Tor

3,879 views

Published on

materi TOR

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,879
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
75
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tor

  1. 1. TEKNIK PEMBUATAN TERM OF REFRENCE (TOR), RISET DAN WAWANCARA Diklat Dasar Bahana Mahasiswa Universitas Riau Pekanbaru, 25 November 2011-11-25Salah satu tips dan trick untuk melakukan suatu liputan adalah membuat TOR (Term OfRefrence). Dengan membuat TOR maka si reporter memiliki panduan-panduan tentangpokok permasalahan yang akan diliput sehingga membantu dalam proses eksekusi liputanagar tidak keluar dari koridor yang sudah ditentukan dalam rapat redaksi.TOR (Term Of reference) adalah perencanaan liputan atau yang biasa disebut outline,atau lembar penugasan. Keberadaannya penting bagi media, baik cetak maupunelektronik untuk menyajikan pemberitaan. Sebab dengan TOR tersebut, pemberitaanakan terfokus, mendalam dan lengkap. Tidak hanya sekedar memberitakan, dangkal ataubersifat pasif. Selanjutnya TOR ini bisa berpengaruh pada maju pesatnya media tersebut.Singkatnya, TOR merupakan panduan umum bagi seluruh kerja keredaksian.FUNGSIFungsi TOR ini sangat vital. Untuk menentukan thema liputan, merumuskan masalahkemudian mencari jawaban atas permasalan melalui narasumber yang ditentukan,sekaligus menyelesaikan tugas pemberitaan tepat waktu.TOR sangat penting bagi peliput, ia akan cepat mengerti apa yang akan dikerjakankendati ia tidak mengikuti rapat redaksi. Selain itu TOR ini menjadi semacam catatanpertanggungjawaban atau akuntabilitas dan bukti transparansi bagi seluruh tim liputan.Artinya setiap orang yang terlibat dalam liputan terencana ini—peliput di lapangan,penulis dan redaktur—bisa menilai kinerjanya dengan merujuk TOR. Sekaligus bisamenyelesaikan peliputan tersebut dalam waktu yang ditentukan.SYARAT-SYARAT TORLalu bagaimanakah cara membuat TOR yang baik?. TOR yang baik adalah yang jelasdan rinci. Semakin baik TOR niscaya akan kian mudah pengerjaan liputan. Karena ituada yang mengatakan separo pekerjaan telah selesai kalau TOR-nya bagus.Sekali lagi perlu diingat bahwa TOR adalah panduan umum. Sangat keliru kalau hasilliputan dikondisikan sedemian rupa agar seturut TOR.Apa syarat-syarat TOR tersebut? Bisa macam-macam, tergantung gaya pembuatnya. Tapisebagai gambaran umum ada berapa hal yang perlu tercakup di dalamnya, antara lain:1.TopikMerupakan tema besar liputan. Ditempatkan sebagai judul TOR. Seperti judul beritastraight news, sebaiknya singkat, padat dan mencerminkan inti masalah.
  2. 2. 2.Latar masalahPaparan inti masalah. Apa saja tali-temali persoalannya dan bagaimana mereka salingmenghubungkan. Sebaiknya tak usah berpanjang-panjang. Dengan membaca latarmasalah ini diharapkan siapa pun yang terlibat dalam pengerjaan liputan—termasukmereka yang tak mengikuti rapat perencanaan redaksi—akan cepat mengerti hakekatmasalah.3. Sudut berita (angle)Masalah pasti banyak, sementara peruntukan berita (kapling halaman dalam cetak, ataudurasi atau masa tayang digunakan TV atau Radio) terbatas. Karena itu sajian perludibatasi. Juga agar pengerjaannya bisa fokus. Dari sekian banyak masalah, kita pilih satusudut. Dasar pemilihan bisa berdasarkan urgensitas, keeksklusifan, konteks zaman atauprioritas sajian (ciri khas) media tersebut.4.Pembagian tulisan/cerita/storyBerita terancana biasanya dikerjakan secara khusus. Artinya ada pengalokasian sumberdaya dan waktu secara ekstra. Berbeda dengan straight news atau berita permukaan lain.Karena itu sajiannya biasanya panjang. Contoh yang mudah kita bayangkan adalahLaporan Utama atau Laposan Khusus majalah. Laporan Utama (Laput) atau LiputanUtama (Liput) biasa sampai 12 halaman berikut foto dan grafis. Jadi terdiri dari sejumlahitem tulisan/cerita/story yang saling terkait. Tulisan/cerita/story utama berupa rangkumanmasalah. Sedangkan bagian lainnya berupa penjabaran (break-down) dari yang utama.Setiap tulisan/cerita/story pendukung ini harus fokus supaya tidak tumpang-tidih denganyang lain.5.NarasumberSetiap tulisan/cerita/story membutuhkan narasumber sendiri. Tapi sangat mungkinseorang menjadi narasumber di beberapa tulisan/cerita sekaligus. Tak masalah kalau ituterjadi. Dasar pemilihan narasumber adalah kompetensi. Semakin terkait seseorang dalammasalah, kian