Apa Visual Merchandising itu?
VM adalah Kegiatan mem-promosikan penjualan barang,
terutama dengan presentasi mereka di gerai ritel.
Kegiatan VM disebut juga “salesman diam” karena
menitikberatkan pada tampilan barang pajangan sebagai
sebuah presentasi.
Tujuan VM (out door)
• Menunjukkan dan mempromosikan produk.
• Koneksi emosional dengan calon
pelanggan.
• Dapatkan pelanggan untuk berhenti
sejenak di depan lantai penjualan.
• Mendorong pembelanja untuk memasuki
toko.
• Menetapkan, mempromosikan, dan
meningkatkan citra toko secara visual.
• Memperkenalkan dan menjelaskan produk-
produk baru.
• Memberikan tampilan ritel yang memberikan
pengalaman berbelanja yang nyaman dan mengesankan.
• Memberikan informasi tentang produk yang
dipajang/dijual (ukuran/warna/harga).
• Memudahkan pembelanja menemukan kategori barang
dagangan yang diinginkan.
• Menarik perhatian pelanggan untuk segera mengambil
keputusan pembelian dalam waktu sesingkat mungkin,
dan dengan demikian meningkatkan proses Penjualan.
Tujuan VM (indoor)
VM membantu dalam:
• Mendidik pelanggan tentang produk / jasa dengan cara yang
efektif dan kreatif.
• Mendirikan media kreatif untuk menyajikan barang dagangan
dalam lingkungan 3Dimensi, sehingga memungkinkan
dampaknya dalam jangka panjang dan meningkatkan nilai
ingat para pelanggan.
• Managemen /pengaturan dalam perusahaan yang terpisah
(dalam posisi eksklusif).
• Membangun hubungan antara desain (produk), produk dan
pemasaran dengan menjaga citra produk sebagai fokus
utama.
• Menggabungkan aspek kreatif, teknis dan operasional dari
suatu produk dan bisnis.
Sejarah VM
• Pada abad 19. ketika perusahaan raksasa barang kering
seperti Marshall Field & Co bergeser bisnis mereka dari grosir
untuk eceran, maka dibutuhkan tampilan visual yang
menarik pelanggan.
• Jendela toko yang semula hanya untuk memenuhi kebutuhan
pencahayaan ruang, diubah menjadi tempat pajang barang
dagangan yang akan dijual (ritel).
• Kegiatan ini membutuhkan sentuhan desain khususnya dari
para desainer interior.
• Dalam perkembangannya kegiatan VM dimasuki pula oleh
desain grafis yaitu dalam hal pencitraan image produk
barang melalui tampilan desain grafisnya.
PENDEKATAN ILMU
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
 Konsentrasi pada produk
yang dipajang.
 Pendekatan promotif.
 Ciri: menonjolkan nilai
grafis, logo, merk, dll.
 Creative design: nilai
kreatifitas bentuk media
VM (freestand display,
hanging display, window
display, dll)
DESAIN INTERIOR
 Konsentrasi pada ruang.
 Pendekatan kenyamanan,
konsumen merasa nyaman
dalam berbelanja.
 Ciri: menonjolkan tehnik
penataan produk.
 Creative design: ergonomi
produk, nilai fungsi, estetis,
dll)
macam-macam
bentuk
visual
merchandising
• Special Display Stand, membuat stand yang
diciptakan secara khusus dan unik. Terkesan
semarak. Biasanya untuk kampanye produk
baru
• Floor Display, metode display dengan menata
dan mendekor produk di lantai secara
menarik, Floor display kadang dilakukan
dengan cara memperluas alas khusus untuk
mencegah produk menjadi lembab atau rusak.
Floor display biasa digunakan untuk in-store
promotion antara lain, package sales,
peluncuran produk baru, dan lain-lain
 Mini Display Stand, menciptakan
mini display yang bentuknya mini
dan mungil. Biasanya digunakan
di supermarket, minimarket, dan
ruangan yang terbatas.
 Vending Machine, Display dengan
menggunakan mesin khusus,
misalnya mesin kopi, mesin
minuman kaleng, Biasanya
dipajang di taman, hotel, rumah
sakit, dan lain-lain. Vending
machine membutuhkan perawatan
dan penanganan khusus.
