RENDAH
HATINama Kelompok :
1.Justin Sofi
2.Nadia Az Zahro
3.Nafiul Ikroma W.
4.Novi Lailatul I.
Semua akhlak yang dipraktikkan oleh Nabi bersumberkan
daripada al-Qur’an. Akhlak ini telah membentuk karakter
tersendiri dalam diri Nabi s.a.w. dan berpengaruh besar
terhadap kehidupan sosialnya. Suatu saat Sayidah ‘Ā’isyah
ditanya tentang akhlak Nabi s.a.w., ‘Ā’isyah kembali bertanya
kepada orang yang bertanya itu: Apakah kamu pernah
membaca al-Qur’an? dijawab: “Pernah.” ‘Ā’isyah meneruskan
jawabannya: “Akhlak Nabi adalah al-Qur’an.”
Apabila akhlak Nabi bersumberkan daripada ajaran Al-
Qur’an, maka sifat rendah hati yang memancar dari rumah Nabi
juga berasal daripada al-Qur’an. Allah menegaskan bahwa Dia
akan menjauhkan rahmat dan tanda-tanda kekuasaan-Nya dari
orang-orang yang sombong dan tidak mempunyai sifat rendah
hati. Allah berfirman dalam surah al-A’rāf, 7: 146, yang ertinya:
“Aku memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya
di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda
kekuasaan-Ku.”
Menurut bahasa, tawadhu' artinya rendah hati. Secara
istilah tawadhu' adalah sikap merendahkan hati, baik di hadapan
Allah SWT maupun sesama manusia. Manusia yang sadar akan
hakikat kejadian dirinya tidak akan pernah mempumyai alasan
untuk merasa lebih baik antara yang satu dan yang lainnya.
Sebagaimana firman Allah di dalam Al-qur'an surat Al-Furqon:63,
‫م‬ً‫ل‬َ ‫س‬َ ‫لوا‬ُ‫قا‬َ ‫ن‬َ ‫لو‬ُ‫ه‬ِ ‫جا‬َ ‫ل‬ْ‫ا‬ ‫م‬ُ‫ه‬ُ ‫ب‬َ‫ط‬َ ‫خا‬َ ‫ذا‬َ‫إ‬ِ‫و‬َ ‫نا‬ً‫و‬ْ ‫ه‬َ ‫ض‬ِ ‫ر‬ْ ‫ل‬َْ ‫ا‬ ‫لى‬َ‫ع‬َ ‫ن‬َ ‫شو‬ُ ‫م‬ْ ‫ي‬َ ‫ن‬َ ‫ذي‬ِ‫ل‬ّ‫ا‬ ‫ن‬ِ‫م‬َ ‫ح‬ْ ‫ر‬ّ ‫ال‬ ‫د‬ُ‫با‬َ‫ع‬ِ ‫و‬َٰ
Artinya: "Dan hamba-hamba Tuhan yang maha penyayang itu
(adalah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah
hati dan apabila orang-orang jahil menyapa, mereka mengucapkan
kata-kata yang baik."
1. Pengertian Rendah Hati
Makna kandungan ayat tersebut, Allah
memerintahkan umatnya untuk merendahkan hati terhadap
sesama dengan cara mengucapkan kata-kata yang cik dan
lemah lembut. Rosulullah Saw juga menjelaskan bahwa
orang yang tawadhu' akan diangkat derajatnya oleh Allah
swt. Sabda Rosulullah yang artinya :
"Sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, barang
siapa yang merendahkan diri dihadapan Allah, maka Allah
akan mengangkat derajatnya pada tempat yang tinggi. Dan
barang siapa yang takabur kepada Allah, maka Allah akan
menghinakannya sampai ke tempat serendah-rendahnya."
