• Like
Bahana edisi Desember 2010
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Bahana edisi Desember 2010

  • 1,965 views
Published

Terbit 16 Halaman …

Terbit 16 Halaman
Desain Cover Istimewa

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,965
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
14
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 1 Terbit 16Halaman No.261 Tahun XXVII Edisi Akhir Tahun 2010 Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswacmyk
  • 2. Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 Edisi Akhir Tahun 2010 2 Orientasi Pertama Pada Duit Kancing Almamater Dosen PLS Kurang Knalpot BisingUNIVERSITAS Riau kini punya 9 fakultas. UIR? Assalamualaikum Wr. Wb. Assalamualaikum Wr. Wb.Setiap fakultas ada badan kajian. Total 27 Kami dari program studi Pendidikan Rektor Universitas Riau yangbadan kajian se-UR. Yang aktif, 9 badan. Assalamualaikum Wr. Wb. Luar Sekolah (PLS) FKIP UR ingin beri sa- terhormat. Setiap pagi pengendara rodaArtinya, hanya sepertiga dari total badan Saya mahasiswa non reguler FKIP 2009. ran dan masukan kepada para pimpinan di dua yang masuk kampus menggunakankajian. Sungguh miris. Padahal badan kajian Saya ingin bertanya kepada pihak yang FKIP. Kami sudah tiga semester kuliah di knalpot tidak sesuai standar. Ini sangatadalah wadah meneliti para dosen di tingkat berwenang dalam pengadaan almamater FKIP PLS. mengganggu kuliah. Apalagi kelas kamifakultas. Mengapa tidak aktif, alasannya kampus. Ketika saya mengambil almamater Menurut kami, banyak hal yang mesti berdekatan dengan jalan utama. Mohonberagam. Sibuk. Badannya tak sesuai bidang di bagian kemahasiswaan, saya melihat ada dibenahi. Salah satunya jumlah dosen. ditinjau kembali Pak. Terima kasih.ahli. Alasan terbanyak, SK dari rektor sebagai kejanggalan. Dosen tetap PLS hanya 7 orang, sementarakepala badan belum keluar. “Tidak ada Kancing almamater saya bertuliskan kapasitas mahasiswanya berpuluh kali lipat YKlegalitasnya,” kata mereka kompak. Sebagian Universitas Islam Riau. Padahal saya lebih banyak. Akibatnya dosen tak punya Mahasiswa FKIP URkecil hanya mengatakan badannya tidak ada mahasiswa Universitas Riau. Jadi jadwal libur. Mohon ini ditindak lanjuti.kegiatan, tanpa merinci alasan selanjutnya. bagaimana ini? Apakah keliru atau memang Terimakasih. Kirimkan saran dan Kritik anda soal permasalahan di UR ke Pejabat tingkat universitas, termasuk disengaja? Saya mohon penjelasannya.Usman Tang, tak risau dengan kondisi ini. Terimakasih. Mahasiswa PLS FKIP UR facebook: Bahana MahasiswaPadahal ia Kepala Lembaga Penelitian email:(Lemlit). Saat Netti Herawati, Kepala Badan Tri bahanamahasiswa@yahoo.comKajian Pangan dan Gizi mengajukan pro- Mahasiswa FKIP 2009posal bantuan dana untuk kegiatan skalanasional, “Pak Usman bilang badantanggung jawab fakultas, bukan universitas.”Netti pun tak dibantu sepeser pun. Sekapur Sirih Diskusi Lagi dan Lagi Mestinya Usman Tang wajib khawatirdengan badan kajian yang sepi kegiatan, sebabfakultas ujung tombak kemajuan UR. Dan “Deklarasi Fopersma Riau. Pertama perusahaan minyak—sejenis Chevron. Topik buah per tahun. Padahal salah satu tolak ukurpenelitian salah satu komponen untuk menolak amplop beserta isinya. Kedua diskusinya, Kritik Sosial Azizon, Dulu dan Kini. kemajuan UR bisa dilihat melalui hasilmengukur kemajuan itu. Nyatanya ia tak menuntaskan agenda reformasi. Ketiga Diskusi diadakan di Coto Makassar Daeng penelitian di bawah naungan pusat dan badancemas. Karena ia masih punya pusat kajian, menegakkan demokrasi. Keempat menjadi Gassing Pekanbaru. kajian.pusat penelitian di tingkat universitas. insan pers sesungguhnya.” Kata-kata ini Selain itu, kita punya liputan soalJumlahnya 12 dengan masing-masing diucapkan Resti, kru Visi Unilak. Semua Pembaca budiman, perjalanan dua kru BM memperdalam ilmubidang kajian. Ada perairan, lingkungan, peserta ikuti kata-kata Resti. Ini jadi agenda Berbagai forum diskusi yang diikuti BM jurnalisme di Medan dan Lampung. Ini tersajikependudukan, ekonomi, teknologi, energi, akhir Rapat Kerja Akhir Tahun Fopersma tentu berpengaruh pada penyajian Bahana. di rubrik feature. Di samping liputan, BMsampai wanita. Riau, 25-26 Desember 2010 di Sekretariat Salah satunya mewujudkan liputan yang kritis sedang mengurus acara workshop menulis Jika ditilik lebih jauh, pusat kajian ini juga Bahana Mahasiswa. dan independen. Di edisi ini, kami angkat kerjasama dengan Eka Tjipta Foundation.tak aktif-aktif amat. Bahkan ada pusat kajian Rapat kerja ini dihadiri empat LPM se- liputan utama soal pusat dan badan penelitian Workshop diadakan 30 Januari-5 Februaribikin satu kegiatan per tahun. Itu pun dari Riau; Visi Unilak, Aklamasi UIR, Bahana di UR. Menilik perkembangan mereka, dari 2011. Lalu 6 Februari 2011 di Pustaka Soemandana yang disediakan Lemlit. Kalaupun UR, dan Gagasan UIN Suska. Ada empat awal berdiri hingga sekarang. Temuan BM, HS akan diluncurkan buku Agama Saya Adalahbanyak kegiatan, lebih berorientasi proyek. agenda seharian itu; diskusi bersama Aliansi dari 28 badan kajian di UR, hanya 9 badan Jurnalisme karya Andreas Harsono. Ia Almasdi Syahza, dosen Pendidikan Jurnalis Independen bertajuk Mendambakan yang aktif. Kegiatan penelitian di sebagian wartawan internasional yang berkiblat padaEkonomi FKIP punya pengalaman, yang Pers Kritis di Riau, diskusi bertajuk Visi ABG besar pusat kajian pun hanya dua sampai tiga sembilan elemen jurnalisme. ***baginya, tak menyenangkan, soal pusat kajian. Dulu, Fopersma Kini bersama satu alumniWaktu itu ia ingin masukkan proposal ke perwakilan empat LPM. Lalu ada masak-salah satu pusat kajian untuk suatu masak dan makan malam bersama.penelitian. Sudah diusulkan, ternyata Malamnya—agenda terpenting—Roadmapproposalnya tak jebol. Ia yakin pusat itu Fopersma 2011—mau dibawa ke manabermain. “Setiap pusat ada geng sendiri. Jadi Fopersma setahun ke depan, ditentukan diyang dapat proyek ya mereka-mereka saja,” sini. Pukul 02.52, rapat kerja seharian usai.katanya. “Ya, banyak yang bermain dosen di Sempena tahun baru Islam 7 DesemberUnri ini. Itu sudah jadi rahasia umum,” kata 2010, BM juga menggelar diskusi bersamaElmustian Rahman, Kepala Pusat Penelitian Fopersma. Diskusi bertajuk PluralismeKebudayaan dan Kemasyarakatan (P2KK). Beragama. Salah satu bahasannya soal Ini diakui sendiri oleh Usman Tang. Ahmadiyah yang divonis haram oleh“Unri masih berorientasi menambah dana Majelis Ulama Indonesia. Tiga hariuniversitas melalui penelitian.” Tujuan mulia, kemudian—masih bersama Fopersma— foto: aang BMmenghasilkan paten, belum jadi prioritas. ada diskusi dengan Kanda Azizon Nurza.Yang penting bagaimana caranya pundi- Ia mantan aktivis, alumni UR. Kini ia Suasana rapat kerja Fopersma Riau, 25 Desember 2010, di sekretariat Bahana.pundi dana bisa semakin dan semakin bekerja di PT BOB-BSP Siak Hulu, sebuahbanyak. *** STT: Surat Keputusan Menteri Penerangan RI No.1031/SK/Ditjen PPG/STT/1983. ISSN:0215 -7667 Redaksi menerima tulisan, asal Penerbit: Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa UR. Penasehat: Prof. Dr. Ashaluddin Jalil, sesuai dengan misi pers mahasis- M.S (Rektor Universitas Riau). Drs. Rahmat, MT (Pembantu Rektor III Universitas Riau). Pemimpin wa. Tulisan berupa naskah asli, Umum: Made Ali Pemimpin Redaksi: Aang Ananda Suherman Pemimpin Perusahaan: Lovina karya orisinil, belum pernah Bendahara Umum: Lovina Sekretaris Umum: Lovina Litbang: Erliana Redaktur Pelaksana/ dipublikasikan di media massa Redaktur: Lovina Reporter:Ahlul Fadli Fotografer: Ari Mashuri MS Artistik/Lay Out/Ilustrator: Ari manapun, dan diketik rapi dua Mashuri MS Perpustakaan, Dokumentasi: Erliana Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan: Kampus spasi. Redaksi berhak melakukan Universitas Riau Jl. Pattimura No.9 Pekanbaru 28131 Telp.(0761) 47577 Fax (0761) 36078. Dicetak penyuntingan sepanjang tidak pada: PT. Riau Pos Graindo Pekanbaru. Isi di luar tanggung jawab percetakan. mengubah hakikat dan makna email: bahanamahasiswa@yahoo.com facebook: bahana mahasiswa tulisan. Bagi tulisan yang tidak dimuat akan menjadi milik redaksi Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 3. Sempena Bahana Mahasiswa 3 Edisi Akhir Tahun 2010 Aset Riau Jalur Lari Oleh Ahlul Fadli Sempat ditentang orang tua. kota se-Riau. Syarat utama ikut seleksi PPLP: pernah juara Popda Riau. Kini ia fokus hadapi PON 2012. Ranti lolos seleksi di PPLP. Ia masuk asrama. Jadwal latihan super ketat. SubuhRANTI Febriani Eka Putri saat itu duduk dikelas 2 SMAN 13 Pekanbaru. Ia ikut Pekan latihan sampai pukul 06.00. Lalu berangkat sekolah. Pulangnya, latihan lagi. Begitu setiap “Belajar disiplin, mandiri,Olahraga Pelajar Daerah (Popda) cabangatletik lari. Ranti wakili Riau di cabang lari 400dan 800 meter gawang puteri. hari. “Latihan dan sekolah sangat dikontrol. Tak ada kata tidak latihan, walaupun tidak ada pertandingan.” Khusus hari Minggu dan belajar cari Selain Ranti, masih ada 12 wakil Riaulainnya. Ranti termasuk kategori remaja umur mereka libur latihan. Ketika duduk di kelas 2 SMA, Suyanto penghasilan sendiri.”17 tahun ke bawah. “Sebelum mulai nervest dan Hasnur, pelatih lari Ranti,banget,” akunya mengenang momen itu. mengikutkannya dalam Popda. Mereka nilaiMakin gugup lagi saat ia masuk lapangan Ranti punya potensi juara. Penilaian merekapertandingan. “Dor...” bunyi pistol tanda tepat. Ranti berhasil meraih medali emas padadimulai pertandingan. “Saat lari nervest cabang lari 400 dan 800 meter gawang puteri.langsung hilang.” Itu kemenangan pertamanya setelah lama Ranti terus berlari dan berlari. Yang ada vakum dalam perlombaan.dibenak, secepatnya sampai garis finish. “Cepat Ranti tetap menomor satukan sekolah.sampai, cepat sampai,” itu yang selalu terucap Saat akan menghadapi ujian nasional, ia ...di hatinya. Tiba di garis finish. Ia yang pertama putuskan rehat selama enam bulan. Selesai ...sampai. Ranti pun berhasil menjuarai lomba ujian, ia kembali latihan seperti biasa.itu. Tamat SMA tahun 2008, Ranti sebetulnya Ranti lahir di Painan, Sumatera Barat, 4 tak ingin kuliah. “Lebih enak kerja.” NamunFebruari 1990. Sejak kecil, anak pertama dari pelatih lari menganjurkan lain. Akhirnya ialima bersaudara ini suka olahraga. Ia tak suka masuk Universitas Riau jalur Penerimaan Bibitmain boneka—tak seperti kebanyakan anak Unggul Daerah (PBUD). Ia pilih Jurusanperempuan lainnya. Kepelatihan Fakultas Keguruan dan Ilmu Kelas 5 SD, Ranti mulai tekuni olahraga Pendidikan (FKIP). “Sebetulnya aku ingin jadilari. Bakat itu muncul saat pelajaran olahraga Polwan. Keren aja liatnya. Tapi tinggi badanlari di sekolahnya. Ia pun diikutkan Pekan kurang,” katanya.Olahraga dan Seni (Porseni) antar SD se- Semasa kuliah, Ranti juga disibukkanPekanbaru. dengan jadwal latihan maupun pertandingan. Bertempat di SDN 005 Rumbai, Ranti Beberapa prestasi berhasil diraihnya; juara satumewakili SDN 002 untuk cabang lari. “Belum lari 400 meter gawang pada Pekan Olahragaterpikir untuk menang,” katanya. Latihan Daerah (Porda) di Bengkalis 2009, juara tigaseadanya, pemanasan dan lari-lari kecil 800 meter gawang pada Pekan Olahragasebelum tanding, Ranti berhasil meraih juara Mahasiswa Nasional (Pomnas) Palembangsatu se-Pekanbaru. Ia lalu diberi beasiswa. 