SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
DAFTAR PUSTAKA :
 John G, Burch ; “Information System Theory and Practice, 1974; Prentice
Hall.
 Gordon B, Davis ; “Management Information System”, 1990
 McLeod Raymond ; “ Management Information System”, ke 9, 2007
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Definisi :
“Sekumpulan Unsur/ elemen yang saling berkaitan dan
saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama
untuk mencapai suatu tujuan”
“Suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran
tertentu”
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Komponen/elemen (Component)Komponen/elemen (Component)
Batas Sistem (Boundary)Batas Sistem (Boundary)
Lingkungan Luar (Environment)Lingkungan Luar (Environment)
Penghubung (Interface)Penghubung (Interface)
Masukan (Input)Masukan (Input)
Pengolah (Process)Pengolah (Process)
Keluaran (Output)Keluaran (Output)
Sasaran (Objective) /Tujuan (Goal)Sasaran (Objective) /Tujuan (Goal)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
• Abstract System &Abstract System &
Physical SystemPhysical System
• Natural System &Natural System &
Human Made SystemHuman Made System
• Deterministic System &Deterministic System &
Probabilistic SystemProbabilistic System
• Closed System & OpenClosed System & Open
SystemSystem
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
SoftwareSoftware
HardwareHardware
CPU, Monitor, Keyboard, Printer, Mouse, Plotter,
sacnner, .....
System Software
System Management Programs
System Support Programs
System Development Software
Application Software
General Purpose App. Programs
Application Specific Programs
BrainwareBrainware
Database, Administrator, Sistem Analis,
Programmer, Operator
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Hubungan
Hardware, Software, Brainware
Computer
Hardware
System Software
Application Software
Brainware
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
INFORMASIINFORMASI
Definisi: R.Mcleod
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang
memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat
bagi pengambilan keputusan saat ini atau
mendatang
Jenis Informasi ; Formal dan Informal
Ciri-ciri Informasi
Terbaru, Tepat Waktu, Relevan, Konsisten dan
Penyajian dalam bentuk yang sederhana
Penggunan Informasi
 Low Level Managers
 Middle Level Managers
 Top Level Managers
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
INFORMASIINFORMASI menurut pakar
Menurut Gordon B, Davis :
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang
memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
Menurut Jhon G, Burch :Menurut Jhon G, Burch :
Informasi adalah hasil pembentukan penyusunan,Informasi adalah hasil pembentukan penyusunan,
pengorganisasian atau pengubahan data yang menambahpengorganisasian atau pengubahan data yang menambah
tingkat pengetahuan.tingkat pengetahuan.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Hubungan Data dan Informasi
 Data bersifat objektif  sangat bergantung
bagi si penerimanya.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
SISTEM INFORMASISISTEM INFORMASI
Definisi
Adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan
R.Mcleod
Sistem Informasi merupakan sistem yang empunyai
kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari
semua sumber dan menggunakan berbagai media
untuk menampilkan informasi
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KONSEP DASAR INFORMASI
 Raymond Mcleod menyatakan tentang informasi sebagai berikut;
“Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang ” 4)
 Jenis-jenis informasi
  Formal : yang dihasilkan dari dalam organisasi
  Informal : yang berasal dari luar organisasi
 Ciri-ciri Informasi
  Terbaru
  Tepat Waktu
  Relevan
  Konsisten
  Penyajian dalam bentuk yang sederhana
 Penggunaan Informasi
  Low Level Managers
  Middle Level Managers
  Top Level Managers
------------------------------------------------------------------------------
4) Raymond McLeod, Jr, Management Information System A Study Of Computer-Base Information System 6 th edition, by Prentice-Hall, Inc
1992
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Fungsi-fungsi Informasi
 Adapun fungsi-fungsi informasi adalah
sebagai berikut:
 Untuk meningkatkan pengetahuan bagi sipemakai
 Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses
pengambilan keputusan pemakai
 Mengambarkan keadaan yang sebenarnya dari
sesuatu hal.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DATA DAN DATABASE
 Data :
 Definisi Data
 Komponen atribut nilai
 Hirarki data
 Database :
 evolusi file
 definisi database
 tujuan pendekatan database
 arsitektur database
 data model
 data sharing
 Integritas
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DATA
 Sekumpulan fakta, bilangan, angka dan
simbol yang dibentuk dan diolah menjadi
informasi (Scott)
 Gambaran / Fakta secara relatif belum berarti
bagi si penerima (Davis)
 Penggambaran fakta, pengertian atau
instruksi yang disampaikan, dimengerti dan
diolah oleh manusia atau peralatan yang
digunakan.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
HUBUNGAN
DATA DAN DATABASE
 Jenis data pada sistem database
 keuntungan pemakaian sistem database
 kerugian pemakaiana sistem database
 Istilah yang dipergunakan dalam sistem
database
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DBMS
(Database Management Systems)
 Definisi DBMS
 Bahasa dalam DBMS
 Fungsi DBMS
 Komponen DBMS
 Perbedaan Tradisional file management
(FMS) dengan Database Management
Systems (DBMS)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Klasifikasi Sistem
 Suatu Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudat padang, yaitu;
 Sistem Abstrak (Abstract System), adalah sistem yang tidak tampak secra fisik, karena
hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh, sistem Teologia yang merupakan suatu
sistem yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.
 Sistem Fisik (Physical System), adalah sistem yang tampak secara fisik. Contoh, Sistem
Komputer, Sistem Produksi, Sistem Pendidikan dll
 Sistem Alamiah (Natural System), adalah sistem yang terjadi dari proses-proses alam.
Contoh Sistem Geologi.
 Sistem buatan Manusia (Human made system), adalah suatu sistem yang dirancang atau
didisain oleh manusia. Contoh Sistem Informasi.
 Sistem Deterministik (Deterministic System), adalah sistem yang beroperasi dengan
tingkah laku yang dapat diramalkan. Interaksi antar elemen-elemen dapat diteteksi, sehingga
outputnya juga dapat diramalkan. Contoh sistem kompputer
 Sistem Probabiltas (Probabilistic System), adalah sistem yang tidak bisa diramalakan
Contohnya Sistem Manusia.
 Sistem Tertutup (Closed System), adalah sistem yang tidak berhubungan dengan
lingkungan luarnya.
 Sistem Terbuka (Open System), adalah sistem yang berhubungan atau dipengaruhi oleh
lingkungan luarnya.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KONSEP DASAR SISTEM
 Menurut Gordon B. Davis (1984) menyatakan bahwa:
“Sebuah sistem terdiri dari bagain-bagian yang saling berkaitan ynag beroperasi bersama untuk
mencapai beberapa sasaran atau maksud”. 1)
 Pedapat yang serupa tentang dikemukan oleh Raymond Mcleod
menyatakan
“Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk sautu
kesatuan yang utuh dan terpadu” 2)
 Jerry FitzGerald, menyatakan
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling behubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran
yang tertenu” 3)
 Maka dari definisi-definisi diatas maka dapat disimpulkan:
“Sistem adalah adalah kumpulan elemen yang terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau
elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut untuk mencapai suatu tujuan”.
----------------------------------------------------------------
 1) Gordon B. Davis, Margrethe H. Olson Managemen Information System: Conceptual Foundations, structure, and
Development. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha, International Student Edition, 1984, hal 5
 2) Raymond McLeod, Jr, Management Information System A Study Of Computer-Base Information System 6 th edition, by
Prentice-Hall, Inc 1992
 3) Jerry FitzGerald, Ardra F. FitzGerald, Warren D. Stallings, Jr.. Fundamentals of Systems Analysis (edisi kedau; New
York: Jhon Willy & Sons, 1981), hal 5.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Karakteristik / Sifat Sistem
 Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-
sifat tertentu yaitu;
 Komponen/Elemen (component)
 Batas sistem (boundary)
 Lingkunga luar sistem (environment)
 Penghubung (interface)
 Masukan (input)
 Pengolah (proces)
 Keluaran (output)
 Sasaran (ovjective) atau tujuan (goal)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Contoh sistem …
 Sistem Komputer, terdiri dari elemen
hardware, software, brainware
 Sistem Akuntasi
 Sistem Transfortasi, terdiri dari elemen
jalan,kendaraan,manusian
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
SISTEM INFORMASI menurut pakar
…
 Mcleod (1992) mengemukan pendapat mengenai sistem informasi
yaitu:
 “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai
kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber
dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan
informasi”
 Gordon B. Davis dalam bukunya yang berjudul Management
Information System, mengemukan pendapatnya sbb;
 “Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem
manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan
informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan
pengambilan keputusan dalam suatu organisasi”
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
SISTEM INFORMASI menurut
pakar …
 Bryce juga menyatakan bahwa “sistem informasi adalah suatu rangkaian proses bisnis
yang secara logis saling berhubungan untuk mencapai tujuan organisasi”.
 Taggart juga membahas tentang informasi dalam lingkungan sistem informasi ini.
Menurutnya, informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai
persyaratan umum sebagai berikut :
 harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
 harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan/ pengambilan keputusan
 harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan
 harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu
menuntut adanya tindakan.
 Brooker, dkk menyatakan bahwa sistem informasi yang menghasilkan informasi dengan
persyaratan di atas harus mempunyai beberapa sifat seperti :
 pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang
masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
 manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan
keutuhan data yang ada harus diperhatikan
 keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
 kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem
informasi.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KONSEP DASAR SISTEM
INFORMASI
 Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi
dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
 Bila istilah sistem dan informasi digabung menjadi sistem informasi,
maka
 “Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan
informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut
kapan saja diperlukan”.
 Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan
mengkomuni kasikan informasi yang diterima dengan menggunakan
sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Komponen Sistem Informasi.
 Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan blok
bangunan (building block), yaitu:
 Blok Masukan (Input block), adalah data-data yang masuk ke dalam sistem
 Blok Model (Model block), adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang
akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang
sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
 Blok Keluaran (Output block), adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas
dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai
sistem
 Blok Teknologi (Technology block), merupakan kotak alat dalam sistem informasi, yang
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara
menyeluruh.
 Blok Basis Data (Database block), merupakan kompulan dari data yang saling
berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan
perangkat lunak untuk memanipulasinya.
 Blok Kendali (Control block), adalah pengendalian yang dirancang secara khusus untuk
menangulangi gangguan-gangguan terhadap sistem.
 Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu sama
lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PERAN DASAR SISTEM
INFORMASI DALAM BISNIS
 Mendukung proses dan operasi bisnis
 Mendukung pengambilan keputusan para
pegawai dan manajernya
 Mendukung berbagai strategi untuk
keunggulan kompetitif
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
MODEL UMUM SISTEM
UMPAN BALIK
INPUT PROSES OUTPUT TUJUAN
KENDALA
KONTROL
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KLASIFIKASI SISTEM
1. Sistem alamiah (natural system) dan sistem
buatan manusia (human made system).
2. Sistem tertutup (closed system) dan sistem
terbuka (open system).
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KOMPONEN SISTEM
INFORMASI
TEHNOLOGI DATABASE CONTROL
INPUT MODEL OUTPUT
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
MODEL BLOK
MODEL
PROSEDUR
LOGIKA
MODEL
MATEMATIK
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
TEHNOLOGI BLOK
TEHNOLOGI
MENERIMA INPUT
MENJALANKAN
MODEL
SIMPAN DAN
AKSES DATA
HASIL DAN KIRIM
OUTPUT
CONTROL
PROSES
& CONTROL
SISTEM
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
INPUT BLOK
INPUT
METODE
MEDIA INPUT
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
OUTPUT BLOK
OUTPUT
DOCUMENT OUTPUT
INFORMASI
BERKUALITAS
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KENDALI BLOK
CONTROL
OPERASIONAL
SISTEM
CEGAH DAN TANGANI
KESALAHAN DAN
KEGAGALAN SISTEM
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DATABASE BLOK
DATABASE DATA
HARDWARE
SOFTWARE
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PERANGKAT SISTEM
INFORMASI
1. HARDWARE : komputer, printer, dan teknologi jaringan
2. SOFTWARE
a. OPERATING SYSTEM : Windows, Linux, Novell Netware, dll
b. APLIKASI : Ms.Office, GL, Corel Draw, dll
c. UTILITY : anti virus, Norton Utility, Disk Doctor, dll.
d. BAHASA PEMROGRAMAN : V.Foxpro, C++, Pascal, dll.
3. BRAINWARE :
a. CLERICAL PERSONNEL
b. FIRST LEVEL MANAGER
c. STAFF SPECIALIST
d. MANAGEMENT
4. DATA : dokumen bukti transaksi, nota, kuitansi, dsb.
5. PROSEDUR : Manual book, prosedur sistem pengendalian intern
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PENGELOLA SISTEM
INFORMASI
OPERATOR
PERENCANAAN STRATEGIS, KEBIJAKAN
DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN TAKTIS DAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN, PENGAWASAN
OPERASI DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
TOP
MANAGEMENT
MIDDLE
MANAGEMENT
LOW
MANAGEMENT
PEMROSESAN TRAN-
SAKSI DAN RESPON
PERMINTAAN
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
HUMAN ERROR
 Metode pengumpulan dan pengukuran data yang
tidak tepat.
 Operator sistem tidak mengikuti prosedur
pengolahan yang benar.
 Kehilangan data atau data tidak terolah.
 Pemeriksaan atau pencatatan.
 Salah dalam menggunakan dokumen induk / file
induk.
 Kesalahan dalam prosedur pengolahan.
 Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
SUMBER DAYA
Manajer mengelola sumber daya sbb :
 Man (Manusia)
 Money (Uang)
 Material (Bahan baku)
 Machine (Mesin, termasuk fasilitas dan energi)
 Methode (Metode/cara)
 Informasi (termasuk data)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
MENGELOLA INFORMASI
 Manajer mengelola sumber daya fisik juga
sumber daya konseptual
 Manajer memastikan bahwa data mentah yang
diperlukan terkumpul dan kemudian diproses
menjadi informasi yang berguna
 Manajer juga memastikan orang yang layak
dalam organisasi untuk menerima informasi
tersebut dalam bentuk yang tepat sehingga dapat
dimanfaatkan.
 Manajer akhirnya juga membuang informasi yang
tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan
informasi yang mutakhir dan akurat
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
MANAJEMEN INFORMASI
 Memperolah informasi
 Menggunakan informasi dengan efektif dan
efisien
 Membuang informasi pada saat yang tepat
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PERHATIAN MANAJEMEN INFORMASI
 Kompleksitas kegiatan bisnis yang meningkat
:
 Pengaruh ekonomi internasional
 Persaingan dunia
 Kompleksitas teknologi yang meningkat
 Batas waktu yang singkat
 Kendala-kendala sosial
 Kemampuan komputer yang semakin baik
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PENGGUNA KOMPUTER
 MANAJER
 NON-MANAJER
 ORANG-ORANG DAN ORGANISASI
DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
(Henry Fayol, 1914)
 PLANNING
 ORGANIZING
 ACTUATING
 STAFFING
 CONTROLLING
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PERAN MANAJERIAL
(MINTZBERG)
 INTERPERSONAL ROLES
 Figurehead
 Leader
 Liaison
 INFORMATIONAL ROLES
 Monitor
 Disseminator
 Spokeperson
 PERAN KEPUTUSAN
 Enterpreneur
 Disturbance handler
 Negotiator
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
INTERPERSONAL ROLES
 Figurehead, manajer melaksanakan tugas-tugas
seremonial, seperti mendampingi perjabat yang
berkunjung meninjau fasilitas
 Leader, manajer memelihara unit dengan
memperkerjakan dan melatih staf serta
menyediakan motivasi dan dorongan.
 Liaison, manajer menjalin hubungan dengan orang-
orang diluar unit manajer tersebut – rekan kerja dan
lainnya dilingkungannya dengan tujuan
menyelesaikan masalah bisnis.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
INFORMATIONAL ROLES
 Monitor, manajer secara tetap mencari informasi
mengenai kinerja unit. Indera manajer mengamati
aktivitas intern unit dan lingkungannya.
 Disseminator, manajer meneruskan informasi yang
berharga kepada oranglain didalam unitnya.
 Spokeperson, manajer meneruskan informasi yang
berharga kepada orang-orang diluar unit-pimpinan
dan orang-orang dilingkungannya
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PERAN KEPUTUSAN
 Enterpreneur, manajer membuat perbaikan-perbaikan yang
cukup permanen pada unit seperti mengubah struktur organisasi.
 Disturbance handler, manajer bereaksi pada kejadian-kejadian
tidak terduga, seperti devaluasi dolar di negara asing yang
menjadi tempat operasi perusahaannya.
 Resource Allocator, manajer mengendalikan pengeluaran
unitnya, menentukan unti bawahannya mana yang mendapatkan
sumber daya.
 Negotiator, manajer menengahi perselisihan baik didalam
unitnya maupun antar unit dilingkungannya.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KEAHLIAN MANAJEMEN
 Keahlian komunikasi,
dengan menggunakan :
 Media lisan
 Rapat terjadwal
 Rapat tdk terjadwal
 Telepon
 Voice mail
 Kunjungan
 Acara makan bisnis
 Media tertulis
 Laporan komputer
 Laporan non-komputer
 Surat dan memo
 Surat elektronik (e-mail)
 Terbitan berkala
 Keahlian pemecahan
masalah
 Kegiatan yang mengarah
pada solusi suatu masalah
(problem solving)
 Dalam problem solving,
manajer terlibat dalam
pengambilan keputusan
(decision making), yaitu
tindakan memilih yang
tepat
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PENGETAHUAN MANAJEMEN
 Mengerti komputer (computer literacy)
 Mengenai istilah-istilah komputer
 Pemahaman mengenai keunggulan dan kelemahan
komputer
 Kemampuan menggunakan komputer
 Mengerti informasi (information literacy)
 Mengerti bagaimana menggunakan informasi pada tiap
tahap dari prosedur pemecahan masalah
 Mengerti bagaimana memperoleh informasi
 Bagaimana membagi informasi kepada orang lain
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PANDANGAN SISTEM
1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas
struktur organisasi dan rincian pekerjaannya.
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang
baik.
3. Menekankan pentingnya kerjasama semua bagian
dalam organisasi.
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan
lingkungannya.
5. Memberikan penilaian yang tinggi pda informasi
umpan balik yang hany dapat dicapai dengancara
sistem lingkaran tertutup.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
TUJUAN SIM
Menyajikan informasi untuk pengambilan
keputusan pada perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian kegiatan
operasi subsistem suatu perusahaan dan
menyajikan sinergi organisasi pada proses.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
MASALAH BISNIS
1. REVOLUSI TEKNOLOGI
2. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
3. PERUBAHAN PRODUK
4. LEDAKAN INFORMASI
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PENGGUNAAN HARDWARE OLEH
MANAJER
 Stand alone personel computer (PC)
 PC atau terminal lain, dihubungkan pada
kom puter sentral
 PC atau terminal lain, dihubungkan pada
distributed computer system
 PC atau terminal lain, dihubungkan pada
Local Area Network
 Lain-lain
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PENGGUNAAN SOFTWARE OLEH
MANAJER
 Spreadsheet / pembuat laporan keuangan
 Pengolah kata (word processing)
 Aplikasi database
 Aplikasi grafis
 Paket lain atau program jadi
 Menulis/menyempurnakan/menjalankan
program sendiri
 Elektronic mail/komunikasi
 Aplikasi lain
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PERAN-PERAN KEPUTUSAN
(DECISION ROLES)
 Resource allocator
 Enterpreneur
 Disturbance handler
 Negotiator
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
TAHAP PEMECAHAN MASALAH
 Mengidentifikasi permasalahan
 Menciptakan tindakan alternatif
 Mengevaluasi hasil setiap alternatif
 Memberi peringkat pada alternatif dan
memilih satu
 Menerapkan alternatif yang dipilih
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PENTINGNYA SUBSISTEM CBIS
 Sistem pelaporan informasi
 Sistem informasi eksekutif
 Sistem pendukung keputusan
 Sistem informasi akuntansi
 Sistem informasi kantor
 Sistem pakar / kecerdasan buatan
 Lain-lain
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KONSEP MANAJEMEN KUALITAS
1. Tetapkan tujuan inovasi dan perbaikan
yang terus menerus
2. Ambil filosofi baru, kita tidak dapat
menerima kekurangan dan kesalahan
lama
3. Hentikan ketergantungan pada
inspeksi masal, persyaratkan bukti
statistik bahwa kualitas sudah
terpasang.
4. Hentikan praktek memberikan bisnis
berdasarkan harga.
5. Gunakan metode statistik untuk
menemukan titik-titik permasalahan.
6. Lembagakan metode-metode modern
dalam pelatihan kerja.
7. Perbaiki pengawasan, lakukan apa
yang tepat bagi perusahaan, jangan
hanya menyerahkan kuantitas yang
diisyaratkan.
8. Usir rasa takut, sehingga orang-orang
merasa aman untuk mengungkapkan
permasalahan dan meminta informasi.
9. Hilangkan halangan antar departemen
serta halangan dengan pemasok dan
pelanggan sehingga ada komunikasi
terbuka dan efektif.
10. Hapuskan poster-poster dan slogan-
slogan, karena tidak membantu
memecahkan masalah. Kerjakan dan
tunjukkan orang-orang bagaimana
caranya.
11. Hilangkan standar kerja berdasarkan
kuota jumlah, karena mengabaikan
kualitas dan membatasi produksi.
12. Singkirkan halangan antar para pekerja
dan hak mereka untuk bangga dalam
pekerjaan mereka.
13. Lembagakan berbagai program pelatihan
kembali untuk mengejar perubahan dan
perkembangan baru.
14. Ciptakan struktur manajemen puncak
yang akan menekankan pokok-pokok ini
setiap hari.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DIMENSI KUALITAS PRODUK
 Kinerja
 Features
 Keandalan
 Kesesuaian
 Daya tahan
 Kemudahan perbaikan
 Keindahan
 Persepsi terhadap kualitas
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DIMENSI-DIMENSI KUALITAS JASA
 Berwujud
 Keandalan
 Responsif
 Kepastian
 empaty
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
MANAJEMEN KUALITAS DALAM
JASA SISTEM INFORMASI
1. Mengidentifikasi pelanggan sistem informasi
2. Mendefinisikan kebutuhan kualitas pelanggan
3. Menetapkan metrik kualitas
4. Mendefinisikan strategi kualitas sistem informasi
5. Menerapkan program-program kualitas sistem
informasi
6. Memantau kinerja kualitas sistem informasi
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KERUGIAN KUALITAS YANG BURUK
 Kehilangan bisnis
 Tuntutan hukum
 Kehilangan produktivitas
 biaya-biaya :
 Biaya kegagalan
 Biaya penilaian
 Biaya pencegahan
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KEUNTUNGAN KUALITAS YANG BAIK
 Pasar yang dilayani oleh industri mencakup pelanggan-pelanggan dengan
kebutuhan produk dan jasa tertentu.
 Penelitian pemasaran mengidentifikasikan kebutuhan tersebut, dan
mendefinisikannya dalam hal kualitas.
 Pelanggan menganggap produk dan jasa perusahaan lebih berkualitas dari
pesaingnya.
 Karena dianggap lebih berkualitas, pelanggan bersedia membayar harga yang
relatif lebih tinggi daripada harga pesaing.
 Karena dianggap lebih berkualitas dan harganya lebih tinggi, produk tersebut
dianggap memiliki nilai yang relatif lebih tinggi.
 Nilai yang relatif lebih tinggi menghasilkan kenaikan dalam pangsa pasar.
 Berkat program kualitasnya, perusahaan dapat mengikuti spesifikasi pelanggan
lebih baik daripada para pesaing.
 Efektivitas ini menghasilkan penurunan biaya dengan memproduksi produk
yang dibutuhkan secara benar sejak pertama kali.
 Penurunan biaya digabungkan dengan pangsa pasar yang lebihluas akan
menghasilkan biaya yang lebih murah daripada pesaing.
 Gabungan dari keunggulan relatif dibidang harga, pangsa pasar dan biaya
menciptakan profitabilitas dan pertumbuhan.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KOMPETENSI PEKERJA IT
 Memperhatikan efektivitas
 Berinisiatif
 Antusias pada pekerjaan
 Percaya diri
 Memperhatikan dampak dari suatu tindakan
 Kecakapan membina hubungan antar pribadi
 Pemikiran konseptual
 Pemikiran analitis
 Komunikatif efektif
 fleksibilitas
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Internet dan jaringan
pendukung e-business
 E-commerce, kerjasama usaha dalam
sebuah perusahaan dengan para pelanggan,
pemasok dan pihak lain yang berkepentingan
(stakeholder)
 Internet dan jaringan bisnis dalam
perusahaan  intranet
 Antara perusahaan dan mitra dagangnya 
ekstranet
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PERAN E-BUSINESS DALAM
BISNIS
 Merkayasa ulang proses bisnis internal
 Mengimplementasikan sistem e-commerce
dengan para pelanggan dan pemasok
mereka
 Meningkatkan kerja sama perusahaan antar
anggota tim bisnis dan kelompok kerja
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Komputerisasi
 Mengapa perlu komputerisasi ?
 Apa keuntungan penggunaan komputer?
 Apa beda pengolahan data manual dengan
komputerisasi ?
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Mengapa perlu komputerisasi ?
 Karena keinginan bisnis yang berkembang
 Kebutuhan proses pengolahan data yang segera dan
terus menerus
 Mempercepat pekerjaan pengetikan dokumen
 Membuat laporan sesegera mungkin
 Penyimpanan data yang lebih efektif dan efisien
 Data disimpan secara digital sehingga dapat digunakan
untuk pembuatan laporan lain
 Data dapat dikelompokkan, diurutkan, di-summarize dsb
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Apa keuntungan penggunaan
komputer ?