(HR. Ahmad)
Seseorang yang mempunyai sikap tawadhu yaitu ditandai
dengan :
a.Sederhana dalam berpakaian walaupun sebagai pejabat atau
orang kaya.
b.Tidak suka memamerkan kekuasaan atau kekayaan
dihadapan seseorang.
c.Bersikap lemah lembut dengan siapapun, yaitu lemah lembut
dalam bertuturkata, sopan dan santun dalam bertindak dan
berbicara.
d.Ramah, senang bergaul dengan semua orang tanpa
membedakan statussosial.
e.Menghargai dan menghormati kepada yang lain, misalnya
menghargai danmenghormati teman yang berlainan agama,
tidak gaduh pada saat (sedang)belajar
2. Contoh perilaku Tawadhu
Di rumah (dalam lingkungan keluarga).
Sebagai seorang anak harus berperilaku sopan dan
santun kepada orangtua, berperilaku lemah lembut di
hadapan orang tua, dan apabila bertutur kata maka dipilih
kata-kata yang halus dan baik, bukan dengan kata-kata
yangkeras dan kasar, tidak bermasam muka dengan orang
tua apalagi menyakiti hati orang tua. Alangkah senang
dan bahagianya sebagai orang tua, jika mempunyai anak
yang senantiasa berperilaku sopan dan santun dengan
orang tuanya. Dan ini merupakan kebahagiaan dan
sekaligus kebanggaan yang tidak dapat diukurdengan
materi atau harta benda.
3. Membiasakan perilaku Tawadhu
Di sekolah (dalam lingkungan sekolah)
Seorang siswa yang mempunyai sikap rendah
hati yaitu apabila disekolahnya bersikap ramah, sopan
dan santun ketika berjalan, berbicara dan bertingkah
laku, baik dengan sesama temannya, gurunya maupun
dengan petugas yang ada di sekolah. Contoh tawadhu
(rendah hati) kepada guru yaitu berperilaku sopan dan
santun, bertutur kata dengan lemah lembut, mengikuti
perkataan dan perbuatannya yang baik, karena guru
adalah orang yang sepatutnya dapat ditiru, disamping
itu guru telah banyak berjasa kepada kita sebagai siswa.
Di Masyarakat (dalam lingkungan masyarakat)
Jika dibandingkan dengan kedua lingkungan
tersebut (keluarga dan sekolah), maka lingkungan
masyarakatlah yang lebih luas dan heterogen. Untuk itu
sikap tawadhu (rendah hati) dalam lingkungan masyarakat
dapat dibagi kepada :
1). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih tua.
Apabila kita bergaul dengan orang yang lebih tua
usianya dari pada kita, maka kita harus senantiasa
“hormat” kepadanya, karena pengalaman hidupnya lebih
dulu dari pada kita. Adapun cara menghormatinya adalah
(a). Bila bertemu hendaknya kita memberi salam atau
menyapa terlebih dahulu.
(b) Bila kita berbicara harus dengan kata-kata yang
sopan lagi santun. (c) Mendengarkan apa yang dikatakan
atau apabila kita menyampaikan pendapat hendaknya
dengan baik. (d) tidak boleh merendahkan atau
meremehkan.
2). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih muda.
Apabila kia bergaul dengan orang yang lebih
muda usianya dari pada kita, maka hendaknya atas
dasar “kasih sayang”. Jika sudah demikian,maka
yang muda akan “menghormati” kepada yang lebih
tua. Karena orangyang muda biasanya akan
mencontoh perilaku orang yang lebih tua
Jadi sikap tawadhu (rendah hati) bagi orang yang
lebih muda usianya harus “menghormati” kepada yang
lebih tua, dan orang yang lebih tua jugaharus
“menyayangi” kepada yang lebih muda. Jika tidak
demikian, maka bukan termasuk ummat Nabi Muhammad
SAW, sebagaimana sabda beliau:
"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak
“menyayangi” orang yang lebih muda diantara kita, dan
orang yang tidak “menghormati’ kepadayang lebih tua
diantara kita".(H.R. At-tirmidzi )
3) Sikap rendah hati kepada teman sebaya
Sikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita
biasakan dalam kehidupan sehari-hari kepada sesama
teman sebaya diantaranya adalah (a) Bertutur kata
dengan baik (b) Bersikap lemah lembut (c) Bersikap
sopan dan santun (d) Berbuat baik kepada teman (e)
Saling menasehati (f) Saling menghormati (g) Tidak saling
mengejek atau mencela (h) Tidak memanggil dengan
panggilan yang kurang baik (i) Tidak mudah
berperasangka buruk (j) Tidak saling memfitnah (k) Tidak
saling menggunjing atau mengumpat dan lain-lain.