2009, dan peringkat empat pada Kejuaraan“Tak bayar uang sekolah sampai tamat,” Nasional (Kejurnas) di Jakarta 2010.ucapnya. Pengalaman tak terlupa Ranti saat ikut Masuk SMPN 19 Pekanbaru, Ranti vakum Pomnas di Palembang. Ia mewakili Universi-lari. “Memang tak terpikir ikut lomba lagi,” tas Riau, dua minggu setelah lebaran. Selainkatanya. Lulus SMP, Ranti lanjut ke SMAN dirinya, ada enam atlet lain yang diutus.13 Pekanbaru. Di sana ia bertemu Dedi, juga Sebelum bertanding, seperti biasa, iaatlet lari. Dedi teman sekelas Ranti. Dedi ajak pemanasan dulu. Saat pertandinganRanti kembali lagi ke lapangan—ikut lomba berlangsung, hujan turun. Ranti berada dilari. “Dari pada nggak ada kegiatan, mending lintasan empat lari 400 meter gawang. Saatgabung lagi,” kata Ranti menirukan perkataan pistol berbunyi, target menang sudah ada.Dedi. “Tapi karena kelalaian atlit dan pelatih, aku Ranti tak langsung meng-iya-kan. “Belum berpindah posisi dari lintasan empat keminta izin orang tua.” Saat minta izin, lintasan lain.” Ia pun didiskualifikasi.rupanya orang tua melarang. Alasannya, jadwal Ia sedih dan kecewa. Namun berkatlatihan padat, dari pagi sampai sore. “Aku dukungan pelatih, semangatnya kembalibelum punya motor saat itu.” Ranti tak putus muncul saat kelas lari 800 meter gawang. Iaasa. Biarpun tak ada motor, “Pergi latihan mulai meredam sedihnya dan bertekad, “Dinaik oplet.” kelas ini aku harus juara.” Akhirnya Ranti Tak cukup sampai di situ, Ranti berupaya berhasil dapat perunggu. “Lawannya cukupyakinkan orang tua. Ranti buktikan dirinya berat, rata-rata sudah punya jam terbangserius di cabang lari. “Mereka sempat ragu tinggi.”aku sanggup atau tidak. Aku bilang, nanti Banyak hal berharga didapat Ranti dengankalau tidak sanggup lagi, berhenti.” jadi atlit lari. “Belajar disiplin, mandiri, dan Berkat dorongan Dedi, tahun 2006 Ranti belajar cari penghasilan sendiri.” Atlet lariikut seleksi masuk Pusat Pelatihan Pelajar idolanya, Dede Herawati, seorang atlet(PPLP) Cabang Atletik Kota Pekanbaru. nasional. Saat ini, mahasiswa angkatan 2008Untuk bisa lolos, ia harus bersaing dengan ini tengah fokus persiapan menghadapi Pekansembilan orang lainnya dari kabupaten dan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau. *** Istimewa Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 4. Bahana Mahasiswa Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 44 Edisi Akhir Tahun 2010 Cuap-cuap Hidup Badan Oleh Lovina Lebih dari separuh badan kajian hidup segan mati tak mau. Beragam masalah.GEDUNG Marine Center Fakultas Singapura. “Kalau pesan, kita tidak tahu cara Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) lain lagi. Sejak seraya melihatkan meja kerja yang tak adaPerikanan dan Ilmu Kelautan (Faperika) pasangnya.” Ini juga jadi salah satu sebab kerja tahun 2007, mereka masih menanti SK rektor tumpukan berkas. Ia pun tak paham SK ituUniversitas Riau (UR). Lantai dua lorong kiri badan mandek. untuk keabsahan nama badan kajian. “Setelah tersangkut dimana. Prosedurnya, jelasruangan pertama sisi kanan. “Di sini lah dulu Sebab utama BPP-L2P vakum karena SK rektor untuk nama badan keluar, baru kita Darussalam, dari fakultas ke rektor, lalu ketempatnya. Sekarang sudah tidak ada lagi persoalan SK. Yusni Ikhwan Siregar, kepala ajukan proposal untuk kepala badannya,” kata Pembantu Rektor II, lalu ke BAUK, barukegiatannya,” ujar Achmadi Martadinata BPP-L2P sekarang, belum pegang surat Wan Asrida, Ketua Jurusan Ilmu kepegawaian bikin SK.Trikora. Ia merujuk sebuah ruangan keputusan rektor—bukti keabsahan dirinya Pemerintahan. Ditanya komentar soal badan kajian sepitempatnya hampir tiap sore beraktivitas. sebagai kepala BPP-L2P. Padahal sudah Hingga kini, baru Ilmu Pemerintahan kegiatan, Rektor UR, Prof Ashaluddin Jalil“Sekarang sudah jadi ruang ICT,” lanjutnya. ditunjuk melalui rapat jurusan sejak 2008. yang SK nama badannya sudah keluar. bilang itu urusan fakultas. “Badan kajian itu Dulu ruang itu milik Badan Penelitian “Tidak bisa melakukan kegiatan karena tidak Jurusan lain, masih menanti. Padahal pro- di bawah fakultas,” katanya. Soal SK badandan Pengembangan Lingkungan Laut dan ada legalitasnya.” posal pengajuan nama badan diusulkan yang belum keluar, ia mengaku tak tahu.Pesisir (BPP-L2P). Ia berada di bawah Di Faperika ada lima badan kajian lagi. kolektif ke rektor—secara bersamaan untuk “Belum ada berkas masuk soal itu. TanyakanJurusan Ilmu Kelautan. Semua aktivitasbadan dikerjakan di sana—mulai dariperencanaan kegiatan sampai bikin laporan Semuanya vakum. “Tidak ada yang aktif lagi di sini,” kata Bustari Hasan, Dekan Faperika. Alasan mereka beragam. Syaifuddin, Kepala semua jurusan, melalui fakultas. “Tidak tahu kenapa baru kita yang keluar SK-nya,” ujar Wan. ... saja langsung ke dekannya,” ujarnya. Masalah lain pada badan kajian, yakniakhir. Trikora juga peneliti di badan itu. Badan Penelitian dan Pengembangan Pernyataan Wan diamini jurusan lain di keluarnya Keputusan Presiden Nomor 80 Kini, bila pagi hari, ruang berukuran 6x8 Sumberdaya Perairan dan Lingkungan (BPP- FISIP. “SK badan kami belum keluar,” kata tahun 2003 tentang pengadaan barang danmeter itu kunci. Tak ada aktivitas badan lagi. PSP) mengaku peluang meneliti sedang Kasmirudin, Ketua Program Studi jasa pemerintah—kini diganti Peraturan“Barang-barangnya pun sudah tak ada. langka. “Yang lagi marak bidang lingkungan Administrasi Niaga. Jurusan lain pun Presiden Nomor 54 tahun 2010. “YangHanya tinggal dua lemari dan sisa-sisa dan budidaya perikanan,” ujarnya simpel. bernasib sama. Wan menambahkan, di SK memberatkan, kerjasama dengan pihak luarperangkat komputer,” katanya. Satu lemari Darwis, Kepala Badan Penelitian dan badan milik jurusannya, tertera tanggal keluar perlu ada perusahaan dan NPWP. Kini PNStiga pintu di sisi kiri pintu masuk, lemari Pengembangan Ekonomi Wilayah dan Pesisir SK 8 Februari 2010. “Tapi saya baru terima pun tidak boleh main proyek,” kata Siswanto,satunya berpintu dua di pojok kanan. Sisa- (BPP-EWP) beralasan sulitnya jalin kerjasama sebulan ini. Tidak tahu di mana nyangkutnya.” Kepala Badan Pelayanan Pengkajiansisa perangkat komputer bertumpuk di dengan pihak luar. “Sudah ada lembaga Darussalam, Kepala Kepegawaian Univer- Penerapan Teknologi di Fakultas Teknik.lantai. “Sudah rusak karena tidak dipakai.” penelitian dan pusat-pusat. Kita kalah saing sitas Riau, yang kerjanya bikin SK, mengaku Bintal Amin, Kepala Pusat Penelitian Ploter adalah barang paling berharga yang dengan mereka,” akunya. Ia tawarkan solusi belum ada SK yang masuk selama ia Kawasan Pantai Perairan berpendapat sama.tersisa. Gunanya cetak peta ukuran A nol. mengatasi ketidak aktifan badan di menjabat. Dua tahun lalu, sebelum dirinya, Baginya, ini perlu solusi dari lembagaIni pun sudah tak berfungsi. Ploter fakultasnya, “Lemlit atau pusat kerjasama bagian kepegawaian dijabat oleh Saleh—kini penelitian (lemlit). Mereka mesti turut bantudiletakkan di Laboratorium Fisika Laut. “Tali dengan pihak luar, lalu kerjaannya Kepala Badan Administrasi Umum dan pusat kajian carikan penelitian melaluibaltingnya putus.” Tali ini tak dijual di In-donesia. Bila ingin beli, harus pesan ke ... dilimpahkan ke badan sesuai bidangnya.” Kondisi badan kajian di Fakultas Ilmu Keuangan (BAUK). “Biasanya kalau ada, langsung kita kerjakan. Ni kan, tidak ada berkas menumpuk di meja saya,” katanya kerjasama dengan pihak luar. “Kan tidak semua pusat punya jaringan luas,” katanya. Agar kerjasama terjalin, perlu pendekatan dan kepercayaan pihak luar. “Tidak mungkin sekali ketemu langsung percaya, butuh proses,” lanjut Bintal. Christine Jose, Kepala Badan Kajian Kimiawi Bahan Alam di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kemukakan alasan pribadi. “Saya sibuk belakangan ini.” Baginya, mengajar nomor satu. “Tambah lagi saya jadi ketua panitia beberapa kegiatan berskala nasional. Jadi badan kajian ini tidak ter-handle,” katanya. Ia tawarkan solusi konkrit; akan adakan rapat dan rombak struktur kepengurusan badan kajiannya. Kendala sama dirasakan Irwan dan Rita Anugerah. Irwan Kepala Unit Pengkajian dan Pengembangan IPTEK Fisiologi dan Olahraga (UP2IFO) di Fakultas Kedokteran. Sedangkan Rita Kepala Badan Pengkajian Pengembangan Akuntansi dan Keuangan di Fakultas Ekonomi. Irwan mengaku, sudah dua tahun tidak ada kegiatan di badannya. “Saya sibuk. Tidak bisa. Tak ada yang mau gantikan. Ya sudah.” Sementara Rita menganggap badan kajiannya seperti ekstrakurikuler. “Kebetulan kita punya wadah untuk berkreatifitas.” Baru tahun 2010 iniSalah satu kegiatan penelitian dosen Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 5. Bahana Mahasiswa 55 Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 Edisi Akhir Tahun 2010 Chainulfiffah. “Saya difitnah,” ujarnya saat dijumpai di Mereka punya berbagai program Gedung Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan. Ia rutin setiap tahun; penelitian, menitikkan air mata. “Sedih bila ingat keluarga terlantar gara-gara itu. Sampai sekarang saya publikasi dan penerbitan, pelatihan masih trauma,” katanya. Ia bilang, salah satu dan kerjasama, serta database mahasiswanya dulu, telah memalsukan tanda kebudayaan melayu dan website. tangannya sebagai kepala badan BSQ. “Saya aja belum pernah ke Tanjung Pinang waktu itu. Tapi ya sudahlah, mungkin itu garis Tuhan yang harus saya jalani. Sekarang saya hanya Lemlit. Semua pusat penelitian berada di ingin hidup tenang bersama keluarga,” bawah koordinasi Lemlit. sambungnya. Pusat penelitian lain, rata-rata bikin dua Kasus ini sempat hangat saat itu. sampai empat kegiatan per tahun. Caska, “Banyak yang takut sejak kasus itu. Mungkin Kepala Pusat Penelitian Kependudukan, karena itu banyak badan kajian yang kurang mengemukakan alasan kekurang aktifan aktif,” duga Erwin, Ketua Jurusan Fisika Elmustian Rahman pusatnya. “Anggota yang mengurus FMIPA. Kini, ada tiga badan kajian di FMIPA administrasi tidak ada. Saya paling malas yang sepi kegiatan; BSQ, Badan Kajian Inovasibadan kajian Rita sepi kegiatan karena ia sibuk ingin punya badan, mesti ajukan proposal. ngurus begituan.” Sejauh ini, Pusat Fisika, dan Badan Kajian Konservasimengajar. Salah satu yang ajukan proposal Sri Kependudukan meneliti jika turun dana Sumberdaya Hayati. Mereka beralasan, SK Badan Pengkajian Pengembangan Kartikowati. Waktu itu badan kajiannya penelitian insidental yang diberikan Lemlit. rektor bukti sah sebagai kepala badan kajianPertanian milik Nurul Qomar juga tidak aktif. bernama Pusat Studi Pendidikan Ekonomi. Setiap pusat dapat Rp 30 juta per tahun. belum keluar.Ia beralasan, badan kajian tak sesuai dengan Tahun 2008 datang surat dari rektorat. “Sebagai motivasi agar pusat ada kegiatan. “Kasus itu tidak ada kaitannya dengankeahliannya. “Bidang ahli saya kehutanan atau Proposalnya mesti direvisi. Ia harus Meskipun kita berharap dari Rp 30 juta itu kekurang aktifan badan kajian,” bantah Bulingkungan.” Ia kemarin usulkan nama mengganti nama ‘pusat’ jadi ‘badan’. mereka bisa menghasilkan lebih untuk uni- Pit. Pernyataan Bu Pit dikuatkan Indra,badannya Badan Pengkajian Teknologi “Katanya kalau di fakultas semuanya bernama versitas,” ujar Usman Tang. Bendahara FMIPA. Dulu, Indra yang dimintaPertanian dan Pedesaan. “Waktu keluar SK badan. Di tingkat universitas baru pusat,” Kepala Sentra HKI, Zulfikar Jayakusuma urus soal pembentukan badan kajian dinamanya diganti jadi Badan Pengkajian kata Sri. Hasil revisi proposal itu diserahkan berikan alasan beda. “Ngurus HKI ini bukan FMIPA. “Nama-nama kepala badan sudahPengembangan Pertanian,” akunya. Qomar lagi ke rektorat. “Tapi sampai sekarang tidak gampang. Banyak berkas yang harus diusulkan bersamaan dengan pengajuansudah coba tawarkan ke dosen lain untuk jadi ada jawabannya. Saya tidak tahu bagaimana dilengkapi dan direvisi. Tidak sekali urus nama badan. Bulan Mei 2007 sudah keluarketua, “Tak ada yang mau.” kejelasannya,” aku Sri. langsung jadi,” katanya. Sedangkan Kepala SK rektor,” jelas Indra. Namun, SK tidak Almasdi Syahza, Kepala Badan Kajian Walau begitu, hingga kini badan kajian Pusat Penelitian Peranan