Rencana Induk
Peningkatan Partisipasi Pemilih
dalam Pemilu 2014
Oleh:
A.KADIR,S.IP
Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM
KPU Kabupaten Batang Hari
Pengantar
 Pemilu aspek penting mengokohkan
demokrasi sebagai pilihan rezim terbaik
pengorganisasian politik yang dipikirkan
manusia
 Partisipasi menjadi instrumen penting
mengukur keberhasilan pemilu, diluar
parameter-parameter lain seperti
kemampuan mengelola konflik, free and
fair, dan terpilihnya individu yang kredibel
Persoalan dalam Partisipasi
1. Tren penurunan tingkat partisipasi
pemilih pada pemilu nasional dan
lokal.
2. Inflasi kualitas partisipasi
3. Literasi politik terbatas
4. Voluntarisme masyarakat sipil
meredup
Spektrum Sebab
Persoalan dalam Partisipasi
Sistem
Kepercayaan
Sistem
Politik
Administrasi
Pemilu
Individu
Terdapat doktrin
keagamaan
(theologi) atau
nilai sosial-
budaya yang
kontraproduktif
dengan dukungan
terhadap pemilu
dan demokrasi
Terdapat
struktur dan
aktor politik yang
memberi
disinsentif
kepada
kepercayaan
publik tentang
politik
Terdapat
administrasi
pemilu yang
menghambat
partisipasi
pemilih
Terdapat
keperluan-
keperluan pribadi
yang lebih
menarik atau
penting
dibandingkan
partisipasi dalam
pemilu
Tujuan Sosialisasi
dan Peningkatan Partisipasi Pemilih
• Tujuan Umum:
– Meningkatkan tingkat partisipasi pemilih
– Meningkatkan kesadaran politik pemilih
• Tujuan Khusus:
– Pemilih aktif mendaftarkan diri sebagai pemilih
– Pemilih tahu tentang peserta pemilu
– Pemilih tahu hari-H pemilihan suara
– Pemilih datang memilih pada hari-H Pemungutan suara
– Pemilih dapat bertransaksi program dengan peserta pemilu
– Pemilih kritis atas tahapan pemilu
– Pemilih terampil mengawasi dan menagih janji pemerintahan yang
terbentuk
– Pemilih dapat mengkonsolidasikan kepentingan kolektif masyarakat
Desain Strategi Peningkatan
Sosialisasi dan Partisipasi
• Pembagian lingkup kerja strata KPU. Terdapat skala prioritas
ditingkatan KPU atas aktivitas sosialisasi dan peningkatan
partisipasi pemilih
• Pelibatan kelompok-kelompok strategis sebagai pioneer
dalam sosialisasi dan peningkatan partisipasi pemilih.
Kelompok strategis diletakkan sebagai subjek
• Penggalangan dukungan peningkatan partisipasi pemilih
kepada BUMN/BUMD, dan Pemerintah, Swasta
• Pengemasan aktivitas sosialisasi dan peningkatan partisipasi
dalam konsep “electiontainment”
Penataan Strata Kerja KPU
Media Massa Event Ormas/Individu
KPU TV Nasional, Koran Nasional,
Radio nasional“strategic
place”: Bandara, kereta api,
terminal
Nasional: ekspo,
kegiatan massal lainnya
Nasional
KPU Provinsi TV Lokal, Koran Lokal, Baliho Regional Regional
KPU Kab/Kota Radio, Spanduk, Leaflet-
Pamlet , Uniform
Lokal Kab/Kota
PPK Spanduk Pertemuan warga
PPS Spanduk Pertemuan warga
Pelibatan Kelompok Strategis
• Pembuatan bank materi sosialisasi dalam bentuk
buku, leaflet, audiovisual untuk didistribusikan
kepada semua kelompok sosial dan instansi
• Mobilisasi sosial melalui
kampus,sekolah,ormas/lsm/peduli pemilu untuk
kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih
• Pembentukan relawan demokrasi secara nasional
untuk kelompok strategis berikut: pemilih pemula,
perempuan, penyandang disabilitas, umat beragama,
dan kaum marginal.
Penggalangan dukungan
dari BUMN/BUMD, dan Pemerintah, Swasta
• Pesan-pesan pemilu disampaikan dalam
produk setiap institusi:
– BUMN/BUMD dan swasta: pencantuman pesan
pemilu dalam produk perusahaan dan iklan
perusahaan
– Pemerintah: pencantuman pesan pemilu dalam
aktivitas pemerintah dan produk pemerintah
• Pemasangan pesan pemilu disetiap kantor-
kantor instansi pemerintah dan swasta
“Electiontainment”
• Pengemasan produk sosialisasi dan
pendidikan pemilih yang ringan, menghibur,
dan ramah
• Pelibatan industri hiburan massal dalam
sosialisasi: industri olah raga, budaya, musik
• Pemilihan duta pemilu disetiap jenjang KPU
Penutup
 Pemilu 2014 harus menjadi bagian dari
konsolidasi demokrasi
 Rasa memiliki dan tanggungjawab aktif
masyarakat terhadap Penyelenggaraan
Pemilu
 Perlu kerja kolektif antar multi stakeholder
untuk mencapai surplus kolektif, terutama
penyelenggara pemilu dan partai politik
 Terima kasih

Sosialisasi pemilih pemula

  • 1.
