TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH
“Penyiram Tanaman Otomatis”
Oleh:
Nama : Ejawanta Aulia Fasabani
NIM : 09030581721010
Kelas : Teknik Komputer
PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2019
Untuk Paper pertama pada tahun 2015 Bayu Aji Kurniawan Membuat Proyek akhir dengan
judul “Alat Penyiram Tanaman Otomatis dengan Logika Fuzzy Berbasis Atmega16” Pembuatan
proyek akhir ini bertujuan untuk menerapkan logika fuzzy pada otomatis penyiraman tanaman
berdasarkan suhu udara dan kelembaban tanah. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat
membantu proses perawatan tanaman agar lebih baik. Dan menggunakan alat seperti sensor suhu
LM35, sensor kelembaban tanah SEN0057, ATMega16, Driver l298D , LCD 16x2 dan Pompa
Air. [1]
Road Map Penelitian
2015 2017
Rancang Bangun Alat Penyiraman
Tanaman Dengan Pompa Otomatis
Sistem Irigasi Tetes pada Lahan
Kering
Amuddin
Joko Sumarsono2
Alat Penyiram Tanaman
Otomatis Dengan Logika
Fuzzy Berbasis Atmega16
Bayu Aji Kurniawan
Sistem Kendali Penyiram
Tanaman Menggunakan
Propeller Berbasis Internet of
Things
Ratnawati
Silna
Sistem Kontrol Dan
Monitoring Pertumbuhan
Tanaman Hortikultura
Pada Smart Garden
Dian Megah Sari,
Zulfajri B. Hasanuddi ,
Dewiani
2019
Rancang Bangun Smart
Garden Berbasis Internet
Of Thing (Iot) dengan Bot
Telegram
Krisna Affandi
Sistem Penyiram
Tanaman Otomatis
Dengan Pemantauan dan
Notifikasi Melalui Iot
Jacquline M.S.
Waworundeng.
Novian Chandra Suseno
2016
Rancang Bangun Prototipe
Gardening Smart System (Gss)
untuk Perawatan Tanaman
Anggrek Berbasis Web
Deni Kurnia
Adolf Asih Supriant
Rancang Bangun Prototype
System
Monitoring Kelembaban Tanah
Melalui Sms Berdasarkan Hasil
Penyiraman Tanaman
“Studi Kasus Tanaman Cabai
Dan Tomat”
Caesar Pats Yahwe
Isnawaty
2018
Sistem Pengontrol Kelembaban
Tanaman Anggrek Menggunakan
Telegram
Yisti Vita Via
Mochammad Lukman Shodiq
Penyiraman Tanaman
Secara Otomatis
Menggunakan Propeler
berbasis IoT
Agus Rahman
Paper kedua pada tahun 2015 Amuddin dan Joko Sumarsono membuat proyek dengan
judul “Rancang Bangun Alat Penyiraman Tanaman dengan Pompa Otomatis Sistem Irigasi Tetes
pada Lahan Kering” Penelitian ini bertujuan untuk Merancang bangun peralatan penyiraman
otomatis pada lahan kering, Menentukan cara yang efektif dan efisien, Mengetahui unjuk kerja
yang lebih spesifik dalam penggunaan daya listrik. Manfaat penelitian ini Alat otomatis yang dapat
membantu mengatasi kekurangan air pada musim kemarau di lahan kering, membantu petani
dalam mengatasi masalah pengairan tanaman pada musim kemarau/kering, pengetahuan ilmiah
dalam otomatisasi penyiraman sistem irigasi tetes dengan pompa energi surya sebagai energi
terbarukan.[2]
Tahun 2016 paper pertama dengan judul proyek “Rancang Bangun Prototype System
Monitoring Kelembaban Tanah Melalui Sms Berdasarkan Hasil Penyiraman Tanaman “Studi
Kasus Tanaman Cabai dan Tomat” yang ditulis oleh Caesar Pats Yahwe , Isnawaty, dan L.M Fid
Aksara. Monitoring penyiraman tanaman berdasarkan kelembaban tanah melalui SMS berbasis
mikrokontroler merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam hal mengawasi serta