Seseorang harus memperhatikan
kesediaan barangnya
• Mobile Merchandising, display
yang menggunakan mobil khusus
(bisa berpindah-pindah)
• Hanging Display, Display yang digantung di
atap, menggunakan alat khusus, dan lain-lain
• Cut Box Display,
Display yang
memanfaatkan
karton/ bos luar.
Karton luar yang
warnya mencolok
dan menarik bisa
digunakan sebagai
display
• Windows display,
display yang menempel
pada jendela toko.
• Wall display, display yang
menempel pada dinding
• Basket Display, display keranjang
• Giant Display, Menggunakan display
raksasa
• Circular Display, bentuk display yang
bulat/ melingkar
PRINSIP DASAR PERANCANGAN VM
PRINSIP DASAR PERANCANGAN VM
KESATUAN
Prinsip kesatuan diperoleh dengan:
• Tema.
Tema disesuaikan dengan moment baik internal
(launching produk baru, HUT) atau eksternal
(hari raya, dsb).
• Prinsip kesatuan desain.
Warna, bentuk, menyesuaikan produk.
PRINSIP DASAR PERANCANGAN VM
• Dominasi
Prinsip dominasi penting untuk
menunjukkan produk unggulan atau
produk pendukung.
• Eye cathching.
Penataan produk mampu menarik
perhatian orang.
Filosofi Segitiga Berlubang
• Desain tidak mandeg / sudah selesai.
• Desain mampu memberikan ruang imajinasi bagi
penggunanya.
• Desain interaktif, yaitu mampu memberikan ruang
komunikasi bagi penggunanya.
• Dengan adanya sesuatu yang ‘kurang’ dapat
memberikan tempat bagi pengguna ‘melengkapinya’.
DISPLAY PRODUK
 Product Display : pemajangan/ penataan produk di rak.
Presentasi Produk biasanya sama dengan penataan.
 Display produk perlu memperhatikan:
1. Sistem grid / sistem free low
2. Klasifikasi jenis produk barang (->harga/trend/dll)
3. Kapasitas ruang / tempat pajang
4. Produk utama (baru) dan produk lama.
5. Sistem pencahayaan.
6. Kebersihan dan kerapian lingkungan dan produk
yang dipajang.
PRESENTASI PRODUK
Presentasi produk menyangkut 7 faktor penting:
 Values /nilai
Functional value dan emotional values
 Verbal, menyampaikan produk dengan kata-kata
 Visual, menampilkan efek visual yang menarik
perhatian
 Attractive
 Appealing ( penampilan yang unik dan berbeda)
 Assuming (meyakinkan akan kualitas produk yang
prima)
 Activate ( menimbulkan dorongan membeli)
Elemen Penting dalam VM
Elemen Penting dalam VM
1.Display
Display terdiri atas 2 unsur penting:
 Basic display: perencanaan facing (muka). Bagian mana dari
produk yang akan dipajang sesuai dengan pola display
(planogram) yang telah ditentukan
 Visual Presentation: display dengan menggunakan metode
dan prinsip sehingga display dapat efektif meningkatkan citra
produk dan penjualan
Elemen Penting dalam VM
Beberapa elemen display:
• Planning (produk yang akan dijual)
• Placement (produk yang mudah dicari, dipilih dan
diambil)
• Availiability (volume stok produk yang cukup baik jenis
dan jumlahnya)
• Presentation (metode display)
• Persuation (POP, instore promotion, sales promotion
girl)
Elemen Penting dalam VM
2. Singage
Singage terkait dengan tampilan
gambar (logo), warna, tulisan dan
pencahayaan. Singage menampilkan
nama perusahaan atau brand produk
yang ingin ditampilkan dan dijual
Elemen Penting dalam VM
3. Graphic
grafis bermanfaat agar suatu brand
lebih mudah dan cepat diingat. Disain
grafis harus memiliki kekuatan visual
yang memikat dan informatif. Disain
juga menampilkan tema dan gaya
tertentu sesuai dengan brand yang
disandangnya.
