Data Agregat
K e l o m p o k 5
• M d h a f a t a m a
• N a s y a A l b a n y
• N o v i a n d r i
• R i a n a d h i a n s y a h
• S a u r a a r i b a h
• S y a w i l a f i t r i a n i
Data adalah Deskripsi dasar tentang sesuatu, kejadian,
kegiatan, dan transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan,
dan diklasifikasikan namun tidak terorganisir untuk
menyampaikan suatu arti khusus.
Data Agregat adalah fakta atau data sebagai sumber data
kesehatan di sarana pelayanan kesehatan.
Data yang
dikumpulkan dari
sumber-sumber
asli untuk
tujuan tertentu
melalui survei
lapangan
Data yang telah
dikumpulkan oleh
lembaga
pengumpul data
dan dipublikasikan
kepada
masyarakat
pengguna data
1. Menghemat waktu
2. Menghemat biaya
3. Menghindari duplikasi pekerjaan
4. Memperpendek proses
Pencatatan disini dimaksudkan pendokumentasian segala informasi medis
seorang pasien ke dalam rekam medis. Data pasien dapat dikelompokkan ke
dalam dua kelompok, yaitu data sosial dan data medis.
1. Catatan yang bersifat kolektif
Catatan ini dalam bentuk buku yang sering disebut buku register. Buku
register ini merupakan sumber utama data kegiatan rumah sakit.
2. Catatan yang bersifat individual
Catatan ini mendokumentasikan segala tindakan medik yang diberikan kepada
seorang pasien. Bentuk catatan ini berupa lembaran-lembaran yang dinamakan
rekam medis.
Informasi yang dikirim dari sumber informasi (rumah sakit) ke pusat (Depkes)
dapat dipakai sebagai acuan atau pedoman.
Informasi yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat dipakai untuk
keperluanmanajemen dalam rangka mencapai tujuan pembangunan dan
pengembangan Rumah sakit yaitu peningkatan mutu, cakupan, dan
efisiensi pelayanan.
BOR (Bed Occupancy
Ratio)
BOR Bed Occupancy Ratio)
Presentase pemakaian tempat tidur pada satuan
waktu tertentu. Nilai parameter BOR yang ideal
adalah antara 60-85%
AVLOS average length of stay
Rata-rata lamanya pasien dirawat. lanjut.Secara
umum, nilai AVLOS yang ideal antara 6-9 hari
TOI (Turn Over Interval
Rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati.
tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi
pada kisaran 1-3 hari.
NDR (Net Death Rate
angka kematian 48 jam setelah dirawat
untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar.Indikator
ini memberikan gambaran mutu pelayanan di
rumah sakit.Angka dianjurkan kurang dari 25
per 1000 penderita keluar.
GDR (Gross Death Rate
angka kematian umum untuk setiap1000
penderita keluar. Angka dianjurkan kurang
dari 45 per1000.
Data Periode Bulan Januari
a. Jumlah tempat tidur = 232
b. Jumlah pasien keluar hidup dan mati = 1138
c. Jumlah pasien keluar mati <48 = 28
d. Jumlah pasien keluar mati >= 48 = 16
e. Total jumlah pasien keluar mati (c+d) = 44
f. Jumlah total hari perawatan / hari rawat = 3794
g. Jumlah total lama dirawat = 4066
h. Jumlah hari periode bulan Januari = 31 hari
BOR =3794 /(232 x 31) x 100% =52,75 %
AvLOS = 4066 / 1138 = 3,57 hari
TOI = ((233 x 31) - 3794) / 1138 = 2,99 hari
Data Periode Bulan Januari
a. Jumlah tempat tidur = 232
b. Jumlah pasien keluar hidup dan mati = 1138
c. Jumlah pasien keluar mati <48 = 28
d. Jumlah pasien keluar mati >= 48 = 16
e. Total jumlah pasien keluar mati (c+d) = 44
f. Jumlah total hari perawatan / hari rawat = 3794
g. Jumlah total lama dirawat = 4066
h. Jumlah hari periode bulan Januari = 31 hari
BTO = 1138 / 232 = 4,91 kali
GDR = (44 / 1138) x 1000 = 38,66 ‰
NDR = (16 /1138) x 1000 = 14,06 ‰
Grafik Barber Johnson merupakan salah satu alat untuk mengukur tingkat
efisiensi pengelolaan rumah sakit. Grafik barber Johnson sendiri diperoleh
dari hasil perhitungan beberapa data statistic rumah sakit.