 Cepat, tepat dan akurat
 Mudah dipertanggungjawabkan
 Proses Tidak lelah
 Efektif dan efisien
 Menyimpan data lebih besar
 Data mudah disimpan dan diakses
 Terprogram
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Pengolahan data manual
 Pekerjaan secara manual mudah terjadi
kesalahan (human error), tidak efektif dan kurang
efisien
 Membutuhkan dokumen arsip yang banyak
sehingga sulit dalam penyimpanan data
 Proses data tidak maksimal karena pekerjanya
sering lupa dan mudah lelah
 Kesalahan perhitungan
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Programmer
 Adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi
tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh
sistem analis
 Bertanggung jawab atas pembuatan program komputer
 Memiliki pengetahuan terbatas pada tehnologi komputer, sistem
komputer, utilitas dan bahasa pemrograman yang diperlukan
 Bekerja secara teknis dan harus tepat dalam pembuatan
instruksi-instruksi program
 Programmer bekerja tidak berhubungan dengan banyak orang
tetapi terbatas pada sesama programmer dan sistem analis yang
mempersiapkan spesifikasi programnya.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Program komputer
 Adalah rangkaian instruksi dalam bahasa yang
dipahami oleh komputer, disusun sedemikian rupa
sehingga menghasilkan sebuah proses sesuai
dengan tujuannya.
 Program disusaikan dengan prosedur pengolahan
data dan mewakili proses manual, bila ditinjau dari
prosedur dan urutan kerjanya, namun lebih mudah
mengaturnya dalam sistematika yang lebih
praktis.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Sistem analis
(Jogiyanto “Analisis & Disain” hal. 129)
 informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian
komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi
permasalah-pamasalah, kesempatan-
kesampatan, hambatan-hambatan yang
terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikannya.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Definisi Sistem Analis
 Satu orang atau lebih yang menggunakan
pengetahuan aplikasi komputer yang dimilikinya
untuk memecahkan masalah-masalah bisnis,
dibawah petunjuk manajer sistem
 Satu orang atau lebih yang bertanggung jawab
menterjemahkan kebutuhan-kebutuhan
sepemakai sistem (user) kedalam spesifikasi
teknik yang diperlukan oleh programmer dan
diawasi oleh manajemen.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Fungsi Sistem Analis
 Mengidentifikasikan masalah-masalah dari
pemakai/user
 Menyatakan secara spesifikasi sasaran yang
harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
 Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan
masalah
 Merencanakan dan menerapkan rancangan
sistemnya sesuai dengan permintaan user
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Tugas-Tugas Umum Sistem Analis
 Mengumpulkan dan menganalisis formulir, dokumen, file
yang berkaitan dengan sistem yang berjalan
 Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan
(rekomendasi) dari sistem yang berjalan kepad user
 Merancang suatu sistem perbaikan dan
mengidentifikasikan aplikasi-aplikasi untuk penerapan
pada komputer
 Menganalisis dan menuyusun biaya-biaya dan keuntungan
dari sistem yang baru
 Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yang
baru
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Tugas-Tugas Teknik Sistem Analis
 Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru
 Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan
 Menyusun data flow diagaram (DFD), Structured Analysis and Design
Technique (SADT), dan sistem flow diagram untuk merancang sistem
baru secara detail.
 Merancang pola pengawasan terhadap data yang bersifat sangat
penting
 Menyusun file-file untuk digunakan dalam komputer, agar sistem baru
dapat berjalan efektif
 Merancang bentuk Output dan Input agar memudah dibaca oleh user
 Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yang dilakukan oleh sistem
analis dalam merancang sistem yang baru.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Pribadi Sistem Analis.
 Mampu bekerja sama, Mampu berkomunikasi
dengan baik
 Mempunyai sopan santun dan Mempunyai
pendirian yang tegas
 Mampu bersikap dewasa
 Mampu bersikap tegas
 Dapat bertindak secara metodik
 Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan
biaya-biaya
 Mempunyai sifat kreaktif
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Spesialis informasi
 Spesialis informasi adalah orang yang bisa
berkomunikasi dengan sistem komputer
diantaranya :
 Sistem analis
 Administrator database (DBA)
 Spesialis jaringan
 Programmer
 Anggota operasional (operator, data entry)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Aspek kelayakan sistem …
 Teknikal, apakah hardware dan software tersedia untuk
menampilkan proses dari sistem yang dibutuhkan
 Economic return, apakah dibenarkan secara moneter dengan
membandingkan manfaat sistem dengan “harga” (misal :
harga barang yang di jual, peningkatan pelayanan konsumen
dan perhitungan break-event point )
 Non-economic return, apakah sistem yang diusulkan dapat
diterima dilihat dari segi manfaat yang tidak dapat diukur
dalam pemulihan ekonomi
 Legal (hukum dan perundang-undangan), apakah sistem yang
diusulakan dioperasikan ada lindungan hukum dan dalam
batas-batas yang ada dalam etika bisnis dan etika
manajemen.
 Operasional, apakah diterima atau didukung oleh orang yang
harus mengerjakan nya (user friendly)
 Jadwal, apakah sistem bisa di operasikan dalam batas waktu
yang sudah ditentukan
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Indikator Perubahan sistem
 Perubahan sistem lama ke sistem yang baru. Indikator-indikator
tsb diantaranya:
 Keluhan dari langganan
 Pengiriman barang yang selalu terlambat
 Pembayaran gaji yang terlambat
 Laporan yang tidak tepat waktu
 Isi Laporan yang sering salah
 Tanggung jawab yang tidak jelas
 Waktu kerja yang berlebihan
 Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
 Kesalahan-kesalahan menual yang terlalu tinggi
 File-file yang kurang teratur
 Peramalan penjualan dan produksi yang kurang tepat
 dll
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Pengembangan
Sistem :
• Sistem Baru
• Memperbaiki Sistem yang
Lama
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
1. Adanya Permasalahan
Ketidak beresan
Pertumbuhan Organisasi
2. Untuk Meraih Kesempatan
3. Adanya Instruksi (Directive)
Mengapa .... Sistem Berkembang ?
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Prinsip Pengembangan Sistem
• Untuk Manajemen
• Investasi Modal Yang Besar
• Memerlukan Orang Yang Terdidik
• Adanya Tahapan Kerja dan Tugas
• Proses Pengembangan Sistem Tidak
Harus Urut
• Jangan Takut Membatalkan Proyek
• Dokumentasi
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Perencanaan Sistem
Analisis Sistem
Rancangan Sistem General
Evaluasi dan Seleksi Sistem
Rancangan Sistem Terinci
Output Input Proses Database Kontrol Jaringan Komputer
Pengembangan Perangkat lunak dan Implementasi Sistem
Pemeliharaan Sistem
TahapanTahapan
Pengembangan SistemPengembangan Sistem
(SDLC)(SDLC)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
SYSTEM DEVELOPMENT LIFE
CYCLE (SDLC)
 Pengertian SDLC
 Sejarah Perkembangan
SDLC
 Tahapan SDLC
 Perencanaan Sistem
 Analisis sistem
 Peracangan General
 Evaluasi dan Seleksi
 Perancangan terinci
 Pengembangan
Perangkat Lunak dan
Implementasi
 Pemeliharaan Sistem
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
TahapTahap
Perencanaan SistemPerencanaan Sistem
1.1. Menyadari MasalahMenyadari Masalah
2.2. Mendefinisikan MasalahMendefinisikan Masalah
3.3. Menentukan Tujuan SistemMenentukan Tujuan Sistem
4.4. Mengidentifikasi Kendala SistemMengidentifikasi Kendala Sistem
5.5. Membuat Studi KelayakanMembuat Studi Kelayakan
6.6. Mempersiapkan Usulan Penelitian SistemMempersiapkan Usulan Penelitian Sistem
7.7. Menyetujui atau Menolak Penelitian ProyekMenyetujui atau Menolak Penelitian Proyek
8.8. Menetapkan Mekanisme PengendalianMenetapkan Mekanisme Pengendalian
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Tahap Analisis SistemTahap Analisis Sistem
1.1. MengumumkanMengumumkan
Penelitian SistemPenelitian Sistem
2.2. Mengorganisasi TeamMengorganisasi Team
ProyekProyek
3.3. Mendefinisikan Kebutuhan InformasiMendefinisikan Kebutuhan Informasi
4.4. Mendefinisikan Kriteria Kinerja SistemMendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem
5.5. Menyiapkan Usulan RancanganMenyiapkan Usulan Rancangan
6.6. Menyetujui atau Menolak RancanganMenyetujui atau Menolak Rancangan
ProyekProyek
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Tahap Rancangan SistemTahap Rancangan Sistem
(General, Seleksi, Rinci)(General, Seleksi, Rinci)
1.1. Menyiapkan Rancangan Sistem yang TerinciMenyiapkan Rancangan Sistem yang Terinci
2.2. Mengidentifikasi Alternatif Konfigurasi SistemMengidentifikasi Alternatif Konfigurasi Sistem
3.3. Mengevaluasi Alternatif Konfigurasi SistemMengevaluasi Alternatif Konfigurasi Sistem
4.4. Memilih Konfigurasi yang TerbaikMemilih Konfigurasi yang Terbaik
5.5. Menyiapkan Usulan PenerapanMenyiapkan Usulan Penerapan
6.6. Menyetujui atau Menolak Penerapan SistemMenyetujui atau Menolak Penerapan Sistem
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
TahapTahap
Penerapan SistemPenerapan Sistem
1.1. Merencanakan PenerapanMerencanakan Penerapan
2.2. Mengumumkan PenerapanMengumumkan Penerapan
3.3. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat KerasMendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras
4.4. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat LunakMendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak
5.5. Menyiapkan DatabaseMenyiapkan Database
6.6. Menyiapkan Fasilitas FisikMenyiapkan Fasilitas Fisik
7.7. Mendidik Peserta dan PemakaiMendidik Peserta dan Pemakai
8.8. Masuk ke Sistem BaruMasuk ke Sistem Baru
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Tahap Pemeliharaan SistemTahap Pemeliharaan Sistem
1.1. Menggunakan SistemMenggunakan Sistem
2.2. Audit SistemAudit Sistem
3.3. Memelihara SistemMemelihara Sistem
 Memperbaiki Kesalahan
 Menjaga Kemutakhiran Sistem
 Meningkatkan Sistem
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Pendekatan Pengembangan SistemPendekatan Pengembangan Sistem
Dipandang dari .....Dipandang dari .....
MetodologiMetodologi
Pendekatan KlasikPendekatan Klasik
Pendekatan TerstrukturPendekatan Terstruktur
Sasaran yang dicapaiSasaran yang dicapai
Pendekatan SepotongPendekatan Sepotong
Pendekatan SistemPendekatan Sistem
Cara menentukan kebutuhan sistemCara menentukan kebutuhan sistem
Pendekatan Bottom UpPendekatan Bottom Up
Pendekatan Top DownPendekatan Top Down
Cara mengembangkannyaCara mengembangkannya
Pendekatan Sistem MenyeluruhPendekatan Sistem Menyeluruh
Pendekatan ModulerPendekatan Moduler
Teknologi yang digunakanTeknologi yang digunakan
Pendekatan Lompatan JauhPendekatan Lompatan Jauh
Pendekatan BerkembangPendekatan Berkembang
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Alat Pengembangan Sistem
A. Perancangan SistemA. Perancangan Sistem
1. Data Flow Diagram (DFD)
2. Structured Chart (SC)
3. Hierachy Plus Input, Process, Output
(HIPO)
B. Perancangan Data BaseB. Perancangan Data Base
1. Entity Relationship Diagram( ERD)
2. Normalisasi
C. Perancangan Input atau ProsesC. Perancangan Input atau Proses
Layout Charting,
dll.dll.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Kriteria Sistem Yang BaikKriteria Sistem Yang Baik
Kegunaan
Ekonomis
Keandalan
Kapasitas
Kesederhanaan
Fleksibilitas
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
TAHAP PERANCANGAN
SISTEM
1. Meninjau dan menyetujui hasil studi kelayakan, anggaran dan jadwal yang merupakan
hasil analisa sistem
2. Merancang Output, dengan kriteria output yang dibutuhkan user
3. Merancangan File / Database dengan alat bantu Kamus Data, ERD dan Normalisasi
4. Merancang Input, disesuaikan dengan kebutuhan output dan file / database yang ada
5. Proses Perancangan sistem, berdasarkan layout layar monitor dengan bantuan struktur
chart dan Flowchart sistem yang menghasilkan spesifikasi sistem
6. Mendefinisi Program dengan alat bantu DFD yang menghasilkan program flowchart
7. Deskripsi program digunakan untuk merancang Modul-modul yang digunakan dalam
sistem
8. Merancangan paket program secara keseluruhan dengan deskripsi modul yang telah
ada sehingga menghasilkan spesifikasi program
9. Meninjau kembali hasil rancangan, disesuaikan dengan rancangan yang disteujui oleh
manajemen, dan membuat memorandum secara berkala kepada manajemen
10. Mendokumentasikan semua hal yang berkaitan dengan rancangan
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Perancangan Sistem Informasi
secara Umum
1. Merancang formulir kertas dan dokumen sumber
2. Merancang formulir elektronik
3. Alat-alat perekaman data secara langsung
4. Pemanfataan Sandi
5. Merancang menu sehingga memudahkan user berintegrasi
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Kegiatan dalam
Penyiapan data
 Menyisip, menghapus, meremajakan database
 Mengkombinasikan dengan data lainnya dari database
 Memasukkan dan mengolah langsung menjadi keluaran tanpa perlu
mengkombinasikannya dengan data lain.
 Berdialog dengan sistem.
 Berbagai media dan metode yang digunakan untuk capture dan
memasukan data :
 Formulir kertas yang dikombinasikan dengan layar data entry.
 Formulir elektronik
 Peralatan entry langsung
 Sandi
 menu
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
3 Kategori Yang Memudahkan
Dalam Perancangan Sistem
1. Global Based Systems.
merancang sistem sedemikian sehingga mengganti atau
merubah semua komponen sistem lama. Biasanya perubahan
ini dikarenakan strategi bisnis yang baru.
1. Group Based Systems.
Seringkali terkait dengan global based system, kegiatan pada
kantor cabang / departemen atau sekelompok user.
1. Local Based Systems.
Dirancang untuk aplikasi yang digunakan beberapa orang
(bisa 1 atau 2 orang). Jenis aplikasinya bersifat khusus.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Rancangan Output
 Merancang informasi yang berguna dan
berkualitas
 Laporan untuk berbagai tingkatan manajemen
 Laporan perbandingan
 Laporan pemantauan penyimpangan
 Merancang tampilan layar, tampilan tabel dan
grafik yang membantu pendalaman pemahaman
 Menampilkan tabel dan matriks
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Rancangan Output …
Sasaran merancang keluaran adalah menstransformasi sejumlah besar
data menjadi informasi yang berguna dan berkualitas.
Sejumlah studi menyatakan para eksekutif hanya melihat 3% dari hasil
olahan komputer yang diberikan kepada mereka. Berguna dan
berkualitas artinya mendukung dengan baik pengambilan keputusan
yang akan diambil.
Ciri-ciri informasi yang berkualitas :
1. Accessibility (mudah diakses, misalnya mengakses data
melalui jaringan)
2. Timelines (tepat waktu, bila kita mengakses ke internet
misalnya dapat merespon dengan cepat)
3. Relevance (informasi yang dihasilkan relefan dengan
usaha yang bersangkutan)
4. Accuracy (ketepatan output dari data yang diolah)
5. Usability (kegunaan output yang dihasilkan)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Laporan untuk berbagai tingkatan
manajemen
 Laporan berjenjang (hierarchical reports)
merupakan pemantapan, agreegasi dari data
yang diperuntukkan pada sebuah jenjang
manajemen sehingga setiap manajer
disetiap jenjang memperoleh informasi
sesuai dengan kebutuhannya tanpa harus
mengurus rincian yang tidak relevan.
 Eksekutif lazimnya ingin mengetahui bentuk
trend, kecenderungan dan pola suatu fakta.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Output yang Diperlukan
 Internal Output
Laporan digunakan oleh manajer dan bagian lain dalam
organisasi
 External Output
Laporan dikirim kepada customer, client atau pihak lain dari
organisasi
 Turnaround document
output komputer yang melayani input bagi aktivitas berikutnya
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Jenis-jenis laporan untuk
berbagai tingkatan manajemen
1. Laporan saringan (filter report)
2. Laporan pertanggungjawaban (responsibity
report)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Laporan Perbandingan
(Comparative report)
 Dengan laporan ini eksekutif dapat memperoleh perbedaan dan
persamaan 2 atau lebih item.
 Dengan perbandingan user mendapat posisi yang lebih baik
untuk mengambil keputusaan yang rasional.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Jenis-jenis laporan
perbandingan
1. Laporan dengan format
horizontal
2. Laporan dengan format
Vertikal
3. Laporan Counterbalance
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Laporan Pemantauan
Penyimpangan
Digunakan oleh eksekutif untuk memantau simpangan atas
standar, anggaran, kuota, rencana atau benchmark.
Klasifikasi :
1. Laporan simpangan (Variance report)
2. Laporan Pengecualian (Exception report)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
STRUKTUR ORGANISASI
GENERAL
MANAGER
SEKRETARIS
WAKIL
GENERAL MANAGER
MANAGER
HRD
MANAGER
ADM KEU
MANAGER
PRODUKSI
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Sistem Informasi Penggajian
karyawan harian
SIstem
Penggajian
PegawaiBagian
Keuangan
Bagian
Personalia
Gaji
Daftar
Rencana
gaji
persetujuan
Laporan
absensi
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DFD sistem penggajian
Proses
Absensi
1.0
Laporan
absensi
absen
pegawai
Proses
Buat
Gaji
2.0
Proses
Bayar
3.0
Data absensi
Data pegawai
Data absensi
Data gaji
Bayar gaji
Bukti bayar
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Rancangan Menu Utama
SISTEM
PENGGAJIAN KARYAWAN
SETUP
FILE
DATA
PEGAWAI
ABSENSI LAPORAN
•SETUP DATA GAJI
•SETUP DATA DEPT
•UTILITY DATA
•EXIT
•Input Data pegawai
•Edit data pegawai
•Hapus data pegawai
•Input data absensi
•Edit data absensi
•Hapus data absensi
• Laporan data pegawai
•Per golongan
•Per dept
•Laporan absensi
•Rekap absen total
•Rekap absen dept
•Laporan daftar gaji
•Rekap gaji bulanan
•Rekap gaji harian
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Rancangan Input
FORMULIR INPUT DATA KARYAWAN
No. Induk : xxxxxxxx
Nama : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Jabatan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Dept : xxxxxxxxx
Tempat Lahir : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Tgl.Lahir : dd-mm-yyyy
Alamat : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Pos : xxxxx
Agama : x 1. Islam Golongan Darah : x 1. A
2. Kristen Protestan 2. B
3. Kristen Khatolik 3. AB
4. Hindu 4. O
5. Budha
Status : X 1. Nikah Jumlah anak : X
2. Belum Nikah
3. Janda / Duda
Top Prev Next End Add Edit Query Print Exit
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Rancangan Input
INPUT DATA ABSENSI
No. Absensi : xxxxxxxx
No. Induk : xxxxxxxx
Tanggal : dd-mm-yyyy
Bulan : xxxxxxxxxxx
Absensi : 9
Jam masuk : hh:mm:ss
Jam keluar : hh:mm:ss
Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Top Prev Next End Add Edit Query Print Exit
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PERANGKAT SISTEM
INFORMASI
1. HARDWARE : komputer, printer, dan teknologi jaringan
2. SOFTWARE
a. OPERATING SYSTEM : Windows, Linux, Novell Netware, dll
b. APLIKASI : Ms.Office, GL, Corel Draw, dll
c. UTILITY : anti virus, Norton Utility, Disk Doctor, dll.
d. BAHASA PEMROGRAMAN : V.Foxpro, C++, Pascal, dll.
3. BRAINWARE :
a. CLERICAL PERSONNEL
b. FIRST LEVEL MANAGER
c. STAFF SPECIALIST
d. MANAGEMENT
4. DATA : dokumen bukti transaksi, nota, kuitansi, dsb.
5. PROSEDUR : Manual book, prosedur sistem pengendalian intern
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PENGELOLA SISTEM
INFORMASI
OPERATOR
PERENCANAAN STRATEGIS, KEBIJAKAN
DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN TAKTIS DAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN, PENGAWASAN
OPERASI DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
TOP
MANAGEMENT
MIDDLE
MANAGEMENT
LOW
MANAGEMENT
PEMROSESAN TRAN-
SAKSI DAN RESPON
PERMINTAAN
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
HUMAN ERROR
 Metode pengumpulan dan pengukuran data yang
tidak tepat.
 Operator sistem tidak mengikuti prosedur
pengolahan yang benar.
 Kehilangan data atau data tidak terolah.
 Pemeriksaan atau pencatatan.
 Salah dalam menggunakan dokumen induk / file
induk.
 Kesalahan dalam prosedur pengolahan.
 Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
MODEL UMUM SISTEM
UMPAN BALIK
INPUT PROSES OUTPUT TUJUAN
KENDALA
KONTROL
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KLASIFIKASI SISTEM
1. Sistem alamiah (natural system) dan sistem
buatan manusia (human made system).
2. Sistem tertutup (closed system) dan sistem
terbuka (open system).
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
KOMPONEN SISTEM
INFORMASI
TEHNOLOGI DATABASE CONTROL
INPUT MODEL OUTPUT
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
PENGENALAN SISTEM INFORMASI
1. Mengenali adanya elemen sistem pengolahan data  hardware / software /
brainware / data / prosedur.
 Mengenali elemen pengolahan data melalui sarananya
 Mengenali elemen pengolahan data melalui contoh dokumen
1. Melihat Interaksi antar manusianya dalam organisasi :
 Interaksi atasan menugasi bawahan
 Interaksi bawahan melapor ke atasan
 Interaksi anatar manusia dalam rapat
 Interaksi antar sistem pengolahan data
1. Melihat aliran dokumennya  Flow of Dokumen (FOD)
2. Melihat interaksi antara manusia dan media pelaksana sistem pengolahan
datanya.
 Analisis tugas  misal : kemampuan menghitung manusia X kemampuan
menghitung kalkulator
 Sintesis tugas  misal : interaksi kasir dengan cash register : pencarian nama
barang dan harga satuan, hitung jumlah barang dikalikan harga satuan, hitung
total pembelian, hitung kembalian jika sudah input nilai uang tunai, cetak bukti
pembayaran
1. Menganalisis dokumen job description.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Model Hirarki manajemen
Lapisan
Manajemen
Karakteristik
Informasi
Jangkauan Waktu Pengendalian Contoh
TOP Management Strategis rangkuman Jangka panjang (5–
10 tahun)
Visi, misi, strategis
perusahaan
dibandingkan
dengan
peluang dan
tantangan dari
luar
Neraca keuangan,
perkembangan
perusahaan
Middle Management Taktis Rekapitulasi, check-
list, verifikasi
Jangka menengah
(bulanan s/d 1
tahun)
Kinerja organisasi
dibandingkan
dengan visi,
misi strategis
perusahaan,
dan critical
success factor
General ledger, tabel
pendapatan,
check-list
instalasi
First Line
Management
Operasional Transaksi,
pencatatan
Jangka pendek
(harian,
mingguan)
Aktivitas / proses,
transaksi
dibandingkan
dengan
kinerja
organisasi
Formulir
pendaftaran,
kuitansi (bukti
bayar), berita
acara, formulir
pencatatan,
laporan lembur
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Sistem Informasi Penyewaan
Video
Input Proses Output
Data pelanggan
Data pemasok
Detil penyewaan video
Detil pengembalian
video
Faktur pembelian
Bukti pengembalian video
Daftar order video
Daftar pelanggan
Daftar video
Laporan penyewaan video
Laporan pengembalian
video
Laporan pembelian video
Rekapitulasi penyewaan
video
Data pelanggan
Data pemasok
Transaksi penyewaan
video
Transaksi pengembalian
video
Transaksi pembelian
video
Pencetakan laporan
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Sistem Informasi Hotel
 Elemen Sistem Pengolahan Data :
 Cash register di karis hotel dan kasir restoran
 Buku pencatatan check-in dan check-out tamu hotel
 Papan penggantung kunci kamar hotel
 Formulir isian laundry
 Interaksi antar manusia :
 Tamu melakukan check-in ke resepsionis
 Tamu melakukan check-out ke resepsionis
 Tamu menelepon pesanan makanan dan minuman ke restoran
 Aliran dokumen :
 Perjalanan formulir pesanan laundry dari kamar tamu melalui hause-keeping sampai ke meja
resepsionis atau kasir hotel
 Interaksi manusia dengan sistem pengolahan data :
 Penulisan pencatatan check-in dan check-out tamu ke dalam buku tamu
 Kasir-cash register
 Pengisian formulir laundry oleh tamu atau petugas house –keeping
 Pengisian laporan alokasi kamar tamu (status hunian) berdasarkan status kunci pada papan
penggantungnya
 Job Description / struktur organisasi :
 Dokumen / diagram prosedur check-in dan check-out
 Struktur organisasi hotel
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Sistem Informasi Apotik
 Elemen Sistem Pengolahan Data :
 Cash register di kasir
 Buku pencatatan resep dokter yang dilayani
 Interaksi antar manusia :
 Pemberitahuan kepada apoteker adanya resep dokter yang perlu diverifikasi
 Aliran dokumen :
 Perjalanan resep dokter dari pembeli ke petugas kasir ke apoteker sampai
pemberian obat
 Interaksi manusia dengan sistem pengolahan data :
 Penulisan pencatatan resep ke dalam buku transaksi harian
 Kasir-cash register
 Pembaharuan catatan stok obat, karena adanya transaksi pembelian obat
 Job Description / struktur organisasi :
 Dokumen / diagram prosedur penjualan obat dengan resep
 Dokumen / diagram prosedur penjualan obat bebas
 Dokumen / diagram prosedur pengelolaan persediaan obat
 Struktur organisasi apotik
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Contoh :
Sistem Informasi di Apotik
Hasil survey :
1. Data : - catatan persediaan obat
- daftar nama dan harga obat
- klasifikasi jenis obat
2. Informasi : - laporan persediaan obat bulanan
- laporan penjualan obat mingguan
- laporan pembelian obat bulanan
3. Pengetahuan : - prosedur mengelola persediaan obat
- tata cara pemnjualan obat bebas
- prosedur penjualan obat dengan resep
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Contoh :
Sistem Informasi di Hotel
Hasil survey :
1. Data : - daftar kamar hotel dan tarifnya
- klasifikasi kamar hotel
- data tamu yang sedang menginap hotel
2. Informasi : - laporan hunian tamu bulanan
- laporan aktifitas bagian linen-laundry
- laporan restoran, bar-beverage
- daftar acara hotel
3. Pengetahuan : - tata tertib tamu hotel
- daerah kunjungan wisata
- daftar menu special restoran
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
BUSINESS INFORMATION
SYSTEMS
1. INFORMATION SYSTEMS IN THE
BUSINESS
2. BUSINESS PROCESS CHANGE
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
BOARD OF DIRECTORS
PRESIDENTS EXECUTIVE COMMITTEESTAFF ASSISTANTS
EXECUTIVE VICE PRESIDENT
Vice President
ADMINISTRATION
Vice President &
COMPTROLLER
Vice President
MARKETING
Vice President
PRODUCTION
Vice President
& TREASURER
Vice President
INFO. SYSTEMS
Vice President
ENGINEERING
Director
SALES
Director
CUSTOMER
SALES
Manager
FINANCIAL
ACCOUNTING
Manager
COST
ACCOUNTING
Manager
FINANCIAL
ANALYSIS
Database
Administrator
Director
E D P
Manager
PRODUCT B
Director
PROMOTION
Supervisor
REGION 1
Manager
PRODUCT A
Supervisor
REGION 1 Head
ACCOUNT
RECEIVABLE
Supervisor
REGION 1
Manager
PRODUCT C
Manager
SYSTEMS
Manager
OPERATIONS
Manager
DATA INPUT
Supervisor
SYSTEM
ANALYSIS
Supervisor
TAX
ACCOUNTING
Pegawai PegawaiPegawai
Supervisor
GENERAL
ACCOUNTING
Head
PAYROLL
Head
GENERAL
LEDGER
Pegawai
Pegawai
Pegawai
Head
ACCOUNT
RECEIVABLE
Head
ACCOUNT
RECEIVABLE
Pegawai
Pegawai
Supervisor
REGULATORY
ACCOUNTING
Supervisor
DOCUMENT-
ATION
Supervisor
PROGRAMM-
ING
Top Management
Middle Management
Lower Management
CHART OF ORGANIZATION
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
INFORMATION SYSTEMS IN
THE BUSINESS
a. Systems Development Life Cycle (SDLC)
b. The Phases of the SDLC
c. The Waterfall Life Cycle
d. Problems with the Waterfall Life Cycle
e. Iterative Development
f. Prototyping
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
a. Systems Development Life
Cycle (SDLC)
 SDLC is an approach to developing systems
in an organized and disciplined manner.