Wanita (P3W), menyebutkan kepala badan, hanya namaKoperasi dan Pemberdayaan Ekonomi milik Sri masih jalan. Bahkan mereka berhasil Risdayanti bilang, “Untuk tahun 2010 ini badan saja. “Setelah SK badan keluar, baruMasyarakat serta Kepala Badan Kajian menjalin kerjasama rutin dengan salah satu kami fokus bangun jaringan dulu. Tahun diusulkan untuk pengajuan nama kepalaPendidikan Dasar dan Menengah di Fakultas instansi di Amerika. Kegiatannya, melatih depan baru bikin program kerja.” Risdayanti badannya,” ujar Darussalam, KepalaKeguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tak guru-guru ekonomi tingkat SMA. “Hampir baru setahun menjabat Kepala P3W. Kepegawaian UR menjelaskan tata caraperpanjang SK-nya. Kedua badan kajiannya setiap tahun diadakan,” katanya. Pusat Penelitian Kebudayaan dan pengajuan badan kajian.masih pakai SK dekan kala itu. SK dekan Bukan hanya Sri Kartikowati. Rita Kemasyarakatan (P2KK) mengaku punya Tak hanya ini. Kasus Panleggate awal 2008sudah mati tiga tahun lalu. “Sengaja tidak Anugerah, Kepala Badan Pengkajian banyak program kerja dalam setahun. “Kita silam juga melibatkan banyak badan kajian didiperpanjang,” katanya. Pengembangan Akuntansi dan Keuangan ada penelitian mandiri, pesanan, dan UR. Panleggate merupakan kasus korupsi dana Tahun 2007, Almasdi pernah ajukan pro- juga melakukan kegiatan serupa. Bedanya, Rita penelitian melalui penawaran kepada pihak APBD senilai 3,5 miliar untuk kegiatanposal untuk dapat SK rektor. “Ada penertiban kerjasama dengan pemerintah Propinsi Riau luar,” kata Elmustian Rahman, Kepala pengkajian dan penelaahan Rancangansemua badan di fakultas harus ada SK untuk bikin pelatihan. Ia didik mahasiswa P2KK. Mereka punya berbagai program ru- Peraturan Daerah (Ranperda). Kasus inirektor,” kenangnya. Namun hingga kini, SK akuntansi yang baru tamat jadi akuntan tin setiap tahun; penelitian, publikasi dan menyebabkan Ikhsan, terbukti bersalah diitu belum keluar. Penyebab lain kedua badan handal. “Setelah lulus, mereka akan diterima penerbitan, pelatihan dan kerjasama, serta Pengadilan Negeri dan sempat ditahan.kajiannya tak lagi aktif, ia kapok bekerjasamadengan pemerintah. “Pembagiannya tidakadil, pernah sampai fifty-fifty. Padahal kita di instansi pemerintah dan berbagai perusahaan.” Sistem gelar pelatihan ini juga dipakai ... database kebudayaan melayu dan website. Tanggal 6 Agustus 2009. Seorang pria Namun, di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung, ia dinyatakan tidak bersalah. Kini ia sudah bebas.semua yang kerja. Karena alasan itu saya malas Machasin. Ia bikin kursus perpajakan. Ini berkacamata keluar dari ruangan Kepala Seksi Ikhsan, mantan Dekan Fakultas Hukumperpanjang SK.” Bila ada proyek, “Saya pakai salah satu pemasukan Badan Kajian Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan diminta Ruskin Har, sekretariat dewan bikinLemlit saja.” ... Muchtar Ahmad, mantan Rektor Univer- Manajemen dan Pengembangan Bisnis miliknya. Kursus sudah lima tahun berjalan, muridnya sudah 500-an orang. Kursus akan Negeri (Kejari) Tanjung Pinang. Menyadari banyak wartawan menunggu, spontan ia tutupi wajahnya dengan lembaran berita acara pusat kajian fiktif sebagai pelaksana kegiatan. Selain bikin pusat kajian, Ikhsan pun melibatkan Meyzi Heryanto, Kepala Pusatsitas Riau, pernah bikin aturan soal penertiban diadakan lagi dalam waktu dekat. Sumber penetapannya. Sebelumnya, lembaran ini Studi Pengembangan Bisnis (PSPB) FISIP.badan. Ia tuangkan dalam SK nomor 024/ dana lainnya dari beberapa pelatihan dan hanya dipegang saja. Kabarnya lembaga Meyzi ini sudah lama tidakJ19/KP/2004 tentang ketentuan umum pembinaan melalui kerjasama dengan Ia salah seorang dari empat tersangka yang ada lagi. “PSPB dulu ada. Tapi saat ini sudahpusat dan badan penelitian dan pengabdiankepada masyarakat di lingkungan UniversitasRiau. berbagai pihak. ... Di tingkat universitas, kedua belas pusat divonis bersalah. Sore itu, begitu sidang usai, ia langsung dibawa ke mobil tahanan. Sejumlah staf Kejari ikut mengawal. Ia dileburkan. Saya tidak tahu pasti kapan dilebur,” aku Meyzi saat diminta jadi saksi persidangan kasus Panleggate, pertengahan Pasal 12 SK tersebut mengatur, “Jenis dan yang ada sudah punya kegiatan, terutama terbukti melakukan korupsi proyek Februari 2008. Dodi Har yono, Ketua Pusatjumlah badan adalah minimal satu badan bentuk penelitian. Meski rata-rata jumlah bimbingan belajar (bimbel) SMP dan SMA Kajian Hukum dan Kebijakan Publikdalam setiap jurusan (sesuai spesifikasi kegiatan tidak sama di setiap pusat per di Lingga tahun 2007 senilai Rp 960 juta. Ia (PKPH) dan Emilda Firdaus, Ketua Badanjurusannya) dan maksimal dua badan yang tahunnya. Berdasarkan data Lemlit, pusat ditahan 1,5 tahun. Konsultasi Bantuan Hukum (BKBH) turutbersifat lintas jurusan.” Adnan Kasry, ketua yang paling aktif yakni Pusat Penelitian Ia dosen Matematika di Fakultas dilibatkan Ikhsan.tim evaluasi proposal pembentukan badan Lingkungan Hidup (PPLH) pimpinan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Anehnya, terkuaknya kedua kasus iniatau pusat penelitian di lingkungan Universi- Mubarak. (FMIPA) Universitas Riau. Saat itu ia juga bertepatan dengan kurang aktifnya badan-tas Riau bilang, dulu banyak badan yang tak Tahun 2010, mereka bisa hasilkan nilai Ketua Badan Science Quantitatif (BSQ) badan kajian di berbagai fakultas. Berdasarkanjelas. “Di Faperika saja sampai 27, padahal kontrak hingga Rp 7 miliar. Dari jumlah itu, FMIPA. Kini ia sudah bebas. Chainulfiffah, pantauan BM, dari 27 badan kajian di seluruhjurusan hanya ada enam,” rincinya. dua persen diberikan ke Universitas Riau dan Dekan FMIPA saat itu, membenarkan hal ini. fakultas, 18 kepala badan menyatakan Berkat aturan itu, badan-badan kajian tiga persen ke Lemlit. “Dari sisi itu kita nilai “Setelah bebas, dia mengajar lagi seperti biasa badannya sepi kegiatan selama dua tahundiformat ulang. Bagi fakultas yang masih PPLH terbaik,” kata Usman Tang, Ketua di sini,” kata Bu Pit, panggilan akrab terakhir. *** Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 6. Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 Bahana Mahasiswa 6 Edisi Akhir Tahun 2010 6 Agar Tak Dapat Lomang Angek Ulah beberapa wadah penelitian, UR sempat dikomplain tiga kabupaten. Oleh Aang Ananda SuhermanBEBERAPA tahun lalu, Prof Muchtar Kita sepakat universitas riset. Makanya iklimAhmad, Rektor UR saat itu, didatangi akademis harus diciptakan,” kata Muchtarperwakilan dari tiga kabupaten di Propinsi Ahmad. Saat itu, lanjut Muchtar, kampusRiau. Mereka komplain. Penelitian yang rajin bikin diskusi. “Ini untuk menguatkandihasilkan salah satu badan penelitian di UR orientasi kita agar jelas, mau jadi apa universi-tak bermutu. “Kalau begini caranya Pak, kita tas kita ini.” Akhirnya, tahun 2001, universi-pakai peneliti dari luar Riau saja,” kata tas riset masuk statuta UR.Muchtar menirukan ucapan seorang Membangun univeritas riset, harusperwakilan tadi. melihat unsurnya, untuk apa. Terpenting Menurut Muchtar, saat itu banyak dosen adalah dosen. Penelitian dosen harus integrasibikin badan penelitian. Tujuannya hanya dengan penelitian mahasiswa dan harusuntuk dapat proyek penelitian dari luar. bermutu. “Tidak boleh dosen penelitian keTerutama dari dinas-dinas. “Kebanyakan Barat, mahasiswa ke Timur,” kata Muchtar.kerjasama penelitian dengan dinas-dinas ini Munculnya pemikiran penelitian dosenkualitasnya rendah,” kata Muchtar. “Bahkan, harus bersama mahasiswa, kata Muchtar, agarsaat satu dinas mengeluarkan proyek mahasiswa bisa cepat penelitian dan penelitianpenelitian soal rawa-rawa, oleh sekelompok itu berguna. “Jadi gak ada mahasiswa rebutdosen dibikin badan penelitian rawa-rawa, judul, jadi proposal tinggal menambahya untuk dapatkan dana itu.” literaturnya yang terbaru, masalah sudah ada.” Prof Adnan Kasry membenarkan pernah Setelah konsep itu matang, iklim untukterjadi komplain pada rektor soal proyek melakukan penelitian terus meningkat. Saatpeneltian. Banyak, kata Adnan, orang pakai itu, kata Muchtar, dana penelitian kampusjasa badan atau pusat penelitian di UR minim. Saat itu dana penelitian untuk dosenkomplain karena hasil penelitian dan hanya Rp 300 ribu. “Sedangkan mahasiswarekomendasi tak sesuai harapan. “Tidak mengajukan dana penelitian sampai Rp 500pernah diketahui Lemlit apalagi rektor. Jadi ribu.”rektor terkejut lah saat ada yang komplain.” Melihat kondisi itu, dilakukan perbaikan. Menurut Adnan, ada juga badan dan UR ketika itu, mengaktifkan biro kerjasama.pusat penelitian yang berkantor di luar Fungsinya cari perusahaan dan pemerintahkampus. “Dulu banyak kantor badan atau daerah. “Pak, kami hanya ada dana penelitianpusat itu di rumah masing-masing, macam Rp 240 juta. Kita merasa Unri ini milik Bapak, UR buat badan sendiri-sendiri. Sebenarnya jika ada penelitian dari luar administrasinyanenek moyangnya saja yang punya,” kata apa yang dapat kami bantu penelitian untuk kalau badan di fakultas itu bukan tanggung harus dari Lemlit, uang administrasilah. TapiAdnan. “Ada yang kumpul-kumpul, ada menyelesaikan masalah daerah di sini,” itulah jawab universitas,” kata Muchtar. kebanyakan para peneliti enggan seperti itu,proyek, buat sendiri, kerjasama dengan pihak contohnya, kata Muchtar. “Artinya Tahun 2004 jadi puncaknya. Makanya, kata mereka takut uangnya dibagi dua,” katalain tanpa tahu siapa yang melegalkan.” permasalahan di daerah diteliti, dan dicarikan Muchtar, mulai ada yang komplain, karena Aslim. “Kita ini sudah buat aturan, tapi Memang dulu rektor sampai dipanggil jalan keluarnya. Saat itu Pemda sangat setuju.” banyak pusat dan badan yang melakukan ketika ada yang langgar, kita tidak bisaDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jadi strategi itu, akan membuat UR bisa pakai nama Unri, tapi hasil penelitian tidak menindak, ini kan sanksi moral,” tambahPropinsi Riau, soal badan yang tak jelaspayungnya dalam melakukan penelitian. SaatDPRD tanyakan soal badan itu, pihak dapat dana tak hanya dari pusat dan pihak perusahaan sendiri. “Sekaligus bisa mengurangi beban mahasiswa dalam skripsi. menunjukkan kualitasnya. “Diubah jadi kekayaan pribadi, beli rumah dan semuanya, dan penelitian tidak bermutu.” Memang, Muchtar Ahmad. ... Lihat persoalan ini, pada 14 Januari 2004,kampus tak tahu apa-apa. “Itu pernah Bagaimana Unri dapat pemasukan dalam katanya, saat itu lepas dari kontrol. senat universitas mulai berembuk. Untukkejadian di FMIPA, pihak kampus menjawab mengejar pengembangannya, dosen sejahtera “Seharusnya Lemlit lebih kuat lagi menertibkan badan dan pusat penelitian jugakami tak ada bikin badan itu,” tambah hidupnya, dan mahasiswa lebih ringan beban kontrolnya.” regulasinya. Pada 1 Maret 2004, diterbitkanUsman Tang, Ketua Lembaga Penelitian untuk skripsi,” kata Muchtar. Menurut Prof Aslim Rasyad, Ketua Surat Keputusan (SK) Rektor nomor 024/(Lemlit) UR. ... Cerita soal pusat dan lembaga penelitian Dibukanya kran kerjasama dengan pihak luar, membuat banyak dosen yang melakukan tanpa koordinasi dengan kampus. Bahkan Lemlit periode 1998-2002, penelitian di luar universitas, yang bekerjasama dengan pemerintah dan swasta saat itu memang tak J19/KP/2004 tentang Ketentuan Umum Pusat dan Badan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Univer-memang kompleks. Awalnya untuk banyak badan di fakultas main sendiri, ada koordinasi sama sekali, hingga banyak sitas Riau (lihat bagan).menjadikan UR jadi universitas riset. mencari dana di daerah-daerah. “Bahkan penetitian yang tak terdata di Lemlit. Maksudnya, untuk mengatur“Pertama kan, kita mau jadi universitas apa. dosen yang siap sekolah di luar, datang ke “Sebenarnya tak ada aturan untuk itu, tapi mekanisme kerja dan eksistensi pusat dan SK Rektor nomor 167/J19/KS/2004 tentang SK Rektor Nomor 024/J19/KP/2004 Kerjasama Universitas Riau dengan Pihak Luar Tentang Pusat dan Badan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Universitas Riau BAB IV soal Prosedur dan Mekanisme poin a; Membayar fee sebesar 8 (delapan) persen Pasal 4 dari nilai proyek atau kegiatan. 