Tifa Hanani
 Setiap orang pada setiap zaman dan setiap tempat dapat
bersastra secara aktif dan pasif (Mangunwijaya, 1986:3)
 Seni sebagai media ekspresi pengalaman estetik manusia
berhadapan dengan alam sebagai penjelmaan keindahan
(Driyarkara, 1980:7)
 Ekspresi pengalaman keindahan itu menenteramkan dan
menggembirakan manusia, karena di dalamnya manusia
mengenali hubungan yang akrab dan hangat antara dirinya
dengan sumber atau asas segala sesuatu yang menarik,
mengikat memikat, dan memanggil manusia kepada-Nya
(Mudji Sutrisno, 1993:31)
 Sastra berkaitan erat dengan spiritual oleh karena itu, pada
awal mula, segala sastra adalah religius (Mangunwijaya,
1988:11)
 Dalam bahasa-bahasa “Barat”, istilah sastra secara
etimologis diturunkan dari bahasa Latin literature (littera
= huruf atau karya tulis). Istilah itu dipakai untuk
menyebut tatabahasa dan puisi. Istilah Inggris Literature,
istilah Jerman Literatur, dan istilah Perancis litterature
berarti segala macam pemakaian bahasa dalam bentuk
tertulis.
 Dalam bahasa Indonesia, kata 'sastra' diturunkan dari
bahasa Sansekerta (Sas- artinya mengajar, memberi
petunjuk atau instruksi, mengarahkan; akhiran -tra
biasanya menunjukkan alat atau sarana) yang artinya
alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau
pengajaran. Misalnya: silpasastra (buku petunjuk
arsitektur), kamasastra (buku petunjuk mengenai seni
cinta)
• Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sederetan karya
seni. Sedangkan teori sastra, kritik sastra dan sejarah
sastra merupakan cabang ilmu sastra. Teori sastra
adalah studi prinsip, kategori, dan kriteria yang dapat
diacu dan dijadikan titik tolak dalam telaah di bidang
sastra. Sedangkan studi terhadap karya-karya konkret
disebut kritik sastra dan sejarah sastra. Ketiga bidang
ilmu ini saling memengaruhi dan berkaitan secara erat.
"Tidak mungkin kita menyusun: teori sastra tanpa kritik
sastra dan teori sastra; kritik sastra tanpa teori sastra dan
sejarah sastra" (Wellek & Warren, 1993:39).
• Ilmu Sastra adalah ilmu yang mempelajari teks-teks
sastra secara sistematis sesuai dengan fungsinya di
dalam masyarakat. Tugas ilmu sastra adalah meneliti
dan merumuskan sastra (sifat-sifat atau ciri-ciri khas
kesastraan dan fungsi sastra dalam masyarakat) secara
umum dan sistematis. Teori Sastra merumuskan kaidah-
kaidah dan konvensi-konvensi kesusastraan umum.
Kegunaan Ilmu Sastra adalah membantu kita untuk
mengerti teks itu secara lebih baik sehingga kita lebih
tertarik untuk membaca karya-karya sastra.
 sastra adalah pengetahuan kemanusiaan (existential
knowledge) yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.
Dengan demikian, pertanyaan-pertanyaan terhadap
sastra hanya akan terkesan absurd. Sama halnya
misalnya dengan pertanyaan mengenai hidup, cinta,
kematian, kerinduan. Aspek-aspek ini merupakan hal
yang transendental dan sangat sukar diformalkan dalam
logika ilmiah dengan bahasa apa pun. Sastra memiliki
tempatnya sendiri dalam lingkup yang tidak ilmiah (non-
scientific)
 istilah yang digunakan Literary Knowledge (Pengetahuan
Kesusastraan) untuk menghindari kesan scientific Teori
Sastra yang menurutnya terlalu berbau akademis
• Ekspresi, ungkapan perasaan dan pengalaman manusia,
bahasa yang dituliskan itulah disebut teks.
• Makna dan latar belakang teks berupa nilai, ataupun
kebermanfaatan yang ingin disampaikan, kepengarangan
dan aliran disebut konteks.
• Contohnya pada saat Anda membaca sebuah cerpen,
atau puisi, atau menyaksikan drama, kata-kata yang
dirangkai dalam bentuk cerpen, puisi, atau drama adalah
teks, namun setelah Anda membacanya timbul perasaan
yang berbeda akibat konteks(makna)yang ditimbulkan.
TANAK
A
- Mikro
- Makro
WELL
EK
- Intrinsik
-Ekstrinsik
ABRAM
S
-Objektif
-Ekspresif
-Mimetik
-
Pragmatik
1) Pendekatan objektif (yang terutama memperhatikan aspek karya
sastra itu sendiri);
2)Pendekatan ekspresif (yang menitikberatkan aspek pengarang
atau pencipta karya sastra);
3) Pendekatan mimetik (yang mengutamakan aspek semesta); dan
4)Pendekatan pragmatik (yakni pendekatan yang mengutamakan
aspek pembaca)
ARTIST
PENCIPTA
REALITAS
UNIVERSE
WORK
KARYA
AUDIENCE
PEMBACA

PROLOG TEORI SASTRA.pptx

  • 1.