 Approach terdiri atas 4 komponen:
 Definisikan objectives dari system yang akan
dikembangkan,
 Definisikan indicators of success sbg
pengukur apakan objectives sudah dicapai,
 Generate alternative strategies,
 Pilih dan implementasikan strategi.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
b. The Phases of the SDLC
 Berbagai variasi SDLC yg digunakan saat ini membagi life of a
system menjadi fase-fase.
 Dimulai dari ide awal (initial idea) s/d full implementation
 Diikuti dgn enhancement dan penggantian sistem baru
 Cycle berlaku mulai dari:
 Definisi Objectives,
 Definisi indikator sukses,
 Generating alternatives, dan
 developing an operational plan
 keseluruhan sistem, serta
 setiap fase pada development phase.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
c. The Waterfall Life Cycle
 Basic life cycle disebut Waterfall Life Cyle (W.W.
Royce) diadaptasikan pd custom development
dan implementasi paket software.
 Waterfall Life Cycle masih memiliki problem
diatasi dgn iterative development dan prototyping.
 Problem pd Waterfall Life Cyle:
 Program langsung dimulai segera setelah
problem to be solve was stated
 Oke utk isolated small program,
 Tidak oke utk larger team efforts
 Banyak aktivitas diperlukan; setiap tipe aktivitas
dieksekusi secara berbeda (setiap aktivitas harus
punya plan dan staff masing-masing)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Systems
Requirements
Systems
Requirements
Software
Requirements
Analysis
Program Design
Coding
Testing
Operations
Gb.1. Waterfall Systems
Development Life Cycle
• Setiap successive
phase hanya dapat
dimulai bila:
• phase
sebelumnya telah
selesai
• formal decision
has been made
by management
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Receiving
Vendor
Purchase Order
Goods
Payment
Invoice
Copy of
Purchase
Order
Receiving
Document
Purchasing
Account Payable
> 500 account payable matched purchase orders,
receiving documents, & invoices & then issue
payment. MISMATCHES WERE COMMON
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Receiving
Vendor
Purchase Order
Goods
Payment
Purchasing
Account Payable
The new process cuts head count in account payable by
75%, eliminates invoices & improves accuracy. MATCHING
IS COMPUTERIZEDDatabase
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Interorganizational Systems & ProcessInterorganizational Systems & Process
IntegrationIntegration
 Dua perusahaan yg memiliki kesamaan outbound
& inbound logistics cyles sering berintergrasi:
 Procter & Gamble dan Wal-Mart have an agreement
about labeling, shipping, billing, and paying for
Pampers wherein Wal-Mart send cash register
tapes to Procter & Gamble
 Procter & Gamble then automatically replenishes
Wal-Mart store inventories, based on sales, with
boxes of Pampers already labelled with each store’s
specific selling price.
 Sistem ini disebut Interorganizational System
(IOS).
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.3. THE NATURE OF CHANGE2.3. THE NATURE OF CHANGE
 Model of Social Change (Kurt Lewin) terdiri atas 3 stages:
 UNFREEZING Stage: group of people yg telah terbiasa
dgn cara kerjanya perlu dipersiapkan agar dpt menerima
perubahan (change)
 Once the group members have been prepared, the
change an be introduced (MOVING stage), but it should
be followed by REFREEZING stage in which their
understanding of the new methods is solidified.
Stage Deskripsi
Unfreezing Increasing the receptivity of the organization
to a possible change
Moving Choosing a course of action & following it
Refreezing Reinforcing the “equilibrium” of the
organization at a new level after the change
has occured
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.4. RESISTENCE TO CHANGE2.4. RESISTENCE TO CHANGE
 IS professional berfungsi sbg katalis utk
change (change agent), shg hrs:
 gaining the acceptance & trust of the users.
 Mengerti the nature of change
 ada natural resistance dr individual/grup
akibat: honest disagreement or concern
harus didiagnosa & ditangani dgn baik oleh IS
professional
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Diagnosing & dealing with Resistance to Change:Diagnosing & dealing with Resistance to Change:
 Lima alasan timbulnya Resistance to Change:
 Resistence to computer personnel
 A feeling that the project is not good, that the
cost/benefit assumptions are invalid
 A lack of felt need: things are satisfactory as they are
and this innovation simply disturbs the situation
 A fear of social uncertainty, which is sometimes
mistaken for a fear of computers
 An unwillingness to bend to the requirements of poorly
designed systems.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.5. IMPLEMENTING THE2.5. IMPLEMENTING THE
ORGANIZATIONAL CHANGEORGANIZATIONAL CHANGE
 System failures umumnya diakibatkan oleh tidak
dipersiapkannya pegawai menghadapi sistem
informasi yg baru dan tidak dilakukannya training
penggunaan sistem informasi
 IS professional sebaiknya melakukan four-phase
program for organizational changes sbb:
Continuous
Improvement
Organization
Redesign
Organization
Transformation
Diagnostic
Assessment
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.5.1. Diagnostic Assessment2.5.1. Diagnostic Assessment
 Diagnostic assessment dilakukan utk mengetahui
kesiapan organisasi menyerap perubahan yg diperlukan
oleh new information system
 Klarifikasi kepentingan perubahan
 Menemukan resitensi yg mungkin ada
 Cara:
 Interview affected members, survey, atau data-
gathering and analysis techinique lainnya.
 Output:
 pembuatan deskripsi perubahan dlm organisasi atau
vision
 strategi komunikasi utk mengutarakan vision
 pembandingan organisasi saat ini dgn vision utk
mengidentifikasi perubahan organisasi yg diperlukan
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.5.2. Organization Redesign2.5.2. Organization Redesign
 Identifikasi perubahan diikuti dgn penetapan strategi, terutama bila
diperlukan perubahan struktur organisasi
 Keputusan utk dimulai/tdk dgn pilot program harus ditetapkan sedini
mungkin (tergantung size, scope, & nature of the change)
 Selanjutnya, diperlukan leadership skill utk mengelola new environment yg
sudah ditetapkan, mencakup:
 penentuan ‘means’ utk memperoleh leadership skill
 penentuan skill yg diperlukan dalam work force & pengembangan
‘means’ utk mencapainya (mis. Program training)
 Output: a formal management-approved change strategy, including a high-
level design of the new organization structure
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.5.3. Organization Transformation2.5.3. Organization Transformation
 Fase implementasi: critical jobs, business processes,
organization structure, & target culture
 New leadership (if required) dipilih dan diinstall
 Program training dilaksanakan
 Install suatu sistem utk tracking & measuring performance
of the new system
 dilaporkan ke managemen utk dilihat efektivitasnya
dibandingkan baseline performance of the old system
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.5.4. Continuous Improvement2.5.4. Continuous Improvement
 Teknik Quality Control: the importance of
instituting a program of continuous process
improvement
 Tujuan:
 perubahan bersifat ‘sustainable over time’
 meningkatkan ability organisasi utk business
process-nya agar mampu beradaptasi terhadap
perubahan di masa depan
 A well-designed continuous improvement
process mencakup:
 an infrastructure for evaluating & maintaining
changed business process as well as the basis for
identifying new areas of change
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Evaluasi Mata Kuliah
 Kuis / Latihan soal / PR
 Tugas mandiri :
 Membuat paper/kliping perorangan
 Membuat paper/kliping kelompok
 Presentasi / penyajian paper
 Ujian Tengah Semester (Bobot = 60%)
Nilai UTS : N.Kuis + Tugas + Presensi Kehadiran
+ Nilai UTS
 Ujian Akhir Semester (Bobot = 40%)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DECISION SUPPORT
SYSTEMS
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DSS (Decision Support Systems)
a. PEMBUATAN KEPUTUSAN
b. KONSEP DSS
c. TUJUAN DSS
d. MODEL DSS
e. CARA PENGGUNAAN INFORMASI PADA
DSS
f. LAPORAN BERKALA dan KHUSUS
g. PEMODELAN MATEMATIKA
h. SIMULASI
i. CONTOH PEMODELAN
j. KEUNTUNGAN dan KERUGIAN
PEMODELAN
k. KOMPUTER GRAFIK
l. GROUP DECISION SUPPORT SYSTEMS
m. PERAN DSS DALAM PEMECAHAN
MASALAH
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 DSS untuk pembuatan specific decisions dalam
memecahkan specific problems.
 Konsep DSS:
 HERBERT SIMON: pembedaan antara keputusan
yang di-program/tidak diprogram serta fase-fase
pembuatan keputusan
 G. ANTHONY GORRY & MICHAEL S. SCOTT
MORTON: pembuatan kisi untuk struktur masalah
dan level manajemen
 STEVEN ALTER: Dukungan empiris untuk
pembentukan dasar topologi DSS
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 DSS dikhususkan untuk mendukung manajer:
memecahkan masalah semi
terstruktur,
lebih mementingkan efektivitas
dibandingkan efisiensi
 DSS menyediakan informasi utk
memecahkan masalah serta kemampuan
komunikasi.
 Informasi diperoleh dari: laporan berkala dan
spesial, output model matematik dan output
sistem pakar.
 Komunikasi dilakukan saat suatu grup
manajer melakukan problem solving.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 Komponen DSS:Komponen DSS:
 Pemodelan matematik merupakan komponen
integral DSS yang menguntungkan manajer
(walau masih terkandung beberapa
kekurangan)
- Komputer grafik: berdasar suatu penelitian
grafik cocok utk situasi tertentu; pada situasi
tersebut grafik lebih efektif dibanding yang
lainnya.
 Group DSS (GDSS): meningkatkan
komunikasi antar anggota grup dengan
menyediakan lingkungan yang menarik
(mencakup pemodelan matematik dan
sistem pakar)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
a. PEMBUATAN KEPUTUSAN
a.1. TINGKAT KEPUTUSAN (Herbert A. Simon):
Programmed Decision NonProgrammed Decision
- Programmed Decisions:
 Berulang dan rutin pada tahap dimana prosedur yang pasti
telah ditetapkan untuk menanganinya.
- Nonprogrammed Decisions:
 Novel, tidak terstruktur, dan tidak consequential.
 Tidak ada metode pasti untuk menangani problem krn:
 problem belum pernah muncul sebelumnya,
 struktur dan jenis problem kompleks, atau
 sangat penting utk mendpt perlakuan custom-tailored.
kontinyu
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
a.2. Empat FASE PEMBUATAN KEPUTUSAN
(Herbert A. Simon)
a. INTELLIGENCE ACTIVITY - searching the
environment for conditions calling for solution,
b. DESIGN ACTIVITY - menemukan,
mengembangkan, & menganalisis berbagai
jenis tindakan,
c. CHOICE ACTIVITY - memilih jenis tindakan
tertentu yang tersedia pada ad. b.
d. REVIEW ACTIVITY- memeriksa pilihan yang
dibuat
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
ISYU & TREND SISTEM INFORMASIISYU & TREND SISTEM INFORMASI
1. JUSTIFIKASI EKONOMI
2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI
3. PENINGKATAN PENTINGNYA JUSTIFIKASI
SUMBERDAYA INFORMASI
4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION
SERVICES
5. REDESAIN PROSES BISNIS
6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN
PROSES BISNIS
7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA INFORMASI
8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)
9. CONTINGENCY PLAN
10. PENTINGNYA ETIKA
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
1. JUSTIFIKASI EKONOMI1. JUSTIFIKASI EKONOMI
 TIGA PENDEKATAN JUSTIFIKASI EKONOMI:
1. BREAK-EVEN ANALYSIS
 membandingkan biaya (cost) dari sistem baru
terhadap yg ada saat ini dan mengidentifikasi
break-even point (cost kedua sistem bernilai sama)
2. PAYBACK ANALYSIS
 membandingkan biaya kumulatif (cummulative
costs) dari sistem baru terhadap keuntungan
kumulatif (cummulative benefits)
3. NET PRESENT VALUE
 is the discounted current value of money that will
be received in the future, taking into account a
particular interest rate.
 Economic justification (≈ cost-benefit analysis) is the
comparison of monetary costs and benefits as a means of
justifying an action
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI
 Is the use of data other than that expressed in monetary
terms as a basis for an action
 Pendekatan Justifikasi Non Ekonomi:
1. PORTFOLIO
 evaluation should not be limited to a single application,
but rather, should consider the firm’s entire portfolio of
applications
2. INFORMATION ECONOMICS
 recognizes that a system has the potential to achieve a
wide range of values, and incur a wide range of risks
3. SURROGATE MEASURES
 use 4 levels of nonmonetary benefits that can be
observed after implementation of a new application
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.1. PORTFOLIO
 Certain components perform better or worse than
others; the combined performance of all components is
what is count
 Tiga strategy Portfolio Analysis:
1. Minimize the number of high risk projects
2. Include some sure winners, even if their expected
payoffs are not large
3. Scrap a project just as soon as the risk appears to
be greater than the expected reward
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.2. INFORMATION ECONOMICS
POTENTIAL SYSTEM VALUES:
 Provide information to the elements in the firm’s
environment
 Support the firm’s long-term strategy
 Provide the firm with a competitive advantage
 Enable management to track its critical activities
 Enable management to respond quickly to
competitive actions
 Support the firm’s strategic plan for information
resources
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
POTENTIAL SYSTEM RISKS
A proposed system should not:
 Support a risky business strategy
 Depend on unproven capabilities within the
firm
 Depend on cooperation from multiple
functional areas of the firm when that
cooperation might be difficult to achieve
 Be based on poorly defined user needs
 Depend on new and untried technology
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
2.3. SURROGATE MEASURES
The use of the computer as an information system can
lead to:
1. Management Action; as a result of receiving information
from the computer
2. Management Change; the managers change the ways
that they perform their functions & play their roles
3. Increased Use of Decision Support Tools; managers
acquire terminal/PC, learn & use softwares to solve
problems
4. Organization Change; the computer provides information
that is used to change the organization’s structure or the
makeup of its personnel.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
3. PENINGKATAN PENTINGNYA3. PENINGKATAN PENTINGNYA
JUSTIFIKASI SUMBERDAYAJUSTIFIKASI SUMBERDAYA
INFORMASIINFORMASI
 Eksekutif harus melakukan justifikasi
untuk keseluruhan information services
operations
 Pemicu situasi:
 Depresi Ekonomi
 computer service companies anxious
to take over the firm’s computing
operations
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION
SERVICESSERVICES
 Ada empat strategi:
 KONSOLIDASI
 mengurangi banyaknya lokasi information resources,
mis. Menjadi INFORMATION CENTER.
 Alasan: a few large concentration of resoures can
operate more efficiently
 DOWNSIZING
 the transfer of computer-based applications from large
equipment configurations, mis. Mainframe, ke
konfigurasi yg lebih kecil, mis. Microcomputers.
 OUTSOURCING
 INSOURCING
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
OUTSOURCINGOUTSOURCING
 Meng-kontrak-kan seluruh/sebagian operasi
komputer ke outside service organization
 Di-mulai akhir tahun 1960-an:
 excess time ditawarkan ke organisasi lain dalam bentuk
timesharing services
 sharing computer utilities (electricity, water, & gas)
 Antara 1970-1980 perhatian beralih ke distributed
processing, tapi outsourcer tetap provide computer
services
 OUTSOURCER = a computer service firm that
performs part or all of a customer firm’s computing for
a long period of time, kontrak 5-10 tahun)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Outsourcing Services:Outsourcing Services:
 Data entry & simple processing
 Contract programming
 Facilities management:
 is the complete operation of a computing center
 System’s integration:
 is the performance of all the tasks of the system
development life cycle
 Once the system is implemented, then
outsourcer turns it over to the customer
 Support operations for maintenance, service,
or disaster recovery
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Objective of Outsourcing:Objective of Outsourcing:
1. To do a better job of controlling costs:
reducing costs, containing costs, and
predicting costs
2. To relief management from the problems
of system maintenance so that attention
can be given to systems that provide
strategic value
3. To acquire access to leading edge
technology and knowhow
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
INSOURCING
 is the action of a firm to regain the
processing that previously was farmed out
to an outsourcer
 Alasan Insourcing:
 outsourcers have no interest in controlling
costs since they make money when costs go
up
 turning over of the processing to people who
don’t really know your business
 a loss of control
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
5. REDESAIN PROSES BISNIS5. REDESAIN PROSES BISNIS
a. REVERSE ENGINEERING
b. RESTRUCTURING
c. REENGINEERING
d. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS
BERBASIS KOMPUTER
e. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN
REDESAIN PROSES BISNIS
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
a. REVERSE ENGINEERINGa. REVERSE ENGINEERING
 Terkait dengan business intelligence
membeli sampel dari produk pesaing dan “di-
bongkar”
 Reverse engineering:
 is the process of analyzing a system to identify
the elements and their interrelationships, and
 to create documentation in a higher level of
abstraction than currently exists.
 Tdd. Dua sub-areas:
 REDOCUMENTATION
 DESIGN RECOVERY
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
REDOCUMENTATION
 Penyiapan dokumentasi sistem dgn menggunakan
system sebagai dasarnya
 Dimulai dgn analisis program code agar bisa
dibuatkan dokumentasi detail dalam bentuk
structured English dan program flowchart.
 Dokumentasi detail dianalisis agar bisa dibuatkan
abstract descriptions dalam bentuk data flow
diagram (DFD) dan system flowchart
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
DESIGN RECOVERY
Jadi, REVERSE EGINEERING does not
seek to change systems, rather it seeks only
to understand the system
Perubahan system dilakukan melalui
RESTRUCTURING atau REENGINEERING
 Penerapan human knowledge & reasoning pada
hasil redocumentation in order to completely
understand it
 Information specialist dan users fill in the gaps left
by the doumentation
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
b. RESTRUCTURINGb. RESTRUCTURING
 Restructuring ialah transformasi suatu sistem menjadi
bentuk lain tanpa mengubah fungsinya pada saat pertama
kali didesain.
 Contohnya:
 program yang dibuat tak beraturan diubah kedalam format
yang lebih terstruktur tanpa mengubah fungsi aslinya.
 Contoh lainnya ialah proses normalisasi database.
 Restructuring dilakukan perusahaan untuk memutakhirkan
sistem akibat munculnya teknik pemrograman yang lebih
terstruktur.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
c. REENGINEERING
 Reengineering ialah redesain menyeluruh dari suatu
sistem dengan tujuan untuk mengubah fungsi dari
sistem tersebut. Pendekatan reegineering dapat
mempengaruhi keseluruhan perusahaan.
 Tahapan reengineering:
REVERSE ENGINEERING RESTRUCTURING
FORWARD ENGINEERING.
 Forward engineering ialah nama lain untuk proses
yang menerapkan SDLC.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
d. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASISd. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASIS
KOMPUTERKOMPUTER
Forward
Engineering
Reverse
Engineering
Reengineering
Restructuring
Fese
Perencanaan
Fase
Analisis
Fase Desain Fase
Implementasi
Forward
Engineering
Forward
Engineering
Forward
Engineering
Reverse
Engineering
Reverse
Engineering
Reverse
Engineering
Reengineering ReengineeringReengineering
Restructuring RestructuringRestructuring
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 Pada bagian atas Gambar21.1:
 Forward engineering dan reverse engineering
menempuh SDLC secara berlawanan arah.
 Walaupun reverse engineering difokuskan pada aktivitas
yang bergerak dari fase implementasi ke fase design,
namun pergerakan ke fase sebelumnya masih dapat
dilakukan.
 Reengineering dimulai dari fase implementasi bergerak
fase per fase sampai ke fase perencanaan dimana SDLC
yang baru mulai berlangsung.
 Pada pergerakan balik ke fase-fase SDLC, reengineering
dapat memanfaatkan reverse engineering dan
restructuring sebagai alat untuk memperbaiki
dokumentasi.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 Restructuring dapat difokuskan pada fase mana
saja dalam SDLC.
 Model pada Gambar 21.1 mengilustrasikan dua
hal penting dalam BPR, yaitu bahwa:
1. BPR yang berbasis komputer tidak terbatas
hanya pada aktivitas fase implementasi tetapi
dapat berlaku untuk seluruh fase-fase SDLC,
2. Komponen-komponen BPR dapat diterapkan
secara kombinasi tergantung derajat
perubahan yang diinginkan.
e. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN REDESAINe. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN REDESAIN
PROSES BISNISPROSES BISNIS
 Seleksi komponen yang akan digunakan dalam BPR
dipengaruhi oleh kondisi sistem saat ini secara kualitas
fungsional dan teknis (Gambar 21.2).
Reverse
Engineer
Restructure
Tidak ada
Tindakan
Forward
Engineer
Reengineer
Reverse
Engineer
Jelek
Bagus
Jelek Bagus
Kualitas Teknis (HOW?)
Kualitas Fungsional
(WHAT?)
Gb.21.1 Seleksi
Komponen BPR berdasar
Kulaitas Fungsional &
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 KUALITAS FUNGSIONAL
 ialah pengukuran apa yang dilakukan sistem -
yaitu task yang dilaksanakan.
 KUALITAS TEKNIS
 ialah pengukuran bagaimana task tersebut
dilaksanakan.
 Pada intinya, kualitas teknis berkaitan dengan
seberapa jauh sistem merefleksikan teknik-
teknik modern yang terstruktur
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 Kuadran kiri bawah menunjukkan bahwa bila kualitas
fungsional dan teknis keduanya tidak baik maka perlu
dilakukan forward engineering. Artinya, akan lebih baik bila
proses diulang lagi dari awal.
 Kuadran kiri atas (kualitas fungsional baik tetapi kualitas
teknis buruk): dilakukan reverse engineering yang diikuti
dengan restructuring. Sistem tidak perlu di-refokus, yang
penting ialah modernisasi cara sistem melakukan task.
 Kuadran kanan bawah (kualitas fungsional buruk tetapi
kualitas teknis baik): dilakukan reverse engineering dan
reengineering. Hal ini terjadi karena sistem merefleksikan
teknik-teknik modern tetapi hasilnya tidak sesuai.
 Kuadran kanan atas tidak memerlukan tindakan apapun
karena kualitas fungsional dan teknis keduanya dalam
kondisi baik.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN
PROSES BISNISPROSES BISNIS
6.1. WARISAN SISTEM (LEGACY SYSTEM)
 Sistem warisan ialah sistem yang dikembangkan sebelum
teknik-teknik terstruktur muncul.
