KEPEMIMPINAN UMAR BIN KHATTAB
SARI LARASWATI (2201085011)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
2022-2023
QUOTE MOTVASI
1
"Ilmu ada tiga tahapan. Jika
seseorang memasuki tahapan
pertama, dia akan sombong. Jika
dia memasuki tahapan kedua,
maka dia akan rendah hati. Jika
dia memasuki tahapan ketiga,
maka dia akan merasa bahwa
dirinya tidak ada apa-apanya"
(Umar Bin Khattab)
MATERI
BIOGRAFI TOKOH
MASA
KEPEMIMPINAN
KEUNGGULAN
KEPEMIMPINAN
KETELADANAN
PEMIMPIN
REFERENSI
2
BIOGRAFI UMAR BIN KHATTAB
3
Nama Lengkap Umar adalah Umar bin Khattab Ibn Nufail Ibn
Abd al-‘Uzza Ibn Riyah Ibn Qurth Ibn Razah Ibn ‘Adiy Ibn
Ka’ab Ibn Lu’aiy al-Qurasyiy al-‘Adawiy. Umar dilahirkan tiga
belas tahun setelah tahun Gajah (tahun kelahiran Nabi
Muhammad). Ini berarti Umar radhiyallahu‘anhu lebih muda
tiga belas tahun dari Nabi Muhammad Shalaullah Alaihi Wa
sallam.
Sedangkan Ibunya bernama Hantamah binti Hasyim bin
Mughiroh bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Nasab Umar
radhiyallahu‘anhu bertemu dengan nasab Nabi Muhammad
Shalaullah Alaihi Wasallam pada Ka’ab Ibn Luay. Umar berasal
dari kalangan keluarga terpandang suku ‘Adiy yang termasuk
rumpun Quraisy. Umar memiliki kecerdasan yang luar biasa,
bahkan dikatakan mampu memprakirakan hal-hal yang akan
terjadi pada masa yang akan datang. Umar radhiyallahu‘anhu
menjadi orang yang dipilih sebagai duta dari kabilahnya pada
masa Jahiliyyah. Umar meninggal dunia dalam usia 63 tahun,
setelah memerintah selama sepuluh tahun.
MASA KEPEMIMPINAN
4
Masa pemerintahan Umar bin Khattab merupakan
masa yang gemilang bagi perkembangan dan
kemajuan agama Islam. Meskipun hanya menjabat
khalifah selama kurang lebih sepuluh tahun, akan
tetapi banyak sekali prestasi yang telah diraih pada
masa itu. Prestasi yang dicapai meliputi banyak
bidang, seperti dalam bidang perluasan wilayah,
penataan administrasi negara, bidang
perekonomian, keamanan dan ketertiban
masyarakat, dan sebagai nya. Untuk
mengungkapkan prestasi yang cemerlang dan
sangat mengagumkan tersebut, bahkan ada yang
mengatakan bahwa Umar bin Khattab adalah
sebagai pendiri Negara Islam.
A. KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT
5
Perekonomian masyarakat Arab pada masa sebelum Islam bias dibilang
masih sederhana dan terbatas. Mayoritas aktivitas perekonomian pada saat
itu adalah pada sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan. Ketiga
sektor ekonomi tersebut sangat berkaitan erat pada waktu itu. Para petani
menggarap lahan pertanian mereka dengan menggunakan hewan-hewan
ternak. Para pedagang juga menggunakan hewan-hewan ternak sebagai alat
untuk mengangkut barang-barang dagangan mereka. Dan kadang hewan
dari peternakan juga menjadi barang yang diperdagangkan.
Industri yang ada pada waktu itu mayoritas dijalankan oleh para budak dan
orang-orang Yahudi. Diantaranya adalah industri besi, kayu, pertenunan,
pembuatan senjata, dan lain-lain. Masyarakat muslim sebagaimana
masyarakat yang lain akanmengalami perubahan ekonomi, suatu ketika
dalam keadaan senang dan sejahtera, dan pada suatu saat dalam keadaan
susah dan paceklik.