Ada empat garis bantu yang dibentuk oleh empat parameter Grafik Barber
Johnson, yaitu
1. TOI pada umumnya menjadi sumbu horizontal.
2. AvLOS pada umumnya menjadi sumbu vertikal.
3. Garis bantu BOR merupakan garis yang ditarik dari
pertemuan sumbu horizontal dan vertikal , yaitu titik 0,0 dan
membentuk seperti kipas.
4. Garis BTO merupakan garis yang ditarik
menghubungkan posisi nilai AvLOS dan TOI yang sama.
1. Lamanya rata-rata pasien dirawat atau lengh of stay atau mean
duration of stay
2. Lamanya rata-rata tempat tidur tidak terisi (kosong) atau turn
over interval
3. Persentase tempat tidur yang terisi atau percentage bed
occupancy
4. Pasien dirawat yang keluar dalam keadaan hidup dan yang
meninggal (discharge)
per tempat tidur (yang siap dipakai) selama setahun atau bed turn
over rate atau
throughput.
1. Skala pada sumbu horisontal tidak harus sama dengan skala
sumbu vertikal.
2. Skala pada suatu sumbu harus konsisten.
3. Skala pada sumbu horizontal dan vertical dimulai dari angka 0
dan berhimpit membentuk koordinat 0,0.
4. Judul grafik harus secara jelas menyebutkan nama Rumah Sakit,
nama bangsal (bila perlu), dan periode waktu.
5. Garis bantu BOR dibuat dengan cara tentukan nilai BOR
6. Garis bantu BTO dibuat dengan cara tentukan nilai BTO yang
akan dibuat
7. Daerah efisien dibuat dan merupakan daerah yang dibatasi oleh
perpotongan garis : TOI, BOR, AvLOS
• Dapat Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan Tempat Tidur dari suatu
unit dari waktu ke waktu dalam periode tertentu.
• Untuk Memonitor perkembangan pencapaian target efisiensi penggunaan
Tempat Tidur yang telah ditentukan dalam suatu periode tertentu.
• Dapat Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan Tempat Tidur antar unit
dalam periode tertentu memantau dampak dari suatu penerapan kebijakan
terhadap efisiensi penggunaan Tempat Tidur.
• Untuk Mengecek kebenaran laporan hasil perhitungan empat parameter
efisiensi penggunaan Tempat Tidur.
Thank You

RKE_ KELOMPOK 5.pdf

  • 1.
    Data Agregat K el o m p o k 5 • M d h a f a t a m a • N a s y a A l b a n y • N o v i a n d r i • R i a n a d h i a n s y a h • S a u r a a r i b a h • S y a w i l a f i t r i a n i
  • 2.
    Data adalah Deskripsidasar tentang sesuatu, kejadian, kegiatan, dan transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan, dan diklasifikasikan namun tidak terorganisir untuk menyampaikan suatu arti khusus. Data Agregat adalah fakta atau data sebagai sumber data kesehatan di sarana pelayanan kesehatan.
  • 3.
    Data yang dikumpulkan dari sumber-sumber asliuntuk tujuan tertentu melalui survei lapangan Data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data
  • 4.
    1. Menghemat waktu 2.Menghemat biaya 3. Menghindari duplikasi pekerjaan 4. Memperpendek proses
  • 5.
    Pencatatan disini dimaksudkanpendokumentasian segala informasi medis seorang pasien ke dalam rekam medis. Data pasien dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu data sosial dan data medis. 1. Catatan yang bersifat kolektif Catatan ini dalam bentuk buku yang sering disebut buku register. Buku register ini merupakan sumber utama data kegiatan rumah sakit. 2. Catatan yang bersifat individual Catatan ini mendokumentasikan segala tindakan medik yang diberikan kepada seorang pasien. Bentuk catatan ini berupa lembaran-lembaran yang dinamakan rekam medis.
  • 6.
    Informasi yang dikirimdari sumber informasi (rumah sakit) ke pusat (Depkes) dapat dipakai sebagai acuan atau pedoman. Informasi yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat dipakai untuk keperluanmanajemen dalam rangka mencapai tujuan pembangunan dan pengembangan Rumah sakit yaitu peningkatan mutu, cakupan, dan efisiensi pelayanan.
  • 7.
