Nama : Yuda Adhistira
Kelas : X-TKJ 2
No. Absen : 40
Teks anekdot
Kekacauan di masjid
Suatu hari di Desa Loram, ada orang yang bernama Zaki. Zaki adalah orang yang
berbadan besar dengan perawakan seperti preman.
Pada suatu ketika, Zaki dan teman-temannya yang bernama Ziko, Rahman, dan
Afika. Keempat orang ini adalah sahabat karib.
Ziko adalah orang yang kurus, berkulit hitam, dan berwajah preman. Rahman adalah
orangnya biasa-biasa saja. Dan Afika adalah seorang cewek yang feminim, manis,
dan juga cantik, tetapi kadang-kadang dia terlihat konyol juga. Mereka sudah menjadi
sahabat sejak masih kanak-kanak. Pada saat SMP mereka satu sekolahan bahkan satu
kelas. Pernah waktu dulu mereka senang mengusili guru dan teman-temannya. Ketika
mereka sudah selesai mengingat masa lalu mereka. Dan mereka ingin menjadi orang
usil sekali lagi.
“Bro, nanti sholat di masjid yak!” ajak Zaki
“Critanya ini loe udah tobat bro?” tanya Ziko dengan sedikit mengejek
“Belom sih, gue mau mengingat masa kecil kita yang penuh dengan keusilan” jawab
Zaki
“Boleh juga itu, aku juga kangen masa-masa itu.” Ujar Rahman dan Afika
“Kali ini usilnya gimana bro?” tanya Ziko
“Gini bro, nanti kita berempat melakukan keusilan di masjid, pertama tugas gue
yaitubunyiin hp dengan ringtone Afika, dua tugas loe dan Rahman usahain kentut
bersamaan, tiga tugas Afika yaitu dia harus muncul tiba-tiba dari dalam hp gue.” Jelas
Zaki
Kemudian waktu maghrib pun datang, Zaki dan teman-temannya bersiap untuk pergi
ke masjid. Pada rekaat pertama dan kedua, Zaki dan teman-temannya masih terlihat
khusyuk. Pada rekaat ketiga, rencana mereka dimulai. Tiba-tiba hp Zaki
mengeluarkan bunyi “Afika, iya ada sms nih, siapa, sayang” dan itu menandakan
rencana dimulai.
“Pak imam, sholatnya di pending dulu yak, ane mau bales sms dulu pak!” ujar Zaki
“Enak aja, sholat kok di pending-pending gimana” bentak Pak imam
“Loh pak, bukanya sholat itu harus fokus ya?” kata Zaki
“Gini nak, Bapak pernah ngrasain kalo dikacangin itu rasanya sakit.” Curhat Pak
imam
Tiba-tiba Rahman dan Ziko kentut bersamaan
“Zik, Man kenapa loe pada bisa kentut serasi? Pasti jodoh.. ya?” goda Zaki
“Haaaah...? laki-laki sama laki-laki homo itu!” jawab Pak imam dengan rasa kaget
“Haaaah....? homo? apa itu?” tanya Ziko dan Rahman.
Tiba-tiba saja Afika muncul dari dalam hp milik Zaki dan mengejutkan semua
jemaah di masjid
“Gini lho Zik, Man. Menurut kitab herp, maho itu bisa dikatakan dengan laki-laki
yang menyukai laki-laki dan bukan menyukai perempuan” jelas Afika
Kemudian, para jemaah di masjid itu tertawa terbahak-bahak dengan sikap Zaki,
Ziko, Rahman, dan Afika. Lalu Zaki dan temannya meminta maaf
“Bro ayo kita maaf’an dulu sama orang yang ada di sini” ajak Zaki
“Kita..? loe aja kalee...!” ejek Ziko
“Betul juga kau, ko” ujar Rahman
“Ko, Man kita itu sudah menjadi sahabat dari mulai kita kecil sampai kita udah tua
begini, masak ya persahabatan kita harus putus cuma gara-gara keusilan kita?” jelas
Afika
“Betul juga itu kata Afika ” sahut Zaki
Kemudian mereka berjabat tangan dan meminta maaf kepada Pak imam dan jemaah
yang ada di masjid itu, dan mereka berjanji tidak akan berbuat usil lagi ketika
sembahyang. Lalu mereka langsung meninggalkan masjid itu.