6
Pada masa Umar bin Khattab pernah terjadi masa paceklik yang
disebut dengan amur ramadah yang terjadi hanya di Hijaz,
sebagai akibat dari langkanya makanan dan pada tahun tersebut
membumbung tinggi. namun beliau tidak mematok harga
tertentu untuk makanan tersebut, bahkan sebaliknya Umar
mendatangkan makanan dari Mesir dan Syam ke Hijaz
Cek ini adalah yang serupa dengan apa yang dikenal pada saat
sekarang di sebagian daerah dengan pembagian bantuan secara
langganan di mana Umar radhiyallahu‘anhu menentukan
keberkahan setiap orang akan makanan dengan harga murah
pada waktu bahan makanan tersebut di pasar bebas lebih mahal
dengan perbedaan presentase yang sangat signifikan. Sehingga
berakhirlah krisis tersebut tanpa harus mematok harga.
B. KEHIDUPAN MORAL DAN SOSIAL
7
Mereka terkenal dengan sebutan jahiliyyah, karena
kebodohan mereka akan akhlak-akhlak dan moral. Secara
sosial, masyarakat Arab terdiri dari beberapa kelas dan
tingkatan. Terdapat kelas masyarakat yang berada di posisi
atas, yang dengan keberadaannya sebagai golongan atas
mereka enggan bersama-sama dengan golongan yang ada
di bawah mereka. Juga terdapat kelas masyarakat yang
berada di tingkat bawah, rakyat jelata dan awam. Perbedaan
tingkatan masyarakat menjadi sebuah hal yang wajar dalam
masyarakat Arab.
C. MENETAPKAN HUKUM TENTANG MASALAH-
MASALAH YANG BARU
8
Dalam ketetapan itu sering seakan-akan bertentangan
dengan sunnah atau ketetapan Abu Bakar pendahulunya.
Namun apabila diteliti lebih mendalam, ternyata Umar
memiliki jangkauan yang menyeluruh, mecakup
keseluruhan ajaran Islam. Misalnya, mengenai ghanimah
(harta rampasan perang), surah al-Anfal mengajarkan
bahwa harta rampasan perang, termasuk tanah, harus
dibagikan dengan cara tertentu, sebagian untuk para
tentara yang berperang.
D. MEMPERBAHARUI
ORGANISASI NEGARA
9
Pada masa Rasul, sesuai dengan
keadaannya, organisasi negara
masih sederhana. Tetapi ketika
masa Khalifah Umar, di mana umat
Islam sudah terdiri dari bermacam-
macam bangsa dan urusannya
makin meluas, maka disusunlah
organisasi negara sebagai berikut:
10
Organisasi politik terdiri dari :
Al-Khilafaat, Kepala Negara. Dalam memilih kepala negara
berlaku sistem “bai’ah”. Pada masa sekarang mungkin sama
dengan sistem demokrasi. Hanya waktu itu sesuai dengan
al-amru syuro bainahum sebagaimana yang digariskan Allah
dalm Al-Qu’an.
Al-Wizaraat, sama dengan menteri pada zaman sekarang.
Khalifah Umar menetapkan Usman sebagai pembantunya
untuk mengurus pemerintahan umum dan kesejahteraan,
sedangkan Ali untuk mengurus kehakiman, surat-menyurat,
dan tawanan perang.
Al-Kitabaat, Sekretaris Negara. Umar ibn Khattab
mengangkat Ziad bin Tsabit dan Abdullah bin Arqam
menjadisekretaris untuk menjelaskan urusan-urusan
penting.
1.
11
Diwan al-Jundiy (Diwan al-Harbiy) : badan Pertahanan Keamanan.
