KONSEP PENELITIAN
PENELITIAN PADAHAKIKATNYA ADALAH USAHA
MENJAWAB RUMUSAN MASALAH (RESEARCH
QUESTION) DENGAN MENGGUNAKAN DATA DAN
LOGIKA /TEORI.
DATA BERKAITAN
DENGAN METODE
PENELITIAN
TEORI BERKAITAN
DENGAN RUMUSAN
MASALAH
3.
HAKEKAT PENELITIAN TINDAKANKELAS
PTK merupakan suatu proses
penelitian yang dikembangkan di
dalam kelas. Melalui proses tersebut
guru dan siswa menginginkan
terjadinya perbaikan, peningkatan,
dan perubahan pembelajaran yang
lebih baik agar tujuan pembelajaran
dapat tercapai secara optimal
4.
e
.
PENGERTIAN PTK
PTK adalah
penelitianyang
dilakukan oleh guru
di dalam kelasnya
sendiri melalui
refleksi diri, dengan
tujuan untuk
memperbaiiki
kinerjanya sebagai
guru, sehingga hasil
belajar siswa
meningkat.
INDIKATOR PROSES
Kesiapan siswamengikuti pelajaran
Frekuensi dan kualitas pertanyaan
Cara menjawab dan penalarannya
Kualitas kerjasama kelompok
Aktivitas mencari sumber belajar
IP
7.
MANFAAT PTK
Bahan perbaikanproses pembelajaran
bagi guru
Guru dapat berkembang secara
profesional melui PTK
Meningkatkan percaya diri guru
Media pengembangan pengetahuan dan
keterampilan guru
MANFAA
T PTK
Meningkatkan proses dan hasil belajar
siswa
Membantu sekolah untuk berkembang
8.
DAMPAK YANG DIHARAPKAN
PENINGKATANKUALITAS HASIL UJIAN
PENINGKATAN PRESTASI
PENINGKATAN MINAT BELAJAR
PENINGKATAN KEPUASAN ATAS APA
YANG DIPELAJARI
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR
KRITIS
DAMPAK
9.
PERBEDAAN PTK DGPENELITIAN
KONVENSIONAL
ASPEK PTK PENEL. KONVENS
MASALAH
Dirasakan peneliti
(calon)
Dpt hasil pengamatan
pihak lain (sponsor)
TUJUAN Perbaikan (PBM)
Menguji Hip, buat
generalisasi, eksplanasi
MANFAAT Langsung dirasakan Dpt tdk langsung
TEORI
Dipakai sbg dasar
memilih dan
menentukan aksi/solusi
tindakan
Dasar perumusan hip
METODE Flesible tanpa
mengorbankan aspek
ilmiah, bersifat siklik,
anal pd setiap siklus
Bersifat “kaku”
11.
KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKANKELAS
KONTEKSTUAL,
KOLABORATIF
REFLEKSI DIRI DAN EVALUASI
DIRI
FLEKSIBEL
KPTK
TINDAKAN YANG BERULANG-
ULANG SAMPAI MENDAPATKAN
HASIL YANG BAIK (SIKLUS)
MEMPERBAIKI PEMBELAJARAN
ADA MASALAH DALAM PROSES
PEMBELAJARAN YANG DISADARI
GURU
MASALAH TERSEBUT SEGERA
DIPERBAIKI
SIKLUS AKTIVITAS DALAMPENELITIAN
SIKLUS AKTIVITAS DALAM PENELITIAN
TINDAKAN DIAWALI DENGAN
TINDAKAN DIAWALI DENGAN
PERENCANAAN tindakan (planning)
PERENCANAAN tindakan (planning)
Penerapan tindakan (action)
Penerapan tindakan (action)
Mengobservasi dan
Mengobservasi dan mengevaluasi proses
mengevaluasi proses
dan hasil tindakan (observation and
dan hasil tindakan (observation and
evaluation),
evaluation),
Melakukan refleksi (reflection), dan
Melakukan refleksi (reflection), dan
seterusnya sampai
seterusnya sampai
Perbaikan
Perbaikan atau peningkatan yang
atau peningkatan yang
diharapkan
diharapkan tercapai (kriteria
tercapai (kriteria
keberhasilan).
keberhasilan).
SK
14.
PRINSIP - PRINSIP
PENELITIANTINDAKAN KELAS
Prinsip Pertama
Prinsip Pertama
Tugas guru yang
Tugas guru yang
utama
utama adalah
adalah
menyelenggarakan
menyelenggarakan
pemebelajaran
pemebelajaran yang
yang
baik dan berkualitas
baik dan berkualitas.
.
Guru memiliki
Guru memiliki
komitmen dalam
komitmen dalam
mengupayakan
mengupayakan
perbaikan dan
perbaikan dan
peningkatan
peningkatan kualitas
kualitas
pembelajaran secara
pembelajaran secara
terus menerus.
terus menerus.
15.
Prinsip Kedua
Prinsip Kedua
Menelitimerupakan bagian integral dari
Meneliti merupakan bagian integral dari
pembelajaran, yang tidak menuntut kekhususan
pembelajaran, yang tidak menuntut kekhususan
waktu maupun metode pengumpulan data.
waktu maupun metode pengumpulan data.
Tahapan-tahapan penelitian tindakan selaras
Tahapan-tahapan penelitian tindakan selaras
dengan pelaksanaan pembelajaran, yaitu:
dengan pelaksanaan pembelajaran, yaitu:
• persiapan (
persiapan (planning
planning).
).