Elemen Penting dalam VM
4. Merchandise Process, adalah pengeloaan
barang dagangan. Bagaimana menyusun
berbagai barang yang dijual, keunikan,
kekhususan akan sangat mempengaruhi konsep
visual merchandising
Metode Visual Merchandising
Aspek visual yang harus diperhatikan dalam visual
merchandising:
1. Visualisasi fokus pada produk
2. Tema kampanye
3. Visualilasi brand personality ( desain POP, color, dll)
4. Visualilsasi dan komunikasikan manfaat produk
dengan flier, tester produk, in store TV/ radio
5. Visualisasi program sales promotion (display hadiah
khususnya jika ada program in-store event)
Audio visual Merchandising
Alat-alat yang biasa dipakai:
– End Gondola bisa berbentuk neon Sign
– TV Plasma lengkap dengan sound system
– DVD yang memainkan trailer/ film iklan
dan program promosi
– Komputer touch screen
– Product tester atau samples
– Product information card atau mini Flier
EXHIBITION - PAMERAN
exhibition
Pengertian Pameran
• Pameran merupakan salah bentuk kegiatan usaha
yang mempertemukan antara produsen dan
pembeli.
• Suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu
produsen, kelompok, organisasi, perkumpulan
tertentu dalam bentuk menampilkan display
produk kepada calon relasi atau pembeli. Adapun
macam pameran itu adalah : show, exhibition,
expo, pekan raya, fair, bazaar, pasar murah.
Jenis-jenis Pameran
• Pameran Tetap (Permanent Exhibition)
Pameran yang menyajikan karya-karya koleksi dan secara periodik ditata
berdasarkan konsep kuratorial dan diselenggarakan oleh Pengelola. Waktu
penyelenggraan Pameran Tetap berlangsung minimal 1 kali dalam satu tahun
• Pameran Temporer (Temporary Exhibition)
Pameran tunggal atau pameran bersama yang menyajikan karya-karya seni rupa /
visual dalam jangka waktu tertentu yang diselenggarakan oleh pengelola ruang
pameran atau kerjasama dengan pihak lain. Waktu penyelenggaraan Pameran
Temporer berlangsung minimal selama 10 hari, maksimal berlangsung selama 30
hari.
• Pameran Keliling (Traveling Exhibition)
Pameran yang menyajikan karya-karya koleksi maupun karya di luar koleksi Galeri
Nasional Indonesia ke berbagai daerah di Indonesia dan atau di luar negeri yang
diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia atau kerjasama dengan pihak lain.
Waktu penyelenggaraan Pameran Keliling minimal berlangsung selama 10 hari.

VISUAL MERCHANDISING_PENATAAN PRODUK.pptx

  • 1.
    Apa Visual Merchandisingitu? VM adalah Kegiatan mem-promosikan penjualan barang, terutama dengan presentasi mereka di gerai ritel. Kegiatan VM disebut juga “salesman diam” karena menitikberatkan pada tampilan barang pajangan sebagai sebuah presentasi.
  • 2.
    Tujuan VM (outdoor) • Menunjukkan dan mempromosikan produk. • Koneksi emosional dengan calon pelanggan. • Dapatkan pelanggan untuk berhenti sejenak di depan lantai penjualan. • Mendorong pembelanja untuk memasuki toko. • Menetapkan, mempromosikan, dan meningkatkan citra toko secara visual. • Memperkenalkan dan menjelaskan produk- produk baru.
  • 3.
    • Memberikan tampilanritel yang memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman dan mengesankan. • Memberikan informasi tentang produk yang dipajang/dijual (ukuran/warna/harga). • Memudahkan pembelanja menemukan kategori barang dagangan yang diinginkan. • Menarik perhatian pelanggan untuk segera mengambil keputusan pembelian dalam waktu sesingkat mungkin, dan dengan demikian meningkatkan proses Penjualan. Tujuan VM (indoor)
  • 4.
    VM membantu dalam: •Mendidik pelanggan tentang produk / jasa dengan cara yang efektif dan kreatif. • Mendirikan media kreatif untuk menyajikan barang dagangan dalam lingkungan 3Dimensi, sehingga memungkinkan dampaknya dalam jangka panjang dan meningkatkan nilai ingat para pelanggan. • Managemen /pengaturan dalam perusahaan yang terpisah (dalam posisi eksklusif). • Membangun hubungan antara desain (produk), produk dan pemasaran dengan menjaga citra produk sebagai fokus utama. • Menggabungkan aspek kreatif, teknis dan operasional dari suatu produk dan bisnis.
  • 5.