Orang Muslim pada masa Rasul dan Abu Bakar semuanya adalah
prajurit. Ketika Rasul atau Abu Bakar menyeru untuk berperang
siaplah semua mengikuti perinth nabi. Kemudian ketiak perang
telah selesai dan ghanimah telah dibagikan, mereka kembali
menjadi penduduk sipil. Masa Umar keadaan telah beruba,
disusunlah satu badan yang mengurusi tentara. Disusunlah
angkatan bersenjata Khusus, asrama, latihan militer, kepangkatan,
gaji, persenjataan, dan lain-lain. Mulai juga membangun angkatan
laut oleh Muawiyah Gubernur Syam dan oleh Ala bin Hadharamy
Gubernur Bahrain.
2. Administrasi negara sesuai dengan kebutuhan, khalifah Umar bin
Khattab menyusun administrasi negara beberapa bagian diantaranya :
Diwan-diwan (departemen-departemen) diantaranya:
12
Diwan al-Kharaj (Diwan al-Maaly) Bait al-Maal yang
mengurusi keuangan negara, pemasukan dan
pengeluaran anggaran belanja negara. Sumber
pemasukan keuangan negara Islam adalah : Al-kharaj:
pajak hasil bumi, Al-usyur yaitu 10 % dari perdagangan
dan kapal- kapal orang asing yang datang ke negara
Islam : bea cukai, Al-zakah: zakat harta 2,5 % dari harta
yang sampai nisab. Al-jizyah : pajak ahli dzimmah, yaitu
orang bukan Islam yang bertempat tinggal di negara
Islam. Al-fai dan ghanimah : uang tebusan dari orang
musyrik yang kalah perang dan harta rampasan
perang.
13
Diwan al-Qudhat. Departemen kehakiman. Umar
mengangkat hakim-hakim khusus untuk tiap
wilayah dan menetapkan persyaratannya.b) Al-
Imarah ‘ala al-buldan. Administrasi pemerintahan
dalam negeri. Negara dibagi menjadi beberapa
provinsi yang dipimpin oleh seorang gubernur
(amil), yaitu :
Ahwaz dan Bahrain
Sijistan, Makran dan Karman, Iraq
Syam, Palestina, Mesir, Padang Sahara Libia.
Al-Barid : Perhubungan, memakai Kuda pos
Al-Syurthah: Polisi penjaga keamanan negara.
KEUNGGULAN
KEPEMIMPINAN
14
UMAR bin Khaththab merupakan salah
satu sahabat Nabi yang sangat taat dan
patuh kepada perintah Allah dan Rasul-
Nya. Padahal, jika kita tengok sejarah,
Umar ini termasuk orang yang sangat
menentang terhadap Nabi. Ia juga
terkenal dengan keganasan dan
keberingasannya. Tapi, lihatlah ia ketika
telah masuk Islam. Ia rela mengabdikan
diri, baik itu jiwa, raga bahkan harta, hanya
untuk membela Islam.
15
Umar diteguhkan oleh Nabi. Suatu ketika, Nabi pernah
berpesan, “Ikutilah dua orang setelahku, Abu Bakar dan
Umar.” Pernah pula Nabi berpesan, “Sesungguhnya Allah
menjadikan kebenaran pada lisan dan hati Umar.” Bahkan
sewaktu Umar melakukan ijtihad, terdapatlah 15 kesesuaian
antara ijtihad Umar dengan wahyu al-Quran. Inilah
keistimewaan khususnya.
Umar dikaruniai keunggulan tersendiri. Umar sebagai
khalifah kedua memerintahkan dalm waktu yang jauh lebih
lama daripada Abu Bakar, khalifah pertama. Hebatnya lagi,
di zaman Umar, hamper tidak ada perselisihan pendapat di
antara umat. Berbeda dengan di zaman Utsman bin Affan,
khalifah ketiga. Memang, masing-masing khalifah dikaruniai
keunggulan tersendiri.
16
Umar adalah khalifah terbesar menurut Michael Hart di bukunya 100
Tokoh Paling Berengaruh dalam Sejarah. Makanya, Michael Hart,
setelah meletakkan Nabi pada posisi ke-1, ia langsung meletakkan
Umar pada posisi ke-51, jauh di atas Julius Caesar dan Charlemagne.