5 persen pada Poin a; Pihak luar yang akan bekerjasama universitas, 1,5 persen pada lembaga atau fakultas, BAB II soal Kedudukan dan Fungsi BAB V soal Pembukaan dan Penutupan dengan Universitas Riau harus melalui Rektor. dan 1,5 persen pada jurusan, jika proyek atau Pasal 4 Pasal 12 Poin b; Pihak luar yang akan bekerjasama kegiatan diperoleh universitas. Nomor 4 dan 5; membuat laporan pertanggung Nomor 3; Jenis dan jumlah badan adalah minimal dengan unit-unit di lingkungan Universitas Riau Poin b; Membayar fee sebesar 6,5 persen dari nilai jawaban pelaksanaan kegiatan dan laporan satu badan dalam setiap jurusan (sesuai spesifikasi atau sebaliknya harus sepengetahuan rektor. proyek atau kegiatan. 2 persen pada universitas, 3 keuangan, sebagai bentuk pertanggung jawaban jurusannya) dan maksimal dua badan yang bersifat persen pada lembaga atau fakultas, dan 1,5 persen kepada Rektor. Untuk pusat melalu Ketua lintas jurusan. BAB VII soal Dana Sumbangan dan Fee pada jurusan, jika proyek atau kegiatan diperoleh Lembaga dan Badan melalui Dekan. Pasal 11 fakultas atau lembaga atau pusat. Nomor 2 Poin c; fee paling lambat dibayar satu bulan usai penyelesaian proyek atau kegiatan. Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 7. Bahana Mahasiswabadan di lingkungan UR. Agar tak terjadi dosen, hanya Rp 300 ribu. Penelitian apa Edisi Akhir Tahun 2010 7berbagai akibat yang rugikan nama baik UR. yang bisa Rp 300 ribu, sekali ke Bengkalis Pusbangdik Universitas RiauDalam SK itu, juga dikatakan, tentang saja sudah habis.”pembayaran fee kerjasama akan diatur dalam Usman mulai bikin payung penelitianSK Rektor berikutnya. Pada 5 Mei 2004, dan kajian penelitian. Jumlah proposal naik,Rektor kembali telurkan SK soal kerjasama dana pun naik. Pertama Rp 300 ribu jadi Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu RektorUniversitas Riau dengan pihak luar, nomor Rp 700 ribu. Sebelumnya, kata Usman, Universitas Riau Periode 2010-2014167/J19/KS/2004 (lihat bagan). dana itu tidak dilaporkan. Semua punya lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) Tak cukup hanya SK, setahun setelahnya rekening. “Pas saya masuk lapor semua. lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II)dibentuk tim Evaluasi Proposal Makanya 2007 dana itu langsung Rp 12 lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III)Pembentukan Badan atau Pusat Penelitian di miliar.” lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV)Lingkungan Universitas Riau, lewat SK Rektor Saat Usman menjabat, ia diuntungkan Ttdnomor 28/J.19/AK/2005. dengan sistem satu pintu pengelolaan dana Pada 8 November 2010 Tugas utama tim mengevaluasi pusat atau di UR. “Jadi semua harus satu rekening.” Ir. Gunawan Tabranibadan penelitian yang sudah ada. Kedua, Akhirnya, dana bisa dikontrol, dan jadimenertibkan pusat atau badan dengan pemasukan universitas. “Soal fee, kita beri Kepala Pusbangdikmenggunakan ketentuan; di fakultas jenis dan tahu bahwa itu benar-benar dari rekeningjumlah badan sesuai spesifikasinya. Pertama, universitas, bukan ke rekening Lemlit. Dana Himagrotek dan Hima Kehutanan Universitas Riauharus berjumlah satu badan penelitian per itu untuk biaya seminar, reviewer, Monev.”jurusan dan maksimal dua badan bersifat Tahun 2010, kata Usman, ada dana dari Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektorlintas jurusan. “Di Faperika saja waktu itu universitas untuk tiap pusat penelitianada 27, ditertibkan jadi enam,” kata Adnan senilai Rp 30 juta. Tiap pusat penelitian lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I)Kasry, Ketua tim. “Kami hanya harus buat proposal. “Yang tidak buat tentu lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II)merekomendasikan ke Rektor badan yang tak dapat.” Kita, kata Usman, ingin lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III)sudah layak, tidak menilai kinerjanya.” penelitian ini punya satu ikatan, ada tema. Ttd *** Jadi nanti hasilnya jelas dan pertanggung Pada 8 November 2010 Menurut Usman Tang, Ketua Lemlit, jawabannya juga jelas. “Ada anggarantujuan pusat-pusat itu adalah hasilkan paten. penelitian dari rektorat ke Lemlit, dan ada Kasrul Akbar Dahlan Anas RitongaDan hasil patennya itu bisa memperkaya anggaran ke fakultas.” Ketua Himagrotek Ketua Hima Kehutananuniveristas. “Makanya dilakukan penelitian- Soal badan peneltian di fakultas,peneltian,” kata Usman. Tujuannya, menurut Usman itu tanggung jawab dekanmenghasilkan dana Penerimaan Negara di fakultas. “Tapi sekarang kita sedangBukan Pajak (PNBP). “Bagaimana mendata. Kalau bisa tak perlu lagi adapemasukan dari penelitian dan jasa konsultasi badan-badan, pusat saja cukup.” Menurutbisa melebihi SPP.” Adnan Kasr y, penertiban untuk pusat dan Usman juga cerita sejak ia pimpin Lemlit, badan sangat diperlukan. “Jangan sampaiakhir 2007. Pertama, kata Usman, belum ada terjadi lagi komplain dan rektor sendiri tidakpayung penelitian, “Terserah dosen mau apa. tahu. Bahasa saya rektor dapat lomang angek. Pada 8 November 2010Anggaran kecil juga. Saya masuk dana Tak tahu menahu, tapi dikomplain.” lovina,penelitian baru Rp 300 juta. Dibagi 3000 fadli.IKLAN Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektor Universitas Riau Periode 2010-2014 lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II) lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III) lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV) Pada 8 November 2010 Prof. Dr. H. Ashaluddin Jalil, MS Rektor Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 8. Bahana Mahasiswa Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 Edisi Akhir Tahun 2010 88 Semua di Luar Keingingan “Bahana sangat membantu saya menjalani profesi sebagai anggota dewan. Begitu pun saat saya masih kerja sebagai wartawan Riau Pos.” Oleh LovinaTAHUN 1989. Sofyan Samsir berusia 24 pelaksana, sampai koordinator liputan. pemilihan umum (Pemilu) 2004. Kala itu seorang guru, ia tetap menghormati guru.tahun. Kebetulan Koran Warta Karya— Tahun 1998, Sofyan dipercaya menjabat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) baru “Kalau bukan karena guru, mungkin sayakini harian Riau Pos—membutuhkan Pimpinan Redaksi Padang Ekspres—salah terbentuk. “Saya diminta menjadi caleg (calon tidak akan jadi seperti ini,” katanya.wartawan muda. satu grup Riau Pos Group. Dua tahun bekerja anggota legislatif) provinsi untuk Dapil *** Soeripto—saat itu Gubernur Riau— di Padang, ia lalu ditarik lagi ke Pekanbaru (daerah pemilihan) Natuna,” katanya. Sofyan amat suka menulis. Itumelalui Herman Abdullah—saat itu Ketua dan menjabat Pimpinan Redaksi Riau Pos. Ia berada di urutan pertama. “Pemilu kan dibuktikan dengan pengalamannya bergelutDewan Pengurus Daerah Komite Nasional Satu setengah tahun kemudian, Sofyan masih pakai sistem nomor urut. Dan Golkar di dunia wartawan kurang lebih 17 tahun—Pemuda Indonesia (KNPI) Riau— ditempatkan ke Dumai. Di kota minyak itu, dapat satu kursi dari Dapil Natuna,” termasuk tiga tahun di Bahana. “Itu hanyameminta Sofyan bergabung. “Waktu itu ia ditugaskan menjadi Pimpinan Umum tambahnya. Alhasil, kursi itu pun jatuh ke faktor keberuntungan saja,” ujarnyasaya masih mahasiswa, tinggal ujian Dumai Pos—juga juga grup Riau Pos. tangan pria kelahiran 11 Desember 1965. merendah saat ditanya kecintaannya padasarjana,” kenangnya. Sayang, Warta Karya *** Lima tahun menjabat, Sofyan kembali dunia tulis menulis.tak bertahan lama. Lantaran subsidinya Tahun yang sama—1989. Sofyan Samsir dicalonkan Golkar pada Pemilu 2009. Kali “Waktu itu di Pekanbaru baru ada masih tercatat sebagai ini, ia ditempatkan di urutan empat—urutan Mingguan Genta,” kisahnya. Iseng, Sofyan mahasiswa Universitas terakhir. “Impossible bisa duduk lagi,” ujarnya lalu mengirim hasil resensi buku dan beberapa Riau (UR) semester pesimis. Namun Tuhan berkata lain. Melalui puisi karyanya. “Ternyata dimuat,” serunya. sepuluh. Selain putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Sejak itu, rasa percaya diri timbul. Lalu ia mulai mahasiswa, ia pun tercatat Pemilu 2009 dilaksanakan sistem suara membuat tulisan lepas dan beberapa tulisan sebagai Ketua Badan terbanyak. Sofyan pun berhasil mendapat berjenis feature. Tulisan-tulisan itu pun Perwakilan Mahasiswa suara terbanyak. Satu kursi Golkar Dapil sempat dimuat di Harian minggua Merdeka, (BPM)— kini Badan Natuna-Anambas kembali diraihnya. Harian Haluan Padang, dan beberapa media Legislatif Mahasiswa “Alhamdulillah, berkat dukungan keluarga serta lokal lainnya. (BLM). rakyat Natuna-Anambas,” imbuhnya. Sofyan mengaku kini sudah jarang Selama menjabat *** menulis. Namun, di tengah kesibukan Ketua BPM, Sofyan dikenal Selama jadi mahasiswa di Fakultas sebagai anggota dewan, ia masih aktif bergaul hingga ke Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UR, membimbing pengelolaan website http:// organisasi luar kampus. Sofyan dikenal aktif di berbagai organisasi www.kabarkepri.com. Salah satunya, ia sering kampus. Selain BPM, ia juga tercatat sebagai Bapak empat anak ini meyakinkan belum menghadiri undangan anggota Pramuka dan Bahana. ada prestasi yang fenomenal dan monumen- parta Golkar, baik untuk “Bahana sangat membantu saya menjalani tal selama bergelut di dunia tulis menulis. kegiatan internal maupun profesi sebagai anggota dewan. Begitu pun “Satu-satunya, juara dua lomba karya tulis eksternal. saat saya masih kerja sebagai wartawan Riau Pameran Pembangunan Propinsi Riau dalam Suatu hari, saat Sofyan Pos,” ujar Sofyan. Ia mengaku, Bahana- lah rangka HUT RI,” akunya seraya tertawa. menghadiri kampanye yang membuatnya lebih percaya diri dan *** Golkar di Pekanbaru, berhati-hati. “Ilmu pengetahuan bisa didapat Sofyan punya prinsip hidup mulia. Harmoko—saat itu Ketua dengan membaca dan belajar di bangku Baginya, penentu keberhasilan seseorang Umum DPP Golkar dan kuliah, sedangkan pengalaman hanya bisa adalah Allah SWT. “Kita punya rencana. Al- Menteri Penerangan— didapat bila kita terjun langsung dan lah juga punya rencana. Dan pastinya rencana menyerahkan kartu bersentuhan dengan profesi atau pekerjaan Allah adalah yang terbaik untuk kita,” ujarnya anggota Golkar padanya. itu,” pesannya. berfilosofi. “Sejak itu, saya selalu hadir Seingat Sofyan, ia masuk Bahana sejak Salah satu rencana Allah yang menjadi saat Golkar ada kegiatan. akhir tahun 1986—dua tahun setelah masuk pengalaman paling berharga dalam hidup Tak jarang saya jadi kuliah. Uniknya, ia kenal Bahana karena jadi Sofyan saat naik haji. Saat itu—tepatnya tahun panitia,” akunya. Itulah anggota Pramuka. “Waktu itu sekretariat 1995— hal ini tak pernah terpikir dalam awal karir suami Dra Den Pramuka bersebelahan dengan Bahana,” benaknya. “Saya harus berterima kasih kepada Yealta, MA—kini Ketua kenangnya. Sofyan sering ngobrol dan diskusi tiga orang pertama: Soeripto, Muhammad Komisi Pemilihan Umum dengan para kru Bahana. “Lama-lama saya jadi Sani, dan Rida K. Liamsi.” Daerah Kepulauan Riau. tertarik masuk Bahana,” ujarnya lagi. Soeripto—saat itu Gubernur Riau—or- Di awal tahun 1990-an, Sofyan pun punya kisah sendiri mengapa ang yang menyetujui permohonannya Sofyan sering meliput memilih FKIP jurusan Bimbingan meliput perjalanan ibadah haji. Muhammad kegiatan yang ditaja Konseling, meski saat itu pilihan utamanya Sani— saat itu Kepala