• pelaksanaan pembelajaran(
pelaksanaan pembelajaran(observation
observation).
).
• evaluasi proses dan hasilpembelajaran
evaluasi proses dan hasilpembelajaran
(
(evaluation
evaluation), dan
), dan
• refleksi dari
refleksi dari proses dan hasil pembelajaran
proses dan hasil pembelajaran
(
(reflection
reflection).
).
16.
Prinsip Ketiga
Prinsip Ketiga
Kegiatanmeneliti, merupakan bagian
Kegiatan meneliti, merupakan bagian integral
integral
dari pembelajaran, yang harus
dari pembelajaran, yang harus diselenggarakan
diselenggarakan
dengan tetap bersandar pada
dengan tetap bersandar pada alur dan kaidah
alur dan kaidah
ilmiah
ilmiah.
.
Alur pikir yang digunakan dimulai dari
Alur pikir yang digunakan dimulai dari
• pendiagnosisan masalah dan faktor penyebab
pendiagnosisan masalah dan faktor penyebab
timbulnya masalah.
timbulnya masalah.
• pemilihan tindakan yang
pemilihan tindakan yang sesuai dengan.
sesuai dengan.
permasalahan dan penyebabnya.
permasalahan dan penyebabnya.
• merumuskan hipotesis tindakan yg tepat.
merumuskan hipotesis tindakan yg tepat.
• penetapan skenario tindakan.
penetapan skenario tindakan.
• penetapan
penetapan prosedur pengumpulan data dan
prosedur pengumpulan data dan
analisis data.
analisis data.
17.
Prinsip Keempat
Prinsip Keempat
Masalahyang
Masalah yang
ditangani adalah
ditangani adalah
masalah-masalah
masalah-masalah
pembelajaran yang
pembelajaran yang
riil
riil dan merisaukan
dan merisaukan
tanggung jawab
tanggung jawab
profesional dan
profesional dan
komitmen terhadap
komitmen terhadap
memperoleh mutu
memperoleh mutu
pembelajaran.
pembelajaran.
18.
Prinsip Kelima
Prinsip Kelima
Konsistensisikap
Konsistensi sikap
dan kepedulian
dan kepedulian
dalam
dalam
memperbaiki dan
memperbaiki dan
meningkatkan
meningkatkan
kualitas
kualitas
pembelajaran
pembelajaran
sangat diperlukan
sangat diperlukan.
.
19.
Prinsip Keenam
Prinsip Keenam
Cakupan permasalahan
Cakupan permasalahan
penelitian
penelitian tindakan tidak
tindakan tidak
seharusnya dibatasi pada
seharusnya dibatasi pada
masalah pembelajaran di
masalah pembelajaran di
ruang kelas,
ruang kelas, tetapi dapat
tetapi dapat
diperluas pada tataran di
diperluas pada tataran di
luar
luar ruang kelas,
ruang kelas,
misalnya : tataran sistem
misalnya : tataran sistem
atau lembaga.
atau lembaga.
Perspektif yang lebih luas
Perspektif yang lebih luas
akan memberi
akan memberi sumbangan
sumbangan
lebih signifikan terhadap
lebih signifikan terhadap
upaya peningkatan kualitas
upaya peningkatan kualitas
pendidikan.
pendidikan.
20.
PROSEDUR PELAKSANAAN
PROSEDUR PELAKSANAAN
PENELITIANTINDAKAN KELAS
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Penetapan fokus masalah penelitian
Perencanaan tindakan perbaikan
Pelaksanaan tindakan perbaikan,
observasi, dan interpretasi
Analisis dan refleksi
Perencanaan tindak lanjut
1
2
4
3
5
Langkah-langkah pokok yang umumnya ditempuh
adalah :
21.
1.
1. PENETAPAN FOKUSMASALAH
PENETAPAN FOKUS MASALAH
PENELITIAN
PENELITIAN
Merasakan
Merasakan
adanya masalah
adanya masalah
Identifikasi
Identifikasi
masalah
masalah
Analisis masalah
Analisis masalah
Merumuskan
Merumuskan
masalah
masalah
22.
MENGIDENTIFIKASI MASALAH
Masalah?
Kesenjangan antaraapa yang ada
dengan apa yang seharusnya
Asal Masalah?
Guru (kompetensi)
Siswa (kecerdasan, sikap, motivasi, dll)
Lingkungan (sekolah, rumah, masyarakat)
Masalah diidentifikasikan (dipilah-pilah
& ditentukan yang urgen/penting)
23.
2.
2. PERENCANAAN TINDAKAN
PERENCANAANTINDAKAN
MEMBUAT SKENARIO PEMBELAJARAN YANG BERISIKAN
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN DI
SAMPING BENTUK-BENTUK KEGIATAN YANG AKAN DILAKUKAN
MEMPERSIAPKAN SARANA PEMBELAJARAN YANG MENDUKUNG
TERLAKSANANYA TINDAKAN
MEMPERSIAPKAN INSTRUMEN PENELITIAN
MELAKUKAN SIMULASI PELAKSANAAN TINDAKAN DAN
MENGUJI KETERLAKSANAANNYA DI LAPANGAN
FORMULASI HIPOTESA PERSIAPAN
PERENCANAA TINDAKAN, ANTARA LAIN :
24.
3. MELAKSANAKAN TINDAKAN
Pekerjaan utama guru mengajar
Pengumpulan data jangan
mengganggu proses pembelajaran
Metode Fleksibel
Masalah yang ditangani guru sesuai
kemampuan dan komitmen
Memperhatikan aturan dan etika
PTK harus mendapat dukungan
masyarakat sekolah
25.