merawat tanaman tetap dalam kondisi yang baik. Sehingga dapat mengefisienkan waktu dan
tenaga pemilik tanaman dalam melakukan aktivitasnya tanpa mengurus langsung tanaman yang
dimiliki. Dengan menggunakan Arduino UNO sebagai pengendali utama yang diprogram untuk
mengetahui kelembaban tanah tanaman melalui Soil Moisture Sensor FC-28 yang ditanam di tanah
dan hasil kelembaban tanah tanaman yang diperoleh akan dikirim ke handphone pemilik tanaman
melalui media SMS yang dikoneksikan dengan GSM Shield ATWIN Quad-Band. Ketika kondisi
sensor mendeteksi kelembaban tanah tanaman kurang baik, maka Arduino UNO akan memberikan
perintah ke Relay untuk menyalakan mesin air dan melakukan penyiraman tanaman.[3]
Paper kedua pada Tahun 2016 dengan judul proyek “ Rancang Bangun Prototipe
Gardening Smart System (Gss) Untuk Perawatan Tanaman Anggrek Berbasis Web” Deni Kurnia
dan Adolf Asih Suprianto membuat smart garden atau penyiram tanaman yang berbasis website
beda dengan tahun sebelumnya yang berbasis SMS sebagai Monotoringnya, untuk alat yang
digunakan sendiri berupa soil mosturise sensor, arduino, ethernet shield dan waterpump,
sedangkan dari sisi software prototipe dirancang dengan membangun user interface berbasis
HTML dan CSS. Komunikasi data antara software dengan hardware dilakukan melalui IP address
yang dapat diakses melalui mobile phone (HP) maupun desktop/PC. Pengujian prototipe
diterapkan pada salah satu tanaman anggrek berjenis Phalaenopsis.[4]
Pada Tahun 2017 Dian Megah Sari, Zulfajri B. Hasanuddi , Dewiani membuat proyek yang
berjudul “Sistem Kontrol dan Monitoring Pertumbuhan Tanaman Hortikultura pada Smart
Garden” dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya alat yang digunakan seperti
Arduino uno sebagai mikrokontrolernya menggunakan wifi- shield system operasi nya yairu
android, sensor suhu dht1 dan sensor Soil Moisturizer YL-69 . [5]
Paper kedua di Tahun 2017 berjudul “Sistem Kendali Penyiram Tanaman Menggunakan
Propeller Berbasis Internet Of Things” proyek yang dibuat oleh Ratnawati dan Silna penelitian ini
berbeda dengan penelitian sebelumnya karena di penelitian ini menggunakan Wemos D1 dan
menggunakan Sensor cahaya. Untuk IoT nya sendiri di penelitian ini menggunakan App blynk
sebagai tampilan dan di proyek ini menggunakan Esp8266.[6]
Tahun 2018 Yisti Vita Via, Mochammad Lukman Shodiq membuat proyek dengan judul “
Sistem Pengontrol Kelembaban Tanaman Anggrek Menggunakan Telegram” Pada penelitian ini
memanfaatkan mikrokontroller wemos D1 mini dengan modul sensor DHT11 sebagai pembaca
nilai kelembaban dan relay sebagai pemutus aliran listrik pompa air yang terhubung dengan
telegram secara online. Pengguna bisa mengontrol penyiraman tanaman anggrek dan membaca
kelembaban melalui aplikasi telegram, dengan kesimpulan bahwa sistem ini mampu menambah
kelembaban yang dibutuhkan oleh tanaman anggrek.[7]
Paper kedua tahun 2018 dengan judul “Penyiraman Tanaman Secara Otomatis
Menggunakan Propeler berbasis IoT” proyek yang dibuat oleh Agus Rahman, menurut Agus
Rahman Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat penyiram tanaman otomatis dengan
