam
melakukan perakitan komponen.
Pastikan tangan dalam kondisi kering.
Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.
Perhatikan bagian-bagian yang tajam pada
komponen
agar tidak melukai tangan.
Harap berhati-hati saat menggunakan
alat/komponen
dengan tegangan tinggi, pastikan listrik sudah
diputus
saat melakukan perangkaian kompinen.
Gelang antistatis
Gunakan gelang antistatis untuk membuang sisa
arus
listrik yang terdapat pada rangkaian.
Gunakan sepatu agar kaki tidak terhubung ke
ground.
Saat melakukan soldering, jauhkan solder dari
kompnen atau bagian tubuh setelah digunakan.
Gunakan stand holder untuk menempatkan solder
agar
bagian panas tidak terpegang.
Stand Solder