 Tiga hal penyebab information services pada warisan sistem
tidak efektif, yaitu:
 pemeliharaan semakin lama semakin kompleks &
mahal,
 timbul berbagai masalah moral berkaitan dgn
tingkatan spesialis informasi yang melakukan
maintenance,
 sumberdaya informasi yang digunakan sangat
banyak sehingga menyulitkan information services
untuk mengubah kebutuhan bisnis.
 Masalah sistem warisan akhirnya dpt ditangani dengan
munculnya berbagai software utk BPR.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 Tool untuk analisis program digunakan untuk identifikasi
kandidat terbaik program untuk digunakan pada BPR.
 Contohnya, COBOL/Metrics dari Computer Data Systems,
Inc. berfungsi untuk membuat ranking tingkat kesulitan
maintenance dan prioritas dari usaha reenginering dari
program-program.
 COBOL/SF dari IBM memiliki fasilitas untuk
restructuring, yaitu mengkonversi program yang tak
terstruktur menjadi program ekivalen yang terstruktur.
Software ini menghasilkan hirarki top-down dari modul-
modul terstruktur dengan satu titik entry dan exit dan
tanpa GOTO
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 InterCASE dari Interport Software Corporation digunakan
untuk reverse engineering dengan cara:
menghasilkan output yang dapat menjadi input untuk
CASE tool dan menyimpan outputnya dalam tempat
penyimpanan (repository).
 Produk-produk dari Bachman, terdiri atas Bachman Data
Analyst dan Bachman Database Administrator, memiliki
beberapa kemampuan untuk reengineering, diantaranya
yaitu:
melaksanakan fungsi reverse engineering dari
struktur data IMS, DB2 dan COBOL,
menghasilkan diagram entity-relationship
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA
INFORMASIINFORMASI
Perusahaan mengatasi kriminalitas
komputer dengan menerapkan keamanan
sistem (systems security) dan
meminimisasi kerusakan akibat segala
macam ancaman melalui contingency
planning
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)
 Keamanan sistem ialah proteksi untuk segala sumberdaya
informasi dr penggunaan pihak-pihak yg tak berwenang.
 Perusahaan menerapkan systems security yg efektif dgn cara
mengidentifikasi sumberdaya informasi yg rawan gangguan &
menerapkan tolok ukur & cara pengamanan.
 Minat terhadap systems security makin meningkat karena
beberapa alasan berikut ini:
a. Operasi kritis/penting perusahaan sangat tergantung
pada sistem informasi,
b. Aplikasi electronic data interchange (EDI)
memungkinkan organisasi untuk mengakses
sumberdaya informasi perusahaan yang berharga,
c. Sistem saat ini umumnya memiliki akses online dari user
yang berlokasi di seluruh perusahaan,
d. Kebanyakan end user umumnya lalai dalam
mengamankan dan menjaga sistem.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
8.1. TUJUAN KEAMANAN8.1. TUJUAN KEAMANAN
 Systems security diarahkan untuk mencapai tiga tujuan
utama, yaitu kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas
(Gambar 21.3).
 Kerahasiaan (confidentiality).
 Perusahaan berupaya melindungi data & informasi
dari penyusupan orang yang tak berwenang.
 Sistem Informasi Sumberdaya Manusia (HRIS)
bertanggung jawab thd informasi ttg kepegawaian.
 Sistem-sistem lainnya seperti account receivable,
purchasing, dan account payable bertanggung
jawab menjaga rahasia perorangan dari elemen-
elemen lingkungan perusahaan.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
 Ketersediaan (availability).
 Tujuan sistem informasi berbasis
komputer (CBIS) ialah menyediakan
data dan informasi untuk orang-orang
yang berwenang menggunakannya.
 Tujuan ini sangat penting terutama
untuk subsistem-subsistem pada
CBIS yang berorientasi informasi.
 Integritas (Integrity).
 Semua subsistem pada CBIS harus
menyediakan refleksi akurat dari
sistem fisik yang diwakilinya.
KETERSEDIAAN INTEGRITAS
KERAHASIAAN
SECURITY
INFORMASI
Penyusupan Tak Sah Penggunaan Tak Sah
Destruksi Tak Sah Modifikasi Tak Sah
Gb.21.3. Tindakan Tak Sah Mengancam Tujuan System Security
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
9. CONTINGENCY PLAN9. CONTINGENCY PLAN
 Operasi komputer yang tidak terganggu oleh kriminal
komputer atau bencana alam akan dapat dicapai
melalui eksekusi strategi-strategi yang telah
direncanakan sebelumnya.
 Perencanaan ini disebut sebagai disaster planning atau
sekarang lebih dikenal sebagai contingency planning.
 Teknik yang lebih dipercaya perusahaan ialah
membuat beberapa subplan yang berkaitan dengan
contingency, yaitu EMERGENCY PLAN, BACKUP
PLAN, dan VITAL RECORDS PLAN.
 Organisasi information services skala besar memiliki
manager of contingency planning yang tugas utamanya
ialah contingency planning.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
9.1. EMERGENCY PLAN
 Emergency plan menetapkan
pengukuran-pengukuran untuk
keselamatan peagwai saat terjadi
bencana, diantaranya yaitu
 sistem alarm,
 prosedur evakuasi, dan
 fire suppression systems
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
9.2. BACKUPPLAN
Perusahaan harus mengatur backup fasilitas
computing agar dapat digunakan saat terjadi
kerusakan atau musnah. Backup dilakukan melalui
kombinasi REDUNDANCY, DIVERSITY, dan
MOBILITY.
a. REDUNDANCY. Hardware, software, dan data
dibuat duplikasinya agar pada saat ‘down’ dapat
digunakan backup-nya sehingga prosesing tidak
terhenti.
b. DIVERSITY. Sumberdaya informasi tidak
seluruhnya diinstall pada lokasi yang sama.
Perusahaan besar umumnya memisahkan pusat
computing untuk area operasi yang berbeda.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
c. MOBILITY. Perusahaan-perusahaan kecil bekerja
sama menyediakan backup dengan user lainnya
yang memiliki tipe peralatan yang sama.
Perusahaan besar dapat memobilitaskan pusat
computingnya dengan mengontrakkan
sumberdayanya untuk jasa backup secara hot site
atau cold site.
 HOT SITE ialah fasilitas computing lengkap
yang disediakan suplier untuk konsumennya
untuk digunakan pada saat darurat.
 COLD SITE, sering disebut empty shell,
perusahaan menyediakan site terpisah dari
main computing facility dan hanya menyediakan
fasilitas bangunan saja tanpa komputer.
Komputernya sendiri diperoleh dari supplier dan
diinstall pada empty shell.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
9.3. VITAL RECORDS PLAN
 Record-record vital perusahaan ialah
dokumentasi tercetak, microform, dan magnetic
storage media yang diperlukan untuk
menjalankan bisnis.
 Record-record pada computer site harus dijaga,
selain itu backup copies pada remote location
juga harus tersedia.
 Semua tipe record secara fisik dapat
dtransportasikan ke remote location atau
ditransfer secara elektronik
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
• Tiga jenis electronic transmission service yang
tersedia ialah:
1. ELECTRONIC VAULTING, mulai digunakan
tahun 1988, ialah transmisi elektronik file-file
backup secara batch.
2. REMOTE JOURNALING mirip dengan
electronic vaulting tetapi transmisi hanya
dilakukan saat transaksi terjadi.
3. DATABASE SHADOWING yaitu duplikasi
database pada remote sites yang dijaga tetap
up-to-date.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
10.10. PENTINGNYA ETIKAPENTINGNYA ETIKA
1. ETIKA SEBAGAI PARAMETER
PERILAKU
2. EMPAT ISYU ETIKA
3. PERJANJIAN SOSIAL PENGGUNAAN
KOMPUTER
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
10.1. ETIKA SEBAGAI PARAMETER
PERILAKU
 Perilaku manusia dituntun oleh hukum, moral, dan etika.
 Hukum terlihat jelas karena biasanya tertulis;
 moral ialah standard betul atau salah yang secara
umum dapat diterima; sedangkan
 etika ialah ekspresi moral dalam bentuk aturan-
aturan yang digunakan sebagai panduan.
 Beberapa aturan etika bersifat informal (diperoleh
berdasarkan pengalaman), beberapa aturan lainnya
bersifat formal yaitu didokumentasikan secara tertulis.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Organisasi-organisasi professional computing telah
membuat lima aturan etika yaitu:
Nama Organisasi Etika
Association for Computing
Machinery
Professional Conduct and Procedures
for the Enforcement of the ACM Code
Data Processing Management
Association (DPMA)
Code of Ethics, Standards of Conduct
and Enforcement Procedures
British Computer Society (BCS) Code of Conduct
The Institute of Electrical and
Electronics Engineers (IEEE)
Code of Ethics
The Institute for Certification of
Computer Professionals (ICCP)
Codes of Ethics and Good Practices
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
10.2. EMPAT ISYU ETIKA
 Prof. Richard O’Mason (Southern Methodist
University) mengidentifikasi empat isyu etika
(diakronimkan sebagai PAPA) berkenaan dengan
era informasi.
 PAPA, akronim dari
 PRIVACY,
 ACCURACY,
 PROPERTY, dan
 ACCESSIBILITY,
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
1. PRIVACY. Informasi apa yang berkaitan dengan seseorang atau asosiasi
yang boleh diungkapkan kepada orang lain; pada kondisi apa dan
dengan perlindungan apa? Apa yang boleh tetap dirahasiakan
seseorang yang tidak dipaksa untuk diungkapkan kepada orang lain?
2. ACCURACY. Siapa yang bertanggung jawab terhadap otentik,
kebenaran, dan akurasi (ketepatan) informasi? Siapa yang bertanggung
jawab akibat error informasi dan bagaimana korban menerimanya?
3. PROPERTY. Siapa yang memiliki informasi? Apa dan berapa nilai tukar
yang pantas? Siapa yang memiliki saluran transmisi informasi?
Bagaimana akses ke sumberdaya yang jarang (scarce) ini dialokasikan?
4. ACCESSIBILITY. Informasi apa yang seseorang/organisasi mempunyai
hak memeprolehnya, pada kondisi apa dan dengan perlindungan apa?
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
10.3. PERJANJIAN SOSIAL
PENGGUNAAN KOMPUTER
 Lima prinsip dasar (Prof. Richard O’Mason) agar teknologi
informasi dan informasi yang tanganinya digunakan untuk
meningkatkan harkat hidup manusia. Perusahaan harus
memenuhi perjanjian sosial penggunaan komputer dengan
cara memastikan bahwa informasi sistem perusahaan:
 tidak akan melanggar privacy seseorang,
 akurat
 melindungi penyalahgunaan transmisi sumberdaya
informasi,
 melindungi intellectual property
 dapat diakses utk menghindari penghinaan information
illiteracy & pencabutan HAM.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Executive Information
Systems
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Marketing
information
system
Manufacturing
information
system
Financial
information
system
Human
resource
information
system
Environmental information and data
Top-level
managers
A Firm Without An EIS
Environmental Information and data
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Environmental Information and data
Environmental Information and data
Marketing
information
system
Manufacturing
information
system
Financial
information
system
Human
resource
information
system
Executive
information
system
A Firm With
An EIS
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
What Do Executives Do? - Definition of Executive
 Executive manager on the upper level of the organizational hierarchy
who exerts a strong influence on the firm.
 "Company" attitude, long term attitude
Fayol's Management Functions
 Plan - especially important
 Organize
 Staff
 Direct
 Control
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Mintzberg's Managerial Roles
 Different levels of management perform
the same managerial roles but the relative
time spent on roles is different at different
levels
 Long-range, entrepreneurial improvements
and responding to unanticipated situations
is the focus of high level managers
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Kotter's Agenda and Networks
 John P. Kotter, Harvard professor
 Executives follow a three step strategy
 Agenda -- long-range strategy and short
 Networks -- cooperative relationships
Hundreds or thousands
Inside and outside the firm
 Environment -- norms and values
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
How Do Executives Think?
 Daniel J. Isenberg, Harvard professor
 Studied more than one dozen executives over a
2-year period
 What they think about
1. How to get things done
2. A few overriding issues
 More concerned with the process than the solution
 Thought processes do not always follow the step-
by-step patterns of the systems approach
 Intuition is used at each step
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Unique Information Needs Mintzberg Study
 Mintzberg was first to conduct a formal study of
executive information needs
 Studied 5 executives in early 1970s
 Five basic activities
 desk work
 telephone calls
 unscheduled meetings
 scheduled meetings
 tours
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Distribution of Hours -
Mintzberg
Legend:
Interpersonal
Communication
Desk Work
22%
Unscheduled
Meetings
10%
Telephone
Calls
6%
Scheduled
Meetings
59%
Tours
3%
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Unique Information Needs Jones & McLeod Study
 Studied 5 executives in early 1980s
 Objectives : How much information ? Value ? Sources ?
Media ? Use ?
 How much information reaches the executive
 A transaction - a communication involving any medium
 Daily volume
 Varies from executive to executive
 Varies from day to day
 Daily value
 The vice president of tax probably had a preceptive
information gathering style, accounting for the low
values
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
HIGHHIGH HIGHHIGH
HIGHHIGH HIGHHIGH
HIGHHIGH
AVGAVG
LOWLOW
AVGAVG
LOWLOW
AVGAVG
LOLO
WW AVGAVG
LOWLOW
Bank
CEO
Vice
President
of Tax
The Volume of Information Reaching the Executives
0
10
20
30
40
50
60
Retail Chain
CEO
Insurance
President
Vice
President of
Finance
AVGAVG
LOWLOW
Numberof
Transactions
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
0
5
10
15
20
25
30
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
All five
executives
Vice President
of tax
Bank CEO
Value
PercentageoftransactionsThe Value of Information Reaching Executives
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Sources
 Some executives went down 7 levels to
gather information
 Sources were internal and external
 External sources provided the most volume
but also the lowest average value
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Media Used for Communication
 Written media accounts for 61% of the transactions
 Computer reports
 Letters and memos
 Periodicals
 Oral media is preferred by executives
 Tours
 Business meals
 Telephone calls
The Executive Does not Control:
• Letters
• Memos
• Telephone calls
• Unscheduled meetings
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Information Use by Decisional Role
Disturbance
handler
(.42)
Entrepreneur
(.32)
Resource
allocator
(.17)
Unknown
(.06)
Negotiator
(.03)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Jones & McLeod Study
Findings
 Environmental sources - highest volume
 Internal sources - highest value
 Written media- highest volume
 Oral media -highest value
 Little information direct from computer
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Unique Information Needs Rockart and Treacy Study
 John Rockart and Michael Treacy, both of MIT
 Studied 16 companies in early 1980s
 Found many computer users
 Found some executives interested in detail
 Coined the term ‘executive information system’
Rockart and Treacy Study EIS
 A central purpose
 A common core of data
 Two principal methods of use
 A support organization
- EIS coach
- EIS chauffeur
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Rockart and Treacy Study EIS Characteristics
 Used for planning and controlling
 Importance of database
 Internal/environmental
 Past/present/future
Rockart and Treacy Study EIS Characteristics (continued)
 Two principal methods of use
- Retrieve reports
- Conduct analyses
 Support organization
- EIS coach
- EIS chauffeur
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Putting Computer Use in Perspective
Two key points:
1. Computer use is personal
2. Computer produces only a portion of the
executive's information
A Suggested Program
1. Take an inventory
2. Stimulate high-value sources
3. Take advantage of opportunities
4. Tailor the system to the executive
5. Take advantage of technology
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Personal
computer
Make
corporate
information
available
Information
requests
Executive
database
Corporate
database
Electronic
mailboxes
Software
library
Current news,
explanations
External
data and
information
Information
displays
Executive workstation
Corporate mainframeCorporate mainframe
To other
executive
workstation
To other
executive
workstation
An EIS Model
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Dialogue Between the Executive and the EIS
 Typically by a series of menus, keyboarding is minimized
 Drill down to specific information needed from the overview
level
Incorporation of Management Concepts
 Critical success factors
 Management by exception
 Mental model
- Information compression
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
EIS Implementation Decisions
Three Key Questions:
1. Do we need an EIS?
2. Is there application-development software available?
3. Should we purchase prewritten EIS
software?
Advantages of Prewritten Software
1. Fast
2. Doesn't strain information services
3. Tailored to executives
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
EIS Critical Success Factors
-Rockart and David DeLong
1. Committed/informed executive sponsor
2. Operating sponsor
3. Appropriate information services staff
4. Appropriate information technology (IT)
5. Data management
6. Link to business objectives
7. Manage organizational resistance
8. Manage the spread and evolution
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Prerequisite Activities for the EIS
Purchasing and
Performance
Systems
Information
technology standards
Informatio
n
needs
Analysis of
Organization
Information
Systems Plan
Corporate
data
model
EIS
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Future EIS Trends
 Use will become commonplace
 Decreasing software prices
 Will influence MIS/DSS
 The computer will always play a support
role
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Marketing Information
Systems
Copyright 1998 Prentice-Hall, Inc.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Introduction
 Marketing was the first functional area to exhibit
an interest in MIS
 The marketing information system has three
subsystems; the accounting information system,
marketing research, and marketing intelligence
 Functional information systems: the conceptual
systems should be "mirror images" of the
physical systems
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Functional information systems
Marketing
information
system
Manufacturing
information
system
Finance
information
system
Human resource
information
system
Marketing
function
Manufacturing
function
Finance
function
Human
resources
function
Physical system of the firm
Functional Information Systems Represent
Functional Physical Systems
Information
resource
information
system
Information
Services
function
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Marketing Principles
 Marketing mix :Product, Promotion, Place,
Price
The Marketing Information System (MKIS)
 Kotler's marketing nerve center
 3 information flows :Internal, Intelligence (from
environment), Communications (to environment)
Firm
Environ-
ment
Marketing intelligence
Marketing communications
Internal
marketing
information
Kotler’s Information Flows
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Marketing Information System (MKIS) Definition
A computer-based system that works in conjunction with other
functional information systems to support the firm's
management in solving problems that relate to marketing the
firm's products.
An MKIS Model Output
– product
– place
– promotion
– price
– integrated mix
 Database
 Input
– AIS
– marketing research
– marketing intelligence
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Input
subsystems
Output subsystems
D
A
T
A
B
A
S
E
Accounting
information
system
Marketing
research
subsystem
Marketing
intelligence
subsystem
Internal sources
Environmental sources
Product
subsystem
Place
subsystem
Promotion
subsystem
Price
subsystem
Integrated-
mix
subsystem
Users
DataData InformationInformation
Marketing Information System ModelMarketing Information System Model
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Accounting Information System
 Sales order data is input.
 AIS provides data for
 Periodic reports
 Special reports
 Mathematical models and knowledge-based
models
Marketing Research Subsystem
 Gathered from customers and prospects
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Primary versus Secondary Data
 Primary data are collected by the firm
 Examples of primary data
 Survey
 In-depth interview
 Observation
 Controlled experiment
 Secondary data
 Mailing lists
 Retail sales statistics
 Video retrieval systems
 Some secondary must be bought and some is free
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Marketing Research Software
 Graphics packages (print maps)
 CATI (computer-aided telephone interviewing) where
the computer displays the next question to ask
 Statistical analysis
Marketing Intelligence Subsystem
 Ethical activities aimed at gathering information
about competitors
 Each functional information system has an
intelligence responsibility
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Sales
Volume
STAGES
Introduction Growth Maturity Decline
Should the
product be
introduced
Should the product strategy
be changed
Should the
product be
deleted
The Product Life Cycle and Related Decisions
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
New Product Evaluation Model
 New product committee
 Explicitly considers production as well as
marketing
 Lists decision criteria and their weight
Place Subsystem
 Channel of distribution may be short or long
 Material, money, and information flow through
the distribution channel
– Resource flows
– Feedforward information
– EDI fits in here
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Material, Money, and Information Flow
Two-way information flow
SupplierSupplier
Manu-Manu-
facturerfacturer
Whole-Whole-
salersaler RetailerRetailer ConsumerConsumerMaterial MaterialMaterialMaterial
MoneyMoney MoneyMoneyMoneyMoneyMoneyMoney
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Integrated-Mix Subsystem
 BRANDAID Model
 Solid arrows: influences
 Dashed arrows: responses
 Environmental and retailer influence on
the consumer
 Individual influences
 Combined influences
 Unexpected influences
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Product
Price
Advertising
Promotion
Price-off coupons
Premiums
Samplings
Package:
Graphics &
function
Assortment
Sales
Availability
Price
Promotion
Advertising
Product
Price
Advertising
Promotion
Price-off coupons
Premiums
Sampling
Package:
Graphics &
function
Assortment
SeasonalSeasonal
trendtrend
ManufacturerManufacturer
RetailerRetailer
CompetitorCompetitor EnvironmentEnvironment
ConsumerConsumer
BRANDAID
SalesSales
DistributionDistribution
Price
Trade promotion
Salespersons
Pacakge assortment
Price
Trade promotion
Salespersons
Pacakge assortment
SalesSales
DistributionDistribution
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
The MKIS in Fortune 500 Firms
 Preprocessed information 71% of 1990 firms
 Mathematical modeling
 Generally down. Reason is unknown.
 Support for management levels
– Models
– Overall
 Support for management functions
 Support for the marketing mix
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
How Managers Use the MKIS
Integrated
Product Place Promotion Price Mix
Vice-pres of marketing X X X X X
Other executives X X X X X
Brand managers X X X X X
Sales manager X X
Advertising manager X X
Manager mktg resrch X X X X X
Manager of product planning X
Manager of physical distribution X
Other managers X X X X X
Subsystem
Subsystem
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Manufacturing Information
Systems
Copyright 1998 Prentice-Hall, Inc.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Computers in the Physical System
 CAD (computer-aided engineering)
 Design database
 CAM
 Robotics
The Computer As an Information System
 Reorder point (ROP) systems
– Know terms: reorder point, stockout, lead
time, safety stock
– ROP formula: R = LU+S
– Still used by many firms. It is especially well
suited to retail inventories.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Reorder Point (ROP) Systems
 Know terms: reorder point, stockout, lead
time, safety stock
 ROP formula: R = LU+S
 Still used by many firms. It is especially
well suited to retail inventories
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Material Requirements Planning (MRP)
Components:
1. Production scheduling system -- produces a master
production schedule that encompasses the longest lead
time plus the longest production time.
2. MRP system -- explodes the bill of materials. Converts
the gross requirements into the net requirements.
3. Capacity requirements planning system works with MRP
system to keep production within plant capacity.
Produces outputs: reports and planned order schedule.
4. Order release system produces reports for shop floor
and purchasing.
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Customer
order file
Sales
forecast
file
Finished-
goods
inventory
file
Produc-
tion
capacity
file
Bill of
material
file
PlannedPlanned
orderorder
scheduleschedule
Raw
materials
inventory
file
1.Production
scheduling
system
2. Material
requirements
planning
system
3. Capacity
requirements
planning
Purchasing
system
Order release
report
4.Order
release
system
Order release
report
Shop floor
control
system
Performance reports
Planning reports
Exception reports
Changes to
planned orders
An MRP System
Master
produc-
tion
schedule
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Manufacturing Resource
Planning (MRP-II)
 The purpose is to integrate MRP with all
systems that affect materials management
 Organizational systems
 Accounting information system
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Material
requirements
planning
Executive
information
system
Order
entry
Accounts
payable
Accounts
receivable General
ledger
An MRP II SystemAn MRP II System
Other functional
information systems
Purchasing
ReceivingBilling
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
MRP-II Benefits
 More efficient use of resources
 Reduced inventories
 Less idle time
 Fewer bottlenecks
 Better priority planning
 Quicker production starts
 Schedule flexibility
 Improved customer service
 Meet delivery dates
 Improved quality
 Lower price possibility
 Improved employee moral
 Better management information
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Just-In-Time (JIT)
Faster material flow
 Small lot size
 Timing
 Compare JIT to online processing and MRP to batch
 Kanban pulls material as opposed to MRP push
 Computer not emphasized
Manufacturing Information System
 Definition (same components as marketing)
– A computer-based system that works in conjunction
with other functional information systems to support
the firm's management in solving problems that relate
to manufacturing the firm's products
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
D
A
T
A
B
A
S
E
Accounting
information
system
Industrial
engineering
system
Manufacturing
intelligence
subsystem
Production
subsystem
Inventory
subsystem
Quality
subsystem
Cost
subsystem
Internal
sources
Environmental
sources
InputInput
subsystemssubsystems
OutputOutput
subsystemssubsystems
Users
Data Information
A Model of a Manufacturing SystemA Model of a Manufacturing System
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Industrial Engineering Subsystem
 The industrial engineer
 Studies physical and conceptual systems
 Sets production standards
Manufacturing Intelligence Subsystem
 Can be viewed in terms of environmental contacts
 Labor unions (personnel flow)
– formal and informal systems
– personnel information
– union contract compliance
 Suppliers (material and machine flow)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Labor UnionsLabor Unions
•SuppliersSuppliers
•EmploymentEmployment
agenciesagencies
•College &College &
universitiesuniversities
•TradeTrade
schoolsschools
GovernmentGovernment
GlobalGlobal
communitycommunity
CompetitorsCompetitors
Industrial relationsIndustrial relations
departmentdepartment
Strategic level
management
Human
resources
department
Employees
Manufacturing
management
PersonnelPersonnel
requestsrequests
ApplicantApplicant
datadata
Union contractUnion contract
performanceperformance
Formal flowFormal flow
Informal flowInformal flow
Flow of Labor InformationFlow of Labor Information
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
A Formal Supplier Selection
Process
1. Questionnaire
Production capability
Emphasis on quality
2.Financial analysis
Long-term reliability
3.Buyer tour of supplier's plant
4.Suppliers tour the firm's plant
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Units replaced or repaired because
of defective parts, supplier spare
parts availability, and so on
Units rejected upon receipt, units
rejected during production,
reasons for rejection, and so on
Customer
service input
Quality
control input
Supplier
input
Financial strength, quality control
emphasis, past quality and delivery
performance, and so on
Supplier
file
Input to Supplier Records
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Production Subsystem
Used to:
1. Build production facilities
2. Operate production facilities
 Production schedule determines when the
production steps are performed
 Track expected and actual completion
times
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Inventory Subsystem
 Importance of determining the inventory
level
 Maintenance cost (carrying costs)
 Purchasing costs
 Economic Order Quantity (EOQ)
 Economic manufacturing quantity (EMQ)
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Quality Subsystem
 Deming’s fourteen points; maintained that it
is not workers but management that
determines quality
 Total quality management (TQM)
 Elements of TQM
 zero defects
 quality at the source
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
TQM Philosophy
*Customer-driven
quality standards
*Customer-supplier
links
*Prevention
orientation
*Quality at the
source
*Continuous
improvement
Total
Quality
Management
Graphical Tools
*Process flowcharts
*Check sheets
*Pareto analysis
and histograms
*Cause and effect
(fishbone) diagrams
*Run charts
*Scatter diagrams
*Control charts
Statistical
Tools
*Sampling plans
*Process
capability
*Taguchi
methods
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
A Quality Environment
 Top management commitment
 Annual quality targets
 A fine-tuned physical system
 Maintained machines
 Neat facilities
 Trained workers
 Emphasis on raw material
Cost Subsystem
 Periodic reports
 Required ingredients
1. Standards
2. Information
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Subsystem
User Inventory Quality Production Cost
Vice president of manufacturing
Other executives
Plant Superintendent
Manager of planning and control
Manager of Engineering
Manager of quality control
Director of purchasing
Manager of inventory control
Other managers
How Managers Use the
Manufacturing Information System
XX XX XX
XX
XX
XX
XX
XX
XXXX XX
XX XX
XXXXXX XX
XXXX XX
XX XX XX XX
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Computer-Integrated Manufacturing
 The philosophy that all production and
information technologies must work
together
 Includes both physical and conceptual
systems
 CAD is the link
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
CIM Includes Both Physical and Conceptual
Concepts
The
Physical Production
System The CBIS
CAM
Robotics
CAD
Executive
Information
System
Other
functional
information
systems
Manufacturing
Information
System
Legend :
Physical System
Conceptual system
Both physical and conceptual system
SUPER 111213389 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - D3
Atre, S. 1988. Database: Structured Technique for
Design, Performance, and Management. John Wiley &
Sons, New York.