menggunakan propeller dan sensor moinsture sebagai alat untuk mendeteksi kadar kelembaban
tanah. [8]
Tahun 2019 dengan judul paper “ Sistem Penyiram Tanaman Otomatis dengan Pemantauan
dan Notifikasi melalui IoT” yang dibuat oleh Jacquline M.S. Waworundeng, Novian Chandra
Suseno, Roberth Ricky Y Manaha. Notifikasi disini menggunakan Blynk, Peneliti membuat
prototipe sistem penyiram otomatis dengan fungsi penyiram berdasarkan tingkat kelembaban air
dalam tanah. Metode yang digunakan adalah prototyping yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Alat dan sistem yang dibangun terdiri atas mikrokontroler, sensor kelembaban tanah, dan solenoid
valve yang terintegrasi dengan platform IoT yaitu Blynk apps dan Thingspeak. Proses dimulai dari
deteksi kelembaban air dalam tanah oleh sensor.[9]
Paper kedua pada Tahun 2019 yang berjudul “Rancang Bangun Smart Garden Berbasis
Internet Of Thing (IoT) dengan Bot Telegram” yang disusun oleh krisna Affandi . Alat Smart
Garden ini juga dapat mengontrol penyiraman dan pencahayaan tanaman dari jarak jauh, dengan
kita mengirim pesan melalui aplikasi telegram yang di kirim kan ke alat smart garden. Alat
merespon dan mengerjakan perintah yang telah dikirimkan, dan juga membalas pesan tentang
informasi yang kita inginkan dari tanaman. Alat Smart Garden ini menggunakan NodeMCU
sebagai kontrolernya serta sensor soil moisture sebagai pendeteksi kelembapan tanah, dan DHT11
sebagai sensor suhu dan kelembapan udara.[10]
Daftar Pustaka
[1] B. A. Kurniawan, “Alat penyiram tanaman otomatis dngan logika fuzzy
berbasis Atmega16,” Teknol. Inormasi, vol. 16, no. 12507134003, pp. 1–8,
2015.
[2] J. Ilmiah, R. Pertanian, R. Bangun, A. Penyiraman, and T. Dengan, “Jurnal
Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Vol.3, No. 1, Maret 2015 Rancang
Bangun Alat Penyiraman Tanaman Dengan Pompa Otomatis Sistem Irigasi
Tetes Pada Lahan Kering,” vol. 3, no. 1, pp. 95–101, 2015.
[3] S. Kasus, T. Cabai, D. A. N. Tomat, J. T. Informatika, F. Teknik, and U. H.
Oleo, “Rancang bangun,” vol. 2, no. 1, pp. 97–110, 2016.
[4] D. Kurnia and A. A. Suprianto, “Rancang Bangun Prototipe Gardening Smart
System (Gss) Untuk Perawatan Tanaman Anggrek Berbasis Web,” Simetris
J. Tek. Mesin, Elektro dan Ilmu Komput., vol. 7, no. 1, p. 191, 2016.
[5] D. M. Sari and Z. B. Hasanuddi, “Sistem Kontrol Dan Monitoring
Pertumbuhan Tanaman Hortikultura Pada Smart Garden,” vol. 8, no. 1, p. 10,
2017.
[6] R. Ratnawati and S. Silma, “Sistem Kendali Penyiram Tanaman
Menggunakan Propeller Berbasis Internet Of Things,” Inspir. J. Teknol. Inf.
dan Komun., vol. 7, no. 2, 2017.
[7] Y. V. Via and M. L. Shodiq, “Sistem Pengontrol Kelembaban Tanaman
Anggrek Menggunakan Telegram,” SCAN - J. Teknol. Inf. dan Komun., vol.
13, no. 3, 2018.
[8] A. Rahman, “Penyiram an Tanam an Secara O tom atis M enggunakan
Propeler berbasis IoT,” vol. 03, no. 01, 2018.
[9] J. M. S. Waworundeng, N. C. Suseno, and R. R. Y. Manaha, “Automatic
Watering System for Plants with IoT Monitoring and Notification,” CogITo
Smart J., vol. 4, no. 2, p. 316, 2019.