Observasi dan Interpretasi
Observasi dan Interpretasi dilakukan
secara simultan
Pengumpulan data dilakukan dengan
pengamatan/observasi
Prinsip-prinsip observasi
• Perencanaan bersama
• Fokus
• Menetapkan kriteria
• Ketrampilan observasi
• Balikan (feedback)
26.
Analisis data
Analisisdata
Analisis data dilakukan melalui 3
Analisis data dilakukan melalui 3
tahap, yaitu : reduksi data, paparan
tahap, yaitu : reduksi data, paparan
data, dan penyimpulan hasil analisis.
data, dan penyimpulan hasil analisis.
Reduksi data adalah proses
Reduksi data adalah proses
penyederhanaan
penyederhanaan data yg dilakukan
data yg dilakukan
melalui seleksi,
melalui seleksi, pengelompokkan,
pengelompokkan,
dan pengorganisasian
dan pengorganisasian data mentah
data mentah
menjadi sebuah informasi
menjadi sebuah informasi bermakna
bermakna
4.
4. ANALISIS DAN REFLEKSI
ANALISIS DAN REFLEKSI
27.
4.
4. ANALISIS DANREFLEKSI
ANALISIS DAN REFLEKSI
LANJUTAN
LANJUTAN
Pemaparan data merupakan suatu
Pemaparan data merupakan suatu
upaya
upaya menampilkan data secara jelas
menampilkan data secara jelas
dan mudah
dan mudah dipahami dalam bentuk
dipahami dalam bentuk
paparan naratif,
paparan naratif, grafik, atau
grafik, atau
perwujudan lainnya
perwujudan lainnya
Penyimpulan merupakan pengambilan
Penyimpulan merupakan pengambilan
intisari dari sajian data yg telah
intisari dari sajian data yg telah
terorganisasikan dalam bentuk
terorganisasikan dalam bentuk
pernyataan
pernyataan atau kalimat yg singkat,
atau kalimat yg singkat,
padat, dan
padat, dan bermakna.
bermakna.
28.
4
4.
. ANALISIS DANREFLEKSI --
ANALISIS DAN REFLEKSI --
LANJUTAN
LANJUTAN
Refleksi
Refleksi
Refleksi dimaksudkan sbg upaya untuk
Refleksi dimaksudkan sbg upaya untuk mengkaji
mengkaji
apa yg telah dan belum terjadi, apa
apa yg telah dan belum terjadi, apa yang
yang
dihasilkan, kenapa hal tersebut terjadi
dihasilkan, kenapa hal tersebut terjadi demikian,
demikian,
dan apa yg perlu dilakukan
dan apa yg perlu dilakukan selanjutnya.
selanjutnya.
ANALISIS PEMAKNAAN PENJELASAN
TINDAK LANJUT PENYIMPULAN
Komponen refleksi dapat digambarkan sbb :
29.
Bila hasilperbaikan yg diharapkan belum
Bila hasil perbaikan yg diharapkan belum tercapai pada
tercapai pada
siklus 1, maka diperlukan langkah
siklus 1, maka diperlukan langkah lanjutan pada siklus 2.
lanjutan pada siklus 2.
Satu siklus kegiatan
Satu siklus kegiatan merupakan kesatuan dari kegiatan
merupakan kesatuan dari kegiatan
perumusan
perumusan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan
masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan
tindakan, observasi dan interpretasi, serta analisis
tindakan, observasi dan interpretasi, serta analisis dan
dan
refleksi.
refleksi.
Banyaknya siklus tidak dapat
Banyaknya siklus tidak dapat ditetapkan, dan karenanya
ditetapkan, dan karenanya
perlu dibuatkan semacam
perlu dibuatkan semacam kriteria keberhasilan, misal :
kriteria keberhasilan, misal :
dgn menggunakan
dgn menggunakan prinsip belajar tuntas.
prinsip belajar tuntas.
Apabila tingkat perbaikan yg
Apabila tingkat perbaikan yg diharapkan tercapai minimal
diharapkan tercapai minimal
75%, maka pencapaian
75%, maka pencapaian itu dapat dikatakan sudah
itu dapat dikatakan sudah
memenuhi kriteria.
memenuhi kriteria.
5. PERENCANAAN TINDAK
5. PERENCANAAN TINDAK
LANJUT
LANJUT
30.
INSTRUMEN-INSTRUMEN DALAM
INSTRUMEN-INSTRUMEN DALAM
PENELITIANTINDAKAN KELAS
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Instrumen untuk mengobservasi
Instrumen untuk mengobservasi
guru
guru (
(observing teachers
observing teachers)
)
Instrumen untuk mengobservasi
Instrumen untuk mengobservasi
kelas
kelas (
(observing classroom
observing classroom)
)
Instrumen untuk mengobservasi
Instrumen untuk mengobservasi
perilaku siswa (
perilaku siswa (observing
observing
students
students)
)
Contoh
Observasi Untuk Siswa
ButirObservasi
Assesment
Keterangan
Baik Kurang
1.Interaksi Siswa &
Siswa
2.Perhatian siswa
terhadap materi
ajar
……………………….
34.
SP
Judul
Latar belakang masalah
Rumusanmasalah dan Pemecahan masalah
Kajian pustaka/ kajian teori
Metode penelitian tindakan kelas, sekurang-
kurangnya berisi: setting, skenario PTK, dan
kriteria keberhasilan PTK/PT.