Terbukti, hanya dalam waktu 10 tahun, Umar berhasil memukul
mundur Romawi dan Persia (dua adidaya saat itu), serta mengambil
alih Syiria, Irak, Iran, Palestina, Turki, Mesir dan Afrika Utara.
Umar memiliki toleransi beragama. Kala pasukan Muslim berhasil
menaklukan Yerussalem, Uskup Sophronius enggan menyerahkan
kunci Yerussalem. Sang Uskup hanya mau menyerahkannya kepada
Umar secara pribadi. Rupa-rupanya mereka masih trauma dengan
direbutnya Yerussalem oleh pasukan Persia yang diiringi dengan
pengrusakan, pemerkosaan, dan penistaan di tempat-tempat suci.
Sebagai penakluk, sebenarnya Umar tidak harus menuruti kemauan
Sang Uskup. Namun, Umar maklum.
17
Umar membolehkan untuk kekuatan apabila
memang diperlukan. Sewaktu Umar melewat ke
negeri Syam, ia disambut Muawiyah dengan
arak-arakan yang megah dan gagah. Kontan saja
Umar menegurnya. Maka Muawiyah pun
menjelaskan, “Daerah ini banyak mata-mata.
Kami harus menunjukkan kemuliaan pemimpin
kami, sehingga membuat mereka gentar.” Siasat
ini diterima oleh Umar bahkan dianggapnya
siasat yang cemerlang dan gemilang.
KETELADANAN PEMIMPIN
18
Umar bin Khattab adalah penentang agama Islam
dan membenci Nabi Muhammad Saw. Beliau pernah
menentang sangat beringas tidak menerima agama
Muhammad Saw. tetapi atas izin Allah Swt dan atas
kesadaran sendiri sertaberkat keyakinan hati, beliau
dapat melihat denga mata hati beliau bahwa Islam
adalah agama yang benar. Lalu mendapat mendapat
hidayah (petunjuk) dan mau masuk Islam.
Sosok Umar bin Khattab yang kekar dan pemberani
memang sudah disegani oleh orang-orang Mekkah
khususnya suku Quraisy sebelum masuk Islam.
Namun setelah masuk Islam orsng-orang Quraisy
menjadi gentar terhadap beliau. Itulah ciri khas Umar
bin Khattab ra. sebagai pemimpin.
Dijuluki sebagai Al-Faruq (Pemberani). Karena berani bersikap tegas
membedakan antara kebaikan dan kebatilan. Siapa yang ingin
menyerang Islam dan menghina Rasulullah Saw. beliau hadapi dengan
tegas. Julukan ini diberikan oleh Rasulullah Saw.
Dijuluki sebagai Abu Faiz (Orang yang memiliki kecerdasan). Umar bin
Khattab ra. tidak hanya cerdas dalam mengatur pemerntahan dan
mengatur strategi perang beliau sangat cerdas. Julukan ini juga
diberikan oleh Rasulullah Saw.
Dijuluki sebagai Abu Hafaas (Tegas dalam pendirian). Selain memiliki
postur tubuh yang tinggi-besar, Umar bin Khattab dalam gaya
memimpin beliau sangat tegas dan teguh pendirian. Julukan ini juga
diberikan Raulullah Saw.
Di kalangan kaum muslimin Umar bin Khattab ra. dikenal sebagai figur
yang rela berkorban jiwa raga demi Hal ini dapat dilihat dari sikap beliau
yang menyerahkan kekayaan beliau untuk Islam dan hidup sederhana.
Selain itu saat menjadi khalifah rela berkorban untukkemajuan Islam.