4) Sikap rendah hati terhadap agama lain
Sikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita
tampilkan dalam kehidupansehari-hari terhadap agama –
agama lain diantaranya adalah: (a) menciptakan kerukunan
secara bersama-sama, yang diwujudkan dalam suasana
damai, tertib, saling memahami dan menghargai, serta
adanya dialog antar agama. (b) Menghindari adanya konflik,
misalnya saling mengecam atau mengancam. (c) Agar kita
bersikap ramah, tidak saling mencurigai, dan memberikan
kebebasan bagi setiap orang untuk memeluk agama lain.
(d) Berusaha untuk menghindari penyalah gunaan agama
untuk kepentingan tertentu.
1. Dimuliakan oleh Allah SWT
Orang yang tawadhu dimuliakan oleh Allah SWT, sebaliknya
orang yang sombong akan direndahkan oleh Allah SWT. Sabda
Rasulullah SAW, yang artinya “Hak Allah bahwa tidaklah sesuatu
dari dunia itu sombong melainkan Allah merendahkannya.” (HR.
Bukhari)
2. Dicintai sesama
Orang yang tawadhu akan dicintai oleh sesama manusia,
karena ia selalu mencintai dan menghormati orang lain.
3. Banyak teman
Kebanyakan manusia suka bergaul/berteman dengan orang
yang menjauhkan diri dari kesombongan atau bersikap tawadhu,
karena orang yang tawadhu senantiasa menghargai orang lain
dalam segala hal.
4. Manfaat Sikap Tawadhu
고마외…
Terima Kasih...

Rendah hati

  • 1.
    RENDAH HATINama Kelompok : 1.JustinSofi 2.Nadia Az Zahro 3.Nafiul Ikroma W. 4.Novi Lailatul I.
  • 2.
    Semua akhlak yangdipraktikkan oleh Nabi bersumberkan daripada al-Qur’an. Akhlak ini telah membentuk karakter tersendiri dalam diri Nabi s.a.w. dan berpengaruh besar terhadap kehidupan sosialnya. Suatu saat Sayidah ‘Ā’isyah ditanya tentang akhlak Nabi s.a.w., ‘Ā’isyah kembali bertanya kepada orang yang bertanya itu: Apakah kamu pernah membaca al-Qur’an? dijawab: “Pernah.” ‘Ā’isyah meneruskan jawabannya: “Akhlak Nabi adalah al-Qur’an.” Apabila akhlak Nabi bersumberkan daripada ajaran Al- Qur’an, maka sifat rendah hati yang memancar dari rumah Nabi juga berasal daripada al-Qur’an. Allah menegaskan bahwa Dia akan menjauhkan rahmat dan tanda-tanda kekuasaan-Nya dari orang-orang yang sombong dan tidak mempunyai sifat rendah hati. Allah berfirman dalam surah al-A’rāf, 7: 146, yang ertinya: “Aku memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.”
  • 3.