Jadwal
Daftar Pustaka
SISTEMATIKA PROPOSAL PTK
Tujuan
Manfaat
35.
Judul PTK harusmencerminkan perbaikan
atau peningkatan proses pembelajaran
JUDUL
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN
APRESIASI SASTRA DENGAN PENDEKATAN
KONTEKTUAL SISWA KELAS II SMPN I
SURABAYA
TEBUIRENG JOMBANG
Contoh
36.
1. Konsep dasarsecara global masalah/topik yang diteliti
A. Latar Belakang Masalah
2. Masalah/topik yang diteliti sedang menghadapi masalah,
sebutkan masalahnya
3. Penyebab masalahnya perlu diidentifikasi
4. Pemecahan masalah tersebut melalui PTK
5. Kontribusi penelitian bila dilakukan
6. Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan yang relevan
dengan masalah yang sedang diteliti
7. Pernyataan masalah yang sedang diteliti masih orisinil atau
belum banyak diteliti
37.
1. Rumusan masalah
B.Rumusan dan Pemecahan Masalah
2. Pemecahan masalah
a. Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran apresiasi satra dengan pendekatan
kontektual siswa kelas dua SMPN 1 Surabaya?
b. Permasalahan apa yang dialami siswa, guru, dan lingkungan sekolah
dalam proses pembelajaran fapresiasi satsradengan pendekatan kontektual
siswa kelas dua SMPN 1 Surabaya ?
c. Bagaimana cara peningkatan kualitas pembelajaran apresiasi sastra dengan
pendekatan kontektual siswa kelas duaSMPN 1 Surabaya?
a. Mengubah strategi pelaksanaan pembelajaran apresiasi sastra dengan
pendekatan kontektual.
b. Proses pembelajaran apresiasi sastra menggunakan media IT.
38.
Penelitian ini bertujuanuntuk :
C. Tujuan
1. Peningkatan kualitas pelaksanaan proses pembelajaran apresiasi sastra dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas dua SMPN 1 Surabya.
2. Mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh siswa, guru,
dan lingkungan sekolah dalam proses pembelajaran apresiasi sastra dengan pendekat
kontektual siswa kelas dua SMPN 1 Surabya.
3. Cara peningkatan kualitas pembelajaran fiqih dengan pendekatan
kontektual siswa kelas dua SMPN 1 Surabaya.
39.
D. Manfaat
1. Manfaatteoritis
2. Manfaat praktis
a. Bagi siswa
b. Bagi guru
c. Bagi sekolah
1. Pendekatan penelitian/jenispenelitian
F. Metode Penelitian
2. Subjek penelitian
3. Lokasi dan waktu penelitian
5. Langkah - langkah PTK
4. Setting penelitian
a. Siklus 1:
1) Perencanaan
2) Pelaksanaan
3) Observasi
4) Analisis dan Intepretasi data
5) Refleksi
6) Tindak lanjut
42.
7. Teknik analisisdata
a. Teknik deskriptif
b. Teknik analisis statistik (Mean)
6. Teknik pengumpulan data
a. Observasi/ Pengamatan
b. Tes (objektif tes)
b. Siklus 2:
1) Perencanaan ulang ,
2) Pelaksanaan perbaikan
3) Observasi
4) Analisis dan intepretasi data
5) Refleksi
6) Tindak lanjut (kalau sudah berhasil, tidak perlu ada langkah tindak lanjut
8. Kriteria keberhasilan
Proses peningkatan kualitas pembelajaran fiqih tersebut
dianggap berhasil apabila nilai rata-rata (mean) kelas telah
mencapai minimal M 75
43.
G. Jadwal
NO KEGIATANBULAN/TH KET
1
2
3
4
5
6
Penyusunan proposal
Pelaksanaan penelitian
Observasi
Analisis data
Penulisan laporan
Penyerahan laporan
3 November 2015
15 November 2015
20- 30 Nov. 2015
1 -15 Deseb. 2015
20-30 Des. 2015
1 Januari 2016
-
-
-
-
-
-
44.
DAFTAR PUSTAKA
Amir, Jafar.2010. Pengantar Ilmu Hadis. Jakarta: Gramedia.
Baily, D. Kenneth. 1982. Methods of Social Research. New York: The Free Press.
Bogdan, Robert C. dan Sari Knopp Bikklen. 1982. Qualitative Research for
Education: An Introduction to Theory and Methods. Buston: Allyn and
Bachon, Inc.
Supratno, Haris. 2010. Sosiologi Seni. Surabaya: Unesa University Press.
------. 2015. Sosiologi Seni, Folklor sebagai Media Pendidikan Karakter Mahasiswa.
Surabaya: Unesa University Press.
45.
TEKNIK PENULISAN LAPORANPTK
Bahan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru PAI
SD dan SMA Di Jawa Timur Tanggal 3 Desember –
19 Januari 2012 di Hotel Yusro Jombang
46.
SLPTK
Latar belakang masalah
Rumusanmasalah dan Pemecahan masalah
Kajian pustaka/ kajian teori
SISTEMATIKA LAPORAN PTK
Tujuan
Manfaat
Halaman judul
Halaman pengesahan
Kata pengantar
Daftar isi
Abstrak
TEKNIK PENULISAN LAPORANPTK
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FIQIH
DENGAN PENDEKATAN KONTEKTUAL SISWA
KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI
TEBUIRENG JOMBANG
49.