tepat ia dijadikan narasumber. Dengan demikian pelaku-korban adalahprioritas utama. Saksi mata prioritas kedua. Adapun pengamat sebaiknya dipakai kalaudibutuhkan untuk menjelaskan hal-hal yang terlalu teknis saja.6.Daftar pertanyaanSesuai dengan kompetensi narasumber. Gali informasi sebanyak mungkin. Bisa jugauntuk menguji informasi yang telah kita dapatkan. Yang paling minimal adalahmendapatkan kutipan langsung. Dalam TOR, semakin baik pertanyaan akan kian baiksebab lebih fokus. Pewawancara cukup mengajukan pertanyaan yang relevan saja. Tapiada catatan. Dalam wawancara terbuka kemungkinan terungkap hal baru yang menarik.Sesuatu yang tak terbayangkan oleh sang pembuat TOR. Karena itu pewawancarasebaiknya senantiasa diminta mengembangkan pertanyaan. Yang didaftar panduan umumsaja.7.Observasi lapanganReportase yang baik adalah yang hidup. Ada penggambaran agar khalayak selekas
  3. 3. mungkin bisa menangkap suasana. Media yang menggunakan audio-visual, yaitu TV,seketika bisa melukiskan suasana. Tayangan mereka gambar hidup lengkap dengan suara.Yang menggunakan audio, yaitu radio, perlu waktu yang lebih lama. Suaranya harus pasbetul agar konteksnya bisa ditangkap pendengar. Yang butuh waktu paling lama dalamdeskripsi suasana adalah media cetak. Untuk mendapatkan deskripsi, gambar dan suarayang baik tentu perlu observasi.8.Rancangan foto/suara/gambarFoto perlu untuk media cetak. Suara untuk radio dan TV; sedangkan gambar untuk TV.Dalam konteks jurnalistik, foto, suara dan gambar adalah informasi. Sejak awal foto,sound atau gambar perlu direncanakan. Tujuannya agar sinkron dangan tulisan ataunarasi. Foto, suara atau gambar sebaiknya yang hidup (berbicara), bukan pas foto ataumejeng. Rekayasa harus dihindari. Rekayasa untuk keperluan ilustrasi boleh tapi harusdisebut dengan jelas.9.Rancangan grafisdiperlukan bila terkait dengan Data berupa angka-angka statistik, serta lokasi dan urut-urutan kejadian. Sebuah kejadian, misalnya tabrakan beruntun di jalan raya, bisa kitaceritakan dengan kata-kata. Kemungkinan sajian seperti ini akan panjang dan belum tentuakan mudah dipahami khalayak. Dengan infografis kejadian serupa bisa kita paparkansecara gamblang. Sejak awal sajian grafis, kalau memang ada, perlu kita rencanakan agarperiset data dan bagian grafis bisa menyiapkannya lebih awal.10.Riset dataTulisan akan kering dan kurang meyakinkan kalau datanya minim. Karena itu datapendukung tulisan harus disiapkan sejak awal. Bentuknya bisa kliping koran dan majalah,buku atau terbitan khusus. Bahan ini bisa kita pesan ke bagian data di perpustakaan.Kalau tidak, kita cari sendiri. Sebaiknya reporter yang akan mewawancarai narasumberperlu juga kita ingatkan untuk mencari data terkait, kalau ada dokumen akan sangat baik,milik narasumber yang bisa dipinjam atau digandakan.11.Tenggat waktu (deadline).Pengerjaan liputan tentu ada batas waktunya. Hal ini harus disebut jelas dalam TORsupaya semua yang terlibat dalam pengerjaan mengetahuinya. Yang namanya deadlineharus dipatuhi. Kalau tidak, jadwal pekerjaan berikutnya bisa terganggu atau bahkanberantakan.--------------Tehnik ReportaseReportase dapat diartikan sebagai proses pengumpulan data yang digunakan untukpenulisan karya jusnalistik. Objek pengumpulan data tersebut dapat berupa manusia,makhluk hidup selain manusia, buku-buku, tempat bersejarah, dan sebagainya. Suatureportase disebut sebagai wawancara jika objek reportasenya adalah manusia.Apakah wawancara sama dengan reportase? Jawabannya adalah tidak. Reportasememiliki ruang lingkup yang jauh lebih luas daripada wawancara, sedangkan wawancaramerupakan salah satu jenis teknik reportase.Wawancara adalah tanya-jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau
