Pembelajaran Mendalam
• Naskah Akademik
• Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
• Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
• Februari 2025
Tantangan Pendidikan Indonesia
• - Indonesia menghadapi ketidakpastian,
kompleksitas, dan dinamika global.
• - Meskipun akses pendidikan meningkat,
kualitas masih rendah.
• - Krisis pembelajaran ditandai oleh rendahnya
literasi dan numerasi (hasil PISA).
• - Guru dibebani administrasi, kurang fokus
pada pembelajaran.
• - Perlu transformasi dari ruang kelas (bottom-
up).
Mengapa Transformasi
Pendidikan?
• - Untuk mewujudkan pendidikan bermutu dan
merata.
• - Momentum Bonus Demografi 2035 & Visi
Indonesia Emas 2045.
• - Pendidikan harus menyiapkan generasi
dengan karakter kuat, adaptif, dan kompeten.
Apa Itu Pembelajaran Mendalam
(PM)?
• Pendekatan pembelajaran yang memuliakan
dan berpusat pada:
• • Pembelajaran yang berkesadaran (mindful)
• • Pembelajaran yang bermakna (meaningful)
• • Pembelajaran yang menggembirakan (joyful)
• Dilakukan melalui olah pikir, olah hati, olah
rasa, dan olah raga secara holistik.
Tujuan Naskah Akademik PM
• - Menjadi landasan kebijakan penerapan PM.
• - Menyediakan acuan program dan sumber
daya.
• - Mendeskripsikan kerangka kerja strategis
implementasi.
Prinsip-Prinsip PM
• 1. **Berkesadaran**: Pembelajaran penuh
perhatian dan refleksi.
• 2. **Bermakna**: Relevan dengan kehidupan
nyata peserta didik.
• 3. **Menggembirakan**: Suasana belajar
yang nyaman, bebas tekanan, dan penuh
antusiasme.
Kerangka Kerja PM
• Terdiri dari empat komponen utama:
• 1. Dimensi Profil Lulusan
• 2. Prinsip Pembelajaran
• 3. Pengalaman Belajar
• 4. Kerangka Pembelajaran (pedagogis,
lingkungan, kemitraan, dan teknologi digital)
Dimensi Profil Lulusan
• - Keimanan dan ketakwaan
• - Kewargaan
• - Penalaran kritis
• - Kreativitas
• - Kolaborasi
• - Kemandirian
• - Kesehatan
• - Komunikasi
Peran Guru dalam PM
• - Guru sebagai fasilitator utama pembelajaran.
• - Diberikan pelatihan dan pendampingan.
• - Perlu penataan beban kerja dan waktu.
• - Guru diberi ruang untuk mengembangkan
kreativitas dan pendekatan kontekstual.
Dukungan Kepada Guru
• - PPG harus selektif dan berbasis minat &
kompetensi.
• - Kurikulum PPG meliputi konseling, nilai, dan
growth mindset.
• - Pengembangan komunitas belajar, guru
mentor, dan media pembelajaran berbasis
digital.
Peran Kepala Sekolah & Pengawas
• - Kepala sekolah: membangun budaya belajar
dan mutu.
• - Pengawas: mendampingi guru dan
memastikan kelangsungan PM.
Kemitraan dan Ekosistem
• - Orang tua dan masyarakat dilibatkan secara
aktif.
• - DUDIKA, mitra profesi, media, pemerintah
daerah turut mendukung ekosistem PM.
Asesmen dalam PM
• - Penekanan pada asesmen otentik dan
holistik.
• - Asesmen formatif: untuk proses
pembelajaran.
• - Asesmen sumatif: capaian akhir.
• - Tidak digunakan sebagai penentu kelulusan.
Rekomendasi dan Penutup
• - PM bukan kurikulum, tetapi pendekatan.
• - Harus diterapkan secara bertahap dan
sistematis.
• - Semua pemangku kepentingan harus terlibat.
• - Diperlukan monitoring dan evaluasi
berkelanjutan.