    Menurut bahasa, tawadhu'artinya rendah hati. Secara istilah tawadhu' adalah sikap merendahkan hati, baik di hadapan Allah SWT maupun sesama manusia. Manusia yang sadar akan hakikat kejadian dirinya tidak akan pernah mempumyai alasan untuk merasa lebih baik antara yang satu dan yang lainnya. Sebagaimana firman Allah di dalam Al-qur'an surat Al-Furqon:63, ‫م‬ً‫ل‬َ ‫س‬َ ‫لوا‬ُ‫قا‬َ ‫ن‬َ ‫لو‬ُ‫ه‬ِ ‫جا‬َ ‫ل‬ْ‫ا‬ ‫م‬ُ‫ه‬ُ ‫ب‬َ‫ط‬َ ‫خا‬َ ‫ذا‬َ‫إ‬ِ‫و‬َ ‫نا‬ً‫و‬ْ ‫ه‬َ ‫ض‬ِ ‫ر‬ْ ‫ل‬َْ ‫ا‬ ‫لى‬َ‫ع‬َ ‫ن‬َ ‫شو‬ُ ‫م‬ْ ‫ي‬َ ‫ن‬َ ‫ذي‬ِ‫ل‬ّ‫ا‬ ‫ن‬ِ‫م‬َ ‫ح‬ْ ‫ر‬ّ ‫ال‬ ‫د‬ُ‫با‬َ‫ع‬ِ ‫و‬َٰ Artinya: "Dan hamba-hamba Tuhan yang maha penyayang itu (adalah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata yang baik." 1. Pengertian Rendah Hati
  • 4.
    Makna kandungan ayattersebut, Allah memerintahkan umatnya untuk merendahkan hati terhadap sesama dengan cara mengucapkan kata-kata yang cik dan lemah lembut. Rosulullah Saw juga menjelaskan bahwa orang yang tawadhu' akan diangkat derajatnya oleh Allah swt. Sabda Rosulullah yang artinya : "Sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, barang siapa yang merendahkan diri dihadapan Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya pada tempat yang tinggi. Dan barang siapa yang takabur kepada Allah, maka Allah akan menghinakannya sampai ke tempat serendah-rendahnya." (HR. Ahmad)
  • 5.
    Seseorang yang mempunyaisikap tawadhu yaitu ditandai dengan : a.Sederhana dalam berpakaian walaupun sebagai pejabat atau orang kaya. b.Tidak suka memamerkan kekuasaan atau kekayaan dihadapan seseorang. c.Bersikap lemah lembut dengan siapapun, yaitu lemah lembut dalam bertuturkata, sopan dan santun dalam bertindak dan berbicara. d.Ramah, senang bergaul dengan semua orang tanpa membedakan statussosial. e.Menghargai dan menghormati kepada yang lain, misalnya menghargai danmenghormati teman yang berlainan agama, tidak gaduh pada saat (sedang)belajar 2. Contoh perilaku Tawadhu
  • 6.
    Di rumah (dalamlingkungan keluarga). Sebagai seorang anak harus berperilaku sopan dan santun kepada orangtua, berperilaku lemah lembut di hadapan orang tua, dan apabila bertutur kata maka dipilih kata-kata yang halus dan baik, bukan dengan kata-kata yangkeras dan kasar, tidak bermasam muka dengan orang tua apalagi menyakiti hati orang tua. Alangkah senang dan bahagianya sebagai orang tua, jika mempunyai anak yang senantiasa berperilaku sopan dan santun dengan orang tuanya. Dan ini merupakan kebahagiaan dan sekaligus kebanggaan yang tidak dapat diukurdengan materi atau harta benda. 3. Membiasakan perilaku Tawadhu
  • 7.
    Di sekolah (dalamlingkungan sekolah) Seorang siswa yang mempunyai sikap rendah hati yaitu apabila disekolahnya bersikap ramah, sopan dan santun ketika berjalan, berbicara dan bertingkah laku, baik dengan sesama temannya, gurunya maupun dengan petugas yang ada di sekolah. Contoh tawadhu (rendah hati) kepada guru yaitu berperilaku sopan dan santun, bertutur kata dengan lemah lembut, mengikuti perkataan dan perbuatannya yang baik, karena guru adalah orang yang sepatutnya dapat ditiru, disamping itu guru telah banyak berjasa kepada kita sebagai siswa.