[10] K. Affandi, “Rancang Bangun Smart Garden Berbasis Internet Of Thing (
IoT ) dengan Bot Telegram Gambar 1 Wiring,” pp. 165–169, 2019.

Referensi paper 1

  • 1.
    TEKNIK PENULISAN KARYAILMIAH “Penyiram Tanaman Otomatis” Oleh: Nama : Ejawanta Aulia Fasabani NIM : 09030581721010 Kelas : Teknik Komputer PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2019
  • 2.
    Untuk Paper pertamapada tahun 2015 Bayu Aji Kurniawan Membuat Proyek akhir dengan judul “Alat Penyiram Tanaman Otomatis dengan Logika Fuzzy Berbasis Atmega16” Pembuatan proyek akhir ini bertujuan untuk menerapkan logika fuzzy pada otomatis penyiraman tanaman berdasarkan suhu udara dan kelembaban tanah. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat membantu proses perawatan tanaman agar lebih baik. Dan menggunakan alat seperti sensor suhu LM35, sensor kelembaban tanah SEN0057, ATMega16, Driver l298D , LCD 16x2 dan Pompa Air. [1] Road Map Penelitian 2015 2017 Rancang Bangun Alat Penyiraman Tanaman Dengan Pompa Otomatis Sistem Irigasi Tetes pada Lahan Kering Amuddin Joko Sumarsono2 Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Logika Fuzzy Berbasis Atmega16 Bayu Aji Kurniawan Sistem Kendali Penyiram Tanaman Menggunakan Propeller Berbasis Internet of Things Ratnawati Silna Sistem Kontrol Dan Monitoring Pertumbuhan Tanaman Hortikultura Pada Smart Garden Dian Megah Sari, Zulfajri B. Hasanuddi , Dewiani 2019 Rancang Bangun Smart Garden Berbasis Internet Of Thing (Iot) dengan Bot Telegram Krisna Affandi Sistem Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Pemantauan dan Notifikasi Melalui Iot Jacquline M.S. Waworundeng. Novian Chandra Suseno 2016 Rancang Bangun Prototipe Gardening Smart System (Gss) untuk Perawatan Tanaman Anggrek Berbasis Web Deni Kurnia Adolf Asih Supriant Rancang Bangun Prototype System Monitoring Kelembaban Tanah Melalui Sms Berdasarkan Hasil Penyiraman Tanaman “Studi Kasus Tanaman Cabai Dan Tomat” Caesar Pats Yahwe Isnawaty 2018 Sistem Pengontrol Kelembaban Tanaman Anggrek Menggunakan Telegram Yisti Vita Via Mochammad Lukman Shodiq Penyiraman Tanaman Secara Otomatis Menggunakan Propeler berbasis IoT Agus Rahman
  • 3.
    Paper kedua padatahun 2015 Amuddin dan Joko Sumarsono membuat proyek dengan judul “Rancang Bangun Alat Penyiraman Tanaman dengan Pompa Otomatis Sistem Irigasi Tetes pada Lahan Kering” Penelitian ini bertujuan untuk Merancang bangun peralatan penyiraman otomatis pada lahan kering, Menentukan cara yang efektif dan efisien, Mengetahui unjuk kerja yang lebih spesifik dalam penggunaan daya listrik. Manfaat penelitian ini Alat otomatis yang dapat membantu mengatasi kekurangan air pada musim kemarau di lahan kering, membantu petani dalam mengatasi masalah pengairan tanaman pada musim kemarau/kering, pengetahuan ilmiah dalam otomatisasi penyiraman sistem irigasi tetes dengan pompa energi surya sebagai energi terbarukan.[2] Tahun 2016 paper pertama dengan judul proyek “Rancang Bangun Prototype System Monitoring Kelembaban Tanah Melalui Sms Berdasarkan Hasil Penyiraman Tanaman “Studi Kasus Tanaman Cabai dan Tomat” yang ditulis oleh Caesar Pats Yahwe , Isnawaty, dan L.M Fid Aksara. Monitoring penyiraman tanaman berdasarkan kelembaban tanah melalui SMS berbasis mikrokontroler merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam hal mengawasi serta merawat tanaman tetap dalam kondisi yang baik. Sehingga dapat mengefisienkan waktu dan tenaga pemilik tanaman dalam melakukan aktivitasnya tanpa mengurus langsung tanaman yang dimiliki. Dengan menggunakan Arduino UNO sebagai pengendali utama yang diprogram untuk mengetahui kelembaban tanah tanaman melalui Soil Moisture Sensor FC-28 yang ditanam di tanah dan hasil kelembaban tanah tanaman yang diperoleh akan dikirim ke handphone pemilik tanaman melalui media SMS yang dikoneksikan dengan GSM Shield ATWIN Quad-Band. Ketika kondisi sensor mendeteksi kelembaban tanah tanaman kurang baik, maka Arduino UNO akan memberikan perintah ke Relay untuk menyalakan mesin air dan melakukan penyiraman tanaman.