Flaatten, O. Per, Donald J. McCubbrey, P.D.
O’Riordan, & Keith Burgess. 1992. Foundations of
Business Systems. 2nd
Ed. Andersen Consulting, Arthur
Andersen & Co. S.C., Orlando, FL.
McLeod, Raymond Jr. 1995. Management Information
Systems: A Study of Computer-Base Information
System. 5th
Ed. MacMillan Publishing Company, New
York.
Scott, George M. 1986. Principles of Management
Information Systems. McGraw-Hill Book Company,
New York.
DAFTAR
PUSTAKA

SUPER.111213389

  • 1.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAFTAR PUSTAKA :  John G, Burch ; “Information System Theory and Practice, 1974; Prentice Hall.  Gordon B, Davis ; “Management Information System”, 1990  McLeod Raymond ; “ Management Information System”, ke 9, 2007
  • 2.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Definisi : “Sekumpulan Unsur/ elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan” “Suatu jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”
  • 3.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Komponen/elemen (Component)Komponen/elemen (Component) Batas Sistem (Boundary)Batas Sistem (Boundary) Lingkungan Luar (Environment)Lingkungan Luar (Environment) Penghubung (Interface)Penghubung (Interface) Masukan (Input)Masukan (Input) Pengolah (Process)Pengolah (Process) Keluaran (Output)Keluaran (Output) Sasaran (Objective) /Tujuan (Goal)Sasaran (Objective) /Tujuan (Goal)
  • 4.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 • Abstract System &Abstract System & Physical SystemPhysical System • Natural System &Natural System & Human Made SystemHuman Made System • Deterministic System &Deterministic System & Probabilistic SystemProbabilistic System • Closed System & OpenClosed System & Open SystemSystem
  • 5.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 SoftwareSoftware HardwareHardware CPU, Monitor, Keyboard, Printer, Mouse, Plotter, sacnner, ..... System Software System Management Programs System Support Programs System Development Software Application Software General Purpose App. Programs Application Specific Programs BrainwareBrainware Database, Administrator, Sistem Analis, Programmer, Operator
  • 6.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Hubungan Hardware, Software, Brainware Computer Hardware System Software Application Software Brainware
  • 7.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 INFORMASIINFORMASI Definisi: R.Mcleod Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang Jenis Informasi ; Formal dan Informal Ciri-ciri Informasi Terbaru, Tepat Waktu, Relevan, Konsisten dan Penyajian dalam bentuk yang sederhana Penggunan Informasi  Low Level Managers  Middle Level Managers  Top Level Managers
  • 8.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 INFORMASIINFORMASI menurut pakar Menurut Gordon B, Davis : Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang Menurut Jhon G, Burch :Menurut Jhon G, Burch : Informasi adalah hasil pembentukan penyusunan,Informasi adalah hasil pembentukan penyusunan, pengorganisasian atau pengubahan data yang menambahpengorganisasian atau pengubahan data yang menambah tingkat pengetahuan.tingkat pengetahuan.
  • 9.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Hubungan Data dan Informasi  Data bersifat objektif  sangat bergantung bagi si penerimanya.
  • 10.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 SISTEM INFORMASISISTEM INFORMASI Definisi Adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan R.Mcleod Sistem Informasi merupakan sistem yang empunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi
  • 11.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KONSEP DASAR INFORMASI  Raymond Mcleod menyatakan tentang informasi sebagai berikut; “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang ” 4)  Jenis-jenis informasi   Formal : yang dihasilkan dari dalam organisasi   Informal : yang berasal dari luar organisasi  Ciri-ciri Informasi   Terbaru   Tepat Waktu   Relevan   Konsisten   Penyajian dalam bentuk yang sederhana  Penggunaan Informasi   Low Level Managers   Middle Level Managers   Top Level Managers ------------------------------------------------------------------------------ 4) Raymond McLeod, Jr, Management Information System A Study Of Computer-Base Information System 6 th edition, by Prentice-Hall, Inc 1992
  • 12.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Fungsi-fungsi Informasi  Adapun fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut:  Untuk meningkatkan pengetahuan bagi sipemakai  Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai  Mengambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.
  • 13.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DATA DAN DATABASE  Data :  Definisi Data  Komponen atribut nilai  Hirarki data  Database :  evolusi file  definisi database  tujuan pendekatan database  arsitektur database  data model  data sharing  Integritas
  • 14.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DATA  Sekumpulan fakta, bilangan, angka dan simbol yang dibentuk dan diolah menjadi informasi (Scott)  Gambaran / Fakta secara relatif belum berarti bagi si penerima (Davis)  Penggambaran fakta, pengertian atau instruksi yang disampaikan, dimengerti dan diolah oleh manusia atau peralatan yang digunakan.
  • 15.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 HUBUNGAN DATA DAN DATABASE  Jenis data pada sistem database  keuntungan pemakaian sistem database  kerugian pemakaiana sistem database  Istilah yang dipergunakan dalam sistem database
  • 16.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DBMS (Database Management Systems)  Definisi DBMS  Bahasa dalam DBMS  Fungsi DBMS  Komponen DBMS  Perbedaan Tradisional file management (FMS) dengan Database Management Systems (DBMS)
  • 17.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Klasifikasi Sistem  Suatu Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudat padang, yaitu;  Sistem Abstrak (Abstract System), adalah sistem yang tidak tampak secra fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh, sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.  Sistem Fisik (Physical System), adalah sistem yang tampak secara fisik. Contoh, Sistem Komputer, Sistem Produksi, Sistem Pendidikan dll  Sistem Alamiah (Natural System), adalah sistem yang terjadi dari proses-proses alam. Contoh Sistem Geologi.  Sistem buatan Manusia (Human made system), adalah suatu sistem yang dirancang atau didisain oleh manusia. Contoh Sistem Informasi.  Sistem Deterministik (Deterministic System), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diramalkan. Interaksi antar elemen-elemen dapat diteteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan. Contoh sistem kompputer  Sistem Probabiltas (Probabilistic System), adalah sistem yang tidak bisa diramalakan Contohnya Sistem Manusia.  Sistem Tertutup (Closed System), adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya.  Sistem Terbuka (Open System), adalah sistem yang berhubungan atau dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.
  • 18.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KONSEP DASAR SISTEM  Menurut Gordon B. Davis (1984) menyatakan bahwa: “Sebuah sistem terdiri dari bagain-bagian yang saling berkaitan ynag beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud”. 1)  Pedapat yang serupa tentang dikemukan oleh Raymond Mcleod menyatakan “Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk sautu kesatuan yang utuh dan terpadu” 2)  Jerry FitzGerald, menyatakan “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling behubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertenu” 3)  Maka dari definisi-definisi diatas maka dapat disimpulkan: “Sistem adalah adalah kumpulan elemen yang terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut untuk mencapai suatu tujuan”. ----------------------------------------------------------------  1) Gordon B. Davis, Margrethe H. Olson Managemen Information System: Conceptual Foundations, structure, and Development. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha, International Student Edition, 1984, hal 5  2) Raymond McLeod, Jr, Management Information System A Study Of Computer-Base Information System 6 th edition, by Prentice-Hall, Inc 1992  3) Jerry FitzGerald, Ardra F. FitzGerald, Warren D. Stallings, Jr.. Fundamentals of Systems Analysis (edisi kedau; New York: Jhon Willy & Sons, 1981), hal 5.
  • 19.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Karakteristik / Sifat Sistem  Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat- sifat tertentu yaitu;  Komponen/Elemen (component)  Batas sistem (boundary)  Lingkunga luar sistem (environment)  Penghubung (interface)  Masukan (input)  Pengolah (proces)  Keluaran (output)  Sasaran (ovjective) atau tujuan (goal)
  • 20.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Contoh sistem …  Sistem Komputer, terdiri dari elemen hardware, software, brainware  Sistem Akuntasi  Sistem Transfortasi, terdiri dari elemen jalan,kendaraan,manusian
  • 21.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 SISTEM INFORMASI menurut pakar …  Mcleod (1992) mengemukan pendapat mengenai sistem informasi yaitu:  “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi”  Gordon B. Davis dalam bukunya yang berjudul Management Information System, mengemukan pendapatnya sbb;  “Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi”
  • 22.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 SISTEM INFORMASI menurut pakar …  Bryce juga menyatakan bahwa “sistem informasi adalah suatu rangkaian proses bisnis yang secara logis saling berhubungan untuk mencapai tujuan organisasi”.  Taggart juga membahas tentang informasi dalam lingkungan sistem informasi ini. Menurutnya, informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :  harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat  harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan/ pengambilan keputusan  harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan  harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.  Brooker, dkk menyatakan bahwa sistem informasi yang menghasilkan informasi dengan persyaratan di atas harus mempunyai beberapa sifat seperti :  pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai  manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan  keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi  kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi.
  • 23.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI  Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.  Bila istilah sistem dan informasi digabung menjadi sistem informasi, maka  “Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan”.  Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomuni kasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
  • 24.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Komponen Sistem Informasi.  Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan blok bangunan (building block), yaitu:  Blok Masukan (Input block), adalah data-data yang masuk ke dalam sistem  Blok Model (Model block), adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.  Blok Keluaran (Output block), adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem  Blok Teknologi (Technology block), merupakan kotak alat dalam sistem informasi, yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh.  Blok Basis Data (Database block), merupakan kompulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.  Blok Kendali (Control block), adalah pengendalian yang dirancang secara khusus untuk menangulangi gangguan-gangguan terhadap sistem.  Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu sama lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
  • 25.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PERAN DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS  Mendukung proses dan operasi bisnis  Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya  Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif
  • 26.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 MODEL UMUM SISTEM UMPAN BALIK INPUT PROSES OUTPUT TUJUAN KENDALA KONTROL
  • 27.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KLASIFIKASI SISTEM 1. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). 2. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).
  • 28.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KOMPONEN SISTEM INFORMASI TEHNOLOGI DATABASE CONTROL INPUT MODEL OUTPUT
  • 29.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 MODEL BLOK MODEL PROSEDUR LOGIKA MODEL MATEMATIK
  • 30.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 TEHNOLOGI BLOK TEHNOLOGI MENERIMA INPUT MENJALANKAN MODEL SIMPAN DAN AKSES DATA HASIL DAN KIRIM OUTPUT CONTROL PROSES & CONTROL SISTEM
  • 31.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 INPUT BLOK INPUT METODE MEDIA INPUT
  • 32.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 OUTPUT BLOK OUTPUT DOCUMENT OUTPUT INFORMASI BERKUALITAS
  • 33.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KENDALI BLOK CONTROL OPERASIONAL SISTEM CEGAH DAN TANGANI KESALAHAN DAN KEGAGALAN SISTEM
  • 34.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DATABASE BLOK DATABASE DATA HARDWARE SOFTWARE
  • 35.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PERANGKAT SISTEM INFORMASI 1. HARDWARE : komputer, printer, dan teknologi jaringan 2. SOFTWARE a. OPERATING SYSTEM : Windows, Linux, Novell Netware, dll b. APLIKASI : Ms.Office, GL, Corel Draw, dll c. UTILITY : anti virus, Norton Utility, Disk Doctor, dll. d. BAHASA PEMROGRAMAN : V.Foxpro, C++, Pascal, dll. 3. BRAINWARE : a. CLERICAL PERSONNEL b. FIRST LEVEL MANAGER c. STAFF SPECIALIST d. MANAGEMENT 4. DATA : dokumen bukti transaksi, nota, kuitansi, dsb. 5. PROSEDUR : Manual book, prosedur sistem pengendalian intern
  • 36.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PENGELOLA SISTEM INFORMASI OPERATOR PERENCANAAN STRATEGIS, KEBIJAKAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERENCANAAN TAKTIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERENCANAAN, PENGAWASAN OPERASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TOP MANAGEMENT MIDDLE MANAGEMENT LOW MANAGEMENT PEMROSESAN TRAN- SAKSI DAN RESPON PERMINTAAN
  • 37.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 HUMAN ERROR  Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.  Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan yang benar.  Kehilangan data atau data tidak terolah.  Pemeriksaan atau pencatatan.  Salah dalam menggunakan dokumen induk / file induk.  Kesalahan dalam prosedur pengolahan.  Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.
  • 38.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 SUMBER DAYA Manajer mengelola sumber daya sbb :  Man (Manusia)  Money (Uang)  Material (Bahan baku)  Machine (Mesin, termasuk fasilitas dan energi)  Methode (Metode/cara)  Informasi (termasuk data)
  • 39.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 MENGELOLA INFORMASI  Manajer mengelola sumber daya fisik juga sumber daya konseptual  Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna  Manajer juga memastikan orang yang layak dalam organisasi untuk menerima informasi tersebut dalam bentuk yang tepat sehingga dapat dimanfaatkan.  Manajer akhirnya juga membuang informasi yang tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan informasi yang mutakhir dan akurat
  • 40.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 MANAJEMEN INFORMASI  Memperolah informasi  Menggunakan informasi dengan efektif dan efisien  Membuang informasi pada saat yang tepat
  • 41.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PERHATIAN MANAJEMEN INFORMASI  Kompleksitas kegiatan bisnis yang meningkat :  Pengaruh ekonomi internasional  Persaingan dunia  Kompleksitas teknologi yang meningkat  Batas waktu yang singkat  Kendala-kendala sosial  Kemampuan komputer yang semakin baik
  • 42.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PENGGUNA KOMPUTER  MANAJER  NON-MANAJER  ORANG-ORANG DAN ORGANISASI DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN
  • 43.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN (Henry Fayol, 1914)  PLANNING  ORGANIZING  ACTUATING  STAFFING  CONTROLLING
  • 44.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PERAN MANAJERIAL (MINTZBERG)  INTERPERSONAL ROLES  Figurehead  Leader  Liaison  INFORMATIONAL ROLES  Monitor  Disseminator  Spokeperson  PERAN KEPUTUSAN  Enterpreneur  Disturbance handler  Negotiator
  • 45.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 INTERPERSONAL ROLES  Figurehead, manajer melaksanakan tugas-tugas seremonial, seperti mendampingi perjabat yang berkunjung meninjau fasilitas  Leader, manajer memelihara unit dengan memperkerjakan dan melatih staf serta menyediakan motivasi dan dorongan.  Liaison, manajer menjalin hubungan dengan orang- orang diluar unit manajer tersebut – rekan kerja dan lainnya dilingkungannya dengan tujuan menyelesaikan masalah bisnis.
  • 46.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 INFORMATIONAL ROLES  Monitor, manajer secara tetap mencari informasi mengenai kinerja unit. Indera manajer mengamati aktivitas intern unit dan lingkungannya.  Disseminator, manajer meneruskan informasi yang berharga kepada oranglain didalam unitnya.  Spokeperson, manajer meneruskan informasi yang berharga kepada orang-orang diluar unit-pimpinan dan orang-orang dilingkungannya
  • 47.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PERAN KEPUTUSAN  Enterpreneur, manajer membuat perbaikan-perbaikan yang cukup permanen pada unit seperti mengubah struktur organisasi.  Disturbance handler, manajer bereaksi pada kejadian-kejadian tidak terduga, seperti devaluasi dolar di negara asing yang menjadi tempat operasi perusahaannya.  Resource Allocator, manajer mengendalikan pengeluaran unitnya, menentukan unti bawahannya mana yang mendapatkan sumber daya.  Negotiator, manajer menengahi perselisihan baik didalam unitnya maupun antar unit dilingkungannya.
  • 48.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KEAHLIAN MANAJEMEN  Keahlian komunikasi, dengan menggunakan :  Media lisan  Rapat terjadwal  Rapat tdk terjadwal  Telepon  Voice mail  Kunjungan  Acara makan bisnis  Media tertulis  Laporan komputer  Laporan non-komputer  Surat dan memo  Surat elektronik (e-mail)  Terbitan berkala  Keahlian pemecahan masalah  Kegiatan yang mengarah pada solusi suatu masalah (problem solving)  Dalam problem solving, manajer terlibat dalam pengambilan keputusan (decision making), yaitu tindakan memilih yang tepat
  • 49.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PENGETAHUAN MANAJEMEN  Mengerti komputer (computer literacy)  Mengenai istilah-istilah komputer  Pemahaman mengenai keunggulan dan kelemahan komputer  Kemampuan menggunakan komputer  Mengerti informasi (information literacy)  Mengerti bagaimana menggunakan informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah  Mengerti bagaimana memperoleh informasi  Bagaimana membagi informasi kepada orang lain
  • 50.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PANDANGAN SISTEM 1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian pekerjaannya. 2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik. 3. Menekankan pentingnya kerjasama semua bagian dalam organisasi. 4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya. 5. Memberikan penilaian yang tinggi pda informasi umpan balik yang hany dapat dicapai dengancara sistem lingkaran tertutup.
  • 51.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 TUJUAN SIM Menyajikan informasi untuk pengambilan keputusan pada perencanaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan dan menyajikan sinergi organisasi pada proses.
  • 52.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 MASALAH BISNIS 1. REVOLUSI TEKNOLOGI 2. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 3. PERUBAHAN PRODUK 4. LEDAKAN INFORMASI
  • 53.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PENGGUNAAN HARDWARE OLEH MANAJER  Stand alone personel computer (PC)  PC atau terminal lain, dihubungkan pada kom puter sentral  PC atau terminal lain, dihubungkan pada distributed computer system  PC atau terminal lain, dihubungkan pada Local Area Network  Lain-lain
  • 54.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PENGGUNAAN SOFTWARE OLEH MANAJER  Spreadsheet / pembuat laporan keuangan  Pengolah kata (word processing)  Aplikasi database  Aplikasi grafis  Paket lain atau program jadi  Menulis/menyempurnakan/menjalankan program sendiri  Elektronic mail/komunikasi  Aplikasi lain
  • 55.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PERAN-PERAN KEPUTUSAN (DECISION ROLES)  Resource allocator  Enterpreneur  Disturbance handler  Negotiator
  • 56.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 TAHAP PEMECAHAN MASALAH  Mengidentifikasi permasalahan  Menciptakan tindakan alternatif  Mengevaluasi hasil setiap alternatif  Memberi peringkat pada alternatif dan memilih satu  Menerapkan alternatif yang dipilih
  • 57.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PENTINGNYA SUBSISTEM CBIS  Sistem pelaporan informasi  Sistem informasi eksekutif  Sistem pendukung keputusan  Sistem informasi akuntansi  Sistem informasi kantor  Sistem pakar / kecerdasan buatan  Lain-lain
  • 58.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KONSEP MANAJEMEN KUALITAS 1. Tetapkan tujuan inovasi dan perbaikan yang terus menerus 2. Ambil filosofi baru, kita tidak dapat menerima kekurangan dan kesalahan lama 3. Hentikan ketergantungan pada inspeksi masal, persyaratkan bukti statistik bahwa kualitas sudah terpasang. 4. Hentikan praktek memberikan bisnis berdasarkan harga. 5. Gunakan metode statistik untuk menemukan titik-titik permasalahan. 6. Lembagakan metode-metode modern dalam pelatihan kerja. 7. Perbaiki pengawasan, lakukan apa yang tepat bagi perusahaan, jangan hanya menyerahkan kuantitas yang diisyaratkan. 8. Usir rasa takut, sehingga orang-orang merasa aman untuk mengungkapkan permasalahan dan meminta informasi. 9. Hilangkan halangan antar departemen serta halangan dengan pemasok dan pelanggan sehingga ada komunikasi terbuka dan efektif. 10. Hapuskan poster-poster dan slogan- slogan, karena tidak membantu memecahkan masalah. Kerjakan dan tunjukkan orang-orang bagaimana caranya. 11. Hilangkan standar kerja berdasarkan kuota jumlah, karena mengabaikan kualitas dan membatasi produksi. 12. Singkirkan halangan antar para pekerja dan hak mereka untuk bangga dalam pekerjaan mereka. 13. Lembagakan berbagai program pelatihan kembali untuk mengejar perubahan dan perkembangan baru. 14. Ciptakan struktur manajemen puncak yang akan menekankan pokok-pokok ini setiap hari.
  • 59.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DIMENSI KUALITAS PRODUK  Kinerja  Features  Keandalan  Kesesuaian  Daya tahan  Kemudahan perbaikan  Keindahan  Persepsi terhadap kualitas
  • 60.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DIMENSI-DIMENSI KUALITAS JASA  Berwujud  Keandalan  Responsif  Kepastian  empaty
  • 61.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 MANAJEMEN KUALITAS DALAM JASA SISTEM INFORMASI 1. Mengidentifikasi pelanggan sistem informasi 2. Mendefinisikan kebutuhan kualitas pelanggan 3. Menetapkan metrik kualitas 4. Mendefinisikan strategi kualitas sistem informasi 5. Menerapkan program-program kualitas sistem informasi 6. Memantau kinerja kualitas sistem informasi
  • 62.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KERUGIAN KUALITAS YANG BURUK  Kehilangan bisnis  Tuntutan hukum  Kehilangan produktivitas  biaya-biaya :  Biaya kegagalan  Biaya penilaian  Biaya pencegahan
  • 63.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KEUNTUNGAN KUALITAS YANG BAIK  Pasar yang dilayani oleh industri mencakup pelanggan-pelanggan dengan kebutuhan produk dan jasa tertentu.  Penelitian pemasaran mengidentifikasikan kebutuhan tersebut, dan mendefinisikannya dalam hal kualitas.  Pelanggan menganggap produk dan jasa perusahaan lebih berkualitas dari pesaingnya.  Karena dianggap lebih berkualitas, pelanggan bersedia membayar harga yang relatif lebih tinggi daripada harga pesaing.  Karena dianggap lebih berkualitas dan harganya lebih tinggi, produk tersebut dianggap memiliki nilai yang relatif lebih tinggi.  Nilai yang relatif lebih tinggi menghasilkan kenaikan dalam pangsa pasar.  Berkat program kualitasnya, perusahaan dapat mengikuti spesifikasi pelanggan lebih baik daripada para pesaing.  Efektivitas ini menghasilkan penurunan biaya dengan memproduksi produk yang dibutuhkan secara benar sejak pertama kali.  Penurunan biaya digabungkan dengan pangsa pasar yang lebihluas akan menghasilkan biaya yang lebih murah daripada pesaing.  Gabungan dari keunggulan relatif dibidang harga, pangsa pasar dan biaya menciptakan profitabilitas dan pertumbuhan.
  • 64.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KOMPETENSI PEKERJA IT  Memperhatikan efektivitas  Berinisiatif  Antusias pada pekerjaan  Percaya diri  Memperhatikan dampak dari suatu tindakan  Kecakapan membina hubungan antar pribadi  Pemikiran konseptual  Pemikiran analitis  Komunikatif efektif  fleksibilitas
  • 65.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Internet dan jaringan pendukung e-business  E-commerce, kerjasama usaha dalam sebuah perusahaan dengan para pelanggan, pemasok dan pihak lain yang berkepentingan (stakeholder)  Internet dan jaringan bisnis dalam perusahaan  intranet  Antara perusahaan dan mitra dagangnya  ekstranet
  • 66.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PERAN E-BUSINESS DALAM BISNIS  Merkayasa ulang proses bisnis internal  Mengimplementasikan sistem e-commerce dengan para pelanggan dan pemasok mereka  Meningkatkan kerja sama perusahaan antar anggota tim bisnis dan kelompok kerja
  • 67.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Komputerisasi  Mengapa perlu komputerisasi ?  Apa keuntungan penggunaan komputer?  Apa beda pengolahan data manual dengan komputerisasi ?
