Dokumen ini membahas isu pengadilan moral dalam penulisan sejarah, di mana para sejarawan sering menyatakan penilaian mereka terhadap pelaku sejarah dan peristiwa berdasarkan subjektiviti, menyebabkan pertentangan di kalangan golongan sejarawan konservatif dan progresif. Pengadilan moral dianggap penting untuk memahami sejarah secara lebih tepat, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati untuk mengelakkan prasangka dan penilaian berat sebelah. Kesimpulannya, sejarawan bertanggungjawab untuk menjelaskan sejarah dengan kejujuran dan integriti, menyoroti kesalahan dan pencapaian pelaku sejarah demi pembelajaran generasi akan datang.