[3] Paper kedua pada Tahun 2016 dengan judul proyek “ Rancang Bangun Prototipe Gardening Smart System (Gss) Untuk Perawatan Tanaman Anggrek Berbasis Web” Deni Kurnia dan Adolf Asih Suprianto membuat smart garden atau penyiram tanaman yang berbasis website beda dengan tahun sebelumnya yang berbasis SMS sebagai Monotoringnya, untuk alat yang digunakan sendiri berupa soil mosturise sensor, arduino, ethernet shield dan waterpump, sedangkan dari sisi software prototipe dirancang dengan membangun user interface berbasis HTML dan CSS. Komunikasi data antara software dengan hardware dilakukan melalui IP address yang dapat diakses melalui mobile phone (HP) maupun desktop/PC. Pengujian prototipe diterapkan pada salah satu tanaman anggrek berjenis Phalaenopsis.[4]
  • 4.
    Pada Tahun 2017Dian Megah Sari, Zulfajri B. Hasanuddi , Dewiani membuat proyek yang berjudul “Sistem Kontrol dan Monitoring Pertumbuhan Tanaman Hortikultura pada Smart Garden” dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya alat yang digunakan seperti Arduino uno sebagai mikrokontrolernya menggunakan wifi- shield system operasi nya yairu android, sensor suhu dht1 dan sensor Soil Moisturizer YL-69 . [5] Paper kedua di Tahun 2017 berjudul “Sistem Kendali Penyiram Tanaman Menggunakan Propeller Berbasis Internet Of Things” proyek yang dibuat oleh Ratnawati dan Silna penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya karena di penelitian ini menggunakan Wemos D1 dan menggunakan Sensor cahaya. Untuk IoT nya sendiri di penelitian ini menggunakan App blynk sebagai tampilan dan di proyek ini menggunakan Esp8266.[6] Tahun 2018 Yisti Vita Via, Mochammad Lukman Shodiq membuat proyek dengan judul “ Sistem Pengontrol Kelembaban Tanaman Anggrek Menggunakan Telegram” Pada penelitian ini memanfaatkan mikrokontroller wemos D1 mini dengan modul sensor DHT11 sebagai pembaca nilai kelembaban dan relay sebagai pemutus aliran listrik pompa air yang terhubung dengan telegram secara online. Pengguna bisa mengontrol penyiraman tanaman anggrek dan membaca kelembaban melalui aplikasi telegram, dengan kesimpulan bahwa sistem ini mampu menambah kelembaban yang dibutuhkan oleh tanaman anggrek.[7] Paper kedua tahun 2018 dengan judul “Penyiraman Tanaman Secara Otomatis Menggunakan Propeler berbasis IoT” proyek yang dibuat oleh Agus Rahman, menurut Agus Rahman Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat penyiram tanaman otomatis dengan menggunakan propeller dan sensor moinsture sebagai alat untuk mendeteksi kadar kelembaban tanah. [8] Tahun 2019 dengan judul paper “ Sistem Penyiram Tanaman Otomatis dengan Pemantauan dan Notifikasi melalui IoT” yang dibuat oleh Jacquline M.S. Waworundeng, Novian Chandra Suseno, Roberth Ricky Y Manaha. Notifikasi disini menggunakan Blynk, Peneliti membuat prototipe sistem penyiram otomatis dengan fungsi penyiram berdasarkan tingkat kelembaban air dalam tanah. Metode yang digunakan adalah prototyping yang sesuai dengan tujuan penelitian. Alat dan sistem yang dibangun terdiri atas mikrokontroler, sensor kelembaban tanah, dan solenoid valve yang terintegrasi dengan platform IoT yaitu Blynk apps dan Thingspeak. Proses dimulai dari deteksi kelembaban air dalam tanah oleh sensor.[9]
  • 5.
