Kelompok iii
anatomi sains
Disusun oleh:
Elfi lailatul badriyah
Rini fakhrunnisa
Rizka septya wulansari
ANATOMI SAINS
HUKUM
TEORI
POSTULAT
PRINSIPATAU AZAS
TENTANGASUMSI
PENAFSIRANPROBABILISTIK
ANATOMI SAINS
ANATOMI: susunan atau kajian terhadap struktur-struktur tubuh badan
dan perkaitan antara setiap struktur tersebut. Anatomi berasal dari bahasa
Yunani ‘ana’ bermaksud asingkan dan ‘tome’ bermaksud memotong.
SAINS: pengetahuan yang telah diuji kebenarannya secara empiris
dengan melalui metode ilmiah
Dapat disimpulkan bahwa anatomi sains adalah suatu kajian yang
menjelaskan bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi dalam
memperoleh pengetahuan itu sendiri.
Hukum
Pengertian hukum dalam sains Merupakan suatu
pernyataan yang mengungkapkan adanya hubungan antar
gejala alam yang konsisten. Karena kekonsistensiannya dari
gejala-gejala alam inilah, maka dapat disusun suatu pernyatan
yang dikenal dengan hukum. Selanjutnya hukum dapat
digunakan landasan untuk menerangkan gejala berikutnya.
Hukum dalam sains menurut Therdorson (1970) adalah :
1. Suatu pernyataan
2. Menyatakan hubungan antara fakta dari suatu gejala
alam.
3. Telah teruji kebenarannya oleh ahli dibidang itu
4. Bersifat universal
5. Dapat digunakan untuk meramal
6. Berlaku pada kondisi terbatas
7. Hanya berlaku apabila kondisi terpenuhi
Fungsi hukum:
Untuk mengungkap suatu kenyataan tentang hubungan
antar gejala alam.
Untuk meramalkan peristiwa alam yang akan terjadi yang
ditunjukan oleh gejala alam.
 Teori
Konstelasi teori dalam sains itu diungkap
dalam bentuk dan teori. Untuk memahami tentang
bagaimana teori itu dan bentuknya, maka ditelaah
bentuk-bentuk teori yang dikemukakan para ahli
antara lain:
Teori evolusi organic (Darwin)
Teori relaktivitas (Einsten)
Teori ekologi (Haeckel)
Teori atom (Rutherford
Teori heliosentris (Copernicus)
Fungsi teori:
Menjelaskan: yang dijelaskan dapat berupa hukum, gejala alam, atau hubungan antar
gejala alam
Memahamkan: fakta-fakta yang berserakan di alam semesta ini disusun dan dirapikan
menjadi teratur dan sistematis sehingga mudah dipahami adanya sealing keterkaitan
antar fakta dan mengikuti “hukum alam”
Meramalkan: dari keteraturan atau sistematisasi fakta-fakta atau fenomena alam dapat
dibuat suatu ramalan prediksi. Prediksi dapat ditarik melalui ekstrapolasi maupun
intrapolasi. Secara singkat dapat dikatakan fungsi teori yang ada pada dasarnya
merupakan sumber bagi kerangka penalaran dalam menyusun suatu prediksi.
 Postulat
Postulat adalah suatu anggapan dasar yang sudah dianggap
benar sehingga kebenaran tersebut tidak dipertanyakan lagi
oleh orang yang menggunakan anggapan tersebut.
Prinsip atau Azas
Prinsip atau azas adalah sebagai suatu pernyataan
yang mengandung kebenaran yang bersifat mendasar dan
berlaku umum.
Fungsi prinsip atau azas adalah sebagai landasan
kebenaran suatu hukum. Misalnya prinsip atau azas
kesetimbangan dinamik atau azas aksi reaksi melandasi
hukum Boyle dan hukum Achimedes dsb.
TentangAsumsi
Dalam permasalah sains, asumsi didefinisikan sebagai suatu
kemungkinan terjadinya hal yang sesuai dengan harapan atau
kemungkinan itu bisa juga terjadi tidak sesuai dengan harapan. Dengan
kata lain asumsi merupakan pandangan suatu pendapat yang dilihat
sesuai dari sudut pandang permasalahan.
Penafsiran Probabilistik
Didalam sains terdapat penafsiran probabilistik, probabilistik
berasal dari kata probabilitas. Definisi probabilistik ialah
merupakan salah satu konsep yang sering kita gunakan untuk
mendeskripsikan realitas di dalam kehidupan sehari-hari. Dapat
juga diartikan sebagai suatu perkiraan terjadinya peluang atau
kebolehjadian suatu hal itu terjadi.
Kesimpulan
Anatomi sains adalah suatu kajian yang menjelaskan
bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi dalam
memperoleh pengetahuan itu sendiri.
Anatomi sains ini terdiri dari hukum, teori,
postulat, prinsip (azas), asumsi, dan penafsiran
probabilitas.