  • 68.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Mengapa perlu komputerisasi ?  Karena keinginan bisnis yang berkembang  Kebutuhan proses pengolahan data yang segera dan terus menerus  Mempercepat pekerjaan pengetikan dokumen  Membuat laporan sesegera mungkin  Penyimpanan data yang lebih efektif dan efisien  Data disimpan secara digital sehingga dapat digunakan untuk pembuatan laporan lain  Data dapat dikelompokkan, diurutkan, di-summarize dsb
  • 69.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Apa keuntungan penggunaan komputer ?  Cepat, tepat dan akurat  Mudah dipertanggungjawabkan  Proses Tidak lelah  Efektif dan efisien  Menyimpan data lebih besar  Data mudah disimpan dan diakses  Terprogram
  • 70.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Pengolahan data manual  Pekerjaan secara manual mudah terjadi kesalahan (human error), tidak efektif dan kurang efisien  Membutuhkan dokumen arsip yang banyak sehingga sulit dalam penyimpanan data  Proses data tidak maksimal karena pekerjanya sering lupa dan mudah lelah  Kesalahan perhitungan
  • 71.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Programmer  Adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh sistem analis  Bertanggung jawab atas pembuatan program komputer  Memiliki pengetahuan terbatas pada tehnologi komputer, sistem komputer, utilitas dan bahasa pemrograman yang diperlukan  Bekerja secara teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program  Programmer bekerja tidak berhubungan dengan banyak orang tetapi terbatas pada sesama programmer dan sistem analis yang mempersiapkan spesifikasi programnya.
  • 72.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Program komputer  Adalah rangkaian instruksi dalam bahasa yang dipahami oleh komputer, disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah proses sesuai dengan tujuannya.  Program disusaikan dengan prosedur pengolahan data dan mewakili proses manual, bila ditinjau dari prosedur dan urutan kerjanya, namun lebih mudah mengaturnya dalam sistematika yang lebih praktis.
  • 73.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Sistem analis (Jogiyanto “Analisis & Disain” hal. 129)  informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalah-pamasalah, kesempatan- kesampatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
  • 74.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Definisi Sistem Analis  Satu orang atau lebih yang menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yang dimilikinya untuk memecahkan masalah-masalah bisnis, dibawah petunjuk manajer sistem  Satu orang atau lebih yang bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan-kebutuhan sepemakai sistem (user) kedalam spesifikasi teknik yang diperlukan oleh programmer dan diawasi oleh manajemen.
  • 75.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Fungsi Sistem Analis  Mengidentifikasikan masalah-masalah dari pemakai/user  Menyatakan secara spesifikasi sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user  Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah  Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user
  • 76.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Tugas-Tugas Umum Sistem Analis  Mengumpulkan dan menganalisis formulir, dokumen, file yang berkaitan dengan sistem yang berjalan  Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi) dari sistem yang berjalan kepad user  Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi-aplikasi untuk penerapan pada komputer  Menganalisis dan menuyusun biaya-biaya dan keuntungan dari sistem yang baru  Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yang baru
  • 77.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Tugas-Tugas Teknik Sistem Analis  Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru  Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan  Menyusun data flow diagaram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT), dan sistem flow diagram untuk merancang sistem baru secara detail.  Merancang pola pengawasan terhadap data yang bersifat sangat penting  Menyusun file-file untuk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif  Merancang bentuk Output dan Input agar memudah dibaca oleh user  Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yang dilakukan oleh sistem analis dalam merancang sistem yang baru.
  • 78.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Pribadi Sistem Analis.  Mampu bekerja sama, Mampu berkomunikasi dengan baik  Mempunyai sopan santun dan Mempunyai pendirian yang tegas  Mampu bersikap dewasa  Mampu bersikap tegas  Dapat bertindak secara metodik  Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya  Mempunyai sifat kreaktif
  • 79.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Spesialis informasi  Spesialis informasi adalah orang yang bisa berkomunikasi dengan sistem komputer diantaranya :  Sistem analis  Administrator database (DBA)  Spesialis jaringan  Programmer  Anggota operasional (operator, data entry)
  • 80.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Aspek kelayakan sistem …  Teknikal, apakah hardware dan software tersedia untuk menampilkan proses dari sistem yang dibutuhkan  Economic return, apakah dibenarkan secara moneter dengan membandingkan manfaat sistem dengan “harga” (misal : harga barang yang di jual, peningkatan pelayanan konsumen dan perhitungan break-event point )  Non-economic return, apakah sistem yang diusulkan dapat diterima dilihat dari segi manfaat yang tidak dapat diukur dalam pemulihan ekonomi  Legal (hukum dan perundang-undangan), apakah sistem yang diusulakan dioperasikan ada lindungan hukum dan dalam batas-batas yang ada dalam etika bisnis dan etika manajemen.  Operasional, apakah diterima atau didukung oleh orang yang harus mengerjakan nya (user friendly)  Jadwal, apakah sistem bisa di operasikan dalam batas waktu yang sudah ditentukan
  • 81.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Indikator Perubahan sistem  Perubahan sistem lama ke sistem yang baru. Indikator-indikator tsb diantaranya:  Keluhan dari langganan  Pengiriman barang yang selalu terlambat  Pembayaran gaji yang terlambat  Laporan yang tidak tepat waktu  Isi Laporan yang sering salah  Tanggung jawab yang tidak jelas  Waktu kerja yang berlebihan  Kehilangan kesempatan kompetisi pasar  Kesalahan-kesalahan menual yang terlalu tinggi  File-file yang kurang teratur  Peramalan penjualan dan produksi yang kurang tepat  dll
  • 82.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Pengembangan Sistem : • Sistem Baru • Memperbaiki Sistem yang Lama
  • 83.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 1. Adanya Permasalahan Ketidak beresan Pertumbuhan Organisasi 2. Untuk Meraih Kesempatan 3. Adanya Instruksi (Directive) Mengapa .... Sistem Berkembang ?
  • 84.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Prinsip Pengembangan Sistem • Untuk Manajemen • Investasi Modal Yang Besar • Memerlukan Orang Yang Terdidik • Adanya Tahapan Kerja dan Tugas • Proses Pengembangan Sistem Tidak Harus Urut • Jangan Takut Membatalkan Proyek • Dokumentasi
  • 85.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Perencanaan Sistem Analisis Sistem Rancangan Sistem General Evaluasi dan Seleksi Sistem Rancangan Sistem Terinci Output Input Proses Database Kontrol Jaringan Komputer Pengembangan Perangkat lunak dan Implementasi Sistem Pemeliharaan Sistem TahapanTahapan Pengembangan SistemPengembangan Sistem (SDLC)(SDLC)
  • 86.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC)  Pengertian SDLC  Sejarah Perkembangan SDLC  Tahapan SDLC  Perencanaan Sistem  Analisis sistem  Peracangan General  Evaluasi dan Seleksi  Perancangan terinci  Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi  Pemeliharaan Sistem
  • 87.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 TahapTahap Perencanaan SistemPerencanaan Sistem 1.1. Menyadari MasalahMenyadari Masalah 2.2. Mendefinisikan MasalahMendefinisikan Masalah 3.3. Menentukan Tujuan SistemMenentukan Tujuan Sistem 4.4. Mengidentifikasi Kendala SistemMengidentifikasi Kendala Sistem 5.5. Membuat Studi KelayakanMembuat Studi Kelayakan 6.6. Mempersiapkan Usulan Penelitian SistemMempersiapkan Usulan Penelitian Sistem 7.7. Menyetujui atau Menolak Penelitian ProyekMenyetujui atau Menolak Penelitian Proyek 8.8. Menetapkan Mekanisme PengendalianMenetapkan Mekanisme Pengendalian
  • 88.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Tahap Analisis SistemTahap Analisis Sistem 1.1. MengumumkanMengumumkan Penelitian SistemPenelitian Sistem 2.2. Mengorganisasi TeamMengorganisasi Team ProyekProyek 3.3. Mendefinisikan Kebutuhan InformasiMendefinisikan Kebutuhan Informasi 4.4. Mendefinisikan Kriteria Kinerja SistemMendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem 5.5. Menyiapkan Usulan RancanganMenyiapkan Usulan Rancangan 6.6. Menyetujui atau Menolak RancanganMenyetujui atau Menolak Rancangan ProyekProyek
  • 89.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Tahap Rancangan SistemTahap Rancangan Sistem (General, Seleksi, Rinci)(General, Seleksi, Rinci) 1.1. Menyiapkan Rancangan Sistem yang TerinciMenyiapkan Rancangan Sistem yang Terinci 2.2. Mengidentifikasi Alternatif Konfigurasi SistemMengidentifikasi Alternatif Konfigurasi Sistem 3.3. Mengevaluasi Alternatif Konfigurasi SistemMengevaluasi Alternatif Konfigurasi Sistem 4.4. Memilih Konfigurasi yang TerbaikMemilih Konfigurasi yang Terbaik 5.5. Menyiapkan Usulan PenerapanMenyiapkan Usulan Penerapan 6.6. Menyetujui atau Menolak Penerapan SistemMenyetujui atau Menolak Penerapan Sistem
  • 90.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 TahapTahap Penerapan SistemPenerapan Sistem 1.1. Merencanakan PenerapanMerencanakan Penerapan 2.2. Mengumumkan PenerapanMengumumkan Penerapan 3.3. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat KerasMendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras 4.4. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat LunakMendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak 5.5. Menyiapkan DatabaseMenyiapkan Database 6.6. Menyiapkan Fasilitas FisikMenyiapkan Fasilitas Fisik 7.7. Mendidik Peserta dan PemakaiMendidik Peserta dan Pemakai 8.8. Masuk ke Sistem BaruMasuk ke Sistem Baru
  • 91.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Tahap Pemeliharaan SistemTahap Pemeliharaan Sistem 1.1. Menggunakan SistemMenggunakan Sistem 2.2. Audit SistemAudit Sistem 3.3. Memelihara SistemMemelihara Sistem  Memperbaiki Kesalahan  Menjaga Kemutakhiran Sistem  Meningkatkan Sistem
  • 92.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Pendekatan Pengembangan SistemPendekatan Pengembangan Sistem Dipandang dari .....Dipandang dari ..... MetodologiMetodologi Pendekatan KlasikPendekatan Klasik Pendekatan TerstrukturPendekatan Terstruktur Sasaran yang dicapaiSasaran yang dicapai Pendekatan SepotongPendekatan Sepotong Pendekatan SistemPendekatan Sistem Cara menentukan kebutuhan sistemCara menentukan kebutuhan sistem Pendekatan Bottom UpPendekatan Bottom Up Pendekatan Top DownPendekatan Top Down Cara mengembangkannyaCara mengembangkannya Pendekatan Sistem MenyeluruhPendekatan Sistem Menyeluruh Pendekatan ModulerPendekatan Moduler Teknologi yang digunakanTeknologi yang digunakan Pendekatan Lompatan JauhPendekatan Lompatan Jauh Pendekatan BerkembangPendekatan Berkembang
  • 93.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Alat Pengembangan Sistem A. Perancangan SistemA. Perancangan Sistem 1. Data Flow Diagram (DFD) 2. Structured Chart (SC) 3. Hierachy Plus Input, Process, Output (HIPO) B. Perancangan Data BaseB. Perancangan Data Base 1. Entity Relationship Diagram( ERD) 2. Normalisasi C. Perancangan Input atau ProsesC. Perancangan Input atau Proses Layout Charting, dll.dll.
  • 94.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Kriteria Sistem Yang BaikKriteria Sistem Yang Baik Kegunaan Ekonomis Keandalan Kapasitas Kesederhanaan Fleksibilitas
  • 95.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 TAHAP PERANCANGAN SISTEM 1. Meninjau dan menyetujui hasil studi kelayakan, anggaran dan jadwal yang merupakan hasil analisa sistem 2. Merancang Output, dengan kriteria output yang dibutuhkan user 3. Merancangan File / Database dengan alat bantu Kamus Data, ERD dan Normalisasi 4. Merancang Input, disesuaikan dengan kebutuhan output dan file / database yang ada 5. Proses Perancangan sistem, berdasarkan layout layar monitor dengan bantuan struktur chart dan Flowchart sistem yang menghasilkan spesifikasi sistem 6. Mendefinisi Program dengan alat bantu DFD yang menghasilkan program flowchart 7. Deskripsi program digunakan untuk merancang Modul-modul yang digunakan dalam sistem 8. Merancangan paket program secara keseluruhan dengan deskripsi modul yang telah ada sehingga menghasilkan spesifikasi program 9. Meninjau kembali hasil rancangan, disesuaikan dengan rancangan yang disteujui oleh manajemen, dan membuat memorandum secara berkala kepada manajemen 10. Mendokumentasikan semua hal yang berkaitan dengan rancangan
  • 96.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Perancangan Sistem Informasi secara Umum 1. Merancang formulir kertas dan dokumen sumber 2. Merancang formulir elektronik 3. Alat-alat perekaman data secara langsung 4. Pemanfataan Sandi 5. Merancang menu sehingga memudahkan user berintegrasi
  • 97.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Kegiatan dalam Penyiapan data  Menyisip, menghapus, meremajakan database  Mengkombinasikan dengan data lainnya dari database  Memasukkan dan mengolah langsung menjadi keluaran tanpa perlu mengkombinasikannya dengan data lain.  Berdialog dengan sistem.  Berbagai media dan metode yang digunakan untuk capture dan memasukan data :  Formulir kertas yang dikombinasikan dengan layar data entry.  Formulir elektronik  Peralatan entry langsung  Sandi  menu
  • 98.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 3 Kategori Yang Memudahkan Dalam Perancangan Sistem 1. Global Based Systems. merancang sistem sedemikian sehingga mengganti atau merubah semua komponen sistem lama. Biasanya perubahan ini dikarenakan strategi bisnis yang baru. 1. Group Based Systems. Seringkali terkait dengan global based system, kegiatan pada kantor cabang / departemen atau sekelompok user. 1. Local Based Systems. Dirancang untuk aplikasi yang digunakan beberapa orang (bisa 1 atau 2 orang). Jenis aplikasinya bersifat khusus.
  • 99.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Rancangan Output  Merancang informasi yang berguna dan berkualitas  Laporan untuk berbagai tingkatan manajemen  Laporan perbandingan  Laporan pemantauan penyimpangan  Merancang tampilan layar, tampilan tabel dan grafik yang membantu pendalaman pemahaman  Menampilkan tabel dan matriks
  • 100.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Rancangan Output … Sasaran merancang keluaran adalah menstransformasi sejumlah besar data menjadi informasi yang berguna dan berkualitas. Sejumlah studi menyatakan para eksekutif hanya melihat 3% dari hasil olahan komputer yang diberikan kepada mereka. Berguna dan berkualitas artinya mendukung dengan baik pengambilan keputusan yang akan diambil. Ciri-ciri informasi yang berkualitas : 1. Accessibility (mudah diakses, misalnya mengakses data melalui jaringan) 2. Timelines (tepat waktu, bila kita mengakses ke internet misalnya dapat merespon dengan cepat) 3. Relevance (informasi yang dihasilkan relefan dengan usaha yang bersangkutan) 4. Accuracy (ketepatan output dari data yang diolah) 5. Usability (kegunaan output yang dihasilkan)
  • 101.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Laporan untuk berbagai tingkatan manajemen  Laporan berjenjang (hierarchical reports) merupakan pemantapan, agreegasi dari data yang diperuntukkan pada sebuah jenjang manajemen sehingga setiap manajer disetiap jenjang memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhannya tanpa harus mengurus rincian yang tidak relevan.  Eksekutif lazimnya ingin mengetahui bentuk trend, kecenderungan dan pola suatu fakta.
  • 102.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Output yang Diperlukan  Internal Output Laporan digunakan oleh manajer dan bagian lain dalam organisasi  External Output Laporan dikirim kepada customer, client atau pihak lain dari organisasi  Turnaround document output komputer yang melayani input bagi aktivitas berikutnya
  • 103.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Jenis-jenis laporan untuk berbagai tingkatan manajemen 1. Laporan saringan (filter report) 2. Laporan pertanggungjawaban (responsibity report)
  • 104.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Laporan Perbandingan (Comparative report)  Dengan laporan ini eksekutif dapat memperoleh perbedaan dan persamaan 2 atau lebih item.  Dengan perbandingan user mendapat posisi yang lebih baik untuk mengambil keputusaan yang rasional.
  • 105.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Jenis-jenis laporan perbandingan 1. Laporan dengan format horizontal 2. Laporan dengan format Vertikal 3. Laporan Counterbalance
  • 106.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Laporan Pemantauan Penyimpangan Digunakan oleh eksekutif untuk memantau simpangan atas standar, anggaran, kuota, rencana atau benchmark. Klasifikasi : 1. Laporan simpangan (Variance report) 2. Laporan Pengecualian (Exception report)
  • 107.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 STRUKTUR ORGANISASI GENERAL MANAGER SEKRETARIS WAKIL GENERAL MANAGER MANAGER HRD MANAGER ADM KEU MANAGER PRODUKSI
  • 108.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Sistem Informasi Penggajian karyawan harian SIstem Penggajian PegawaiBagian Keuangan Bagian Personalia Gaji Daftar Rencana gaji persetujuan Laporan absensi
  • 109.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DFD sistem penggajian Proses Absensi 1.0 Laporan absensi absen pegawai Proses Buat Gaji 2.0 Proses Bayar 3.0 Data absensi Data pegawai Data absensi Data gaji Bayar gaji Bukti bayar
  • 110.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Rancangan Menu Utama SISTEM PENGGAJIAN KARYAWAN SETUP FILE DATA PEGAWAI ABSENSI LAPORAN •SETUP DATA GAJI •SETUP DATA DEPT •UTILITY DATA •EXIT •Input Data pegawai •Edit data pegawai •Hapus data pegawai •Input data absensi •Edit data absensi •Hapus data absensi • Laporan data pegawai •Per golongan •Per dept •Laporan absensi •Rekap absen total •Rekap absen dept •Laporan daftar gaji •Rekap gaji bulanan •Rekap gaji harian
  • 111.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Rancangan Input FORMULIR INPUT DATA KARYAWAN No. Induk : xxxxxxxx Nama : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Jabatan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Dept : xxxxxxxxx Tempat Lahir : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Tgl.Lahir : dd-mm-yyyy Alamat : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Pos : xxxxx Agama : x 1. Islam Golongan Darah : x 1. A 2. Kristen Protestan 2. B 3. Kristen Khatolik 3. AB 4. Hindu 4. O 5. Budha Status : X 1. Nikah Jumlah anak : X 2. Belum Nikah 3. Janda / Duda Top Prev Next End Add Edit Query Print Exit
  • 112.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Rancangan Input INPUT DATA ABSENSI No. Absensi : xxxxxxxx No. Induk : xxxxxxxx Tanggal : dd-mm-yyyy Bulan : xxxxxxxxxxx Absensi : 9 Jam masuk : hh:mm:ss Jam keluar : hh:mm:ss Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Top Prev Next End Add Edit Query Print Exit
  • 113.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PERANGKAT SISTEM INFORMASI 1. HARDWARE : komputer, printer, dan teknologi jaringan 2. SOFTWARE a. OPERATING SYSTEM : Windows, Linux, Novell Netware, dll b. APLIKASI : Ms.Office, GL, Corel Draw, dll c. UTILITY : anti virus, Norton Utility, Disk Doctor, dll. d. BAHASA PEMROGRAMAN : V.Foxpro, C++, Pascal, dll. 3. BRAINWARE : a. CLERICAL PERSONNEL b. FIRST LEVEL MANAGER c. STAFF SPECIALIST d. MANAGEMENT 4. DATA : dokumen bukti transaksi, nota, kuitansi, dsb. 5. PROSEDUR : Manual book, prosedur sistem pengendalian intern
  • 114.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PENGELOLA SISTEM INFORMASI OPERATOR PERENCANAAN STRATEGIS, KEBIJAKAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERENCANAAN TAKTIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERENCANAAN, PENGAWASAN OPERASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TOP MANAGEMENT MIDDLE MANAGEMENT LOW MANAGEMENT PEMROSESAN TRAN- SAKSI DAN RESPON PERMINTAAN
  • 115.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 HUMAN ERROR  Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.  Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan yang benar.  Kehilangan data atau data tidak terolah.  Pemeriksaan atau pencatatan.  Salah dalam menggunakan dokumen induk / file induk.  Kesalahan dalam prosedur pengolahan.  Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.
  • 116.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 MODEL UMUM SISTEM UMPAN BALIK INPUT PROSES OUTPUT TUJUAN KENDALA KONTROL
  • 117.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KLASIFIKASI SISTEM 1. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). 2. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).
  • 118.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 KOMPONEN SISTEM INFORMASI TEHNOLOGI DATABASE CONTROL INPUT MODEL OUTPUT
  • 119.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 PENGENALAN SISTEM INFORMASI 1. Mengenali adanya elemen sistem pengolahan data  hardware / software / brainware / data / prosedur.  Mengenali elemen pengolahan data melalui sarananya  Mengenali elemen pengolahan data melalui contoh dokumen 1. Melihat Interaksi antar manusianya dalam organisasi :  Interaksi atasan menugasi bawahan  Interaksi bawahan melapor ke atasan  Interaksi anatar manusia dalam rapat  Interaksi antar sistem pengolahan data 1. Melihat aliran dokumennya  Flow of Dokumen (FOD) 2. Melihat interaksi antara manusia dan media pelaksana sistem pengolahan datanya.  Analisis tugas  misal : kemampuan menghitung manusia X kemampuan menghitung kalkulator  Sintesis tugas  misal : interaksi kasir dengan cash register : pencarian nama barang dan harga satuan, hitung jumlah barang dikalikan harga satuan, hitung total pembelian, hitung kembalian jika sudah input nilai uang tunai, cetak bukti pembayaran 1. Menganalisis dokumen job description.
  • 120.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Model Hirarki manajemen Lapisan Manajemen Karakteristik Informasi Jangkauan Waktu Pengendalian Contoh TOP Management Strategis rangkuman Jangka panjang (5– 10 tahun) Visi, misi, strategis perusahaan dibandingkan dengan peluang dan tantangan dari luar Neraca keuangan, perkembangan perusahaan Middle Management Taktis Rekapitulasi, check- list, verifikasi Jangka menengah (bulanan s/d 1 tahun) Kinerja organisasi dibandingkan dengan visi, misi strategis perusahaan, dan critical success factor General ledger, tabel pendapatan, check-list instalasi First Line Management Operasional Transaksi, pencatatan Jangka pendek (harian, mingguan) Aktivitas / proses, transaksi dibandingkan dengan kinerja organisasi Formulir pendaftaran, kuitansi (bukti bayar), berita acara, formulir pencatatan, laporan lembur
  • 121.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Sistem Informasi Penyewaan Video Input Proses Output Data pelanggan Data pemasok Detil penyewaan video Detil pengembalian video Faktur pembelian Bukti pengembalian video Daftar order video Daftar pelanggan Daftar video Laporan penyewaan video Laporan pengembalian video Laporan pembelian video Rekapitulasi penyewaan video Data pelanggan Data pemasok Transaksi penyewaan video Transaksi pengembalian video Transaksi pembelian video Pencetakan laporan
  • 122.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Sistem Informasi Hotel  Elemen Sistem Pengolahan Data :  Cash register di karis hotel dan kasir restoran  Buku pencatatan check-in dan check-out tamu hotel  Papan penggantung kunci kamar hotel  Formulir isian laundry  Interaksi antar manusia :  Tamu melakukan check-in ke resepsionis  Tamu melakukan check-out ke resepsionis  Tamu menelepon pesanan makanan dan minuman ke restoran  Aliran dokumen :  Perjalanan formulir pesanan laundry dari kamar tamu melalui hause-keeping sampai ke meja resepsionis atau kasir hotel  Interaksi manusia dengan sistem pengolahan data :  Penulisan pencatatan check-in dan check-out tamu ke dalam buku tamu  Kasir-cash register  Pengisian formulir laundry oleh tamu atau petugas house –keeping  Pengisian laporan alokasi kamar tamu (status hunian) berdasarkan status kunci pada papan penggantungnya  Job Description / struktur organisasi :  Dokumen / diagram prosedur check-in dan check-out  Struktur organisasi hotel
  • 123.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Sistem Informasi Apotik  Elemen Sistem Pengolahan Data :  Cash register di kasir  Buku pencatatan resep dokter yang dilayani  Interaksi antar manusia :  Pemberitahuan kepada apoteker adanya resep dokter yang perlu diverifikasi  Aliran dokumen :  Perjalanan resep dokter dari pembeli ke petugas kasir ke apoteker sampai pemberian obat  Interaksi manusia dengan sistem pengolahan data :  Penulisan pencatatan resep ke dalam buku transaksi harian  Kasir-cash register  Pembaharuan catatan stok obat, karena adanya transaksi pembelian obat  Job Description / struktur organisasi :  Dokumen / diagram prosedur penjualan obat dengan resep  Dokumen / diagram prosedur penjualan obat bebas  Dokumen / diagram prosedur pengelolaan persediaan obat  Struktur organisasi apotik
  • 124.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Contoh : Sistem Informasi di Apotik Hasil survey : 1. Data : - catatan persediaan obat - daftar nama dan harga obat - klasifikasi jenis obat 2. Informasi : - laporan persediaan obat bulanan - laporan penjualan obat mingguan - laporan pembelian obat bulanan 3. Pengetahuan : - prosedur mengelola persediaan obat - tata cara pemnjualan obat bebas - prosedur penjualan obat dengan resep
  • 125.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Contoh : Sistem Informasi di Hotel Hasil survey : 1. Data : - daftar kamar hotel dan tarifnya - klasifikasi kamar hotel - data tamu yang sedang menginap hotel 2. Informasi : - laporan hunian tamu bulanan - laporan aktifitas bagian linen-laundry - laporan restoran, bar-beverage - daftar acara hotel 3. Pengetahuan : - tata tertib tamu hotel - daerah kunjungan wisata - daftar menu special restoran
  • 126.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 BUSINESS INFORMATION SYSTEMS 1. INFORMATION SYSTEMS IN THE BUSINESS 2. BUSINESS PROCESS CHANGE
  • 127.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 BOARD OF DIRECTORS PRESIDENTS EXECUTIVE COMMITTEESTAFF ASSISTANTS EXECUTIVE VICE PRESIDENT Vice President ADMINISTRATION Vice President & COMPTROLLER Vice President MARKETING Vice President PRODUCTION Vice President & TREASURER Vice President INFO. SYSTEMS Vice President ENGINEERING Director SALES Director CUSTOMER SALES Manager FINANCIAL ACCOUNTING Manager COST ACCOUNTING Manager FINANCIAL ANALYSIS Database Administrator Director E D P Manager PRODUCT B Director PROMOTION Supervisor REGION 1 Manager PRODUCT A Supervisor REGION 1 Head ACCOUNT RECEIVABLE Supervisor REGION 1 Manager PRODUCT C Manager SYSTEMS Manager OPERATIONS Manager DATA INPUT Supervisor SYSTEM ANALYSIS Supervisor TAX ACCOUNTING Pegawai PegawaiPegawai Supervisor GENERAL ACCOUNTING Head PAYROLL Head GENERAL LEDGER Pegawai Pegawai Pegawai Head ACCOUNT RECEIVABLE Head ACCOUNT RECEIVABLE Pegawai Pegawai Supervisor REGULATORY ACCOUNTING Supervisor DOCUMENT- ATION Supervisor PROGRAMM- ING Top Management Middle Management Lower Management CHART OF ORGANIZATION
  • 128.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 INFORMATION SYSTEMS IN THE BUSINESS a. Systems Development Life Cycle (SDLC) b. The Phases of the SDLC c. The Waterfall Life Cycle d. Problems with the Waterfall Life Cycle e. Iterative Development f. Prototyping
  • 129.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 a. Systems Development Life Cycle (SDLC)  SDLC is an approach to developing systems in an organized and disciplined manner.  Approach terdiri atas 4 komponen:  Definisikan objectives dari system yang akan dikembangkan,  Definisikan indicators of success sbg pengukur apakan objectives sudah dicapai,  Generate alternative strategies,  Pilih dan implementasikan strategi.