  4. 4. pendapatnya tentang suatu hal atau masalah. Wawancara sering dihubungkan denganpekerjaan jurnalistik untuk keperluan penulisan berita yang disiarkan dalam media massa.Dalam konteks ini, wawancara merupakan proses pencarian data berupapendapat/pandangan/pengamatan seseorang yang akan digunakan sebagai salah satubahan penulisan karya jurnalistik. Dari wawancara, sebuah berita didapat dan dilaporkankepada masyarakat. Untuk itu, wawancara sedikit banyak mempengaruhi sebuah kualitasberita. Sebab wawancara dibutuhkan untuk mendapatkan keterangan, fakta, data-data,penegasan serta beragam jenis informasi lainnya. Kegunaan wawancara bisa untukmemastikan sebuah kebenaran, mengklarifikasi, me-recheck, atau meluruskan kembaliberbagai informasi yang didapat.Jenis wawancara1. News interviewyaitu wawancara dalam rangka memperoleh informasi dan berita dari sumber-sumberyang mempunyai kredibilitas ataupun reputasi di bidangnya.2. Casual interview, atau disebut juga wawancara mendadak. Ini adalah jenis wawancarayang dilakukan tanpa persiapan/perencanaan sebelumnya.3. Man in the street interviewTujuan untuk mengetahui pendapat umum masyarakat terhadap isu atau persoalan yanghendak diangkat menjadi bahan berita.4. Personality interview, yaitu wawancara yang dilakukan terhadap figur-figur publikyang terkenal, atau bisa juga terhadap orang-orang yang dianggap memilikisifat/kebiasaan/prestasi yang unik, yang menarik untuk diangkat sebagai bahan berita.Persiapan WawancaraSecara sederhana terdapat sedikitnya dua tahap untuk melakukan persiapan wawancara;1. Tahapan BiografisTahapan untuk mengumpulkan tentang nama, tempat tinggal, data-data umum lainterhadap narasumber.2. Tahapan non Biografis.Mengumpulkan keterangan seputar subyek, seperti yang terkait dengan kehidupan tokohselain biografis.Model WawancaraWawancara langsung (Tatap Muka). Biasanya dilakukan media elektronik, khususnyatelevisi.Wawancara tidak langsung (Telpon dan Tertulis). Bias dilakukan media elektronikmaupun cetak.Hal yang Perlu Diperhatikan dalam WawancaraAgar tugas wawancara kita dapat berhasil, maka hendaknya diperhatikan hal-hal – antaralain – sebagai berikut:1. persiapan.Persiapan tersebut menyangkut outline wawancara, penguasaan materi wawancara,pengenalan mengenai sifat/karakter/kebiasaan orang yang hendak kita wawancarai, dansebagainya.2. Taatilah peraturan dank ode etik.Sopan santun, jenis pakaian yang dikenakan, pengenalan terhadap norma/etika setempat,adalah hal-hal yang juga perlu diperhatikan agar kita dapat beradaptasi dengan
  5. 5. lingkungan tempat pelaksanaan wawancara.3. Jangan mendebat nara sumber.Tugas seorang pewawancara adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya dari narasumber, bukan berdiskusi. Jika Anda tidak setuju dengan pendapatnya, biarkan saja.Jangan didebat. Kalaupun harus didebat, sampaikan dengan nada bertanya, alias janganterkesan membantah.Contoh yang baik: “Tetapi apakah hal seperti itu tidak berbahaya bagi pertumbuhan iklimdemokrasi itu sendiri, Pak?”Contoh yang lebih baik lagi: “Tetapi menurut Tuan X, hal seperti itu kan berbahaya bagipertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri. Bagaimana pendapat Bapak?”Contoh yang tidak baik: “Tetapi hal itu kan dapat berbahaya bagi pertumbuhan iklimdemokrasi itu sendiri, Pak?”4. Hindarilah menanyakan sesuatu yang bersifat umumBiasakanlah menanyakan hal-hal yang khusus. Hal ini akan sangat membantu untukmemfokuskan jawaban nara sumber. Seperti menayakan umur, kesibukan sehari-hari dll(karena mestinya sudah diketahui lebih awal)5. to the point.Selain untuk menghemat waktu, hal ini juga bertujuan agar nara sumber tidakkebingungan mencerna ucapan si pewawancara.6. Hindari pertanyaan ulang.Hal ini dapat merugikan kita sendiri, karena nara sumber biasanya cenderung untukmenjawab hanya pertanyaan terakhir yang didengarnya.7. ikuti karakter nara sumber.Untuk nara sumber yang pendiam, pewawancara hendaknya dapat melontarkanungkapan-ungkapan pemancing yang membuat si nara sumber “buka mulut”. Sedangkanuntuk nara sumber yang doyan ngomong, pewawancara hendaknya bisa mengarahkanpembicaraan agar nara sumber hanya bicara mengenai hal-hal yang berhubungan denganmateri wawancara.8. Jalin hubungan personal dengan nara sumberDengan cara memanfaatkan waktu luang yang tersedia sebelum dan sesudah wawancara.Kedua belah pihak dapat ngobrol mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, atau hal- hallain yang berguna untuk mengakrabkan diri. Ini akan sangat membantu proseswawancara itu sendiri, dan juga untuk hubungan baik dengan nara sumber di waktu-waktu yang akan datang.9. Memihak NarasumberJika kita mewawancarai seorang tokoh yang memiliki lawan ataupun musuh tertentu,bersikaplah seolah-olah kita memihaknya, walaupun sebenarnya tidak demikian. Sepertikata pepatah, “Jangan bicara tentang kucing di depan seorang pecinta anjing”.

×