    BOR (Bed Occupancy Ratio) BORBed Occupancy Ratio) Presentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85% AVLOS average length of stay Rata-rata lamanya pasien dirawat. lanjut.Secara umum, nilai AVLOS yang ideal antara 6-9 hari
  • 8.
    TOI (Turn OverInterval Rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati. tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari.
  • 9.
    NDR (Net DeathRate angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar.Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit.Angka dianjurkan kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. GDR (Gross Death Rate angka kematian umum untuk setiap1000 penderita keluar. Angka dianjurkan kurang dari 45 per1000.
  • 10.
    Data Periode BulanJanuari a. Jumlah tempat tidur = 232 b. Jumlah pasien keluar hidup dan mati = 1138 c. Jumlah pasien keluar mati <48 = 28 d. Jumlah pasien keluar mati >= 48 = 16 e. Total jumlah pasien keluar mati (c+d) = 44 f. Jumlah total hari perawatan / hari rawat = 3794 g. Jumlah total lama dirawat = 4066 h. Jumlah hari periode bulan Januari = 31 hari BOR =3794 /(232 x 31) x 100% =52,75 % AvLOS = 4066 / 1138 = 3,57 hari TOI = ((233 x 31) - 3794) / 1138 = 2,99 hari
  • 11.
    Data Periode BulanJanuari a. Jumlah tempat tidur = 232 b. Jumlah pasien keluar hidup dan mati = 1138 c. Jumlah pasien keluar mati <48 = 28 d. Jumlah pasien keluar mati >= 48 = 16 e. Total jumlah pasien keluar mati (c+d) = 44 f. Jumlah total hari perawatan / hari rawat = 3794 g. Jumlah total lama dirawat = 4066 h. Jumlah hari periode bulan Januari = 31 hari BTO = 1138 / 232 = 4,91 kali GDR = (44 / 1138) x 1000 = 38,66 ‰ NDR = (16 /1138) x 1000 = 14,06 ‰
  • 12.
    Grafik Barber Johnsonmerupakan salah satu alat untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan rumah sakit. Grafik barber Johnson sendiri diperoleh dari hasil perhitungan beberapa data statistic rumah sakit. Ada empat garis bantu yang dibentuk oleh empat parameter Grafik Barber Johnson, yaitu 1. TOI pada umumnya menjadi sumbu horizontal. 2. AvLOS pada umumnya menjadi sumbu vertikal. 3. Garis bantu BOR merupakan garis yang ditarik dari pertemuan sumbu horizontal dan vertikal , yaitu titik 0,0 dan membentuk seperti kipas. 4. Garis BTO merupakan garis yang ditarik menghubungkan posisi nilai AvLOS dan TOI yang sama.
  • 13.
    1. Lamanya rata-ratapasien dirawat atau lengh of stay atau mean duration of stay 2. Lamanya rata-rata tempat tidur tidak terisi (kosong) atau turn over interval 3. Persentase tempat tidur yang terisi atau percentage bed occupancy 4. Pasien dirawat yang keluar dalam keadaan hidup dan yang meninggal (discharge) per tempat tidur (yang siap dipakai) selama setahun atau bed turn over rate atau throughput.
  • 14.
    1. Skala padasumbu horisontal tidak harus sama dengan skala sumbu vertikal. 2. Skala pada suatu sumbu harus konsisten. 3. Skala pada sumbu horizontal dan vertical dimulai dari angka 0 dan berhimpit membentuk koordinat 0,0. 4. Judul grafik harus secara jelas menyebutkan nama Rumah Sakit, nama bangsal (bila perlu), dan periode waktu. 5. Garis bantu BOR dibuat dengan cara tentukan nilai BOR 6. Garis bantu BTO dibuat dengan cara tentukan nilai BTO yang akan dibuat 7. Daerah efisien dibuat dan merupakan daerah yang dibatasi oleh perpotongan garis : TOI, BOR, AvLOS
  • 15.
    • Dapat Membandingkantingkat efisiensi penggunaan Tempat Tidur dari suatu unit dari waktu ke waktu dalam periode tertentu. • Untuk Memonitor perkembangan pencapaian target efisiensi penggunaan Tempat Tidur yang telah ditentukan dalam suatu periode tertentu. • Dapat Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan Tempat Tidur antar unit dalam periode tertentu memantau dampak dari suatu penerapan kebijakan terhadap efisiensi penggunaan Tempat Tidur. • Untuk Mengecek kebenaran laporan hasil perhitungan empat parameter efisiensi penggunaan Tempat Tidur.
  • 16.