    Sejarah VM • Padaabad 19. ketika perusahaan raksasa barang kering seperti Marshall Field & Co bergeser bisnis mereka dari grosir untuk eceran, maka dibutuhkan tampilan visual yang menarik pelanggan. • Jendela toko yang semula hanya untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan ruang, diubah menjadi tempat pajang barang dagangan yang akan dijual (ritel). • Kegiatan ini membutuhkan sentuhan desain khususnya dari para desainer interior. • Dalam perkembangannya kegiatan VM dimasuki pula oleh desain grafis yaitu dalam hal pencitraan image produk barang melalui tampilan desain grafisnya.
  • 6.
    PENDEKATAN ILMU DESAIN KOMUNIKASIVISUAL  Konsentrasi pada produk yang dipajang.  Pendekatan promotif.  Ciri: menonjolkan nilai grafis, logo, merk, dll.  Creative design: nilai kreatifitas bentuk media VM (freestand display, hanging display, window display, dll) DESAIN INTERIOR  Konsentrasi pada ruang.  Pendekatan kenyamanan, konsumen merasa nyaman dalam berbelanja.  Ciri: menonjolkan tehnik penataan produk.  Creative design: ergonomi produk, nilai fungsi, estetis, dll)
  • 7.
  • 8.
    • Special DisplayStand, membuat stand yang diciptakan secara khusus dan unik. Terkesan semarak. Biasanya untuk kampanye produk baru • Floor Display, metode display dengan menata dan mendekor produk di lantai secara menarik, Floor display kadang dilakukan dengan cara memperluas alas khusus untuk mencegah produk menjadi lembab atau rusak. Floor display biasa digunakan untuk in-store promotion antara lain, package sales, peluncuran produk baru, dan lain-lain
  • 9.
     Mini DisplayStand, menciptakan mini display yang bentuknya mini dan mungil. Biasanya digunakan di supermarket, minimarket, dan ruangan yang terbatas.
  • 10.
     Vending Machine,Display dengan menggunakan mesin khusus, misalnya mesin kopi, mesin minuman kaleng, Biasanya dipajang di taman, hotel, rumah sakit, dan lain-lain. Vending machine membutuhkan perawatan dan penanganan khusus. Seseorang harus memperhatikan kesediaan barangnya
  • 11.
    • Mobile Merchandising,display yang menggunakan mobil khusus (bisa berpindah-pindah)
  • 12.
    • Hanging Display,Display yang digantung di atap, menggunakan alat khusus, dan lain-lain
  • 13.
    • Cut BoxDisplay, Display yang memanfaatkan karton/ bos luar. Karton luar yang warnya mencolok dan menarik bisa digunakan sebagai display
  • 14.
    • Windows display, displayyang menempel pada jendela toko.
  • 15.
    • Wall display,display yang menempel pada dinding
  • 16.
    • Basket Display,display keranjang • Giant Display, Menggunakan display raksasa • Circular Display, bentuk display yang bulat/ melingkar
  • 17.
  • 18.
    PRINSIP DASAR PERANCANGANVM KESATUAN Prinsip kesatuan diperoleh dengan: • Tema. Tema disesuaikan dengan moment baik internal (launching produk baru, HUT) atau eksternal (hari raya, dsb). • Prinsip kesatuan desain. Warna, bentuk, menyesuaikan produk.
  • 19.
    PRINSIP DASAR PERANCANGANVM • Dominasi Prinsip dominasi penting untuk menunjukkan produk unggulan atau produk pendukung. • Eye cathching. Penataan produk mampu menarik perhatian orang.
  • 20.
    Filosofi Segitiga Berlubang •Desain tidak mandeg / sudah selesai. • Desain mampu memberikan ruang imajinasi bagi penggunanya. • Desain interaktif, yaitu mampu memberikan ruang komunikasi bagi penggunanya. • Dengan adanya sesuatu yang ‘kurang’ dapat memberikan tempat bagi pengguna ‘melengkapinya’.
  • 21.
    DISPLAY PRODUK  ProductDisplay : pemajangan/ penataan produk di rak. Presentasi Produk biasanya sama dengan penataan.  Display produk perlu memperhatikan: 1. Sistem grid / sistem free low 2. Klasifikasi jenis produk barang (->harga/trend/dll) 3. Kapasitas ruang / tempat pajang 4. Produk utama (baru) dan produk lama. 5. Sistem pencahayaan. 6. Kebersihan dan kerapian lingkungan dan produk yang dipajang.