Umar bin Khattab Ra. memiliki sifat-sifat sangat menonjol sebagai berikut:
19
Referensi
https://katadata.co.id/agung/lifestyle/6425266c6a98f/40-
kata-kata-bijak-umar-bin-khattab-yang-dapat-menjadi-
pedoman-hidup
https://repository.uin-suska.ac.id/7186/3/BAB%20II.pdf
http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?
article=3454656&val=30107&title=Masa%20kepemimpinan
%20Khalifah%20Umar%20Bin%20Khattab
https://an-nur.ac.id/kisah-keteladanan-sahabat-umar-bin-
khattab-ra/
https://www.islampos.com/8-keunggulan-umar-bin-
khattab-jadi-alasan-sebagai-teladan-1-195475/
1.
2.
3.
4.
5.
terimakasih

UAS KEPEMIMPINAN (UMAR BIN KHATTAB).pdf

  • 1.
    KEPEMIMPINAN UMAR BINKHATTAB SARI LARASWATI (2201085011) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA 2022-2023
  • 2.
    QUOTE MOTVASI 1 "Ilmu adatiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, maka dia akan rendah hati. Jika dia memasuki tahapan ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya" (Umar Bin Khattab)
  • 3.
  • 4.
    BIOGRAFI UMAR BINKHATTAB 3 Nama Lengkap Umar adalah Umar bin Khattab Ibn Nufail Ibn Abd al-‘Uzza Ibn Riyah Ibn Qurth Ibn Razah Ibn ‘Adiy Ibn Ka’ab Ibn Lu’aiy al-Qurasyiy al-‘Adawiy. Umar dilahirkan tiga belas tahun setelah tahun Gajah (tahun kelahiran Nabi Muhammad). Ini berarti Umar radhiyallahu‘anhu lebih muda tiga belas tahun dari Nabi Muhammad Shalaullah Alaihi Wa sallam. Sedangkan Ibunya bernama Hantamah binti Hasyim bin Mughiroh bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Nasab Umar radhiyallahu‘anhu bertemu dengan nasab Nabi Muhammad Shalaullah Alaihi Wasallam pada Ka’ab Ibn Luay. Umar berasal dari kalangan keluarga terpandang suku ‘Adiy yang termasuk rumpun Quraisy. Umar memiliki kecerdasan yang luar biasa, bahkan dikatakan mampu memprakirakan hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Umar radhiyallahu‘anhu menjadi orang yang dipilih sebagai duta dari kabilahnya pada masa Jahiliyyah. Umar meninggal dunia dalam usia 63 tahun, setelah memerintah selama sepuluh tahun.
  • 5.
    MASA KEPEMIMPINAN 4 Masa pemerintahanUmar bin Khattab merupakan masa yang gemilang bagi perkembangan dan kemajuan agama Islam. Meskipun hanya menjabat khalifah selama kurang lebih sepuluh tahun, akan tetapi banyak sekali prestasi yang telah diraih pada masa itu. Prestasi yang dicapai meliputi banyak bidang, seperti dalam bidang perluasan wilayah, penataan administrasi negara, bidang perekonomian, keamanan dan ketertiban masyarakat, dan sebagai nya. Untuk mengungkapkan prestasi yang cemerlang dan sangat mengagumkan tersebut, bahkan ada yang mengatakan bahwa Umar bin Khattab adalah sebagai pendiri Negara Islam.
  • 6.
    A. KEHIDUPAN EKONOMIMASYARAKAT 5 Perekonomian masyarakat Arab pada masa sebelum Islam bias dibilang masih sederhana dan terbatas. Mayoritas aktivitas perekonomian pada saat itu adalah pada sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan. Ketiga sektor ekonomi tersebut sangat berkaitan erat pada waktu itu. Para petani menggarap lahan pertanian mereka dengan menggunakan hewan-hewan ternak. Para pedagang juga menggunakan hewan-hewan ternak sebagai alat untuk mengangkut barang-barang dagangan mereka. Dan kadang hewan dari peternakan juga menjadi barang yang diperdagangkan. Industri yang ada pada waktu itu mayoritas dijalankan oleh para budak dan orang-orang Yahudi. Diantaranya adalah industri besi, kayu, pertenunan, pembuatan senjata, dan lain-lain. Masyarakat muslim sebagaimana masyarakat yang lain akanmengalami perubahan ekonomi, suatu ketika dalam keadaan senang dan sejahtera, dan pada suatu saat dalam keadaan susah dan paceklik.