1. Konsep dasarsecara global masalah/topik yang diteliti
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
2. Masalah/topik yang diteliti sedang menghadapi
masalah, sebutkan masalahnya
3. Penyebab masalahnya perlu diidentifikasi
4. Pemecahan masalah tersebut melalui PTK
5. Kontribusi penelitian bila dilakukan
6. Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan yang
relevan dengan masalah yang sedang diteliti
7. Pernyataan masalah yang sedang diteliti masih
orisinil atau belum banyak diteliti
50.
1. Rumusan masalah
B.Rumusan dan Pemecahan Masalah
2. Pemecahan masalah
a. Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran fiqih dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang ?
b. Permasalahan apa yang dialami oleh siswa, guru, dan lingkungan sekolah
dalam proses pembelajaran fiqih dengan pendekatan Kontektual
siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang ?
c. Bagaimana cara peningkatan kualitas pembelajaran fiqih dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang ?
a. Mengubah strategi pelaksanaan pembelajaran fiqih dengan
pendekatan kontektual
b. Proses pembelajaran fiqih menggunakan media IT.
51.
Penelitian ini bertujuanuntuk :
C. Tujuan
1. Peningkatan kualitas pelaksanaan proses pembelajaran fiqih dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang.
2. Mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh siswa, guru,
dan lingkungan sekolah dalam proses pembelajaran fiqih dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang.
3. Cara peningkatan kualitas pembelajaran fiqih dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang.
52.
D. Manfaat
1. Manfaatteoritis
2. Manfaat praktis
a. Bagi siswa
b. Bagi guru
c. Bagi sekolah
D. Sistematika Penulisan Laporan
53.
A. Konsep pembelajaran
BABII. KAJIAN PUSTAKA
B. Konsep fiqih
C. Konsep sahadad
E. Konsep puasa
D. Konsep salat
F. Konsep zakat
G. Konsep haji
H. Konsep pendekatan kontektual
54.
A. Pendekatan penelitian/jenispenelitian
BAB III. METODE PENELITIAN
B. Subjek penelitian
C. Lokasi dan waktu penelitian
E. Langkah - langkah PTK
D. Setting penelitian
1. Siklus 1:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Observasi
d. Analisis dan Intepretasi data
e. Refleksi
f. Tindak lanjut
55.
G. Teknik analisisdata
1. Teknik deskriptif
2. Teknik analisis statistik (Mean)
F. Teknik pengumpulan data
1. Observasi/ Pengamatan
2. Tes (objektif tes)
2. Siklus 2:
a. Perencanaan ulang ,
b. Pelaksanaan perbaikan
c. Observasi
d. Analisis dan intepretasi data
e. Refleksi
f. Tindak lanjut (kalau sudah berhasil, tidak perlu ada langkah tindak lanjut
H. Kriteria keberhasilan
Proses peningkatan kualitas pembelajaran fiqih tersebut
dianggap berhasil apabila nilai rata-rata (mean) kelas telah
mencapai minimal M 75
56.
A. Sejarah SDNTebuireng Jombang
BAB IV. KONDISI SEKOLAH
B. Struktur Organisasi SDN Tebuireng Jombang
C. Tenaga Akademik (Guru)
E. Kesiswaan
D. Tenaga Administrasi
F. Organisasi Kesiswaan
G. Sarana dan Prasarana
G. Laboratorium/ Perpustakaan
57.
BAB V. PELAKSANAANPEMBELAJARAN FIQIH DI
SDN TEBUIRENG JOMBANG
1. Perencanaan pembelajaran fiqih dengan pendekatan Kontektual
siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang.
2. Pelaksanaan pembelajaran fiqih dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang.
A. Siklus I
c. Permasalahan sarana dan prasarana
d. Permasalahan laboratorium/ perpustakaan
3. Permasalahan yang dihadapi :
a. Permasalahan yang dihadapi siswa
1) Prestasi siswa
2) Masalah yang dihadapi siswa
b. Permasalahan yang dihadapi guru
1) Kualifikasi pendidikan guru
2) Kompetensi guru
4. Refleksi
5. Tindak Lanjut
58.
1. Perencanaan pembelajaranfiqih dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang
2. Perbaikan pelaksanaan pembelajaran fiqih dengan
pendekatan Kontektual siswa kelas 4 SDN Tebuireng Jombang.
B. Siklus II
c. Permasalahan sarana dan prasarana
d. Permasalahan laboratorium/ perpustakaan
3. Mengatasi permasalahan yang dihadapi :
a. Permasalahan yang dihadapi siswa
1) Prestasi siswa
2) Masalah yang dihadapi siswa
b. Permasalahan yang dihadapi guru
1) Kualifikasi pendidikan guru
2) Kompetensi guru
4. Refleksi
5. Keberhasilan pembelajaran fiqih
a. Mengubah strategi pelaksanaan pembelajaran fiqih dengan
pendekatan kontektual
b. Proses pembelajaran fiqih menggunakan media IT.
59.
b
BAB VI. SIMPULANDAN SARAN
1. Pelaksanaan pembelajaran fiqih dengan pendekatan Kontektual
2. Permasalahan yang dihadapi siswa
4. Permasalahan sarana dan prasarana
5. Permasalahan laboratorium/ perpustakaan
A. Simpulan
6. Teknik peningkatan kualitas pembelajaran fiqih
3. Permasalahan yang dihadapi guru
B. Saran
60.
DAFTAR PUSTAKA
Amir, Jafar.2010. Pengantar Ilmu Hadis. Jakarta: Gramedia.
