Metode role playing dan demonstrasi digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang tata cara pernikahan. Penelitian dilakukan di SMA Maarif NU Pandaan dengan subjek siswa kelas XII MIPA 4."
O L EH :
M U H A M M A D R O F I ’ I I H S A N
PENINGKATAN PEMAHAMAN TATA CARA
PERNIKAHAN MELALUI METODE ROLE
PLAYING DAN DEMONSTRASI PADA SISWA
KELAS XII
2.
BAB I
PENDAHULUAN
LatarBelakang Masalah
Kegiatan belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai
edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi
yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan,
diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum
pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran
secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan
pengajaran.
Di SMA Maarif NU Pandaan, pemahaman siswa kelas XII MIPA 4 pada materi ajar
Munakahat, sub materi tata cara pernikahan sangat rendah dilihat hasil tes praktik
pada semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 dengan rata-rata nilai di bawah KKM.
Hal ini disebabkan metode yang diterapkan guru tidak sesuai dengan tujuan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan suatu penelitian tindakan kelas
dengan menerapkan metode role playing Demonstrasi. Metode role playing adalah
cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa
suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya
ataupun tiruan yang sering disertai dengan penjelasan lisan (Djamarah & Zain,
2006)
3.
Rumusan Masalah
Rumusanmasalah dari penlitian ini adalahApakah
dengan menggunakan metode role playing dan
demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman tata
cara pernikahan pada siswa kelas XII MIPA 4 SMA
Maarif NU Pandaan?
4.
Tindakan yang Dipilih
Pada pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan peneliti
adalah dengan menerapkan pembelajaran melalui
metode role playing dan demonstrasi.. Proses
pembelajaran disesuaikan dengan RPP yang telah dibuat.
Proses pembelajaran tidak berlangsung satu arah tetapi
ada interaksi antara guru sebagai peneliti dan siswa.
Guru memberi penjelasan secara klasikal tentang hal-hal
yang akan dilakukan siswa selama proses pembelajaran
berlangsung. Pada pembelajaran kelompok, guru
membentuk kelompok, kelompok mendemonstrasikan
peran masing-masing dan dilakukan pengamatan dan
penilaian oleh kelompok lain.
5.
Tujuan Penelitian
Tujuanadalah meningkatkan pemahaman tata cara
pernikahan melalui metode role playing dan
demonstrasi pada siswa kelas XII MIPA 4 SMA
Maarif NU Pandaan.
6.
Lingkup Penelitian
Settingatau lokasi penelitian ini adalah SMA Maarif
NU Pandaan Subyek pelaku tindakan adalah seorang
guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas
XII. Subyek penelitian adalah siswa Kelas XII MIPA
4 SMA Maarif NU Pandaan dan dilaksanakan pada
bulan 7 September - 7 November 2015.
7.
Signifikansi Penelitian
a.Memberikan sumbangan pemikiran bagi Metode
Pembelajaran di SMA yang terus berkembang sesuai
dengan tuntutan masyarakat dan sesuai dengan
kebutuhan perkembangan anak.
b. Memberikan sumbangan ilmiah dalam ilmu
Pendidikan SMA , yaitu membuat inovasi
penggunaan metode Pembelajaran.
c. Sebagai pijakan dan referensi pada penelitian-
penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan
peningkatan kemampuan sains pada SMA serta
menjadi bahan kajian lebih lanjut.
8.
KAJIAN TEORI
Pembelajaran Fiqh
Pembelajaran fiqh merupakan salah satu bidang studi pendidikan Agama
Islam yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan disekolah-sekolah
dibawah naungan Departemen Agama. Pembelajaran fiqh bertujuan untuk
memberi bekal kepada siswa agar mampu memahami, meyakini dan
mengamalkan ajaran agama Islam dengan benar. Untuk memperoleh
pengetahuan tentang fiqh, maka harus melalui proses pembelajaran yang
disertai dengan tujuan.
Adapun yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran fiqh adalah
kesimpulan akhir dari hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran
dari tiap pokok bahasan/sub pokok bahasan dari bidang studi tertentu.
Salah satu ciri khas dari mata pelajaran fiqh serta esensinya yaitu untuk
membentuk kepribadian muslim, yang sejalan dengan nilai-nilai ibadah.
Karena nilai-nilai ini semuanya termasuk dalam mata pelajaran fiqh.
Imanuddin Ismail menyatakan bahwa: “Belajar akan berjalan dengan baik
bila disertai dengan tujuan, apabila tidak ada tujuan yang jelas, belajar
tidak akan berhasil bahkan sama sekali tidak akan terjadi.
9.
