Pola sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa partai penguasa akan kehilangan banyak suara ketika tokoh utamanya lengser dari kekuasaan. Demikian juga yang akan menimpa Partai Demokrat setelah masa jabatan Presiden SBY berakhir pada 2014. Partai ini diprediksi hanya akan memperoleh 8-10 persen suara pemilu berikutnya dan akan bersaing dengan Gerindra untuk merebut posisi ketiga terbesar.