Baily, D. Kenneth. 1982. Methods of Social Research. New York: The Free Press.
Bogdan, Robert C. dan Sari Knopp Bikklen. 1982. Qualitative Research for
Education: An Introduction to Theory and Methods. Buston: Allyn and
Bachon, Inc.
Rasid, Sulaiman. 2011. Fiqih. Surabaya: Airlangga.
61.
No Kriteria AcuanSkor
maksimal
1 Judul Maksimal 20 kata, spesifik, jelas menggambarkan masalah yang
diteliti, tindakan untuk mengatasi masalah, hasil yang diharapkan,
dan tempat penelitian
5
2
Pendahuluan
a. Keberadaan masalah nyata, jelas, dan mendesak
b. Penyebab masalah jelas
c. Masalah dan penyebabnya diidentifikasi secara jelas
5
5
5
3 Perumusan dan
Pemecahan
Masalah
a. Rumusan masalah dalam bentuk rumusan masalah
PT/PTK
b. Bentuk tindakan untuk memecahkan masalah sesuai
dengan masalah
c. Secara jelas tampak indikator keberhasilan
5
5
5
4 Tujuan Sesuai dengan rumusan masalah 5
INSTRUMEN PENILAIAN PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN/PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(IPP-PTK)
JUDUL : …………………………………………………………………..
…..………………………………………………………………
PENGUSUL
A. Nama Peneliti :
B. No. Peserta :
62.
No Kriteria AcuanSkor
maksimal
5 Manfaat Manfaat hasil penelitian 5
6 Kajian Pustaka a. Relevansi antara point-point yang dikaji dengan
permasalahan
b. Kerangka berpikir penelitian
5
10
7 Metode Penelitian a. Subjek, tempat, dan waktu (setting) penelitian
b. Ada perencanaan rinci langkah-langkah (skenario)
PTK
c. Jelas dan tepat siklus-siklusnya
d. Kriteria keberhasilan
5
10
5
5
8 Jadwal Penelitian Jadwal penelitiannya dalam bentuk Gantt Chart (tindakan dimulai
bulan Juli)
5
9 Daftar Pustaka Penulisan daftar pustaka sesuai ketentuan 5
10 Penggunaan Bahasa Bahasa baku 5
TOTAL 100
Surabaya,................................2011
Penilai/Instruktur,
(.......................................................)
Ide / Topikorisinel
Data Lengkap
Sistematika Penulisan
Analisis data/ pembahasan mendalam
Bahasa
Pemanfaatan untuk pengembangan
ilmu/ peningkatan kesejahteraan
masyarakat
65.
PENYUSUNAN KERANGKA KARANGAN
DAMPAKTEKNOLOGI INFORMASI DI PESANTREN TEBUIRENG
JOMBANG
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana dampak positif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang ?
2. Bagaimana dampak negatif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang ?
3. Bagaimana cara mengatasi dampak negatif teknologi
informasi di Pesantren Tebuireng Jombang ?
C. Tujuan
1. Tujuan umum
2. Tujuan khusus
D. Manfaat
1. Manfaat teoritis
2. Manfaat praktis
66.
E. Pembahasan
1. Dampakpositif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang
2. Dampak negatif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang
3. Cara mengatasi dampak negatif
teknologi informasi di Pesantren Tebuireng
Jombang
F. Kesimpulan
Daftar Pustaka
67.
PENYUSUNAN KERANGKA KARANGAN
DAMPAKTEKNOLOGI INFORMASI DI PESANTREN TEBUIRENG
JOMBANG
1. Latar Belakang Masalah
2. Fokus
a. Dampak positif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang.
b. Dampak negatif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang.
c. Cara mengatasi dampak negatif teknologi
informasi di Pesantren Tebuireng Jombang.
3. Tujuan
a. Tujuan umum
b. Tujuan khusus
4. Manfaat
a. Manfaat teoritis
b. Manfaat praktis
68.
5. Pembahasan
a. Dampakpositif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang
b. Dampak negatif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang
c. Cara mengatasi dampak negatif
teknologi informasi di Pesantren Tebuireng
Jombang
6. Kesimpulan
Daftar Pustaka
69.
PENYUSUNAN KERANGKA KARANGAN
BABI
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Fokus
1.2.1 Dampak positif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang.
1.2.2 Dampak negatif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang.
1.2.3 Cara mengatasi dampak negatif teknologi
informasi di Pesantren Tebuireng Jombang.
1.3. Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
1.3.2 Tujuan khusus
1.4. Manfaat
1.4.1 Manfaat teoritis
1.4.2 Manfaat praktis
70.
1.5 Pembahasan
1.5.1 Dampakpositif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang
1.5.2 Dampak negatif teknologi informasi di
Pesantren Tebuireng Jombang
1.5.3 Cara mengatasi dampak negatif
teknologi informasi di Pesantren Tebuireng Jombang
1.6 Kesimpulan
Daftar Pustaka
1. Menurut Danandjaja(1984: 2) “foklor adalah sebagai
kebudayaan suatu kelompok yang tersebar dan
diwariskan turun temurun, di antara kolekif macam apa
saja secara tradisional dalam versi yang berbeda.”
2. “Foklor adalah sebagai kebudayaan suatu kelompok
yang tersebar dan diwariskan turun temurun, di antara
kolekif macam apa saja secara tradisional dalam versi
yang berbeda” (Danandjaja, 1984: 2).
PENGUTIPAN LANGSUNG
73.