    Rencana Induk Peningkatan PartisipasiPemilih dalam Pemilu 2014 Oleh: A.KADIR,S.IP Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Kabupaten Batang Hari
  • 2.
    Pengantar  Pemilu aspekpenting mengokohkan demokrasi sebagai pilihan rezim terbaik pengorganisasian politik yang dipikirkan manusia  Partisipasi menjadi instrumen penting mengukur keberhasilan pemilu, diluar parameter-parameter lain seperti kemampuan mengelola konflik, free and fair, dan terpilihnya individu yang kredibel
  • 3.
    Persoalan dalam Partisipasi 1.Tren penurunan tingkat partisipasi pemilih pada pemilu nasional dan lokal. 2. Inflasi kualitas partisipasi 3. Literasi politik terbatas 4. Voluntarisme masyarakat sipil meredup
  • 4.
    Spektrum Sebab Persoalan dalamPartisipasi Sistem Kepercayaan Sistem Politik Administrasi Pemilu Individu Terdapat doktrin keagamaan (theologi) atau nilai sosial- budaya yang kontraproduktif dengan dukungan terhadap pemilu dan demokrasi Terdapat struktur dan aktor politik yang memberi disinsentif kepada kepercayaan publik tentang politik Terdapat administrasi pemilu yang menghambat partisipasi pemilih Terdapat keperluan- keperluan pribadi yang lebih menarik atau penting dibandingkan partisipasi dalam pemilu
  • 5.
    Tujuan Sosialisasi dan PeningkatanPartisipasi Pemilih • Tujuan Umum: – Meningkatkan tingkat partisipasi pemilih – Meningkatkan kesadaran politik pemilih • Tujuan Khusus: – Pemilih aktif mendaftarkan diri sebagai pemilih – Pemilih tahu tentang peserta pemilu – Pemilih tahu hari-H pemilihan suara – Pemilih datang memilih pada hari-H Pemungutan suara – Pemilih dapat bertransaksi program dengan peserta pemilu – Pemilih kritis atas tahapan pemilu – Pemilih terampil mengawasi dan menagih janji pemerintahan yang terbentuk – Pemilih dapat mengkonsolidasikan kepentingan kolektif masyarakat
  • 6.
    Desain Strategi Peningkatan Sosialisasidan Partisipasi • Pembagian lingkup kerja strata KPU. Terdapat skala prioritas ditingkatan KPU atas aktivitas sosialisasi dan peningkatan partisipasi pemilih • Pelibatan kelompok-kelompok strategis sebagai pioneer dalam sosialisasi dan peningkatan partisipasi pemilih. Kelompok strategis diletakkan sebagai subjek • Penggalangan dukungan peningkatan partisipasi pemilih kepada BUMN/BUMD, dan Pemerintah, Swasta • Pengemasan aktivitas sosialisasi dan peningkatan partisipasi dalam konsep “electiontainment”
  • 7.
    Penataan Strata KerjaKPU Media Massa Event Ormas/Individu KPU TV Nasional, Koran Nasional, Radio nasional“strategic place”: Bandara, kereta api, terminal Nasional: ekspo, kegiatan massal lainnya Nasional KPU Provinsi TV Lokal, Koran Lokal, Baliho Regional Regional KPU Kab/Kota Radio, Spanduk, Leaflet- Pamlet , Uniform Lokal Kab/Kota PPK Spanduk Pertemuan warga PPS Spanduk Pertemuan warga
  • 8.
    Pelibatan Kelompok Strategis •Pembuatan bank materi sosialisasi dalam bentuk buku, leaflet, audiovisual untuk didistribusikan kepada semua kelompok sosial dan instansi • Mobilisasi sosial melalui kampus,sekolah,ormas/lsm/peduli pemilu untuk kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih • Pembentukan relawan demokrasi secara nasional untuk kelompok strategis berikut: pemilih pemula, perempuan, penyandang disabilitas, umat beragama, dan kaum marginal.
  • 9.
    Penggalangan dukungan dari BUMN/BUMD,dan Pemerintah, Swasta • Pesan-pesan pemilu disampaikan dalam produk setiap institusi: – BUMN/BUMD dan swasta: pencantuman pesan pemilu dalam produk perusahaan dan iklan perusahaan – Pemerintah: pencantuman pesan pemilu dalam aktivitas pemerintah dan produk pemerintah • Pemasangan pesan pemilu disetiap kantor- kantor instansi pemerintah dan swasta
  • 10.
    “Electiontainment” • Pengemasan produksosialisasi dan pendidikan pemilih yang ringan, menghibur, dan ramah • Pelibatan industri hiburan massal dalam sosialisasi: industri olah raga, budaya, musik • Pemilihan duta pemilu disetiap jenjang KPU
  • 11.
    Penutup  Pemilu 2014harus menjadi bagian dari konsolidasi demokrasi  Rasa memiliki dan tanggungjawab aktif masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pemilu  Perlu kerja kolektif antar multi stakeholder untuk mencapai surplus kolektif, terutama penyelenggara pemilu dan partai politik  Terima kasih