  • 2.
     Setiap orangpada setiap zaman dan setiap tempat dapat bersastra secara aktif dan pasif (Mangunwijaya, 1986:3)  Seni sebagai media ekspresi pengalaman estetik manusia berhadapan dengan alam sebagai penjelmaan keindahan (Driyarkara, 1980:7)  Ekspresi pengalaman keindahan itu menenteramkan dan menggembirakan manusia, karena di dalamnya manusia mengenali hubungan yang akrab dan hangat antara dirinya dengan sumber atau asas segala sesuatu yang menarik, mengikat memikat, dan memanggil manusia kepada-Nya (Mudji Sutrisno, 1993:31)  Sastra berkaitan erat dengan spiritual oleh karena itu, pada awal mula, segala sastra adalah religius (Mangunwijaya, 1988:11)
  • 3.
     Dalam bahasa-bahasa“Barat”, istilah sastra secara etimologis diturunkan dari bahasa Latin literature (littera = huruf atau karya tulis). Istilah itu dipakai untuk menyebut tatabahasa dan puisi. Istilah Inggris Literature, istilah Jerman Literatur, dan istilah Perancis litterature berarti segala macam pemakaian bahasa dalam bentuk tertulis.  Dalam bahasa Indonesia, kata 'sastra' diturunkan dari bahasa Sansekerta (Sas- artinya mengajar, memberi petunjuk atau instruksi, mengarahkan; akhiran -tra biasanya menunjukkan alat atau sarana) yang artinya alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran. Misalnya: silpasastra (buku petunjuk arsitektur), kamasastra (buku petunjuk mengenai seni cinta)
  • 4.
    • Sastra adalahsuatu kegiatan kreatif, sederetan karya seni. Sedangkan teori sastra, kritik sastra dan sejarah sastra merupakan cabang ilmu sastra. Teori sastra adalah studi prinsip, kategori, dan kriteria yang dapat diacu dan dijadikan titik tolak dalam telaah di bidang sastra. Sedangkan studi terhadap karya-karya konkret disebut kritik sastra dan sejarah sastra. Ketiga bidang ilmu ini saling memengaruhi dan berkaitan secara erat. "Tidak mungkin kita menyusun: teori sastra tanpa kritik sastra dan teori sastra; kritik sastra tanpa teori sastra dan sejarah sastra" (Wellek & Warren, 1993:39).
  • 5.
    • Ilmu Sastraadalah ilmu yang mempelajari teks-teks sastra secara sistematis sesuai dengan fungsinya di dalam masyarakat. Tugas ilmu sastra adalah meneliti dan merumuskan sastra (sifat-sifat atau ciri-ciri khas kesastraan dan fungsi sastra dalam masyarakat) secara umum dan sistematis. Teori Sastra merumuskan kaidah- kaidah dan konvensi-konvensi kesusastraan umum. Kegunaan Ilmu Sastra adalah membantu kita untuk mengerti teks itu secara lebih baik sehingga kita lebih tertarik untuk membaca karya-karya sastra.
  • 6.
     sastra adalahpengetahuan kemanusiaan (existential knowledge) yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri. Dengan demikian, pertanyaan-pertanyaan terhadap sastra hanya akan terkesan absurd. Sama halnya misalnya dengan pertanyaan mengenai hidup, cinta, kematian, kerinduan. Aspek-aspek ini merupakan hal yang transendental dan sangat sukar diformalkan dalam logika ilmiah dengan bahasa apa pun. Sastra memiliki tempatnya sendiri dalam lingkup yang tidak ilmiah (non- scientific)  istilah yang digunakan Literary Knowledge (Pengetahuan Kesusastraan) untuk menghindari kesan scientific Teori Sastra yang menurutnya terlalu berbau akademis
  • 7.
    • Ekspresi, ungkapanperasaan dan pengalaman manusia, bahasa yang dituliskan itulah disebut teks. • Makna dan latar belakang teks berupa nilai, ataupun kebermanfaatan yang ingin disampaikan, kepengarangan dan aliran disebut konteks. • Contohnya pada saat Anda membaca sebuah cerpen, atau puisi, atau menyaksikan drama, kata-kata yang dirangkai dalam bentuk cerpen, puisi, atau drama adalah teks, namun setelah Anda membacanya timbul perasaan yang berbeda akibat konteks(makna)yang ditimbulkan.
  • 8.
    TANAK A - Mikro - Makro WELL EK -Intrinsik -Ekstrinsik ABRAM S -Objektif -Ekspresif -Mimetik - Pragmatik
  • 9.
    1) Pendekatan objektif(yang terutama memperhatikan aspek karya sastra itu sendiri); 2)Pendekatan ekspresif (yang menitikberatkan aspek pengarang atau pencipta karya sastra); 3) Pendekatan mimetik (yang mengutamakan aspek semesta); dan 4)Pendekatan pragmatik (yakni pendekatan yang mengutamakan aspek pembaca) ARTIST PENCIPTA REALITAS UNIVERSE WORK KARYA AUDIENCE PEMBACA