  • 7.
    6 Pada masa Umarbin Khattab pernah terjadi masa paceklik yang disebut dengan amur ramadah yang terjadi hanya di Hijaz, sebagai akibat dari langkanya makanan dan pada tahun tersebut membumbung tinggi. namun beliau tidak mematok harga tertentu untuk makanan tersebut, bahkan sebaliknya Umar mendatangkan makanan dari Mesir dan Syam ke Hijaz Cek ini adalah yang serupa dengan apa yang dikenal pada saat sekarang di sebagian daerah dengan pembagian bantuan secara langganan di mana Umar radhiyallahu‘anhu menentukan keberkahan setiap orang akan makanan dengan harga murah pada waktu bahan makanan tersebut di pasar bebas lebih mahal dengan perbedaan presentase yang sangat signifikan. Sehingga berakhirlah krisis tersebut tanpa harus mematok harga.
  • 8.
    B. KEHIDUPAN MORALDAN SOSIAL 7 Mereka terkenal dengan sebutan jahiliyyah, karena kebodohan mereka akan akhlak-akhlak dan moral. Secara sosial, masyarakat Arab terdiri dari beberapa kelas dan tingkatan. Terdapat kelas masyarakat yang berada di posisi atas, yang dengan keberadaannya sebagai golongan atas mereka enggan bersama-sama dengan golongan yang ada di bawah mereka. Juga terdapat kelas masyarakat yang berada di tingkat bawah, rakyat jelata dan awam. Perbedaan tingkatan masyarakat menjadi sebuah hal yang wajar dalam masyarakat Arab.
  • 9.
    C. MENETAPKAN HUKUMTENTANG MASALAH- MASALAH YANG BARU 8 Dalam ketetapan itu sering seakan-akan bertentangan dengan sunnah atau ketetapan Abu Bakar pendahulunya. Namun apabila diteliti lebih mendalam, ternyata Umar memiliki jangkauan yang menyeluruh, mecakup keseluruhan ajaran Islam. Misalnya, mengenai ghanimah (harta rampasan perang), surah al-Anfal mengajarkan bahwa harta rampasan perang, termasuk tanah, harus dibagikan dengan cara tertentu, sebagian untuk para tentara yang berperang.
  • 10.
    D. MEMPERBAHARUI ORGANISASI NEGARA 9 Padamasa Rasul, sesuai dengan keadaannya, organisasi negara masih sederhana. Tetapi ketika masa Khalifah Umar, di mana umat Islam sudah terdiri dari bermacam- macam bangsa dan urusannya makin meluas, maka disusunlah organisasi negara sebagai berikut:
  • 11.
    10 Organisasi politik terdiridari : Al-Khilafaat, Kepala Negara. Dalam memilih kepala negara berlaku sistem “bai’ah”. Pada masa sekarang mungkin sama dengan sistem demokrasi. Hanya waktu itu sesuai dengan al-amru syuro bainahum sebagaimana yang digariskan Allah dalm Al-Qu’an. Al-Wizaraat, sama dengan menteri pada zaman sekarang. Khalifah Umar menetapkan Usman sebagai pembantunya untuk mengurus pemerintahan umum dan kesejahteraan, sedangkan Ali untuk mengurus kehakiman, surat-menyurat, dan tawanan perang. Al-Kitabaat, Sekretaris Negara. Umar ibn Khattab mengangkat Ziad bin Tsabit dan Abdullah bin Arqam menjadisekretaris untuk menjelaskan urusan-urusan penting. 1.
  • 12.