KAJIAN TEORI
Model PembelajaranRole play
Model pembelajaran role play ini juga merupakan metode mengajar dengan cara
pertunjukan kepada siswa tentang masalah –masalah yang berkaitan dengan
hubungan sosial. Untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu, maka masalah
hubungan sosial tersebut didramatisasikan oleh siswa didalam kelas atau ruangan
dibawah bimbingan guru. Melalui metode ini guru ingin mengajarkan cara-cara
bertingkah laku yang baik dalam hubungan antara sesama manusia.
Cara yang paling baik untuk memahami nilai role play ini adalah mengaplikasikan
sendiri sosiodrama, mengikuti peraturan yang diarahkan dalam sosiodrama dan
mengikuti langkah-langkah guru pada saat mengaplikasikan dan mengarahkan
sosiodrama. hendaknya murid diberi kesempatan untuk berinisiatif dan kreatif,
serta diberikan bimbingan atau lainnya agar lebih terarah. guru memberikan
kesempatan kepada para pendengar (siswa lain) untuk memberikan pendapat dan
masukan yang positif, kemudian bisa diambil kesimpulan dan diaplikasikan. Proses
interaksi antar sesama siswa dengan guru dalam kegiatan pembelajaran, sehingga
komunikasi berjalan dua arah dari guru ke siswa dan dari siswa ke guru. Dengan demikian
siswa tidak hanya menerima penjelasan materi secara teoritis tetapi peserta didik juga ikut
mengamati dan menganalisa masalah yang sedang diperankan yang merupakan ilustrasi dari
materi yang akan disampaikan.
10.
BAB III
PROSEDUR PENELITIANTINDAKAN
KELAS
Metode Penelitian,
Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi
eksperimen, sampel diambil secara purosive
sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu
kelomok eksperimen dan kelompok kontrol.
11.
Setting Penelitian danKarakteristik Subyek
Penelitian
Setting atau lokasi penelitian ini adalah SMA Maarif NU
Pandaan Subyek pelaku tindakan adalah seorang guru
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas XII.
Subyek penelitian adalah siswa Kelas XII MIPA 4 SMA
Maarif NU Pandaan dan dilaksanakan pada bulan 7
September - 7 November 2015. Materi ajar yang
diajarkan adalah Munakahat, sub materi tata cara
pernikahan. Pemilihan kelas ini dilakukan dengan
pertimbangan bahwa hasil belajar siswanya masih perlu
ditingkatkan. Selain itu pembelajaran dengan
menggunakan metode role playing dan demonstrasi
belum pernah dilaksanakan di sekolah tersebut.
12.
Variabel yang Diselidiki
Variabelpenilitain ini ada 2 , yaitu
Pemahaman Tata cara pernikahan Pada Siswa Kelas
XI
Metode Role Playing dan Demonstrasi
13.
Rencana Tindakan
Pada pelaksanaantindakan yang akan dilakukan peneliti
adalah dengan menerapkan pembelajaran melalui metode
role playing dan demonstrasi.. Proses pembelajaran
disesuaikan dengan RPP yang telah dibuat. Proses
pembelajaran tidak berlangsung satu arah tetapi ada
interaksi antara guru sebagai peneliti dan siswa. Guru
memberi penjelasan secara klasikal tentang hal-hal yang
akan dilakukan siswa selama proses pembelajaran
berlangsung. Pada pembelajaran kelompok, guru
membentuk kelompok, kelompok mendemonstrasikan
peran masing-masing dan dilakukan pengamatan dan
penilaian oleh kelompok lain.
14.
Data dan CaraPengumpulannya
Sumber data dalam penelitian ini dapat diperoleh
dari siswa, guru mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam, rekan guru dan peneliti sendiri. Data yang
diambil dalam penelitian ini adalah data
pemahaman siswa terhadap materi ajar dengan
memberikan tes perbuatan atau praktek dan data
hasil belajar psikomotorik siswa yang diperoleh
dengan tes perbuatan atau praktek.
15.
Indikator Kinerja
Indikatorkinerja yang ingin diperoleh dalam penelitian
tindakan kelas ini adalah meningkatnya pemahaman
anak kelas XII saat mempelajari materi tata cara
pernikahan dengan metode Role playing dan
Demonstrasi.
Sebagai ukuran keberhasilan pelaksanaan penelitian
tindakan kelas ini adalah siswa yang nilainya mencapai
KKM yaitu 70 dan persentase ketuntasan siswa mencapai
lebih dari 80%. Jika hasil belum memuaskan akan
dilakukan siklus II begitu seterusnya. Siklus akan
berhenti jika hasil siswa sudah memenuhi KKM dan
persentase ketuntasan yaitu 80%.
16.
Tim Peneliti danTugasnya
Peneliti adalah anggota tunggal dalam penelitian ini
dengan tugas melaksanakan bertanggung jawab
sendiri atas proses dan hasil dari semua penlitian ini