Presentasi_Pembelajaran_Mendalam_Lengkap.pptx

  • 1.
    Pembelajaran Mendalam • NaskahAkademik • Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah • Februari 2025
  • 2.
    Tantangan Pendidikan Indonesia •- Indonesia menghadapi ketidakpastian, kompleksitas, dan dinamika global. • - Meskipun akses pendidikan meningkat, kualitas masih rendah. • - Krisis pembelajaran ditandai oleh rendahnya literasi dan numerasi (hasil PISA). • - Guru dibebani administrasi, kurang fokus pada pembelajaran. • - Perlu transformasi dari ruang kelas (bottom- up).
  • 3.
    Mengapa Transformasi Pendidikan? • -Untuk mewujudkan pendidikan bermutu dan merata. • - Momentum Bonus Demografi 2035 & Visi Indonesia Emas 2045. • - Pendidikan harus menyiapkan generasi dengan karakter kuat, adaptif, dan kompeten.
  • 4.
    Apa Itu PembelajaranMendalam (PM)? • Pendekatan pembelajaran yang memuliakan dan berpusat pada: • • Pembelajaran yang berkesadaran (mindful) • • Pembelajaran yang bermakna (meaningful) • • Pembelajaran yang menggembirakan (joyful) • Dilakukan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik.
  • 5.
    Tujuan Naskah AkademikPM • - Menjadi landasan kebijakan penerapan PM. • - Menyediakan acuan program dan sumber daya. • - Mendeskripsikan kerangka kerja strategis implementasi.
  • 6.
    Prinsip-Prinsip PM • 1.**Berkesadaran**: Pembelajaran penuh perhatian dan refleksi. • 2. **Bermakna**: Relevan dengan kehidupan nyata peserta didik. • 3. **Menggembirakan**: Suasana belajar yang nyaman, bebas tekanan, dan penuh antusiasme.
  • 7.
    Kerangka Kerja PM •Terdiri dari empat komponen utama: • 1. Dimensi Profil Lulusan • 2. Prinsip Pembelajaran • 3. Pengalaman Belajar • 4. Kerangka Pembelajaran (pedagogis, lingkungan, kemitraan, dan teknologi digital)
  • 8.
    Dimensi Profil Lulusan •- Keimanan dan ketakwaan • - Kewargaan • - Penalaran kritis • - Kreativitas • - Kolaborasi • - Kemandirian • - Kesehatan • - Komunikasi
  • 9.
    Peran Guru dalamPM • - Guru sebagai fasilitator utama pembelajaran. • - Diberikan pelatihan dan pendampingan. • - Perlu penataan beban kerja dan waktu. • - Guru diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan pendekatan kontekstual.
  • 10.
    Dukungan Kepada Guru •- PPG harus selektif dan berbasis minat & kompetensi. • - Kurikulum PPG meliputi konseling, nilai, dan growth mindset. • - Pengembangan komunitas belajar, guru mentor, dan media pembelajaran berbasis digital.
  • 11.
    Peran Kepala Sekolah& Pengawas • - Kepala sekolah: membangun budaya belajar dan mutu. • - Pengawas: mendampingi guru dan memastikan kelangsungan PM.
  • 12.
    Kemitraan dan Ekosistem •- Orang tua dan masyarakat dilibatkan secara aktif. • - DUDIKA, mitra profesi, media, pemerintah daerah turut mendukung ekosistem PM.
  • 13.
    Asesmen dalam PM •- Penekanan pada asesmen otentik dan holistik. • - Asesmen formatif: untuk proses pembelajaran. • - Asesmen sumatif: capaian akhir. • - Tidak digunakan sebagai penentu kelulusan.
  • 14.
    Rekomendasi dan Penutup •- PM bukan kurikulum, tetapi pendekatan. • - Harus diterapkan secara bertahap dan sistematis. • - Semua pemangku kepentingan harus terlibat. • - Diperlukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan.