Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Dahsyatnya Kasih Ibu

21,754 views

Published on

Sungguh luar biasa sosok yang satu ini, rela berkorban dengan nyawanya demi buah hatinya tapi tak pernah berharap balas...
Itulah ibu, kasihnya tak pernah lekang oleh waktu, tak pudar oleh ajal.

Published in: Education
  • sangat menyentuh, langsung menuju ke dalam lubuk hati ini yang paling terdalam. hingga terasa sampai tetesan mengalir ke pipih ini. begitu indahnya kalau melihat semasa kecil dan sekarng sudah dalam kehidupan yang berbeda. terima kasih ibu kau telah membuat ku sepeti ini jasa jasamu tak akan pernah terlupa sampai hayat nati,

    izin share ke lain ya min, ane masukin link akang admin ko, terima kasih.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • hai ibu kau adalah pelita kesabaran dalam hidupmu yang tak retak atau mengeluh betapa beratnya rintangan dan tantangan yang engkau hadapi kau selalu hadapi dengan indahnya pesona senyum manismu dan kau telah memperjuangkan hidup untuk keluarga dengan asas kesabaran dan cinta. semoga ALLAH memberi jlan yang terbaik untukmu Ibu
    Amin ya rab'bal Alamin
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Dahsyatnya Kasih Ibu

  1. 1. Yang Manakah yang Kita Cintai?<br />Fisiknya?<br />ataukah Sifatnya?<br />Sifat ibu melambangkan sifat dari Allah swt.<br />
  2. 2. Ibuku cacat...<br />Ibuku buta...<br />kisah ibu yang patut diteladani...<br />
  3. 3. Para Pemberani Yang Menantang Maut<br />Penjinak Ranjau<br />Fire Fighter<br />Lineman<br />Pencakar Langit<br />
  4. 4. Tahukah AndaDarimana Para Pemberani Tersebut Dilahirkan ?<br />Mereka Dilahirkan Dari Rahim Seorang IbuYang Telah Menantang Maut <br />Menahan Sakit Luar BiasaSaat Melahirkannya ke Dunia...<br />
  5. 5. BUAYAKekuatan Rahang Gigitannya: 2,5 ton (5.000 Lbs)<br />
  6. 6. KELEMBUTAN INDUK BUAYASelalu Membawa Anak-anaknya di MulutnyaDi antara Rahang Kuat Gigi Tajamnya<br />
  7. 7. SALAH SATU ANUGERAH BESAR TUHAN<br />YANG DIBERIKAN KEPADA MAHLUKNYA:<br />“NALURI KEIBUAN”<br />
  8. 8. seberapa besarkah <br />cinta seorang ibu ?<br />
  9. 9. terkadang kita baru menyadari<br />besarnya kasih sayang ibu terhadap kita<br />akan terasa di saat ibu sudah tiada...<br />
  10. 10. dalam setiap tragedi bencana yang merenggut nyawa<br />dan di antara banyaknya korban yang bergelimpangan<br />mata kita akan terpana<br />dengan sebuah pemandangan yang luar biasa...<br />
  11. 11. cinta kasih ibu<br />tak lekang oleh waktu...<br />tak pudar oleh ajal...<br />
  12. 12. cinta kasih ibu<br />tak lekang oleh waktu...<br />tak pudar oleh ajal...<br />
  13. 13. cinta kasih ibu<br />tak lekang oleh waktu...<br />tak pudar oleh ajal...<br />
  14. 14. cinta kasih ibu<br />tak lekang oleh waktu...<br />tak pudar oleh ajal...<br />
  15. 15. cinta kasih ibu<br />tak lekang oleh waktu...<br />tak pudar oleh ajal...<br />
  16. 16. cinta kasih ibu<br />tak lekang oleh waktu...<br />tak pudar oleh ajal...<br />
  17. 17. Ketika itu...<br />Dalam pekatnya malam...<br />Peluh membasahi keningmu<br />Tersengal-sengal nafasmu<br />Serasa tiada daya yang tersisa dalam tubuhmu<br />Menetes air matamu menahan nyeri<br />Tapi tekadmu mengalahkan segalanyaDemi menghadirkan diriku ke muka bumi ini<br />
  18. 18. Darah pun tertumpah<br />Mengiringi derita yang mengancam jiwamu<br />Namun...<br />Dari penderitaanmu terpancar rona kebahagiaan<br />Saat tangisku memecah keheningan malam<br />Dan dalam kehangatan dekapanmu<br />Engkau pun tersenyum penuh makna...<br />“Anakku... Anakku sayang..."<br />“Ini aku... Ibumu nak..."<br />
  19. 19. Beranjak balita...<br />Belumlah berakhir beratnya pengabdianmu<br />Kau bunuh kantuk dalam lelahmu<br />Kau abaikan tubuhmu yang memucat<br />Kau ganti popokku yang basah <br />Kau gendong aku dengan penuh kasih sayang<br />Dalam kelembutan asuhanmu<br />Lelahmu tergantikan rasa haru<br />Saat kaki mungilku belajar untuk melangkah<br />Tetapi aku terlupakan untuk mengingatnya...<br />
  20. 20. Beranjak aku tumbuh menjadi remaja<br />Nasihatmu kuanggap angin lalu<br />Tak jarang kutimpali dengan kata-kata kasar<br />Tak ada kesan di hatiku begitu berharganya dirimu<br />Namun emosiku kau pahami dengan bijak<br />Tak pernah jemu engkau membimbingku<br />
  21. 21. Dalam setiap keheningan malam<br />Engkau terbangun dan bersujud kepada-Nya<br />Tak lelah-lelahnya engkau mendo’akan aku<br />Berharap yang terbaik untukku<br />Hingga aku tersadarkan akan sesuatu<br />Kapankah aku mendo’akanmu...<br />
  22. 22. Kulihat engkau begitu bahagia <br />Melihat kubersanding dengan teman hidupku<br />Walaupun sebenarnya engkau tahu<br />Esok ataupun lusa...<br />Aku akan meninggalkanmu <br />Mengarungi samudera dunia<br />Mengayuh biduk rumah tangga<br />
  23. 23. Saat aku melebur dalam hiruk-pikuk dunia<br />Dalam kehangatan keluargaku yang sempurna<br />Kubiarkan dirimu merajut sepi di tepi senja<br />Kini usiamu sudah semakin renta<br />Dan sakitmu tidak kunjung reda<br />Inginku berbakti padamu<br />Membalas jasa-jasamu dulu sewaktu aku kecil<br />Sekalipun engkau tak pernah berharap balas<br />
  24. 24. Tapi semuanya sudah terlambat...<br />Keinginanku untuk membahagiakanmu<br />Mendampingimu di saat akhir waktumu<br />Kini hanyalah angan-angan belaka<br />Karena engkau telah berpulang ke hadirat-Nya<br />Tanpa kehadiranku di nafas terakhirmu...<br />
  25. 25. Ibu...<br />Maafkanlah aku...<br />Andaikan aku diberi waktu lagi...<br />
  26. 26. ibu<br />kasih<br />sepanjang jalan...<br />

×