    11 Diwan al-Jundiy (Diwanal-Harbiy) : badan Pertahanan Keamanan. Orang Muslim pada masa Rasul dan Abu Bakar semuanya adalah prajurit. Ketika Rasul atau Abu Bakar menyeru untuk berperang siaplah semua mengikuti perinth nabi. Kemudian ketiak perang telah selesai dan ghanimah telah dibagikan, mereka kembali menjadi penduduk sipil. Masa Umar keadaan telah beruba, disusunlah satu badan yang mengurusi tentara. Disusunlah angkatan bersenjata Khusus, asrama, latihan militer, kepangkatan, gaji, persenjataan, dan lain-lain. Mulai juga membangun angkatan laut oleh Muawiyah Gubernur Syam dan oleh Ala bin Hadharamy Gubernur Bahrain. 2. Administrasi negara sesuai dengan kebutuhan, khalifah Umar bin Khattab menyusun administrasi negara beberapa bagian diantaranya : Diwan-diwan (departemen-departemen) diantaranya:
  • 13.
    12 Diwan al-Kharaj (Diwanal-Maaly) Bait al-Maal yang mengurusi keuangan negara, pemasukan dan pengeluaran anggaran belanja negara. Sumber pemasukan keuangan negara Islam adalah : Al-kharaj: pajak hasil bumi, Al-usyur yaitu 10 % dari perdagangan dan kapal- kapal orang asing yang datang ke negara Islam : bea cukai, Al-zakah: zakat harta 2,5 % dari harta yang sampai nisab. Al-jizyah : pajak ahli dzimmah, yaitu orang bukan Islam yang bertempat tinggal di negara Islam. Al-fai dan ghanimah : uang tebusan dari orang musyrik yang kalah perang dan harta rampasan perang.
  • 14.
    13 Diwan al-Qudhat. Departemenkehakiman. Umar mengangkat hakim-hakim khusus untuk tiap wilayah dan menetapkan persyaratannya.b) Al- Imarah ‘ala al-buldan. Administrasi pemerintahan dalam negeri. Negara dibagi menjadi beberapa provinsi yang dipimpin oleh seorang gubernur (amil), yaitu : Ahwaz dan Bahrain Sijistan, Makran dan Karman, Iraq Syam, Palestina, Mesir, Padang Sahara Libia. Al-Barid : Perhubungan, memakai Kuda pos Al-Syurthah: Polisi penjaga keamanan negara.
  • 15.
    KEUNGGULAN KEPEMIMPINAN 14 UMAR bin Khaththabmerupakan salah satu sahabat Nabi yang sangat taat dan patuh kepada perintah Allah dan Rasul- Nya. Padahal, jika kita tengok sejarah, Umar ini termasuk orang yang sangat menentang terhadap Nabi. Ia juga terkenal dengan keganasan dan keberingasannya. Tapi, lihatlah ia ketika telah masuk Islam. Ia rela mengabdikan diri, baik itu jiwa, raga bahkan harta, hanya untuk membela Islam.
  • 16.
    15 Umar diteguhkan olehNabi. Suatu ketika, Nabi pernah berpesan, “Ikutilah dua orang setelahku, Abu Bakar dan Umar.” Pernah pula Nabi berpesan, “Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lisan dan hati Umar.” Bahkan sewaktu Umar melakukan ijtihad, terdapatlah 15 kesesuaian antara ijtihad Umar dengan wahyu al-Quran. Inilah keistimewaan khususnya. Umar dikaruniai keunggulan tersendiri. Umar sebagai khalifah kedua memerintahkan dalm waktu yang jauh lebih lama daripada Abu Bakar, khalifah pertama. Hebatnya lagi, di zaman Umar, hamper tidak ada perselisihan pendapat di antara umat. Berbeda dengan di zaman Utsman bin Affan, khalifah ketiga. Memang, masing-masing khalifah dikaruniai keunggulan tersendiri.
  • 17.