    Paper kedua padaTahun 2019 yang berjudul “Rancang Bangun Smart Garden Berbasis Internet Of Thing (IoT) dengan Bot Telegram” yang disusun oleh krisna Affandi . Alat Smart Garden ini juga dapat mengontrol penyiraman dan pencahayaan tanaman dari jarak jauh, dengan kita mengirim pesan melalui aplikasi telegram yang di kirim kan ke alat smart garden. Alat merespon dan mengerjakan perintah yang telah dikirimkan, dan juga membalas pesan tentang informasi yang kita inginkan dari tanaman. Alat Smart Garden ini menggunakan NodeMCU sebagai kontrolernya serta sensor soil moisture sebagai pendeteksi kelembapan tanah, dan DHT11 sebagai sensor suhu dan kelembapan udara.[10]
  • 6.
    Daftar Pustaka [1] B.A. Kurniawan, “Alat penyiram tanaman otomatis dngan logika fuzzy berbasis Atmega16,” Teknol. Inormasi, vol. 16, no. 12507134003, pp. 1–8, 2015. [2] J. Ilmiah, R. Pertanian, R. Bangun, A. Penyiraman, and T. Dengan, “Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Vol.3, No. 1, Maret 2015 Rancang Bangun Alat Penyiraman Tanaman Dengan Pompa Otomatis Sistem Irigasi Tetes Pada Lahan Kering,” vol. 3, no. 1, pp. 95–101, 2015. [3] S. Kasus, T. Cabai, D. A. N. Tomat, J. T. Informatika, F. Teknik, and U. H. Oleo, “Rancang bangun,” vol. 2, no. 1, pp. 97–110, 2016. [4] D. Kurnia and A. A. Suprianto, “Rancang Bangun Prototipe Gardening Smart System (Gss) Untuk Perawatan Tanaman Anggrek Berbasis Web,” Simetris J. Tek. Mesin, Elektro dan Ilmu Komput., vol. 7, no. 1, p. 191, 2016. [5] D. M. Sari and Z. B. Hasanuddi, “Sistem Kontrol Dan Monitoring Pertumbuhan Tanaman Hortikultura Pada Smart Garden,” vol. 8, no. 1, p. 10, 2017. [6] R. Ratnawati and S. Silma, “Sistem Kendali Penyiram Tanaman Menggunakan Propeller Berbasis Internet Of Things,” Inspir. J. Teknol. Inf. dan Komun., vol. 7, no. 2, 2017. [7] Y. V. Via and M. L. Shodiq, “Sistem Pengontrol Kelembaban Tanaman Anggrek Menggunakan Telegram,” SCAN - J. Teknol. Inf. dan Komun., vol. 13, no. 3, 2018. [8] A. Rahman, “Penyiram an Tanam an Secara O tom atis M enggunakan Propeler berbasis IoT,” vol. 03, no. 01, 2018. [9] J. M. S. Waworundeng, N. C. Suseno, and R. R. Y. Manaha, “Automatic Watering System for Plants with IoT Monitoring and Notification,” CogITo Smart J., vol. 4, no. 2, p. 316, 2019. [10] K. Affandi, “Rancang Bangun Smart Garden Berbasis Internet Of Thing ( IoT ) dengan Bot Telegram Gambar 1 Wiring,” pp. 165–169, 2019.