  • 130.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 b. The Phases of the SDLC  Berbagai variasi SDLC yg digunakan saat ini membagi life of a system menjadi fase-fase.  Dimulai dari ide awal (initial idea) s/d full implementation  Diikuti dgn enhancement dan penggantian sistem baru  Cycle berlaku mulai dari:  Definisi Objectives,  Definisi indikator sukses,  Generating alternatives, dan  developing an operational plan  keseluruhan sistem, serta  setiap fase pada development phase.
  • 131.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 c. The Waterfall Life Cycle  Basic life cycle disebut Waterfall Life Cyle (W.W. Royce) diadaptasikan pd custom development dan implementasi paket software.  Waterfall Life Cycle masih memiliki problem diatasi dgn iterative development dan prototyping.  Problem pd Waterfall Life Cyle:  Program langsung dimulai segera setelah problem to be solve was stated  Oke utk isolated small program,  Tidak oke utk larger team efforts  Banyak aktivitas diperlukan; setiap tipe aktivitas dieksekusi secara berbeda (setiap aktivitas harus punya plan dan staff masing-masing)
  • 132.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Systems Requirements Systems Requirements Software Requirements Analysis Program Design Coding Testing Operations Gb.1. Waterfall Systems Development Life Cycle • Setiap successive phase hanya dapat dimulai bila: • phase sebelumnya telah selesai • formal decision has been made by management
  • 133.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Receiving Vendor Purchase Order Goods Payment Invoice Copy of Purchase Order Receiving Document Purchasing Account Payable > 500 account payable matched purchase orders, receiving documents, & invoices & then issue payment. MISMATCHES WERE COMMON
  • 134.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Receiving Vendor Purchase Order Goods Payment Purchasing Account Payable The new process cuts head count in account payable by 75%, eliminates invoices & improves accuracy. MATCHING IS COMPUTERIZEDDatabase
  • 135.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Interorganizational Systems & ProcessInterorganizational Systems & Process IntegrationIntegration  Dua perusahaan yg memiliki kesamaan outbound & inbound logistics cyles sering berintergrasi:  Procter & Gamble dan Wal-Mart have an agreement about labeling, shipping, billing, and paying for Pampers wherein Wal-Mart send cash register tapes to Procter & Gamble  Procter & Gamble then automatically replenishes Wal-Mart store inventories, based on sales, with boxes of Pampers already labelled with each store’s specific selling price.  Sistem ini disebut Interorganizational System (IOS).
  • 136.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.3. THE NATURE OF CHANGE2.3. THE NATURE OF CHANGE  Model of Social Change (Kurt Lewin) terdiri atas 3 stages:  UNFREEZING Stage: group of people yg telah terbiasa dgn cara kerjanya perlu dipersiapkan agar dpt menerima perubahan (change)  Once the group members have been prepared, the change an be introduced (MOVING stage), but it should be followed by REFREEZING stage in which their understanding of the new methods is solidified. Stage Deskripsi Unfreezing Increasing the receptivity of the organization to a possible change Moving Choosing a course of action & following it Refreezing Reinforcing the “equilibrium” of the organization at a new level after the change has occured
  • 137.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.4. RESISTENCE TO CHANGE2.4. RESISTENCE TO CHANGE  IS professional berfungsi sbg katalis utk change (change agent), shg hrs:  gaining the acceptance & trust of the users.  Mengerti the nature of change  ada natural resistance dr individual/grup akibat: honest disagreement or concern harus didiagnosa & ditangani dgn baik oleh IS professional
  • 138.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Diagnosing & dealing with Resistance to Change:Diagnosing & dealing with Resistance to Change:  Lima alasan timbulnya Resistance to Change:  Resistence to computer personnel  A feeling that the project is not good, that the cost/benefit assumptions are invalid  A lack of felt need: things are satisfactory as they are and this innovation simply disturbs the situation  A fear of social uncertainty, which is sometimes mistaken for a fear of computers  An unwillingness to bend to the requirements of poorly designed systems.
  • 139.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.5. IMPLEMENTING THE2.5. IMPLEMENTING THE ORGANIZATIONAL CHANGEORGANIZATIONAL CHANGE  System failures umumnya diakibatkan oleh tidak dipersiapkannya pegawai menghadapi sistem informasi yg baru dan tidak dilakukannya training penggunaan sistem informasi  IS professional sebaiknya melakukan four-phase program for organizational changes sbb: Continuous Improvement Organization Redesign Organization Transformation Diagnostic Assessment
  • 140.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.5.1. Diagnostic Assessment2.5.1. Diagnostic Assessment  Diagnostic assessment dilakukan utk mengetahui kesiapan organisasi menyerap perubahan yg diperlukan oleh new information system  Klarifikasi kepentingan perubahan  Menemukan resitensi yg mungkin ada  Cara:  Interview affected members, survey, atau data- gathering and analysis techinique lainnya.  Output:  pembuatan deskripsi perubahan dlm organisasi atau vision  strategi komunikasi utk mengutarakan vision  pembandingan organisasi saat ini dgn vision utk mengidentifikasi perubahan organisasi yg diperlukan
  • 141.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.5.2. Organization Redesign2.5.2. Organization Redesign  Identifikasi perubahan diikuti dgn penetapan strategi, terutama bila diperlukan perubahan struktur organisasi  Keputusan utk dimulai/tdk dgn pilot program harus ditetapkan sedini mungkin (tergantung size, scope, & nature of the change)  Selanjutnya, diperlukan leadership skill utk mengelola new environment yg sudah ditetapkan, mencakup:  penentuan ‘means’ utk memperoleh leadership skill  penentuan skill yg diperlukan dalam work force & pengembangan ‘means’ utk mencapainya (mis. Program training)  Output: a formal management-approved change strategy, including a high- level design of the new organization structure
  • 142.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.5.3. Organization Transformation2.5.3. Organization Transformation  Fase implementasi: critical jobs, business processes, organization structure, & target culture  New leadership (if required) dipilih dan diinstall  Program training dilaksanakan  Install suatu sistem utk tracking & measuring performance of the new system  dilaporkan ke managemen utk dilihat efektivitasnya dibandingkan baseline performance of the old system
  • 143.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.5.4. Continuous Improvement2.5.4. Continuous Improvement  Teknik Quality Control: the importance of instituting a program of continuous process improvement  Tujuan:  perubahan bersifat ‘sustainable over time’  meningkatkan ability organisasi utk business process-nya agar mampu beradaptasi terhadap perubahan di masa depan  A well-designed continuous improvement process mencakup:  an infrastructure for evaluating & maintaining changed business process as well as the basis for identifying new areas of change
  • 144.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Evaluasi Mata Kuliah  Kuis / Latihan soal / PR  Tugas mandiri :  Membuat paper/kliping perorangan  Membuat paper/kliping kelompok  Presentasi / penyajian paper  Ujian Tengah Semester (Bobot = 60%) Nilai UTS : N.Kuis + Tugas + Presensi Kehadiran + Nilai UTS  Ujian Akhir Semester (Bobot = 40%)
  • 145.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DECISION SUPPORT SYSTEMS
  • 146.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DSS (Decision Support Systems) a. PEMBUATAN KEPUTUSAN b. KONSEP DSS c. TUJUAN DSS d. MODEL DSS e. CARA PENGGUNAAN INFORMASI PADA DSS f. LAPORAN BERKALA dan KHUSUS g. PEMODELAN MATEMATIKA h. SIMULASI i. CONTOH PEMODELAN j. KEUNTUNGAN dan KERUGIAN PEMODELAN k. KOMPUTER GRAFIK l. GROUP DECISION SUPPORT SYSTEMS m. PERAN DSS DALAM PEMECAHAN MASALAH
  • 147.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  DSS untuk pembuatan specific decisions dalam memecahkan specific problems.  Konsep DSS:  HERBERT SIMON: pembedaan antara keputusan yang di-program/tidak diprogram serta fase-fase pembuatan keputusan  G. ANTHONY GORRY & MICHAEL S. SCOTT MORTON: pembuatan kisi untuk struktur masalah dan level manajemen  STEVEN ALTER: Dukungan empiris untuk pembentukan dasar topologi DSS
  • 148.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  DSS dikhususkan untuk mendukung manajer: memecahkan masalah semi terstruktur, lebih mementingkan efektivitas dibandingkan efisiensi  DSS menyediakan informasi utk memecahkan masalah serta kemampuan komunikasi.  Informasi diperoleh dari: laporan berkala dan spesial, output model matematik dan output sistem pakar.  Komunikasi dilakukan saat suatu grup manajer melakukan problem solving.
  • 149.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  Komponen DSS:Komponen DSS:  Pemodelan matematik merupakan komponen integral DSS yang menguntungkan manajer (walau masih terkandung beberapa kekurangan) - Komputer grafik: berdasar suatu penelitian grafik cocok utk situasi tertentu; pada situasi tersebut grafik lebih efektif dibanding yang lainnya.  Group DSS (GDSS): meningkatkan komunikasi antar anggota grup dengan menyediakan lingkungan yang menarik (mencakup pemodelan matematik dan sistem pakar)
  • 150.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 a. PEMBUATAN KEPUTUSAN a.1. TINGKAT KEPUTUSAN (Herbert A. Simon): Programmed Decision NonProgrammed Decision - Programmed Decisions:  Berulang dan rutin pada tahap dimana prosedur yang pasti telah ditetapkan untuk menanganinya. - Nonprogrammed Decisions:  Novel, tidak terstruktur, dan tidak consequential.  Tidak ada metode pasti untuk menangani problem krn:  problem belum pernah muncul sebelumnya,  struktur dan jenis problem kompleks, atau  sangat penting utk mendpt perlakuan custom-tailored. kontinyu
  • 151.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 a.2. Empat FASE PEMBUATAN KEPUTUSAN (Herbert A. Simon) a. INTELLIGENCE ACTIVITY - searching the environment for conditions calling for solution, b. DESIGN ACTIVITY - menemukan, mengembangkan, & menganalisis berbagai jenis tindakan, c. CHOICE ACTIVITY - memilih jenis tindakan tertentu yang tersedia pada ad. b. d. REVIEW ACTIVITY- memeriksa pilihan yang dibuat
  • 152.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 ISYU & TREND SISTEM INFORMASIISYU & TREND SISTEM INFORMASI 1. JUSTIFIKASI EKONOMI 2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI 3. PENINGKATAN PENTINGNYA JUSTIFIKASI SUMBERDAYA INFORMASI 4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION SERVICES 5. REDESAIN PROSES BISNIS 6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN PROSES BISNIS 7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA INFORMASI 8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY) 9. CONTINGENCY PLAN 10. PENTINGNYA ETIKA
  • 153.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 1. JUSTIFIKASI EKONOMI1. JUSTIFIKASI EKONOMI  TIGA PENDEKATAN JUSTIFIKASI EKONOMI: 1. BREAK-EVEN ANALYSIS  membandingkan biaya (cost) dari sistem baru terhadap yg ada saat ini dan mengidentifikasi break-even point (cost kedua sistem bernilai sama) 2. PAYBACK ANALYSIS  membandingkan biaya kumulatif (cummulative costs) dari sistem baru terhadap keuntungan kumulatif (cummulative benefits) 3. NET PRESENT VALUE  is the discounted current value of money that will be received in the future, taking into account a particular interest rate.  Economic justification (≈ cost-benefit analysis) is the comparison of monetary costs and benefits as a means of justifying an action
  • 154.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI  Is the use of data other than that expressed in monetary terms as a basis for an action  Pendekatan Justifikasi Non Ekonomi: 1. PORTFOLIO  evaluation should not be limited to a single application, but rather, should consider the firm’s entire portfolio of applications 2. INFORMATION ECONOMICS  recognizes that a system has the potential to achieve a wide range of values, and incur a wide range of risks 3. SURROGATE MEASURES  use 4 levels of nonmonetary benefits that can be observed after implementation of a new application
  • 155.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.1. PORTFOLIO  Certain components perform better or worse than others; the combined performance of all components is what is count  Tiga strategy Portfolio Analysis: 1. Minimize the number of high risk projects 2. Include some sure winners, even if their expected payoffs are not large 3. Scrap a project just as soon as the risk appears to be greater than the expected reward
  • 156.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.2. INFORMATION ECONOMICS POTENTIAL SYSTEM VALUES:  Provide information to the elements in the firm’s environment  Support the firm’s long-term strategy  Provide the firm with a competitive advantage  Enable management to track its critical activities  Enable management to respond quickly to competitive actions  Support the firm’s strategic plan for information resources
  • 157.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 POTENTIAL SYSTEM RISKS A proposed system should not:  Support a risky business strategy  Depend on unproven capabilities within the firm  Depend on cooperation from multiple functional areas of the firm when that cooperation might be difficult to achieve  Be based on poorly defined user needs  Depend on new and untried technology
  • 158.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 2.3. SURROGATE MEASURES The use of the computer as an information system can lead to: 1. Management Action; as a result of receiving information from the computer 2. Management Change; the managers change the ways that they perform their functions & play their roles 3. Increased Use of Decision Support Tools; managers acquire terminal/PC, learn & use softwares to solve problems 4. Organization Change; the computer provides information that is used to change the organization’s structure or the makeup of its personnel.
  • 159.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 3. PENINGKATAN PENTINGNYA3. PENINGKATAN PENTINGNYA JUSTIFIKASI SUMBERDAYAJUSTIFIKASI SUMBERDAYA INFORMASIINFORMASI  Eksekutif harus melakukan justifikasi untuk keseluruhan information services operations  Pemicu situasi:  Depresi Ekonomi  computer service companies anxious to take over the firm’s computing operations
  • 160.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION SERVICESSERVICES  Ada empat strategi:  KONSOLIDASI  mengurangi banyaknya lokasi information resources, mis. Menjadi INFORMATION CENTER.  Alasan: a few large concentration of resoures can operate more efficiently  DOWNSIZING  the transfer of computer-based applications from large equipment configurations, mis. Mainframe, ke konfigurasi yg lebih kecil, mis. Microcomputers.  OUTSOURCING  INSOURCING
  • 161.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 OUTSOURCINGOUTSOURCING  Meng-kontrak-kan seluruh/sebagian operasi komputer ke outside service organization  Di-mulai akhir tahun 1960-an:  excess time ditawarkan ke organisasi lain dalam bentuk timesharing services  sharing computer utilities (electricity, water, & gas)  Antara 1970-1980 perhatian beralih ke distributed processing, tapi outsourcer tetap provide computer services  OUTSOURCER = a computer service firm that performs part or all of a customer firm’s computing for a long period of time, kontrak 5-10 tahun)
  • 162.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Outsourcing Services:Outsourcing Services:  Data entry & simple processing  Contract programming  Facilities management:  is the complete operation of a computing center  System’s integration:  is the performance of all the tasks of the system development life cycle  Once the system is implemented, then outsourcer turns it over to the customer  Support operations for maintenance, service, or disaster recovery
  • 163.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Objective of Outsourcing:Objective of Outsourcing: 1. To do a better job of controlling costs: reducing costs, containing costs, and predicting costs 2. To relief management from the problems of system maintenance so that attention can be given to systems that provide strategic value 3. To acquire access to leading edge technology and knowhow
  • 164.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 INSOURCING  is the action of a firm to regain the processing that previously was farmed out to an outsourcer  Alasan Insourcing:  outsourcers have no interest in controlling costs since they make money when costs go up  turning over of the processing to people who don’t really know your business  a loss of control
  • 165.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 5. REDESAIN PROSES BISNIS5. REDESAIN PROSES BISNIS a. REVERSE ENGINEERING b. RESTRUCTURING c. REENGINEERING d. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASIS KOMPUTER e. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN REDESAIN PROSES BISNIS
  • 166.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 a. REVERSE ENGINEERINGa. REVERSE ENGINEERING  Terkait dengan business intelligence membeli sampel dari produk pesaing dan “di- bongkar”  Reverse engineering:  is the process of analyzing a system to identify the elements and their interrelationships, and  to create documentation in a higher level of abstraction than currently exists.  Tdd. Dua sub-areas:  REDOCUMENTATION  DESIGN RECOVERY
  • 167.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 REDOCUMENTATION  Penyiapan dokumentasi sistem dgn menggunakan system sebagai dasarnya  Dimulai dgn analisis program code agar bisa dibuatkan dokumentasi detail dalam bentuk structured English dan program flowchart.  Dokumentasi detail dianalisis agar bisa dibuatkan abstract descriptions dalam bentuk data flow diagram (DFD) dan system flowchart
  • 168.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 DESIGN RECOVERY Jadi, REVERSE EGINEERING does not seek to change systems, rather it seeks only to understand the system Perubahan system dilakukan melalui RESTRUCTURING atau REENGINEERING  Penerapan human knowledge & reasoning pada hasil redocumentation in order to completely understand it  Information specialist dan users fill in the gaps left by the doumentation
  • 169.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 b. RESTRUCTURINGb. RESTRUCTURING  Restructuring ialah transformasi suatu sistem menjadi bentuk lain tanpa mengubah fungsinya pada saat pertama kali didesain.  Contohnya:  program yang dibuat tak beraturan diubah kedalam format yang lebih terstruktur tanpa mengubah fungsi aslinya.  Contoh lainnya ialah proses normalisasi database.  Restructuring dilakukan perusahaan untuk memutakhirkan sistem akibat munculnya teknik pemrograman yang lebih terstruktur.
  • 170.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 c. REENGINEERING  Reengineering ialah redesain menyeluruh dari suatu sistem dengan tujuan untuk mengubah fungsi dari sistem tersebut. Pendekatan reegineering dapat mempengaruhi keseluruhan perusahaan.  Tahapan reengineering: REVERSE ENGINEERING RESTRUCTURING FORWARD ENGINEERING.  Forward engineering ialah nama lain untuk proses yang menerapkan SDLC.
  • 171.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 d. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASISd. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASIS KOMPUTERKOMPUTER Forward Engineering Reverse Engineering Reengineering Restructuring Fese Perencanaan Fase Analisis Fase Desain Fase Implementasi Forward Engineering Forward Engineering Forward Engineering Reverse Engineering Reverse Engineering Reverse Engineering Reengineering ReengineeringReengineering Restructuring RestructuringRestructuring
  • 172.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  Pada bagian atas Gambar21.1:  Forward engineering dan reverse engineering menempuh SDLC secara berlawanan arah.  Walaupun reverse engineering difokuskan pada aktivitas yang bergerak dari fase implementasi ke fase design, namun pergerakan ke fase sebelumnya masih dapat dilakukan.  Reengineering dimulai dari fase implementasi bergerak fase per fase sampai ke fase perencanaan dimana SDLC yang baru mulai berlangsung.  Pada pergerakan balik ke fase-fase SDLC, reengineering dapat memanfaatkan reverse engineering dan restructuring sebagai alat untuk memperbaiki dokumentasi.
  • 173.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  Restructuring dapat difokuskan pada fase mana saja dalam SDLC.  Model pada Gambar 21.1 mengilustrasikan dua hal penting dalam BPR, yaitu bahwa: 1. BPR yang berbasis komputer tidak terbatas hanya pada aktivitas fase implementasi tetapi dapat berlaku untuk seluruh fase-fase SDLC, 2. Komponen-komponen BPR dapat diterapkan secara kombinasi tergantung derajat perubahan yang diinginkan.
  • 174.
    e. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONENREDESAINe. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN REDESAIN PROSES BISNISPROSES BISNIS  Seleksi komponen yang akan digunakan dalam BPR dipengaruhi oleh kondisi sistem saat ini secara kualitas fungsional dan teknis (Gambar 21.2). Reverse Engineer Restructure Tidak ada Tindakan Forward Engineer Reengineer Reverse Engineer Jelek Bagus Jelek Bagus Kualitas Teknis (HOW?) Kualitas Fungsional (WHAT?) Gb.21.1 Seleksi Komponen BPR berdasar Kulaitas Fungsional &
  • 175.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  KUALITAS FUNGSIONAL  ialah pengukuran apa yang dilakukan sistem - yaitu task yang dilaksanakan.  KUALITAS TEKNIS  ialah pengukuran bagaimana task tersebut dilaksanakan.  Pada intinya, kualitas teknis berkaitan dengan seberapa jauh sistem merefleksikan teknik- teknik modern yang terstruktur
  • 176.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  Kuadran kiri bawah menunjukkan bahwa bila kualitas fungsional dan teknis keduanya tidak baik maka perlu dilakukan forward engineering. Artinya, akan lebih baik bila proses diulang lagi dari awal.  Kuadran kiri atas (kualitas fungsional baik tetapi kualitas teknis buruk): dilakukan reverse engineering yang diikuti dengan restructuring. Sistem tidak perlu di-refokus, yang penting ialah modernisasi cara sistem melakukan task.  Kuadran kanan bawah (kualitas fungsional buruk tetapi kualitas teknis baik): dilakukan reverse engineering dan reengineering. Hal ini terjadi karena sistem merefleksikan teknik-teknik modern tetapi hasilnya tidak sesuai.  Kuadran kanan atas tidak memerlukan tindakan apapun karena kualitas fungsional dan teknis keduanya dalam kondisi baik.
  • 177.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN PROSES BISNISPROSES BISNIS 6.1. WARISAN SISTEM (LEGACY SYSTEM)  Sistem warisan ialah sistem yang dikembangkan sebelum teknik-teknik terstruktur muncul.  Tiga hal penyebab information services pada warisan sistem tidak efektif, yaitu:  pemeliharaan semakin lama semakin kompleks & mahal,  timbul berbagai masalah moral berkaitan dgn tingkatan spesialis informasi yang melakukan maintenance,  sumberdaya informasi yang digunakan sangat banyak sehingga menyulitkan information services untuk mengubah kebutuhan bisnis.  Masalah sistem warisan akhirnya dpt ditangani dengan munculnya berbagai software utk BPR.
  • 178.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  Tool untuk analisis program digunakan untuk identifikasi kandidat terbaik program untuk digunakan pada BPR.  Contohnya, COBOL/Metrics dari Computer Data Systems, Inc. berfungsi untuk membuat ranking tingkat kesulitan maintenance dan prioritas dari usaha reenginering dari program-program.  COBOL/SF dari IBM memiliki fasilitas untuk restructuring, yaitu mengkonversi program yang tak terstruktur menjadi program ekivalen yang terstruktur. Software ini menghasilkan hirarki top-down dari modul- modul terstruktur dengan satu titik entry dan exit dan tanpa GOTO
  • 179.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  InterCASE dari Interport Software Corporation digunakan untuk reverse engineering dengan cara: menghasilkan output yang dapat menjadi input untuk CASE tool dan menyimpan outputnya dalam tempat penyimpanan (repository).  Produk-produk dari Bachman, terdiri atas Bachman Data Analyst dan Bachman Database Administrator, memiliki beberapa kemampuan untuk reengineering, diantaranya yaitu: melaksanakan fungsi reverse engineering dari struktur data IMS, DB2 dan COBOL, menghasilkan diagram entity-relationship
  • 180.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA INFORMASIINFORMASI Perusahaan mengatasi kriminalitas komputer dengan menerapkan keamanan sistem (systems security) dan meminimisasi kerusakan akibat segala macam ancaman melalui contingency planning
  • 181.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)  Keamanan sistem ialah proteksi untuk segala sumberdaya informasi dr penggunaan pihak-pihak yg tak berwenang.  Perusahaan menerapkan systems security yg efektif dgn cara mengidentifikasi sumberdaya informasi yg rawan gangguan & menerapkan tolok ukur & cara pengamanan.  Minat terhadap systems security makin meningkat karena beberapa alasan berikut ini: a. Operasi kritis/penting perusahaan sangat tergantung pada sistem informasi, b. Aplikasi electronic data interchange (EDI) memungkinkan organisasi untuk mengakses sumberdaya informasi perusahaan yang berharga, c. Sistem saat ini umumnya memiliki akses online dari user yang berlokasi di seluruh perusahaan, d. Kebanyakan end user umumnya lalai dalam mengamankan dan menjaga sistem.