Masing- masing bagian memiliki fungsi tersendiri
dalam pemahaman sains namun saling memiliki
keterkaitan satu sama lain .
wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sekian dan Terima Kasih

Anatomi Sains

  • 1.
    Kelompok iii anatomi sains Disusunoleh: Elfi lailatul badriyah Rini fakhrunnisa Rizka septya wulansari
  • 2.
  • 3.
    ANATOMI SAINS ANATOMI: susunanatau kajian terhadap struktur-struktur tubuh badan dan perkaitan antara setiap struktur tersebut. Anatomi berasal dari bahasa Yunani ‘ana’ bermaksud asingkan dan ‘tome’ bermaksud memotong. SAINS: pengetahuan yang telah diuji kebenarannya secara empiris dengan melalui metode ilmiah Dapat disimpulkan bahwa anatomi sains adalah suatu kajian yang menjelaskan bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi dalam memperoleh pengetahuan itu sendiri. Hukum Pengertian hukum dalam sains Merupakan suatu pernyataan yang mengungkapkan adanya hubungan antar gejala alam yang konsisten. Karena kekonsistensiannya dari gejala-gejala alam inilah, maka dapat disusun suatu pernyatan yang dikenal dengan hukum. Selanjutnya hukum dapat digunakan landasan untuk menerangkan gejala berikutnya.
  • 4.
    Hukum dalam sainsmenurut Therdorson (1970) adalah : 1. Suatu pernyataan 2. Menyatakan hubungan antara fakta dari suatu gejala alam. 3. Telah teruji kebenarannya oleh ahli dibidang itu 4. Bersifat universal 5. Dapat digunakan untuk meramal 6. Berlaku pada kondisi terbatas 7. Hanya berlaku apabila kondisi terpenuhi Fungsi hukum: Untuk mengungkap suatu kenyataan tentang hubungan antar gejala alam. Untuk meramalkan peristiwa alam yang akan terjadi yang ditunjukan oleh gejala alam.
  • 5.
     Teori Konstelasi teoridalam sains itu diungkap dalam bentuk dan teori. Untuk memahami tentang bagaimana teori itu dan bentuknya, maka ditelaah bentuk-bentuk teori yang dikemukakan para ahli antara lain: Teori evolusi organic (Darwin) Teori relaktivitas (Einsten) Teori ekologi (Haeckel) Teori atom (Rutherford Teori heliosentris (Copernicus) Fungsi teori: Menjelaskan: yang dijelaskan dapat berupa hukum, gejala alam, atau hubungan antar gejala alam Memahamkan: fakta-fakta yang berserakan di alam semesta ini disusun dan dirapikan menjadi teratur dan sistematis sehingga mudah dipahami adanya sealing keterkaitan antar fakta dan mengikuti “hukum alam” Meramalkan: dari keteraturan atau sistematisasi fakta-fakta atau fenomena alam dapat dibuat suatu ramalan prediksi. Prediksi dapat ditarik melalui ekstrapolasi maupun intrapolasi. Secara singkat dapat dikatakan fungsi teori yang ada pada dasarnya merupakan sumber bagi kerangka penalaran dalam menyusun suatu prediksi.
  • 6.
     Postulat Postulat adalahsuatu anggapan dasar yang sudah dianggap benar sehingga kebenaran tersebut tidak dipertanyakan lagi oleh orang yang menggunakan anggapan tersebut. Prinsip atau Azas Prinsip atau azas adalah sebagai suatu pernyataan yang mengandung kebenaran yang bersifat mendasar dan berlaku umum. Fungsi prinsip atau azas adalah sebagai landasan kebenaran suatu hukum. Misalnya prinsip atau azas kesetimbangan dinamik atau azas aksi reaksi melandasi hukum Boyle dan hukum Achimedes dsb.
  • 7.
    TentangAsumsi Dalam permasalah sains,asumsi didefinisikan sebagai suatu kemungkinan terjadinya hal yang sesuai dengan harapan atau kemungkinan itu bisa juga terjadi tidak sesuai dengan harapan. Dengan kata lain asumsi merupakan pandangan suatu pendapat yang dilihat sesuai dari sudut pandang permasalahan. Penafsiran Probabilistik Didalam sains terdapat penafsiran probabilistik, probabilistik berasal dari kata probabilitas. Definisi probabilistik ialah merupakan salah satu konsep yang sering kita gunakan untuk mendeskripsikan realitas di dalam kehidupan sehari-hari. Dapat juga diartikan sebagai suatu perkiraan terjadinya peluang atau kebolehjadian suatu hal itu terjadi.
  • 8.
    Kesimpulan Anatomi sains adalahsuatu kajian yang menjelaskan bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi dalam memperoleh pengetahuan itu sendiri. Anatomi sains ini terdiri dari hukum, teori, postulat, prinsip (azas), asumsi, dan penafsiran probabilitas. Masing- masing bagian memiliki fungsi tersendiri dalam pemahaman sains namun saling memiliki keterkaitan satu sama lain .
  • 9.