Biro Kesra Kantor Golkar—saat menjadi Fakultas Ekonomi. Alasannya, dulu ekonomi Gubernur Riau—kini wakil gubernur wartawan Riau Pos. Selain merupakan fakultas paling bergengsi. Kepri—adalah orang yang mendorong dandihentikan pemerintah daerah. itu, ia juga tercatat sebagai salah satu pengurus “Tapi sejak dulu saya memang ingin jadi membimbing hingga namanya muncul Untung koran itu bangkit lagi setelah di DPD Golkar Riau. guru,” imbuh alumnus SMAN 1 Pekanbaru sebagai salah seorang yang diberangkatkan hajibergabung dengan manajemen Jawa Pos. Karir Sofyan di bidang politik terus ini. Cita-citanya, begitu lulus, ia akan kembali Pemda Riau. Dan Rida K. Liamsi—saat ituAlhasil, Sofyan pun diminta bergabung menanjak. Tahun 2003, saat Musyawarah ke Midai—kampung halamannya—dan Pimpinan Umum Riau Pos—memintakembali. Tahun 1991—bertepatan dengan Daerah (Musda) Golkar, ia terpilih menjadi mengabdi sebagai guru. Sofyan meliput perjalanan ibadah hajiperang Teluk Meletus—terbitlah Koran Wakil Sekretaris DPD I Golkar Riau. “Saat Baginya, guru punya tugas mulia. Ia lalu menggantikan dirinya.Riau Pos edisi perdana. itu ketuanya Darwis Rida Zainuddin,” ujar teringat perkataan Djauzak Achmad, mantan Namun, tak berarti ia puas dengan apa Rida K. Liamsi—kini chairman Riau Pos Sofyan. Dan saat kepemimpinan Darwis Kepala Kanwil Depdikbud Riau. “Di dunia yang sudah dicapainya kini. “Sebagai politisi,Group—amat percaya pada Sofyan. digantikan Ramlan Zas Datuk ini hanya ada satu profesi, yakni guru. tentu ada hal utama yang belum tercapai, yakniTerbukti, dalam waktu tujuh tahun, Tumenggung—saat itu Bupati Rokan Sedangkan profesi lainnya dilahirkan dari mensejahterakan rakyat,”tutup Anggotaberbagai jenjang karir disandang Sofyan. Hulu—Sofyan dipilih menjadi wakil ketua. profesi guru,” ujar pria 44 tahun ini menirukan Dewan Penasehat Kadin Provinsi Kepri ini.Mulai reporter, redaktur, redaktur Tak terasa, setahun pun berlalu. Tiba saat pernyataan Djauzak. Meski ia kini tak jadi *** Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 9. Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 9 Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswacmyk
  • 10. Bahana Mahasiswa Hari AIDS Sedunia Edisi Akhir Tahun 2010 10RABU (1/12) di lantai empat gedungRektorat, Badan Eksekutif Mahasiswa Nouryoushiken(BEM) UR peringati hari AIDS sedunia.Mereka usung tema Jagalah Dirimu Dari AIDS, Prodi JepangIngatlah Orang Tersayang. Coki Randinatama,ketua pelaksana anggap masih banyak orang ROMBONGAN mahasiswa Program Studiterbawa pengaruh AIDS beresiko. “Melalui Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang bersiaptema ini kami ingin ingatkan semua orang berangkat ke Padang, Jumat (5/12). Merekaberhati-hati,” ucapnya. akan ikuti nouryoushiken (ujian kemampuan Acara dihadiri SMA se-Pekanbaru dan bahasa Jepang) di Universitas Bung Hatta,mahasiswa UR. Pemateri dua orang; Padang. “Kami akan berangkat pukul 21.00.Burhanudin Agung dari Komisi Istirahat sebentar di Payakumbuh, baru kePenanggulangan AIDS dan Woro Surti Padang,” ujar Gustia, mahasiswi BahasaHandayani dari dinas propinsi Riau. Pembantu Jepang.Rektor III, Rahmad, diminta buka acara. Ujian ini serentak di seluruh dunia. Mulai Sembari diskusi, sebagian panitia tingkat SMP, SMA, dan perguruan tinggi yangsebarkan brosur dan stiker ke Jalan Soebrantas punya jurusan Bahasa Jepang. Di Indonesia,dan semua fakultas di UR. Melalui acara ini, nouryoukushiken dilakukan di tiga tempat;Coki berharap peserta bisa menjauhkan diri Universitas Sumatera Utara (USU), Universi-dari penyakit berbahaya ini. fadli tas Bung Hatta (UBH), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). “Yang paling banyak Suasana aksi BEM UR peringati Hari Anti Korupsi ke UBH,” imbuh Gustia. Bustari Dilantik Juga Ujian terbagi tiga sesi; mojigoi (kata danSETELAH Bustari Hasan terpilih sebagai persamaan kata), bunpo dokai (tata bahasa), dandekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan akademikanya. tepat dan belum siap syaratnya,” tutup chokai dokai (mendengarkan). Tiap soal beda(Faperika) 20 Januari lalu, baru Sabtu (27/ “Lega. Secara struktural sudah jelas,” ujar mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan jumlah dan bobotnya. “Soal yang buat11)ia dilantik rektor UR, Ashaluddin Jalil. Febri Mayoka, Ketua Badan Eksekutif angkatan 2006 ini. *6 langsung orang Jepang, lalu dikirim ke uni-Pelantikan berlangsung di lantai empat Mahasiswa (BEM) Faperika merespon versitas yang melaksanakan nouryoukushiken di Indonesia,” terang Gustia.gedung Rektorat. “Selagi sungai dan lautmasih ada, Faperika akan tetap jaya,” ujarAshaluddin saat sampaikan sambutan. pelantikan Bustari. Yoka, panggilan Febri Mayoka berharap, Bustari bisa bekerja lebih baik. “Kalau ada kesalahan diperbaiki demi Muharram Fair Ruang ujian diisi 25 orang dengan dua pengawas. Sempitnya jarak waktu istirahatMelalui pelantikan ini, ia berharap Faperikajadi fakultas terbaik di UR serta bisamenampung semua keinginan civitas kemajuan Faperika.” Soal pelantikan yang molor 10 bulan, “Bukan terlambat. Hanya saja waktunya belum Ar-Royyan menjadi kendala tersendiri bagi peserta ujian. “Yang paling sulit itu chokai dokai, karena banyak jawaban menjebak,” ungkap Gustia. UKMI Ar-Royyan taja Muharam Fair 1432 Hasil nouryoukushiken akan diketahui FebruariIKLAN H, 9-11 Desember. Acara berpusat di 2011. *8 samping gedung Lembaga Penelitian UR. Temanya Institution Islamic Exhibition. Ada tiga lomba digelar; Syarhil Qur’an, Khotil SIDIK Oleh Al-Madani Qur’an, dan Kaligrafi. Acara ini juga sempena persiapan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Makassar tahun 2011. LSMI Al-Madani Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politk (FISIP) UR taja Studi Ilmiah Agenda hari pertama, pawai keliling Dinul Islam Konprehensif (SIDIK) di Au- kampus dan talk show. Namun hanya talk show yang terlaksana. Pawai di-pending hingga ditorium FISIP, Sabtu-Minggu (27-28/11). Sabtu (11/12). “Teman-teman banyak Temanya Ciptakan Pemuda Sukses untuk Meraih Masa Depan Gemilang. kuliah,” ujar Sadam beralasan. Beragam materi disajikan. Ada soal Sabtu (11/12) pukul 09.00, rombongan pawai sudah berkumpul di Masjid waktu, mahasiswa ideal, gouzhul fikri, bedah Arfaunnas. Mereka dilepas Sadam, Ketua film, outbond, dan kontemplasi diri. Para Umum Ar-Royyan. Rombongan terbagi dua, pemateri di antaranya Hendra Gunawan, mantan Ketua BEM UR dan Agung putra dan putri. Putra 17 orang, sedangkan Nugroho, mantan Ketua BLM UR. putri 26 orang. Rutenya, diawali dari Mesjid Arfaunnas, lewat FKIP Bahasa Inggris, SIDIK agenda tahunan Al-Madani. FISIP, depan BEM UR, Pustaka UR, dan Pesertanya mahasiswa baru FISIP beragama islam. Tujuannya, kaderisasi Al-Madani. berakhir di panggung utama acara Muharam Khusus tahun ini, SIDIK juga merupakan Fair. Sepanjang pawai, peserta menyerukan takbir. pengganti ujian mid semester mata kuliah Usai pawai, dilanjutkan acara tablig agama Islam mahasiswa 2010. “Mereka ditugaskan meringkas tiap materi,” ujar Indra, akbar bersama Ustad Tajuddin Nur, Lc, Pada 8 November 2010 imam besar Mesjid Arfaunnas. Pembantu ketua panitia. Sepertiga dari jumlah mahasiswa baru Rektor III, Rahmad, turut hadir. “Semoga dengan momentum ini kita jadi lebih baik. FISIP ikut acara ini. Penyebabnya, menurut Jadikan tahun ini awal kebangkitan umat Indra, mungkin panitia kurang sosialisasi atau mahasiswa yang kurang memahami esensi Islam. Isi tahun ini lebih baik dari kemarin,” acara. “Kalau begini, terpaksa ujian mid dibuat katanya. Tampilan nasyid dari berbagai grup lagi oleh pementor masing-masing,” tutup mengiringi rangkaian acara. Muharram Fair Indra. *4 ditutup dengan pengumuman dan pembagian hadiah pemenang lomba Syarhil, Ralat: Pada halaman 20, Khotil, dan Kaligrafi. Uswatun Zannah, Bahana edisi majalah 2010, pemenang lomba Syarhil Qur’an, sangat foto bukan arsip Bahana. gembira. “Alhamdulillah, tidak menyangka Oleh karena itu, akan menang. Mudah-mudahan ada follow- redaksi mohon maaf. up nya setelah acara ini.” *8 Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 11. FEATURE Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 11 Dua Kota, Dua Rasa Oleh Erliana dan Ahlul FadliOKTOBER 2010. Bus silver antar propinsi Dua kru Bahana. Jalan-jalan ke dua kota di Sumatera. Ada dua ‘rasa’ jurnalisme.meluncur pelan, menapaki suasana malamdi kawasan Rajabasa, Bandar Lampung. Didepan Kampus Universitas Lampung(Unila), tak jauh dari terminal Rajabasa, sopirbus menginjak rem. “Udah sampe, itutemannya ke sini,” kata sopir. “Saya dijemputAryan.” Aryan kru Unit Kegiatan PersMahasiswa (UKPM) Teknokra. Terlihatgerbang kampus tutup. “Jalan lintasSumatera rawan.” Bundaran air mancur menyambut begitusaya tiba di depan gedung rektorat. Sisi kananbundaran ada hutan kecil. Di dalamnya adabeberapa ekor rusa. Hewan yang dilindungi,kini hampir punah. Sebuah gedung dua lantai, bentuknyamelebar. Ini pusat semua sekretariatmahasiswa. “Selamat datang di Teknokra,”kata Supendi, kru Teknokra. Peserta lainmayoritas datang esok hari. Wahyu bilang, wartawan harusnya idealis. agama, etnis dan antar kelompok. Malamnya, mengembalikan uang retribusi pedagang, Saya berbincang dengan beberapa kru Tugasnya menyebarkan fakta. Wartawan tak nonton bareng The Black Road. Film soal konflik apabila memperlihatkan kuitansi pelunasan.Teknokra. Mereka bilang, warga Lampung bisa dibeli. Dia bedakan wawancara dengan di Aceh. Antar Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malamnya keliling kota Medan. Melihatkebanyakan pendatang. Dari Sunda dan Jawa. ngobrol biasa. “Wawancara berbicara yang dan TNI. Masjid Raya, Istana Maimun, Lapangan“Orang asli Lampung sedikit sekali,” kata diarahkan, sedangkan ngobrol cerita yang tak Rabu, pukul 08.00, bahas Teknik Peliputan Merdeka, pemukiman warga keturunan In-Virda, juga kru Teknokra. Hasilnya, bahasa ada alurnya,” ujar Wahyu. dan Penulisan. Materi disampaikan Luzi dia dan rumah salah satu tokoh Tionghoa.sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Hari ketiga, diskusi soal penulisan feature Diamanda. Ia wartawan Majalah Gatra untuk Ia saudagar pertama di Medan. Saat di IstanaSunda dan bahasa Indonesia. Bahasa bersama Fahri Salam. Ia dari Yayasan Pantau. Riau. Luzi beri beberapa panduan meliput di Maimun, Hanan Lubis, kru SU, cerita soalLampung nyaris tak terdengar. Menurutnya, feature beritanya lebih awet. daerah konflik. Pertama, jurnalis harus kenali banyak situs sejarah di kota Medan Teknokra Unila tuan rumah Pelatihan Enak dibaca walau sudah puluhan tahun. daerah konflik, berita harus seimbang, dihancurkan, diganti dengan pertokoan.Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Lanjut Prinsip feature tulisan bertutur. “Jangan melaporkan latar belakang konflik. Terakhir, “Seperti Pemandian Kerajaan depan Istana(PJMTL) se-Indonesia. Acaranya bertajuk katakan, tapi gambarkan. Jangan pernah kata Luzi, penekanan tulisan pada sisi maimun.”Persma Bernarasi di Bumi Lampung itu menyimpulkan.” Ia juga sampaikan beda fea- kemanusiaan. “Media dewasa ini tak Dini hari tiba. Pukul 01.00 berangkat keberlangsung dari 4-9 Oktober 2010. PJMTL ture dengan narasi. Ibarat film, feature adalah mementingkan kepentingan rakyat, Parapat. Tujuanya ke Danau Toba. Ini agendadiadakan di Wisma Semergo Pahoman, tampilan adegan. Dan narasi keseluruhan melainkan para penguasa.” Sesi pertama usai. field trip. Semua ceria. Ada beli kenang-Bandar lampung. Jaraknya 40 menit dari film. Lalu diskusi berlanjut bahas tulisan fea- Peserta istirahat 15 menit. kenangan, foto-foto di patung Sigale-gale,kampus Unila. Sepanjang jalan menuju ture yang dikirim peserta sebagai syarat ikut Usai jeda, dilanjutkan materi Fotografi dan kunjungi makam Raja Sidabutar. Ia rajawisma, dijumpai beberapa tugu. Yang pal- PJMTL. Jurnalisme Damai oleh Hotli Simanjuntak, sakti. Tapi kisah asmaranya tak begitu indah.ing menarik perhatian, tugu bundaran gajah. Esok hari kami meliput lokalisasi di fotografer The Jakarta Post. Hotli lihatkan hasil Jelang pernikahannya, si calon istri diguna-Hampir setiap sudut jalan terdapat simbol Bandar Lampung. Namanya Pemandangan. jepretannya saat konflik di Aceh. Banyak guna agar menolak menjadi Istri Sidabutar.gajah. ... Hari pertama usai makan siang. Sesi Hari terakhir, diisi field trip. Berwisata ke Menara Siger di ujung pulau Sumatera. Ini salah satu simbol Propinsi Lampung—selain gambar, kata Hotli, seharusnya dipublikasikan. Salah satunya, saat TNI paksa warga sipil mengaku sebagai anggota GAM. Malam dilanjutkan acara kebersamaan. Sampaikan pesan dan kesan. Ada tertawa, adapertama dimulai. Juwendra Asdiansyah,alumni Teknokra sampaikan materi Jurnalisme gajah. Setiap bangunan pakai simbol ini. Perjalanan ditutup dengan mengunjungi “Sayang gambar itu tak dipublikasikan.” Kamis, (25/11), hari terakhir juga yang menangis. ... Dua kota yang dikunjungi hadirkan duadan Propaganda. Ia tegaskan jurnalisme bedadengan propaganda atau gosip. “Propagandabisa benar atau salah dalam memberikan ... Pantai Merak Belantung. Bulan berikutnya, Fadli ikuti pelatihan pelatihan. Materinya Penerapan Jurnalisme Damai Pada Persma. Dipandu Hendra Harahap, alumni Universitas Sumatra Utara (USU). materi jurnalisme berbeda. Ada jurnalisme damai dan ada narasi. Dua ‘rasa’ yang beda. Kami membawanya ke ruang redaksi Bahana.informasi. Ia bisa melebihkan, mengurangi, serupa. Kegiatan bernama Salam Ulos “Tak mudah mengubah genre sebuah surat Diskusi tentu hadir. Soal narasi, jelas genrebahkan merekayasa fakta.” bertajuk Jurnalisme Damai; Tak Hanya Menulis kabar, karena punya perbedaan dalam yang pas bagi penerbitan berkala, seperi LPM. Malamnya, perkenalan persma masing- Tapi Juga Mendamaikan. Acara ini ditaja LPM pemberitaan,” ucap Hendra. “Lagi pula genre Narasi gabungan dari deskripsi, piramidamasing utusan dan diskusi bahas masalah Suara USU Universitas Sumatera Utara (USU), jurnalisme damai di Indonesia masih baru. terbalik, dan feature. Laporan lengkap,persma serta mencari solusinya. Keluhan biasa mereka sebut SU. Selasa pagi, pukul Harus bertahap menyebarkannya.” Setelah “Panjang dalam dan terasa,” kata Lindasemua persma hampir sama; kurang 10.00, bus Makmur merapat ke terminal. “Saya itu, peserta istirahat beberapa menit. Lalu Cristanty. Ini kekuatan media cetaksumberdaya manusia dan minim dana. Adajuga sesi bahas isi tabloid masing-masingutusan. Supendi bilang, Teknokra dulu dijemput Eka, kru SU.” Beberapa menit, tiba di komplek Badan Pengembangan Pendidikan Non Formal dan ... persiapan paraktik tugas lapangan dari panitia. Tugas lapangan di Pajus, singkatan pajak mengalahkan televisi. Bahas lagi soal jurnalisme damai. Ia tak menuliskan semua fakta yang ada. Penulisanbanyak tulisan panjang. Sekarang sudah Informal (BPPNFI) Regional I Kota Medan. USU. Pajus tempat pengusaha kecil. Berbagai diarahkan pada sisi humanis, apa akibat dariberubah bentuk jadi news. “Jadi wadah belajar Tempat pelatihan digelar. Sehari sebelumnya macam dijual di sana. Ada aksesoris, VCD sebuah konflik, hingga orang akan damaimenulis panjang kurang,” katanya. acara telah mulai; sesi perkenalan. Saya bajakan, makanan, minuman, buku pelajaran setelah itu ditulis. Tidak lagi soal siapa Hari kedua kami berkunjung ke Museum langsung ikuti materi pertama soal Sejarah dan rental komputer. Pajus sempat ada membunuh siapa, berapa orang yang mati,Lampung. Tepat di pintu masuk, ada beduk Dan perkembanagan Jurnalisme Damai. konflik. Mulanya saat Pajus terbakar. Sebelum dan sebagainya. Tapi apa akibat yangbesar. Di sisi kiri dan kanannya ada tangga Disampaikan Usman Kamsong dari Media terbakar ada rencana Pajus akan dipindahkan ditimbulkan.ke lantai dua. Bila naik anak tangga sebelah Indonesia dan Metro TV. pihak pengelola. Namun, usai kebakaran, para Tapi, justru ini tak cocok dengan bukukiri, akan terlihat alat musik Gamelan di lantai Usman Kamsong katakan, genre pedagang belum dapat tempat yang Sembilan Elemen Jurnalisme karya Bill Kovachdua. Lalu pelaminan Lampung. Jika naik dari jurnalisme damai dibawa Johan Galtung dan dijanjikan. “Kami sudah membayar dua juta dan Tim Rosenstiel; harus menyampaikankanan, akan disambut perlengkapan alat para pemikir lainnya tahun 1970-an. Mereka untuk uang sewa, kami hanya ingin kejelasan,” apa fakta-fakta, walau ada masyarakat suka dantenun di lantai dua. prihatin, kata Usman, melihat pemberitaan ucap Sardi, seorang pedagang Pajus. tidak, selagi ini fakta dan benar, ya ditulis. Pulang dari museum, diskusi berlanjut Pers yang tertarik pada konflik, kekerasan, Menurut Wara Sinuhaji, pengelola Pajus Biarkan warga mengambil sikapnya sendiri.bahas indepth reporting. Wahyu Muryadi, korban yang tewas dan material. Di In- telah perjuangkan nasib pedagang. “Tapi ya Jadi, ruang redaksi Bahana anggap jurnalismePemimpin Redaksi Majalah Tempo beri donesia sendiri jurnalisme damai muncul mau gimana lagi kalau tidak diizinkan damai masih abstrak. ***penjelasan. Sesi ini lebih banyak diskusi. sekitar 1998, saat terjadi berbagai konflik pemerintah.” Wara menjanjikan akan Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 12. Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 12 Pekanbaru Kota TerkorupTRANSPARENCY Internasional Indone- dengan kota-kota terkorup. Ini semua Riau sendiri, dengan mempert-imbangkan takut mengungkapkan. Mereka takut akansia melansir Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tergantung usaha keras dari pemerintah kota. APBD, tingkat pengangguran, dan mengganggu usaha mereka ke depan.2010 pada medio November 2010 di Hotel Percuma pertumbuhan ekonomi tinggi tapi pertumbuhan ekonomi, idealnya 120 orang. Padahal kita sudah jelaskan, ini off the record,Pangeran, Pekanbaru. Dari hasil survei 50 kota kalau korupsinya juga tinggi. Ya, TII menilai Akan tetapi sampai hari penutupan, yang tapi mereka sudah takut duluan.se-Indonesia—survei ditaja April-0ktober, korupsi itu faktor budaya. Gak ada yang salah mau diwawancarai hanya 80 orang. Yang Satu lagi, kemarin disinggung olehresponden adalah pelaku bisnis sebanyak dengan beberapa aparat pemerintah daerah tidak mau, menghindar. Awalnya dia setuju. kementerian PAN, bahwa IPK ini tidak bisa9.237—Kota Pekanbaru menempati urutan sudah melakukan reform ini-ini, tapi kita Responden yang mau mengungkap korupsi diperbandingkan. Saya koreksi, IPK ini bisapaling buncit, skor IPK 3,61. Artinya Kota melihat mereka mencoba melindungi, mereka itu sedikit sekali. Itulah kejadiannya. diperbandingkan. Tidak seperti CPI (Corrup-Pekanbaru terkorup. TII menulis, kota-kota tak mau berfikir out side the box. tion Perception Indeks). Karena CPI padadengan skor indikasi terendah, menurut para Bagaimana metoda verifikasi? dasarnya gabungan survei dengan survei, daripelaku bisnis, korupsi masih lazim terjadi Dengan IPK 3,61, kenapa responden hanya Kita memper-cayakan kepada perusahaan World Bank, Asian Development, dandalam sektor-sektor publik. Sementara 80 pengusaha? Itu yang korup oknum atau (TII kerjasama dengan PT Karya Utama sebagainya.pemerintah daerah dan penegak hukum pemerintah daerah? Integritas,kurang serius berantas korupsi. Aparat pemerintah daerahnya. Itu kan ada pelaksana Pemerintah kota Pekanbaru, lewat asisten tiga variabel komponen. Pertama, persepsi s u r v e isatu, mempertanyakan metode survei. Sebab suap, persepsi tentang pelanggaran di lapangan,katanya, responden untuk kota Pekanbaru pemerintah daerah, dan persepsi usaha red). Katanyahanya 80 orang. Made Ali dan Aang Ananda pemerintah daerah dalam memberantas kasus m e r e k aSuherman, coba menukil kota Pekanbaru kota korupsi. Ini tak terlepas dari, misalnya dinas menerapkanterkorup di Indonesia dengan Kumba dan tenaga kerja dan sebagainya. Dan ini terkait standarDwipoto dari TII. “Ok, gua pribadi dengan pemerintah kota. Kita mensurvei kualitasmenganggap skor rendah menjadi acuan pengusaha yang berinteraksi langsung dengan kontrol yangpemerintah daerah untuk terus memperbaiki pelayanan publik. Nah, kenapa kok usaha kecil ketat. Begitudirinya, dalam hal reformasi birokrasi dan sedikit? Pada prinsipnya simple aja, pengusaha kuisionerpercepatan pemberantasan korupsi,” kata kecil tak punya interaksi lebih ke pemerintah m a s u k ,Kumba Digdowiseiso, Project Officer TII. daerah. Kalau kuisioner itu mau dibuka, kita mereka cek punya beberapa syarat. Mayority perusahaan a p a k a hBagaimana tren korupsi Indonesia pada kecil itu punya tiga interaksi, taroklah dengan terjadi cheat-2010? pemerintah kota dalam hal KTP, SIUPP, hal- ing atau gak. Secara over all, skor kita kan rata-rata masih hal yang kecil gitu. Mereka untuk attack itu Itu bisa4,73, meningkat dari tahun 2008 yang 4,42. belum tentu punya interaksi. Misal untuk bayar dilihat dariIbarat rapor tetap saja nilai segitu gak lulus. pajak nasional atau daerah. Para responden kartu namaNah kota Pekanbaru kalah dari tingkat punya interaksi lang-sung ke layanan publik, y a n gnasional, ya ini kayak cambuk bagi setid-aknya mereka punya peng-alaman ril diberikan,pemerintah daerah untuk terus memperbaiki terhadap pelayanan pemerintah daerah. n o m o rdiri, gak lebih. Secara umum hasil survei ini, teleponkorupsinya bisa dibilang sudah hampir Artinya, fakta yang terjadi di lapangan? sesuai apasetengah lazim, karena gimana ya... dari skor Yap. Karena persepsi itu kan gak. Pernah4,42 ke 4,73, artinya masih di bawah lima. perkembangan yang terlihat. “Oh iya, di Riau juga surveyorJadi masih perlu usaha keras dari pemerintah menurutkota untuk memberantas korupsi. media “ pemer-Jika skornya tinggi, biasanya pemerintah intahandaerah diam ya? Ya... umumnya begitu. Orang selalu Riau seperti Skor ini setidaknyamempertanyakan metodologi, kenapa takdisurvei pemerintah daerah? Tentu kalau ini.” Tapi merefleksikan sepertipemerintah daerah disurvei, mereka akanmelindungi resiko mereka kan, dan skor yang kalau perusa- nyata. Itu saja.didapat akan tinggi. Artinya kita mencari haanresponden yang benar-benar objektif. Dia mene- Kumba Digdowiseisoakan memaparkan pengalaman di lapangan. ngahContoh Perda, kita tak bicara Riau. Misal di sepertiSurabaya, mereka menerapkan pungutan yang langsung mengalami akan bilang, “Saya nakal di beberapa kota. Ada juga surveyor Artinya IPK Indonesia perlu dibedakanuntuk corporate social responcibility 10 persen, pernah diminta.” Perusahaan kecil tidak akan buat kartu nama sendiri, di telepon gak dengan pengukuran korupsi global yangkemudian pajak BMM 20 persen. Ini kan sampai pada titik itu. Paling, “Menurut saya, nyambung. Nah, itu kan indikasi, harus dicek. dilakukan sekretariat Tranparency Interna-sesuatu yang menyalahi aturan. kata teman saya.” Itu jadi bias. Kita Prosedurnya, dari surveyor ke riset agency. tional Berlin atau disebut CPI. Mereka, setiapKenapa mereka tidak menerima jika menghindari itu. Ya.. narasumber yang Kita hadirkan konsultan untuk melakukan tahun ada penambahan dan perubahanskornya rendah? memang punya pengalaman ril. Mereka penelitian ini. Kalau ada indikasi cheating, kita negara-negara yang disurvei. Tidak konsisten. Saya tidak tahu, memang di tiap daerah diperas, disuap dan sebagainya. Ya, itu ran- create tim baru untuk kota tertentu. Indikasi Misal Indonesia, mereka menggunakan 9begitu. Contoh tahun lalu, Kupang urutan dom aja. Sebenarnya itu hak mereka juga. Ada cheating kemarin banyak terjadi di kota basis survei, dan bila ada negara yang top five,49, hard reaksi mereka juga sama. Nah, juga narasumber yang gak mau ngomong, gak Tenggarong. Mereka pada umumnya capek. hanya menggunakan 4 basis survei. Itu kankebanyakan pemerintah daerah tak punya mau jawab, menutup diri. Pokoknya begitu Pernah saya tanyakan, apa gak bisa gak konsisten. Kita dari tahun ke tahun, mulairencana kerja jangka pendek dan jangka kita interview surveinya cepat selesai. Ada juga dimaksimalkan. “Aduh Pak, saya sudah 2004 ke 2010, tetap menjaga responden pelakupanjang. Biasanya mereka jawab, “Kita sudah yang lepas bicaranya. keliling gak ada orang mau dengan survei bisnis.ya.” Sudahnya yang mana, mereka tidak bisa begini.” Awalnya kita masuk baik-baik, tapi Adapun perubahan yang kami lakukanmenunjukkan. Impact-nya ke masyarakat Dari 80 responden, bisa dikatakan ketika bicara korupsi orang sudah gak mau adalah menambah responden, untukbagaimana, apakah visible gak, itu aja. mewakili pengusaha di Pekanbaru? aja. Kayak gitu komentar di lapangan, “Jarang memperkecil marginal of error. Karena Saya tidak mau diskusikan propinsi Riau Ya... berdasarkan pantauan kami, untuk Pak orang yang mau.” Mereka mungkin membuat survei terlihat nyata, skor ini setidaknya merefleksikan seperti nyata. Itu saja. *** Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 13. Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 13 Anak Rantau Jadilah Mahasiswa Sejati Ary Nugraha Dirjen Kajian Strategis Departemen SosialM AHASISWA telah menggoreskan menggoreskan kegagahan serta keberanian yang jauh lebih rumit daripada belajar. dan Politik, BEM Universitas Riau tinta emas dalam sejarah perjalanan mereka karena kesadaran menyandang status Keseimbangan teori dan praktik setidaknya Periode 2010-2011 bangsa Indonesia. Mahasiswa ‘mahasiswa’. Lantas bagaimana dengan kita, membentuk pemahaman yang utuh. Teorimerupakan salah satu kekuatan pelopor mahasiswa yang banyak berasal dari rantau? tanpa praktik adalah omong kosong, dandalam setiap perubahan. Keberadaan Adakah kesadaran itu? Atau hanya sekedar praktik tanpa teori dikhawatirkan akan asal-mahasiswa di tanah air, terutama sejak awal kuliah, kantin, kos, kongkow-kongkow? Mau asalan.abad ke dua puluh, dilihat tidak saja dari segi dibawa kemana esensi ‘mahasiswa’ yang Anda Tak dipungkiri dalam kehidupaneksistensi mereka sebagai sebuah kelas sosial sandang, Anda yang menentukan. Tapi satu kemahasiswaan terdapat berbagai karakterterpelajar yang akan mengisi peran-peran hal yang mesti diingat para ‘mahasiswa rantau’ mahasiswa yang menghiasi perannya. Ada yangstrategis dalam masyarakat. Tetapi, lebih dari ialah wajah kedua orang tua di kampung cenderung oportunis, berpolitik praktis, berpikir, mampu mengatur waktu, danitu mereka telah terlibat aktif dalam gerakan halaman yang menanti keberhasilan anaknya. bertaktik, acuh tak acuh, berlandasan, dan idealis. mampu menuangkan pokok pikiran dalamperubahan jauh sebelum Indonesia merdeka. Saya sebagai penulis hanya akan memberi Agar menjadi mahasiswa rantau yang tulisan. Tumbangnya Orde Lama tahun 1966, pemahaman. Jadilah seorang ‘mahasiswa sejati dan tak mengecewakan orang tua, Hidup Mahasiswa. Semoga tulisan sayaPeristiwa Lima Belas Januari (MALARI) sejati’ yang menjiwai nilai kemahasiswaan, sebaiknya: prestasi akademik baik, basic berguna bagi Anda yang ingin menjaditahun 1974, dan terakhir runtuhnya Orde baru tidak sekedar kuliah orang kuliah awak. Apa organisasi kuat, santun bertingkah cerdas mahasiswa sejati. ***tahun 1998 adalah tonggak sejarah gerakan yang mesti dilakukan? Pertama sekali yang IKLANmahasiswa di Indonesia. Sepanjang itu pula harus dilakukan menumbuhkan kesadaranmahasiswa telah berhasil mengambil peran pentingnya menjadi mahasiswa. Peran danyang signifikan dengan terus menggelorakan fungsi selama menyandang status mahasiswa.energi ‘perlawanan’ dan bersikap kritis Menjalankan apa yang mesti dilakukanmembela kebenaran dan keadilan. dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab Sepintas uraian di atas merupakan sejarah moral sebagai mahasiswa.para mahasiswa tempo dulu atau cerita para Untuk lebih menyadarkan, lihatlah kisahsesepuh Anda yang telah lebih dulu inspirasi sejarah para mahasiswa tempo dulu,menyandang status ‘mahasiswa’. Mereka seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka,(mahasiswa tempo dulu) telah Natsir, Muhammad Yamin, Sugondo Joyopuspito, Lafran Pane, Nurcholis Madjid, Akbar Tanjung, Anas Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektor “‘mahasiswa sejati’ Urbaningrum Universitas Riau Jadilah seorang dan lain-lain. Mereka semua mahasiswa Periode 2010-2014 rantau namun lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) m a m p u mengukir sejarah. lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II) yang menjiwai nilai Immanuel Kant pernah berkata, lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III) lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV) sejarah bukanlah kemahasiswaan, sesuatu yang terjadi, tapi Pada 8 November 2010 Ttd tidak sekedar kuliah orang sesuatu yang terjadi memiliki arti. dan Prof. Dr. H. Isjoni Ishaq, M.Si Dekan kuliah awak Mereka sadar tugasnya tak saja Drs. Wan Syafi’i, M.Si Pembantu Dekan I Drs. Auzar, MS Pembantu Dekan II m e s t i menyelesaikan tugas akademik di Drs. Zulkarnain, M.Pd Drs. H. M. Nur Mustafa, M.Pd kampus, namun Pembantu Dekan III Pembantu Dekan IV juga mesti menyelesaikan problem sosial kemasyarakatan Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 14. Bahana Mahasiswa Edisi Akhir Tahun 2010 14 masuk guru kontrak baru. Padahal, Sarjan Ketika Sang Guru sendiri sudah tiga kali ikut tes guru kontrak, tak pernah lulus sejak tahun 1999. Sementara, guru kontrak baru itu, setahunya, belum pernah honor. Persyaratan ikut tes guru kontrak mestinya memiliki surat rekomendasi dari kepala sekolah tempatnya Mengojek honor. Tapi Sarjan tak mau susah memikirkan. Yang penting baginya, bagaimana dia berhemat seirit-iritnya. Soalnya, dengan masuknya dua guru kontrak baru, sementara jumlah siswa tak seberapa, berarti jumlah jam mengajarnya berkurang. Artinya, honor yang diterimanya juga berkurang. Memang lima tahun terakhir sekolahnya semakin kurang diminati murid baru. Soalnya fasilitas sekolah tergolong kurang. Kini, dengan hanya mengajar dua kelas 1, Sarjan hanya mengajar 10 jam “Gimana caranya ngojek?” seminggu. Honor yang diterimanya Rp 7 ribu per jam. Jika dikali 10 jam, berarti dia hanya Mohd. Adhli Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra terima Rp 70 ribu seminggu. Indonesia tanya Sarjan. “Kamu kan Beruntung dia masih dapat honor dari tugasnya mengurus siswa dan sanggar teater. Bergiat di UKM Teater Batra Kalau digenap-genapkan, dapatlah Rp 150 ngajar. Gengsi, nanti ketemu ribu. Sementara anak keduanya kini juga sudah masuk SD. Kalau dulu masih lumayan Ketika sepeda motor sudah jalan, baru wanita itu menyebut alamat yang ditujunya. karena mengajar kelas 1, 2 dan 3. Beban tugas, Terdengar isak tangis. Tanpa diminta, wanita murid,” jawab si teman yang dengan berkurangnya jam mengajar, tentu saja berkurang. Dengan begitu, kini Sarjan itu pun bercerita bahwa dia wanita panggilan. Tetapi harga dirinya terkoyak ketika lelaki buta huruf. Sarjan tak punya banyak waktu luang. Dia lebih banyak di kantor. Namun banyak waktu luang tak membuatnya senang, justru pusing. Apalagi pelanggannya meminta layanan yang tak masuk akal. Dia terpaksa melayani. Lelaki itu lalu ditinggalkannya. bergeming. Akhirnya dia pun kalau pulang, Paini selalu ngomel. Soal jajan anak, bayaran sekolah, duit beli buku, beli beras. Tak terasa sepeda motor sudah tiba di tempat tujuan. Sarjan ingat, di sini, beberapa tahun lalu, dia pernah mengantar siswinya resmi jadi pengojek. Suatu hari Sarjan bertemu bekas tetangganya, Iman. Dia diajak naik motor. yang pingsan saat pelajaran olahraga dengan menumpang becak. Ketika wanita yang Motor baru. Masih mengkilat. Ternyata itu diboncengnya mau membayar, terlihat jelas motor ojek. Terpikirlah untuk ngojek. siapa wanita itu. Bekas muridnya. Uang Rp “Gimana caranya ngojek?” tanya Sarjan. 50 ribu tak disentuhnya. Sarjan cepat memacu “Kamu kan ngajar. Gengsi, nanti ketemu sepeda motornya. Tinggallah sang wanita murid,” jawab si teman yang buta huruf. melongo sembari mengelap air matanya yang Sarjan tak bergeming. Akhirnya dia pun resmi terus mengalir.SEJAK wisuda dan terima ijazah, rutinitas melamar gadis tetangga. jadi pengojek. Punya tambahan penghasilan, membuatSarjan hanya berdiri di depan papan tulis Paini, nama gadis yang dinikahinya, anak Hari pertama, tak sengaja dia Paini, isteri Sarjan, kini lebih ramah. Setiapdengan kapur di tangan. Goresan-goresan seorang tukang sampah. Hasil perkawinan membonceng seorang pegawai negeri sipil hari bisa menerima uang sisa setoran. Anak-putih itu tak terasa telah melahirkan sarjana dengan Paini telah lahir tiga anak. Mereka (PNS) yang mengenakan seragam Korpri. anaknya tak perlu lagi menangis kalau mintabagi muridnya yang bernasib baik mensyukuri hidup. Meski tak bisa foya-foya, Tampaknya terburu-buru. Begitu tiba di uang jajan. Saban Sabtu, setiap minggu,melanjutkan kuliah. Namun tak dipungkiri kehidupan keluarganya lumayan. Kontrak tempat tujuan, Sarjan membuka helm, sang keluarga ini bisa cuci mata keliling kota naikada pula yang jadi preman pasar, polisi, rumah berkamar satu, dindingnya dari kayu penumpang pun mengenali Sarjan. “Bapak, motor.tentara, pegawai negeri sipil, atau lonte. dan atapnya dari seng, tak pernah nunggak. guru saya dulu kan?” tanya penumpang yang Di benak Sarjan, nanti dia akan beli lagi Pak Sarjan—begitu ia biasa disapa—tidak Begitu juga bayaran listrik. ternyata kini sudah jadi PNS di kantor dua atau tiga sepeda motor. Lalu, motor itumengajarkan murid-muridnya jadi seperti Ada satu hal yang jadi pertanyaan di benak walikota. Ongkos pun tak perlu akan dipercayakan pada temannya. Dia tinggalyang mereka jalani sekarang. Entah polisi, Sarjan. Ketika anak sulungnya sudah tamat dikembalikan. Uang Rp 20 ribu masuk ke terima setoran. Naik pangkat jadi juragan ojek.tentara, sarjana, atau lonte. Yang diajarkan, taman kanak-kanak, ternyata umurnya belum kantong. Tentunya waktu mengajar akan semakinbagaimana muridnya bisa berbicara, menulis, cukup masuk sekolah dasar. Kalau saja Sekali waktu, saat ada razia, Sarjan kena banyak. Lalu Paini akan diberi modal untukmenyimak, dengan baik. Menggunakan tetangganya tak ada yang cerita bahwa dulu tilang. Maklum, penumpangnya tak pakai buka warung di rumah. Dari warung akanbahasa Indonesia yang baik dan benar. ada anak lain yang sama seperti anak Sarjan helm. Dia juga belum punya Surat Izin berkembang jadi mini market.Soalnya, Sarjan, SP adalah guru Bahasa dan dan bisa diterima di SD, barangkali si sulung, Mengemudi (SIM). Seorang komandan Belum lagi dia beli motor, isterinya belumSastra Indonesia. Bahkan, kadang dia juga Parman, masih tidak bersekolah. “Bisa. polisi mendekatinya. “Anda melakukan jualan, seorang penumpangnya sudah keburuajarkan muridnya berpuisi, menulis cerpen, Datangi saja guru yang rumahnya di ujung banyak kesalahan. Silahkan lanjutkan melilitkan kawat ke lehernya setelah diantaratau bermain teater. Meski dia sendiri tak tahu, lorong sana. Beri dia amplop, tak usah banyak- perjalanan. Ini saya pinjamkan helm untuk ke tempat yang sepi sesudah magrib. Sarjanapakah ada di antara muridnya, di kemudian banyak, nanti tanpa dites pun anakmu bisa penumpang Anda. Besok temui saya di pun terkapar, motornya berpindah tangan.hari, bisa menerima ajarannya dan masuk kelas 1,” ujar si tetangga. kantor,” ujar si komandan yang tidak Ketika ada penemuan mayat yang sudahmenerapkannya. Awalnya Sarjan tak mau. Apalagi, dia tahu mengembalikan surat-surat motornya. Sarjan membusuk, rekan-rekan guru dan pihak Sarjan tipe guru pendidik. Tidak macam- syarat masuk SD mestinya 6 tahun. Isterinya sama sekali tak tahu dan tak mengerti kalau si sekolah tak percaya kalau yang menjadi korbanmacam. Kepandaiannya hanya mengajar. yang ngotot. Sampai ambil keputusan sendiri. komandan itu bekas muridnya. Esoknya, penumpang ojek itu adalah Sarjan. MerekaTidak bisa jual buku, tidak bisa berbisnis Sarjan tak marah ketika tahu anaknya ternyata dengan bantuan bekas siswanya itu, Sarjan baru sadar setelah melayat dan menghadiridalam penerimaan siswa baru. Sekolahnya memang bisa masuk SD. Begitupun ketika pun mengantongi SIM. Surat tilangnya pun pemakaman, siapa sesungguhnya Sarjan itu.juga sekolah swasta. Apa ada yang mau disodori tagihan uang buku dari sekolah. bisa ditebus tanpa sidang. Dengan SIM di ***memberi duit agar bisa diterima di sekolah Jumlahnya ternyata lebih besar dari yang mesti tangan, Sarjan pun kian giat. Bahkan kini diaini? Perkawinan Sarjan pun tak neko-neko. dikeluarkan murid-murid di SMA tempatnya sering ngojek sampai larut malam. Diilhami dari tewasnya seorang tukang ojekSetahun tamat kuliah, masih berstatus guru mengajar. Sudahlah, pikir Sarjan, mungkin Hingga suatu ketika dari sebuah hotel ada korban perampokan dengan kondisihonor, sampai sekarang setelah 15 tahun itu nasib orang tua. wanita yang menghentikan laju sepeda mengenaskan pada bulan Ramadhan tahun 2009mengajar masih berstatus guru honor, dia Seperti itu pula ketika di sekolahnya motornya. Seorang wanita berpakaian seksi. lalu di Stadion Mini Universitas Riau. Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 15. Bahana Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Riau Edisi Akhir Tahun 2010 15 Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektor Universitas Riau Periode 2010-2014 Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektor Universitas Riau Periode 2010-2014 lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) Pada 8 November 2010 lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II) lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III) lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II) lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV) lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III) Pada 8 November 2010 lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV) Ttd Gusliana HB, SH, M.Hum Dr. Syaiful Bahri, M.Si Dekan Dekan/PD I Padil, ST, MT Ir. Alfian Kamaldi, MT Dodi Haryono, SH Rika Gusmelda, SH, MH Pembantu Dekan I Pembantu Dekan II Mujiatko, ST, MT Pembantu Dekan II Pembantu Dekan III Pembantu Dekan IIIPusat Komputer Universitas Riau Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektor Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektor Universitas Riau Periode 2010-2014 Universitas Riau Periode 2010-2014 Pada 8 November 2010 lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II) lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II) lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III) lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III) lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV) lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV) Pada 8 November 2010 Ttd Ttd Defrianto DEA Nurhayati Kepala Puskom Kepala perpustakaan Unit Pelayanan dan Pengembangan Bahasa (UP2B) Universitas Riau Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektor Universitas Riau Periode 2010-2014 lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II) lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III) lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV) Pada 8 November 2010 Ttd Drs. Masyhur, M.Ed Kepala UP2B Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pembantu Rektor Universitas Riau Periode 2010-2014 lProf. Aras Mulyadi, DEA (Pembantu Rektor I) lDr. Yanuar, M.Si (Pembantu Rektor II) lDrs. Rahmad, MT (Pembantu Rektor III) lDrs. Adhy Prayitno, M.Sc (Pembantu Rektor IV) Pada 8 November 2010 Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa
  • 16. Bahana MahasiswaAnugerah Peduli PendidikanPartisipasi PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) dalam pengembangan sektor pendidikan di Provinsi Riau kembali mendapatkan pengakuannasional. Kementeriaan Pendidikan Nasional memberikan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) kepada CPI atas kontribusi dan konsistensinya Edisi Akhir Tahun 2010 16dalam turut mencerdaskan kehidupan bangsa. APP diserahkan secara langsung oleh Mendiknas Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA kepadaPresiden Direktur CPI Abdul Hamid Batubara dalam sebuah acara di Kantor Kemendiknas di Jakarta pada 23 September lalu.Penghargaan ini tak lepas dari dukungan dan kemitraan dengan berbagai pihak di Provinsi Riau sehingga program yang dirancang dapatberjalan baik. Anugerah tersebut sejatinya bukan kebanggaan kami semata, Karena ini merupakan buah kemitraan kami dengan pemerintah danmasyarakat Riau.Pendidikan merupakan salah satu area fokus program pengembangan masyarakat yang selama ini kami jalankan, selain kebutuhan dasarmanusia dan pemberdayaan usaha kecil-menengah. Kami percaya bahwa pendidikan merupakan fondasi menuju kesejahteraan dan kemajuanbangsa melalui terciptanya masyarakat yang kreatif dan mandiri.Pembiayaan program-program kami berasal dari CPI - BPMIGAS sesuai koridor Kontrak Bagi Hasil, dan bersumber dari Chevron Corporationsebagai perusahaan induk CPI, serta kontribusi karyawan melalui Yayasan Dana Bakti Karyawan Chevron.Kami menyadari masih banyak ruang untuk perbaikan program-program kami ke depan untuk masyarakat Riau. Kami berharap agar niat tulusdan keikhlasan kami dapat menorehkan sesuatu yang berarti bagi peningkatan kemampuan anak-anak negeri menuju masa depan yang lebihbaik. lSMKN di Kandis lGedung Sekolah di Minas Barat lDCR Tahun 2009 lGedung PCRPionir Pendidikan Akses Pendidikan untuk Warga Sakai Darmasiswa Chevron Riau (DCR) Politeknik Caltex Riau (PCR)Sejak 1950-an, kami menjadi pionir dalam program Pendidikan adalah hak setiap Warga Negara Indonesia. DCR berkembang sebagai salah satu ajang bergengsi PCR merupakan salah satu langkah monumental danpengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama kegiatan hulu migas bagi siswa-siswi terbaik Riau untuk mendapatkan beasiswa strategis untuk menjawab kebutuhan SDM yang terampil,Tonggak sejarah tersebut ditandai dengan penyerahan di Indonesia, kami berupaya memberikan akses bagi putra- perguruan tinggi. Tahun ini, DCR menginjak usia satu profesional, dan siap pakai. Politeknik yang mulaibangunan SMA pertama di Pekanbaru pada 8 Oktober putri daerah berkualitas untuk tumbuh menjadi calon dasawarsa. Pemenangnya dipilih berdasarkan hasil seleksi beroperasi pada 31 Agustus 2001 ini meraih peringkat1957. Sekolah yang kini bernama SMA Negeri 1Pekanbaru pemimpin masa depan melalui pendidikan yang layak. secara komprehensif, mulai dari tingkat kabupaten/kota ketiga Kontes Robot Indonesia 2005. PCR juga pernahitu tumbuh sebagai sekolah favorit dan sudah banyak hingga level provinsi. dipercaya sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Asiamelahirkan tokoh masyarakat dan pemerintahan di Riau. Bantuan pendidikan untuk Warga Sakai mencakup (AphO) VI. beasiswa untuk jenjang SD, SMP, SMA, hingga S2. Saat ini, Penerima manfaat DCR berhak atas beasiswa selamaKami juga bermitra dengan pemerintah daerah dalam tercatat lebih dari 1.300 warga Sakai yang mendapatkan empat tahun di berbagai perguruan tinggi ternama di PCR kini mempunyai delapan program studi dengan totalpendirian ratusan sekolah SD, SMP, dan SMA lainnya di bantuan pendidikan sebagai pijakan awal untuk meraih cita- Indonesia. Program DCR merupakan salah satu bentuk sekitar 1.000 mahasiswa, di mana 60 persen di antaranyaRiau. Yang termutakhir adalah pembangunan SMKN cita setinggi mungkin. kontribusi kami dalam peningkatan kualitas SDM di Riau diperuntukkan bagi siswa-siswi asal Riau. Hingga saat ini,pertama di Kecamatan Kandis dan Tapung. melalui pendidikan tinggi. Sejak diluncurkan pada 2001, PCR telah mewisuda lebih dari 700 mahasiswa dengan Untuk daerah terpencil, kami menjalankan program tercatat lebih dari 500 siswa yang menerima program keterampilan tinggi. Para lulusan kini tersebar di berbagaiPada 2001, kami juga menjadi motor penyaluran donasi Pembangunan Sekolah Marjinal. Ini merupakan terobosan tahunan ini. perusahaan terkemuka nasional maupun multinasional.lebih dari 2.000 komputer aset negara ke berbagai SMA di untuk memberikan akses pendidikan dasar bagi masyarakatRiau dan Kepulauan Riau. Tahun ini, lebih dari 3.000 yang berada jauh dari pusat kota dan memerlukankomputer didonasikan kepada sekolah maupun lembaga peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.pendidikan di Riau melalui kemitraan dengan DinasPendidikan Provinsi. lPelatihan mekanik pada 2008 lPeserta BBT tahun 2009 lBeasiswa S3 untuk Dosen lPeresmian Energy CornerPelatihan Keterampilan Kerja Belajar Bekerja Terpadu (BBT) Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Energy CornerTidak hanya jalur formal, kami juga memperhatikan jalur Program ini merupakan program kemitraan yang sangat Perguruan tinggi berperan strategis dalam membentuk Fasilitas yang berlokasi di lantai 4 Perpustakaan Soemaninformal untuk meningkatkan kualitas SDM lokal. Kami strategis karena melibatkan perguruan tinggi, mahasiswa, mental, pola pikir, serta wawasan generasi penerus HS, Pekanbaru, ini dirancang sebagai sentra layanan danmemberikan pelatihan keterampilan kerja (vocational dan dunia usaha. BBT didesain untuk meningkatkan bangsa. sumber informasi dan pengetahuan seputar energi,training) untuk meningkatkan keterampilan dan jiwa kemampuan serta kompetensi mahasiswa asal Riau khususnya minyak dan gas bumi. Energy Cornerkewirausahaan para pemuda pencari kerja dan putus menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja. Kami berpartisipasi dalam proses tersebut melalui berbagai menyajikan informasi berbasis teknologi elektronik yangsekolah guna memacu kegiatan usaha mandiri. program, di antaranya, beasiswa dan sponsor untuk dosen ramah pengguna, menggunakan komputer yang Selama enam bulan, para mahasiswa terpilih akan guna mengikuti seminar tertentu, peningkatan standar- terhubung ke jaringan internet, dan file-file elektronik.Pelatihan yang diberikan antara lain keterampilan las, menjalani magang kerja di berbagai tim di CPI, sesuai latar prosedur dan kelengkapan laboratorium, prakarsa Fasilitas ini juga dilengkapi ruang audio visual, ruangelektronik, dan mekanik sepeda motor. Selama satu bulan belakang jurusan mereka. pendirian jurusan maupun fakultas di beberapa kampus di komputer, ruang diskusi, serta ruang baca.masa pelatihan, peserta tidak hanya dibekali teori dan Riau, serta penugasan karyawan yang kompeten untukpraktik, tapi juga diberi bimbingan motivasi untuk Tidak hanya BBT, kami juga berbagi ilmu dan pengalaman menjadi dosen tamu. Peresmian fasilitas ini sekaligus menjadi kado spesial bagipembentukan diri dan kedisiplinan. kepada ribuan siswa dan mahasiswa dari berbagai Provinsi Riau yang merayakan hari jadi ke-53 pada Agustus penjuru negeri melalui Program Sistem Ganda (PSG), kerja lalu. Energy Corner diharapkan menjadi salah satu ikon praktik, maupun penyusunan tugas akhir. Provinsi Riau yang merupakan salah satu provinsi penyumbang terbesar produksi minyak nasional.Communications PT. Chevron Pacific Indonesia - Sumatra Operations. 2010 Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Riau Bahana Mahasiswa