  • 8.
    Di Masyarakat (dalamlingkungan masyarakat) Jika dibandingkan dengan kedua lingkungan tersebut (keluarga dan sekolah), maka lingkungan masyarakatlah yang lebih luas dan heterogen. Untuk itu sikap tawadhu (rendah hati) dalam lingkungan masyarakat dapat dibagi kepada : 1). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih tua. Apabila kita bergaul dengan orang yang lebih tua usianya dari pada kita, maka kita harus senantiasa “hormat” kepadanya, karena pengalaman hidupnya lebih dulu dari pada kita. Adapun cara menghormatinya adalah (a). Bila bertemu hendaknya kita memberi salam atau menyapa terlebih dahulu.
  • 9.
    (b) Bila kitaberbicara harus dengan kata-kata yang sopan lagi santun. (c) Mendengarkan apa yang dikatakan atau apabila kita menyampaikan pendapat hendaknya dengan baik. (d) tidak boleh merendahkan atau meremehkan. 2). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih muda. Apabila kia bergaul dengan orang yang lebih muda usianya dari pada kita, maka hendaknya atas dasar “kasih sayang”. Jika sudah demikian,maka yang muda akan “menghormati” kepada yang lebih tua. Karena orangyang muda biasanya akan mencontoh perilaku orang yang lebih tua
  • 10.
    Jadi sikap tawadhu(rendah hati) bagi orang yang lebih muda usianya harus “menghormati” kepada yang lebih tua, dan orang yang lebih tua jugaharus “menyayangi” kepada yang lebih muda. Jika tidak demikian, maka bukan termasuk ummat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabda beliau: "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak “menyayangi” orang yang lebih muda diantara kita, dan orang yang tidak “menghormati’ kepadayang lebih tua diantara kita".(H.R. At-tirmidzi )
  • 11.
    3) Sikap rendahhati kepada teman sebaya Sikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari kepada sesama teman sebaya diantaranya adalah (a) Bertutur kata dengan baik (b) Bersikap lemah lembut (c) Bersikap sopan dan santun (d) Berbuat baik kepada teman (e) Saling menasehati (f) Saling menghormati (g) Tidak saling mengejek atau mencela (h) Tidak memanggil dengan panggilan yang kurang baik (i) Tidak mudah berperasangka buruk (j) Tidak saling memfitnah (k) Tidak saling menggunjing atau mengumpat dan lain-lain.
  • 12.
    4) Sikap rendahhati terhadap agama lain Sikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita tampilkan dalam kehidupansehari-hari terhadap agama – agama lain diantaranya adalah: (a) menciptakan kerukunan secara bersama-sama, yang diwujudkan dalam suasana damai, tertib, saling memahami dan menghargai, serta adanya dialog antar agama. (b) Menghindari adanya konflik, misalnya saling mengecam atau mengancam. (c) Agar kita bersikap ramah, tidak saling mencurigai, dan memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk memeluk agama lain. (d) Berusaha untuk menghindari penyalah gunaan agama untuk kepentingan tertentu.
  • 13.
    1. Dimuliakan olehAllah SWT Orang yang tawadhu dimuliakan oleh Allah SWT, sebaliknya orang yang sombong akan direndahkan oleh Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW, yang artinya “Hak Allah bahwa tidaklah sesuatu dari dunia itu sombong melainkan Allah merendahkannya.” (HR. Bukhari) 2. Dicintai sesama Orang yang tawadhu akan dicintai oleh sesama manusia, karena ia selalu mencintai dan menghormati orang lain. 3. Banyak teman Kebanyakan manusia suka bergaul/berteman dengan orang yang menjauhkan diri dari kesombongan atau bersikap tawadhu, karena orang yang tawadhu senantiasa menghargai orang lain dalam segala hal. 4. Manfaat Sikap Tawadhu
  • 14.