PENGUAT SINYAL TRANSISTOR
Disusun oleh :
NAMA : AGUNG NUROHO
NIM : 1410502021
PRODI : TEKNIK MESIN S1
DOSEN PEMBIMBING :
R. SURYOTO EDY RAHARJO, S.T., M.Eng.
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN S-1
UNTIDAR MAGELANG
1
Pengertian Penguat
Penguat adalah suatu peranti yang berfungsi menguatkan daya
sinyal masukan. Salah satu syarat yang dituntut pada penguat
adalah bahwa sinyal keluaran harus tepat benar bentuknya
seperti sinyal masukan, hanya saja amplitudo-nya lebih tinggi.
Kalau bentuk sinyal keluaran tidak tepat sama dengan sinyal
masukan, meskipun beda bentuk ini hanya kecil saja, maka
dikatakan sinyal keluarannya cacat
2
Karateristik Penguat
• Pada prinsipnya sebuah penguat (amplifier) memiliki kemampuan
untuk meningkatkan (amplify) besarnya nilai sebuah sinyal
masukan (input signal)sehingga nilai sinyal keluaran (output
signal) bernilai lebih besar dari sinyal masukan tersebut.
Perbandingan antara sinyal keluaran (output signal) dan sinyal
masukan (input signal) tersebut dinyatakan sebagai besarnya nilai
penguatan (gain) yang dapat diperoleh dari suatu penguat
(amplifier) dan disimbolkan dengan A .
3
Penguat Common Base (grounded-base)
Penguat Common base
mempunyai karakter sebagai
berikut:
• Adanya isolasi yang tinggi dari
output ke input sehingga
meminimalkan efek umpan
balik.
• Mempunyai impedansi input
yang relatif tinggi sehingga
cocok untuk penguat sinyal kecil
(pre amplifier).
• Sering dipakai pada penguat
frekuensi tinggi pada jalur VHF
dan UHF.
• Bisa juga dipakai sebagai buffer
atau penyangga.
Basis pada ground, input pada emitor
dan output kolektor. sebagai penguat
tegangan. 4
Penguat Common Emitor
• Penguat Common Emitor
mempunyai karakteristik sebagai
berikut :
• Sinyal outputnyaberbalik fasa 180
derajat terhadap sinyal input.
• Sangat mungkin terjadi osilasi
karena adanya umpan balik
positif, sehingga sering dipasang
umpan balik negatif untuk
mencegahnya.
• Sering dipakai pada penguat
frekuensi rendah (terutama pada
sinyal audio).
• Mempunyai stabilitas penguatan
yang rendah karena bergantung
pada kestabilan suhu dan bias
transistor.
Emitor pada ground, input pada basis dan
output pada kolektor. Fungsi sebagai penguat
tegangan.
5
Penguat Common Collector
• Penguat Common Collector
mempunyai karakteristik sebagai
berikut :
• Sinyal outputnya sefasa dengan sinyal
input (jadi tidak membalik fasa
seperti Common Emitor)
• Mempunyai penguatan tegangan sama
dengan 1.
• Mempunyai penguatan arus
samadengan HFE transistor.
• Cocok dipakai untuk penguat
penyangga (buffer) karena
mempunyai impedansi input tinggi
dan mempunyai impedansi output
yang rendah.
Kolektor pada ground, input pada basis
dan output pada emitor. Fungsi sebagai
penguat arus .
6
TRIMAKASIH
• https://abisabrina.wordpress.com/2010/08/17/penguat-
transistor/
• http://dasarelektronika2.blogspot.co.id/2014/02/penguat-
transistor.html
• http://elektronika-dasar.web.id/penguat-1-satu-transistor/
Daftar pustaka :
7

Penguat Sinyal Transistor

  • 1.
    PENGUAT SINYAL TRANSISTOR Disusunoleh : NAMA : AGUNG NUROHO NIM : 1410502021 PRODI : TEKNIK MESIN S1 DOSEN PEMBIMBING : R. SURYOTO EDY RAHARJO, S.T., M.Eng. FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN S-1 UNTIDAR MAGELANG 1
  • 2.
    Pengertian Penguat Penguat adalahsuatu peranti yang berfungsi menguatkan daya sinyal masukan. Salah satu syarat yang dituntut pada penguat adalah bahwa sinyal keluaran harus tepat benar bentuknya seperti sinyal masukan, hanya saja amplitudo-nya lebih tinggi. Kalau bentuk sinyal keluaran tidak tepat sama dengan sinyal masukan, meskipun beda bentuk ini hanya kecil saja, maka dikatakan sinyal keluarannya cacat 2
  • 3.
    Karateristik Penguat • Padaprinsipnya sebuah penguat (amplifier) memiliki kemampuan untuk meningkatkan (amplify) besarnya nilai sebuah sinyal masukan (input signal)sehingga nilai sinyal keluaran (output signal) bernilai lebih besar dari sinyal masukan tersebut. Perbandingan antara sinyal keluaran (output signal) dan sinyal masukan (input signal) tersebut dinyatakan sebagai besarnya nilai penguatan (gain) yang dapat diperoleh dari suatu penguat (amplifier) dan disimbolkan dengan A . 3
  • 4.
    Penguat Common Base(grounded-base) Penguat Common base mempunyai karakter sebagai berikut: • Adanya isolasi yang tinggi dari output ke input sehingga meminimalkan efek umpan balik. • Mempunyai impedansi input yang relatif tinggi sehingga cocok untuk penguat sinyal kecil (pre amplifier). • Sering dipakai pada penguat frekuensi tinggi pada jalur VHF dan UHF. • Bisa juga dipakai sebagai buffer atau penyangga. Basis pada ground, input pada emitor dan output kolektor. sebagai penguat tegangan. 4
  • 5.
    Penguat Common Emitor •Penguat Common Emitor mempunyai karakteristik sebagai berikut : • Sinyal outputnyaberbalik fasa 180 derajat terhadap sinyal input. • Sangat mungkin terjadi osilasi karena adanya umpan balik positif, sehingga sering dipasang umpan balik negatif untuk mencegahnya. • Sering dipakai pada penguat frekuensi rendah (terutama pada sinyal audio). • Mempunyai stabilitas penguatan yang rendah karena bergantung pada kestabilan suhu dan bias transistor. Emitor pada ground, input pada basis dan output pada kolektor. Fungsi sebagai penguat tegangan. 5
  • 6.
    Penguat Common Collector •Penguat Common Collector mempunyai karakteristik sebagai berikut : • Sinyal outputnya sefasa dengan sinyal input (jadi tidak membalik fasa seperti Common Emitor) • Mempunyai penguatan tegangan sama dengan 1. • Mempunyai penguatan arus samadengan HFE transistor. • Cocok dipakai untuk penguat penyangga (buffer) karena mempunyai impedansi input tinggi dan mempunyai impedansi output yang rendah. Kolektor pada ground, input pada basis dan output pada emitor. Fungsi sebagai penguat arus . 6
  • 7.