  • 182.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 8.1. TUJUAN KEAMANAN8.1. TUJUAN KEAMANAN  Systems security diarahkan untuk mencapai tiga tujuan utama, yaitu kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas (Gambar 21.3).  Kerahasiaan (confidentiality).  Perusahaan berupaya melindungi data & informasi dari penyusupan orang yang tak berwenang.  Sistem Informasi Sumberdaya Manusia (HRIS) bertanggung jawab thd informasi ttg kepegawaian.  Sistem-sistem lainnya seperti account receivable, purchasing, dan account payable bertanggung jawab menjaga rahasia perorangan dari elemen- elemen lingkungan perusahaan.
  • 183.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3  Ketersediaan (availability).  Tujuan sistem informasi berbasis komputer (CBIS) ialah menyediakan data dan informasi untuk orang-orang yang berwenang menggunakannya.  Tujuan ini sangat penting terutama untuk subsistem-subsistem pada CBIS yang berorientasi informasi.  Integritas (Integrity).  Semua subsistem pada CBIS harus menyediakan refleksi akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.
  • 184.
    KETERSEDIAAN INTEGRITAS KERAHASIAAN SECURITY INFORMASI Penyusupan TakSah Penggunaan Tak Sah Destruksi Tak Sah Modifikasi Tak Sah Gb.21.3. Tindakan Tak Sah Mengancam Tujuan System Security
  • 185.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 9. CONTINGENCY PLAN9. CONTINGENCY PLAN  Operasi komputer yang tidak terganggu oleh kriminal komputer atau bencana alam akan dapat dicapai melalui eksekusi strategi-strategi yang telah direncanakan sebelumnya.  Perencanaan ini disebut sebagai disaster planning atau sekarang lebih dikenal sebagai contingency planning.  Teknik yang lebih dipercaya perusahaan ialah membuat beberapa subplan yang berkaitan dengan contingency, yaitu EMERGENCY PLAN, BACKUP PLAN, dan VITAL RECORDS PLAN.  Organisasi information services skala besar memiliki manager of contingency planning yang tugas utamanya ialah contingency planning.
  • 186.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 9.1. EMERGENCY PLAN  Emergency plan menetapkan pengukuran-pengukuran untuk keselamatan peagwai saat terjadi bencana, diantaranya yaitu  sistem alarm,  prosedur evakuasi, dan  fire suppression systems
  • 187.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 9.2. BACKUPPLAN Perusahaan harus mengatur backup fasilitas computing agar dapat digunakan saat terjadi kerusakan atau musnah. Backup dilakukan melalui kombinasi REDUNDANCY, DIVERSITY, dan MOBILITY. a. REDUNDANCY. Hardware, software, dan data dibuat duplikasinya agar pada saat ‘down’ dapat digunakan backup-nya sehingga prosesing tidak terhenti. b. DIVERSITY. Sumberdaya informasi tidak seluruhnya diinstall pada lokasi yang sama. Perusahaan besar umumnya memisahkan pusat computing untuk area operasi yang berbeda.
  • 188.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 c. MOBILITY. Perusahaan-perusahaan kecil bekerja sama menyediakan backup dengan user lainnya yang memiliki tipe peralatan yang sama. Perusahaan besar dapat memobilitaskan pusat computingnya dengan mengontrakkan sumberdayanya untuk jasa backup secara hot site atau cold site.  HOT SITE ialah fasilitas computing lengkap yang disediakan suplier untuk konsumennya untuk digunakan pada saat darurat.  COLD SITE, sering disebut empty shell, perusahaan menyediakan site terpisah dari main computing facility dan hanya menyediakan fasilitas bangunan saja tanpa komputer. Komputernya sendiri diperoleh dari supplier dan diinstall pada empty shell.
  • 189.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 9.3. VITAL RECORDS PLAN  Record-record vital perusahaan ialah dokumentasi tercetak, microform, dan magnetic storage media yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.  Record-record pada computer site harus dijaga, selain itu backup copies pada remote location juga harus tersedia.  Semua tipe record secara fisik dapat dtransportasikan ke remote location atau ditransfer secara elektronik
  • 190.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 • Tiga jenis electronic transmission service yang tersedia ialah: 1. ELECTRONIC VAULTING, mulai digunakan tahun 1988, ialah transmisi elektronik file-file backup secara batch. 2. REMOTE JOURNALING mirip dengan electronic vaulting tetapi transmisi hanya dilakukan saat transaksi terjadi. 3. DATABASE SHADOWING yaitu duplikasi database pada remote sites yang dijaga tetap up-to-date.
  • 191.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 10.10. PENTINGNYA ETIKAPENTINGNYA ETIKA 1. ETIKA SEBAGAI PARAMETER PERILAKU 2. EMPAT ISYU ETIKA 3. PERJANJIAN SOSIAL PENGGUNAAN KOMPUTER
  • 192.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 10.1. ETIKA SEBAGAI PARAMETER PERILAKU  Perilaku manusia dituntun oleh hukum, moral, dan etika.  Hukum terlihat jelas karena biasanya tertulis;  moral ialah standard betul atau salah yang secara umum dapat diterima; sedangkan  etika ialah ekspresi moral dalam bentuk aturan- aturan yang digunakan sebagai panduan.  Beberapa aturan etika bersifat informal (diperoleh berdasarkan pengalaman), beberapa aturan lainnya bersifat formal yaitu didokumentasikan secara tertulis.
  • 193.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Organisasi-organisasi professional computing telah membuat lima aturan etika yaitu: Nama Organisasi Etika Association for Computing Machinery Professional Conduct and Procedures for the Enforcement of the ACM Code Data Processing Management Association (DPMA) Code of Ethics, Standards of Conduct and Enforcement Procedures British Computer Society (BCS) Code of Conduct The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Code of Ethics The Institute for Certification of Computer Professionals (ICCP) Codes of Ethics and Good Practices
  • 194.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 10.2. EMPAT ISYU ETIKA  Prof. Richard O’Mason (Southern Methodist University) mengidentifikasi empat isyu etika (diakronimkan sebagai PAPA) berkenaan dengan era informasi.  PAPA, akronim dari  PRIVACY,  ACCURACY,  PROPERTY, dan  ACCESSIBILITY,
  • 195.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 1. PRIVACY. Informasi apa yang berkaitan dengan seseorang atau asosiasi yang boleh diungkapkan kepada orang lain; pada kondisi apa dan dengan perlindungan apa? Apa yang boleh tetap dirahasiakan seseorang yang tidak dipaksa untuk diungkapkan kepada orang lain? 2. ACCURACY. Siapa yang bertanggung jawab terhadap otentik, kebenaran, dan akurasi (ketepatan) informasi? Siapa yang bertanggung jawab akibat error informasi dan bagaimana korban menerimanya? 3. PROPERTY. Siapa yang memiliki informasi? Apa dan berapa nilai tukar yang pantas? Siapa yang memiliki saluran transmisi informasi? Bagaimana akses ke sumberdaya yang jarang (scarce) ini dialokasikan? 4. ACCESSIBILITY. Informasi apa yang seseorang/organisasi mempunyai hak memeprolehnya, pada kondisi apa dan dengan perlindungan apa?
  • 196.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 10.3. PERJANJIAN SOSIAL PENGGUNAAN KOMPUTER  Lima prinsip dasar (Prof. Richard O’Mason) agar teknologi informasi dan informasi yang tanganinya digunakan untuk meningkatkan harkat hidup manusia. Perusahaan harus memenuhi perjanjian sosial penggunaan komputer dengan cara memastikan bahwa informasi sistem perusahaan:  tidak akan melanggar privacy seseorang,  akurat  melindungi penyalahgunaan transmisi sumberdaya informasi,  melindungi intellectual property  dapat diakses utk menghindari penghinaan information illiteracy & pencabutan HAM.
  • 197.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Executive Information Systems
  • 198.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Marketing information system Manufacturing information system Financial information system Human resource information system Environmental information and data Top-level managers A Firm Without An EIS Environmental Information and data
  • 199.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Environmental Information and data Environmental Information and data Marketing information system Manufacturing information system Financial information system Human resource information system Executive information system A Firm With An EIS
  • 200.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 What Do Executives Do? - Definition of Executive  Executive manager on the upper level of the organizational hierarchy who exerts a strong influence on the firm.  "Company" attitude, long term attitude Fayol's Management Functions  Plan - especially important  Organize  Staff  Direct  Control
  • 201.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Mintzberg's Managerial Roles  Different levels of management perform the same managerial roles but the relative time spent on roles is different at different levels  Long-range, entrepreneurial improvements and responding to unanticipated situations is the focus of high level managers
  • 202.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Kotter's Agenda and Networks  John P. Kotter, Harvard professor  Executives follow a three step strategy  Agenda -- long-range strategy and short  Networks -- cooperative relationships Hundreds or thousands Inside and outside the firm  Environment -- norms and values
  • 203.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 How Do Executives Think?  Daniel J. Isenberg, Harvard professor  Studied more than one dozen executives over a 2-year period  What they think about 1. How to get things done 2. A few overriding issues  More concerned with the process than the solution  Thought processes do not always follow the step- by-step patterns of the systems approach  Intuition is used at each step
  • 204.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Unique Information Needs Mintzberg Study  Mintzberg was first to conduct a formal study of executive information needs  Studied 5 executives in early 1970s  Five basic activities  desk work  telephone calls  unscheduled meetings  scheduled meetings  tours
  • 205.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Distribution of Hours - Mintzberg Legend: Interpersonal Communication Desk Work 22% Unscheduled Meetings 10% Telephone Calls 6% Scheduled Meetings 59% Tours 3%
  • 206.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Unique Information Needs Jones & McLeod Study  Studied 5 executives in early 1980s  Objectives : How much information ? Value ? Sources ? Media ? Use ?  How much information reaches the executive  A transaction - a communication involving any medium  Daily volume  Varies from executive to executive  Varies from day to day  Daily value  The vice president of tax probably had a preceptive information gathering style, accounting for the low values
  • 207.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 HIGHHIGH HIGHHIGH HIGHHIGH HIGHHIGH HIGHHIGH AVGAVG LOWLOW AVGAVG LOWLOW AVGAVG LOLO WW AVGAVG LOWLOW Bank CEO Vice President of Tax The Volume of Information Reaching the Executives 0 10 20 30 40 50 60 Retail Chain CEO Insurance President Vice President of Finance AVGAVG LOWLOW Numberof Transactions
  • 208.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 0 5 10 15 20 25 30 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 All five executives Vice President of tax Bank CEO Value PercentageoftransactionsThe Value of Information Reaching Executives
  • 209.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Sources  Some executives went down 7 levels to gather information  Sources were internal and external  External sources provided the most volume but also the lowest average value
  • 210.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Media Used for Communication  Written media accounts for 61% of the transactions  Computer reports  Letters and memos  Periodicals  Oral media is preferred by executives  Tours  Business meals  Telephone calls The Executive Does not Control: • Letters • Memos • Telephone calls • Unscheduled meetings
  • 211.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Information Use by Decisional Role Disturbance handler (.42) Entrepreneur (.32) Resource allocator (.17) Unknown (.06) Negotiator (.03)
  • 212.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Jones & McLeod Study Findings  Environmental sources - highest volume  Internal sources - highest value  Written media- highest volume  Oral media -highest value  Little information direct from computer
  • 213.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Unique Information Needs Rockart and Treacy Study  John Rockart and Michael Treacy, both of MIT  Studied 16 companies in early 1980s  Found many computer users  Found some executives interested in detail  Coined the term ‘executive information system’ Rockart and Treacy Study EIS  A central purpose  A common core of data  Two principal methods of use  A support organization - EIS coach - EIS chauffeur
  • 214.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Rockart and Treacy Study EIS Characteristics  Used for planning and controlling  Importance of database  Internal/environmental  Past/present/future Rockart and Treacy Study EIS Characteristics (continued)  Two principal methods of use - Retrieve reports - Conduct analyses  Support organization - EIS coach - EIS chauffeur
  • 215.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Putting Computer Use in Perspective Two key points: 1. Computer use is personal 2. Computer produces only a portion of the executive's information A Suggested Program 1. Take an inventory 2. Stimulate high-value sources 3. Take advantage of opportunities 4. Tailor the system to the executive 5. Take advantage of technology
  • 216.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Personal computer Make corporate information available Information requests Executive database Corporate database Electronic mailboxes Software library Current news, explanations External data and information Information displays Executive workstation Corporate mainframeCorporate mainframe To other executive workstation To other executive workstation An EIS Model
  • 217.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Dialogue Between the Executive and the EIS  Typically by a series of menus, keyboarding is minimized  Drill down to specific information needed from the overview level Incorporation of Management Concepts  Critical success factors  Management by exception  Mental model - Information compression
  • 218.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 EIS Implementation Decisions Three Key Questions: 1. Do we need an EIS? 2. Is there application-development software available? 3. Should we purchase prewritten EIS software? Advantages of Prewritten Software 1. Fast 2. Doesn't strain information services 3. Tailored to executives
  • 219.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 EIS Critical Success Factors -Rockart and David DeLong 1. Committed/informed executive sponsor 2. Operating sponsor 3. Appropriate information services staff 4. Appropriate information technology (IT) 5. Data management 6. Link to business objectives 7. Manage organizational resistance 8. Manage the spread and evolution
  • 220.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Prerequisite Activities for the EIS Purchasing and Performance Systems Information technology standards Informatio n needs Analysis of Organization Information Systems Plan Corporate data model EIS
  • 221.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Future EIS Trends  Use will become commonplace  Decreasing software prices  Will influence MIS/DSS  The computer will always play a support role
  • 222.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Marketing Information Systems Copyright 1998 Prentice-Hall, Inc.
  • 223.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Introduction  Marketing was the first functional area to exhibit an interest in MIS  The marketing information system has three subsystems; the accounting information system, marketing research, and marketing intelligence  Functional information systems: the conceptual systems should be "mirror images" of the physical systems
  • 224.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Functional information systems Marketing information system Manufacturing information system Finance information system Human resource information system Marketing function Manufacturing function Finance function Human resources function Physical system of the firm Functional Information Systems Represent Functional Physical Systems Information resource information system Information Services function
  • 225.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Marketing Principles  Marketing mix :Product, Promotion, Place, Price The Marketing Information System (MKIS)  Kotler's marketing nerve center  3 information flows :Internal, Intelligence (from environment), Communications (to environment) Firm Environ- ment Marketing intelligence Marketing communications Internal marketing information Kotler’s Information Flows
  • 226.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Marketing Information System (MKIS) Definition A computer-based system that works in conjunction with other functional information systems to support the firm's management in solving problems that relate to marketing the firm's products. An MKIS Model Output – product – place – promotion – price – integrated mix  Database  Input – AIS – marketing research – marketing intelligence
  • 227.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Input subsystems Output subsystems D A T A B A S E Accounting information system Marketing research subsystem Marketing intelligence subsystem Internal sources Environmental sources Product subsystem Place subsystem Promotion subsystem Price subsystem Integrated- mix subsystem Users DataData InformationInformation Marketing Information System ModelMarketing Information System Model
  • 228.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Accounting Information System  Sales order data is input.  AIS provides data for  Periodic reports  Special reports  Mathematical models and knowledge-based models Marketing Research Subsystem  Gathered from customers and prospects
  • 229.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Primary versus Secondary Data  Primary data are collected by the firm  Examples of primary data  Survey  In-depth interview  Observation  Controlled experiment  Secondary data  Mailing lists  Retail sales statistics  Video retrieval systems  Some secondary must be bought and some is free
  • 230.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Marketing Research Software  Graphics packages (print maps)  CATI (computer-aided telephone interviewing) where the computer displays the next question to ask  Statistical analysis Marketing Intelligence Subsystem  Ethical activities aimed at gathering information about competitors  Each functional information system has an intelligence responsibility
  • 231.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Sales Volume STAGES Introduction Growth Maturity Decline Should the product be introduced Should the product strategy be changed Should the product be deleted The Product Life Cycle and Related Decisions
  • 232.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 New Product Evaluation Model  New product committee  Explicitly considers production as well as marketing  Lists decision criteria and their weight Place Subsystem  Channel of distribution may be short or long  Material, money, and information flow through the distribution channel – Resource flows – Feedforward information – EDI fits in here
  • 233.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Material, Money, and Information Flow Two-way information flow SupplierSupplier Manu-Manu- facturerfacturer Whole-Whole- salersaler RetailerRetailer ConsumerConsumerMaterial MaterialMaterialMaterial MoneyMoney MoneyMoneyMoneyMoneyMoneyMoney
  • 234.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Integrated-Mix Subsystem  BRANDAID Model  Solid arrows: influences  Dashed arrows: responses  Environmental and retailer influence on the consumer  Individual influences  Combined influences  Unexpected influences
  • 235.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Product Price Advertising Promotion Price-off coupons Premiums Samplings Package: Graphics & function Assortment Sales Availability Price Promotion Advertising Product Price Advertising Promotion Price-off coupons Premiums Sampling Package: Graphics & function Assortment SeasonalSeasonal trendtrend ManufacturerManufacturer RetailerRetailer CompetitorCompetitor EnvironmentEnvironment ConsumerConsumer BRANDAID SalesSales DistributionDistribution Price Trade promotion Salespersons Pacakge assortment Price Trade promotion Salespersons Pacakge assortment SalesSales DistributionDistribution
  • 236.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 The MKIS in Fortune 500 Firms  Preprocessed information 71% of 1990 firms  Mathematical modeling  Generally down. Reason is unknown.  Support for management levels – Models – Overall  Support for management functions  Support for the marketing mix
  • 237.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 How Managers Use the MKIS Integrated Product Place Promotion Price Mix Vice-pres of marketing X X X X X Other executives X X X X X Brand managers X X X X X Sales manager X X Advertising manager X X Manager mktg resrch X X X X X Manager of product planning X Manager of physical distribution X Other managers X X X X X Subsystem Subsystem
  • 238.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Manufacturing Information Systems Copyright 1998 Prentice-Hall, Inc.
  • 239.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Computers in the Physical System  CAD (computer-aided engineering)  Design database  CAM  Robotics The Computer As an Information System  Reorder point (ROP) systems – Know terms: reorder point, stockout, lead time, safety stock – ROP formula: R = LU+S – Still used by many firms. It is especially well suited to retail inventories.
  • 240.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Reorder Point (ROP) Systems  Know terms: reorder point, stockout, lead time, safety stock  ROP formula: R = LU+S  Still used by many firms. It is especially well suited to retail inventories
  • 241.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Material Requirements Planning (MRP) Components: 1. Production scheduling system -- produces a master production schedule that encompasses the longest lead time plus the longest production time. 2. MRP system -- explodes the bill of materials. Converts the gross requirements into the net requirements. 3. Capacity requirements planning system works with MRP system to keep production within plant capacity. Produces outputs: reports and planned order schedule. 4. Order release system produces reports for shop floor and purchasing.
  • 242.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Customer order file Sales forecast file Finished- goods inventory file Produc- tion capacity file Bill of material file PlannedPlanned orderorder scheduleschedule Raw materials inventory file 1.Production scheduling system 2. Material requirements planning system 3. Capacity requirements planning Purchasing system Order release report 4.Order release system Order release report Shop floor control system Performance reports Planning reports Exception reports Changes to planned orders An MRP System Master produc- tion schedule
  • 243.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Manufacturing Resource Planning (MRP-II)  The purpose is to integrate MRP with all systems that affect materials management  Organizational systems  Accounting information system
  • 244.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Material requirements planning Executive information system Order entry Accounts payable Accounts receivable General ledger An MRP II SystemAn MRP II System Other functional information systems Purchasing ReceivingBilling
  • 245.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 MRP-II Benefits  More efficient use of resources  Reduced inventories  Less idle time  Fewer bottlenecks  Better priority planning  Quicker production starts  Schedule flexibility  Improved customer service  Meet delivery dates  Improved quality  Lower price possibility  Improved employee moral  Better management information
  • 246.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Just-In-Time (JIT) Faster material flow  Small lot size  Timing  Compare JIT to online processing and MRP to batch  Kanban pulls material as opposed to MRP push  Computer not emphasized Manufacturing Information System  Definition (same components as marketing) – A computer-based system that works in conjunction with other functional information systems to support the firm's management in solving problems that relate to manufacturing the firm's products
  • 247.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 D A T A B A S E Accounting information system Industrial engineering system Manufacturing intelligence subsystem Production subsystem Inventory subsystem Quality subsystem Cost subsystem Internal sources Environmental sources InputInput subsystemssubsystems OutputOutput subsystemssubsystems Users Data Information A Model of a Manufacturing SystemA Model of a Manufacturing System
  • 248.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Industrial Engineering Subsystem  The industrial engineer  Studies physical and conceptual systems  Sets production standards Manufacturing Intelligence Subsystem  Can be viewed in terms of environmental contacts  Labor unions (personnel flow) – formal and informal systems – personnel information – union contract compliance  Suppliers (material and machine flow)
  • 249.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Labor UnionsLabor Unions •SuppliersSuppliers •EmploymentEmployment agenciesagencies •College &College & universitiesuniversities •TradeTrade schoolsschools GovernmentGovernment GlobalGlobal communitycommunity CompetitorsCompetitors Industrial relationsIndustrial relations departmentdepartment Strategic level management Human resources department Employees Manufacturing management PersonnelPersonnel requestsrequests ApplicantApplicant datadata Union contractUnion contract performanceperformance Formal flowFormal flow Informal flowInformal flow Flow of Labor InformationFlow of Labor Information
  • 250.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 A Formal Supplier Selection Process 1. Questionnaire Production capability Emphasis on quality 2.Financial analysis Long-term reliability 3.Buyer tour of supplier's plant 4.Suppliers tour the firm's plant
  • 251.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Units replaced or repaired because of defective parts, supplier spare parts availability, and so on Units rejected upon receipt, units rejected during production, reasons for rejection, and so on Customer service input Quality control input Supplier input Financial strength, quality control emphasis, past quality and delivery performance, and so on Supplier file Input to Supplier Records
  • 252.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Production Subsystem Used to: 1. Build production facilities 2. Operate production facilities  Production schedule determines when the production steps are performed  Track expected and actual completion times
  • 253.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Inventory Subsystem  Importance of determining the inventory level  Maintenance cost (carrying costs)  Purchasing costs  Economic Order Quantity (EOQ)  Economic manufacturing quantity (EMQ)
  • 254.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Quality Subsystem  Deming’s fourteen points; maintained that it is not workers but management that determines quality  Total quality management (TQM)  Elements of TQM  zero defects  quality at the source
  • 255.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 TQM Philosophy *Customer-driven quality standards *Customer-supplier links *Prevention orientation *Quality at the source *Continuous improvement Total Quality Management Graphical Tools *Process flowcharts *Check sheets *Pareto analysis and histograms *Cause and effect (fishbone) diagrams *Run charts *Scatter diagrams *Control charts Statistical Tools *Sampling plans *Process capability *Taguchi methods
  • 256.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 A Quality Environment  Top management commitment  Annual quality targets  A fine-tuned physical system  Maintained machines  Neat facilities  Trained workers  Emphasis on raw material Cost Subsystem  Periodic reports  Required ingredients 1. Standards 2. Information
  • 257.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Subsystem User Inventory Quality Production Cost Vice president of manufacturing Other executives Plant Superintendent Manager of planning and control Manager of Engineering Manager of quality control Director of purchasing Manager of inventory control Other managers How Managers Use the Manufacturing Information System XX XX XX XX XX XX XX XX XXXX XX XX XX XXXXXX XX XXXX XX XX XX XX XX
  • 258.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Computer-Integrated Manufacturing  The philosophy that all production and information technologies must work together  Includes both physical and conceptual systems  CAD is the link
  • 259.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 CIM Includes Both Physical and Conceptual Concepts The Physical Production System The CBIS CAM Robotics CAD Executive Information System Other functional information systems Manufacturing Information System Legend : Physical System Conceptual system Both physical and conceptual system
  • 260.
    SUPER 111213389 SISTEMINFORMASI MANAJEMEN - D3 Atre, S. 1988. Database: Structured Technique for Design, Performance, and Management. John Wiley & Sons, New York. Flaatten, O. Per, Donald J. McCubbrey, P.D. O’Riordan, & Keith Burgess. 1992. Foundations of Business Systems. 2nd Ed. Andersen Consulting, Arthur Andersen & Co. S.C., Orlando, FL. McLeod, Raymond Jr. 1995. Management Information Systems: A Study of Computer-Base Information System. 5th Ed. MacMillan Publishing Company, New York. Scott, George M. 1986. Principles of Management Information Systems. McGraw-Hill Book Company, New York. DAFTAR PUSTAKA