1. Menurut Danandjaja(Supratno, 2012; 55) foklor adalah sebagai
kebudayaan suatu kelompok yang tersebar dan diwariskan
turun temurun, di antara kolekif macam apa saja secara
yang berbeda baik dalam bentuk
lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak maupun
alat bantu pengingat.
2. Foklor adalah sebagai kebudayaan suatu kelompok yang
tersebar dan diwariskan turun temurun, di antara
kolekif macam apa saja secara tradisional dalam versi yang
berbeda baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang
disertai dengan gerak maupun alat bantu pengingat
(Danandjaja, 1984: 2).
PENGUTIPAN LANGSUNG
74.
1. Peradigma barupendidikan Indonesia tidak hanya
semata-mata untuk mencerdaskan dan meningkatkan
keterampilan masyarakat yang berdimensi duniawi,
tetapi berorientasi untuk pembangunan manusia yang
utuh atau totalitas yang berdimensi dunia dan akhirat.
Pendidikan dapat dijadikan sebagai media
pembentukan kepribadian masyarakat Indonesia untuk
mempercepat terwujudnya masyarakat Indonesia yang
aman, adil, sejahtera, beriman, dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (Supratno, 2005: 2).
PENGUTIPAN
TIDAK LANGSUNG
75.
1. Menurut Supratno(2005: 2) peradigma baru pendidikan
Indonesia tidak hanya semata-mata untuk
mencerdaskan dan meningkatkan keterampilan
masyarakat yang berdimensi duniawi, tetapi
berorientasi untuk pembangunan manusia yang utuh
atau totalitas yang berdimensi dunia dan akhirat.
Pendidikan dapat dijadikan sebagai media
pembentukan kepribadian masyarakat Indonesia untuk
mempercepat terwujudnya masyarakat Indonesia yang
aman, adil, sejahtera, beriman, dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
PENGUTIPAN
TIDAK LANGSUNG
76.
BAHASA KARYA ILMIAH
1.Penulisan kata komplek
2. Penulisan huruf kapital
3. Penulisan partikel
4. Penulisan angka
5. Penulisan tanda petik tunggal
6. Penulisan kata depan
7. Penulisan kata asing
8. Kata tugas/ kata sambung
77.
CIRI BAHASA KARYAILMIAH
1. Menggunakan kata-kata denotatif
2. Menggunakan bahasa baku
3. Ejaan yang digunakan sesuai dengan
EYD
4. Menghindari istilah-istilah asing
78.
PENULISAN KATA KOMPLEK
1.tanggung jawab
2. pertanggungjawaban
3. meja hijau
4. dimejahijaukan
5. anak tiri
6. dianaktirikan
7. antarkota
8. antarpulau
9. darmawisata
10. dukacita
11. kacamata
12. alhamdulillah
79.
PENULISAN HURUF KAPITAL
1.Yang Maha Kuasa
2. Yang Maha Esa
3. Yang Maha Pengasih
4. Quran
5. Mahaputera Yamin
6. Nabi Ibrahim
7. Profesor Ibrahim
8. Gubenur Jawa Timur
9. Amir Hamzah
10. bangsa Indonesia
11. bahasa Indonesia
12. hari Senin
13. bulan Mei
14. Selat Lombok
15. Tanjung Pinang
16. Dewan Perwakilan
Rakyat
17. Undang-Undang Dasar
18. Anda
19. Saudara
20. Dr.
21. M.A.
80.
PENULISAN PARTIKEL
1. apapun
2. satu per satu
3. per helai
4. satu kali pun
5. adik pin
1. adapun
2. ataupun
3. andaipun
4. biarpun
5. maupun
81.
PENULISAN ANGKA
Angka Arab
•4 meter
• Nomer 15
• Pasal 5
• Paku Buwono ke-9
• Bab ke-2
• Rp250.000,00
• Tahun 50-an
Angka Romawi
• Bab V
• Bab ke-5
• Bab kelima
• Paku Buwono X
• Paku Buwono ke-10
• Paku Buwono kesepuluh
82.
BAB I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
B. Fokus
C. Tujuan
1. Tujuan umum
2. Tujuan khusus
D. Manfaat Penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Pembelajaran
B. Konsep KBK
C. Konsep Evaluasi
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Fokus
C. Tujuan
1. Tujuan umum
2. Tujuan khusus
D. Manfaat Penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Pembelajaran
B. Konsep KBK
C. Konsep Evaluasi
PENULISAN DAFTAR ISI
83.
PENULISAN DAFTAR ISI
BAB1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Fokus
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
1.3.2 Tujuan khusus
1.4 Manfaat Penelitian
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Pembelajaran
2.2 Konsep KBK
2.3 Konsep Evaluasi
84.
PENULISAN DAFTAR ISI
BAB1. --------------------------------------------
1.1 ------------------------------------------
1.1.1 ----------------------------------------
1.1.2 ----------------------------------------
1.1.2.1 -------------------------------------
1.1.2.2 -------------------------------------
1.1.2.2.1 -----------------------------------
1.1.2.2.2 -----------------------------------
a. -------------------------------
1) ---------------------------
a) -----------------------
(1) ------------------
(a) -------------
PENULISAN KATA DEPAN
1.di dalam
2. di luar
3. di atas
4. di samping
5. ke pasar
6. ke dalam
7. ke tepi
8. ke sana
9. dari Surabaya
10. dari pasar
1. ditulis
2. dimakan
3. diminum
4. dikremasi
5. kepada
6. kepala
7. kereta
8. keadaan
9. keponakan
10. daripada
87.