    16 Umar adalah khalifahterbesar menurut Michael Hart di bukunya 100 Tokoh Paling Berengaruh dalam Sejarah. Makanya, Michael Hart, setelah meletakkan Nabi pada posisi ke-1, ia langsung meletakkan Umar pada posisi ke-51, jauh di atas Julius Caesar dan Charlemagne. Terbukti, hanya dalam waktu 10 tahun, Umar berhasil memukul mundur Romawi dan Persia (dua adidaya saat itu), serta mengambil alih Syiria, Irak, Iran, Palestina, Turki, Mesir dan Afrika Utara. Umar memiliki toleransi beragama. Kala pasukan Muslim berhasil menaklukan Yerussalem, Uskup Sophronius enggan menyerahkan kunci Yerussalem. Sang Uskup hanya mau menyerahkannya kepada Umar secara pribadi. Rupa-rupanya mereka masih trauma dengan direbutnya Yerussalem oleh pasukan Persia yang diiringi dengan pengrusakan, pemerkosaan, dan penistaan di tempat-tempat suci. Sebagai penakluk, sebenarnya Umar tidak harus menuruti kemauan Sang Uskup. Namun, Umar maklum.
  • 18.
    17 Umar membolehkan untukkekuatan apabila memang diperlukan. Sewaktu Umar melewat ke negeri Syam, ia disambut Muawiyah dengan arak-arakan yang megah dan gagah. Kontan saja Umar menegurnya. Maka Muawiyah pun menjelaskan, “Daerah ini banyak mata-mata. Kami harus menunjukkan kemuliaan pemimpin kami, sehingga membuat mereka gentar.” Siasat ini diterima oleh Umar bahkan dianggapnya siasat yang cemerlang dan gemilang.
  • 19.
    KETELADANAN PEMIMPIN 18 Umar binKhattab adalah penentang agama Islam dan membenci Nabi Muhammad Saw. Beliau pernah menentang sangat beringas tidak menerima agama Muhammad Saw. tetapi atas izin Allah Swt dan atas kesadaran sendiri sertaberkat keyakinan hati, beliau dapat melihat denga mata hati beliau bahwa Islam adalah agama yang benar. Lalu mendapat mendapat hidayah (petunjuk) dan mau masuk Islam. Sosok Umar bin Khattab yang kekar dan pemberani memang sudah disegani oleh orang-orang Mekkah khususnya suku Quraisy sebelum masuk Islam. Namun setelah masuk Islam orsng-orang Quraisy menjadi gentar terhadap beliau. Itulah ciri khas Umar bin Khattab ra. sebagai pemimpin.
  • 20.
    Dijuluki sebagai Al-Faruq(Pemberani). Karena berani bersikap tegas membedakan antara kebaikan dan kebatilan. Siapa yang ingin menyerang Islam dan menghina Rasulullah Saw. beliau hadapi dengan tegas. Julukan ini diberikan oleh Rasulullah Saw. Dijuluki sebagai Abu Faiz (Orang yang memiliki kecerdasan). Umar bin Khattab ra. tidak hanya cerdas dalam mengatur pemerntahan dan mengatur strategi perang beliau sangat cerdas. Julukan ini juga diberikan oleh Rasulullah Saw. Dijuluki sebagai Abu Hafaas (Tegas dalam pendirian). Selain memiliki postur tubuh yang tinggi-besar, Umar bin Khattab dalam gaya memimpin beliau sangat tegas dan teguh pendirian. Julukan ini juga diberikan Raulullah Saw. Di kalangan kaum muslimin Umar bin Khattab ra. dikenal sebagai figur yang rela berkorban jiwa raga demi Hal ini dapat dilihat dari sikap beliau yang menyerahkan kekayaan beliau untuk Islam dan hidup sederhana. Selain itu saat menjadi khalifah rela berkorban untukkemajuan Islam. Umar bin Khattab Ra. memiliki sifat-sifat sangat menonjol sebagai berikut: 19
  • 21.
  • 22.