Text anekdot

  • 1.
    Nama : YudaAdhistira Kelas : X-TKJ 2 No. Absen : 40 Teks anekdot Kekacauan di masjid Suatu hari di Desa Loram, ada orang yang bernama Zaki. Zaki adalah orang yang berbadan besar dengan perawakan seperti preman. Pada suatu ketika, Zaki dan teman-temannya yang bernama Ziko, Rahman, dan Afika. Keempat orang ini adalah sahabat karib. Ziko adalah orang yang kurus, berkulit hitam, dan berwajah preman. Rahman adalah orangnya biasa-biasa saja. Dan Afika adalah seorang cewek yang feminim, manis, dan juga cantik, tetapi kadang-kadang dia terlihat konyol juga. Mereka sudah menjadi sahabat sejak masih kanak-kanak. Pada saat SMP mereka satu sekolahan bahkan satu kelas. Pernah waktu dulu mereka senang mengusili guru dan teman-temannya. Ketika mereka sudah selesai mengingat masa lalu mereka. Dan mereka ingin menjadi orang usil sekali lagi. “Bro, nanti sholat di masjid yak!” ajak Zaki “Critanya ini loe udah tobat bro?” tanya Ziko dengan sedikit mengejek “Belom sih, gue mau mengingat masa kecil kita yang penuh dengan keusilan” jawab Zaki “Boleh juga itu, aku juga kangen masa-masa itu.” Ujar Rahman dan Afika “Kali ini usilnya gimana bro?” tanya Ziko “Gini bro, nanti kita berempat melakukan keusilan di masjid, pertama tugas gue yaitubunyiin hp dengan ringtone Afika, dua tugas loe dan Rahman usahain kentut bersamaan, tiga tugas Afika yaitu dia harus muncul tiba-tiba dari dalam hp gue.” Jelas Zaki Kemudian waktu maghrib pun datang, Zaki dan teman-temannya bersiap untuk pergi ke masjid. Pada rekaat pertama dan kedua, Zaki dan teman-temannya masih terlihat khusyuk. Pada rekaat ketiga, rencana mereka dimulai. Tiba-tiba hp Zaki
  • 2.
    mengeluarkan bunyi “Afika,iya ada sms nih, siapa, sayang” dan itu menandakan rencana dimulai. “Pak imam, sholatnya di pending dulu yak, ane mau bales sms dulu pak!” ujar Zaki “Enak aja, sholat kok di pending-pending gimana” bentak Pak imam “Loh pak, bukanya sholat itu harus fokus ya?” kata Zaki “Gini nak, Bapak pernah ngrasain kalo dikacangin itu rasanya sakit.” Curhat Pak imam Tiba-tiba Rahman dan Ziko kentut bersamaan “Zik, Man kenapa loe pada bisa kentut serasi? Pasti jodoh.. ya?” goda Zaki “Haaaah...? laki-laki sama laki-laki homo itu!” jawab Pak imam dengan rasa kaget “Haaaah....? homo? apa itu?” tanya Ziko dan Rahman. Tiba-tiba saja Afika muncul dari dalam hp milik Zaki dan mengejutkan semua jemaah di masjid “Gini lho Zik, Man. Menurut kitab herp, maho itu bisa dikatakan dengan laki-laki yang menyukai laki-laki dan bukan menyukai perempuan” jelas Afika Kemudian, para jemaah di masjid itu tertawa terbahak-bahak dengan sikap Zaki, Ziko, Rahman, dan Afika. Lalu Zaki dan temannya meminta maaf “Bro ayo kita maaf’an dulu sama orang yang ada di sini” ajak Zaki “Kita..? loe aja kalee...!” ejek Ziko “Betul juga kau, ko” ujar Rahman “Ko, Man kita itu sudah menjadi sahabat dari mulai kita kecil sampai kita udah tua begini, masak ya persahabatan kita harus putus cuma gara-gara keusilan kita?” jelas Afika “Betul juga itu kata Afika ” sahut Zaki Kemudian mereka berjabat tangan dan meminta maaf kepada Pak imam dan jemaah yang ada di masjid itu, dan mereka berjanji tidak akan berbuat usil lagi ketika sembahyang. Lalu mereka langsung meninggalkan masjid itu.