PENULISAN KATA ASING
1.transliteration
2. transcript
3. take off
4. masterpiece
5. self-service
6. scientist
= alih aksara
= alih tulis
= lepas
= adikarya
= swalayan
= ilmuwan
88.
PENULISAN KATA TUGAS/
SAMBUNG
1.a. Untuk sementara waktu tempat ini tidak boleh di pakai.
b. Tempat ini sementara waktu tidak boleh dipakai.
2. a. Sebab saya tidak boleh bermain.
b. Saya tidak boleh bermain.
3. a. Tetapi saya tetap ikut kesurabaya.
b. Saya tetap ikut ke Surabaya.
4. a. Karena saya sakit, tidak ikut kejakarta.
b. Saya tidak ikut ke Jakarta karena sakit.
c. Oleh karena saya sakit, tidak ikut ke Jakarta.
89.
PENULISAN KALIMAT EFEKTIF
1.a. Dari tabel tersebut diatas,…………...
b. Berdasarkan tabel di atas,…………...
2. a. Negara indonesia ialah Negara kepulauan.
b. Negara Indonesia merupakan negara kepulauan.
3. a. Dan tradisi lisan merupakan salah satu Kebudayaan Daerah.
b. Tradisi lisan merupakan salah satu kebudayaan daerah.
4. a. Karena saya sakit, tidak ikut kejakarta.
b. Saya tidak ikut ke Jakarta karena sakit.
c. Oleh karena saya sakit, tidak ikut ke Jakarta.
90.
PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Arifin,Max. 1993. Nusa Tenggara Barat Environmental
Sanitation and Water Supplay Project. NTB : Australian
International Development Assistance Bureau.
Baelay, Kenneth D. 1987. Methodos of Social Research. New
York : The Free Press.
PENGENALAN DAN PEMAHAMAN
PESERTADIDIK
1. KEMAMPUAN MENYADARI DIRI
2. KEMAMPUAN BERINTERAKSI
3. MEMILIKI POTENSI DIRI
4. MEMILIKI MORAL
5. MEMILIKI HATI NURANI
6. MEMILKIK TANGGUNG JAWAB
7. MEMPUNYAI MENGHAYATI KEBAHAGIAAN
8. MEMPUNYAI KEWAJIBAN DAN HAK
93.
TUJUAN
AGAR GURU MENGENALDAN MENYADARI BAHWA PESERTTA DIDIK
MEMILIKI:
1. KEMAMPUAN MENYADARI DIRI
2. MORAL
3. HATI NURANI
4. TANGGUNG JAWAB
5. MENGHAYATI KEBAHAGIAAN
6. KEWAJIBAN DAN HAK
94.
MANFAAT GURU MENGENAL
KARAKTERIRISTIKPESERTA DIDIK
1. MERANCANG PEMBELAJARAN DENGAN BAIK
2. MEMILIH PENDEKATAN PEMBELAJARAN
3. MEMILIH METODE
4. MEMILIH MEDIA PEMBELAJARAN
5. MENGGUNAKAN BAHASA DALAM PEMBELAJARAN
6. MELAKSANAKAN EVALUASI DENGAN TEPAT
POBLEMATIKA PENDIDIKAN
DI INDONESIA
1.SETIAP RZIM PUNYA KEBIJAKAN
2. GANTI MENTERI GANTI KEBIJAKAN
3. GANTI MENTERI GANTI KURIKULUM
4. KUALITAS GURU MASIH RENDAH
5. PENEMPATAN GURU BELUM MERTA
6. KESEJAHTERAAN GURU MASIH RENDAH
7. KONDISI EKONOMI PESERTA DIDIK
8. GEOGRAFIS DAN BUDAYA
97.
PEKEMBANGAN
PESETA DIDIK
1. JEANJACQUES ROUSSEAU
a. Mas bayi (0-2 tahun): perkembangan fisik.
b. Masa anak (2-12 tahun) : perkembangan fisik secara cepat
c. Masa remaja awal (12-15 tahun) : perkembangan entelektual dan nalar
d. Masa remaja (15-25 tahun) : perkembangan seksual, moral, nurani,
(manusia beradab)
98.
PEKEMBANGAN
PESETA DIDIK
1. STANLYHALL
a. Mas bayi (0-4 tahun): perkembangan fisik, kemampuan melata, berjalan
b. Masa anak (4-8 tahun) : perkembangan masa pemburu lingkungan
c. Masa puber (8-12 tahun) : perkembangan entelektual . lraldan nalar
d. Masa remaja (12 tahun) : menjadi manusia beradab dan menyesuaikan dengan
lingkungan
99.
PEKEMBANGAN
PESETA DIDIK
1. RobertJ. Havigurst
a. Mas bayi (0-1/2 tahun)
b. Masa anak awal (2/3-5-7 tahun)
c. Masa anak (5/7- pubesen)
d. Masa adolesense awal (pubesen-pubertas)
e. Masa adolesence (pubertas- dewasa)
100.
PEKEMBANGAN
PESETA DIDIK
1. RobertJ. Havigurst
Ada 10 masa perkembangan
1) ketergantungan – kemandirian
2) memberi- menerima kasing sayang
3) hubungan sosial
4) perkembangan kata hati
5) peran biososio dan psikologis
6) penyesuaian dengan perubahan badan
7) penguasan perubahan badan dan motorik
8) memehami dan mengendalikan lingkungan fisik
9) pengembangan konseptual dan sistem simbol
10) kemampuan melihat hubungan dengan alam