  • 22.
    PRESENTASI PRODUK Presentasi produkmenyangkut 7 faktor penting:  Values /nilai Functional value dan emotional values  Verbal, menyampaikan produk dengan kata-kata  Visual, menampilkan efek visual yang menarik perhatian  Attractive  Appealing ( penampilan yang unik dan berbeda)  Assuming (meyakinkan akan kualitas produk yang prima)  Activate ( menimbulkan dorongan membeli)
  • 23.
  • 24.
    Elemen Penting dalamVM 1.Display Display terdiri atas 2 unsur penting:  Basic display: perencanaan facing (muka). Bagian mana dari produk yang akan dipajang sesuai dengan pola display (planogram) yang telah ditentukan  Visual Presentation: display dengan menggunakan metode dan prinsip sehingga display dapat efektif meningkatkan citra produk dan penjualan
  • 25.
    Elemen Penting dalamVM Beberapa elemen display: • Planning (produk yang akan dijual) • Placement (produk yang mudah dicari, dipilih dan diambil) • Availiability (volume stok produk yang cukup baik jenis dan jumlahnya) • Presentation (metode display) • Persuation (POP, instore promotion, sales promotion girl)
  • 26.
    Elemen Penting dalamVM 2. Singage Singage terkait dengan tampilan gambar (logo), warna, tulisan dan pencahayaan. Singage menampilkan nama perusahaan atau brand produk yang ingin ditampilkan dan dijual
  • 27.
    Elemen Penting dalamVM 3. Graphic grafis bermanfaat agar suatu brand lebih mudah dan cepat diingat. Disain grafis harus memiliki kekuatan visual yang memikat dan informatif. Disain juga menampilkan tema dan gaya tertentu sesuai dengan brand yang disandangnya.
  • 28.
    Elemen Penting dalamVM 4. Merchandise Process, adalah pengeloaan barang dagangan. Bagaimana menyusun berbagai barang yang dijual, keunikan, kekhususan akan sangat mempengaruhi konsep visual merchandising
  • 29.
    Metode Visual Merchandising Aspekvisual yang harus diperhatikan dalam visual merchandising: 1. Visualisasi fokus pada produk 2. Tema kampanye 3. Visualilasi brand personality ( desain POP, color, dll) 4. Visualilsasi dan komunikasikan manfaat produk dengan flier, tester produk, in store TV/ radio 5. Visualisasi program sales promotion (display hadiah khususnya jika ada program in-store event)
  • 30.
    Audio visual Merchandising Alat-alatyang biasa dipakai: – End Gondola bisa berbentuk neon Sign – TV Plasma lengkap dengan sound system – DVD yang memainkan trailer/ film iklan dan program promosi – Komputer touch screen – Product tester atau samples – Product information card atau mini Flier
  • 31.
  • 32.
  • 33.
    Pengertian Pameran • Pameranmerupakan salah bentuk kegiatan usaha yang mempertemukan antara produsen dan pembeli. • Suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen, kelompok, organisasi, perkumpulan tertentu dalam bentuk menampilkan display produk kepada calon relasi atau pembeli. Adapun macam pameran itu adalah : show, exhibition, expo, pekan raya, fair, bazaar, pasar murah.
  • 34.
    Jenis-jenis Pameran • PameranTetap (Permanent Exhibition) Pameran yang menyajikan karya-karya koleksi dan secara periodik ditata berdasarkan konsep kuratorial dan diselenggarakan oleh Pengelola. Waktu penyelenggraan Pameran Tetap berlangsung minimal 1 kali dalam satu tahun • Pameran Temporer (Temporary Exhibition) Pameran tunggal atau pameran bersama yang menyajikan karya-karya seni rupa / visual dalam jangka waktu tertentu yang diselenggarakan oleh pengelola ruang pameran atau kerjasama dengan pihak lain. Waktu penyelenggaraan Pameran Temporer berlangsung minimal selama 10 hari, maksimal berlangsung selama 30 hari. • Pameran Keliling (Traveling Exhibition) Pameran yang menyajikan karya-karya koleksi maupun karya di luar koleksi Galeri Nasional Indonesia ke berbagai daerah di Indonesia dan atau di luar negeri yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia atau kerjasama dengan pihak lain. Waktu penyelenggaraan Pameran Keliling minimal berlangsung selama 10 hari.